Title : Las Vegas

Author : Raichi KrisTaoKaiSoo Fujoshi

Rated : T to the M (Mungkin. Belum tentu Rai jadiin M)

Pairing : Main Pair is KrisTao. All member is Cameo

Genre : Romance, Fantasy, and Drama.

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : Judi, Sex, dan berbagai hiburan dewasa lainnya. Itulah Las Vegas. Dikota ini, anak polos macam ZiTao. KrisTao.

YAOI, FICTION, ALL MEMBER EXO. DON'T LIKE DON'T READ!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

CERITA INI HANYA FIKSI.

"Namaku Kris, senang berkenalan denganmu, manis." Ucapnya.

Dia adalah Wu Yi Fan atau Kris. Seorang bos Mafia terbesar diseluruh dunia, dan seorang playboy yang sangat terkenal. Dan dilihat dari tingkahnya, dia tertarik dengan sosok polos Huang Zi Tao.

Kyungsoo menggeram marah. Otaknya berusaha mencari jalan agar si polos ZiTao bisa selamat dari terkaman singa lapar ini.

"Ung? Terima kasih Kris-gege…Aku tak seperti itu…" jawab ZiTao merendah namun tak bisa menangkap maksud rayuan sang Pria yang sangat terkenal, Kris.

"Benarkah? Kau tak melihat wajahmu semanis ini? Itu kejahatan namanya, My Dear.." ucap Kris yang masih menggenggam tangan ZiTao dan menatap dalam mata itu. Kris seolah sedang menyelam kedalam dasar lautan gelap yang murni, misterius dan sebenarnya indah penuh seni yang tak terjamah.

"ZiTao, kita harus pulang. Ayah dan Ibumu sudah mengirimiku pesan, dan lagi ini sudah terlalu malam." Ujar Kyungsoo memperingatkan ZiTao atau mungkin sebenarnya memberi kode agar ZiTao pergi dari rayuan pria didepannya. Kris mengernyit.

"Wow Wow..ada apa ini? aku tahu kau berbohong, nak. Aku tak melihat kau mengecek ponselmu selama 15 detik disaat aku bertatapan dengan ZiTao." Ucap Kris tajam. Mata bulat Kyungsoo menajam seolah memperingatkan Kris. Inikah yang disebut dengan Brother Complex?

"Kris-gege, sepertinya aku juga harus pulang..aku..aku tak begitu mengenal lingkungan seperti ini..lebih baik dirumah saja..hehehehe.." ZiTao berusaha melerai kedua orang dideoannya yang saling melempar tatapan maut

"Ah…Baiklah kalau begitu, kita bertemu lagi kapan-kapan, Ma Cherry…"

Apa yang terjadi sungguh membuat Kyungsoo semakin mendidih! Kris sang Mafia sekaligus Playboy handal itu MENGECUP punggung tangan ZiTao. Membuat pipi apel itu bersemu manis.

"ARRRGHH….! Apa yang kau lakukan?! ZiTao, ayo pulang!" Kyungsoo segera menepis tangan Kris dan membawa ZiTao keluar. Aura hitam Kyungsoo yang sedang mengidap Tao Complex kali ini sudah dipuncak, dan dari wajahnya yang masam (meski terlihat manis) membuat beberapa pengunjung batal menggoda mereka.

SEMENTARA ITU..

Terlihat sosok wanita cantik yang sedang menatap berbagai pakaian manis yang terpajang disebuah Butik ternama ini. Wanita cantik bernama Song Qian atau Victoria itu tengah berbelanja disebuah butik di daerah perbelanjaan di Las Vegas. Beberapa kali seorang karyawan di Butik itu menawari berbagai macam gaun yang dikiranya pasti pas dan indah ditubuh langsing Victoria.

Desain butik itu begitu unik dan tidak tua. Berbagai macam pakaian ber-merk pun dipajang disana. Untunglah gaji Victoria yang sudah ia tabung selama 8 bulan tidak memalukan untuk berbelanja di butik terkenal kelas Las Vegas ini.

Dengan iringan lagu-lagu genre POP atau sesekali hip hop dan R&B membuat suasana butik ini menyenangkan. Lagu yang sedang diputar sekarangpun adalah Lagu Avril Lavigne dengan judul What The Hell.

Kini, Victoria sedang mencoba sebuah Little Black Dress yang terlihat manis sekali memeluk tubuhnya. Sesekali, Victoria mempertimbangkan untuk membeli dress hitam ini. Harganya sangat mahal.

"Wow..you are so gorgeous…" puji sebuah suara pria. Victoria menoleh dan menemukan sosok pria tampan dengan wajah khas Asia dan di dukung tubuh ideal dan cukup kekar. Kulitnya langsat, hidungnya mancung dengan sinar dan bola mata ramah.

"Ah..? Thank You…" jawab Victoria malu-malu.

"My name is Nickhun…what's your name?" tanya pria tinggi itu menanyai Victoria. Victoria tersenyum.

"My Chinese name is Song Qian. But, you can call me Victoria. Nice to meet you, Nickhun." Jawab Victoria ramah. Pria bernama Nickhun itu.

"Ah…Chinese, eh?" tanya Nickhun. Victoria mengangguk. "Senang juga berkenalan denganmu, Victoria." Jawab Nickhun. Victoria kaget dengan bahasa Chinese yang dilontarkan Nickhun.

"Kau..Chinese?" tanya Victoria. Nickhun tersenyum.

"Bukan..aku bukan orang Chinese..aku hanya paham berbahasa Mandarin. Aslinya aku adalah orang Thailand." Jawab Nickhun dengan senyum ramahnya. Victoria mengangguk paham.

"Kau pemilik Butik ini?" tanya Victoria dengan nada kagum yang tak bisa ia sembunyikan. Nickhun mengangguk.

"Ya. Aku pergi dari Thailand ke Las Vegas 3 tahun lalu dan mendirikan Butik ini sendiri dengan usahaku. Kau suka Dress Hitam itu? Itu Merk Prada." Jawabnya. Victoria kaget.

"Pantas Mahal sekali.."

"Yeahyou Know? Salah satu dari The Most Expensive Fashion Brand(1). Tapi terlihat sangat sempurna ditubuhmu." Jawab Nickhun. Victoria kembali terdiam.

"Tapi…."

"Aku bisa berikan itu gratis untukmu." Ucap Nickhun. Victoria kaget dan menatap Nickhun.

"Really?! Awww! Terima kasih sekali kau mau-"

"Asal kau makan malam denganku saat ini." Ucap Nickhun. Victoria menatap bingung.

"Permisi?"

"Ya, kita makan malam. Aku sedang lapar dan tak memiliki teman untuk makan malamku. Kau pakai saja Dress itu. Ah ya, rasanya sepatu kets milikmu dan tas ranselmu itu tak akan menyempurnakannya. Coco..!" Nickhun memanggil seorang karyawannya.

"Yes Sir?"

"Ambilkan aku sepasang High Heels karya Nickholas Kirkwood. Gunakan saja bahasa Chinese denganku. Kau Chinese, kan? Oh ya, ambilkan aku juga tas berwarna cream karya Betsey Johnson yang datang minggu lalu." wanita mungil bernama Coco tadi hanya tersenyum dan langsung mengambilkan apa yang disuruh dengan bosnya. Tak berapa lama, wanita bernama Coco itu mengambilkan sepasang High Heels berwarna hitam metalik dengan aksen setrip pada bagian atas sepatu.

Victoria meneguk liurnya mendengar nama perancang sepasang High Heels itu dan nama terkenal perancang tas tersebut. Ya Tuhan…

"Nah..coba kau pakai." Ucap Nickhun. Victoria mengangguk dan menggunakannya. Dia dibantu dengan Coco.

Tak berapa lama, Victoria sudah selesai dengan stylenya ini. Victoria sangat senang dan sangat kagum pada dirinya di depan cermin kali ini. Dia menggunakan Little Black Dress yang semakin mencerahkan kulitnya yang putih sedikit langsat. Rambut blondenya yang lurus, dan stylenya semakin diperindah dengan sepasang High Heels berwarna hitam metalik dengan model setrip pada bagian atas sepatu dan tas feminim berwarna cream ini. Sepertinya keluarganya bisa miskin seketika kalau membeli pakaian fashionnya malam ini.

Demi apapun, Victoria cinta keberuntungannya kali ini.

"Look at you.. you are so gorgeous…" puji Nickhun yang sekali lagi memuji kecantikan Victoria yang dibalut dengan kemewahan kali ini. Inilah stylenya Las Vegas. Mahal, sombong, penuh nafsu.

"Ni..Nickhun…aku tak punya cukup uang untuk semua ini…" jawab Victoria jujur. Nickhun mengernyit.

"Siapa yang menyuruhmu membelinya? Aku menghadiahkannya untukmu. Kau terlihat sangat cantik sekali. Ayo, aku tahu restoran terkenal yang enak sekali di Las Vegas." Ajak Nickhun. Victoria mengangguk dan ikut berjalan disamping Nickhun.

AKU MENCINTAIMU DEWI FORTUNA…~!

Itulah isi pikiran Victoria saat ini. Kalau sekilas, bukankah ini seperti kencan?

.

.

Terlihat Kyungsoo dan ZiTao yang sedang berjalan dijalanan Las Vegas. Wajah ZiTao sedikit merona melihat banyak gadis-gadis belia seumurannya atau wanita yang lebih tua darinya berpakaian sexy.

Dari hanya menggunakan rok mini dan pakaian yang memperlihatkan perut mereka, hingga nyaris memperlihatkan dada mereka.

Berulang kali ZiTao berusaha menutup matanya. Ia takut melihat mereka. Ini tak seperti di Qingdao..dia sangat gugup. Kyungsoo yang menyadari kegugupan ZiTao dan mengehela nafas. Dia lupa ZiTao terlalu polos untuk melihat dosa di dunia ini.

"ZiTao, ayo kita mencari makanan disana." Ajak Kyungsoo dengan senyum lembut pada sosok namja kelahiran Qingdao yang ia anggap adik sendiri ini. ZiTao mengangguk dan menggenggam tangan Kyungsoo.

Mungkin ada yang heran pada Kyungsoo.

Huang Kyungsoo. Kyungsoo adalah kakak sepupu Kyungsoo. Kyungsoo dipanggil D.O karena mata bulatnya yang beberapa pria di Las Vegas yang menjadi temannya menganggapnya menawan. Sayangnya Kyungsoo bukan gay. Belum, mungkin.

BUK..! tubuh mungil Kyungsoo menabrak sesosok pria yang lebih tinggi darinya.

"Sorry…" ucap Kyungsoo pada sosok yang ia tabrak. Pemuda didepannya memandangannya takjub.

"It's okay, honey.." ucapnya dengan tatapan mesum. Kyungsoo memberikan deathglarenya dan akhirnya meninggalkan pria itu.

ZiTao sedikit tidak suka pemuda tadi yang sepertinya seumuran dengannya. ZiTao akui, dia cukup tampan. Maksudnya, meski tampan, dia memanggil kakak sepupunya ini dengan panggilan se-mesra itu. harusnya jawabannya bukan itu.

Dengan tubuh yang sepertinya kekar namun tak berlebihan. Kulitnya Tan, bibirnya tebal sedikit sexy, mancung tak berlebihan, dan matanya yang tajam. Dia memiliki rahang yang sepertinya bagi banyak perempuan sexy.

Fashion miliknya juga sangat keren, menurut ZiTao.

Dengan celana jeans hitam yang membentuk kakinya, dan dengan hiasan rantai pada celananya yang membuatnya terlihat baddas. T-shirt hitam bergambar tengkorak dengan mahkota emas dibalut dengan jaket hitam kulit yang terlihat mahal. Anting hitam di sebelah kiri membuat penampilannya sangat menggiurkan. Ditambah lagi wajah tenang dan smirk sexy yang ia lontarkan pada siapapun. Tak jarang pemuda itu terlihat digoda beberapa wanita sexy.

Kenapa ZiTao jadi mengurusi pria itu?

"Ah, ayo kita makan ramen disana, ZiTao." Ajak Kyungsoo yang mengajak ZiTao mencoba ramen di Las Vegas.

.

.

Setelah memesan, keduanya tinggal menunggu untuk pesanan mereka agar mereka bisa menikmati makan malam. Suasana semakin penuh dengar gemerlap cahaya. Jujur saja, semenjak menginjakkan kakinya di Las Vegas, ZiTao sedikit kaget melihat banyak juga orang-orang berwajah Chinese yang ia temui disini.

"Gege, kenapa disini banyak orang Chinese?" tanya ZiTao. Pesanan keduanya akan segera sampai.

"Setahuku, orang-orang Asia memang sangat suka menjelajahi Amerika, termasuk Las Vegas." Ucap Kyungsoo. Pesanan mereka akhirnya sampai. Keduanya mulai menikmati ramen yang sudah terjadi di depan mereka.

ZiTao sedikit mengernyit merasakan ramen yang ia rasakan ini. Kyungsoo menatap ZiTao.

"Ada apa?"

"Rasanya agak berbeda dengan di tempatku..rasanya agak sedikit manis yang disini.." ujar ZiTao yang menimbang-nimbang isi pemikirannya. Dia mengeluarkan isi pendapatnya pada makanan yang tersadi di depannya ini. Kyungsoo mengangguk mengerti. Jujur saja, dia belum pernah merasakan ramen yang ada di China, mungkin sedikit lebih gurih dan pedas? Siapa yang tahu, kan?

"Ya..mungkin. Soalnya restoran Ramen disini mendatangkan koki dari China, dan dibantu dengan koki asli sini. Mungkin agar rasanya sedikit bersahabat dengan lidah orang sini, iya kan?" tanya Kyungsoo yang menjelaskan pemikirannya. ZiTao tak ambil pusing dan terus melanjutkan makanannya.

"Aku ingin bertanya.." ZiTao mulai membuka suara. Kyungsoo menatapnya dengan tatapan 'ada apa'. ZiTao sedikit ragu. "Kenapa disini banyak sekali orang-orang berpakaian…ung..bagaimana aku mengatakannya ya..?" Kyungsoo tersenyum pelan melihat kepolosan remaja didepannya ini.

"Well…begini, ZiTao. Ini Amerika yang menjunjung tinggi kebebasan..kebebasan, yang mencakup agama, percintaan, uang, hingga pakaian. Las vegas terkenal dengan Casinonya. Itulah mengapa, untuk anak sepolos dirimu, Las Vegas bukanlah tempat terbaik untukmu. Dan itu juga salah satu alasan kau melihat para gadis berpakaian sesuka mereka." Jelas Kyungsoo. ZiTao mulai mengerti.

"Apa mereka tak malu?"

Kyungsoo tertawa sedikit oleh kepolosan anak ini.

"Hahahha…mereka tak mungkin malu lagi, Peach. Mereka kan melakukannya karena jalan pikiran mereka, iya kan?" tanya Kyungsoo. Keduanya sudah menghabiskan ramen mereka. ZiTao masih penasaran.

"Tapi, mereka kan perempuan. Udara malam sangat dingin, kan?" tanya ZiTao. Sebenarnya, berapa umurmu, ZiTao?

"Kalau itu, itu terserah mereka. Sudahlah, ayo pulang." Kyungsoo sepertinya nyaris ingin tertawa menatap mata polos anak itu yang belum terjamah.

Mungkin karena alasan ZiTao masih polos, membuat Kyungsoo menjadi brother complex secara tiba-tiba. Siapa yang tak akan menjadi seperti Kyungsoo kalau kau memiliki adik sepolos itu dan diperlihatkan dengan ribuan mata lapar?

Sepertinya kalian akan takut sendiri membayangkannya, bukan?

.

.

.

Disebuah rumah besar bergaya modern dengan dominasi berwarna putih, hitam dan abu-abu itu terlihat tenang.

Dihalaman rumah itu, beberapa ekor burung merak yang dilepaskan bebas sedang tertidur. Memperlihatkan betapa sombongnya pemilik rumah itu sesombong burung merak yang penuh keindahan dan keangkuhan ini.

Beberapa penjaga terlihat berjaga-jaga disekeliling rumah itu. Anjing penjaga juga terlihat awas dalam mengawasi rumah majikannya. Penjaga rumah ini memiliki jenis anjing yang paling ganas diseluruh dunia. Ada anjing jenis Doberman Pinsher, Rottweilers dan American Pitbull.

Jika kalian melihat secara seksama, para penjaga itu begitu terlihat aneh. Begitupula pada anjing penjaga mereka. Mata mereka semua bermata merah darah. Para penjaga itu memiliki mata merah darah dan wajah sepucat mayat. Gigi anjing tersebut juga lebih tajam dibandingkan pada umumnya.

"GRRHHH….!" Salah satu anjing itu mulai menggeram. Para penjaga itu menatap kedepan dan menemukan ada tamu yang bertamu sendirian di malam gelap Las vegas.

Salah satu penjaga itu mendekati pagar rumah itu bersama anjing jenis American Pitbull.

"Apa yang kau inginkan?"

"Aku ingin menemui bosmu. Jangan membantahku karena aku bisa membunuh kalian semua. Kau tahu kalau aku sama seperti kalian." Penjaga itu berdecak kesal.

"Tunggulah sebentar…" ucapnya.

Sementara itu, di dalam rumah itu, sang pemilik rumah sedang menatapi gemerlap Las Vegas. Segelas wine kualitas terbaik terlihat ia sesapi beberapa kali.

Matanya terpejam mengingat kenangannya yang selalu tersimpan didalam ingatannya dengan rapi. Matanya terbuka dan menampakkan iris berwarna merah darah. Berbeda dengan matanya yang tadi berwarna hitam.

"Aku tahu..ini bisa jadi kesempatanku..aku tahu dia bisa melakukannya..aku harus menemukannya…" bisiknya.

"Tuan.." panggil sebuah suara. Pria bermata merah darah itu menatap bawahannya yang matanya semuanya berwarna hitam tanpa putih.

"Aku sudah tahu, suruh saja dia masuk." Ucap pria itu.

"Tanpa kau inginkanpun, aku sudah ada disini, kawan." Ucap sebuah suara. Ia menoleh dan menemukan sosok pemuda berkulit tan dengan mata ungu yang duduk angkuh disalah satu sofa miliknya. Pria bermata merah itu tertawa meremehkan dan memberi kode agar bawahannya meninggalkan mereka berdua.

"Apa yang kau inginkan?" Tanya pria bermata merah itu. Pria bermata ungu didepannya ini tertawa terkekeh.

"Ayolah Kris, aku sama sepertimu, kenapa kau masih ingin menanyaiku?" tanya pria bermata ungu itu. pria yang dipanggil Kris itu berdecak sebal.

"Aku sudah tahu..kau ingin mengajakku bekerja sama?" tanya Kris heran.

"Ya..kita berdua iblis, aku rasa tak ada salahnya bila sesama iblis seperti kita ini bekerja sama." Ucapnya.

Kalian sudah paham siapakah mereka?

Ya, Kris yang terkenal sebagai Mafia nomor satu di dunia ini adalah seorang iblis. Dan pria bernama Kai yang ada didepannya ini, sama sepertinya.

Mereka berdua, adalah iblis.

.

.

TBC

.

.

(1). Rai pernah lihat artikel ini di Internet. Ngiler liat barangnya XD. oh ya, nama perancang yang Rai sebutin itu adalah salah satu dari para perancang terkenal di Amerika ^^ untuk kelanjutan infonya, silahkan search aja di Google ^^

Banzaaaii~! Sudah chapter 3, ternyata :D

Rai sudah temukan seperti apa konsep cerita ini. Endingnya juga nanti sudah ditentukan seperti apa :3

Tinggal terus mengetik dan tunggu saja :3

Maaf agak sedikit terlambat. Tugas saya banyak sekali u.u sudah merasakan kayak apa tugas anak kuliahan ._. padahal saya masih SMA. Gurunya sih yang dosen disalah satu universitas disini -_-

Maaf ngebacot ._.v

Well, mind to review? ^^

You can give your opinion, but please with nice words ^^

Raichi~