Pirang.

Uchiha Sasuke memang menyukai wanita pirang. Namun dia bisa menambahkan kriteria wanita idamannya sekarang.

Pirang. Iris safir indah. Kulit tan eksotis. Tiga garis di pipinya.

Sasuke menatap sesosok mahluk yang masuk ke dalam kriteria barunya tersebut. Sesosok mahluk berambut pirang twintail dengan senyum menawannya sedang berbicara dengan Tsunade dan cengiran rubahnya yang menurut Sasuke sangat menggoda.

Sasuke menghela napasnya.

Tapi sayang, dia laki laki..

BLACKLIST 10

Naruto by Masashi Kishimoto

Blacklist 10 by Icha and Crisya

Pair : Sasu X Naru-Trap/Shota

Rated : M

Warning : BL, Yaoi, Virus Fujoshi ditambah Virus Shota dan Trap, OOC, Gajeness, Typo pastinya, Abal abal, Ancur Lebur, DLDR, Alur apa ini, Gore DLL

Genre : Adventure, Romance, Supranatural, Horror, Mystery, Fantasy

Special for SasuNaru Lovers

Chapter 3 : Godaan si Pirang

Sasuke menatap jam tangannya, pukul 5 sore. Matahari sudah meninggalkan kediamannya dan kini perlahan lahan tenggelam di ufuk barat. Senja sore yang berpendar jingga kemerahan tampak menyertai langit saat itu. Sasuke memandang datar ke arah awan awan yang masih setia menemani langit yang kini semakin gelap.

Sasuke melirik ke arah depan, tepatnya ke arah Naruto. Laki laki bersurai pirang tersebut sedang bernyanyi kecil dengan nada bergumam sambil menggoyangkan pelan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Sasuke menatap penuh minat, dia kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke langit sore.

"Memperhatikan Naru-chan lagi, Sasuke-kun?"

Sasuke sedikit tersentak. Dia mendelik tajam kepada Tsunade yang sedang menyetir mobil. Naruto yang sedang bernyanyi langsung berhenti. Dan wajah polosnya menoleh ke belakang, ke arah Sasuke yang kini menatap tajam ke arah Naruto.

"Ada apa Sasuke-kun?" tanya Naruto. Sasuke tidak menjawab. Dia Cuma menatap sosok Naruto. Dia hanya menatapnya dengan pandangan menyelidik.

Sasuke masih penasaran dengan gender sosok pirang tersebut. Jika dia laki laki, kenapa dia memiliki rambut panjang twintail menggemaskan seperti itu. Jika dia laki laki, kenapa dia memiliki wajah seimut dan semanis itu. Jika dia laki laki, kenapa dia memiliki perut seseksi itu (Sasuke mengingat saat dirinya mengelus perut Naruto). Jika dia laki laki, kenapa dia memiliki bokong selembut dan-

Sasuke menghela napasnya. Kenapa pikiran pikiran kotor soal wanita pirang selalu menyangkut di otak jeniusnya. Menyalahkan Tsunade yang terlalu seksi memakai pakaian saat mereka berinteraksi dengan umur Sasuke yang masih muda tidak akan menyelesaikan masalah. Sasuke tahu mungkin obsesinya kepada para wanita pirang memang sudah terlalu tinggi.

"Hm.."

Sasuke melirik ke arah kirinya. Naruto tiba tiba sudah duduk di sampingnya dengan gaya yang menggemaskan. Surai pirangnya sedikit membelai wajah Sasuke dan membuat sedikit hormonnya menjadi naik.

"Ada apa Sasuke-kun?" tanya Naruto kembali. Keras kepala. Begitulah yang ada dipikiran Sasuke.

Sasuke tetap terdiam sambil kembali memandang langit sore. Beberapa saat suasana di mobil tersebut sangat hening. Hanya terdengar suara deru mesin mobil yang terdengar konstan dan monoton. Sasuke menolehkan kepalanya kembali ke arah Naruto dan hampir terjengkang ketika wajah imut itu tepat di dekat wajahnya dengan tatapan polos menggemaskan. Naruto ternyata sedang memajukan kepalanya dengan rasa ingin tahu. Laki laki pirang tersebut benar benar ingin tahu apa yang ada di pikiran seorang Uchiha Sasuke. Sasuke menghela napasnya dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Dia menundukkan kepalanya ke bawah sehingga wajahnya kini ditutupi helaian poni rambut ravennya. Sasuke memejamkan matanya. Berusaha untuk memikirkan sesuatu yang berguna.

Blacklist 10, suatu kekuatan terorganisir dari para mahluk terkutuk yang mempunyai sistem dan kekuatan yang kuat. Kekuatan yang kini mulai menginvasi dunia manusia. Sasuke mulai kembali menyelam dalam sejarah masa lalunya. Keluarganya yang dibantai para bangsa Vampir dengan sangat kejam. Darah. Bau busuknya. Mayat. Mayat Tou-san dan Kaa-sannya. Itachi yang sekarat. Dan dia meninggalkannya.

Seharusnya dia kembali kepada Itachi dan membabat habis para mahluk tersebut dengan pedang perak ayahnya. Seharusnya dia tewas bersama Itachi, meninggal bersama keluarganya para Uchiha, dan tidak menjadi laki laki dingin pendendam yang kini mulai mengeluarkan nafsu kekesalan dan kesakitan kepada mahluk terkutuk itu dari lubuk hatinya. Apa yang dipilih dan dijalaninya bukan suatu yang dia inginkan. Tsunade telah merawat dan membesarkannya seperti anak sendiri. Tsunade telah mengajarkannya berbagai teknik membela diri dan bertarung, serta teknik gaya pedang yang bisa dia tampilkan saat memakai pedangnya. Dan dengan semua ilmu yang dia pelajari Sasuke berjanji, dinasi Blacklist 10 akan dihancurkannya dan para mahluk terkutuk tersebut akan dia kembalikan ke kodrat mereka.

Kodrat mereka yang sebenarnya..

Takut kepada manusia..

Sasuke sedikit tersentak. Onyxnya terbuka, dia merasakan seseorang mengangkat helaian rambut ravennya. Sasuke melirik ke kiri dan mendapati Naruto yang melakukannya. Lagi lagi wajah polos imut terpasang di wajah tan tersebut. Naruto sedikit memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.

"Ada apa Sasuke-kun?"

'Orang ini benar benar ingin tahu isi kepalaku..' batin Sasuke kesal. Dia segera menggenggam tangan Naruto dan dengan hentakan cepat menarik Naruto ke arahnya. Naruto pun langsung duduk di atas pangkuan Sasuke.

"S-Sasuke baka Teme! Apa yang kau lakukan?!"

Sasuke menyeringai. Dia tahu wajah tan tersebut pasti memerah. Naruto berusaha berontak, namun tangan kekar Sasuke dengan kuat mencengkram pinggang dan tangan kanannnya yang bergerak liar. Gerakan gerakan Naruto membuat bokongnya secara tidak sengaja bergesekan dengan 'junior' Sasuke. Sasuke meneguk ludahnya.

Bokong Naruto berada di atas 'anu'nya.

"Ah?! A-apa itu.." gumam Naruto dengan nada mencicit pelan. Sasuke menghela napasnya. Tampaknya Naruto merasakan ereksi dari tubuh Sasuke. Sasuke mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto dan berbisik pelan.

"Diam Dobe..atau benda yang kau rasa di bokong seksimu akan menusukmu dengan keras.."

Bullshit Uchiha! Kau benar benar pervert. Naruto menelan ludahnya. Gerakannya tampak sedikit tenang. Sasuke mendelik ke arah Tsunade yang tampaknya tidak peduli dengan kegiatan ribut di belakangnya. Sasuke menyeringai. Nenek tua binal sialan itu ternyata sangat mengerti kemauan anak angkatnya.

Sasuke membelai rambut pirang panjang twintail tersebut dengan tangan kanannya. Uchiha tampan tersebut benar benar mengagumi lembutnya rambut Naruto. Seperti sutra. Sasuke menciumnya perlahan. Sangat harum. Bau dari tubuh Naruto pun sangat menggoda. Sasuke meringis kesakitan saat alat vitalnya kini berdiri sangat keras dan mendesak di celana dalamnya. Tanpa sadar Sasuke menggoyangkan pinggulnya naik turun. Naruto yang merasakan suatu keanehan diantara celah celah celananya kembali memberontak.

"A-apa yang kau lakukan Teme?!"

"Psshh.." Sasuke kembali berbisik di telinga Naruto "..Diam atau akan kulakukan secara langsung.."

Entah kenapa menurut Naruto ancaman Sasuke begitu menakutkan. Dia kembali terdiam dan pinggulnya bahkan mengikuti gerakan naik turun Sasuke karena saking kuatnya Sasuke menggerakkan pinggulnya. Naruto menggelengkan kepalanya dan berusaha langsung berdiri dari pangkuan Sasuke, namun sebuah jilatan di tengkuk lehernya membuat Naruto mendesah pelan dan tubuhnya sedikit melemas.

"Naruto-Dobe.." gumam Sasuke. Dengan perlahan lahan tangan Sasuke menyusup masuk ke belakang kemeja Naruto dan mengusap pelan punggung halus tersebut. Naruto menutup mulutnya dengan tangan kirinya agar desahan erotisnya tidak terdengar. Namun Sasuke masih dapat mendengar erotis tertahan tersebut. Dan Uchiha tampan itu kembali menyeringai.

"Enak Dobe?"

Naruto hanya melirik ketakutan ke arah Sasuke. Tangan nakal Sasuke pun bergerak ke depan dan membelai perut halus Naruto. Sasuke yang sudah mulai gelap langsung mendorong tubuh Naruto sedikit kasar ke samping sehingga Naruto kini terjatuh dengan posisi setengah menungging, benar benar menggoda. Sasuke dengan cepat menimpa tubuh tersebut dan langsung menyerang leher jenjang Naruto secara membabi buta. Naruto tidak dapat menahan desahannya. Suara erotis kini terdengar di sela sela suara monoton mesin mobil. Tangan kanan Sasuke pun merayap ke arah bokong Naruto dan mengelus pantat lembut tersebut dari luar celana. Sasuke pun memasukkan jari telunjuknya di celah celah celana Naruto dan membelainya pelan.

"Emmmhh..Sa-Sasukehh.." Naruto meneggelamkan wajahnya ke dalam kursi empuk mobil tersebut. Gerakan erotis Sasuke kini mula merangsangnya. Wajah cantik tersebut benar benar memerah sekarang.

Sasuke, dengan napas berat memburu perlahan lahan membuka resleting celananya dengan gerakan yakin. Masa bodoh dengan nenek tua binal sialan di depan setir mobil. Toh, dia sudah sering melihat kejantanannya saat dirinya masih kecil. Sasuke kini benar benar ingin menumpahkan hasratnya di tubuh Naruto, dan sekalian ingin mengetahui, apakah sosok menggodanya ini laki laki atau perempuan.

Ckiit. Mobil berhenti di sebuah penginapan. Jam menunjukkan pukul setengah enam sore. Tsunade keluar dari mobilnya dengan wajah datar dan seolah olah tidak peduli dengan adegan 'panas' yang akan segera terjadi tersebut. Onyx Sasuke melirik sekilas dan senyuman tipis di wajah tampannya mengembang. Bagus nenek tua, sekarang kau tahu apa kebutuhan anak angkatmu, yaitu melakukan sesuatu dengan seorang gadis pirang, atau..Sasuke melirik ke arah Naruto..hem, sosok cantik berambut pirang lembut ini.

Sasuke sudah siap mengeluarkan barangnya dan dia membayangkan mulut Naruto akan melumatnya dan betapa erotisnya jika hal tersebut terjadi. Tiba tiba pintu mobil bagian kanan terbuka dan sebuah tangan menarik kerah baju Sasuke dan melemparkannya ke luar mobil. Wajah Sasuke mengeras.

"APA YANG KAU LAKUKAN TSUNADE?!" kata Sasuke dan langsung berdiri. Tsunade melirik sekilas ke arahnya.

"Resletingmu.."

Sasuke melirik ke bawah dan menggertakkan gigi giginya perlahan. Dia segera menutup resleting celananya kembali dan berjalan cepat ke arah Tsunade. Sasuke menepuk bahu tersebut dan Tsunade menoleh ke arah Uchiha tampan itu ketika merasakan aura kemarahan menguar dari tubuh Sasuke.

"Ada apa lagi?"

Sasuke terdiam. Wajah tampannya benar benar mengeras marah.

"KENAPA TIDAK DARI TADI KAU HENTIKAN AKU!" kata Sasuke kesal. Dia mundur ke belakang dengan wajah lesu "..Ini menyiksaku.." gumam Uchiha tersebut dengan nada frustasi. Tsunade terkikik geli.

"Aku sengaja, anakku.."

'Apanya yang anakmu..' batin Sasuke kesal. Dia menghela napasnya dan menatap penginapan tradisional yang berada di hadapannya. Penginapan tersebut juga menyediakan sebuah pemandian air panas dan Sasuke suka itu. Mungkin air hangat bisa menenangkan juniornya yang kini sedang tersiksa di balik celana dalamnya. Poor the handsome Uchiha.

Sasuke melirik ke arah mobil saat Naruto keluar dari dalam mobil dengan pakaian yang agak sedikit berantakan. Dan hal tersebut kembali menaikkan hormon Sasuke. Sasuke menatap lekat wajah Naruto dan menyeringai di dalam hatinya.

Tampak jelas wajah Naruto masih memerah. Bukan karena memerah malu, wajah memerah Naruto saat ini adalah memerah penuh gejolak. Tampaknya sosok cantik bersurai kuning itu masih penasaran dengan apa yang akan Sasuke lakukan selanjutnya. Istilahnya Naruto seperti belum puas dengan apa yang mereka lakukan tadi. Tampak jelas di wajah tan imutnya yang tampak merona dengan mata yang sedikit sayu. Helaan napas Naruto pun tampak berat. Sasuke tertawa iblis.

'Lihatlah nenek tua binal. Kau menggali kuburmu sendiri..' Sasuke melirik ke arah Tsunade yang kini mengangkut barang barang mereka dan melemparkan ransel dan pedang perak Sasuke ke arah Uchiha tersebut. Tsunade pun melemparkan pedang hitam Naruto ke arah sosok cantik tersebut. Naruto menangkap dengan sempurna pedang tersebut dan langsung membuka pedang tersebut dari sarungnya. Alis Sasuke perlahan lahan terangkat.

"Hn.." gumam Sasuke ambigu, namun Uchiha itu keheranan.

"TEME HENTAIIII!" Naruto pun mengayunkan pedangnya yang berkilat merah diterpa matahari senja ke arah Sasuke. Sasuke mencabut cepat pedang peraknya dan dua pedang tersebut saling bertemu. Dentingan itu terdengar cukup keras dan menakutkan.

"A-apa yang ingin kau lakukan kepadaku tadi Teme-kun?" tanya Naruto dengan nada kesal. Namun wajah tan-nya masih tampak memerah dan menggoda.

"Tapi kau suka kan?" tanya Sasuke, kembali lari dari pertanyaan Naruto.

"Apanya yang suka!" Naruto memutar pedangnya ke bawah, sehingga pedang Sasuke ikut terputar ke bawah, sosok cantik tersebut langsung menyerang Sasuke dengan tendangan kaki kanannya. Sasuke mengelaknya dengan cepat dan mundur ke belakang. Onyxnya sedikit melebar ketika Naruto berlari ke arahnya dengan sangat cepat sambil mengayunkan pedangnya dari arah samping.

'Dia ingin menebas pinggangku?!' Sasuke langsung menunduk dan menyerang Naruto dari bawah. Target Sasuke adalah dada Naruto.

Triing! Kecepatan yang luar biasa, Naruto menahan serangan Sasuke dengan pedangnya yang disejajarkan. Naruto dan Sasuke bertatapan tajam.

"Teme.."

"Dobe.."

DUAKH! Mereka saling menendang dan terseret ke belakang. Naruto dan Sasuke kembali berlari ke arah masing masing lawan sambil membawa pedang yang sudah siap menebas.

"Heh.." Tsunade yang tiba tiba berdiri diantara keduanya merentangkan kedua tangannya yang kini sudah disinari cahaya biru. Dua insan tadi langsung berhenti dengan mimik kesal.

"Ada apa Tsunade-sensei, biar aku menghajar Teme hentai itu!"

"Jangan ikut campur Tsunade.."

Tsunade memandang keduanya secara bergantian. "Kalian mau kunikahkan?"

"Eehh?!" Naruto menaruh tangannya di depan dada "A-apa maksud anda sensei?! A-aku.."

"Kau memerah lagi Dobe.." Sasuke menyeringai "..Kau lucu.."

"P-pantat ayam! A-aku akan menghajarmu!" kata Naruto sambil menunjuk ke arah Sasuke dengan tatapan kesal dan malu malu. Sasuke mendengus geli.

"Bisa kau buktikan? Teknik pedangmu sangat buruk.."

"Apa katamu?!" Naruto kembali maju dengan pedang teracung. Tsunade menghentakkan kaki kanannya.

"Sudahlah kalian berdua! Saatnya beristirahat. Lihat pemilik penginapan itu.."

Naruto dan Sasuke menoleh ke arah seorang nenek tua yang menatap mereka dengan mata berbinar. Naruto dan Sasuke mengangkat alis secara bersamaan.

"Waah, pasangan yang romantis.." kata nenek tersebut.

"AAARGGGGHHH!" Naruto memegang kepalanya dan memasang wajah tidak suka. Sasuke tersenyum tipis.

'Kau sangat lucu, Dobe..' batin sang Uchiha dengan tatapan onyx yang sedikit melembut ke arah Naruto

'..Dan teknik pedangmu sangat menawan..'

.

.

.

"Dua kamar? Jadi aku harus sekamar dengan si Teme ini, sensei?!"

Tsunade tersenyum ke arah Naruto sambil mengelus pelan rambut pirang tersebut.

"Tentu saja Naru-chan. Kalian kan laki laki sedangkan aku seorang wanita-"

"Tetapi dia pervert!" teriak Naruto sambil menunjuk wajah tak bersalah Sasuke

"Berisik.." kata sang Uchiha dengan nada datar.

"Tenang saja.." Tsunade membunyikan jari jarinya "..Jika dia macam macam denganmu, kau tinggal teriak saja Naru. Kamar kita kan bersebelahan.." Tsunade berpikir sejenak "..Hm, jika ada suara suara aneh juga maka aku akan mengeceknya, tenang saja.." Tsunade membelai pipi chubby yang menggembung kesal tersebut.

"Kau berjanji sensei?" tanya Naruto dengan tatapan seperti anak kecil. Tsunade tertawa pelan.

"Ya, tentu saja anak manis.." Tsunade pun berjalan mendekati Sasuke "Nah..alasanku membuat kau dan Naruto sekamar adalah agar kalian berdua lebih akrab. Mendapat bantuan darinya merupakan kekuatan terbaru kita untuk mengalahkan Blacklist 10. Jangan macam macam dengannya.." Tsunade memasang wajah angkernya "..Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan anak manis itu, kau mengerti..Sasuke-kun?"

Sasuke menghela napasnya. Dia berbalik dan berjalan menuju ke kamar "Aa..kenapa kau tidak memesan tiga kamar saja.."

"Kau mau membayarnya?" tanya balik Tsunade. Sasuke menoleh dan menatap dingin wanita cantik tersebut

"Uangku habis karena majalah itu dan kau membakarnya menjadi abu.."

Alis Tsunade terangkat perlahan lahan. Dia kemudian tertawa terbahak bahak. Naruto yang tidak tahu masalah tersebut hanya memiringkan kepala kebingungan. Sasuke mendecih pelan dan berjalan dengan tenang ke kamar dirinya..dan Naruto. Kedua tangannya dia masukkan ke kantong celana. Sasuke mencium bau badannya. Masih harum. Namun sedikit keringat terasa di keteknya.

Sasuke yang memang sangat menjunjung keharuman dan kerapian kini memutuskan akan merendam kepalanya dengan nikmat di pemandian air panas nanti malam.

Jam menunjukkan pukul 8 malam. Sasuke terbaring di kasurnya dengan tangan kanan yang menempel di dahinya. Onyxnya menatap datar langit langit kamar penginapan tersebut. Pikirannya dipenuhi tentang masalah Blacklist 10 dan kekalutan dunia. Pikirannya masih melayang ke kejadian 9 tahun yang lalu, saat umurnya masih 7 tahun. Pembantaian keluarganya, wajah kematian ayahnya, dan..

"Sasuke, lari!"

"Sasuke, lari!"

"Biar aku urus di sini!"

"-akan membunuhmu adik sialan!"

Sasuke meneguk ludahnya. Pandangannya terlihat jelas sangat sedih. Onyx itu tampak sedikit muram. Kekelamannya yang begitu dingin kini meredup. Meredup karena rasa kesedihan menerpa hatinya.

Sasuke menoleh ke kasur yang berada di sampingnya. Kasur yang akan ditempati Naruto.

'Ke mana si bodoh itu..' Sasuke kini bangkit dari posisi tidurnya dan kini mendudukkan dirinya di atas kasur. 'Aku akan ke pemandian air panas..'

.

.

.

Greeek..Sasuke membuka tempat tersebut dan uap uap panas dan hangat langsung menghampiri tubuh dan kulitnya. Sasuke tersenyum tipis. Tempat ini memiliki model kolam terbuka, bagian atasnya tidak beratap. Sasuke segera menanggalkan handuk pendeknya dan dalam keadaan telanjang duduk di tempat penyiraman air panas. Dia menyiram tubuhnya sejenak dan menghirup napas dalam dalam. Sasuke kemudian melangkahkan kakinya ke dalam kolam dan kini panas kenikmatan menjalar di selururuh tubuhnya ketika perlahan lahan seluruh tubuh tersebut terendam di air panas. Kini Sasuke bersandar di tepi kolam air panas sambil menengadahkan kepalanya ke atas. Air menggenangi sebatas dadanya. Sasuke menatap bintang bintang yang berkelap kelip pelan di langit yang kelam. Sekelam onyxnya. Sasuke memejamkan matanya dan berusaha merilekskan lagi pikirannya.

Sasuke membuka matanya kembali. Terdengar suara air bergerak pelan. Sasuke memicingkan matanya ketika melihat sesosok gadis pirang sedang berdiri membelakanginya. Sasuke menaikkan alisnya

'Ada orang juga,,' Sasuke menganggukkan kepalanya perlahan 'Hn..ini adalah pemandian air panas umum, tentu saja seorang wanita pirang bisa mandi di sini dan bercampur dengan seorang pria-EH?!' onyx Sasuke terbuka lebar.

'WANITA PIRANG?!'

Sasuke bergerak pelan menuju target tatapannya tersebut. Uap uap air panas tampak sedikit memperburuk penglihatan tajamnya. Sasuke menghela napasnya ketika dia tahu siapa gadis pirang yang berada di tempat yang sama dengannya. Pirang twintail dan punggung tan eksotis.

"Naruto.." gumam Sasuke pelan. Naruto yang mendengar namanya dipanggil menoleh ke belakang dan safirnya melebar.

"Teme?!"

"Siapa yang kau panggil Teme?" Sasuke bergerak pelan mendekati Naruto "Apa yang kau lakukan di sini?"

Naruto, dengan kedua tangan yang menutupi bagian dadanya (dan membuat Sasuke gemas ingin tahu bentuk dada Naruto di balik kedua tangan tersebut), bergerak pelan ke belakang sampai punggungnya membentur tembok dan sosok pirang tersebut sedikit mengaduh kesakitan. Yang diterjemahkan Sasuke sebagai desahan menggoda.

"Hn..kau masih mau bermain?" tanya Sasuke, vulgar sekali. Uchiha tampan tersebut menyeringai. Naruto menggelengkan kepalanya perlahan. Manis. Sangat manis.

"Hn..kau memang menggodaku Naruto, aku di sini karena memang sudah kurencanakan. Kau pasti mengikutiku dan-"

"Ja-jangan percaya diri kau Teme! Aku ada di sini dari tadi.."

Sasuke mengangguk pelan 'Hn..pantesan dia tidak ke kamar?' Sasuke menyeringai

"Kau menungguku?"

"BAKA!" Naruto melayangkan pukulannya ke arah wajah Sasuke. Sasuke menangkapnya dengan tangan kanannya. Tiba tiba terdengar sebuah suara di dekat kolam uap panas tersebut. Sasuke segera menarik tubuh Naruto dan mereka berdua kini bersembunyi di salah satu ceruk kolam tersebut. Batu batu besar menutupinya sehingga dua insan tersebut tidak kelihatan.

"A-ada apa Sasuke-kun?" tanya Naruto dengan kegugupan tingkat tinggi.

"Diam.." Sasuke melongokkan kepalanya, tampak dua sosok berjenis kelamin berbeda sedang saling melumat bibir mereka dan saling..Sasuke menarik napasnya dalam dalam. Dua orang tersebut sedang saling berciuman dan saling mengelus 'milik' lawan main mereka. Sasuke melirik ke sampingnya (ke arah Naruto) dan onyxnya sedikit melebar,

"Apa..apa yang mereka lakukan?" Tanya Naruto dengan wajah polos ingin tahu.

GUBRAK! Sasuke rasanya ingin membenturkan kepalanya ke batu pemandian tersebut sambil tertawa terbahak bahak. Namun darah Uchiha yang mengalir di tubuhnya membuat dirinya harus tetap mempertahankan image cool dan tenangnya.

Sasuke kembali menatap wajah Naruto. Tampak wajah tan tersebut benar benar polos dan sangat penasaran saat sang wanita kini sedang mengulum kejantanan lawan jenisnya. Sasuke menghela napasnya dan berusaha berpikir ulang. Dari mana Naruto tahu kalau dirinya mesum dan sejenisnya..

"Perempuan dan pria itu mesum.." kata Naruto sambil menunjuk bergantian sang pria dan wanita dengan jari telunjuk lentiknya.

Oh, dia tahu. Batin Sasuke. Mungkin si Dobe cantik ini tidak tahu nama kegiatan yang bersangkutan dengan hal berbau mesum tersebut.

Desahan desahan menggoda pun kian gencar di dalam kolam pemandian air panas tersebut. Pasangan yang sedang dimabuk cinta itu kini sedang melakukan adegan 'pertusukan' yang sangat menggoda untuk dilihat. Sasuke memijit keningnya. Dia tidak sanggup melihat adegan tersebut. Tubuhnya kini bersandar di tepian ceruk tersebut dengan wajah memerah dan napas berat. Sasuke menggelengkan kepalanya perlahan.

'Sialan..ini cobaan yang gila. Ini..ini cobaan birahi yang gila..' batin Sasuke. Kejantanannya setengah berdiri. Sasuke bersyukur karena pelaku wanitanya bukanlah wanita pirang. Jika pirang..heh, bisa mati dia.

"Ahh~ yeah, oh yeah..tusuk aku Masamoto.."

"Iya sayang..iyaaaa..ah, jepitanmu sangat nyaman. Alatku berdenyut nyaman. Ah~"

"Masamato sialan.." gumam Sasuke dengan suara parau. Dia melirik ke arah Naruto yang masih menonton adegan tersebut dengan safir melebar. Sasuke menghela napasnya, apa apaan tatapan tersebut. Naruto seperti seorang anak kecil yang begitu penasaran dengan apa yang akan terjadi antara Masamoto dan pasangannya tersebut.

"Naruto.."

Naruto menoleh perlahan ke arah Sasuke dan tampak wajah tan tersebut begitu menggoda. Wajah manis Naruto sudah begitu memerah dengan helaan napas yang beruap penuh gejolak. Onyx Sasuke melebar. Apa sosok indah pirang ini, err..terangsang?

Sasuke memejamkan matanya. Melihat wajah Naruto membuat sang 'pedang' yang tadi sempat sedikit redup perlahan lahan kembali berdiri. Sasuke menggerakkan badannya sedikit dan terkejut ketika hidungnya menempel di tenguk leher Naruto. Onyxnya terbuka dan kini dia melihat Naruto sedang memunggunginya sambil menutup matanya. Naruto berulang kali menggelengkan kepalanya dan membuat rambut pirang twintailnya tersebut menyapu halus wajah Sasuke.

Sasuke kembali menutup matanya. Helaian pirang yang lembut dan harum itu benar benar membuatnya tenang. Hatinya terasa sejuk. Namun di sisi lain libidonya begitu membara. Sasuke membuka matanya dan dia merasa tersedak ludahnya sendiri.

Naruto kini bersender di tubuhnya dengan sangat lekat. Punggung halus tersebut bergesekan dengan puting dada Sasuke dan membuat decitan listrik mengalir di sekitar selangkangannya. Perlahan namun pasti, entah kenapa tubuh Naruto makin melekat di tubuhnya. Sasuke meneguk ludahnya saat melihat leher jenjang yang terdapat kalung permata biru tersebut berkeringat dan berkilat akibat uap uap air panas dan juga 'panas'nya suasana saat ini. Sasuke merasakan sesuatu mengenai ujung kemaluannya. Sasuke menahan napasnya. Uchiha datar ini merasa hidungnya benar benar akan mengeluarkan darah segar.

'Kenapa jadi begini?' batin Sasuke kacau. 'Tidak..tidak..jika aku macam macam dan Tsunade tahu..Naruto melapor..' Sasuke menelan ludahnya. Sementara Masamoto sialan-menurut Sasuke-dan sang gadisnya makin berteriak menggoda dan erotis, diiringi suara becek 'aneh' yang terasa menggelitik otak Sasuke, membuat simultan di alat 'vital'nya semakin menggila. Sasuke melirik ke bawah.

Deg. Jantugnya berdebar kencang. Bokong Naruto kini menimpa kejantanannya dengan begitu lembut. Pantat tersebut, begitu lembut dan halus. Dan sang Sasuke Junior pun berdiri dengan tegaknya dan membentur sesuatu seperti liang belahan.

"Sa-Sasuke-kun. A-apa yang terasa di bokong.." Naruto tampaknya tidak sanggup melanjutkan kata katanya "A-apa yang terasa dibokongku?" tanya Naruto, yang juga suaranya sudah parau. Sasuke menggigit bibirnya.

Dia sudah benar benar terangsang.

Naruto sudah benar benar terangsang.

Pertanyaannya, apakah mereka siap?

"A-aneh. Ada sesuatu yang mengeras di sini.."

Sasuke mengangkat alisnya. Naruto menundukkan kepalanya dan tampak menatap ke bawah, ke arah bawah perutnya. Dengan perkataan Naruto yang mengatakan ada sesuatu yang 'mengeras' membuat Sasuke menyimpulkan kalau sosok pirang manis tersebut adalah..

Laki laki.

"Sa-Sasuke-kun..apa..apa yang menyentuh bokongku.." Naruto menundukkan kepalanya sambil menggigit pelan jari telunjuk lentiknya. Sasuke begitu terangsang dengan sikap Naruto. Dia menarik napasnya perlahan lahan.

"Masamoto~, aku keluaaar~"

"Aku jugaaa~"

Dan Masamoto sialan-menurut Sasuke-dan sang gadis akhirnya selesai dengan bahagia. Teriakan itu membuat Sasuke menggertakkan gigi giginya.

'Aku..aku..' Sasuke memegang pinggang ramping Naruto dengan kedua tangannya 'Aku tidak peduli lagi Naruto itu laki laki atau perempuan. Dia sudah membuatku gila! Tinggal sedikit gerakan maka aku akan..' Sasuke begitu tegang. Entah kenapa jantungnya kini berdebar kencang. Naruto juga tidak memberikan perlawanan saat Sasuke memegang erat kedua sisi pinggangnya.

'..Maka aku akan menusuk lubangnya!'

Gyuut!

"Ah~" Naruto pun mendesah. Air panas tersebut terciprat di mana mana. Genangan genangan di sekitar Sasuke dan Naruto pun bergerak lebih kencang.

Tidak ada rasa.

Tida ada rasa jepitan.

Tidak ada kenikmatan.

"Hei Sasuke-kun, bukankah sudah kubilang jangan macam macam dengannya?"

Sasuke merasakan rahangnya terlepas dari wajahnya. Kini di depannya berdiri sosok Tsunade dengan rambut pirang tergerai basah sedang memegang lengan Naruto yang kini bersandar di antara belahan dada besar tersebut. Tsunade tersenyum miring, terkesan licik sambil menunjuk wajah anak angkatnya tersebut.

"Untung saja kutarik Naru-chan pada saat yang tepat, hem..pada saat tinggal kau menggerakkan pinggulmu ke atas dan membelah anak manis ini..ayo Naru-chan, kita mandi di tempat lain.." Tsunade menarik tubuh Naruto yang sepertinya tidak berdaya. Entah karena Naruto tidak puas atau masih berdebar karena kejadian tadi, namun yang pasti, dan yang paling tersiksa adalah..

"NENEK TUA BINAL SIALAAAAAAAAAAAAAAAAAN!"

Junior Sasuke pun meraung raung sedih. Sesuatu yang ditahan dan tidak keluar itu memang sangat..sangat..sangat menyakitkan

TBC

Author Note :

Wohohohohoho..Sasu-kun. Kau kasian sekali, wkwkwkwkw..

Haha, gomen untuk dirimu kawan. Icha kan tidak mau keperawanan Naru-chan kau ambil awal awal (?).

Sasu : Kau tahu bagaimana sakitnya tidak 'keluar' dua kali Cha?!

Icha*bersiul siul*

Sasu : Arrghhh! Aku..aku mau mati sajaaaa!

Hahahaha, hem hem..mungkin Icha akan sedikit lama updatenya karena Icha mau liburan dulu.

Balas review dulu :

kitsune Riku11 : hahaha..ini Sasu makin gila! Arigatou Kitsune-san

makyaditya : ooo..anime Issei hentai ya? Hm..Icha agak susah kali membuatnya. Coba taya Doni-san aja..arigatou

putrifibrianti96 : Ahem ahem..belum tahu nih si Naru..karena hanya dia si pirang yang menggoda Sasu

FayRin Setsuna D Fluorite : Hahaha..Naru kan uke kawai *dirasengan*, maklum..virus trap bergejolak Fay-san. Arigatou

ukkychan : Hahaha..emang*PLAK* arigatou..

AP21 : Sabar sabar^_^, pelan pelan..arigatou..

Harpaairiry : Arigatou..sip oke

Tony Namikaze no Baka : Hahaha..hehehe..Icha senang membacanya. Arigatou Tony-san^_^

aurantii13 : Sip..akan Icha usahain. Hem..yap, tampaknya Naru agak lebih muda dari Sasu^_^ arigatou

RisaSano : Yap, ini SasuNaru..welcome for SNL. Emm, Naru kan sudah sedikit ketahuan gendernya kan..saat dia bilang 'itu' tu mengeras^_^, hahaha..masih rahasia Risa-san. Perjalanan mereka masih panjang. Arigatou..

Topeng Lolli Kura : Hahaha..lihat perkembangannya Kura-san..Icha emm, gak berani jamin lho..yap Naru dkk akan ketemu yang lainnya seiring perjalanan mereka, arigatou..soal TBT-nya tunggu Doni-sa aja. SoalMSB, humor Icha lagi mumpet lagi T_T, arigatou..

Yuichi : Arigatou..oke sip^_^

Ritsu Natsuki : Hahaha..arigatou Ritsu-san^_^ oke sip lah..semangatmu aka Icha kobarkan. Soal Sakura, emm..Icha no comment deh. Arigatou ya^_^

EstrellaNamikaze : Hahaha..sabar Sasu sabar..arigatou^_^

Yuu-kio : Oke sip. Arigatou ya^_^

hanazawa kay : Hehehe..masih rahasia. Itu menunggu^_^ arigatou..

Himawari Wia : hahaha..arigatou^_^ oke sip, kobarkan terus Fujonya *PLAK*

Mrs. X : haha..gak apa apa^_^ Icha tidak bisa menaha gejolak Fujo ini^_^ arigatou ya..

Litra : hahaha..sip sip. Arigatou ya Litra-san^_^

SNL : Hihihi..oke sip. Arigatou ya^_^

Vianycka Hime : Hahaha..pokoknya Sasu-kun sangat amat tersiksa^_^ arigatou ya Vian-san. Idenya mantap tuh..

sheren : Hoho..oke sip. Arigatou ya^_^

Princess Love Naru Is Nay : Hahaha..oke sip. Arigatou ya..

Guest : Aduuh..Sasu-kun masih saja penasaran..arigatou ya^_^

Arigatou untuk para, reviewers, siders dan Crisya serta teman teman yang memberi ide gila ini^_^

Icha pamit undur (karena mau istirahat dulu) dan

Please Review and Jaa ne

Tertanda. Icha Ren