Disclaimer: M. Kishimoto
Title: The Beginning of everything
Pair: Sasuke U. & Hinata H.
Genre: Romance
Warning: AU, tanda baca nyasar, cerita ga jelas, sangat OOC,typos bertebaran,melenceng dari EYD yang berlaku dll
Terinspirasi dari komik (yang saya lupa pengarang sama judulnya )awalnya, tapi diubah sana-sini oleh Author dan jadilah cerita abal ini.
Ini adalah fanfic pertama saya, jadi mohon bimbingannya para senpai. Kritik dan saran selalu terbuka
Keterangan tambahan:
'…'= dalam hati
Kata yang dibold+center= masa lalu
Kata yang dibold= telfon, e-mail dll
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
Chapter 3
Bagi kebanyakan orang, Hiashi dikenal sebagai pribadi yang keras dan disiplin.
Tapi bagi keluarganya, Hiashi adalah sosok lembut yang dapat melindungi dan mengayomi mereka.
Bagi kebanyakan orang, Hiashi adalah pribadi yang dingin dan cenderung pendiam.
Namun, bagi kedua buah hatinya, Hiashi adalah sosok yang patut dijadikan teladan.
Dibalik semua sifat keras, disiplin serta dinginnya, Hiashi adalah sosok penyayang.
Hiashi sangat menyayangi keluarga kecilnya, karna baginya keluarga inilah arti keluarga sesungguhnya. Hiashi takkan pernah dan takkan membiarkan kedua putrinya kecewa.
Itu sumpahnya.
Hiashi tahu dirinya lebih menyayangi si bungsu dibanding si sulung, tapi, bukan berarti dia hanya terfokus pada si bungsu. Hiashi mengetahui karakteristik keduanya.
Hinata mungkin adalah refleksi anak yang akan membanggakan orang tua, sedangkan Hanabi adalah sosok anak yang diinginkan setiap orang tua.
Hinata rajin, Hanabi pintar.
Hinata pekerja keras, Hanabi punya keberuntungan tinggi.
Hinata patuh, Hanabi berjiwa petualang.
Hinata mungil tapi disisi lain seksi, Hanabi langsing dan proporsional.
Tapi keduanya punya kedudukan yang sama di hati Hiashi. Karna mereka sama-sama terlahir dari rahim seorang wanita yang menjadi belahan jiwa sekaligus wanita yang berhasil membuat Hiashi didepak dari deretan anggota keluarga besar Hyuuga.
"Sasuke, di mana Hinata?"
Mikoto membuka kamar Sasuke dan bertanya di ambang pintu ganda.
"Dia pergi" Jawab Sasuke acuh, bahkan pandangannya tak terlepas dari komik yang sekarang dibacanya sekadar untuk bersikap sopan ketika menjawab pertanyaan orang tuanya.
"Kapan?" Mikoto khawatir, khawatir pada keselamatan Hinata akibat ketidak acuhan Sasuke.
Sasuke melirik sekilas jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Satu jam lebih dua puluh delapan menit lima belas detik yang lalu"
Sasuke kembali membaca komiknya santai seolah tidak terjadi apa-apa.
"Sasuke, apa yang kau lakukan padanya?!"
Mikoto meninggikan nada suaranya beberapa oktaf dari sebelumnya. Mikoto marah. Kenapa Sasuke tak bisa sedikit lebih peka,sih? Ngidam apa coba dia dulu, kok sampai melahirkan makhluk kayak Sasuke?
"Aku tidak melakukan apa-apa. Dia sendiri yang meninggalkanku di kamar sendirian'" Jawab Sasuke enteng.
"Sasuke Uchiha, kali ini kau benar-benar keterlaluan,"
Fugaku menutup pintu ganda kamar Sasuke dengan bantingan lumayan keras. Belum pernah Fugaku semarah ini padanya sebelumnya. Biasanya yang menceramahinya hanya Mikoto seorang, Namun kali ini, sepertinya Fugaku ingin ikut ambil bagian. Belum lagi Fugaku menampilkan rut muka berang yang belum pernah dilihat Sasuke. Komik yang saat ini setia menemaninya tak menarik minatnya lagi.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx x
Fugaku menyesal telah membiarkan tingkah buruk putra bungsunya berlarut-larut. Dan puncaknya adalah beberapa menit yang lalu, Fugaku tak mengira putra bungsunya membawa anak gadis tamunya masuk ke dalam kamar pribadinya. Sebelum ini, tak pernah ada kasus seorang gadis yang dibiarkan masuk melewati garis 'aman' sang Uchiha bungsu. Fugaku tak akan semarah ini jika saja gadis tersebut sering keluar masuk kamar Sasuke, seperti Sakura dulu. Fugaku menduga mereka hanya teman akrab. Dan itu memang benar. Tapi kasus kali ini beda. Si gadis belum pernah menginjakkan kakinya di kediaman Uchiha, bahkan tak pernah mengenal satu Uchiha pun selain atasan ayahnya. Jadi asumsinya hanya satu.
Sasuke melecehkan gadis itu.
Tindakan Sasuke kali ini jelas tidak termasuk kategori etika baik saat menjamu tamu. Dan pastinya termasuk dalam deretan etika yang buruk. Dan tindakan Sasuke kali ini telah mencoreng nama baik keluarga Uchiha yang selalu dijaga serta dilestarikan dengan baik oleh para Uchiha terdahulu serta dirinya.
"Mikoto-sama, sepertinya saya tidak bisa menerima Sasuke-sama di rumah kami," Hiashi mencoba terdengar menyayangkan sekaligus terlihat sopan pada saat yang bersamaan.
"Kenapa?" Mikoto menatap Hiashi sendu.
"Bukan karana kami tak mau menampung beliau. Tapi saya tak ingin nantinya terjadi sesuatu yang tak diinginkan," Hiashi manatap Fugaku meminta pengertian. Fugaku mengerti arah pembicaraan Hiashi. Tapi Mikoto sepertinya masih bingung.
'Sesuatu yang tak diinginkan?'
"Maksudmu seperti…" Mikoto menegaskan maksud perkataannya dengan membentuk pola setengah lingkaran dengan kedua tangannya pada bagian perutnya.
"Kau takut dia hamil?"
Fugaku sepertinya terlalu frontal menanyakannya hingga mendapat hadiah pukulan main-main pada bagian lengan kiri atasnya dari sang istri.
"Kau takut Sasuke nantinya tak bertanggung jawab? Tenang saja, aku yang akan memastikannya," Fugaku tak pernah main-main dengan ucapannya. Fugaku merasa Hiashi merendahkan martabat salah satu putrnya yang secara tak langsung juga melukai harga dirinya. Apapun yang akan tejadi, jika memang 'sesuatu yang tak diinginkan' itu terjadi,Fugaku bersumpah akan menjadi orang pertama yang akan membuat sang Uchiha Bungsu menyesal telah dilahirkan.
Apa salah jika sepasang orang tua menginginkan anaknya untuk menjadi dewas bukan hanya pada segi usia namun, lebih pada pola pikir. Selama ini yang paling merasa bersalah atas semua tingkah laku buruk si Uchiha bungsu adalah san Mama, karna sejatinya intuisi seorang ibu lebih peka pada anaknya daripada ayah sang anak.
.
.
"Grandpa, kapan mama pulang?"
"Sebentar lagi"
"Oh.. mama pulang malam lagi ya?"
Sasuke tak mengerti, Madara, sang kakek hanya tersenyum aneh saat menanggapi pertanyaan cucunya
.
.
Saat upacara pelepasan Elementary School
"Selamat Uchiha Sasuke, kau menjadi lulusan dengan nilai tersempurna tahun ini"
"Grandpa, kok mama belum datang?
"Mama sebentar lagi datang kok, mama masih di jalan, katanya macet.."
"Tapi aku mau mama lihat nilai di ijazahku"
Lagi..
Madara hanya tersenyum, malah kentara sekali senyum paksaan itu.
.
.
Saat pelepasan Junior High School
"Sasuke, kata mama masih di jalan. Dia takut kau khawatir jadi aku yang menggantikannya"
"Grandpa, gimana kalau grandpa saja yang jadi orang tuaku?"
Madara tertawa hambar
" Jangan bercanda,"
"Percuma punya orang tua seperti mereka yang hanya mementingkan urusan mereka sendiri. Kalau tak mau mengurusku, kenapa repot-repot melahirkanku"
Detik itu juga Sasuke mengubah persepsinya tentang orang tua.
Hiashi buru-buru menjawab
"Bukan begitu, tapi saya tidak menginginkan kejadian itu terulang lagi, anda pasti tau itu Mikoto-sama, saya hanya ingin yang terbaik bagi anak saya, tak masalah menantu saya nantinya orang miskin, asal putrid saya mencintai dan bahagia bersamanya"
Hiashi tersenyum tulus, bagai menerawang masa lalu pikirnya.
Mikoto tiba-tiba membungkuk
"Gomen ne, hontou ni gomen ne atas sikap kurang ajar putraku"
"Hei, bangkitlah, tak masalah, Hinata mungkin sudah sampai rumah dan aku sudah berjanji pada Hanabi akan pulang cepat. Jadi, senang bertemu dengan anda, selamat malam." Mikoto baru bangkit setelah Hiashi menyuruhnya.
"Mampirlah sebentar lagi untuk makan malam," tawar Mikoto dengan tatapan penuh harap.
"Tidak, tidak usah repot-repot, Arigatou" pamit Hiashi tersenyum tipis.
"Sekali lagi, aku minta maaf" Mikoto menampakkan wajah sedihnya, berharap Hiashi mau memaafkan kesalahan anak kesayangannya.
Mikoto mengantarkan kepulangan Hiashi hingga depan pagar, Fugaku tak mencegah, masih tersesat dalam pikirannya sendiri. Hiashi sudah memasuki mobilnya, hanya menanggapi permintaan maaf Mikoto dengan senyum tipis.
TBC
Pojok –penderitaan- Author:
Asli.. saya blank, sumpah saya nggak dapet feel atopun wangsit.. huhu..T_T
Jadi mangap kalo jadinya kayak gini..Gomen ne
#bungkukgakbalikbalik
Pojok ripyu:
Tanpa Nama-san: yosh.. sankyuu,senpai.. jujur saya belon kepikiran sampe sejauh itu. Abis nggak ada di komik si ^-^
#dibejekyangbikinkomik XD
Chingu-chunga san: salam kenal juga,senpai..:D
Moku- chan: mwahaha..senpai sehati sma saya.. emhh.. mungkin senpai belahan jiwa yang saya cari…
#bakared :D
Dreamer Ladies-san: sankyuu.. ini udah apdet, ch brikutnya udh stgah jadi ko.. kira-kira 2 thn lagi bru bisa apdet
#plakk XD
-san: sasu anak mungut di got (plaakk XD)
Becanda, sasu anak kandung ,sah,dan resmi dari pasangan fugamiko ko, yg dimaksud ayah oleh miko adl Madara, ayah mertua miko sekaligus kakek kandung *?* sasu. Mangap pendeskripsiannya kurang itu slah si author gaje, (bakared XD) sasu manggil fugamiko ayah mama (ngk sinkron banget dah - -'a)
Jangan panggil sya senpai, saya msih junior T_T
KumbangBimbang-san: gomen ne, tapi saya lgi bête gegara sasu ngk mau sya dandanin kayak cwek cosplayer gitu dah, jadi saya ga mau ksih scene yang enak- enak ama dia #chidoried XD
Anne Garbo-san: sankyuu,senpai :D
Hazena-san, guest-san, me-san, diane ungu-san,keira-san: sankyuu..ini udh apdet..:D
Gui gui M.I.T-sama: jujur, saya ngk dpet feel Di fic saya #ngk peka si lu XD
Sankyuu atas concrit-nya , iya, hina emang jahat knpa si ko nampar sasu?
Knpa ngk di jyuuken sekalian #plaakkk XD
Dedicated for Onee-chan, nee-chan sayang moga kamu suka
25-01-13
Akemi M. Ryouzaki
