"Ne ne Luce..ayo kita main.." Terdengar suara anak laki-laki kecil.

Gadis kecil berambut pirang mengangguk dan berdiri disebelah anak laki-laki itu. Wajah anak laki-laki itu masih terlihat samar dipandangan gadis kecil itu.

'Siapa' batin Lucy

Anak laki-laki kecil itu berlarian bersama dengan gadis kecil yang manis itu. Tapi tiba-tiba..

Duk!

Gadis kecil itu terjatuh karena didorong oleh seseorang.

"Hahaha dasar anak perempuan lemah.." Ujar anak laki-laki kecil lainnya.

Gadis kecil itu sudah terjerembap. Ia hanya bisa menangis.

'Siapa' batin Lucy kembali

Fairy Tail © Hiro Mashima

A Fairy Tail Fanfiction

Three Heart for One Love

By Yusa-kun

Warning : AU, Typo(s), OOC.

.

.

.

.

.

Lucy membuka matanya, ia sadar bahwa ia bermimpi.

'Mimpi itu lagi..' Pikirnya.

Ia pun menghela nafas dan menoleh kearah jam dinding. Sudah pukul setengah enam pagi. Lucy mengucek matanya dan bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, Lucy menyiapkan sarapan untuk dirinya sebelum berangkat kesekolah, ia juga membereskan apartemennya dan memasukkan buku-buku yang akan ia bawa kesekolah. Setelah selesai, Lucy melirik jam dindingnya. Tidak terasa sudah pukul setengah tujuh pagi, dengan segera Lucy memakai seragamnya dan berangkat kesekolah.

Ia berjalan menuju ke halte bus, ia berjalan dengan pelan dan sesekali ia menguap. Sesampainya di halte, ia menunggu kedatangan bus kesekolahnya datang. Ia berdiri sambil menghentakkan satu kakinya dengan pelan. Tiba-tiba saja motor merah dengan pengendara memakai helm dan juga jaket berwarna hitam. Lucy menatapnya dengan bingung. Pengendara motor itu membuka helm.

"Ohayou Lucy" sapa pengendara itu yang tak lain adalah Sting

Lucy tersenyum. "Ah ohayou, Sting" jawab Lucy dengan ramah

"Ingin berangkat kesekolah bersamaku?" Tanya Sting. Lucy berpikir dan beberapa detik kemudian, ia mengangguk.

"Yosh! Ayo naik" ajak Sting kepada Lucy agar Lucy naik ke motor milik Sting. Lucy pun naik motor dan sudah siap. Kemudian motor Sting melaju dengan cepat.

XXX

Natsu membuka matanya. Terlihat sinar matahari yang mendesak masuk melalui jendela kamarnya. Natsu bangkit duduk dan mengucek matanya dengan pelan.

"Jam berapa ini.." Gumamnya sambil mengerjapkan matanya agar pandangannya jelas melihat jam didinding. Beberapa detik kemudian, Natsu bangkit berdiri, mengambil handuk dan segera masuk kedalam kamar mandi. Ia tidak tahu kalau ini sudah jam tujuh kurang lima belas menit.

Beberapa menit kemudian, Natsu sudah selesai mandi dan memakai seragamnya, ia memakai sepatu dan menyambar tas sekolahnya dan berlari keluar dari apartemennya. Sesampainya Natsu di tempat parkir motor, ia menyadari kalau ia tidak membawa helmnya.

"Astagaaa helm helm!" Ujarnya

Akhirnya ia kembali masuk kedalam apartemennya untuk mengambil helm.

Beberapa menit kemudian, Natsu sudah didepan motornya kembali. Ia memakai jaket, membenarkan syal putihnya, dan memakai helm. Setelah siap, ia pun menyalakan motor dan menjalankan motornya dengan cepat.

XXX

Kita tinggalkan Natsu. Sekarang didalam kelas, Lucy duduk santai sambil berbincang dengan teman-temannya.

"Ne Lu-chan, nanti di kafe kau tidak mencoba untuk bernyanyi?" Tanya Levy

"Ha? Menyanyi?" Tanya Lucy kembali. Karena Lucy bingung, sejak kapan kafenya menyediakan panggung.

Levy dan Lisanna mengangguk. "Mulai hari ini akan disediakan panggung di kafe kita. Dan para pekerja diperbolehkan melakukan pertunjukkan disana" jelas Lisanna.

Erza masuk kedalam kelas dan bergabung dengan yang lainnya.

"Kalian sedang membicarakan apa?" Tanya Erza

"Pekerjaan kami" jawab Levy

"Ah Juvia juga ingin bekerja seperti kalian, tapi tidak diperbolehkan oleh orang tua Juvia" rengek Juvia

Erza menaruh tangannya dibahu Juvia. "Tenang saja Juvia, kau tidak akan kekurangan uang jajanmu kalau tidak bekerja" ucap Erza

"Mouuu, Erza-san. Jangan berkata seperti itu" gerutu Juvia. Lucy dan yang lainnya tertawa.

"Loh, Gray dan yang lain belum datang ya?" Tanya Erza sambil menoleh kesana-kemari.

Lucy dan yang lain mengangguk.

"Pasti mereka telat" ujar Levy

"Dasar anak laki-laki pemalas" gerutu Erza

"Levy-chan, aku mau bertanya satu hal padamu" ucap Lucy

Levy mengerjapkan matanya dan tersenyum. "Ada apa?"

"Kenapa kau tidak berangkat bersama dengan Gajeel? Mungkin saja ia tidak akan telat seperti ini" ungkap Lucy

"Ah dia itu susah sekali dibangunin, aku sampai naik darah kalau membuat dia bangun" gerutu Levy

"Kalau dibanguninnya pake kata-kata sama teriakan aja sih dia gak akan bangun-bangun" ucap Lisanna

"Lalu?" Tanya Levy

Lisanna dan Lucy saling memandang dan tersenyum.

"Kau harus menciumnya!" Ujar Lisanna dan Lucy bersamaan sontak membuat Levy tersipu. Dan mereka semua tertawa.

Sting tersenyum melihat Lucy yang tertawa dengan teman-temannya. Sting sendiri sedang mengobrol dengan anak kelas lainnya.

Bel masuk pun berbunyi. Belum ada tanda-tanda Gray, Gajeel, dan Natsu datang. Lucy hanya menoleh kebelakang dan menghembuskan nafasnya.

'Dia terlambat lagi' pikir Lucy

Sting memperhatikan Lucy yang menghembuskan nafasnya setelah menoleh ketempat duduk Natsu.

'Apa dia peduli dengan Natsu?' Batin Sting

Laxus-sensei pun masuk kedalam kelas Lucy. Laxus-sensei mengajar mata pelajaran matematika. Ia terkenal sebagai guru yang galak dan sangar. Dan ia ini adalah cucu dari pemilik sekolah.

"Ohayou" sapanya dengan dingin.

"Ohayou gozaimasu senseiii" jawab seluruh siswa yang ada dikelas.

Lucy tampak gelisah. Tampak dari pandangannya yang selalu tertuju ke pintu kelas.

"Baiklah, buka buku cetak kalian halaman 145" ucap Laxus-sensei.

Saat Laxus sensei sedang menjelaskan tentang materi, tiba-tiba pintu kelas terbuka dan menampakkan tiga siswa yang baru saja datang. Sontak membuat seluruh siswa menoleh.

"Maaf sensei aku telat" ucap Gray

"Aku juga" timpal Gajeel

Natsu tidak mengatakan apapun.

"Kalian sudah telat setengah jam tahu?! Dan dengan seenaknya kalian minta maaf padaku?! Hah!" Omel Laxus sensei sambil menunjuk kearah tiga siswa yang terlambat tersebut.

"Gomenasaaiiii!" Ujar Gajeel dan Gray bersamaan. Nyali mereka menyiut saat diteriaki oleh Laxus.

Natsu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Maaf sensei, aku tidak ak-" tiba-tiba Natsu ditunjuk oleh Laxus sensei. Membuat Natsu kaget.

Lucy yang melihat hanya menggelengkan kepalanya. Begitu juga yang lainnya. Sedangkan Sting? Ia hanya tersenyum sinis.

'Baka' pikir Sting

"Kalian bertiga akan dihukum membersihkan toilet setelah pulang sekolah! Kalian mengerti!" Ujar Laxus sensei

"Ap-apa? Toilet?" Ucap Gray dengan gelagapan.

"Iya! Seluruh toilet disekolah ini harus dibersihkan hingga bersih, kalian mengerti?" Ujar Laxus sensei

Mereka bertiga menghela nafas dan menjawab bersamaan.

"Ha'ii"

"Yasudah kalian duduk" suruh Laxus sensei.

Mereka bertiga berjalan kekursinya masing-masing dan Laxus sensei pun melanjutkan penjelasan materi.

Natsu meletakkan tasnya dimeja dan membuka tasnya untuk mengambil buku cetak dan buku tulisnya. Tapi saat dilihat isi tasnya..

'Astaga, aku tidak membawa bukunya' batin Natsu

Natsu pun memukul pelan dahinya.

"Ah bodohnya.." Gumam Natsu.

Gumaman Natsu itu terdengar oleh Lucy. Saat Laxus sedang menulis dipapan tulis, Lucy pun menoleh kebelakang.

"Kenapa?" Tanyanya dengan suara yang pelan.

Natsu menoleh dan meletakkan tangannya untuk menopang wajahnya.

"Aku lupa bawa buku" jawab Natsu

"Eh? Bagaimana bisa?" Tanya Lucy

Natsu mengangkat bahunya.

Lucy menyodorkan buku cetaknya kepada Natsu.

"Pakai punya ku saja, nih" ucap Lucy masih dengan suara yang pelan.

Dari jauh, Sting melihatnya dengan pandangan tidak suka. Gray pun menyadari hal itu.

Natsu mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia bingung dengan tingkah Lucy, kalau Lucy meminjamkan bukunya pada Natsu, Lucy memakai apa?

"Lalu kau?" Tanya Natsu kembali.

Saat Lucy ingin menjawab, tiba-tiba sebuah kapur melayang kearah mereka berdua. Laxus pun sudah terlihat geram.

"Lucy Heartfilia" panggil Laxus sensei

Lucy sudah bercucuran keringat. Ia benar-benar takut dengan guru satu itu.

"Natsu Dragneel" panggil Laxus sensei

Yang lainnya hanya menoleh kearah Natsu dan Lucy.

"Kalau kalian mau mengobrol, silahkan keluar dari kelas" ucap Laxus sensei

"Gomenasai" ucap Lucy dan Natsu bersamaan.

Laxus pun melanjutkan menulis dipapan tulis. Lucy pun kembali fokus kedepan, ia mencatat apa yang sedang dicatat oleh Laxus didepan. Tiba-tiba Lucy dicolek oleh Natsu.

"Hoy" panggil Natsu dengan berbisik.

Lucy tersenyum dan akhirnya menoleh kebelakang. Natsu telah menyodorkan buku matematika yang diberikan Lucy. Lucy menggeleng.

"Pakailah, aku tidak apa-apa" ucap Lucy yang ikut berbisik.

"Tidak usah, biar aku saja yang dimarahi olehnya" sahut Natsu

"Tid-" tiba-tiba terdengar suara Laxus sensei kembali.

"Lucy Heartfilia dan Natsu Dragneel, keluar dari kelas! Sekarang!" Omel Laxus sensei

Nama yang dipanggil sudah bangkit berdiri dan keluar dari kelas. Mereka pun menghela nafas.

Natsu berjalan dilorong sekolah diikuti oleh Lucy. Natsu berjalan didepan dan Lucy dibelakangnya. Natsu tiba-tiba menghentikan langkahnya. Melihat hal, itu Lucy pun menghentikan langkahnya.

"Kenapa kau mengikutiku?" Tanya Natsu

Lucy diam menunduk. Natsu tidak mendengar respon apapun dari Lucy dan pada akhirnya mereka berjalan kembali.

"Ne Natsu" panggil Lucy

"Hmm?"

"Kau membenciku ya?" Tanya Lucy dengan to the point. Membuat langkah Natsu kembali berhenti.

"Kenapa kau menanyakan hal itu?" Tanya Natsu kembali tanpa menoleh kebelakang untuk melihat Lucy.

"Bisa tidak kalau aku bertanya dijawab bukan dengan pertanyaan lagi?" ucap Lucy

Natsu masih tidak mau menoleh kebelakang. Lucy masih menunggu jawaban dari Natsu. Lucy bertanya seperti itu karena ia butuh kepastian, kenapa sikap Natsu benar-benar dingin padanya.

"Kau tidak mau menjawabnya?" Tanya Lucy kembali. Natsu masih tidak mau merespon.

Lucy menghela nafas. "Baiklah, aku mengerti. Aku tidak akan bertanya lagi" ucap Lucy sambil melangkahkan kakinya kembali. Ia melewati Natsu yang masih diam ditempat.

"Aku hanya ingin berteman denganmu, Natsu" gumam Lucy tanpa menoleh dan berhenti. Natsu yang mendengar gumaman Lucy hanya bisa memandang kepergian Lucy.

'Gomenne Luce..' Batin Natsu

XXX

Lucy duduk meringkuk di atap sekolah. Rambutnya yang digerai melambai-lambai karena hembusan angin.

"Memangnya apa salahku sampai-sampai ia seperti itu" gerutu Lucy

Tiba-tiba ada yang meletakkan jus kotak dingin dikepalanya. Lucy kaget dan akhirnya menoleh dan melihat Natsu sedang memberikannya minum.

"Minum nih" Natsu menyodorkan minuman jus kotak rasa strawberry yang dingin. Lucy masih memandang Natsu.

"Ini, kau tidak mau? Bukannya kau suka jus strawberry?" Ucap Natsu yang masih menyodorkan jus kotak untuk Lucy. Lucy terperangah, karena Natsu tahu kalau ia menyukai jus strawberry. Pada akhirnya, Lucy menerimanya.

"Arigatou" ucap Lucy

Natsu duduk disebelahnya. Lucy membuka jus kotaknya dan meminumnya.

"Hahh enaknya.." Ucap Lucy

Suasana terlihat sangat canggung. Tidak ada obrolan. Mereka masing-masing terdiam dalam pikirannya.

"Hoy" panggil Natsu

Lucy menoleh dan memandang Natsu. Natsu pun menoleh kearah Lucy.

"Aku tidak membencimu" ungkap Natsu

Lucy membelalakkan matanya mendengar pernyataan Natsu.

"Tapi bukan berarti aku menyukaimu" lanjut Natsu sambil mengalihkan pandangannya dengan menoleh kearah lainnya.

Lucy tersenyum. "Syukurlah.."

"Setidaknya kau tidak membenciku, jadi aku masih punya kesempatan untuk berteman denganmu" lanjut Lucy kembali yang sekarang sudah bangkit berdiri membelakangi Natsu yang masih duduk dan memandang kearah langit. Ia memandang Lucy dengan pandangan takjub dan tatapan yang sendu seakan ia benar-benar merindukan sosok yang berada didepannya. Tanpa sadar, tangannya terangkat seakan ingin meraih Lucy, tetapi ia menurunkan kembali tangannya.

'Kau begitu dekat denganku, tapi aku tidak bisa menggapaimu, Lucy..' batin Natsu

Tiba-tiba ponsel Lucy bergetar. Lucy mengeceknya. Ternyata ada pesan singkat dari Sting.

From : Sting

Kau dimana? Aku di luar kelas tapi kau tidak ada

Lucy dengan cepat membalas pesan tersebut.

To: Sting

Aku sedang berada diatap bersama dengan Natsu

Lucy menekan tombol send. Dan memasukkan ponselnya kedalam saku.

"Ku dengar kau punya band ya?" Tanya Lucy sambil menoleh ke arah Natsu.

"Begitulah" jawab Natsu

"Hmm souka.."

"Ne ne aku ingin dengar nyanyianmu, Natsu" pinta Lucy

"Eh?"

Lucy mengangguk. "Bolehkan? Pleeaaasee~" pinta Lucy dengan rengekan. Natsu menghela nafas dan membenarkan posisi duduknya. Natsu berdeham dan memulai nyanyiannya.

Kizutsuku te o nando mo tsunaide
Fuan bakari no kono michi o aruite
Yukkuri nagareta hibi no naka de
Bokura ga te ni shita mono wa
Konna ni atatakakute itoshii n da

Nee kono mama toki no naka waratte aruite ikou
Kimi ga iru kara mae ni susumeru n da
Ima bokura no omoi ga hitotsu ni natte
Michi o shimesu n da dakara kono te zutto hanasanaide…

Lucy pun menyanyikan lirik selanjutnya. Natsu memandangnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

Furikaereba itsu de mo kimi ga ite
Kurakute fukai ano mori mo aruketa
Tsumazuku koto mo kitto aru kedo
Bokura ga musunda ito wa
Sonna ni kantan ni wa hodokenai

Natsu pun ikut menyanyikan lirik selanjutnya bersama dengan Lucy. Lucy duduk disebelahnya, mereka saling pandang dan tersenyum.

Nee kono mama toki no naka sasae aruite ikou
Boku ga iru kara mae ni susumeba ii
Ima bokura no negai ga hitotsu hitotsu
Michi ni kawaru n da dakara kono ashi de aruite ikou

'Ini begitu familiar' batin Lucy

Natsu pun bernyanyi dilirik selanjutnya, Lucy diam mendengarkan.

Daiji na mono ga ima kimi ni kawaru n da

Nee kono mama toki no naka waratte aruite ikou
Kimi ga iru kara mae ni susumeru n da
Ima bokura no omoi ga hitotsu ni natte
Michi o shimesu n da dakara kono te zutto itsu made mo hanasanai yo…

Setelah selesai, Lucy pun bertepuk tangan. Tanpa mereka sadari, saat mereka bernyanyi, diluar atap sedang ada yang memperhatikan mereka. Yang tidak lain adalah Sting. Sting mengepalkan tangannya dan masuk kedalam atap.

"Lucy" panggilnya

Natsu dan Lucy menoleh kearah sumber suara. Dan mendapati Sting berdiri disana.

"Sting!" Seru Lucy sambil berlari menghampiri Sting.

Natsu melihat mereka tertawa. Natsu pun bangkit berdiri dan meninggalkan mereka.

"Loh kau mau kemana?" Tanya Lucy

"Tidur" jawab Natsu sambil berjalan keluar dari atap sekolah. Lucy menaikkan sebelah alisnya.

"Kau tidur dimana? Hey!" Seru Lucy tanpa memerdulikan Sting.

"Ruang kesehatan" jawab Natsu sambil melambaikan tangannya tanpa menoleh.

"Baiklah..Jaa nee" sahut Lucy

Sting melihat interaksi antara Natsu dan Lucy dengan tidak suka. Tanpa sadar Sting menatap kepergian Natsu. Lucy pun menoleh dan memanggil Sting, tapi tidak ada respon.

"Sting! Stiiing!" Seru Lucy

Sting terlonjak kaget dan menoleh kearah Lucy.

"Kau bengong saja. Kau tidak kekelas?" Tanya Lucy

"Aku izin ketoilet" jawab Sting

"Yasudah, balik kekelas sana. Nanti kau diomeli Laxus sensei" ucap Lucy

"Tidak apa-apa" jawab Sting

Lucy memukul bahu Sting.

"Ih kau mencoba membolos ya? Sudah sana masuk!" Lucy mengomel pada Sting. Sting hanya mengaduh karena bahunya dipukul oleh Lucy.

"Memang kenapa? Kau mengusirku? Kau suka berduaan dengan pemuda berambut berduri itu?" Gerutu Sting

Lucy tertawa mendengar julukan yang diberikan Sting untuk Natsu.

"Sting! Kau tidak sadar ya? Kalau menjuluki seseorang itu lihat dulu dirimu. Kau juga mempunyai rambut berduri seperti Natsu tahu haha" ungkap Lucy diselingi dengan tawanya.

Sting memajukan bibirnya dan mulai menggerutu lagi.

"Enak saja, jangan samakan aku dengan dia, jelas-jelas aku lebih tampan" gerutu Sting

Lucy tertawa. "Natsu juga tampan loh" ledek Lucy

Sting berhenti menggerutu dan mulai menatap Lucy dengan serius.

"Kau menyukainya ya?" Tanya Sting sontak membuat wajah Lucy memerah. Sting menaikkan sebelah alisnya.

"Ti-tidak!" Sahut Lucy

"Lalu kenapa kau tadi memujinya?" Tanya Sting

"Ya semua siswa disini mengakui ketampanan yang dia miliki. Dia juga sebenarnya orang yang sangat baik dan juga hangat. Dan juga suaranya bagus. Tadi aku sempat mendengarnya menyanyi ya walaupun ia terlihat sedikit yaaahh.." Lucy tidak melanjutkan ucapannya karena bibirnya telah dikunci oleh bibir Sting. Sting tiba-tiba mencium Lucy. Membuat wajah Lucy memerah, jantungnya pun berdebar lebih cepat.

Tidak lama kemudian, Sting melepaskan ciumannya dan memandang Lucy. Wajah Lucy sudah memerah. Sting menyentuh bibir Lucy dan tersenyum.

"Jangan membicarakan pria lain dihadapanku seperti itu, aku tidak tahan" ucap Sting

"Ke-kenapa?" Tanya Lucy yang sekarang pipinya merona merah.

Sting memajukan wajahnya dan mulai membisikkan sesuatu pada Lucy.

"Karena aku menyukaimu"

Lucy membelalakkan matanya. Sting pun membenarkan posisinya dan memandang Lucy.

"Sekarang kau tahu perasaanku bukan? Aku menyukaimu sejak dulu.." Ungkap Sting

Lucy menutup mulutnya, ia tidak percaya apa yang telah didengarnya. Sting menyukainya sejak dulu? Benarkah?

"Aku ingin menjagamu, aku ingin berada disisimu.." Lanjut Sting

Lucy masih diam. Speechless.

"Bagaimana perasaanmu padaku? Apa perasaanku bertepuk sebelah tangan?" Tanya Sting sambil berusaha menggenggam tangan Lucy.

Lucy menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah. Lucy pun menggeleng.

"Tidak. Aku juga menyukaimu" ungkap Lucy

Sting tersenyum dan menarik Lucy kedalam pelukannya. Lucy pun membalas memeluk Sting.

'Natsu, aku tidak akan berbaik hati lagi denganmu' batin Sting

XXX

Diruang kesehatan, Natsu sedang berbaring dengan mencoba memejamkan matanya. Entah apa yang dirasakannya. Ia benar-benar merasa gelisah.

XXX

Bel istirahat pun berbunyi. Teman-teman Lucy seperti Erza, Levy, Juvia dan Lisanna mulai mencari Lucy yang tidak kunjung kembali kekelas. Begitu pula dengan Gray dan Gajeel, mereka berdua mencari Natsu.

"Kira-kira dia dimana ya?" Tanya Gajeel

"Kita cari diatap sekolah" sahut Gray

Mereka berdua menuju ke atap sekolah tapi tidak menemukan seseorang pun. Gray dan Gajeel memikirkan dimana Natsu berada.

"Apa dia sedang bersama bunny girl?" Tanya Gajeel

"Mungkin, ayo coba kita cari keruang kesehatan" ucap Gray

Mereka menuju keruang kesehatan sekolah dan ketemu. Natsu sedang berbaring dan memejamkan matanya. Terdengar dengkuran pelan. Gray dan Gajeel tertawa.

"Bisa-bisanya ia tidur saat dihukum oleh guru" ucap Gray

Gray dan Gajeel berjalan mendekati Natsu, tiba-tiba..

"Luce..Lucy.." Natsu menggumamkan nama Lucy saat tertidur. Membuat kedua temannya bingung.

"Kalau aku tidak salah dengar, dia memanggil nama Lucy kan?" Bisik Gray

Gajeel mengangguk.

"Kenapa dia bergumam nama bunny-girl?" Tanya Gajeel

"Entahlah.." Jawab Gray

XXX

Lucy dan Sting sedang berjalan dikoridor sekolah, mereka berjalan menuju kekantin.

"Lu-chan" panggil Levy di belakangnya.

Lucy dan Sting menoleh. Lucy melambaikan tangannya. Terlihat teman-temannya menyusulnya.

"Eh? Ada Sting juga" ucap Levy

Sting hanya tersenyum "Yo" sapa Sting

"Kau dicariin oleh Laxus sensei karena kau tidak kembali kekelas" ucap Erza

Sting menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Ah benarkah? Haha"

"Sepertinya Laxus sensei akan mengamuk padamu. Lagian sudah aku bilang kembali kekelas malah mengikutiku" omel Lucy

"Biarin" jawab Sting

Yang lainnya yang melihat hanya tersenyum.

"Kalian ingin kekantin ya? Ayo bareng" ajak Lucy diiringi anggukan teman-temannya.

XXX

"Kenapa kita tidak membangunkannya? Aku lapar" protes Gajeel

"Yasudah sana beli makanan kekantin" usir Gray

"Hah baiklah, aku duluan ya" pamit Gajeel

Gajeel pun meninggalkan Gray dan Natsu. Gray mendecih dan segera membangunkan Natsu.

"Natsu bangun" ujarnya

Natsu membuka matanya, ia menoleh dan dilihat ada Gray disampingnya.

"Bisa-bisanya kau tidur saat dihukum" ucap Gray

Natsu bangkit duduk dan menggaruk kepalanya.

"Kenapa kau disini?" Tanya Natsu sambil menguap.

"Ya untuk membangunkanmu, kau ini! Mau sekolah apa tidak sih" omel Gray

"Iya-iya, kau terlihat seperti ibuku, Gray" ejek Natsu

"Sialan kau!" Sahut Gray

"Aku mau bertanya sesuatu padamu" ucap Gray

"Hmm?"

"Saat kau tidur, kau mengumam sesuatu. Kau menyebut 'Luce..Lucy..' Maksudmu Lucy kita?" Tanya Gray

Natsu kaget mendengar pertanyaan Gray sehingga ia terbatuk. Natsu memikirkan, tidak salah kalau dia bercerita sedikit pada Gray.

"Dengar, hanya kau yang kuberitahu. Jadi jangan sampai tersebar atau kau akan kubunuh, mengerti?!" Ujar Natsu

"Kau membunuhku? Silahkan saja kalau bisa" timpal Gray

Natsu memutar bola matanya.

"Jadi?" Tanya Gray

"Memang benar yang aku gumamkan saat tidur adalah Lucy kita. Lucy Heartfilia" ungkap Natsu

"Lalu?"

"Sebenarnya Lucy itu adalah teman kecilku" ungkap Natsu

Gray membelalakkan matanya. Ia tidak percaya apa yang telah ia dengar dari mulut Natsu.

"Ta-tapi ia terlihat tidak dekat denganmu, bagaimana-" pertanyaan Gray terpotong karena Natsu sudah menjawabnya.

"Dia hilang ingatan saat masih kecil.." Terang Natsu

"Ap-apa?!"

.

.

.

.

.

.

.

.

To be Continued


Bagaimana menurut kalian dengan chapter ini? aku update benar-benar kilat kaaan? mohon reviewnya yaa loooh XD

Ohiya, lagu yang dinyanyikan Natsu sama Lucy itu judulnya Aruite ikou dinyanyiin sama Jungo Yoshida. lagu itu adalah soundtrack ending dari Rental Magica. Aku suka sama lagu itu apalagi sama yang acapella versionnya. aku ngebayangin kalo Natsu juga nyanyi itu dengan suaranya haha XD udah ah banyak bacot! #plak

Okee makasih yang buat udah review. dan juga makasih untuk para silent reader...

Aku bakalan bales satu-satu review yang udah masuk, yuk mari XD

shadow : Penasaran? setelah baca chapter ini makin penasaran gak? hihi XD ini sudah update kilat, super kilat malah ;D

Reka amelia : Pasti seru doong, ini sudah lanjut, bagaimana? XD

karinalu : Hehe arigatouu~ Sting apa Natsu ya? hmm... ayoo coba tebak, dari chapter ini siapa yang keliatannya jahat? nalu momentnya lebih banyak? akan aku usahakan lebih keras lagi XD

zuryuteki : Ahaha sudah tugas author mengupdate kilat, karena semangatnya sedang berkobar-kobar membuat fic ini ^_^ Hayoo pertanyaannya udah terjawab kan? ternyata Lucy itu...amnesia XD

Okee semuanya udah author bales reviewnya.. bagi yang belom review. ayo doong review biar authornya makin semangat haha XD

Baiklah, para readers semuanya tunggu chapter berikutnya ya, dijamin akan lebih seru XD

Jaa nee,

Yusa-kun