Akhirnya Siwon benar-benar melepas tautan kedua bibir itu. Napasnya terengah-engah. Sejenak kemudian raut bingung terpancar di wajahnya, "Ma-maafkan aku."
Kyuhyun mengerti. Sebenarnya kecewa juga dengan ekspresi Siwon setelahnya. Wajah Siwon mengatakan kalau apa yang mereka lakukan hanyalah kesalahan semata. Tidak ada yang benar dari perbuatannya.
"Bukan masalah. Lupakan saja."
Siwon tersenyum kecut.
"A-aku masuk dulu, selamat malam."
Ketika Kyuhyun berbalik untuk melangkahkan kakinya memasuki apartementnya, ia mendengar derap langkah di belakangnya. Lalu tak lama kemudian sepasang lengan kekar memeluk tubuh kurusnya. Hembusan napas hangat terasa kental di leher Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah, saranghae..."
~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~
It's Hard
Part 3
Author: Cho Eun Hye / LKyuLala
Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon
Main Pair: WonKyu!
Genre: Romance
Rating: I think, almost M rated. But I don't know. T maybe?
Desclaimer: Siwon belong to Kyuhyun. Kyuhyun belong to me! :p Oh no! Kyuhyun belong to Siwon. :D
A/N: YAOI! Don't Like? Read it first, then you'll know you like it or not. I don't know the good title for this fanfic. So, I was titling this fic with that weird title. Oh my God!
~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~
"Kyuhyun-ah, saranghae..."
Tenggorokan Kyuhyun tercekat. Ia bahkan hampir lupa untuk bernapas. Sepasang lengan kekar itu masih melekat erat di pinggangnya. Bahkan lebih erat. Tubuh mereka benar-benar menempel. Bahkan ia bisa merasakan dengub jantung Siwon yang begitu cepat.
Kyuhyun melepaskan tautan lengan itu dari pinggangnya. Kemudian ia membalikkan tubuhnya. Membelai pipi pemuda di depannya dengan perlahan. Matanya berkaca-kaca.
-oOo-
Ini sudah hampir pukul 8 malam. Kyuhyun memasuki apartemennya. Ia memerosotkan tubuhnya di balik pintu apartemennya, dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya. Beberapa saat kemudian, ia menganggkat wajahnya dan menampilkan senyum ganjil di wajahnya.
"OMO" gumamnya sembari menangkupkan kedua telapak tangan di pipinya yang bulat memerah.
"Ini pasti mimpi..." matanya mulai berkaca-kaca.
Ia terlalu senang,
Ia dan Siwon,
resmi berkecan...
-oOo-
"MWO?!" Teriak Zhoumi, "Kau pasti bercanda, Kyuhyun-ah!"
"Aish, bercerita padamu tidak ada gunanya!" gerutu Kyuhyun. Ia melipat tangan di depan dadanya, "Harusnya aku tidak usah bercerita padamu. Ck!"
Zhoumi menarik napas dalam-dalam, "Jadi, sekarang kau dan Siwon resmi.."
"Berkencan" seloroh Kyuhyun. Ia tersenyum bangga, "Ah, akhirnya penantianku selama ini membuahkan hasil. Bagaimana menurutmu?"
"Entahlah, Kyu. Aku merasa ada yang aneh dengan hubunganmu. Oh, ayolah, sangat aneh kalau tiba-tiba Siwon mengatakan kalau ia menyukaimu. Dari benci, jadi cinta, dalam waktu singkat..."
Kyuhyun merengut. Mencoba mencerna perkataan Zhoumi.
"Dan lagi, dia minta merahasiakan hubungannya denganmu? Hell! Dia pasti sudah gila!"
"Ya! meminta saranmu benar-benar bukan ide yang bagus!"
-oOo-
"Kau kujemput di halte, okay?"
Kyuhyun masih ingat betul kalau Siwon memintanya untuk menunggu di halte bus seperti kemarin. Tapi, heck! Sudah 1 jam ia berdiri di sana seperti orang linglung. Sudah berkali-kali bus berbagai jurusan berhenti di depannya. Dan semua Kyuhyun jawab dengan gelengan kepala saat si supir membukakan pintu masuk bus.
Udara musim gugur menusuk-nusuk kulitnya yang pucat. Rambutnya berkibar-kibar. Satu kesialan lagi, ia tidak memakai mantel.
"Ukh!"
Kyuhyun mendekap tubuhnya erat-erat. Sore seperti ini, kenapa sudah dingin sekali? gerutunya dalam hati.
Sesekali Kyuhyun melirik arlojinya tak sabar. Satu menit bagi Kyuhyun terasa satu tahun. Lama sekali Siwon datang. Apa Siwon lupa?
Kyuhyun meraih ponsel dalam saku celananya. Jemarinya menggulirkan tombol-tombol yang tercetak pada handphonenya.
Nomor kontak Siwon, Kyuhyun menelponnya...
Tuut... Tuut...
Tidak ada jawaban. Ia mencoba sekali lagi.
Tak ada jawaban lagi. Ia mencoba mengetikkan sebuah pesan,
To: Siwon Hyung
Hyung, kau di mana? Aku sudah menunggumu 1 jam di sini. Cepatlah sedikit, okay? Ini mulai dingin.
Kyuhyun pun menyimpan ponselnya di dalam kantong, dan kembali menyilangkan tangan di depan dadanya. Menunggu Siwon yang tak kunjung datang.
-oOo-
Pada akhirnya, setengah jam kemudian Kyuhyun pun pulang dengan menaiki bus seperti biasa. Ia tidak mungkin menunggu Siwon sampai larut malam. Maka ia pun mengetikkan sebuah pesan kalau ia sudah pulang.
Dan well, seperti sekarang, Siwon masih mencoba untuk meminta maaf pada Kyuhyun.
"Baby, maafkan aku, okay?" pinta Siwon. Ia menggenggam erat telapak tangan Kyuhyun dan mendekapnya di depan dada, "Aku ada urusan dengan club tadi."
Kyuhyun menghiraukan segala yang Siwon katakan. Ia masih memalingkan wajahnya, seperti sejak awal ia duduk di sofa itu.
"Kyuhyun-ah..." lirih Siwon, "Aku benar-benar minta maaf, okay? Itu yang terakhir kalinya, aku janji!"
Kyuhyun memalingkan wajahnya, "Kau janji?"
Siwon mengangguk dengan bersemangat. Ia melepaskan dekapannya pada telapak dangan Kyuhyun dan beringsut untuk memeluk pemuda berambut cokelat itu.
"Gomawo!" Siwon mulai menciumi seluruh wajah Kyuhyun.
Kyuhyun menggeliat geli, "Ya! Sudah... Geli!"
Siwon tersenyum lebar, "Wae? Kau sangat menggemaskan, baby! Aku tidak bisa menahan diriku untuk menciummu!"
"Tsk! Jangan mesum, Choi Siwon!" seru Kyuhyun sembari melempar bantal ke wajah Siwon.
-oOo-
Bulan bersinar dengan terangnya. Biar bukan sinarnya sendiri, tapi biarlah, paling tidak malam tidak akan lebih gelap dari ini.
Zhoumi mengusap-usapkan telapak tangannya pada telapak tangan Henry—kekasihnya. Henry tersenyum. Rasanya hangat sekali.
"Bagaimana sekolahmu tadi?" tanya Zhoumi
"Semuanya baik-baik saja. Seperti biasa, sekolah sekarang terasa sepi tanpa gege. Seharusnya gege tidak pindah ke sekolah itu dan tetap bersekolah di sekolah yang sama denganku." Jawab Henry
Zhoumi tertawa renyah, "Tapi sekolahku terasa tenang tanpamu. Rasanya damai sekali!" godanya
"Aish, gege!"
Keheningan tiba-tiba saja tercipta di antara keduanya. Tak ada satupun yang berniat untuk membuka pembicaraan. Hanya Zhoumi yang sibuk menghangatkan tangan-tangan Henry.
"Ah iya, Kyuhyun sudah punya kekasih sekarang." Ujar Zhoumi tiba-tiba
Wajah Henry mendadak muram. Ia menarik telapak tangannya dari tangan-tangan Zhoumi.
"Kenapa?" gumam Henry
Zhoumi mengernyitkan dahinya.
"Aku bukan tempat sempahmu yang bisa menampung semua ceritamu, ge! Aku tidak bisa menampungnya selama itu tentang Kyuhyun!"
Zhoumi terperanjat, "Kau cemburu?"
"Tentu saja!" Sergah Henry. Ia menggembungkan kedua pipinya, "Jangan membicarakan orang bernama Kyuhyun itu lagi. Aku cemburu, kau tahu?"
Zhoumi tertawa sembari mengacak rambut Henry. Hatinya tiba-tiba saja bergejolak hebat.
-oOo-
Zhoumi melangkah gontai menuju apartemennya. Masih terngiang-ngiang kalimat-kalimat yang Henry lontarkan pada dirinya. Zhoumi menghela napasnya dalam-dalam.
"Aku bukan tempat sempahmu yang bisa menampung semua ceritamu, ge! Aku tidak bisa menampungnya selama itu tentang Kyuhyun!"
Zhoumi masih ingat betul, ekspresi kesal tercetak di wajah kekasihnya.
"Kau cemburu?"
"Tentu saja!" Sergah Henry. Ia menggembungkan kedua pipinya, "Jangan membicarakan orang bernama Kyuhyun itu lagi. Aku cemburu, kau tahu?"
Zhoumi menggigit bibir bawahnya, ia menyampirkan mantelnya di bahu dan melanjutkan langkahnya. Menyadari fakta bahwa sebenarnya,
Ia mencintai Kyuhyun.
Sangat mencintai Kyuhyun...
Dan itu sejak lama...
.
.
Di persimpangan ini, Zhoumi menghentikan langkahnya. Ia menatap nanar melihat Siwon yang mengecup sekilah dahi Kyuhyun. Zhoumi sudah tahu resikonya. Mencintai Kyuhyun bukan hal yang mudah. Sakit hati bagaimanapun harus ia terima. Sedari dulu, sejak ia mulai menempati apartemennya sekarang, ia sudah mulai tertarik dengan sosok Kyuhyun. Dan lama-kelamaan itu tidak menjadi sekedar tertarik saja. Tapi sudah lebih dari tertarik.
Ia harus menahan diri untuk tidak menghajar Siwon. Ia harus menahan diri untuk tidak mengatakan bahwa ia mencintai Kyuhyun. Ia harus menahan diri dengan segala sakit yang tertahan di dadanya hingga kini sesak.
"Ah, Jomi-ssi! Baru pulang?" sapa Siwon
Zhoumi tersenyum lebar, "Yah, seperti yang kau lihat."
"Aku baru tahu kalau Kyuhyun senang merajuk. Dia sangat mengerikan kalau sudah marah ternyata." Gurau Siwon
"Ya! Jangan mempermalukan aku!" seru Kyuhyun seraya mencubit pinggang Siwon.
Siwon berjengit sakit, "Baby... sakit."
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.
Zhoumi tertawa ringan, "Kalian ini, dasar pasangan baru!"
"Mwo? Bagaimana kau tahu?"
Zhoumi mengedipkan sebelah matanya pada Kyuhyun, "Aku bukan orang bodoh yang tidak bisa membaca hubungan kalian."
Siwon tersenyum simpul sembari merangkul pundak Kyuhyun, "Kau hebat, Jomi-ssi!"
"Sebagai informasimu saja, namaku Zhou-mi. Bukan Jomi." Kelakarnya sembari memasuki apartemennya meninggalkan Kyuhyun yang tertawa terbahak-bahak dan Siwon yang dengan ekspresi malunya.
.
.
Zhoumi menutup pintu apartemennya. Ia pun menyandarkan badan kekarnya. Sebelah tangannya masih berpegangan pada daun pintu ketika ia memerosotkan tubuhnya.
Dalam hatinya, ia bertekat, bagaimanapun keadaannya, ia akan menunggu Kyuhyun.
Ya, menunggu dan berusaha mendapatkan Kyuhyun
Walau itu artinya harus merebutnya dengan paksa.
Tapi di sisi lain hatinya meneriakkan nama Henry. Kekasihnya bertahun-tahun.
-oOo-
Dedaunan di sepanjang jalan menuju sekolah masih terus berguguran. Sampai masanya habis, ini masihlah musim gugur. Helaian-helaian daun itu jatuh menimpa tubuh Zhoumi yang berbalut mantel.
Dalam perjalanan menuju sekolah itu Kyuhyun bercerita banyak hal. Dan semuanya adalah Siwon. Siwon, Siwon, dan Siwon.
"Siwon begitu tenar. Apa kau langsung mengenalnya saat awal kau masuk di sekolah yang sekarang, ge?" tanya Kyuhyun
Zhoumi memasang ekspresi seolah-olah ia senang berpikir keras. Telunjuknya mengetuk-etuk dagunya. Kyuhyun langsung mendorong bahu Zhoumi. Zhoumi tertawa keras.
"Kau sungguh berlebihan!" seru Kyuhyun masih dengan tawanya.
"Hahaha!"
"Jadi?"
"Tidak."
"Tidak?" tanya Kyuhyun
Zhoumi mengedikkan bahunya, "Seingatku aku mengenalnya saat insidenmu dulu!" Zhoumi memasang wajah menggoda.
Kyuhyun merengut malu, ia memukul pelan bahu Zhoumi, "Ya! Jangan menggodaku! Itu sangat memalukan!"
Zhoumi tersenyum simpul, "Aku jadi ingat saat pertama aku bertemu denganmu. Ck! Sekali lagi dengan insiden memalukan. Ckckck!"
Wajah Kyuhyun merona hebat, "Jangan ingatkan aku tentang itu!"
Zhoumi tertawa sangat keras, "Jogging di sore hari.."
"Ya!"
"Dan tersandung. Tololnya lagi kau refleks berpengangan pada celana orang lain, hingga orang itu ikut jatuh dengan keadaan celanya yang melorot."
"Ya! sudah!"
"Untung aku mau berbaik hati menolongmu dan bilang kalau kau menderita gangguang mental sehingga orang itu tidak jadi menghajarmu!" Zhoumi bercerita sambil menahan tawanya. Setitik air mata keluar dari sudut matanya.
"Ya! Sudah! Jangan tertawa!"
-oOo-
Menjadi kekasih Siwon bukan berarti segala kesialan Kyuhyun di sekolah terhenti begitu saja. Menjadi kekasih Siwon tidak merubah keadaan sama sekali. Teman-temannya masih saja mengganggunya. Menaruh permen karet di rambut Kyuhyun hingga mau tak mau ia berlari ke kamar mandi dan memotong rambutnya yang terkena permen karet. Karena sungguh, permet karet itu tak mau lepas dari rambutnya.
"Ukh!" Kyuhyun masih berusaha untuk memotong rambut yang mati-matian ia rawat. Belum lagi ia tak memiliki gunting sehingga mau tak mau ia memotong rambutnya dengan cutter yang biasa ia bawa ke sekolah.
"Ck! Sial sekali hari ini!" gumamnya masih dengan usahanya memotong rambut.
Kyuhyun dikejutkan dengan kehadiran satu orang di belakangnya tampak dari pantulan kaca di depannya. Orang itu menyeringai seraya memandang Kyuhyun. Selang beberapa detik kemudian muncul beberapa orang di belakangnya. Kyuhyun membalikkan tubuhnya. Cutter yang ia pegang terjatuh tiba-tiba saat telapak tangan kasar itu mencengkeram lengannya.
"D-donghae sunbae.." gumam Kyuhyun
-oOo-
Lee seongsaengnim.
Pemuda yang bisa dibilang sudah berumur itu memasuki kelas dengan langkah angkuh seperti biasa. Matanya menatap ke depan dengan dagu yang sedikit diangkat. Seolah tak peduli dengan apa saja yang bisa tiba-tiba muncul di bawahnya dan menggangu langkahnya. Tapi seolah ia memiliki mata di kakinya. Segala yang mengganggu langkahnya itu ia singkirkan dengan sekali tendangan kecil. Bahkan perangkap-perangkap kecil yang dipasang murid-murid jahil pun tak pernah gagal ia lewati.
Matanya menatap nyalang ke segala penjuru. Dan matanya tertumbuk pada bangku kosong di pojok belakang dekat jendela.
"Di mana Cho Kyuhyun?" tanyanya dengan suara lantang
Tak ada satupun yang menjawab. Mereka sibuk celingak-celinguk seolah Kyuhyun sedang bersembunyi di sekitar mereka. Beberapa dari mereka tampak berbisik. Tapi ada juga tampak tak peduli dan lebih memilih untuk melakukan hal lain dari pada memikirkan sosok aneh macam Cho Kyuhyun yang tak pernah dianggap di kelas.
"Salah satu cepat cari Kyuhyun" bagaimana pun Kyuhyun itu murid kebanggaannya. Tak pernah sekalipun Kyuhyun absen dari kelasnya. Apalagi tanpa alasan seperti ini. Seperti hal yang ganjil saja di matanya.
Satu detik
Dua detik
Tak ada yang bersedia beranjak dari tempatnya untuk mencari keberadaan Kyuhyun. Lee seongsaengnim tampak menghela napasnya sebelum akhirnya menunjuk salah satu dari mereka untuk mencari Kyuhyun.
Mau tak mau ia harus mau. Bagaimanapun Lee seongsaengnim itu galaknya melebihi singa yang sedang mengamuk.
-oOo-
Sebut saja pemuda itu dengan Minho. Choi Minho. Ia berkeliling mencari Kyuhyun ke segala penjuru sekolah. Kantin, taman, atap, dan tempat-tempat lain yang memungkinkan untuk didatangi seorang Cho Kyuhyun. Bahkan di perpustakaan pun Minho tak menemukan sosok Kyuhyun. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Bukannya Kyuhyun tadi berlari keluar dengan membawa cutter setelah teman-temannya menempeli rambut Kyuhyun dengan permen karet? Kemana kira-kira Kyuhyun pergi?
Ah! Minho sepertinya tahu di mana Kyuhyun sekarang.
Kamar mandi pria.
-oOo-
Donghae menyeret Kyuhyun ke salah satu bilik kamar mandi. Teman-temannya yang lain berjaga di luar kamar mandi untuk mengontrol keadaan.
BRAK!
Donghae mengehempaskan tubuh Kyuhyun hingga menimbulkan suara keras dan leguhan sakit dari bibir Kyuhyun.
Sorot ketakutan terpancar di mata Kyuhyun. Donghae yang dulu pernah hampir memperkosanya sekarang di depannya. Dan ia hanya berdua dengan Donghae di bilik kamar mandi ini.
Kyuhyun berusaha untuk membuka bilik kamar mandi itu. Tapi sial, bilik itu terkunci rapat. Dengan cepat Donghae membekap mulut Kyuhyun agar tidak menimbulkan keributan dengan teriakan-teriakannya.
Donghae kembali menghempaskan tubuh Kyuhyun. Lagi-lagi Kyuhyun mengaduh dan memelorotkan tubuhnya menahan sakit yang mendera kepala dan punggungnya. Donghae mengurung Kyuhyun dengan menekan bahu Kyuhyun erat pada tembol bilik.
"K-kau mau apa?" suara Kyuhyun terdengar bergetar. Sepertinya ia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya setelah ini. Ia berusaha meronta agar bisa terlepas dari cengkraman Donghae.
"Percuma kau melawan, sayang. Itu tidak akan berhasil." Gumam Donghae. Ia mengencangkan cengkeramannya.
Dengan cepat Donghae mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Ia berusaha untuk mencium bibir Kyuhyun yang sudah menggodanya sejak lama. Tapi Kyuhyun lebih cepat untuk menghindar sehingga Donghae hanya bisa mencium helaian rambut Kyuhyun yang lembut.
Donghae yang geram pun menjambak rambut Kyuhyun. Ia mendaratkan bibirnya pada bibir Kyuhyun dan melumatnya kasar. Kyuhyun berusaha untuk mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Tidak memberikan Donghae akses untuk menikmati bibirnya.
Bukan Donghae namanya kalau ia menyerah begitu saja. Maka ia pun menggigit bibir bawah Kyuhyun hingga mengeluarkan darah. Kyuhyun berteriak tertahan. Teriakannya tertahan oleh ciuman dan lumatan-lumatan bibir Donghae pada bibirnya.
Ciuman Donghae terus merambat ke mana-mana. Mata, hidung, pipi, dan kembali ke bibirnya. Lama-lama ciuman Donghae merambat sampai leher Kyuhyun. Tangan Donghae yang satunya pun melepas cengkraman pada bahu Kyuhyun dan bergulir membuka satu persatu kancing seragam Kyuhyun dan menyibaknya hingga melewati bahu Kyuhyun. Ciuman Donghae merambat ke bahu Kyuhyun. Donghae mengecupi tiap jengkal bahu Kyuhyun hingga membuat Kyuhyun menggeliat geli.
"Hentikan kumohon..." gumam Kyuhyun
"Tidak sampai kita selesai melanjutkan apa yang sempat tertunda"
-oOo-
Minho mengecek satu persatu kamar mandi pria yang ada di antero sekolahnya. Sampai pada kamar mandi ke lima di sekolahnya ini pun Kyuhyun masih belum tampak.
Dan sekarang, kamar mandi pria terakhir yang belum ia cek. Ia bertekad, kalau Kyuhyun tak ada dalam kamar mandi ini, ia akan kembali ke kelasnya dan mengatakan pada gurunya kalau Kyuhyun menghilang.
Minho meraih kenop pintu kamar mandi terakhir itu.
CEKLEK!
"Cho Kyuhun?!"
.
.
TBC
Anyeong! Chap 3 akhirnya terpublikasi juga. Lega... Well, karena aku udah kelas XII, mungkin bakalan jarang update. Focus sekolah dulu. XD Update seperti ini pun menurutku juga udah update cepet. Dan jujur aja, ini adalah fic berchapter yang paling cepat bisa kugarap (aku pernah bikin fic chapter juga sih sebelumnya. Tapi bukan Suju sih.). Faktor liburan, maybe? Karena jujur aja, baru kali ini aku liburan bisa bener-bener libur, karena aku seorang aktivis di organisasi sekolah, club, juga organisasi luar sekolah macam Ubaloka sama DKC yang sering banget 'kerja' ampe malem. Jadi mohon maklum kalo tiba-tiba ntar ngilang gitu aja. :D
Ada yang pengen chapnya naik ke rate M? Wah, jangan dulu chingu... Kalau nyerempet aku masih berani. Kalau udah rate M, wah, bisa pingsan pas lagi nulis. Mungkin ada yang mau nolongin aku bikinin bagian lemonnya? Hahaha! (Aku serius yang bagian minta tolong. Yang bersedia PM aku yaa Xp) XD Mungkin lemonannya Kyuhyun sama Donghae? XD Atau sama Siwon. Kekekeke~
Special thaks to:
Mhiakyu | aiiukiu | Kyu-Kyu | ciwonie | Babykyu | meymeywonkyu | y | kyu13 | Maknaelovers | angelwin | Kyuya13 | just to WK | Babykyupa | MyKyubee | 4vitaMINelF | cici al | novita407 | Rachma99 | GyuRiGyu | Gyurigyu | aichan | Choi KyuHwa | Blackyuline | Rolly Polly KyUke | 4kyukyu712 | loveiskyu | nanami kawashi mls bgt buat login hehe | Call me Rii | Fuyu no Sakura | Shinhyun Cho | Lee Shurri | 1013 | chohee | | min neul rin | Guest | aiyu | lee kyuna | lalalala | 7cloud3024 | yolyol | Tria407 | Guest | rikha-chan | AbracaForte | JK0603 | Guest | Kyuminjoong | Kitsune Syhufellrs | Someone | siwonganteng | Fitri MY | 5Ji0298 | Cho rae in | Ifa Cho-i | Shappire Blue | Jinhee | 1
Who gave me review in chapter 1
Blackyuline | rachma99 | Sytadict | GyuRiGyu | anin lovewonkyu | yolyol | Kyuya13 | alcici349 | EvilCute | Babykyu | inez | Everlasting Fujoshi | ririedhana | Haiiro-Sora | Starcraft ZaeKyu | Choi Kyuhwa | | kyuminjoong | nadiaa | lalalala | putyboO | Kmaknae | Ifa Cho-i | cloud3024 | Fitry MY | wonkyuline | wantyou | meymeywonkyu | AbracaForte | min neul rin | Lee Shurri | sansan | meyminimin | LittelELF | guest | kisseuhyuk | tiesSparKYUhyun | woniewon atau ciwonie | AyaKYU | Cho rae in | Super Girl | WonKyuBi | rikha-chan | loveiskyu | gaemgyulover | 1 | SJHeechulELF
Who gave me review in chapter 2
#Sorry I can't reply one by one. XD
And whoever read this fic. XD
At least, mind to review?
With Love,
Cho Eun Hye
