*I CAN TAKE YOU*
Disclaimer : masashi kishimoto yang punya naruto bukan saya
Rated : T
Genre : Romance
Pairing : sasuhina
Warning : OOC , TYPO , GAJE , Dll
Selamat membaca
Disebuah kamar yang cukup luas, terdapat sesosok gadis berambut indigo yang sedari tadi sedang mencoba tidur tapi tidak bisa, dia sudah mencoba tidur diberbagai posisi tapi dia tetap saja tidak bisa tidur.
Bukan karena ranjangnya yang kurang nyaman atau bantalnya yang kurang empuk, tapi karena dia sedang teringat masalah tadi di sekolah.
Gadis berambut indigo itupun menatap langit langit kamarnya sambil memegang bibirnya sendiri.
"Kenapa harus dia sih,... kenapa bukan Naruto-kun yang pertama" ucapnya lirih.
HlNATA POV
Sudah berkali-kali aku mengusap bibirku ini agar bekas yang diberikan olehnya hilang, tapi aku tetap saja masih bisa merasakan bibirnya yang lembut. bodoh bodoh bodoh apa yang aku pikirkan, ingat Hinata kamu mencintai Naruto bukan Sasuke, ingat itu hinata.
Tapi semakin aku mengingat Naruto, maka yang terlintas di pikiranku adalah bayangan Sasuke. Akupun mencoba tidur lagi, dan akhirnya akupun terlelap, meski membutuhkan waktu yang cukup lama.
SASUKE POV
Hari ini aku membolos dari jam pelajaran pertama, dan aku memutuskan untuk pergi keatap sekolah tempat aku melihat Hinata pertama kali.
Aku merebahkan tubuhku ditempat itu mencoba untuk tidur, sebab aku kekurangan tidur malam kemarin, karena malam itu aku diajak minum oleh ketua Pain, meskipun aku sudah mencoba menolak tapi tetap saja gagal. Dan akhirnya akupun tertidur.
Tapi entah sudah berapa lama aku tidur, tiba-tiba saja aku dikagetkan dengan pintu yang dibuka. Aku melirik kearah pintu tersebut dan melihat bidadariku masuk dengan mahluk kuning menjijikkan.
Akupun mencoba bertingkah biasa-biasa saja, kulihat dia dan sikuning duduk di pojokan, kuperhatikan setiap gerak geriknya. Dia membawa sebuah bungkusan yang bisa kusimpulkan bahwa itu bento buatanya.
Aku memandangnya terus menerus dengan posisiku yang masih berbaring di lantai, sehingga sikuning itu tidak tau kalau kekasihnya sedang kupandangi. Tapi meskipun dia tau, toh aku bukan lawannya, jadi aku tidak takut jika dipergoki olehnya.
HlNATA POV
Istirahat ini seperti biasa aku akan bertemu Naruto untuk makan bersama. Setelah menunggu didepan kelas Naruto yaitu kelas XI C, akhirnya Naruto keluar menemuiku.
"Maaf Hinata-chan, sudah lama menunggu" ucapnya dengan cengir lebarnya.
"T-tidak apa apa N-naruto-kun"
"Jadi ayo kita ketempat biasa" ucapnya seraya menggandeng tanganku.
"T-tapi Naruto-kun, s-sebaiknya kita j-jangan kesana" ucapku sontak menghentikan langkahnya.
"Kenapa Hinata-chan, bukannya kita selalu dihalaman sampingkan saat istirahat ?" tanyanya.
"I-itu karena a-aku ingin s-suasana b-baru" ucapku berdusta, padahal aku tidak ingin kesana untuk mengingtkanku kejadian kemarin yang membuatku tak bisa tidur.
"Hem... baiklah kalau begitu... kita keatap saja" ucapnya dengan menarik tanganku.
Tidak lama berselang akhirnya akupun sampai di pintu menuju atap sekolah, Naruto pun membuka pintu itu dan masuk diikuti aku disampingnya.
DEEG
Ternyata pilihan menuju atap sekolah adalah kesalahan besar, karena pria yang membuatku tak bisa tidur malam kemarin ada di tempat ini.
"N-naruto-kun, sebaiknya kita p-pergi saja" bisikku pada Naruto.
"Kenapa Hinata-chan kan tidak apa-apa, tidak usah dipedulikan orang disana, ayo ke pojokan situ" ucapnya sampil menggandeng tangganku menuju tempat yang dimaksud.
Setelah duduk aku pun mencoba menormalkan detak jantungku yang berpacu lebih dari biasa. Tapi aku merasa sedari tadi ada orang yang mengawasiku.
Aku mencoba melirik kesatu satunya orang yang berada disini, selain aku dan naruto.
Dan dugaanku benar, dia sedang menatapku, seketika itu pula aku menunduk. Detak jantungkupun semakin cepat, aku tidak tau harus berbuat apa.
Tapi tiba-tiba suara mengagetkanku.
"Hinata-chan, kau kenapa?"
"Tidak Naruto-kun"
"Kalau begitu ayo kita makan bento yang kau buat itu"
"Baik Naruto-kun" meski masih dengan detak jantungku yang belum stabil, akupun makan bento yang kubawa, tak lupa akupun menyuapi Naruto saat dia memintanya.
SASUKE POV
Aku melihatnya menyuapi mahluk itu, SIAL SIAL SIAL akupun menutup mataku agar aku tidak menyaksikan adegan memuakan itu.
Cukup lama aku memejamkan mataku karena hal tadi, jadi setelah ku rasa perasaanku sudah sedikit tenang, aku memutuskan membuka mataku. Yang ku lihat pertama kali tentu saja bidadariku yang sedang makan, sungguh imut, sampai-sampai aku gemas sendiri dibuatnya. Tapi sedetik kemudian pandanganku tercemar oleh mahluk yang ada di sebelahnya, mahluk itu berdiri dan sepertinya akan pergi.
Tak lama kemudian sikuning sialan itu pergi dari tempat ini meninggalkan aku dan bidadariku disini berdua saja.
Tanpa aba-aba lagi akupun pergi mendekatinya. Sontak saja aku melihat dia juga berdiri, dan ingin cepat-cepat pergi. Tapi sebelum dia beranjak dari situ, aku langsung berdiri dihadapanya.
"Kau mau kemana ?"
"A-aku mau k-kembali kekelas"
"Kenapa ?, kau menghindariku ?"
"B-bukan begitu"
"Kalau begitu temani aku" ucapku sambil menariknya duduk disebelahku.
Akupun memperhatikannya lekat-lekat, dan aku semakin menyadarinya bahwa gadis ini memang lebih cantik jika dilihat dari dekat.
"kau bawa apa ?" tanyaku memecah keheningan
"I-ini b-bento" ucapnya terbatah dengan wajah memerah
'Aku tau itu bodoh'
"Tidak kau makan" ucapku datar
"I-iya" sambil membuka bentonya. Dia melahap isi bentonya, dengan wajah memerah.
"K-kenapa kau m-melihatku terus, k-kau mau ?" ucapnya sambil menyodorkan bentonya.
'Iya, aku mau dirimu' "Hn" akupun mengangguk dan mulai memakan bentonya.
Setelah beberapa menit, akhirnya bento itu habis.
"B-bagaimana enak ?"
"Hn"
"Hn, a-apa itu hn ?"
"Tidak penting, kau bawa tomat ?"
"T-tomat ?"
"Hn"
"M-maaf aku t-tidak membawanya"
"Hn"
"K-kau suka t-tomat"
"Hn"
"K-kalau begitu l-lain kali a-aku akan membawa t-tomat"
"Hn- tapi aku maunya sekarang"
"A-apa, t-tapi aku tidak b-bawa"
"Hn"
"Apa maks- hmps" ucapnya terpotong saat aku menempelkan bibirku ke bibirnya.
Dia sedikit meronta, tapi aku langsung mendekapnya kedalam pelukanku, menguncinya dengan tangan kiriku, sedang tangan kananku memegang kepalanya untuk memperdalam ciumanku.
Dia yang masih meronta didekapanku mencoba mebuka mulutnya untuk protes, tapi itu malah menjadi kesempatanku untuk memasukan lidahku kedalam mulutnya dan menjelajahi setiap rongga mulutnya.
Beberapa menit berikutnya aku melepaskan ciumanku kepadanya untuk memperoleh beberapa oksigen.
Aku merasakan dia terengah engah seperti orang yang baru saja lari.
Aku mendekatkan wajahku ketelinganya dan berkata
"Muka merahmu itu bagai tomat bagiku ... bagaimana hime, kau suka"
.
.
.
Dia dengan tiba-tiba melepaskan pelukanku dan menatapku dengan tajam.
PLAK
Tanpa ada persiapan akupun menerima tamparan darinya.
"Tidak puaskah kau kemarin sudah merebut ciuman pertamaku, dan sekarang kau melakukan ini padaku"
ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Dia langsung berdiri dan berlari meninggalkanku menuju pintu keluar. Tapi dengan cepat aku berlari menuju dirinya dan menahan tangannya untuk menghentikannya.
"Lepaskan aku" ucapnya datar dengan posisi masih membelakangiku. Aku langsung membalikan badannya dan menatapnya. Kulihat air mata sudah membasahi kedua pipinya.
"Cepat lepaskan aku !" bentaknya.
"Tidak, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ucapku
"Apa !" ucapnya dengan nada tak kalah besar dari yang tadi.
"..." aku hanya diam membisu.
"Apa !, jika tidak ada lepaskan aku !" ucapnya sambil melepas tanganku dan menuju pintu keluar.
"Aku ... " ucapku pelan yang menghentikan langkahnya.
Karena aku hanya diam diapun membuka pintu dan pergi dari sini meninggalkanku sendirian.
Aku yang melihatnya pergi dari sini hanya memasang raut wajah kecewa. Sedikit demi sedikit aku memundurkan tubuhku ke tembok dan terduduk disana.
"Aku
mencintaimu
hime"
.
.
"Oi Sasuke kau disini ?" tiba tiba suara sesorang mengagetkanku lalu pintupun terbuka. Sebelum pintu terbuka akupun berdiri dan memasang tampang datar.
"Ternyata kau benar disini" kata suara tadi yang ternyata adalah Suigetsu.
"Hn, ada apa ?"
"Tidak ada apa-apa, hanya iseng"
"Cih, minggir aku mau lewat" kataku sambil mendorong tubuh Suigetsu kesamping karena menghalangi jalanku.
"Tadi aku berpapasan dengan Hinata" kata-kata itu sukses menghentikan langkahku menuju pintu.
"Dia tadi menangis, apa itu karena kamu ?" tanya Suigetsu.
"Hn" hanya itu yang keluar dari mulutku lalu aku pergi dari sana.
HINATA POV
'Kenapa, kenapa hatiku ini ?' sambil berlari menuju kelasku dengan mata berair, aku masih menanyakan itu berkali-kali. 'Kenapa harus aku yang merasakan ini, aku mencintai Naruto tapi kenapa aku merasakan hal lain saat di dekat Sasuke'. Sesampainya di depan kelas aku langsung menyeka air mataku dan berjalan masuk dengan gelagat sewajar mungkin. Teman-temanku yang menyapaku hanya kubalas dengan senyuman, karena saat ini hanya itu yang bisa ku berikan meski dengan terpaksa. Sesampainya di tempat dudukku, aku langsung duduk dan berdiam diri.
KRING...
Bunyi bel berakhirnya jam pelajaran membahana di KHS, akupun langsung membereskan buku-bukuku lalu memasukkannya kedalam tasku, setelah semua beres akupun langsung berlari keluar sekolah.
Aku berlari secepat yang aku bisa, tak lupa aku meminta maaf pada orang orang yang tak sengaja aku senggol bahunya.
"Maaf"
"Maaf"
"Maaf"
Itulah kalimatku yang kugunakan saat melintasi koridor sekolah menuju pintu gerbang.
Di pintu gerbang, aku melihat Naruto yang sedang berdiri tegap menungguku, aku yang melihatnya langsung menghampirinya.
"Hah...hah...hah" suaraku yang sedang terengah-engah.
"Hinata-chan kau kenapa ?" tanyanya
"Tidak apa-apa Naruto-kun, tapi aku sedang terburu-buru, jadi sampai jumpa Naruto-kun jaa" akupun langsung meninggalkan Naruto sendirian disana, tapi saat ini yang aku pikirkan adalah pulang dan pulang itu saja.
Sesampainya di rumah akupun membuka pintu, dan tanpa mengucap salam aku langsung lari menuju kamarku.
Aku membuka kamarku dan langsung merebahkan tubuhku ke ranjang dan memakai selimut sampai menutupi kepalaku.
TOK TOK TOK
"Nee-san aku masuk ya"
CEKLEK
Aku mendengar pintu terbuka tapi aku tidak peduli dan tetap menutupi kepalaku dengan selimut.
"Nee-san kau kenapa ?" tanya seseorang yang memanggilku nee-san.
Aku pun membuka selimutku sebatas hidung.
"Hanabi-chan aku tidak apa-apa"
"Jangan bohong Nee-san, aku tau Nee-san seperti ini pasti ada masalah" ucap Hanabi sambil duduk di ranjangku.
"Kelihatan ya ?"
"Tentu saja, jika Nee-san tiba-tiba pulang dengan berlari dan tanpa mengucap salam, itu tandanya Nee-san sedang ada masalah" jelas Hanabi.
"Emang begitu ?"
"Tentu saja, ... Sekarang ada masalah apa ? Apa karena Naruto-nii ?"
Aku hanya menggeleng pelan.
"Lalu ?"
Dan akupun menceritakan kejadian tadi saat Sasuke menciumku.
"Apa berani sekali dia" ucap Hanabi emosi.
Aku hanya mengangguk mendengar perkataan Hanabi.
"Tapi Nee-san, apa dia tampan ?"
Aku hanya menggeleng.
"Apa ! sudah jelek mesum lagi !" ucap Hanabi marah
"Itu benar Hanabi, dia itu sudah jelek, gaya rambutnya aneh dan parahnya lagi dimesum !" ucapku semangat.
"Tenang saja Nee-san, jika dia menggangu Nee-san lagi maka dia akan berurusan dengan aku" ucap Hanabi berapi-api. Aku hanya menganguk mendengar ucapan Hanabi. Meski Hanabi masih kelas VIII, tapi kemampuan beladirinya tidak usah diragukan.
"Tapi Hanabi-chan, ada perasaan aneh saat aku didekatnya"
"Perasaan aneh, apa saat dia mencium Nee-san ?"
"Bukan"
"Lalu ?"
"Saat didekatnya jantungku sangat tidak beraturan, saat dia melihatku nafasku jadi sesak, dan saat di menyentuhku darahku seperti mendidih"
"Jangan-jangan Nee-san suka sama dia"
"Jangan sembarangan kamu Hanabi-chan, aku kan sudah punya Naruto-kun"
"Habis perasaan Nee-san seperti itu, tapi apa perasaan Nee-san seperti itu saat dengan Naruto-ni i?"
Aku hanya menganguk.
'Sebenarnya saat ada Naruto di sampingku aku merasakan perasaan-perasaan itu, tapi saat Sasuke hadir disana maka perasaan itu akan menjadi lebih dari biasanya.
Apa aku ...'
-tbc-
Ini dia lanjutannya, meski ada TYPO dan EYD yang belum benar, aku harap semuanya masih bisa menikmati.
Dan untuk alurnya aku buat sebisaku, maaf karena masih baru.
Serta aku ucapkan trima kasih untuk yang sudah mereview chapter sebelumnya, karena review yang anda berikan memacu semangat ku agar cepat-cepat updeat.
Jadi kali ini tolong reviewnya. . .
