I'am Sorry

Disclameir :

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

Cast : KYUMIN and Friends ^^

Waning : YAOI, Typo(s), OOC, M-Preg

Chapter 3

.

.

.

Sungmin membuka mata saat sinar matahari mengintipnya dari balik kaca jendela yang tertutup gorden. Sungmin mengubah posisinya membelakangi jendela dan itu membuatnya berhadapan dengan wajah polos Kyuhyun yang tertidur meringkuk.

Sungmin menarik sudut bibirnya. Yahh! Meraka sungguh langsung bercinta setelah pulang dari rumah sakit. Bermain dengan lembut, sesekali Kyuhyun akan bergerak cepat namun saat mengingat dalam perutnya terdapat calon janin mereka, Kyuhyun bergerak lembut kembali.

Setiap untaian desahan yang keluar dari bibir mereka, di iringin lantunan saling memuja dan ucapan cinta. Hingga Sungmin tidak mengetahui kapan mereka benar-benar menghentikan percintaan mereka. Tekanan dan rasa stress yang terjadi beberapa hari lalu seakan ikut melebur saat mereka menyatukan diri di tambah lagi hubungan mereka pun sudah kembali baik-baik saja.

Sungmin mengernyitkan dahinya saat merasa perutnya seperti di aduk, apalagi ia juga merasa desakan entah apa yang ingin keluar dari mulutnya. Sungmin langsung beranjak, menyampirkan sehelai selimut menutupi bagian bawahnya lalu berlari kecil masuk kamar mandi, sembari meringis ketika merasakan rasa perih di bagian belakangnya.

Pergerakan yang tiba-tiba itu membuat Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Ia menggeliat, matanya yang terpejam langsung terbuka saat mendengar suara Sungmin dari kamar mandi. Terdengar sangat tersiksa.

"Sayang." Kyuhyun buru-buru menuju kamar mandi. Ia langsung berjongkok di samping Sungmin yang terduduk dengan wajah yang menunduk di kloset. Kyuhyun memijat tengkuk istrinya pelan. "Kau tidak apa-apa?"

Sungmin mendengus. "Aku mual," ujar Sungmin sinis. "Sial, tenggorokanku pahit sekali."

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Begitulah Sungmin yang sebenarnya. Berbicara dengan menyertakan umpatan. Walau begitu Kyuhyun mencintai sisi baik dan sifat jelek istrinya itu.

Sungmin melirik Kyuhyun sembari mengusap cairan bening yang membasahi sudut bibirnya. "Kau... telanjang?"

Kyuhyun menatap dirinya sendiri lalu mendongak pada Sungmin. Ia tersenyum lebar –bukan itu senyum mesum. "Seakan kau baru pertama kali melihat diriku telanjang," ucapnya genit.

Memang seperti itu, tapi tetap saja Sungmin di buat berdebar melihat keadaan suaminya. Ia masih mending menutupi bagian pribadinya dengan selimut. Sungmin hendak membalas ucapan Kyuhyun saat perutnya kembali terasa mual dan cairan bening keluar dari mulutnya. Ia mengernyit jijik namun sepertinya tidak untuk Kyuhyun, dengan telaten Kyuhyun membasuh air dan mengusap bibir Sungmin dengan tangannya.

Kyuhyun berjalan menuju bath tub dan mengisi bak besar itu dengan air hangat. Tak lama, air hangat sudah memenuhi bath tub.

Sungmin melihat tingkah suaminya yang mondar mandir mempersiapkan entah apa, hanya bisa merona. Matanya dengan nakal menatap benda di selangkaan Kyuhyun yang bergerak kesana-kemari saat Kyuhyun berjalan. Padahal Sungmin pun mempunyai benda yang sama tapi jika melihat benda milik suaminya selalu membuat Sungmin memerah seperti tomat busuk.

Saat sedang melamunkan hal itu, Sungmin terkejut mendapati selimut yang membungkus tubuhnya sudah telepas dan kini dirinya sudah berada di pangkuan Kyuhyun. suaminya mencelupkan tubuhnya kedalam bath tub diikuti Kyuhyun setelahnya.

Sungmin menyandarkan tubuhnya pada Kyuhyun. Pria manis itu menutup matanya menikmati relaksasi air hangat dan juga pijitan pelan Kyuhyun di pundaknya.

"Merasa lebih baik?" tanya Kyuhyun. Sungmin mengangguk.

Kyuhyun menghentikan pijatannya, beralih melingkar lengannya pada leher Sungmin memeluk tubuh istrinya. "Terima kasih sayang." Kyuhyun mengecup pelipisnya.

Sungmin membuka mata, ia menolah menatap Kyuhyun. "Kau sudah beribu kali mengucapkan kata itu. Aku bosan mendengarnya."

Kyuhyun membalas tatapan Sungmin dengan senyum manisnya. "Terima kasih."

"Tuh kan. Hentikan." Sungmin menundukan kepalanya, ia merasa malu karena Kyuhyun terus menatapnya dengan penuh cinta. Jemari Kyuhyun menyentuh dagunya, membuat Sungmin mendongak. "Terima kasih," ucap Kyuhyun lagi.

Sungmin mengerucutkan bibirnya gemas mendapati tingkah Kyuhyun. Ia bisa melihat Kyuhyun terkekeh geli dan hendak membuka mulutnya lagi entah ingin mengucapkan apa namun Sungmin bergerak cepat mengecup dan mengulum bibir bawah suaminya yang membatu.

Sungmin tersenyum dalam ciumannya. Tanpa memperdulikan Kyuhyun yang masih terkejut, Sungmin semakin berani menggerakkan bibirnya. Lama menunggu, setelahnya Sungmin semakin tersenyum saat Kyuhyun mulai membalas pagutannya.

I'am Sorry

Dua minggu kemudian.

Sungmin duduk di sofa, memperhatikan lengan kanan dan kirinya yang sedikit membengkak. "Sedang apa?"

Sungmin mendongak. Kyuhyun duduk disampingnya. Menaruh cemilan di atas meja lalu menghidupkan televisi. Karena tak mendengar istrinya menjawab. Kyuhyun menoleh pada Sungmin. "Apa?" tanyanya.

Sungmin menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa. "Apanya yang kesakitan?"

"Eoh?" Kyuhyun menatap Sungmin tidak mengerti.

"Kau bilang saat itu, kau tidak ingin melihatku kesakitan karena efek injeksi dan beberapa perawatan yang harus kulakukan. cih!" Sungmin mamandang Kyuhyun remeh. "Efeknya hanya tanganku membengkak. Ini tidak sakit sama sekali."

Sekali dalam seminggu, Sungmin di haruskan mendapatkan injeksi dan terapi hormon untuk menguatkan rahimnya. Dokter bilang, jika kehamilannya sudah memasuki bulan ke 6, injeksi dan perawatan lainnya akan lebih jarang di lakukan mungkin dua kali dalam sebulan.

Sungmin pikir, efek yang akan ia terima seperti muntah-muntah, rambut rontok dan terkapar tak berdaya di ranjang seperti penderita yang menjalani kemoterapi. Namun pikirannya itu jauh sekali dari kenyataan. Ya, kedua tangannya hanya membengkak karena suntikan, hanya itu, well demam juga sih dan tubuhnya akan melemas seperti tak punya tulang selama 2 jam setelah menerima terapi namun itu sungguh bukan suatu masalah bagi Sungmin.

"Kau tahu. Kau itu berlebihan sekali," cibir Sungmin.

Kyuhyun terkekeh pelan. Kyuhyun akui terkadang memang dirinya selalu berlebihan. "Ya hanya alasan itu yang bisa ku berikan untuk mendukung keinginanmu. Aku bisa apa?" jawab Kyuhyun enteng dengan nada bergurau. Ia tak menyadari perubahan mimik wajah Sungmin.

Hingga sebuah beban berat di pundaknya, saat Sungmin menyandarkan kepalanya di bahu dan melingkarkan tangannya di perut Kyuhyun membuat pria kelahiran Februari itu seakan tersadar dengan kata-katanya. Secara tak langsung, ia telah menyinggung Sungmin lagi.

Kyuhyun hendak meminta maaf, tapi Sungmin telah terlebih dulu membuka suara. "Maaf," lirih Sungmin.

Kyuhyun melingkarkan sebelah tangannya. Merangkul bahu Sungmin dan semakin menyandarkan tubuh Sungmin pada dada bidangnya. "Aku juga." Kyuhyun mengecup kening Sungmin lama. "Tapi aku bernafas lega karena kau tidak melakukannya." ia menatap Sungmin dengan senyum yang berkembang di bibirnya.

Sungmin menunduk. "Saat itu aku sungguh egois bukan?" Sungmin kini menatap Kyuhyun. Jemarinya bermain di pelipis suaminya. Menyentil kecil rambut-rambut halus suaminya. "Terima kasih kau sudah bersabar dengan tingkahku." Sungmin memajukan kepalanya. Mengecup bibir suaminya. "Aku mencintaimu."

Kyuhyun tersenyum. "Aku juga mencintamu, sayang."

Kali ini Kyuhyun yang memulai. Mencium bibir Sungmin, menggerakannya beraturan. Perlahan, Kyuhyun membaringkan Sungmin sembari terus melumat dan memagut. Sungmin menyelipkan jemarinya pada helaian hitam rambut Kyuhyun. Menekannya, meminta agar sang suami terus melakukan lebih, hingga suara bel yang berbunyi tidak membuat keduanya menghentikan kegiatan mereka yang tengah saling mencumbu.

.

.

Sungmin mengganga hebat melihat macam-macam barang dan semuanya adalah perlengkapan bayi. Sungmin menatap penuh tuntutan pada dua wanita paruh baya dihadapannya, Heechul dan Jung soo. Sungmin bersedekap.

"Apa-apan ini?" tanyanya.

Heechul terkekeh manis menatap Sungmin dengan mata puppynya. "Untuk bayi kalian. Umma sengaja membeli ini semua," cengirnya pada sang menantu.

Saat Kyuhyun memberi kabar jika Sungmin membatalkan niatan untuk menggugurkan kehamilannya. Orang tua Kyuhyun maupun Sungmin bersuka cita. Apalagi kata Kyuhyun, Sungmin sudah mulai menerima kehamilannya. Tentu saja, sebagai calon nenek Heechul langsung mempersiapkan segalanya.

"Eommoni~" Sungmin mendesah. "Kandunganku baru saja 6 minggu. Masih lama untuk sampai pada saatnya melahirkan."

"Mempersiapkanya lebih awal, tak apa bukan? Umma juga melakukan hal yang sama saat mengetahui jika Ahra hamil." Heechul menjawab dan Sungmin tidak bisa berkata lagi. Pria manis itu mendelik pada ibu kandungnya. Jung soo hanya tersenyum dan bergumam maaf, dirinya pun tidak kuasa menolak ajakan besannya untuk berbelanja.

"Nah, jika jajaran sini untuk dirimu, sayang." Heechul menunjuk deretan paper bag yang tersusun rapih dekat kaki meja.

Sungmin mengerutkan dahi. Ia mengambil salah satu paper bag itu dan melihat isinya. Mata Sungmin membulat. "Eommoni, aku bukan wanita."

Kyuhyun terkikik melihat isi paper bag itu adalah sebuah dress tidur atau daster. Sepertinya Kyuhyun bisa menebak isi paper bag lainnya.

Sungmin melotot pada Kyuhyun yang cekikikan menertawakannya. Namun suaminya seakan tak perduli. Itu membuat Sungmin kesal.

Heechul merangkul bahu Sungmin. "Dress itu pasti berguna saat perutmu mulai membesar, Sungmin-ah." Sungmin cemberut. "Aku tidak mau memakainya."

"Lalu nanti kau akan pakai apa? Celana?" Heechul menampilkan wajah prihatin. "Kau tega? Bisa saja bayi kalian nanti tertekan."

Benar juga batin Sungmin.

"Pakai ya," mohon Heechul.

Sungmin mengeratkan giginya. "Aish! Tidak tahu, tidak tahu, tidak tahu." Sungmin mendudukan tubuhnya pada sandaran sofa. Ia badmood.

"Oh? Aku lupa membeli box bayi. Aigoo!" Heechul menepuk dahinya pelan. Ia merangkul lengan Jung soo. "Ayo Besan, saatnya membeli box bayi untuk cucu kita."

"Eommoni~" protes Sungmin. Heechul menggelengkan kepalanya memberitahu secara tersirat jika dirinya tidak ingin mendapat penolakan.

Sungmin menatap Kyuhyun. Berharap Kyuhyun bisa menghentikan Ibu mertuanya yang akan kembali berbelanja. "Kyunie~"

Kyuhyun menghembuskan nafasnya. Ia tersenyum meyakinkan pada Sungmin. "Eomma." panggil Kyuhyun pada Heechul yang mengangkat sebelah alisnya.

"Pastikan box bayi itu berkualitas baik," ujar Kyuhyun. Sungmin menggeram gemas. Heechul tersenyum lebar pada Kyuhyun lalu memberikan sigh oke. Kemudian dua wanita itu berpamitan.

I'am Sorry

Sungmin tidak bisa tidur. Ia memutuskan untuk pergi kekamar mandi dan membasuh wajahnya. Sungmin keluar dan duduk di ranjang kembali.

Entah mengapa, Sungmin saat ini ingin makan odeng yang di jual di kedai-kedai pinggir jalan. Waktu sudah menunjukan jam 1 dini hari. Ia tak khawatir karena kedai cemilan khas Korea itu terdapat di mana-mana dan juga meraka selalu buka 24 jam.

Sungmin menatap Kyuhyun, menimbang apakah ia harus membangunkan suaminya atau tidak. Bisa saja Sungmin membelinya sendiri namun ia pasti mendapat resiko yaitu Kyuhyun akan marah saat ia pulang nanti.

Sungmin mendesah keras. Dengan tidak tega, Sungmin membangunkan Kyuhyun. "Kyu." Sungmin mengguncang bahu Kyuhyun pelan. "Kyu."

Kyuhyun mulai mengeliat. Pria itu menyipitkan matanya yang berat, menatap Sungmin. "Sayang?" Kyuhyun duduk, mengusak matanya lalu menatap pada jam dinding. "Kenapa?" kesadaran Kyuhyun sudah pulih.

Ia menatap lekat wajah Sungmin. Istrinya itu memalingkan muka. "Aku tidak tahu kenapa, tapi aku sangat ingin makan odeng," ujarnya.

Kyuhyun berseru 'oh'. "Kau mengidam ya?"

Sungmin menegakkan tubuhnya. "Tidak."

Oh yeah, harga diri Sungmin masih tetap ada.

Tanpa ingin membuat istrinya kembali marah. Kyuhyun beranjak mencuci muka saat keluar kamar mandi, Sungmin sudah memakai mantel. Sungmin menyerahkan coat berwarna merah pada Kyuhyun menyuruh suaminya untuk cepat-cepat. Ia sungguh tidak sabar untuk menyantap odeng.

.

.

Kyuhyun terkekeh geli melihat Sungmin yang makan sangat lahap. Sudah terhitung 2 porsi odeng habis di lahapnya. "Enak?" tanya Kyuhyun gemas.

Dengan pipi mengembung, Sungmin tersenyum lalu menganguk. "Boleh aku pesan satu porsi lagi?"

"Apa?"

"Tidak boleh ya?" Sungmin menundukan kepalanya dengan wajah sedih.

"Bukan begitu. Tapi apa kau belum kenyang? Sudah habis dua porsi loh."

Sungmin menggeleng. "Aku masih lapar dan masih ingin makan odeng."

Kyuhyun mendesah pasrah. Kyuhyun memanggil pelayan kedai lalu memesan satu porsi lagi. Sungmin tersenyum lebar, dengan semangat pria manis itu menghabiskan porsi keduanya untuk menyambut porsi ketiganya.

Kyuhyun mengerjap saat Sungmin menyodorkan odeng dihadapannya. "Aaaa," kata Sungmin. "Aku ingin kau makan juga." Kyuhyun tersenyum lalu membuka mulutnya.

Kembali, Kyuhyun menikmati tingkah Sungmin yang tengah menikmati makanannya. Tingkah Sungmin memang sangat menggemaskan. Satu waktu akan bertingkah manja, satu waktu keras kepala, satu waktu menjadi cengeng, satu waktu mandiri, satu waktu bertingkah keras. Dan Semua itu membuat kesan tersendiri bagi Kyuhyun. Walau harus ia akui, kadang ia cukup kewalahan.

"Kyu."

Kyuhyun tersentak saat Sungmin menepuk bahunya cukup keras. "Kenapa?"

Sungmin cemberut. "Kau yang kenapa? Melamunkan siapa eoh? Pria lain? Wanita lain?" sungutnya.

Kyuhyun terkikik. Ia mengusak rambut hitam Sungmin. "Aku hanya memikirkanmu, sayang. Hanya kamu."

Sungmin berdecih dengan wajah merona. "Aku sudah selesai."

Kyuhyun melihat 3 tumpuk mangkuk di hadapannya. Ya, Sungmin memang tengah mengidam. "Sudah kenyang?" dengan imut Sungmin menganguk.

Kyuhyun memanggil pelayan lagi untuk membayar. "Ayo pulang." Kyuhyun menarik lembut tangan Sungmin namun pria manis itu masih tetap berdiri di tempat. Kyuhyun melemparkan tatapan bertanya.

"Aku ingin pergi karaoke."

"Apa?"

Sungmin mendengus. "Aku ingin pergi karaoke."

"Ini sudah pukul setengah tiga pagi, Min."

"Lalu kenapa?" Sungmin menatap Kyuhyun tajam. "Aku ingin karaoke."

"Baiklah." pasrah Kyuhyun lagi. Kyuhyun bisa apa? Menolak? Tentu saja tidak kan. Apalagi ia di beri wejangan oleh Ibu dan Ibu mertuanya jika Sungmin mengidam harus di turuti.

Sungmin meloncat pelan. Ia merangkulkan lengannya pada Kyuhyun membuat suaminya itu sedikit menunduk. "Pergi karaoke," seru Sungmin semangat.

.

.

.

.

.

TBC

Thank to :

Chapter 1

may 'vitamins, ovallea, asiaraikkonen, kezypark, meixianJOY, hyejin96, nurindaKyumin, widiantini9, Lee Xiu Zhi, kirantheacyankEsa, Shengmin137, TiffyTiffanyLee, Za KyuMin, febyeby121, LauraChoilau324, wullancholee, fitriKyuMin, abilhikmah, SunghyoJoY, 137Wine, imKM1004, chopurple3, PumpkinEvil137, SMLming, Doyeng, AngeLeeteuk, Guest, orange girls, kim nara, okta, Gyumin, lee sunri hyun, nabeshima, Guest, Zagiya, paul kim, anajung137, nuralrasyid, ddreina, chokyuminiie, Cho MeiHwa, KyuMin ELF, Cho Kyuna, seira minkyu, PRISNA, Dina Lee 96

Chapter 2

137Wine, Doyeng, kezypark, kiketochtriayu1, may 'vitamins, Shengmin137, Cho MeiHwa, PumpkinEvil137, anislmufidah, Za KyuMin, cho purple 3, teukiangel, jihyunlee137, Kim Yong Neul, fitriKyuMin, seira minkyu, imKM1004, TiffyTiffanyLee, ovallea, nurindaKyumin, LauraChoilau324, wullancholee, SMLming, Guest, abilhikmah, rusera, PRISNA, Gyumin, paul kim, kim nara, orange girls, Guest, Qnie, okta, lee min jung, dd, chu, lee mingma, nuralrasyid, lee sunri hyun, Zagiya, anum, danactebh, KyuMin ELF, wdespita elfjoy, cho kyuminiie, joy, Taniea458

Hai...

Masih adakah JOYer? Masih adakah yg bertahan? #Plak #abaikan. Aku lagi galau dan geje nih hehehehe

Chapter ini menurutku sendiri kurang gimana gitu kkk. Jadi aku bakal post chapter 4, 3 hari kedepan, hari kamis ya. See youu chingudeul #bow