CHEONGDAMDONG ADVENTURE (part 3)

Pagi hari datang begitu cepat. Tidak terasa waktu untuk berpisah dengan eomma sudah tiba. Aku berharap eomma akan melepasku dengan senyuman hangatnya yang begitu kurindukan. Namun itu hanya mimpi semata. Jangankan memberikan senyuman, menatapku saja eomma sudah enggan. Hanya dengan ucapan selamat tinggal yang singkat, aku pergi menuju camp tempat baruku menjadi seorang trainee. Di sana sudah ada representatif Han yang akan memperkenalkanku pada trainee yang lain.

"Annyeonghaseyo Representatif Han." Sapa para trainee yang ada dalam ruangan itu. Sapaan itu juga menunjukkan bahwa beliau adalah salah seorang yang dihormati.

"Sesuai yang telah diberitahukan sebelumnya, hari ini akan ada seorang trainee baru yang bergabung bersama kalian. Cepat perkenalkan dirimu!"

"Annyeonghaseyo, Park Hee Rin-imnida"

"Mulai hari ini dia akan bergabung. Tolong bimbing dia sebaik mungkin. Kemudian... Mimi"

"Ne..." jawab seorang gadis putih dengan rambut panjang yang membuatnya tampak anggun.

"Hee Rin akan satu kamar denganmu mulai hari ini, jadi nanti jangan lupa kamu beritahu Hee Rin di mana ruangannya."

"Ne..."

"Oh iya, Hee Rin. Karena kamu sudah resmi menjadi trainee FNC, maka kamu juga berhak mengikuti seleksi untuk debut. Seleksi diadakan bulan depan jadi pelajari sebanyak yang kamu bisa dan berusahalah untuk menjadi salah satu artis yang akan didebutkan oleh FNC. Kalau begitu aku pergi ke kantor terlebih dahulu, semuanya jangan lupa semangat untuk latihan."

"Neeee..." jawab semua trainee dengan kompak.

Lalu Representatif Han meninggalkanku bersama trainee yang lain. Aku mulai berkenalan dengan beberapa trainee yang akan bersamaku untuk waktu yang aku pun belum tahu sampai kapan. Aku mendapat beberapa orang kenalan beberapa diantaranya yaitu Kwon Dogyun dan Jong Mimi. Mimi adalah orang yang akan menjadi teman sekamarku.

Latihan usai pukul sepuluh malam, tak terasa aku sudah berlatih lebih dari 12 jam. Padahal latihan kali ini hanya latihan beberapa gerakan dance. Usai latihan Aku dan Mimi pergi ke kamar untuk beristirahat. Mimi adalah orang yang ramah. Namun baru aku sadari bahwa setelah diperhatikan wajah Mimi sangat mirip dengan gadis yang beradu mulut dengan Hong Ki oppa kemarin, apa mungkin Mimi adalah kekasih Hong Ki oppa. Tetapi mau bagaimanapun itu hak mereka untuk menjalin hubungan. Aku sebagai seorang penggemar dan sebagai seorang teman, tidak berhak ikut campur dalam hubungan mereka berdua.

Latihan dihari berikutnya adalah latihan vokal, dan untuk kesekian kalinya aku kesiangan sehingga terlambat latihan. Kali ini guru yang memberi pelatihan adalah guru yang terkenal killer dan ditakuti para trainee yang lain. Aku yang baru saja bergabung tentu tidak mengetahui hal tersebut, dan akibatnya aku tidak diperbolehkan mengikuti latihan vokal hari itu. Padahal latihan kali ini sangat penting untuk seleksi bulan depan. Aku yakin seonsaengnim tidak akan mengulang pelajaran yang sama dua kali.

"YAA... kau anak baru, berani-beraninya kamu terlambat di kelasku. Cepat kamu keluar dan kamu tidak aku perbolehkan mengikuti kelas vokalku selama satu bulan. CEPAT KELUAR!"

"Jungsuhabnida seonsaengnim. Tolong biarkan aku mengikuti kelas Anda. Aku berjanji tidak akan terlambat lagi. Jika Anda tidak mengizinkan aku untuk mengikuti kelas vokal, bagaimana dengan seleksi bulan depan?"

"Apa kamu pikir hanya dengan mengikuti kelasku selama satu bulan bisa membuatmu lolos seleksi debut. Sudahlah jangan bermimpi, CEPAT KELUAR!"

"Ne, seonsaengnim." Jawabku dengan penuh kekecewaan seraya berjalan keluar ruangan.

"Baru saja kemarin aku bisa mengikuti training di FNC Entertainment ini, tetapi sekarang aku sudah tidak bisa mengikuti kelas vokal yang sangat penting untuk menjadi seorang penyanyi. Huh... bagaiman ini."

Aku berjalan pelan menuju atap gedung, berpikir dengan suasana tenang mungkin bisa sedikit menenangkanku. Suasana atap begitu sepi tetapi hal itu mampu menciptakan suasana yang nyaman untuk orang yang sedang dirundung masalah sepertiku. Di atap gedung ada sebuah bangku kecil yang mungkin cukup untuk dua orang, aku duduk melamun di tempat itu. Sampai aku tidak menyadari bahwa ada Jong Hoon oppa disampingku.

"Hei, apa yang kamu lakukakn di sini?"

"OMO... oppa, bagaimana bisa ke mari? Apa yang oppa lakukan di tempat seperti ini?"

"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kamu lakukan di sini?"

"Emm... tidak ada, hanya melamun. Hari ini aku dikeluarkan dari kelas vokal, dan seonsaengnim tidak mau aku berada di kelas selama satu bulan. Padahal bulan depan akan ada seleksi untuk calon rookie yang akan debut."

"Mengingat suaramu yang seburuk itu, pasti kelas vokal sangat penting bagimu. Apa ada yang bisa aku bantu untuk mengatasi masalahmu?"

"Sepertinya tidak ada. Andaikan saja ada orang lain yang bisa mengajari berbagai teknik vokal padaku, tetapi bukankah seonsaengnim yang mengajarkan vokal pada trainee hanya ada satu."

"Wah... aku punya ide bagus. Ayo cepat ikut aku!"

Jong Hoon oppa dengan senyumnya yang lebar menarik tanganku dengan kuat dan menggenggamnya dengan erat. Sesaat. Dia seperti seseorang yang spesial dan pernah ada dalam hidupku. Seseorang yang sosoknya begitu kurindukan. Dengan susah payah aku mengikuti irama langkah kaki Jong Hoon oppa yang begitu cepat. Kami berhenti di depan sebuah ruang rekaman. Jong Hoon oppa masuk ke dalam ruangan tersebut, dan tak beberapa lama dia keluar bersama seseorang yang sudah tidak asing lagi bagiku. Ya, dia adalah Hong Ki oppa orang yang menjadi idola dalam hidupku. Dia juga orang yang membuatku bangkit setelah mengalami masa lalu yang begitu pahit. Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa bertemu dengannya secara langsung.

Eomma : ibu

Annyeonghaseyo : halo

Ne : iya

Oppa : kakak (laki-laki)

Seonsaengnim : guru

Jungsuhabnida : Maaf (formal)

OMO : Ya Tuhan

Rookie : istilah untuk artis baru