Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuHina, SasuShion
Rating : T/M
Genre : Mysteri, Hurt/Comfort, Romance, Fantasy,Drama
Warning : GAJE, GARING, segala macam kesalahan mohon dimaafkan..HOHOHO \(^o^)/
Oh...yokatta desu ne~~ akhirnya nyampe ch.3 XDD
Minna, wondergrave benar-benar butuh dukungan!
Pairingnya sasuhina, dan sasushion, tapi...di ch.3 ini banyak'an sasushion nya #sebenarnya dari kemaren juga sasushion, HOHOHO~~
Enjoy minna, kita lihat gimana aksi sasuke yang arogan menghadapi shion yang tidak kalah arogan juga XXD~~~
THE BELL BESIDE YOU
CHAPTER 3 : SERIOUSLY ?
FLASHBACK ON
Sasuke menatap tsunade tajam dan serius sedang tsunade menatap sasuke tidak kalah tajam dan juga sesaat dia kemudian mengernyit heran.
"apa kau bercanda?"
"ne, sasuke-kun...padahal hinata itu baik, kenapa kau menganggap hal yang aneh-aneh" ujar seorang wanita yang berada tidak jauh dari tsunade yang sedang kaget sambil membawa beberapa dokomen-dokumen dan gulungan-gulungan, didepannya ada ton-ton sang babi yang setia terus menemaninya.
"kau bisa melihatnya dibawah sana, dia menuju kesini juga" ujar sasuke datar sambil menunjuk luar jendela kantor hokage. Tsunade menoleh mengisyaratkan kepada sizune untuk melihatnya, sizune mengangguk dan melihat keluar jendela, ekspresi sizune sangat-sangat-sangat KAGET, lalu ia menoleh kearah Tsunade dan meng-angguk anggukkan kepalanya.
"sudah kukatakan, dia bukan Hinata" sasuke menambahkan
"kalau itu memang bukan hinata, jadi siapa?"
"wanita itu memiliki cakra seperti para dewan api, dan juga memiliki sedikit-sedikit cakra byakugan, cakra yang dimilikinya benar-benar beda dari yang dimiliki hinata.—" sasuke menjeda kalimatnya lalu menarik nafas panjang.
"—dan juga dia melihat apa yang tidak bisa kita lihat." Lanjutnya
"apa kau berbicara omong kosong sasuke?"
"a—ano tsunade-sama, hinata menjerit-jerit tak karuan tadi, dan juga—pakaiannya aneh" tsunade menatap sizune lalu balik menatap sasuke.
"dia bisa melihat arwah maksudmu? Apakah kau yakin sasuke? Terakhir aku melihatnya kemarin, dia baik-baik saja. Normal-normal saja, dia tidak bisa melihat arwah atau semacamnya roh seperti itu."
"Tch—kau tidak percaya? Kita lihat saja, bagaimana dia menjerit-jerit ketika memasuki kantor hokage ini. Ada gosip mengatakan ada hantu mengerikan menunggu kantor hokage ini" sasuke tersenyum menyeringai kearah tsunade, tsunade kaget sedang sizune mengerjap-ngerjapkan matanya tidak percaya.
"Daerah demons memiliki pendeta yang memiliki kekuatan yang aneh-aneh seperti melihat hantu, melihat masa depan...—jangan kau maksudkan hinata kerasukan salah satu dari mereka?"
Sasuke mengangkat kedua bahunya, "demons? Tapi cakranya mirip dewan api"
"sizune! Cepat beri aku gulungan informasi tentang daerah demons dan juga laporan misi terakhir naruto di daerah demons, beri aku informasi selengkap-lengkapnya"
"ha'i tsunade-sama" sizune menjawab mantap lalu segera keluar ruangan tsunade.
"sepertinya kau akan mendapat kerepotan lagi sasuke—"
"Tch—menyusahkan"
tok tok tok
"masuklah" ujar tsunade, shion membuka pintu dan masuk keruangan tersebut. Shion sempat terkaget karena ia melihat si pria onyx itu lagi, pria tersebut menatap shion tajam, dari gerakan matanya, shion merasa bahwa ia diperhatikan dari atas ke bawah lagi lalu ia menyeringai mengejek kearahnya, shion mendengus, lalu ia mengalihkan pandangannya kearah seorang wanita yang tatapannya tak kalah tajam juga dari tadi.
"pas sekali, hyuuga hinata juga berada disini"
FLASHBACK OFF
Kao wo awashitara kenka shite bakari
Sore mo ii omoide datta !
Kimi ga oshiete kuretan da Mou kowaku nai
Donna fujiyuu demo shiawase wa tsukameru !
Dakara !
#ada jeda, shion menarik nafas dalam dalam
Hitori demo yuku yo Tatoe tsurakute mo Kimi to mita yume wa Kanarazu motteku yo
Kimi to ga yokatta Hoka no dare mo demo nai Demo mezameta asa Kimi wa inain da ne!
(angel beats – ichiban no takaramono)
"HOY! DIAMLAH... berisik sekali" sasuke melempar shion dengan sebuah kerikil sehingga membuat shion menoleh kearahnya lalu menatapnya kesal.
"hu! Emang apa salahnya nyanyi, ya gak one-channn?" shion menatap suatu 'MAKHLUK' disampingnya sehingga membuat sasuke menganga tak percaya.
Shion kembali menatap sasuke sinis dan sesekali terkekek, 'dia menghinaku' batin sasuke, lalu dengan geramnya, sasuke mengambil kerikil lagi dan melemparnya kearah shion.
"aaa-itai!..."
"kau menghinaku ya?" sasuke berjalan tegap penuh arogansi lalu mendekati shion dan menatapnya penuh KETAJAMAN, SETAJAM SILET! Shion bisa menebak apa yang ada ditatapan sasuke sekarang 'aku akan membunuhmu'
Shion berdehem dan membalas tatapan sasuke penuh keangkuhan.
"Nani? Nani? Heee? Mau membunuhku? Silahkan saja! Kau tau, one-chan berkata kepadaku bahwa—" shion mendekati sasuke dan berbisik kepadanya "—kau tidak asyik"
Sasuke menatap shion dengan datar seperti biasanya, lalu dia melipat tangannya didepan dadanya, dan pelan-pelan mendekatkan wajahnya ke wajah shion sehingga membuat shion mundur menjauh dari sasuke.
Shion merasa malu, tapi ia berusaha menyembunyikan rasa malunya tersebut dengan melengos. 'tahan shion..tahan'
Sasuke mengangkat tangan kanannya lalu menjitak jidat shion.
"—ouch!"
"heh.. jangan menutup rasa malumu dengan kearogansianmu itu" sasuke menatap shion dengan tatapan mengejek lalu berlalu dengan santainya. Shion menatap sasuke kesal dan mengambil kerikil yang berada didekatnya lalu...PATS! dia melempar sasuke namun sayangnya, sasuke bisa menangkap kerikil tersebut. Sasuke menyeringai kearah shion lalu menatap meremehkan.
"kau tidak tau ya, aku seorang ninja sensor, dan mempunyai ini?—"
Sasuke mengeluarkan sharingannya lalu melanjutkan kalimatnya "—lebih hebat dari byakugan milik hinata yang kau pinjam tubuhnya."
Shion memiringkan kepalanya lalu mendekati sasuke.
"ne—pria onyx, aku tidak tertarik sama sekali dengan dunia ninja—"
Shion menarik nafas panjang lalu menghembuskannya "—aku tertarik dengan badanmu yang bisa mengusir hantu." Shion tersenyum jahil sambil menyentuh dada bidang sasuke, sasuke terenyak lalu menepis sentuhan shion.
"sepertinya dari kemarin kau selalu memperhatikan tubuhku ya?—" sasuke mendekati shion lalu menyentuh kedua bahu shion. "—kau benar-benar ingin melakukan itu?" seringaian sasuke berubah menjadi seringaian mesum lalu ketika ia ingin mendekap shion lebih dekat, shion menepis tangan sasuke.
"eitss...matte !"
Sasuke mengernyit aneh lalu melepaskan tangannya dari bahu shion.
"kau tidak boleh sembarangan menyentuhku!"
"ha?"
"pria onyx...jika kau mendekapku –atau memelukku, hinata yang asli akan datang dan aku tidak bisa memasuki tubuhnya, wakarimashita?"shion memperingati sasuke dengan nada menggurui lalu dia mengangkat 1 jarinya dan dihadapkan pas diwajah sasuke.
"peraturan pertama ketika menjalankan misi denganku,,,'JANGAN BERANI MENYENTUHKU SECARA BERLEBIHAN' termasuk mencium, mendekap, memeluk, atau hal-hal lainnya, karena aku tidak tau bagaimana kau akan menjelaskan kepada hinata nanti. Khukhukhu"
Sasuke menepis tangan shion yang ada di didepan wajahnya lalu balik menatap shion, shion bisa melihat sasuke menaikkan salah satu alisnya dan mengernyit aneh.
"kau GE-ER sekali ya?" sasuke menyeringai melihat ekspresi shion yang melongo dengan huruf 'O' lalu kembali berjalan, muka shion merah menahan amarah.
"nappeun NOM !" ujar shion menjerit kearah sasuke sehingga membuat sasuke menghentikan jalannya dan kembali menatap shion, sasuke benar-benar pusing sekarang 'bahasa apalagi yang ia gunakan' batin sasuke menebak-nebak 'apa bahasa hantu?' sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya.
"mau tau apa artinya? Artinya 'brengsek'. Well—itu adalah bahasa korea, kemaren aku melihat hantu korea disekitar hutan, dia mengajariku bahasa itu 'N.A.P.P.E.U.N.N.O.M'"
"Tch—terserah kau saja! Cepatlah, aku tak tahan ingin menyelesaikan misi terkutuk bersama ROH pengambil JIWA sepertimu. Kau tau? Daerah demons sangat jauh dari konoha, jika dengan berjalan kaki seperti sekarang, kau bisa sampai disana 2 hari tapi dengan syarat 'BERJALAN CEPAT', berhubung aku malas berurusan dengan sigadis hyuuga, aku tak bisa menggunakan cara ninja yang hanya memakan waktu 3 jam sampai kesana. CEPATLAH" ujar sasuke tanpa menghiraukan atau mengindahkan sedikit perkataan Shion, keinginan sasuke saat ini adalah dia benar-benar ingin pergi dari wanita gila ini.
"ne, pria onyx..."
"sshhhhhh...APA LAGI!" sasuke kembali menoleh kearah shion yang menarik lengan bajunya dengan kesal.
"selama menuju ke daerah demons, bantu aku melakukan 10 kebajikan"
"ha? Apalagi sekarang?!" sasuke mengacak-acak rambutnya yang sudah pusing dan kesal—BENAR BENAR KESAL.
"aku ingin membebaskan seseorang yang kucintai—" pandangan shion berubah menjadi lirih dan tenang, sehingga membuat sasuke mengerjap-ngerjapkan matanya bingung.
"—aku, akan melaksanakan 10 kebajikan yang tersisa selama 400 tahun yang lalu, aku—harus menolong seseorang yang berhubungan dengan supernatural."
"ha? Jadi kau, lebih tua –dari aku? Err...umurmu..400 tahun?"
"euhmmm...entahlah. mungkin saja! HAHAHAHAHAHA"
Shion tertawa terpingkal-pingkal sehingga membuat sasuke lebih il-feel kepadanya, dia mendekati shion lalu kembali berbisik "Gila..."
Setelah itu, sasuke menghilang dari depan shion dan ia melesat dengan cepat, sampai berjarak 3 METER dari shion, shion melongo kembali lalu dia lari dengan cepat mengejar SASUKE YANG BERJARAK 3 METER dihadapannya.
"MATTTTTTTEEEEEEEEEEEEEEE KUUUUDDAAAASSSSAAAAAAAIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!"
Tsunade kembali membolak-balikkan dokumen yang ada ditangannya sambil menatap bingung, dahinya sudah berkerut, ia pun menutup dokumen tersebut dan membanting meja, sehingga membuat sizune benar-benar kaget.
"tsunade-sama, ada apa?"
"benar-benar tak bisa dipercaya, walau sharingan tidak bisa mendeteksi keberadaan hantu atau makhluk halus lainnya, instingnya tidak—"
Ada jeda, lalu tsunade menghembuskan nafasnya berat "—pernah salah"
"hhaaaaahhh? Ja..jadi...hi..hinata-sama su...sudah di..di..ra..rasuki?"
"ya, dilaporan dikatakan, selang beberapa waktu kemudian, setelah misi naruto selesai, Shion meninggal dan...misteri kematiannya agak janggal—"
Tsunade benar-benar penasaran, apa yang sebenarnya terjadi di daerah demons, apa mau arwah shion memasuki jiwa hinata, apa hubungannya dengan sasuke.
Sedang sizune hanya menatap tsunade dengan tatapan yang benar-benar bingung dan sesekali dia berpikir.
Malam telah tiba, hutan semakin gelap dan berkabut, sedang sasuke dan shion belum ada disetengah bahkan seperempat perjalanan. Bahkan mereka belum melewati satu desa pun.
Hal ini karena ulah Shion yang sedari tadi diganggu hantu dan berjalan sangat lambat, belum lagi celotehannya yang benar-benar tak berguna 'Urusai'.
"pria onyx! Kenapa kita belum sampai dari tadi. Hayaii! Ada seorang nenek yang menyeramkan menggangguku sekarang, dia minta tolong, beliin bedak."
"suruh dia kabur..BA-KA"
"nenek itu berkata bahwa desa masih jauh."
Sasuke menatap tajam kearah shion sehingga membuat shion terdiam lalu menggenggam kedua tangannya dibelakang.
"cepatlah! Kalau perlu kita tak usah istirahat!"
"haaaahhhh...tak masalah bagiku tidak istirahat seminggupun, apa gunanya coba? Aku juga Roh, yang tak butuh istirahat. Tapi, apa kau tidak kasihan dengan tubuh calon istrimu?"
Sasuke kembali menatap shion dengan deathglare-nya lalu ia mendekati shion, shion mundur menjauh dari sasuke.
"nande? Apa aku salah sebut?" sasuke tidak menanggapi pertanyaan shion dan langsung menggenggam tangannya.
"jangan berbicara dengan hantu-hantu itu lagi—" sasuke menunjuk telinganya "—telingaku udah panas gara-gara kau! Cepat berjalan!"
Shion hanya menampilkan huruf 'O' lalu mengikuti sasuke yang menyeret tangannya.
"arigatoo.. pria onyx, si nenek dan hantu-hantu lainnya udah pergi. Aku merasa nyaman" shion tersenyum dalam genggaman sasuke. 'benar-benar nyaman'
"hn" sasuke hanya menjawab dengan dua huruf ambigu tersebut dan makin menyeret shion cepat.
Kerlap-kerlip lampu sudah mulai terlihat dari kejauhan, wajah shion berubah menjadi sumringah lalu melepaskan genggaman sasuke dan berlari cepat menuju kerlap-kerlip tersebut. Sasuke hanya memandangi shion lalu ia merasakan sesuatu yang aneh, ia melihat tangannya yang menggenggam shion tadi, dibukanya lalu ditutupnya lagi, sesekali ia menatap shion. Ia membayangkan kata kata shion mengenai 'sengatan listrik' saat pertama kali mereka bertemu, sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba mengelak namun ia tadi benar-benar merasakan sengatan listrik itu juga.
'sentuhan ini...aku seperti mengenalnya' batin sasuke.
"PRIA ONYX ! HAYYAAIIII!" shion menjerit sambil melambai-lambaikan tangannya dari jauh sehingga membuyarkan lamunan sasuke.
SHION POV
Aku melambai-lambaikan tanganku kearah si pria onyx tersebut lalu aku memutar badanku kembali, ketika aku melihat kedepan, aku melihat seorang wanita menyeramkan, rambutnya panjang sekali sampai selutut, berantakan, wajahnya putih pucat, bajunya berlumuran darah, wajahnya menatapku dingin, matanya hilang sebelah, aku—aku benar—benar ingin pingsan, nafas dinginnya bisa kurasakan, badanku gemetar hebat, keringat dingin mulai bercucuran lalu akupun mulai menjerit.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Aku terjungkal lalu berusaha menutup kedua mataku dengan tanganku tapi tiba-tiba aku bisa mendengar bisikan dari hantu wanita tersebut, 'asshhashahsrrrrsshhhaaahhh' dingin, datar, dan membuat bulu kudukku berdiri.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Tiba-tiba aku merasakan setruman di bahuku, aku mengenal sentuhan ini, aku menoleh dan melihat pria onyx disana, ia menatapku, tatapan itu mengisyaratkan ejekan bukan kekhawatiran! Aku kembali menatap kedepan dan AJAIB, hantu wanita tersebut lenyap, entah kemana, fyuuuhhhhhhhh aku merasa lega.
SHION POV END
"kau ini benar-benar bodoh!" sasuke menjitak jidat shion, sehingga shion mengusap-usap jidatnya tersebut.
"pria onyx, aku ingin memelukmu!" shion mendekati sasuke dan menyentuh-nyentuh dada bidang sasuke, sasuke bergidik lalu menjauh.
"aku tak mau berurusan dengan gadis hyuuga tersebut!" shion tersenyum jahil lalu menarik baju sasuke.
"jadi, kau ingin berurusan denganku?hanya denganku? Nemo...hantu tadi benar-benar KOWAIII!"
"hhhhhhh-" sasuke menghembuskan nafas berat
"pria onyx? Hantu tadi datang lagi, dia ada disampingmu." Shion menunjuk kearah samping sasuke, sasuke menoleh tapi tidak apa-apa, namun...sasuke bisa merasakan hawa dingin dan mencekam.
Shion melanjutkan perkataannya.."di—dia sedang-"
"dia sedang menatapku kan? Katakan! Apa mau dia? Apa dia mau kuhajar?" sasuke memotong perkataan shion sehingga membuat mata shion berbinar binar lalu shion mendekati wajah sasuke sambil tersenyum, sasuke agak menjauhkan wajahnya.
"SUGOIIII! Kau punya indera keenam kah? Kau bisa menebaknya pria onyx!"
Sasuke berdecih meremehkan dalam hatinya, sudut bibirnya naik 'cih, tentu saja, instingku selalu benar'
"o? Pria onyx, dia berkata kau tampan." Seringai sasuke tambah lebar mendengar hal tersebut 'heh, aku memang populer dimana saja'
Shion berdiri, lalu ia menggangguk-anggukkan kepalanya. Sasuke menatapnya bingung lalu, sasukepun berdiri juga, ia melipat kedua tangannya didepan dadanya, shion kembali menatap sasuke lalu ingin mengatakan sesuatu namun sasuke menyelanya.
"kenapa? Dia ingin minta bantuan?"
"aaa—a? Y..ye...suge! kau tau...!"
"hhhhhhhh...cepatlah, minta bantu apa?"
"sepertinya aku akan melakukan kebajikan kedua"
"ha? Kedua?
"iya, tadi siang aku sudah menyelesaikan laguku HAHAHAHA itu kebajikan pertama. Baiklah sekarang yang kedua!"
Sasuke memijit mijit kepalanya yang agak pusing, 'yang benar saja, ada hantu yang minta dihibur dengan nyanyian.'
"sepertinya wanita ini minta kita memanggil suaminya."
"suami?"
"iya, dia ingin menyampaikan sebuah pesan kepada suaminya. Suaminya ada didesa didepan."
"yasudah... ayo cepat!" sasuke kembali menarik tangan shion, dan menyeretnya.
Desa tersebut sangat kecil dan terpencil, suasananya tidak ramai dan juga keamanannya kurang, benar-benar mengerikan. Lampu-lampu yang ada disana sangat remang-remang.
Sasuke dapat merasakan genggaman shion lebih erat sehingga sasuke menoleh kearah shion, sasuke dapat merasakan badan shion benar-benar bergetar dan juga keringat dingin mulai bercucuran ditangannya sehingga sedikit licin digenggaman..
"apa kau masih bisa melihat hantu? Walau sudah ku genggam seperti ini?"
"a—iye' ... aku bisa merasakan hawa aneh didesa ini."
"ternyata kau punya insting juga, desa ini...habis dibantai kan?"
Shion langsung menoleh kearah sasuke dan bisa dilihat tatapan sasuke yang menyeringai sombong.
"aku bisa merasakan cakra mereka, emmmhhhh...tidak jauh. Ahh mereka hanya ninja-ninja biasa, ninja lemah."
"pria onyx..."
"kenapa? Kau ka—"
"ayo kita kejar pembantai-pembantai itu!"
Mendengar shion mengatakan hal tersebut, sasuke membelalakkan matanya. "kau ingin bilang, suami wanita itu ada disana?"
"um..." shion menganggukkan kepalanya, lalu cepat-cepat iya menarik-narik baju sasuke. "ayo cepat pria onyx...!"
"haaahhhhhhh...mendokusai! lewat sini!"
Sasuke menyeret shion lagi, 'SHIT! Kalau seperti ini, lamban! Kenapa aku harus terlibat dalam masalah rumit ini.'
Mereka kembali kearah hutan-hutan, hari semakin malam, hawa dingin semakin menusuk tulang, dan juga kabut-kabut semakin tebal.
Ditengah hutan tersebut, ada sekelompok orang yang sedang sibuk meringkas barang-barang mereka, gerakan mereka mencurigakan. Sasuke dan shion bersembunyi disebuah pohon oak yang besar. "psstt...pria onyx, kau lihat...pria yang memakai baju kengsi itu. Yang rambutnya warna ku—"
"wakkateru yo!" lagi-lagi sasuke memotong pembicaraan shion, shion menatap sasuke lalu ia menyentuh bibir sasuke dengan telunjuknya. "pssttttt...pria onyx kecilkan suaramu. "
"ck...jadi, sekarang ngapain? Bunuh mereka satu-satu?"
"bukan! Wanita itu ingin bicara dengan suaminya, aku ingin menyampaikan pesan kepada mereka."
"kau bodoh? Sinting? Gila? Mana ada pencuri yang mendengarkan orang. Bisa-bisa kau sudah dicincang duluan. Hhhhhhh...baiklah, kau tunggu disini, biar kubunuh mereka satu-persatu. Kecuali lelaki yang berambut kuning itu kan?" sasuke keluar dari persembunyian namun, shion langsung menarik baju sasuke lagi, sasuke menoleh geram. Shion menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu mengernyit khawatir.
"jangan...kau tetaplah disini."
"kau bercanda?"
"aku serius!" sasuke bisa melihat ekspresi shion yang sangat serius dan juga ia bisa merasakan getaran tangan shion yang ketakutan 'tch-sok berani..kutinggalkan saja dia disini mati membusuk' gumam sasuke dalam hati, lalu dia menghela nafas berat "hhhhhhh-" sasuke kembali kepersembunyiannya malas-malasan, ini sama sekali bukan tipe sasuke! Sembunyi didepan musuh dan juga ninja-ninja gadungan tersebut sangat 'LEMAH'. Memang terkadang kita harus sembunyi memikirkan strategi dan defense, namun si wanita gila ini, ingin menghadapi mereka 'FIVE on ONE' aduhhhhhh...gila apa cewek ini? Sasuke memperhatikan shion yang mulai mendekati mereka.
Para ninja perampok itu begitu kaget melihat Shion yang ada disana. Mereka langsung berhenti dengan kegiatan mereka dan menatap Shion dengan tatapan membunuh.
"ano...aku ingin berbicara"
Salah satu dari ninja tersebut mendekati Shion dan mengarahkan suatu pisau, sasuke hanya menyeringai 'heh, akhirnya dia butuh bantuanku juga' ketika sasuke ingin menyelamatkan shion, ia mengurungkan niatnya, karena sasuke bisa merasakan suatu cakra, dan inilah didepannya, dia bisa melihat shion yang dengan cepat menghalau gerakan ninja tersebut. Sebuah aliran cakra yang teratur, namun sasuke bisa merasakan betapa besarnya cakra itu, cakra itu baru muncul sekarang, padahal dari kemaren cakra tersebut hanya seperti orang normal, layaknya campuran dewan api dan gadis hyuuga namun ini bukan cakra biasa, darimana datangnya cakra ini? Sasuke kembali sadar bahwa, cakra ini...berasal dari, bell bulat yang berada dirambut gadis tersebut. Itu adalah...
'Cakra Perlindungan'
"paman, aku hanya ingin berbicara baik-baik. Paman kuning—"
Mereka tak ada yang mau mengalah, dan akhirnya mereka menyerang shion yang terdiam disana secara keroyokan, sasuke menyeringai meremehkan 'heh...dasar gegabah'
Shion santai menangkis semua serangan mereka, memang tak ada dari mereka yang terluka namun, shion mulai menatap mereka lalu kedua mata shion berubah dari lavender menjadi ungu menyala shingga membuat ninja-ninja gadungan tersebut diam tak bergerak. Teknik ini bagai teknik yang dimiliki shikamaru, teknik bayangan. Namun, shion bisa membuat mereka terdiam seperti patung hanya dengan menatapnya, tanpa teknik dan hanya mengalir begitu saja.
"sudah kukatakan, aku hanya ingin meminjam paman kuning."
"a—apa maumu" ujar si pria berambut kuning tersebut, shion mendekati pria tersebut.
"jii-san...istrimu mencintaimu."
"chi—dia sudah mati. Kenapa kau ikut campur rumah tanggaku?"
"hhhh...jii-san dia ada disampingmu sekarang" si pria kuning tersebut menoleh kekanan dan kekiri tapi ia tidak melihat siapa-siapa. "APA KAU GILAAA?" si pria kuning tersebut menjerit kearah Shion, badannya gemetar.
'heh,,,memang gila' batin sasuke mengiyakan kata-kata pria kuning tersebut.
"berhentilah paman, merampok itu tidak baik.!"
"apa urusanmu?"
Shion menggeleng-gelengkan kepalanya kekanan dan kekiri. "jii-san, aku tau kalian semua.. kau..kau..kau...kau...dan kau paman kuning" shion menunjuk satu-satu perampok tersebut lalu berkacak pinggang.
"seorang penari cakra festival, tak seharusnya merampok dan membohongi warga terus-menerus"
'heh...instingku benar lagi.' Ujar sasuke sombong, mendengar perkataan shion yang sudah berhasil ia tebak-tebak dari tadi.
Paman tersebut menggeram dan mencoba untuk menyerang shion, namun tak bisa.
"KAU MEMANG GILA...! jangan kau ejek-ejek profesi kami! Memang apa pedulimu? Percuma sajakan? Bekerja sebagai penari festival namun kau hanya diupah rendah dan terus diremehkan! Harga diri kami diinjak-injak! Tak ada gunanya memperdulikan mereka warga desa yang miskin namun sombong! Heh...aku tau kau KAYA.. BERKECUKUPAN.. kau tak akan memahami kami ! tinggalkan kami, dan istriku...apa dia ada disini? DIMANA? HAAAAAA? DIMANA? HAHA ! bercanda kau ! dia sudah mati, dan sebentar lagi kau akan MENYUSULNYA!"
Shion menatap prihatin paman tersebut, "jii-san, walau kau hidup bergelimang harta, ... belum tentu kau bahagia, dan juga...walau sebanyak apapun orang yang kau bunuh untuk pelampiasanmu, kau tak akan bisa menebus dosamu. Aku tau, kau membantai penduduk karena kesalahanmu terhadap istrimu namun ia tetap mencintaimu jii-san" tatapan shion sangat lembut, ia menatap hantu wanita yang ada disamping paman tersebut yang hanya dapat ia pandang, ia tersenyum tipis lalu kembali menatap paman tersebut.
"bertobatlah paman, istrimu sudah memaafkanmu. Jangan tambahkan lagi kesalahanmu. Kau sudah dimaafkannya."
Paman tersebut melunak lalu setetes air matanya jatuh ketanah, ia menatap shion dengan mata berkaca-kaca. "be—benarkah kau bisa memandangnya disini? Benarkah a—aku sudah dimaafkan?"
Shion mengangguk angguk lemah lalu matanya kembali berwarna lavender, dan paman serta rekan-rekannya bisa bergerak kembali.
Paman tersebut berlutut lalu air matanya makin deras.
"Yukari! Apa kau disekitarku? Yukari dengarkan aku... sesungguhnya aku benar-benar menyesal! A—AKU sangat mencintaimu, sampai-sampai ...aku membencimu! Kau berkali-kali memperingatkanku namun, aku mengacuhkanmu, menyakitimu, membunuhmu. OH YUKARI! Andai kau ada di sini, aku harap aku bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya yukari!" Yukari –(hantu wanita a.k.a istri paman kuning) mulai menunduk dan mengikuti suminya berlutut dihadapannya, samar-samar ia membelai pipi suami tercintanya tersebut lalu suatu keajaiban terjadi, si paman kuning tersebut bisa melihat bayang-bayang yukari istrinya...air matanya makin bercucuran "YUKAAARIIIII!" paman tersebut mencoba memeluk istrinya, namun istrinya sudah hilang...entah kemana, namun yang shion yakini, ia pasti sudah bisa ber istirahat dengan tenang. Mata shion berkaca-kaca melihat peristiwa yang hanya dia yang bisa melihat ini. Sasuke hanya menyeringai aneh memandang peristiwa yang terjadi disana 'cih—benar benar NORAK'
Shion kembali menenangkan paman tersebut, ia menepuk-nepuk punggung paman tersebut sedang keempat temannya yang lain—yang adalah anaknya menatap ayahnya sendiri tak percaya, ternyata ayahnya yang membunuh ibunya sendiri. Mereka geram dan ingin menyerang ayah mereka, namun shion langsung menoleh kerah mereka dan menatap tajam sehingga membuat mereka ber-4 terdiam dan mundur karena takut dijadikan patung lagi oleh Shion.
Shion tegak dan melipatkan kedua tangannya didada lalu mendekati ke-4 perampok tersebut.
"heyy...anak muda. Jangan macam-macam dengan ayah kalian, dan juga jangan sia-siakan tenaga kalian. Aku tau ini berat namun maafkanlah ayah kalian. Hahhhh..jangan jadi nappeun nom. OK!"
Ke-4 lelaki tersebut saling memandang satu-sama lain lalu kembali menatap shion dan ayahnya yang masih menangis, mereka pun menganggu-angguk, setelah itu mereka mendekati ayahnya dan memeluk ayahnya, sesekali mereka memukul pelan ayahnya.
Shion tersenyum lembut lalu mendekati tempat persembunyian sasuke, namun tiba-tiba si paman tersebut memanggil shion lagi,
"tunggu gadis ungu!" shion menoleh "terima kasih telah memperingati kami, siapa namamu?"
"emmmhh...shion..namaku shion" shion tersenyum lembut, lalu paman tersebut juga membalas senyuman shion.
"arigato gozaimasu shion-san" paman tersebut menunduk 90 derajat, lalu anaknya juga pada mengikuti ayahnya, dan menunduk 90 derajat, shion tertawa geli lalu ia menunduk juga.
"hehe...domo! jaa ne paman! Ah iya, paman! Dimana aku bisa menemukan penginapan murah disekitar desa ini?"
Paman tersebut mendekati shion dan memberi tahunya, shion mengangguk-angguk lalu berterima kasih kepada paman dan anak-anaknya. Lalu ia melihat paman tersebut kembali memberes-bereskan barangnya, shion juga kembali ketempat persembunyian sasuke, shion bisa menatap sasuke yang menatapnya tajam sambil menyeringai. Shion tersenyum lalu mendekati sasuke.
"gimana? Aku keren kan?"
"Tch—NORAK" mendengar respon sasuke, shion cemberut lalu berkacak pinggang (benar-benar lain dengan reaksi kesalnya hinata XD)
Sasuke hanya terkekeh melihat reaksi shion, lalu ia berlalu dan diikuti shion dibelakangnya.
"ahhh..benar...heh—gadis gila, kau bisa menggunakan cakra tadi, berarti kau bisa berjalan layaknya ninja kan? Mulai besok, kita harus mengejar waktu, 2 minggu harus selesai. Jangan buang-buang waktu dan pura-pura jadi orang biasa, aku tau akal busukmu."
"Ehe..gomen nasai! ^^" shion nyengir lalu mendekati sasuke. "ne, sebenarnya...aku juga tidak suka berjalan cara ninja, kau penasaran kenapa?"
Sasuke menoleh kearah shion lalu mendekati wajahnya, shion kaget. Sasuke menyadari bahwa shion malu, ia langsung menyeringai licik dan mengejek "dalam mimpimu"
"a...aishhh benar-benar, aku serius"
"masaka? Tapi aku benar benar tak penasaran sama sekali, ceritalah sama hantu yang ada disampingmu" ujar sasuke dan langsung berjalan cepat menjauhi shion, sedang shion menoleh kekanan dan kekiri, ia bisa melihat para hantu yang mulai tersenyum mendekati dia, badannya mulai merinding lalu mengejar sasuke.
"PRIA ONYX! MATTE!"
=ToBeContinue=
Hello minna-san ! bagaimana komentarmu tentang chapter 3? Menarik? Membosankan? Membingungkan? Maaf deh ceritanya gaje, karena itu,,,, butuh bantuan minna-san untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan yang terdapat di fic ini =_="
Review donggg...1 aja~~~ ada yang rela memberi waktunya untuk mereview fic aneh ini, wondergrave benar-benar menghargai kalian yang udah mau repot-repot baca fic ini tapi wondergrave akan lebih semangat jika kalian menanggapinya (^w^)v
Please ...RnR or RnC or kalau ada yang mau bantu kasih saran atau ide, untuk hhantu-hantu selanjutnya yang ditolong Shion bisa di PM ...
Wondergrave tunggu ya~~~~ salam hangat ! XD
