Danger Innocent Kid
OMAKE
Sehun's side
.
.
.
.
.
.
Cast : Oh Sehun
Xi Luhan
And other cast
Rated : T - M
Genre :
Romance, humor (garing) Gaje (Gak
jelas) NC ( Nista Cin :v) dan lain-lain.
Disclaimer :
Sehun milik Luhan. Luhan milik
Sehun. Mereka ber dua saling memiliki :D
Semua tokoh milik keluarga masing-masing.
Ide cerita dan cerita tentu milik saya.
Author's note :
ini bukan sequelnya, tetapi tambahan cerita/omake dari sisi Sehun. Bisa dibilang prequelnya.
Don't Like, please, Don't read it, 'kay ? ;)
Happy readings :D
.
.
.
.
.
.
Sehun'a pov
"Selamat pagi, Hunnie." Sapaan dari Eommaku menyambutku ketika ia melihatku menuruni anak tangga menuju meja makan dimana Appa duduk sembari menyesap secangkir kopi dan lembaran koran berada pada genggamannya. Eomma ku terlihat sedang sibuk memasak sesuatu untuk sarapan kami pagi ini.
Beberapa menit kemudian hidangan buatan Eomma tersaji di depanku. Aroma begitu enak. Tanpa banyak bicara aku langsung melahap habis bacon itu lalu menegak habis susu vanila yang selalu Eomma siapkan untukku. Katanya, aku bisa cepat tumbuh tinggi dan besar jika aku banyak meminum susu. Tentu saja aku ingin cepat tumbuh tinggi seperti sepupuku, Park Chanyeol, yang tingginya menjulang seperti tiang listrik berjalan.
"Aku sudah selesai." Seruku saat selesai menegak habis susu ku.
"Oh, kau sudah selesai, sayang ?" Aku hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Eomma.
"Aku berangkat dulu, Eomma, Appa.. Chuu~" aku mencium pipi kedua orang tua setelah itu pamit untuk berangkat sekolah.
"Apa kau mau Appa antar ?"
"Ani, aku berangkat sendiri saja, Appa."
"Baiklah. Hati-hati sayang."
"Ne, eomma, appa."
Blamm~
.
.
Seperti biasa, aku berjalan memasuki sebuah gedung dimana aku menimba ilmu. ShinHa Elementary School. Sekolahku tak begitu jauh dari rumahku. Sekitar 6 sampai 10 menit berjalan kaki aku akan sampai di sekolahku. Terkadang jika aku sedang tidak fit, Appa lah yang akan mengantarkanku ke sekolah.
Kini aku berjalan menyusuri koridor sekolah lantai dua, dimana ruang kelas berada. Sesekali aku memergok beberapa yeoja yang melirikku atau menatapku kagum. Bukannya sombong, aku memang terkenal tampan di sekolah. Apalagi tinggiku juga kulit putih yang biasa di sebut 'albino' oleh sahabat 'hitam'ku.
"SEHUNNAAA !"
Haa~h, betapa panjang umurnya dia. Aku terus berjalan tanpa harus menggubris teriakan sahabat 'hitam'ku itu. Toh, dia juga akan menghampiriku. Dan benar saja, dia datang mendekat dan merangkul pundakku seperti biasanya.
"Oi, sehun. Kau itu..jangan mengacuhkanku kalau sedang kupanggil." Kata teman 'hitam'ku yang hanya kubalas dengan gumaman 'hm' seperti biasanya pula.
"Haaish, ya sudahlah. Aku cuma mau bilang kalau kakakku punya yang 'baru'." Katanya padaku. Aku hanya meliriknya, melihatnya menaik turunkan alisnya. Hah, ini dia.
"Memangnya kau sudah lihat ?" Tanyaku pada akhirnya.
"Emm, belum sih. Tapi hari ini Taemin hyung menginap dirumah Halmeoni. Jadi.." ia menatapku seolah memberi tahuku hal sesuatu dan aku tahu itu.
"Baiklah, sepulang sekolah."
"Yeey, tenang saja. Kau akan kutraktir bubble tea, deh."
"Tepati janjimu, kkamjong."
"Hehehe.."
Kami lalu bergegas memasuki kelas saat bel masuk mulai berbunyi. Aku masuk diikuti oleh teman kkamjong ku. Berjalan menghampiri sebuah bangku belakang barisan ketiga dekat jendela yang menghadap keluar area sekolah. Aku meletakkan ranselku ditempatnya. Tak lama, seorang yeoja paruh baya memasuki ruang kelasku dan mulai menyuruh kami untuk mengeluarkan buku pelajaran. Dan hari normal terus berlanjut seperti biasanya.
.
.
.
Hei, aku Sehun. Oh Sehun. Aku putra tunggal dari pasangan Oh Kyuhyun dan Lee Sungmin. Aku berumur 11 tahun, tetapi bulan depan umurku akan genap menjadi 12 tahun. Aku masih duduk dibangku kelas 6 sekolah dasar. Tapi jangan salah. Otakku ini jenius. Semua mata pelajaran bisa ku kuasai dengan mudah. Bukannya sombing, tetapi aku mewarisi gen Appa yang pintar. Dan tentu saja aku tampan seperti Appa. Aku bisa saja mengikuti kelas akselerasi jika aku mau, tapi menurutku, masa mudaku harus bisa kunikmati layaknya anak-anak lain pada umumnya, jadi aku lebih memilih untuk menggunakan otakku layaknya bocah seumuranku.
Aku juga terkenal karena sifatku yang dingin. Jadi tak banyak teman yang kumiliki. Tetapi ada juga temanku yang kulitnya hitam yang selalu menemaniku. Namanya Kim Jongin. Tapi aku selalu memanggilnya Kai atau Kkamjong karena betapa hitamnya dia. Selain itu, ada hal lain yang membuatku berteman dengan anak hitam yang mesum satu ini. Dia selalu mengajakku menonton video aneh itu.
Ya, di umur yang sekian muda nya mata kami telah dikotori dengan sebuah video porno atau adult video milik kakak Kai, Kim Taemin. Pertama kali aku tahu video aneh itu dari Kai yang saat itu sedang mengerjakan tugas kelompok dirumahnya. Kai mengajakku mengendap-endap memasuki kamar kakaknya. Katanya, ia penasaran kenapa Taemin hyung melarangnya untuk masuk ke dalam kamarnya. Dan untunglah saat itu Taemin Hyung sedang pergi ke rumah temannya dan lupa untuk mengunci pintu kamarnya.
Dan dari situlah kami tahu, bahwa Taemin hyung memiliki beberapa video aneh selain anime dan film di dalam komputernya. Tentu saja kami yang masih kecil membelalakkan mata kaget. Oh jadi ini yang orang dewasa lakukan untuk membuat anak. Tetapi, kenapa di rekam ? Mereka tak malu apa tubuh telanjang mereka ditonton Taemin hyung ? Apa Taemin hyung kenal dengan mereka ? Eh, kenapa noona itu berteriak aneh ? Hanya pertanyaan kebingungan lah yang berputar di kepala kami saat menontonnya dan berakhir dengam pukulan sadis oleh Taemin hyung tepat di kepala kami berdua.
Hal itu terus berlanjut tanpa di ketahui Taemin hyung lagi. Walau katanya kami masih dibawah umur tetapi kami masih penasaran. Dan pada akhirnya kami tahu, bahwa itulah yamg disebut dengan seks.
Pertama kali menonton video itu aku hanya menatap datar tak mengerti. Berulang kali kami menontonnya bersama sampai kami mengerti, aku hanya menontonnya dengan muka datar. Tidak seperti kkamjong yang pipinya mulai merona dan lubang hidunngya yang kembang kempis. Jika kalian melihatnya, kalian pasti mentertawakan wajah anehnya yang mesum.
Entah mengapa, tak ada yang begitu menarik selain melihat pergumulan aneh antara dua manusia itu. Sampai pada akhirnya, aku tak sengaja memergoki sepupuku, Park Chanyeol, sedang melakukan hal yang sama dengan di video aneh itu. Tapi bedanya adalah, Chanyeol hyung melakukkannya dengan teman lelakinya. Aku mengernyiy bingung, bukankah seks dilakukan oleh namja dengan yeoja ?
Karena bingung, aku langsung menanyakan apa yang ada diotakku setelah Chanyeol hyung selesai dengan aktivitasnya dengan Baekhyun hyung. Awalnya Chanyeol hyung kaget dan gelagapan mendengar pertanyaanku, tapi akhirnya Chanyeol hyung menjawabnya.
"Seks itu bisa dilakukan oleh siapa saja, entah itu lelaki atau perempuan. Tapi satu hal, seks hanya bisa dilakukan dengan orang yang kita sukai saja."
"Kita sukai ?"
"Ya, dengan orang yang benar-benar kita sukai. Tidak sembarangan. Seks juga dilakukan untuk menandai orang yang kita sukai, bahwa orang itu adalah milik kita seorang."
"Milik sendiri ?"
"Ya, milik sendiri. Seperti kau yang menyukai mainanmu sendiri. Kau boleh memainkan mainanmu sendiri karna kau pemiliknya. Hanya kau, tidak orang lain. Kau mengerti ?"
"Ne, aku mengerti, Chanyeol hyung."
Yang kupahami waktu itu adalah aku hanya bisa melakukan hal itu pada orang yang kusukai dan hal itu dapat membuatnya memjadi milikku.
.
.
.
.
Sebenarnya aku ingin mulai menolak ajakan Kai untuk menonton videl aneh itu, tapi Kai selalu menahanku dengan ejekannya yang bilang aku ini penakutlah, pengecutlah, tidak jantanlah. Hei, apa hubungan hal itu dengam menonton video aneh itu ? Dan sampai sekarang, kami masih menontonnya.
"Haaish, kkamjong sialan" rutukku. Merutuki teman hitamku karena anak itu lah yang membuatku lupa akan pesan Eomma untuk pulang lebih cepat siang ini. Dan disinilah aku, berlari cepat untuk segera sampai kerumah. Bagaimanapun aku tak ingin mengecewakan yeoja yang ku cintai yang telah melahirkanku.
Aku yang berlari kencang tak sadar jika ada seseorang di depan sana yang tengah mengangkat sebuah kardus berukuran sedang. Dan tanpa bisa ku cegah, akhirnyaa..
BRUUKK
"Aww,"
"Ugh"
Dapat kudengar suara ringisan dari namja yang tak sengaja kutabrak kini duduk terjatuh dengan barang-barangnya yang tercecer keluar dari kardusnya. Awalnya aku ingin meminta maaf dan membantu namja itu berdiri, bagaimanapun aku lah yang bersalah karena sudah menabrak orang sembarangan.
Tapi ketika manik hitam ku menangkap paras sosok orang yang kuditabrak, yang sedang melirik ke arah ku, aku mendadak terdiam. Mata kami saling bertemu. Nafasku tiba-tiba tercekat, detakan jantungku yang biasanya normal tiba-tiba menjadi sangat cepat. Aku yakin 100% aku tidak mengidap penyakit jantung.
Alhasil, aku hanya diam berdiri memandangi namja -bahkan aku jadi tak yakin bahwa ia namja jika bukan dari gaya pakaiannya-itu, ketika kulihat dia mengatakan sesuatu padaku.
"Yaa! Dasar bocah. Harusnya kau membantu orang yang kau tabrak untuk berdiri. Apa kau tak diajari sopan santun, eoh ?" Tanya namja bermanik rusa itu. Masih dalam posisi terduduknya.
Aku hanya diam. Sungguh aku ingin membalas kata-katanya, tetapi mulut dan tubuhku tiba-tiba susah di ajak bekerja sama. Hei, ada apa dengan tubuhku ?
Dan kulihat dia berdiri setelah memunguti dan memasukkan barang-barang tadi ke dalam kardusnya, eh, apa iti yang berwarna pink tadi ?, batinku.
Tapi itu tak penting, namja rusa itu berdiri dan mengusak surai hitamku sambil mengatakan sesuatu yang tak terdengar jelas oleh telingaku. Hei, telingaku kenapa ?!
Mataku masih saja menatap punggung namja rusa itu yang kini telah menghilang tertelan oleh pintu rumah putih dengan aksen biru langit disana. Apa itu rumahnya ?
Sepertinya ada tetangga baru, aku harus memberi tahu Eomma. Dengan itu aku melanjutkan langkahku menuju rumahku yang tepat bersebelahan dengan namja rusa itu. Dan satu hal yang aku ketahui tentang namja rusa itu adalah 'manis'.
.
.
.
.
Eomma mengajakku pergi berkunjung ke rumah tetangga baru sebelah. Tentu saja aku mau ikut, itu berarti aku akan melihat namja rusa itu lagi kan ? Aku mengangguk menjawab ajakan Eomma dan bergegas berganti baju.
Dan disinilah aku, dengan sekotak kue buatan Eomma -serta diriku, karena aku juga yang membantu Eomma membuatnya- berdiri didepan pintu kayu coklat dengan ukiran yang membingungkan (?) bersama Eomma, menunggu seseorang menyambut kehadiran kami. Kuharap orang itu adalah namja rusa itu.
Tapi ternyata orang yang menyambut kami bukanlah orang yang kuharapkan. Ahjumma dan Eomma tamoak saling mengenal satu sama lain, terlihat dari cara mereka bercengkerama. Membuat aku berdiri bosan disini. Tau begini lebih baik aku tidak ikut dan lebih memilih bermain PS bersama Appa.
Dan akhirnya kami dipersilakan masuk. Aigoo, kakiku pegal rasanya karena sedari tadi hanya diam berdiri. Aku kembali mendengar percakapan para ibu-ibu dengan malas. Dan dengan patuh, aku memberikan sekotak kue pada Heechul ahjumma, sesuai permintaan Eomma.
Ku dengar Heechul ahjumma memanggil seseorang. Hannie ? Apa Heechul ahjumma punya anak perempuan ? Oh ternyata tidak. Anak Heechul ahjumma adalah namja yang sedari tadi ingin kutemui. Namja rusa itu. Tak henti-hentinya aku menatapnya, memandang setiap langkahnya menuju dimana Heechul ahjumma berada. Seperti namja rusa itu tak sadar keberadaanku.
"K-kauu" namja rusa yang kuketahui namanya adalah Luhan -nama yang cocok dengan paras manisnya- menatapku sambil menunjuk ke arah ku dengan jari telunjuknya. Rasanya aku ingin menggigit jarinya karna gemas. Bisa kulihat dia menggerutu karna dimarahi Eommanya.
Hello kitty ? Benarkah, mengkoleksinya ? Apa benda pink tadi ? Pantas saja aku tidak asing melihat benda pink seperti boneka itu. Teman-teman yeoja ku di sekolah banyak yang suka Hello kitty. Tapi, kenapa Luhan yang notabene seorang namja malah mengkoleksinya ? Aneh.
Bosan mendengar percakapan Eomma dengan kedua orang tua Luhan hyung, aku berdiri dari sofa dan berjalan meninggalkan para orang dewasa, menuju dimana namja rusa itu pergi, seperti nya dapur itu.
Dan, ya. Namja rusa itu berdiri membelakangiku. Sepertinya tak sadar akan kehadiranku, karena kesibukannya yang sedang memotong kue buatan Eomma dan aku serta ku dengar gumaman seperti gerutuan yang ditujukan pada orang tuanya.
Mungkin iblis kecil telah merasukiku, karena dengan iseng aku mengagetkan Luhan hyung dengan gerakkan sentuhan jari telunjukku yang menuruti garis punggungnya. Dan benar saja, Luhan hyung tersentak kaget, lalu berbalik menghadapku. Disertai beberapa kalimat yang menunjukkan bahwa namja rusa ini marah karena ulahku. Tapi tak ku pedulikan kata-katanya.
Terlintas dipikiranku untuk menggodanya. Aku cengkeram lengannya, menahannya agar tidak pergi. Dan itu berhasil, ternyata kekuatanku lebih besar darinya. Mungkin ini akibat alu sering ikut latihan taekwondo di sekolah. Aku harus rajin berlatih sepertinya.
Aku jinjitkan kaki ku untuk menyamai tinggi Luhan hyung. Geez, kenapa dia lebih tinggi dari ku sih. Menyebalkan. Tapi melihat gelagatnya yang gugup karena tingkahku, aku hanya bisa tersenyum tipis. Ku arahkan mulutku ketelinganya. Menggodanya dengam menjilat sedikit daun telinganya, seperti yang Chanyeol hyung lakukan pada Baekkie hyung. Dan perlakuanku sukses menghasilkan lenguhan indah dari mulut Luhan hyung. Duh, aku makin ingin menggodanya.
"Kau." Kataku padanya. Menjawab pertanyaan tentang apa yang kuinginkan. Dan yang paling aku inginkan adalah namja rusa dihadapanku. Aku ingin Luhan hyung.
Sebelum beranjak dari posisiku yang mencondongkan tubuhku ke arah Luhan hyung, aku dapat melihat muka cengo Luhan hyung mendengar satu kata dariku. Wajahnya yang cengo itu benar-benar menggemaskan. Tapi aku harus pergi, tak ingin Eomma mencariku. Aku berjalan meninggalkan Luhan hyung yang masih terdiam kaku disana. Aah, aku ingin segera memilikinya.
.
.
.
Keesokannya, Eomma bilang Eomma dan Appa akan pergi ke California, menghadiri acara pesta pernikahan teman Eomma, bersama ke dua orang tua Luhan hyung. Awalnya aku menyetujuinya, tapi begitu mendengar Luhan hyung tidak ikut karena ingin mempersiapkan sesuatu untuk sekolahnya, aku menolak.
Kukatakan pada Eomma, bahwa aku sedang dalam keadaan tidak sehat karena lelah dengan kegiatan sekolah. Dan akhirnya Eomma memutuskan untuk menitipkanku pada Luhan hyung. Tentu saja aku senang.
Aku dan Luhan hyung menatap kepergian dua buah mobil yang mebawa pergi kedua orang tua kami. Setelahnya, Luhan hying mengusak kepalaku, membuat rambutku jadi berantakan. Aku menatap datar dirinya. Luhan hyung hanya mengendikkan bahu dan berjalan meninggalkanku yang berdiri menatap punggungnya. Luhan hyung tak menyadari senyuman tipis yang tercetak di wajah tampanku.
Yehet ! akhirnya aku bisa berduaan dengan Luhan hyung. Aku pastikan, malam ini Luhan hyung akan menjadi milikku. Only mine.
Get yourself ready, deer.
.
.
.
Waah, mashitaa~ enak sekali masakan Luhan hyung. Ini masakan terenak kedua setelah masakan Eomma. Waah, Luhan hyung memang calon istriku yang baik.
Aigoo, lihat wajahnya, kenapa menatapku seperti itu. Aish, jangan menatapku dengan pandangan imut seperti itu, Luhan hyung.
.
.
.
Cklek~
"Apa yang kau lakukan disini ?"
Glek~
Aku hanya dapat menelan lidah melihat pemandangan indah di depanku. Aku hanya menjawab sekenanya pertanyaan dari Luhan hyung. Hei, kenapa kau memakai baju langsung didepanku ? Mau ku terkam, eoh ? Jangan meremehkanku.
Oh, game baru ini yaa. Aku sih sudah selesai dengan game satu ini. Maklum, Appa selalu menjadi orang pertama dan ter-update jika sudah dengan yang namanya game. Dan tak sulit bagiku untuk mengalahkan Luhan hyung. Toh dengan begini rencanaku akan berhasil. Kekeke~
.
.
.
"Hei, kenapa tanganku kau ikat, bocah ?"
Aku hanya menjawab sekenanya, sibuk mengikat tangannya. Otak cerdasku tentu tidak ingin mendapat rontaan penolakan dari Luhan hyung jika ia tau apa yang akan aku lakukan padanya. Jadi dengan mengikatnya, akan lebih mudah untukku memilikinya. Dan seringai tampanku tercetak di paras tampanku, berhasil membuat Luhan hyung bergidik ngeri.
Setelah beberapa hal yang disebut foreplay, yang kutirukan dari berbagai sumber, termasuk video aneh dan perbuatan Chanyeol hyung pada Baek hyung, aku mulai menghentakkan penisku ke dalam lubang anusnya. Uugh, nikmat sekali.
Awalnya Luhan hyung menangis. Tetapi, dengan mengikuti naluri kelelakianku, akhirnya Luhan hyung berhenti menangis. Kini ia lebih memilih mendesah hebat daripada menahannya. Ck, sosoknya yang terbalut oleh lelehan keringat benar-benar menyulut api didalam diriku. Membuatku semakin brutal memaju-mundurkan penisku kedalam lubang anusnya. Pergerakkan Luhan Hyung yang ikut memaju-mundurkan pinggulnya berlawanan arah denganku, membuat nikmatnya lebih bertambah. Feels so good.
Ahh~ nikmat. Tapi aku lelah. Aku ambruk tanpa melepaskan kejantananku. Minahe, hyung. Aku pipis di dalam mu. Dengan mata berat, aku mulai memejamkan mata. Mengarungi alam mimpi. Setidaknya, aku berhasil membuat Luhan hyung menjadi milikku, rusaku. Rusaku yang manis.
.
.
.
Pagi hari nya aku mendapati diriku tertidur dikamar Luhan hyung. Tetapi sang empunya malah tidak ada. Eh, sejak kapan aku sudah berpakaian ? Duh, badanku rasanya lengket, lebih baik aku mandi.
Seusai mandi, aku bergegas turun ke bawah. Mendapati Luhan hyung yang sedang memasak sesuatu. Sepertinya sarapan pagi untuk kami. Benar-benar calon istri yang oke.
Aku mengernyitkan dahi, kenapa cara berjalannya aneh ? Kenala wajahnya seperti menahan rasa sakit saat dia duduk ? Hal itu membuatku bertanya pada Luhan hyung apakah ia sakit. Tapi dia malah menjawab tidak dan menyuruhku menghabiskan sarapanku. Sesuai pesan Eomma, aku mematuhi apa yang dikatakan Luhan hyung.
Hmm, kenapa lagi dengan Luhan hyung ? Kan aku cuma mengajaknya main game lagi ? Kenapa dia malah tersedak dan berteriak. Yak ! Kenapa kau malah lari kekamar, hyung ? Aneh.
Tapi ya sudahlah. Ini hari minggu. Setidaknya aku bisa menikmati waktu luang seharian ini bersama Luhan hyung. Berdua. Tidak masalahkan, sesuai kata Chanyeol hyung. Aku dan Luhan hyung sudah melakukan seks. Itu berarti Luhan hyung adalah milikku.
Ya, milik Oh Sehun seorang.
.
.
.
.
.
.
Annyeong minna-san~
Tehee~ kembali Lin dengan fanfic abal-abalnya. Sekali lagi ini bukan sequel. Lin hanya iseng bikinnya dengan sudut pandang Thehun. Kan gak asik, mendadak Thehun yang langsung terkam Lulu gege tanpa alasan.
Dan terima kasih untuk kalian yang mau ngasih saran, kritikan serta semangat buat Lin. Itu memotivasi Lin untuk berkelana ke alam imajinasi lebih jauh (?) untuk bikin chap selanjutnya. Duh, senang sekali Lin.
Dan Lin sekali lagi katakan, ff ini Lin bikin secara spontanitas. Gegara lihat wajah Thehun yang masih anak kecil. Duh, muka nya polos polos gimana gitu xD
Dan tenang saja, Sequelnya lagi on going kok. Tinggal 1 atau 2 chap lagi untuk fanfic ini. Awalnya, Lin mau bkin twoshoot aja. Tapi melihat antusiasme dari kalian, Lin berniat menambah beberapa chap untuk ff ini. Ditunggu saja ne~
Sekian dari chinchongan Lin yang tak bermutu. Jangan lupa, kritik dan saran lewat review. Review kalian adalah motivator untuk Lin.
And, Sankyuu ttebayo, ne~
Love yaa~
L7
