Summary: sebuah fict gaje berisikan legenda dan dongeng-dongeng yang diperankan oleh para character inazuma eleven dan inazuma eleven go. My first fict for this fandome

Disclaimer: Inazuma eleven dan inazuma eleven go hanya milik level 5

Warning: gaje, typo, genre yang tidak bermutu, alur yang tak menentu

.

.

.

Chapter 3:

Shirou White final part

.

.

Suzuno mondar-mandir di didepan kamar sang ratu. Nagumo memutar-mutar bola matanya mengikuti gerak-gerak Suzuno. Endou tak dapat mengikuti kegiatan gaje mereka ini dikarenakan ia telah meninggalkan alam fict ini.

Sedangkan Aphrodi, terpaksa masuk kedalam ruang bersalin itu, katanya sih 'ratu perlu seseorang untuk disampingnya, karena aku cewek maka aku saja yang menemani' singkat, begitulah kata-katanya.

Selama menunggu diluar, terdengar teriakan dari ratu dan Aphrodi secara bergantian. Tapi, sebenarnya Author kebingungan kenapa Aphrodi juga teriak? Dia kan gak ngelahirin...


3 jam terlewat...

Akhirnya terdengar tangisan dari bayi yang dilahirkan. Yang membingungkan, bayi itu berteriak-teriak secara bergantian, layaknya paduan suara.

Suzuno dan Nagumo yang diluar sempat cengok ngeliat wajah Aphrodi yang bonyok dan banyak memar, dengan rambut yang botak di berbagai bagian (perasaan di ch sebelumnya dia botak sepenuhnya deh...)

Sedangkan orang yang dicengokin hanya bisa menatap kedua rekannya dengan tatapan kesakitan dan penuh dengan kesedihan.

"Mu-mukamu kenapa? Ko-kok bi-bisa bonyok kayak gitu?" tanya Nagumo sambil nahan ketawa.

Aphrodi meringis kesakitan sejenak sambil meneteskan beberapa kristal butek dari matanya.

"Hiks, kalian ngerti gak sih? masa selama ngelahirin, Yang Mulia nonjok-nojok, ngecekik, dan ngegoncang aku secara kuat banget gara-gara dia kesakitan waktu ngelahirin. Lihat nih, ulah ratu gaje itu! bonyok nih!" protes Aphrodi dengan penuh nada marah.

Suzuno dan Nagumo yang mendengar penjelasan gaje Aphrodi dan melihat hasil dari ulah gaje si ratu sedeng itu, langsung ngakak sampe gak henti-henti

"Oh ya, ngomong-ngomong kok bayinya tadi paduan suara? nangisnya kayak ganti-gantian gitu, emangnya bayinya calon penyanyi?" tanya Suzuno dengan sungguh polos.

"Hmm? bayinya kembar 2, dua-duanya cowok... tapi entah kenapa mereka gak kayak kembar lho..." Jelas Aphrodi sambil mengelus-elus pipinya yang gak mulus.

Suzuno dan Nagumo kembali cengok sambil menampilkan wajah lo-serius-tuh


Setelah puas berpincang-pincang sejenak, mereka masuk ke kamar ratu dan kembali berpincang-pincang ringan.

"Eh, kok kakiku sakit banget ya? kayak orang pincang gimana gitu." ucap Ichi dengan rada alay.

"I-iya, kaki saya juga... sepertinya Author tadi salah ketik, kita yang seharusnya berbincang-bincang ringan, malah jadi berpincang-pincang. Dan jadinya inilah hasilnya." ujar Suzuno berteori ria.

Yang lain hanya bisa ber-oh ria sambil manggut-manggut gaje

"Oh ya, ngomong-ngomong yang mulia, selamat ya untuk kelahiran si kembar... Walaupun kita harus berduka akan kepergian sang raja kita." Ujar Aphrodi dengan wajah senang dan diakhiri dengan wajah sedih nan suram.

Semua yang mendengar ucapan Aphrodi tadi ikut terdiam. Baiklah, mari kita mengheningkan cipta...

Dengar... seluruh... angkasa rakyat memu...ji

baiklah, kita diamkan saja Author yang asyik hening cipta... Mari kita lanjutkan fict ini sebelum charanya tidak jadi gila seperti Author.

"Iya, terima kasih kalian bertiga... semoga raja harem satu itu tidak tenang hidupnya disana." Gerutu Ichi sambil menyumpah-nyumpahin mantan pacar dan suaminya


Di alam baka~

"Huatchii!"

"Kenapa kau arwah baru? Kenapa tiba bersin? Masuk angin? nih, minum ant*ng*n J*G." ujar malaikat pencabut nyawa sambil memberi sebungkus obat gaje itu (pasti niatnya buat promosi biar jadi eksis kayak kartu eksis)

"Ah, makasih... aku cuma merasa barusan ada yang nyantet aku nih." Jawab Endou sambil merinding.

Sang malaikat pencabut nyawa bersweatdrop mendengar penjelasan gaje arwah baru itu. ia sempat berpikir jangan-jangan arwah baru ini bego banget

'Arwah kok disantet? Dia itu lulusan TK ya...' batin Malaikat pencabut nyawa sambil sweatdrop.

sementara Endou yang merasa dibicarain lagi, langsung jadi arwah stress yang sekarang teriak-teriak gaje sambil lompat dan lari-lari. Malaikat pencabut nyawa itu kembali sweatdrop pangkat 2.


Rumah Sakit 4L4y~

"Oh ya, yang mulia... nama si kembar siapa?" tanya Nagumo antusias.

Tiba-tiba keluar asap kehitaman dari kepala Ichi. Sementara Aphrodi dan Suzuno berusaha menghilangkan asap gaje itu.


Renovation...

Completed!


"Hmm, boleh aku yang tentukan yang mulia?" tanya Aphrodi.

Ichi berpikir sejenak. Berhubung sense of name-nya buruk sekali, mau tak mau dia terpaksa setuju.

"Ya, silahkan..." jawab ichi dengan tidak ikhlas.

Kini wajah Aphrodi menunjukkan ekspresi ini-bukan-mimpi-kan

Sebenarnya, Suzuno dan Nagumo tidak begitu setuju dengan pendapat ratu, berhubung sebenarnya sense of name-nya rakyat kerajaan ini jelek semua

"Ehhem... nah, berhubung si kembar lahir dari yang mulia Ichirouta-sama, dan ber-ayah yang mulia Endou-sama. Maka, nama si kembar adalah Enchi buat yang berambut ubanan, dan Idou buat si rambut pink." Jelas Aphrodi dengan wajah bangga.

#GEDUBRAK!

Nama barusan sukses membuat 3 orang lainnya jatuh dengan tidak elitnya dan langsung menjitak kepala botak Aphrodi.

"APHRODI! APA-APAAN NAMA NISTA ITU!? LU KIRA ANAK GUE BINTANG KOMIK ECCHI SAMA SEPUPU DREAD NANAS, MANIAK GAME YANG RADA SEDENG ITU (Kidou)!?" teriak Ichi kesal sambil memukul kepala botak Aphrodi berkali-kali. (Aphrodi: berhenti memanggilku botak! Rambutku halus, panjang nan elok! Tidak botak kayak kek Someoka itu!)

Nagumo dan Suzuno malah sweatdrop sambil bernafas pasrah (buat apa coba?)

"Apa boleh buat deh, biar aku yang kasih nama... Karena si kembar lahir setelah badai salju besar terjadi, maka namanya adalah... Whity dan Pinky!" ujar Suzuno sambil berteori ria

#GEDUBRAK!

Sekali lagi, nama barusan sukses membuat 3 makhluk (?) sisanya kembali terjatuh dan memukul si pemberi nama gaje itu.

"HUH! Kalian ini, payah sekali... yasudah namanya adalah Masuk Angin dan Pilek" ujar Ichi sambil berteori ria.

Semua terpaksa setuju walaupun sebenarnya Author super gak setuju, masa nama chara fave-nya diubah jadi nama penyakit yang disebabkan gara-gara kedinginan!? sungguh tidak bisa di terima!

Tiba-tiba sebuah kaos kaki busuk yang pas buat ukuran bayi, melayang kearah muka sang ratu.

"Heh! Ichi! nama gue jangan diubah! Nama kami kan Shirou dan Atsuya! jangan jadi nama penyakit gaje itu dong!" marah sang bayi berambut ubanan.

Ratu dan ketiga pelayannya yang melihat kejadian itu hanya bisa sweatdrop dan menyutujui nama yang diberitahukan oleh bayi itu.


Dan, begitulah alasan kenapa nama mereka menjadi Shirou dan Atsuya.

Lalu, 1 abad eh, kelebihan, maksud saya, 15 tahun terlewat, Shirou dan Atsuya tumbuh menjadi pangeran yang unik. Shirou yang baik, berambut perak, dan rada terlihat seperti pengantuk, tumbuh menjadi orang yang sangat penurut dan dianggap sebagai pangeran idaman para gadis. Sedangkan, Atsuya yang rada badung, berambut berwarna pastel, dan memiliki raut wajah seperti serigala liar, dianggap sebagai raja preman gang belakang rumah tetangga, tetangga dari tetangga-tetangganya Author.

Suatu hari, kerajaan diambang kegajean, karena sepeninggal raja, tak ada lagi orang yang mau bekerja dibawah kepemimpinan kerajaan itu dengan alasan 'kematian raja saja gaje kayak gitu, keliatan banget bohongnya. Jangan-jangan kalo kami tetep kerja dibawah kerajaan ini, bisa-bisa nasib kami jadi kebohongan belaka' begitulah batin para penduduk.

Akhirnya, demi tetep menjaga nama baik kerajaan, Ichi harus menikah dengan pangeran dari kerajaan sebelah, yaitu si botak Someoka.

Ichi sudah berusaha untuk menolak, tapi segalanya tidak dapat diubah. Akhirnya demi melindungi anaknya agar tidak di grepe-grepe juga, ia menyuruh anaknya kabur.


"Kak Shi! kita mau lari berapa kali lagi!?" teriak Atsuya kelelahan.

Yang dipanggil barusan langsung menengok sebentar sambil memberikan detahglare.

"Sabar! ini tinggal dikit lagi sampe di tengah hutan kok!" jelas Shirou sambil ikut-ikutan teriak.

"Tapi, dari tadi kita cuma muterin halaman luar hutannya! kapan mau nyampe kehutannya kalo muter-muter disini mulu!" bantah Atsuya dengan toa.

Shirou yang akhirnya sadar dari ucapan adeknya hanya bisa sweatdrop dan menunjukkan wajah ah-maaf-deh-kalo-gitu.

Setelah asyik berputar-putar didepan papan petunjuk jalan, merekapun langsung masuk kedalam hutan gaje itu.


Ditengah perjalanan gajenya, seorang atau lebih tepatnya 3 makhluk gaje muncul dan memberi soal gak jelas.

"Perkenalkan! Aku Alpha,"

"Saya Beta,"

"Dan, aku Gamma,"

"Kami bertiga adalah penjaga paling alay didunia, Rumus Fisika!" teriak mereka serentak sambil berpose seperti power ranger.

Atsuya sweatdrop melihat tindakan gaje mereka, sedangkan Shirou tepuk tangan ria.

"Baiklah, pertanyaan ini hanya berlaku untuk penjawab pertama, yang bisa menjawab maka dia dapat melewati kita." jelas Gamma alay.

"Pertanyaan pertama," ujar Beta seneng, atau sedeng ya?

"Kalian bisa masuk kedalam hutan dengan melewati salah satu dari 3 pintu ini, yang emas, yang perak, atau yang besi. Pintu manakah yang akan kalian pilih?" tanya Alpha panjang lebar.

"Besi lah, sudah pasti kan?" jawab ShiAtsu serentak.

"Bzzt, salah! jawabannya pintu kayu." ujar Beta.

Shirou yang bermata ngantuk, langsung membuka lebar matanya sambil memasang tampang kok-bisa

"TIDAK MUNGKIN!" teriak ShirouAtsuya serentak lagi.

"Ini kan cuma fanfic, jadi hal kayak gini juga bisa." jelas Author numpang nongol.

Akhirnya ShiAtsu cuma bisa pasrah dengan penjelasan Author dan mengikuti naskah


Banyak pertanyaan terlontar... Banyak pula pertanyaan yang tak nyambung yang dilontarkan trio rumus Fisika itu.

Akhirnya penjaga yang semakin kewalahan, terpaksa memberi pertanyaan yang waras.

"1+1=!" teriak Gamma kewalahan.

"Jendela!" teriak Atsuya yang mengira ini masih pertanyaan gak bener.

"2, soalnya hasil aslinya memang gitu kan?" jawab Shirou biasa saja.

"Yang rambut ubanan boleh masuk, yang rambut pastel tidak bisa masuk." ujar beta juga mulai kewalahan.


Akhirnya karena kejadian itu, Shirou hanya bisa melewati hutan itu sendirian.

Sesampai di hutan, Shirou yang kecapekan mulai berhalusinasi.

Hutan yang dipenuhi dengan pohon-pohon hijau, sekarang terlihat bagaikan padang pasir di dalam oasis (lho?)

Tapi, ia tak memperdulikannya dan tetap berjalan hingga akhirnya dia menemukan rumah kecil

Karena kelelahan, dia sempat mengira kalau itu adalah halusinasi. Tapi, walaupun begitu, ia tetap masuk ke rumah itu.

Shirou yang rada lapar pun mengobrak-abrik kulkas yang terletak di dekat sana dan memakan semua persediaan makanan.

5 menit kemudian, Shirou tertidur karena kekenyangan. Sedangkan, pemilik rumah itu masuk kerumah dan mendapati Shirou yang asyik molor di kamar mereka dengan gaya erotic eh, maksudnya alay (bisa dibunuh Author nih, kalo pake kata erotic ke Shirou)

Para kurcaci pemilik rumah itu langsung kaget dan siap posisi buat ngebunuh Shirou, tapi tiba-tiba Shirou bangun dan nanya gak jelas ke mereka

"Ano, bisa bikinkan aku teh hangat tidak?" tanya Shirou gaje.

Terdiam dan cengo, itulah 2 hal yang dilakukan para kurcaci.

Awalnya, para kurcaci tidak setuju dengan niat itu, tapi... karena mereka tidak bisa membantah, itulah nasib mereka.


Sedangkan, keadaan kerajaan berubah pesat.

Ichi ikut suaminya untuk meninggalkan dunia. Suzuno, Nagumo dan Aphrodi minggat karena gak tahan dengan keababilan sang raja baru.

Sedangkan, si raja baru ini terus menerus memandangi wajah ancurnya di cermin yang katanya ajaib gimana gitu.

"Wahai, cermin butut! siapakah cowok paling alay didunia ini?" tanya Someoka alay.

"Yang pasti bukan anda! anda tuh udah peot, jelek, mata keranjang, BOTAK, asem (?) dan masih banyak lagi." jelas si cermin dengan tak tanggung-tanggung.

"Kalo gitu siapa orang yang paling baik sekarang!?" bentak Someoka sambil mengeluarkan banyak kuah.

"Widih! gak usah pake kuah! bau ngerti gak!? Yaudah, nih nama orangnya sama alamatnya. Kalo mau ngebunuh pake onde-onde aja." jelas cermin ketus.

"Kok onde-onde?" tanya Someoka kebingungan.

"Soalnya apel beracunmu udah busuk dan tidak bisa dikonsumsi (?) lagi. Dan Onde-onde itu udah berjamur, jadinya masih bisa buat dikonsumsi dikit. (?)" jelas cermin gaje.

Akhirnya demi membuatnya menjadi cowok alay, diapun rela jadi banci di simpang lima dan pergi ke hutan mencari cowok paling alay itu yang diketahui adalah Shirou.


Sedangkan di hutan, Shirou sangat dicintai, coret maksud saya sangat dibenci oleh kurcaci.

Kenapa? karena setiap hari, Shirou selalu membentak mereka, memaksa mereka menjadi babunya, dan memukuli kepala mereka sebelum para kurcaci pergi bekerja.

Lalu, suatu hari Shirou dipaksa para kurcaci untuk menyapu rumah itu.

Dengan ogah-ogahan, Shirou nyapu. Dan karena terlalu tidak niat, banyak debu masih tertinggal di rumah itu.

Disaat tengah nyapu, seorang banci kaleng simpang lima (Someoka) muncul dan menawarkan onde-onde.

"Euh, masnya yang manis, mau onde-onde gak? tenang aja baru berjamur doang kok, belum basi. (?)" tawar Someoka dengan logat banci miliknya.

Shirou cuma terdiam dan melihat-lihat onde-onde itu. Dengan sangat lambat, sampe menghabiskan waktu 1 abad, Shirou terus memilih-milih onde-onde itu.

"Ini gratis gak?" tanyanya dengan polos.

#GEDUBRAK! pertanyaan kayak gitu kok gak ditanyain dari 1 abad sebelumnya?

"kalo buat stempel gra- GYA! JANGAN MAKAN SEMUANYA SEBELUM NGEBAYAR!" teriak Someoka.

Tapi beras sudah jadi nasi, sayuran sudah jadi lodeh, ikan sudah jadi ikan bakar, jeruk sudah matang dipohon, dan susu bubuk d**cow sudah diubah menjadi minuman berenergi. Jadilah 4 sehat 5 sempoa *plak maksudnya sempurna

Shirou yang kebanyakan makan pun tertidur. Dan, Someoka yang sudah tidak peduli lagi langsung kabur.

Sesaat kemudian, para kurcaci pulang.

"AH! Shirou mati!" teriak Kurcaci 1

"Yes! akhirnya dia mati juga! setelah sudah nyuruh-nyuruh kita selama 1 abad, akhirnya dia mati juga." teriak kurcaci 2 sambil jingkrak-jingkrak.

"Oi! ikutin naskah dong!" bentak Author sambil melempari mereka dengan naskah.

Akhirnya mau tak mau, mereka terpaksa memasukkan Shirou kedalam peti kaca dan menjaganya.


2 abad terlewat, tak ada yang muncul... Sepertinya pemeran pangerannya tertidur... ==u


Disaat berjaga, tiba-tiba muncul seorang pangeran gaje, muncul dan melihat kearah Shirou.

'Wah, cowok yang alay sekali, mungkin aku harus memberi bunga bangkai ini ke dia.' batin sang pangeran itu.

"Si-siapa kau?" tanya kurcaci pura-pura kaget.

"Perkenalkan, kami rumus fisika!" teriak para rumus fisika (eh, salah orang)


Mari kita ulangi...

"Si-siapa kau?" tanya salah satu kurcaci.

"Aku Goenji Shuuya, pangeran dari kerajaan telolelolet. Aku ingin memberi hadiah buat pangeran alay itu." jelas Shuuya.

"Oh, hadiah... buat kami ada juga kan?" tanya kurcaci 2

"Tidak ada, ini cuma ada satu," jelas Shuuya sambil blushing.

Akhirnya dengan pasrah para kurcaci membiarkan Shuuya lewat dan memberikan hadiahnya.

Dia membuka peti kaca itu dengan perlahan, dan meletakkan setangkai bunga bangkai (?)

"Bunga bangkai ini sangat cocok untukmu, terimalah dengan perasaan tak ikhlas (lho kok?)." ujar Shuuya sambil menaruh bunga bangkai di dekat muka Shirou.

"Ukh... BAU! APA-APAAN INI! KENAPA ADA BUNGA BANGKAI SEGALA! IH! CUKUP AKU MAU PULANG DAN MANDI!" teriak Shirou dengan nada jijik.

Dan, itulah akhir dari nasib Shirou yang kembali normal dan Shuuya yang berhasil membangunkan tidak mendapat hadiah apapun. Yaudah, Author kasih permen loli milkita deh.

OWARI~


Behind Scent:

Fuyuri: ochikaresama, minna-san~ *minum teh*

Ichirouta: Author haruskah aku nikah sama si botak itu? *kewalahan*

Tenma: sabar Kazemaru-san, cuma di cerita Shirou White doang kok.

Shindou: iya, Kazemaru-san. Bagaimana kalau kalian ikut minum teh juga?

Shirou White-chara: kalian istirahat sementara kami main drama gaje itu!? tidak bisa diampuni! terima ini! Hisattsu tecnique!

Yang lain: GYAA! KABUR!

Kinako: jaa, minna... sampe jumpa di ch berikutnya

Taiyou: jikai, Amemiya in the Wonderland. EKH!? AKU!?

Fuyuki: hehe, semangat ya Amemiya Taiyou-kun ^^ readers-san maaf kalo di ch satu ini gaje gak nyambung, garing, krenyes, dll

Shirou: yang penting?

Kirino: masih ada yang berminat untuk mereview dan membaca fict amatiran ini

Fuyuki: iya... saa... ichi ni san! Inazuma Fairy Tale!

All: this is the most gaje and worst place in the world

Endou: dan juga...

Fuyuki: no kamse, no eupay?

Kidou: itu mah mottonya sekolahku!

All: hahaha, jaa... mata ne XD

review?