"yoboseyo, chagi…aku sekarang di Seoul, mian aku baru menghubungi, itu karena…" sambungan telepon itu kemudian di interupsi oleh Ah Lea tanpa membiarkan Seungri menyelesaikan kalimatnya

"…aku mau bicara di apartment-mu nanti malam, bisa?" dingin, kalimat itu sarat rasa sesak dan bernada tidak menyenangkan
"ah, ne chagi…"

'klik

Jiyong yang baru keluar dari studio merasa aneh melihat maknae kesayangannya tertegun memandangi iPhone5 putihnya.

"hei, kenapa kau bengong saja hah?" tanya Jiyong sambil menggaet batang leher Seungri
"tadi aku menelpon yeojachingu-ku hyung tapi, sepertinya ada yang aneh…"
"hem, jangan-jangan kau menuruti larangan YG appa untuk tidak menghubungi orang-orang di Korea supaya kita bisa konsentrasi di Jepang ya, pasti selama kita di Jepang kau tidak pernah menghubunginya iya kan?"
"ya tentu hyung, aku kan anak penurut…" -,-
"kau pintar lah sedikit maknae," sambil mengatakan itu sang leader dengan seenaknya menoyor kepala dongsaeng kesayangannya yang sedikit pabo itu

"YG appa mana mungkin mengawasi kita 24 jam, Seunghyun hyung saja bisa menelepon yeoja nya.."
"benarkah hyung…? Ah, tapi sudahlah, semua sudah terjadi, toh sekarang aku sudah pulang, aku bisa menjelaskan semuanya pada dia" ujar Seungri polos sambil mengusap-usap kepalanya yang menjadi korban toyoran hyungnya itu
"Ji hyung, TOP hyung, Bae hyung, maknae…..!" teriak seorang pemuda berambut blonde terang sambil lari terburu-buru
"yaaa, tidak biasanya kau berisik seperti ini Daesungie…" lirih Seunghyun diikuti seruan Taeyang yang penasaran
"sebenarnya ada apa….?" Sergah Taeyang sambil melerai Boss dan Gaho yang sedang berebutan bantal berbentuk tulang. Dua anak anjing itu sepertinya terlalu senang ketika akhirnya mereka bisa bertemu sampai-sampai menjadi over excited, tidak bisa diam.
"ini, tadi aku menelepon nuna ku, dan dia menyuruhku membaca artikel ini…" jelas Daesung sambil menunjuk-nunjuk iPad nya
"coba lihat.." ujar Jiyong sambil meraih iPad Daesung
"hah..mwooo…!"

'maknae BIGBANG dan maknae 2NE1 berkencan….!'

"ini sudah terjadi berminggu-minggu yang lalu, karena hubungan kita dengan orang-orang di Korea terputus, jadi kita tidak mengetahuinya" tambah Dae
"mwo, hey maknae apa-apaan ini, lihat bahkan ada fotonya" kaget Taeyang
"ah, ini, mungkin, ini…." Ujar Seungri terbata-bata
"hei, sebenarnya apa yang terjadi Seungri..?" Tanya Seunghyun dengan suara beratnya sambil memandang tajam Seungri
"mungkin ini saat aku dan Minzy mabuk…"
"bagaimana bisa…?" seru Jiyong
"saat itu aku sedang mendengarkan Minzy yang curhat tentang namjachingu-nya, lalu karena kesal, dia mabuk dan memaksaku minum, karena kami berdua mabuk, jadi kami berjalan-jalan di Tokyo. Tidak disangka ada paparazzi disana…"
"dasar maknae babo, seharusnya kau lebih berhati-hati!" ujar Seunghyun sambil memukul kepala Seungri
"aduh, appo hyung" ringis Seungri. Poor maknae, dalam beberapa waktu saja, kepalanya sudah terkena beberapa kali 'sentuhan sayang' dari hyung-hyung nya.

.

.

.

(Seungri's apartment)

"…kurasa, kita harus berpisah…" ujar Ah Lea dengan berat hati
"tapi, aku sudah menjelaskan semuanya padamu kan" ujar Seungri
"lalu, aku harus selalu menerimanya, menerima kau yang tidak menghubungi ku, kau yang bermesraan dan berciuman dengan yeoja-yeoja cantik, kau yang selalu dikelilingi model-model sexy, walau itu untuk MV, pemotretan dan sebagainya, apa aku harus menerimanya, menerima begitu saja..haa?" keluh Ah Lea meledak-ledak dengan mata yang sudah basah
"aku mohon chagi…tolong jangan lakukan ini padaku…" ujar Seungri bingung

'tes

"hem…chagi, apa kau sudah tidak mencintaiku..?" Tanya Seungri
"e…aku…aku," jawab Ah Lea terbata-bata "aku, lelah…lelah memikirkanmu, menghawatirkanmu…setiap saat,"
"mianhae dan gomawoyo, karena telah mengisi hatiku…selamat tinggal…" ujar Ah Lea sambil keluar dari apartment Seungri. Ia hanya mengunjungi pintu depan apartment Seungri dan langsung pergi keluar lagi bahkan belum sempat dia duduk di sofa, yang biasanya sambil membersihkan apartment Seungri yang hampir tak pernah dikunjungi pemiliknya itu.

.

.

.

(at BIGBANG's dorm)

"hei Jiyong, kau tau apa yg terjadi dengan Seungri? Masa dia menolak ajakanku menonton yadong, aneh sekali kan" (dasar tabi T_T)
"oh itu mungkin karena yeojachingu-nya hyung, itu loh karena skandal dengan Minzy itu"
"tapi mereka sudah interview untuk meng-clear kan masalah itu kan.." ujar Seunghyun sambil melahap donat kesukaannya
"aih hyung, masalah memang sudah selesai, tapi tetap saja kan pernah terjadi masalah, itu pasti membekas dihati yeojachingu-nya" jelas GD
"oh begitu, sepertinya kita harus bertindak ya Jiyong, kan gawat kalo aku tidak punya teman nonton yadong lagi…" -_-'

.

.

.

"….jadi begitu, rumit juga ya, memang tidak gampang menjadi yeojachingu public figure seperti kita" ujar Jiyong setelah mendengar cerita dari Seungri yang kelihatan lesu
"tapi, apa dia sudah tidak mencintaimu lagi hah?" Tanya Seunghyun, menyelidik
"em, aku juga tidak tau hyung, saat aku bertanya seperti itu, dia tidak menjawabnya"
"nah..itu dia! kajja Jiyong, kita segera membujuk yeoja itu.." seraya mengatakan itu, Seunghyun melesat menuju parkiran

"hah, kenapa Seunghyun hyung semangat sekali..?" Tanya Seungri bingung
"dia, punya tujuan lain…" ujar GD sambil berlari mengikuti TOP -,-

.

.

.

(at Café)

"annyeong Ah Lea-ssi, mianhae kami tiba-tiba mengajakmu bertemu" ujar Seunghyun membuka pertemuan mendadak mereka di sore itu
"ah aniyo, gwenchana"
"apa kau sakit?, kenapa kau gelisah, dan keringat dingin seperti itu Ah Lea-ssi? Ujar Jiyong penasaran sambil menatap Ah Lea lekat-lekat
"tidak, aku baik-baik saja" jawab Ah Lea sambil menyeruput kopinya. Canggung.

'yaaa, bagaimana aku bisa baik-baik saja…aku sekarang sedang berbicara dengan dua orang raper karismatik, harta nasional Korea…walau aku pacaran dengan Seungri, tapi ini pertama kalinya aku bertemu mereka secara empat mata begini, oh God please help me…!" ujar Ah Lea dalam hati.

"kita to the point saja ya, pasti kau tau maksud kami menemui mu kan,"

"kasihan Seungri dia selalu terlihat lesu dan tidak semangat, apa kau tidak bisa memaafkannya?" tanya Seunghyun

Ah Lea yang sepertinya sadar kemana arah pembicaraan ini pun kegugupannya teralihkan oleh kalimat yang dikeluarkan dari kitten mouth namja bersuara serak itu
"mian Seunghyun-ssi, ini bukan masalah aku memaafkan dia atau tidak. Tapi aku sudah terlalu lelah"

"hm, begini, kau pasti sudah melihat MV 'Blue' kan, saat si maknae bernyanyi di opening,"

'the winter had passed and the spring has come…I was born and I met you, and I love you to death..'

"itu untukmu Ah Lea, dia sangat senang karena bisa menyelesaikan pembuatan album dan bisa segera bertemu denganmu," terang Jiyong "dia juga sering curhat tentangmu, kau tau kan dia ember, tapi masalah hatinya, dia sulit untuk memberitahukannya kepada orang lain, dan curhatannya itu sering menjadi inspirasiku dalam menulis lirik, tentu saja 'Blue' salah satunya" lanjut Jiyong

Merasa batasnya sebagai seorang hyung untuk ikut campur dalam masalah dongsaeng-nya sudah cukup terpenuhi, Seunghyun hendak mengakhiri 'pencerahan' singkat sok tahu-nya bersama Jiyong di sore itu.
"baik, sepertinya cukup sampai disini saja dulu pertemuan kita…pikirkanlah baik-baik…sampai jumpa Ah Lea-ah, senang bertemu denganmu"

Ah Lea, dia terlihat menerawang, memandangi tangannya yang tergeletak lemah dipangkuannya.

"hei Jiyong, sepertinya kita berhasil!" ujar Seunghyun sambil menuju parkiran
"tentu saja hyung, untuk apa aku pintar menulis lirik, kalau tidak pintar berkata-kata juga kan" jawab GD disertai smirk dan winkeu isengnya

.

.

.

(at taman kota)

Berbagai pikiran berkecamuk dikepala Ah Lea, tentu saja itu tidak aneh, setiap manusia yang hidup pasti punya masalah. Tapi, tidak seperti Ah Lea sekarang, tumpukan masalahnya sudah tidak bisa terbendung lagi, seolah gunung berapi yang tak kuasa menahan lahar panasnya untuk keluar.

Namun entah mengapa, kelakarnya Seungri, senyuman jailnya, sms-sms gombal menjijikannya, sikap manjanya dan kulit putih pucatnya yang lebih putih dari Ah Lea kini terus terbayang-bayang seperti dvd player rusak menampilkan film yang terus berputar dikepalanya, tidak bisa berhenti.

Ditengah suasana senyap malam di taman kota Seoul, sungguh ironis, seseorang yang sedari tadi bersama Ah Lea malah terus memenuhi pikirannya dengan seseorang yang padahal dipikirannya sedang dipenuhi oleh bayang-bayang orang lain, walau kini tangannya tengah digenggam olehnya. Ya, Kim Soo Hyun, dia tidak bisa lagi menahan perasaanya terhadap gadis manis yang memikatnya justru karena kejudesan dan sifat nya yang mudah tersinggung, menarik, pikirnya. Tiba-tiba saja Soo Hyun yang sedari tadi memandangi Ah Lea mendekatkan bibirnya ke bibir Ah Lea sambil mendesah,

"Ah Lea…."

"a..,aniyo…aniyo Soo Hyun," ujar Ah Lea kaget seolah baru menyadari sedari tadi dia sedang bersama Soo Hyun. Reflek, dia melepas genggaman tangan Soo Hyun sambil mendorong dada Soo Hyun yang sangat dekat dengannya, dia bergumam lemah "mian, ternyata aku tidak bisa mengingkari hatiku sendiri"
"begitukah…hem…" sakit, tindakan reflek Ah Lea tadi sangat menyakiti hati Soo Hyun, dia gagal, telak.
"yasudahlah kau sudah menolakku, mau bagaimana lagi, aku mau tidak mau harus menerimanya. Bagaimanapun juga, aku kan yang sudah berniat merusak hubungan orang lain, ini salah…"
"ani, bukan begitu Soo Hyun, kau orang yang baik tapi…" ujar Ah Lea yang kemudian buru-buru dipotong oleh Soo Hyun
"ara, ara…sudahlah, cepat dapatkanlah kembali hatimu" ujar Soo Hyun sambil tersenyum kecewa. Dia menggerak-gerakkan tangannya, mengibas, seraya menyuruh Ah Lea pergi dari sana.

'Matanya, sudah tidak menatapku lagi, walau secara kasat mata dia sedang memandangku, tapi dimatanya ada orang lain yang tidak bisa kutembus. Sudahlah, aku tidak akan berhasil'

.

.

.

"ah, Seungri kenapa kau ada didepan rumahku?" ujar Ah Lea bingung. Lelaki yang terus saja tidak bisa enyah dari pikirannya kini menemuinya tiba-tiba, di malam dingin bersalju, sedingin hati keduanya.
"kita harus bicara chagi aku benar-benar tidak kuat lagi.."

(Seungri's apartment)

"apanya yang tidak kuat lagi sayang…?" ujar Ah Lea sambil mengerlingkan matanya, setelah dengan memantapkan hatinya memasuki apartment Seungri sampai dalam, sampai duduk di sofa nyamannya.
"sayang..? Kau memanggilku sayang?" Seungri seakan tak bisa berkata-kata lagi, bebannya serasa enyah begitu saja, walau masih diliputi rasa bingung
"nde, aku sadar, aku tak bisa kalau begini terus tanpamu,"
"aku berjanji tidak akan mengeluh lagi, aku akan berusaha bersabar menerima semuanya, kelelahanku yang menghawatirkamu tertutupi dengan sempurna oleh rasa cintaku padamu…sarangheyo chagisarangheyo"
"jinjayo? Jeongmal? huwa, syukurlah chagi dan aku juga, aku berjanji akan menjaga tingkahku supaya kau tidak sakit hati lagi chaginado sarangheyo chagiya" ujar Seungri sambil merengkuh Ah Lea erat, dia yang kini over excited sambil terisak-isak itu, awalnya tak tahu lagi bagaimana cara membujuk yeoja manisnya yang sudah sangat dirindukannya. Ah dasar panda manja.

.

.

.

(YG Family di Variety Show SBS Strong Heart)

"nah maknae Seungri, pasti sangat melelahkan ya, mempromosikan album baru BIGBANG dan film baru mu," tanya MC Lee Seung Gi
"ya, tentu, tapi aku punya cadangan kekuatan, setiap memikirkan dia, aku pasti langsung semangat kembali" ujar Seungri mantap yang disambut sorakan penonton
"ya, dia adalah yeojachingu ku, Park Ah Lea, dia bukan artis, dia hanya seorang yang mengisi ruang di hatiku sekarang dan selamanya…"
"waaaa…" seru penonton terkejut, bukan hanya penonton yang terkejut tapi semua member 'YG Family' terutama Jiyong & Seunghyun
"hei, maknae babo, kau bisa dimaki habis-habisan oleh YG appa" ujar Jiyong khawatir
"gwanechana hyung, aku mau jadi anak nakal sekali saja, demi yeoja-ku tersayang…" :)

FIN

Terima kasih banyak yang udah mau baca m(_ _)m dan semoga yang comment dapet pahala karena nyenengin saya hahahaha…please tell me what is right and what is wrong! see you on next story. Let's be a friend!

ini buat -tabiyummy- yang gatau bakal baca atau nggak hehe, tapi tetep aku mau balas. Terima kasih udah mau review yaaaa, iya Noh kee itu sahabatnya Ah Lea dia cuma OC kok, maaf kekurang bisaan saya menggambarkan itu yaaa. Wua seneng kalo kamu suka endingnya, emang sengaja aku buat 'sok' sweet bgt kaya gitu hoho. hem, Hebenernya bukan karena appa-nim aja sih tapi si seungrinya juga yang terlalu polos hahahah.
Request? aduh miaaaaan ide aku tuh datengnya angot2an banget, bikin satu fic ini aja susah banget, semoga nanti 'suatu saat' bisa bikin ff yg cast nya si delicious tabi ya hahahah...jeongmal gomawoyo xoxoxo