SWORD LOVE

"Meets"

Pair: 2min

Genre: YAOI, Romace, Action

Seoul 2014

Seorang namja tengah berdiri dihadapan cermin, mematut dirinya sambil merapikan kembali seragam sekolahnya.

Tap…tap…tap…

"Yang mulia mobil anda sudah siap" kata seorang pelayan paruh baya dengan setelan tuxedonya.

Hening,tak ada jawaban, namja tampan itu tengah sibuk dengan sepatunya.

"Bawakan task u yunsik" suara bas namja itu memecah keheningan.

"Baik pangeran Choi" jawab lelaki paruh baya yang di panggil yunsik itu.

Namja tampan itu berjalan mendahului pelayan pribadinya. Ia berjalan dengan elegan, menampakkan tubuh tegapnya

"Minho!"

Merasa namanya dipanggil, namja tampan itu membalikkan tubuhnya. Mendapati seorang yeoja cantik tengah tersenyum padanya.

"Eomma!"

Yeoja itu mendekati minho. Dan merapikan dasi minho yang ia kira belum terlalu rapi.

"Bisakah kita sarapan bersama, eomma ingin berbicara sesuatu pada mu!"

"Jika ingin berbicara tentang pendamping ku, lebih baik eomma menunggu seteelah akululus saja!" jawab Minho dingin.

"Ya! Kenapa kau dingin sekali pada eomma, eomma tidak akan mengungkit-ungkit soalitu jika kau tak suka!"

"lalu?"tanya Minho menggantumg.

"Aishh...anak ini, kajja kita makan dulu"

yeoja itu menarik Minho ke ruangmakan yang sudah tersedia berbagai makanan di meja.

Minho duduk disebrang eommanya. Pelayan yang berada dikanan dan kirinya sudah mulai melayani dirinya dan eommanya.

"Eomma ingin menambahkan satu pengawal lagi untuk mu Minho!" kata eomma Minho to the point.

"Untuk apa? Apa aku belum cukup besaruntuk menjaga diri ku sendiri?" jawab minho sambil menyuapkan steak ke dalam mulutnya.

"Hanya untuk berjaga-jaga saja?"

"Apa Appa yang menyuruh?" Minho menatap horor eommanya.

"Tidak, sebenarnya eomma juga menginginkanya!"

"Kalau begitu untuk eomma saja!"minho melanjutkan makannya setelah sebelumnya terhenti.

"Eomma tidak pernah keluar, untuk apa eomma menari pengawal, ayolah~ pangeran eomma yang tampan, kau tidak mau membuat eomma mu yang cantik ini mati gara-gara mencemaskan mu kan." Mohon eomma Minho memasang tampang semenyedihkan mungkin di hadapan anak semata wayangnya ini.

Minho menghela nafas, eommanya memang selalu berlebihan.

"nugu?" tanya minho kemudian.

Merasa mendapatkan sinyal bagus,eomma Minho langsung mengembangkan senyumnya yang membuat wajahnya meronamanis.

"Dia adalah murid salah satu pelatihkendo terkenal di Yokohama, murid Mr. Kagaya"

####################

Prangg...pranngggg...

Sraaakkkk...

Hoshh...hosh...

"Cukup!" seru seorang namja paruh baya, memberi perintah pada dua namja yang tengah beradu pedang dihadapannya.

Namja cantik yang mendapat seruan itu kemudian memasukkan pedang yang ia pegang kedalam sarungnya. Membawa pedang itu ketepi lapangan. Namja cantik itu mendudukkan dirinya di sebuah bangku kayu,meraih botol minuman, dan meneguk air yang ada dalam botol itu, menghilangkan dahaga karna terlalu semangat berlatih.

"Bisa kau ikut ke kantor ku" seruseorang namja paruh baya.

Namja cantik itu berdiri menghadap namja paruh baya itu.

"Baik Sensei!" seru namja itu, kemudian mengikuti langkah namja paruh baya itu.

Sensei room

"Ada perlu apa sensei?" tanya namja cantik itu.

"Lee Taemin! Kau akan ku kembalikan ke negara asal mu!" seru namja paruh baya itu, membuat murid di hadapannya itu terkejut dengan pernyataanya.

"A...apa?" namja bernama Taemin ituseolah tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.

"apa salah saya sensei? Apa saya melakukan sebuah kesalahan?" tanya namja itu panik.

Namja paruh baya yang ia panggil sensei itu malah terkekeh, seperti menertawakan kekhawatirannya.

"Tenanglah taemin, kau tidak melakukan kesalahan apapun."

"La...lalu?" namja cantik itu semakin tidak mengerti.

"Kau akan dikirim ke Korea sebagai pengawal Raja sekarang."

####################

Seorang namja cantik tengah berjalan dengan menyeret sebuah koper besar. Ia memasuki kawasan elit di seoul, tepatnya gedung istana korea. Bukan tempat presiden, tapi tempat keluarga kerajaan korea yang masih tersisa.

Namja cantik itu memencet bel depan gerbang nan megah itu.

"nugu?" tanya suara di salah satu speaker bel itu.

"Aku murid Mr. Kagaya dari Yokohama, Lee Taemin."

Hening, belum ada jawaban namun beberapa detik kemudian, gerbang besar nan megah itu terbuka, menampakkan sebuah jalan yang cukup besar, menuju ke sebuah bangunan megah dengan aksen eropa khas kerajaan modern.

Taemin hampir tak bisa menutup mulutnya ketika melihat bangunan itu. Hanya rasa kekaguman yang ada dalam benaknya saat ini.

Sebuah mobil verari tua klasik menghampri dirinya. Seorang namja paruh bya keluar dari kursi belakang, ia menghampiri Taemin, menunduk hormat pada Taemin, yang tentu saja dibalas bungkukan tubuh taemin.

"Anda Lee Taemin?" tanya namja paruh baya itu sopa.

"n..ne, saya Lee Taemin!"

"Kalau begitu silahkan masuk!" seru namja paruh baya itu membukakan pintu mobil untuk Taemin.

"ne, ghamsahamnida!"

Taemin kemudian masuk kedalam mobil itu, kopernya telah disambar oleh namja paruh baya tadi. Mobil itu kemudian melaju. Anehnya mobil itu tak memasuki area gedung besar tadi, melainkan memutarinya, dan menuju belakang gedung mewah itu. Disana berdiri bangunan lain yang tak kalah mewah memamang, dan mobil itu berhenti tepat dihadapan bangunan itu.

"Mari!" pintu mobil terbuka danTaemin pun turun dari mobil itu.

"ini adalah paviliun pangeran, paviliun ini memang di bedakan dengan paviliun yang mulia raja, untuk menjaga privasi."Jelas namja paruh baya tadi.

Taemin hanya mengangguk paham. Kemudian mereka melangkah memasuki bangunan itu. Namja paruh baya yang ternyata bernama Kim Yunsik itu menunjukkan dimana Kamar Taemin.

"kamar anda tepat disebelah pangeran, karna anda adalah pengawal pangeran, jadi jika ada apa-apa dengan pangeran anda bisa langsung memberikan pertololongan pertama." Jelas Yunsik lagi.

"Ah... ne arraseumnida!"

"Anda boleh beristirahat sebentar, setelah ini akan ku perkenalkan anda pada pangeran Choi!" kata Yunsik sebelum ia pergi meninggalkan Taemin yang mulai berjalan memasuki kamarnya.

####################

Taemin tengah mengikuti langkah Yunsik yang berada di depannya, ia akan menemui pangeran yang tengah berlatih kendo di ruang latihan.

Mereka telah sampai didepan pintu gerbang yang Taemin yakini sebagai tempat latihan kendo pangeran.

Cklekkk... greeekkkkk...

Pintu besar itu terbuka, menampakkan lapangan luas beralaskan lantai kayu. Kembali Yunsik melangkah dan Taemin mengikutinya. Ia berhenti dihadapan seorang namja yang tengah membalut lengannya dengan sebuah kain putih. Di sebelahnya terduduk seorang namja yang tengah mengenakan seragam sekolah.

"Yang Mulia, dia Lee Taemin, pengawal baru anda!" jelas Yunsik.

Taemin menunduk hormat pda namja dihadapannya.

"J...Jeoneun Lee Taemin Hamnida cheon-ah" kata Taemin sopan.

Pangeran itu terlihat mengamati Taemin dari atas sampai bawah. Pangeran itu melangkah maju ia mengambil dua pedang kendo di sampingnya, dan melangkah ke hadapan Taemin.

"Angkat kepala mu!" seru pangeranitu.

Ketika Taemin menegakkan badannya ialangsung mendapat lemparan pedang dari pangeran itu. Dan untung Taemin memiliki reflek yang bagus, sehingga ia bisa menagkap pedang itu dengan sigap.

"Lawan aku!"

.

.

.

.

.

Tbc...