-Shiwoo.J90 Present-

.

.

.

-Jung Shiwoo-

.

.

.

Hella fella ARMYs! Fanfiction ini dipersembahkan untuk uri Dadda and Momma ultimate NamJin shippers + Suga Bias, happy reading! :*

.

.

.

Snuggly Kitten

.

Chapter 2 : Ruined

.

.

.

Yoongi menggeram pelan.

02:47 PM.

Ia menggeram lagi, the most quality day of the year-for sleep. HAHA. Satu hal yang mengganggu Yoongi, ia tidak merasakan panasnya matahari yang biasanya mengganggu tidurnya di pagi hari. Ow, tirainya tertutup. Thanks God. Looks like Seokjin yang melakukannya.

"Awww, Yoongi Hyung.. S'cuteee~"

Yoongi belum mengumpulkan nyawanya saat dengan tiba-tiba seseorang menginvasi kamarnya dan Seokjin lalu menimpakan berat tubuhnya ke tubuh Yoongi yang masih terasa malas untuk bergerak. Yoongi menggeram lagi untuk ketiga kalinya dalam beberapa menit. Ia tahu, ia tahu pemililk suara berat itu.

"Menyingkir Tae."

Yoongi berusaha melepaskan dirinya dari Taehyung yang memeluknya erat dan mengecup pipinya beberapa kali. Dari jarak yang sedekat itu Yoongi bisa mencium bau citrus perfume milik Jungkook yang samar menempel pada tubuh Taehyung. Entah itu karena ia dengan sengaja memakainya ataupun dirinya yang terlalu lama berada di dekat Jungkook.

"S'squishyyy~"

Taehyung tidak mengacuhkan Yoongi yang terus melemparkan death glare padanya. Heol, tidak ada yang bisa mengalahkan Yoongi. Tak mendapat perlawanan berarti dari Yoongi, Taehyung tetap memeluk Yoongi yang telah sepenuhnya bangun dari tidurnya. Entah apa yang difikirkan oleh salah satu maknae line tersebut, Yoongi juga tidak mau memikirkannya.

"Tae! Ayo!"

Suara Jungkook samar memanggil Taehyung dari luar, Yoongi menghela nafas lega saat merasakan Taehyung beranjak dari tubuhnya. Setidaknya, ia bisa mencoba untuk tidur lagi, fikirnya. Ia membalik bantalnya dan menelungkupkan tubuhnya mencoba untuk kembali tertidur walaupun panas matahari malu-malu menelusup dari balik jendela kamarnya yang saat ini menghadap langsung ke wajahnya.

"Taehyung!"

"Annyeong Hyung!"

Yoongi menggeram kesal saat Taehyung membuka tirai jendela sepenuhnya, membuat sinar matahari siang itu langsung menerpa tubuh dan wajah pucatnya. Geraman yang entah keberapa kali ia berikan pada Taehyung kembali keluar saat Taehyung mencium pipinya dengan keras. Heol, saliva pada mulutnya menempel pada pipi Yoongi. Heol.

.

.

.

Yoongi tidak berencana untuk melakukan apapun hari itu. Lebih dari setengah hari yang ia miliki ia gunakan untuk tidur dan terpaksa untuk membuat dirinya bangun sepenuhnya karena ia lapar. Saat ia keluar dari kamar dorm yang biasanya ramai itu terasa sepi. Sounds like everyone have fun outside, except Yoongi of course. Well, he can have fun inside the house.

Yoongi's. Don't touch it, I mean DON'T TOUCH IT. Oldest Hyung.

Yoongi tersenyum saat melilhat note yang tertempel di atas kotak makan yang berisi daging asam manis buatan Seokjin. Well, he knows Yoongi well enough. Yoongi makan dalam diam di meja makan, ia sangat menikmati kesendiriannya, till someone stumble into the room. Ia menggeram rendah, mungkin tidak terdengar oleh orang lainnya yang sekarang berada di ruang yang sama dengannya.

"Oh Hyung, Hi.."

Beruntung seseorang tersebut adalah Namjoon, Seokjin's lover(?) or maybe you can say it, Seokjin's clumsy husband. Ia tidak terlalu memperhatikan apa yang Namjoon lakukan sampai ia mendengar pintu kulkas yang terbuka disusul dengan bunyi cairan yang dituangkan ke dalam gelas, entah itu orange juice, susu, ataupun air mineral biasa.

"How was your day, baby?"

"Jeez Namjoon, don't touch me with your wet finger."

Yoongi mengeluh pelan saat merasakan lembab pada tekuk lehernya. Ia tak bergerak sedikitpun walapun terlihat sedikit kesal pada Yoongi. Tinggal bersama selama beberapa tahun membuat Namjoon tahu bahwa Yoongi hanya terlihat keras di luar, but too fragile inside. Namjoon tertawa pelan saat melihat wajah kesal Yoongi yang selalu terpampang di wajahnya, too cute. Namjoon likes cute stuffs, like Ryan, and Yoongi of course, Jimin don't forget haha.

"Oh, sorry Hyung."

"I mean don't touch me."

Namjoon mengusap telapak tangannya pada hoodie abu-abu yang ia pakai. Sure he looks like eggs, with that round face and grey hoodie. Heol. That dimples though, arghhh. Entah mengapa lesung pipi dalam milik Namjoon sesekali membuat Yoongi kesal sendiri pada Namjoon.

"Don't be grumpy Yoongi, I know you like it."

"Hyung.."

Yoongi dan Namjoon mengalihkan perhatian mereka pada seseorang yang baru saja masuk dan membawa beberapa kantong belanjaan. Oh, Seokjin, he looks like a mother. His behaviour though, nagging, everytime he's awake. Ia mencium pipi Yoongi dan mengusap kepalanya pelan dan beralih pada sang kekasih untuk mengecup bibirnya pelan, dibalas dengan senyuman dari Namjoon, dimples heol. HEOL.

"Oh.. whiny baby.."

Seokjin tertawa pelan melihat raut wajah Yoongi yang bersemu merah, entah itu karena ciuman di pipinya ataupun pemandangan sekejap dari Namjoon dan Seokjin. Makanannya sudah lama terabaikan oleh Yoongi dan ia beranjak untuk menyudahinya, bermaksud untuk memberikan waktu sendiri untuk kedua orang tersebut.

"I'm done."

.

.

.

"Ack.."

Seokjin dan Namjoon langsung mengalihkan perhatian mereka saat mendengar Yoongi melenguh kesakitan pelan. Diikuti dengan berapa pasang mata lainnya yang tertuju pada Yoongi yang duduk di antara Jimin dan Jungkook. Jimin memandangnya terkejut dan wajah penuh permintaan maaf ia sampaikan pada Yoongi sambil tersenyum pelan.

"Omy, I'm sorry Hyung.."

Looks like he elbowed Yoongi's chest. Ia tertawa pelan melihat wajah cemas milik Jimin. Ia masih tertawa saat Jimin memeluknya erat, hangat yang ia rasakan saat Jimin memeluknya. Well, what the hell Yoongi did in the previous life till he deserved such a cutie called Park Jimin? No one even can't resist Park Jimin. Sobs. Helaan nafas lega samar ia dengar dari Seokjin, dan Namjoon.

Ia merasa ditatapi saat berbicara dengan Jimin dan Taehyung, terkadang Jungkook menanggapi ataupun hanya tertawa pelan di sampingnya dan berlanjut untuk makan, oh dan jangan lupakan lengan Jungkook yang bersandar pada kursi Yoongi. That kid can't stop eating like hell. Well, ia mengalihkan pandangannya ke arah tatapan yang diberikan padanya, dan tatapan itu milik Seokjin. Tatapn itu tak tergambarkan, entah itu sedih, kesal ataupun marah.

Lalu Seokjin tak menatapnya lagi, berusaha untuk masuk ke dalam topik pembicaraan Namjoon dan Hoseok. Namjoon tahu, walaupun ia tidak terlalu memperhatikannya, aura negatif itu terasa di sebelahnya, ia menggenggam tangan Seokjin pelan, menelusupkan jari-jarinya di atara milik Seokjin, berusaha menenangkannya. He knows, Seokjin is still at denial phase.

.

.

.

"Yoongi-ah.."

Yoongi yang sudah mengantuk malam itu berusaha untuk membuka matanya dan menatap Seokjin yang menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih itu. Kepala yang ia sandarkan pada bahu lebar milik Seokjin tersebut bergerak pelan saat merasakan elusan pada punggung sempitnya berhenti. Ia menahan tubuhnya dengan sikunya untuk memperjelas pandangannya pada Seokjin, karena mereka berdua hanya bisa tertidur saat lampu kamar dimatikan.

"Why are you like to cuddling to me, not to others?"

Bisa ia rasakan bahwa Yoongi bergeming pelan di atasnya. Ia kembali merasakan hangat setelah beberapa lama saat tidak mendapatkan jawaban dari Yoongi. Yoongi memeluknya erat dan menelusupkan wajahnya di celah leher dan bahu Seokjin. Hembusan nafas hangat milik Yoongi bisa Seokjin rasakan dengan jelas di lehernya.

"Because I like you Hyung.."

And later Yoongi is really falling sleep.

03:24 AM

Panas. Seokjin kepanasan. Like hell, who turned off the fucking air conditioner? Oh, dia lupa jika Yoongi masih memeluknya erat saat tertidur. Namun ada yang berbeda dari Yoongi malam itu. Nafasnya tampak tak beraturan, dan suhu tubuhnya yang begitu panas menempel pada Seokjin. Well, suhu tubuh Yoongi tidak pernah sampai sepanas itu.

"Ah.."

Ah? Wut? Isn't that a moan? WUT? LIKE? WUT?

Seokjin melebarkan matanya saat merasakan sesuatu yang keras menyentuh pahanya. Eyyy, don't say that he has a boner at this moment? Ia mengangkat selimut tipis yang ia bagi bersama Yoongi untuk memastikannya. Oh.. God. No.. NO.. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Yoongi. Sleep while hugging him, and have a boner that pokes his thigh. Worst.

"Hmmm.. Jin Hyunghhh.. Hyunghhh.."

Ia membeku. Bagaikan es di Antartika ia membeku. Yoongi mendesah. Oh Tuhan, sekarang apa yang harus ia lakukan. Semuanya bergolak di dalam tubuhnya dan lamunan kosongnya terhenti saat ia merasakan Yoongi meremas t-shirt putih bagian depan miliknya. Oh my God, Yoongi's having his wet dream while moaning Jin's name. Oh my God. OH MY GOD. He's a sinner. Oh my God forgive Seokjin, PEASE.

"Mngh.."

Seokjin gasp. Ia sedikit terkejut saat Yoongi menggigit kecil lehernya. Well, he can't do anything. Ia tak dapat membangunkan Yoongi atau semuanya akan menjadi canggung. Ia juga tidak bisa bergerak sedikitpun, takut untuk membangunkan Yoongi dari mimpi 'indah'nya. Telapak tangannya yang berada pada pinggang langsing milik Yoongi terdiam kaku, benar-benar situasi yang tidak ia duga selama ini.

"Hyunghhh.. mnghhh.."

Not gonna lie but Jin really like Yoongi's voice, his raw voice. Terlebih saat Yoongi mendesahkan namanya. Ia sangat menyukainya. Tetapi ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini, sungguh. NafasYoongi terdengar terbata-bata di telinga Seokjin. Well, hes not loud, but he's loud enough when he is whimpering, whining, and moaning Seokjin's name, in Seokjin's ear.

"Hyunghhh.."

"Cum Yoongi.. Cum.."

Seokjin hanya bisa mengelus punggung Yoongi pelan saat merasakan cengkraman pada bajunya mengerat dan tubuh Yoongi yang bergetar tak lama setelah Seokjin berbisik padanya. Ia bisa merasakan bibir Yoongi yang basah pada lehernya, meninggalkan beberapa saliva. Nafasnya yang basah dan geraman pelan darinya tak dapat ia lupakan dan masih terngiang di kepalanya.

"Sleep Yoongi.. Sleep.."

.

.

.

Seokjin can't sleep. He open his eyes entire dawn, while looking at Yoongi's peace sleeping face, after he humped on Seokjin's thigh. Oh, OH DON'T REMIND HIM, PLEASE. And Seokjin fucked off after he saw Yoongi, blinking his eyes on him, while smiling at him.

Sure, but. Ia memastikan untuk pagi yang damai setelah kejadian yang tidak akan dapat ia lupakan seumur hidupnya. Setelah Yoongi kembali 'tertidur' malam itu, ia membersihkan Yoongi dengan handuk basah yang ia bawa dari belakang, beruntung tak ada siapapun yang terbangun saat itu, atau ia akan kebingungan untuk menjawab apa. And Yoongi cum on his sweatpants oh my fvckin lord, he was making sure to change his pants of couse.

"Awake, Yoongi-ah?"

He can't resist this cutie. Saat ia berkedip untuk menyesuaikan cahaya pun, ia terlihat menggemaskan di mata Seokjin. Seokjin tersenyum pelan dan membawa tubuh Yoongi lebih dekat ke tubuhnya. Ia memeluknya erat saat merasakan Yoongi tertawa pelan dengan suara khas bangun tidurnya. Yoongi membawa lengannya untuk memeluk pinggang Seokjin dan memposisikan kakinya di antara kaki Seokjin. He's so small that he looks cute. But he's sure that Yoongi is cute, like very very cute. CUTE ENOUGH TO MAKE SEOKJIN'S WORLD NOT IN PEACE, ANYMORE.

.

.

.

To be Continued

.

.

.

HOLLA EVERYONE~~~ Haha, maaf ya baru update, soalnya aku baru selese magang jadi sibuk nyiapin buat penarikan dan ngurus hal-hal buat persiapan ujian. Anyway haha, thx for the comments and favs and follows. I don't think that I will reply to them one by one but I read them everyday #BLUSHES. As usual, no FEEDBACK no UPDATE, yeah? Hahaha Buabyeeeeeeee~~~

AH, Saengil chukahanda Seokjin Oppa~~~!