Penulis catatan:

KATA PERTAMA adalah "THANK YOU SO MUCH buat kalian yang sudah meriview dan memfavoritkan cerita ini..thanks to HannyAnonymous,Malfoow,istiartika,Lee Kibum,Leomi no Kitsune,Riri, and Estrella Es-teller for yours comment I'm soo glad XD

Dibawah ini sedikit penjalasan untuk pertanyaan kalian tentang cerita yang aku tulis atau ketik.

Seperti yang sudah aku tulis di Peringatan / warning pada Chp 1,cerita ini tidak akan mengikuti buku/canon tapi memiliki versinya sendiri/AU.

Dimana ada hal-hal yang akan aku ubah seperti karakter sifat para pemain atau adegan yang terjadi dalam novelnya.

Harry sendiri akan digambarkan OOC,ia seorang Gryffindor(well kita semua tahu itu)tapi perlu diingat kembali bahwa Harry Potter memiliki potensi besar untuk menjadi seorang Slytherin.

Hal ini yang membuatku menuliskan bahwa karakter HARRY AKAN LEBIH KE SLYTHERIN DARIPADA Gryffindore.

Ia cerdas,licik dan kuat.(Harry akan diceritakan dari sudut pandang Severus ataupun flash back cerita).

Sementara itu Severus juga akan akan lebih gelap daripada di Canon,namun kegelapan itu akan sedikit memudar seiring waktu,meski hasrat balas dendamnya berada diperingkat pertama.

Dia masih akan menyayangi Lily,tapi tidak seperti seorang kekasih namun lebih seperti saudara.(Well aku menginginkannya terjadi seperti itu!jadi tidak ada protes..ke ke ke bagi kalian yang penggemar pairing James x Lily atau Severus X Lily maaf mengecewakan-Tapi pairing utama di cerita ini adalah James n Severus XD.

sementara Severus seorang UKE, ia tidak akan di gambarkan seperti seorang wanita yang lemah lembut..oh tidak, aku lebih suka dengan karakter severus yang kejam, snekly namun juga bisa hangat pada seorang yang layak mendapatkan kasih sayangnya.

Aku akan menggunakan kata 'indah'ketika severus dalam mode out glamor/wujud aslinya dan bukan kata 'cantik',kenapa?karena cantik lebih sering ditujukan pada seorang wanita namun indah bisa mencangkup semua hal.

James Potter sendiri akan terlihat padat dalam merasakan perasaannya pada Severus(ia masih beranggapan cinta pada Lily) bersikap seperti Gryfindore keras kepala dan ..yeah kita semua tahu seperti apa James berprilaku terhadapa Severus yang malang.

Tapi tenang saja..hubungan cinta mereka mungkin lambat tapi pasti terjadi seiring berjalannya waktu ;).


Buat kalian pembaca tercinta yang masih belum mengerti tentang pasangan atau kata lainnya adalah jodoh/ berlahan jiwa /mate,hal tersebut merupakan salah satu karunia,sebuah hadiah untuk mereka para penyihir yang memiliki garis keturunan mahluk dalama keluarganya.

Pasangan tersebut merupakan bagian dari jiwa yang akan menyeimbangakan kehidupan pasangan mereka,baik secara fisik dan mental.

Kehilanagan pasangan atau terpisah jauh dari jodohnya akan membuat mereka kehilangan keseimbangan mental dan fisik-secara bertahap menyebakan kematian karena bukan hanya jiwa mereka terikat satu sama lain namun juga sihir mereka saling terikat.

Hal inilah yang menyebabkan kematian dari setiap pasangan bila mereka kehilangan jodohnya atau ditinggal mati.

satu-satunya cara menyelamatkan penyihir yang kehilangan pasangannya adalah dengan memiliki anak dari jodoh mereka.

Anak ini akan membantu menyeimbangkan sihir dalam diri orang tuanya dan secara mental/psikologis menenangkan pikiran mereka,menjaga tetap waras.

Baik penyihir yang memiliki darah mahluk seperti Veela,Succubus,Mermaid atau lainnya akan terbangun ketika mencapai kematangan reproduksi (sekitar umur 16-17 th )dimana mereka mulai dapat merasakan belahan jiwanya dan tertarik secara seksual pada pasangan yang telah ditakdirkan.

keduanya akan merasakan ketertarikan satu sama lain yang akan membangun perasaan mereka perlahan.


Nah semoga sedikit penjelasan yang telah dipaparkan bisa menjadi sedikit pencerahan bagi kalian yang masih bingung tentang cerit ini (dan aku harap penjelasan diatas bisa menjawab pertanyaan dari Istisrtika.. ;) )

dan untuk kesalahan ketik atau hilang kata itu aku minta maaf untuk that..uh begitu kesulitan untuk menghindari


Peringatan: Silakan jika Anda benci untuk membaca YAOI atau cerita ini tidak membaca dan klick Go Back NO Flamers atau cerita bashing!.


Bab 3; Berpikir tentang semua

Severus tidak memiliki kepuasan sedikitpun saat melakukan Pranks-nya.

Dia bukan sekelompok tolol yang menamai dirinya Marauders.

Itu hanya sebuah simbolik menunjukan bahwa Slytherin bukanlah badut lelucon.

Mereka adalah ular,licik dan ambisius-namun juga dapat menjadi pelindung dan bisa setia pada mereka yang layak menerima.

Jadi ketika makan siang tiba,dengan satu kata dan setetes darah,ia melakukan kontra kutukan.

Hal yang mudah,namun juga banyak memakan energi sihirnya.

Ia bisa melihat kelegaan dan bingung dari seluruh pendudk Hoghwarts.

Banyak juga dari mereka yang memandang benci anak-anak Slytherin,mungkin karena asrama ular tidak mendapatkan hit cairan merah di seluruh pakaian dan tubuh mereka.

Nah,sejujurnya,Severus sama sekali tidak peduli,begitupun dengan mahasiswa Slytherin lainnya.

Ada tiga hal yang layak untuk perhatian asrama ular dibandingkan dengan gosip rendahan,yaitu Kekuasaan ,kecerdasan dan kekuatan

Tiga yang selalu di jungjung tinggi di rumah Slytherin.

Jadi masalah lainnya yang berhubungan dengan gosip murahan dan penghinaan, selalu diabaikan asrama ular.

Setelah semua,mereka sudah terbiasa dengan ocehan tak bermutu dari penghuni kastil lainnya.


Hal-hal terjadi agak ekstrim beberapa minggu setelah kejadian di aula.

Banyak siswa dari asrama lain yang memulai perang prank pada siswa Slytherin.

Tentu saja para profesor hanya duduk manis tidak melakukan apapun,kecuali penahanan pada mereka yang ketahuan.

Severus sendiri tidak terhindar dari pranks itu-terutama Bully dari James dan 'antek-anteknya'.

Sayang untuk para marauders,sang Slytherin sepertinya tidak memiliki mood yang baik untuk meladeni mereka.

Severus hanya diam dan menatap kosong 4 marauder yang selalu mengerjainya.

Itu tentu saja membuat keempat anak Gryffindor kesal bukan main dan memainkan lelucon lebih dari biasanya.

Severus,untuk beberapa waktu memiliki keinginan untuk membalas,dan sejujurnya ia bisa dengan mudah membalas mereka.

Namun memilih untuk tidak.

'Aku sudah terlalu tua untuk melakukan prank bodoh'Desahnya muram.

Alasan yang selalu berdering di kepalanya setiap kali ia akan mengeluarkan prank balasan.

Dan hal ini mememang tepat.

Dari pada melakukan perang prank kembali akan lebih baik bila ia memulai penelitiannya.

Setelah semua ia memiliki alasan untuk kembali ke waktu ini.

Dan Severus memiliki hal yang jauh lebih penting di bandingkan masuk perangkap James Potter ataupun Sirius Black.

Ia harus merencanakan kedepannya,tentang perang,pelahap maut,Dark Lord yang kini mulai kegilaannya dan bagaimana membunuh Albus Dumbledore untuk kedua kalinya.

Severus bersumpah kali ini akan melakukan dengan perlahan,penuh rasa sakit dan kutukan gelap menyakitkan saat menyiksa dan membunuh Dumbledore.

Oh..jangan lupakan tentang James Potter.

Bagaimana ia bisa lupa tentang git sombong itu?

Yah,ia harus melakukan sesuatu dengan pasangannya.

Terakhir kali ia ingat,Severus mulai warisannya saat ia berusia 17 tahun,awal semester tahun ke-7.

Dimana ia mulai mewarisi bakat- dan harta keluarga dari pihak ibunya.

Juga menemukan belahan jiwanya yang tidak lain adalah seorang Gryffindorks.

Nasib benar-benar membencinya.

Tapi untuk semua kejujuran,Severus sama sekali tidak memiliki keinginan untuk terlibat secara romantis saat ini.

Terutama bila itu berhubungan dengan Potter.

Tapi bila ia mengingkari jodohnya sendiri,bagaimana Harry bisa lahir?

Severus sangat ingin memeluk dan dapat melihat putranya kembali.

Jadi mungkin ia hanya perlu menunggu satu tahun lagi sampai usianya 17 tahun,dan mulai merasa tarikan hubungan dengan Potter.

Sementra itu ia juga harus bertanya-tanya tentang ingatannya yang tidak sesuai kenyataan.

Severus cukup yakin ada seseorang yang sudah mengutak atik isi kepalanya-tanpa seijinnya.

Membuatnya melupakan ia memiliki seorang putra.

Severus juga perlu berpikir siapa yang telah menculik putranya dan memberikannya pada Lily,.

Lalu mengenai pasangannya, bukankah ia dan James adalah belahan jiwa? Jadi kenapa pria itu menikah dengan Lily?

Severus yakin pasangannya akan mengalami dan merasakan tarikan sama ketertarikan dan perlindungan pada pasangannya.

James adalah dominan dalam hubungan ini.

Seorang dominan tidak akan meninggalkan pasangannya rentan apapun yang terjadi.

"Hhh..ini membuat kepalaku sakit"Gumam Severus sambil memijit keningnya.

'nah,tidak lupa tentang keberadaan Horocrux,sumber kegilaan kegelapan'

HECK!Dia tidak akan membiarkan anak masa depannya untuk memiliki pasangan gila-psikopat-megalomaniak.

'Jadi daftar selanjutnya adalah menemukan Horocrux dan menetralkannya.

Ini akan membuat jiwa yang terperangkap kembali ke tubuh asal dan membuat Riddle waras'

Dunia sihir akan lebih baik di pimpin oleh orang waras jenius(Tom Riddle jelas seorang jenius karismatik sebelum berubah rupa menjadi ular jadi-jadian)

Yah lebih baik orang itu yang memimpin,dibandingkan dengan orang tua bodoh,manipulatif yang menanamkan tujuannya atas nama 'Greater good'.

Dan membenarkan semua tindakan tercelanya untuk 'Greater Good'.

Severus terus membuat cataan mental,hal-hal yang perlu dilakukan dan diatasi segera.

Tidak menyadari waktu yang terus berjalan, Slytherin muda dengan jiwa tua tetap duduk di bangku perpustakan, bahkan ketika jam malam mulai berlaku.

Tentu saja,Severus yang terlalu asik dengan pikirannya sendiri tidak akan menyadari dua orang yang kini tengah mengamatinya dengan intens.

Pikirannya terganggu oleh suara pelan Regulus Black yang datang menghampiri.

"Ini sudah jam malam Sev, lebih baik kita kembali keasrama"

Ujar Regulus dingin yang diangguki segera Severus.

Ia tidak ingin mendapati masalah dan ditemukan oleh salah satu perfek atau profesor dan akhirnya mendapakan penahanan.

Jadi dengan sedikit enggan Severus mulai berjalan menuju ruang bawah asrama ular bersama Regulus dalam keheningan tenang.

Sama sekali tidak merasakan salah satu siswa Gryffindor yang sedari tadi duduk dekat dengan bangku Severus-mengawasinya dengan pandangan yang sulit diartikan.


James Potter tidak pernah suka membaca dan masuk perpustakaan.

Ia juga benci harus melakukan patroli malam setiap harinya dan mengelilingi Kastil Hogwart untuk memastikan tidak ada murid yang berkeliaran.

Sejujurnya ia tidak pernah mengira akan dijadikan perfek, Remus lebih cocok tugas ini.

Tapi mengingat masalah berbulu temannya,James bisa memaklumi.

Jadi dengan terpaksa dan sedikit seret-menyeret yang dilakukan perfek lain Gryffindor,James Potter pergi melaksanakan tugasnya.

Ia baru melalui sepuluh menit patrolinya,ketika mulai masuk ke perpustakaan yang kini sepi melompong.

Nah sepertinya tidak terlalu sepi,karena mata tajamnya menemukan dua ular berlendir kini tengah duduk di bangku dengan buku yang menemani mereka.

Regulus Black jelas membaca bukunya dengan layanan, tapi yang satu lagi-

Snivellus hanya menatap datar bukunya tanpa minat seolah pikirannya ada ditempat lain.

James Potter terus memperhatikannya dengan seksama.

Ia tidak tahu kenapa tidak segera mengejek dan memberikan penahanan pada dua ular itu.

Dirinya justru berjalan ke-rak terdekat dengan langkah pelan tak bersuara.

Dari dalam saku jubahnya ia keluarkan sebuah kain yang sengaja selalu diperkecil dan sedikit lambaian tongkat, kain mulai membesar sesuai ukuran normal.

Kain yang ternyata jubah gaib miliknya itu segera ia kenakan.

"Menyelidiki ular berlendir tidak ada salahnya ,nah mungkin mereka akan merencanakan prank balasan"

Gumamnya pelan sembari melangkah kebangku terdekat dari dua Slytherin.

James kemudia duduk dan matanya dengan awas terus melihat dua orang ini.

Dua menit…lima menit..sepuluh menit…dan tidak ada yang terjadi.

Dua urat siku-siku kini terpampang jelas di dahinya.

Kesal bukan main, James Potter segera menarik napas dalam-dalam.

Ia tidak bisa berpiki,bagaimanasih ada orang yang bisa tahan dalam kehening selama berjam-jam(meskipun sebenarnya ia baru beberapa menit mengamati) sama sekali tidak bicara dan hanya duduk diam seperti patung!

Itu adalah penyiksaan hatinya.

Ia jelas tidak pernah dalam situasi seperti ini.

Penuh dalam keheningan diam seperti dikuburan.

Tidak,James Potter mungkin sudah mati bila harus duduk diam berjam-jam dalam posisi yang sama dan tidak melakukan apapun kecuali membaca.

Dunia akan kiamat bila ia melakukan hal itu.

'Oh Jerk..apakah mereka tidak melakukan apapun selain membaca dan melamun?tidak ada obrolan apapun,tidak ada gosip!apa semua Slytherin seperti ini?kalau memang begitu aku berterima kasih pada merlin dan topi butut penyortiran yang telah menempatkanku di asrama Gryfindor.'

Dia tidak akan bisa membayangkan bagaimana hidupnya akan berakhir bila topi-usang-butut-sok tahu telah menempatkannya diasrama ular.

Mungkin dirinya akan berakhir di bangsal rumah sakit gila St Mungo karena suasana yang terlalu hening dan tidak adanya lawan bicara yang bisa menemaninya.

Sekali lagi, James menghela napas kesal, tapi pandangannya terus pada Slytherin.

Lebih sering -berlama – lama pada anak berambut hitam.

James kini bisa melihat jelas tampilan di wajah Snivellus yang kosong dan tanpa emosi.

'Bahkan dengan teman seasramanyapun git berminyak tidak jauh berbeda,dingin tanpa emosi'

Renung James memikirkan musuhnya.

Ia juga melihat cahaya bulan yang menerangi kedua anak Slytherin, terutama pada Severus.

Dan meskipun enggan tapi dari dalam lubuk hati terjauh-sangat jauh miliknya,James mengagumi bagaimana Severus terlihat seperti sosok lain.

Rambutnya yang hitam memantulkan cahaya kebiruan,dengan wajah yang seolah bersinar karna cahaya bulan.

Kulit pucat saki-sakitannya juga bersinar mengagumkan.

Mata hitam yang selalu membuatnya jengkel memiliki kilat terang biru yang menandakan kecerdasan.

Semua dalam semua,Severus itu indah.(Oke,kewarasannya mulai dipertanyakan)

Tapi ada sesuatu yang terasa salah saat melihat wajah kosong itu.

Sesuatu yang tidak semestinya,tapi James tidak bisa mengatakan apa itu.

"Hhh kenapa aku jadi seperti penguntit 'Ucapnya jengkel dalam hati.

Sayang untuk kapten quidditch Gryffindor,dia tidak bisa berpaling untuk melihat hal lainnya.

Ada sesuatu yang menahannya,suatu kasat mata yang terus menuntut agar ia memperhatikan musuhnya itu.

Sesuatu kasat mata yang disebut dengan keinginan terdalam dari lubuk hati.

'Ada apa dengan diriku'Bingung James .

Kini dirnya mulai was-was tak karuan.

"Ini sudah jam malam Sev,lebih baik kita kembali keasrama"James mendengar suara dingin Regulus yang bersuara untuk pertama kalinya.

Dan menatap kembali pada Severus,dimana laki-laki itu hanya mengangguk kepala sembari membereskan barang-barangnya.

'Aku serasa dikutub utara'Pikir James agak kesal namun juga bingung.

Melihat Severus yang seperti mahluk tanpa emosi sedikit membuatnya takut.

Perasaan dingin dan getaran dalam pikirannya menyebutkan sesuatu yang salah,tapi James bukanlah seorang yang peka dan tidak selalu berpikir dengan otak-setelah semua ia seorang Gryfindor.

Matanya terus pada punggung kecil Severus,bahkan ketika dua ular sudah keluar dan tak terlihat,James terus menatap.

"Aku pikir,otakku mulai kacau! ini pasti gara-gara Moony yang sering memukulku dengan buku…yah pasti karena itu"Ujarnya bermonolog sendiri.

"hhh..mungkin sedikit pranks untuk moony tidak masalah.

Hal ini untuk kebaikan pikiran dan kewarasanku"

Dengan satu pemikiran tentang prank ke Remus,James Potter meninggalkan perpustakan sembari bersiul-siul.

Sama sekali tidak ingin memikirkan anak laki-laki berambut hitam dengan seragam Slytherin.

Hal terakhir yang kita semua pikirkan mungkin,kenapa James Potter memilih untuk merencanakan menjahili sobatnya sendiri dari pada Severus Snape yang notabennya selalu menjadi incaran kejahilan sejak tahun pertama?


Setelah pengamtan terhadap Slytehrin tertentu,James Potter untuk malam ini sama sekali tidak bisa menghentikan pikirannya dari anak laki-laki berambut hitam.

Ini tentu membuatnya frustasi dan berkali-kali menarik-narik surai kecoklatannya.

"ada apa sih denganku!?"Teriak James pada ruang hampa kamar tidurnya,sama sekali tidak peduli jika tiga sobat sekamarnya yang tengah tidur lelap terbangun.


TBC

dan disini kita selesai membaca bab ketiga.

aku tahu ini pendek dan jarak waktu updateku yang agak lama di bandingkan dengan dua bab lainnya.

Tapi hei,kita semua punya kehidupan di luar sana dan aku juga tidak bisa setiap hari untuk membuat cerita.

jadi maaf untuk menunggu lama dan terima kasih telah membaca cerita ini.

terkahir...please bisa utarakan pendapat dan kritikan serta masukannya di kotak bawah ini ;)