KEMAJUAN!
Plum Peach
Siapa sih yang tidak suka dengan adanya kemajuan saat ini? Kehidupan kita menjadi sangat mudah dengan adanya kemajuan itu, bukan? / Uchiha Sasuke salah satunya, pemuda raven itu cukup bersyukur dengan adanya "kemajuan" hidup dalam kesehariannya! He–eh? Bagaimana bisa? / BAD SUMMARY/ Pairing: Always_SasuNaru!
…
Plum Peach
Itcha Meguri S.A. Honokaa Sagami
Present
A SasuNaru Fanfiction
KEMAJUAN!
Disclaimer: NARUTO (manga/anime/chara) ©Masashi Kishimoto–sensei
Genre: Drama, Humor!Garing, Romance!Picisan and other…
Rating: T
Pairing: Always_SasuNaru4ever
––– WARNING –––
Summary yang kagak nyambung dengan cerita yang tidak jelas, Shonen-ai or Yaoi kah? (Slash! Pokoknya Boys love! Yay!), AU, OC plus OOC, Kosa-kata absurd(?!), Typo(s) bergentayangan? and OTHER WARN because this is my 4.5th fiction~
Cerita ini hanya berisikan kosa kata absurd penulis yang memang ndak punya ide menarik dan berakhir dengan kebingungan mau buat apalagi selain cerita ndak mutu seperti ini karena penulis terlalu suka menggunakan EYD+2P (Ejaan Yang Diinginkan+Pemikiran ala Penulis) yang baik dan benar~
––– WARNING –––
NOT LIKE MY STORY? PLEASE DON'T READ FOR SAFETY~
BUT "THANKS" TO ALL OF YOU THAT WANNA READ AND LIKE THIS STORY
PLEASE DON'T BLAME THE CHARA/ PAIRING/ OTHER IN ORIGINAL MANGA 'CAUSE THIS WORST FIC OF MINE ^_^
.
KEMAJUAN!
AWAS! TERMAKAN IKLAN!
Waspadalah selalu pada produk pilihan anda!
Pastikan kebaikannya untuk anak–cucu tercinta!
.
.
Kemajuan ketiga: Smartphone!
"Siapa yang tidak pernah mengenal kecanggihan Smartphone zaman sekarang?" Saya!
"Siapa yang tidak pernah memilik Smartphone satupun hingga sekarang?" Saya! —PLAK! *dibantai*
Baiklah, mungkin hanya beberapa orang yang merasa kurang beruntung dan tidak memerlukan Smartphone itu yang tidak pernah tahu pentingnya benda tersebut, seperti halnya Uchiha Sasuke sekarang ini.
Baginya Smartphone itu, MEREPOTKAN!
.
Pemuda raven itu hanya membolak–balikkan Smartphone yang ada dalam genggamannya sejak tadi, bosan, ketika banyak siswi yang melirik ke arahnya dan akhirnya mencoba untuk meminta nomor telepon ataupun alamat e–mail Sasuke, di saat pemuda rupawan itu sedang menunggu sahabatnya yang sedang sibuk dengan ekstrakurikuler yang dijalaninya, Basketball.
Cuaca yang panas karena terik matahari di siang hari sepertinya tidak menyurutkan semangat para pemain inti team Basketball Konoha Gakuen, mengingat akan diadakannya perlombaan besar tingkat Nasional sebulan lagi.
Sasuke masih dengan tatapan datarnya memperhatikan dengan seksama latihan itu, walaupun sebenarnya yang ditatapnya tetaplah sosok pemuda bersurai pirang yang terlihat bersinar cerah di lapangan sana. Terlihat berkeringat, mengkilap, basah dan di— DINGIN?!
.
Pemuda raven itu sedikit terlonjak kaget begitu merasakan sesuatu yang basah dan dingin menyentuh kulit pipinya yang pucat, yang sekarang pasti tampak memerah, dengan cepat manik onyx miliknya melirik tajam ke arah seseorang yang ternyata—
Naruto–NYA!?
.
"Kau pasti bosan karena lama menungguku, ya?" sebuah cengiran khas sang Uzumaki terlihat, membuyarkan lamunan sang Uchiha Bungsu yang tampak tidak berkedip sedikitpun semenjak kedatangannya tadi.
"Hah? Hn." balas Sasuke, kikuk.
Entah sejak kapan pemuda blonde itu telah menyelesaikan latihannya dan langsung mengganti pakaiannya dengan seragam musim panas, kemeja putih berlengan pendek, sebelum berlari ke kantin sebentar, membeli dua minuman kaleng untuk mereka berdua dan kembali berlari menuju tempat pemuda Uchiha itu menunggunya.
'Apa yang aku lihat di lapangan tadi itu fatamorgana?' batin Sasuke, sweatdrop akan khayalannya tadi.
.
.
"Huh? Teme? Itu Hanphone baru, ya?" tanya Naruto, kepo, matanya tampak tak teralihkan dari tangan sang raven ketika mereka berdua sedang berjalan pelan menuju pintu gerbang sekolah, menghiraukan beberapa pasang mata yang menatap iri dan kagum di saat yang bersamaan pada mereka —yang merupakan Duo Pangeran idola di Konoha Gakuen itu.
.
"Hn. Aniki yang membelikannya saat ulang tahunku kemarin." Jawab Sasuke, sekenannya.
"Waaa~ Itu Smartphone keluaran terbaru yang dibicarakan Kiba tadi, kau tahu! Nee~ Boleh ku pinjam tidak?" decak kagum dan nada memohon sang blonde sempat membuat Sasuke berhenti, heran. Sebegitu hebatnya kah Smartpone ini? —batinnya, menyelidik.
"Hh… Kalau ada e–mail dari Aniki bagaimana?" tanyanya, sesaat pandangan matanya melirik Naruto yang tampak kebingungan, membuat smirk evil miliknya muncul secara tidak terduga. Kena kau, Dobe~
"Ehh… umm… Aa! Bagaimana kalau kita bertukar handphone saja? Ku mohon~ Sehari saja bagaimana, ya? Yaa~?" pinta sang blonde, memaksa, setelah berpikir keras untuk mencari cara agar Smartphone versi terbaru itu bisa berada dalam genggamannya walau sehari, untuk dipamerkannya pada Kiba!
"Hn." —dengan polosnya Sasuke meng–iya–kan permintaan rubah kecil kesayangannya itu.
"Horee~ Teme baik~!"
.
Naruto yang terlihat sangat senang tanpa diduga–duga langsung menerjang sosok pemuda raven di sebelahnya, memeluk erat seperti seekor anak kucing yang manja, lalu mencium sekilas pipi sang Bungsu Uchiha, gemas, tanpa memperhatikan tatapan cengo orang–orang di sekelilingnya, termasuk Sasuke sendiri, mengingat mereka berdua masih berada di area sekolah.
.
Peringatan: Sekolah adalah tempat menimba ilmu dan bukannya tempat untuk membangkitkan insting mesum seorang Uchiha!—Terlebih jika hal itu disebabkan hanya karena sebuah Smartphone, maka untuk kebaikan bersama saya akan segera menyitanya! xD
END
.
.
.
"Arigatō Gozaimasu!" for read this fanfic 'til the end! —and still, "Mind to review, minna–san?" ^_^
