Lolly : Kok! Ide aku blong banget sama ni fic!
Rukia :Memang! Kamu kan ga berbakat bikin humor…
Ichigo :Makanya! Kalau bikin Fic mukir dulu…
Lolly :Udah kok! Cuma pas mau ditulis lupaaa!
Sweat drop berkepanjangan…
Lolly : Please Review… please! Ini chap terakhir lho!
Diclaimer :Tite Kubo
"Tok! Tok! Tok! Kuntilanak! Main yuk!" kata Kira mengikuti anak kecil.
"Hihihihi! Ayo!" kata perempuan yang hampir mirip sama sadako sambil lompat-lompat ga jelas yang juga menarik perhatian hantu-hantu lain.
"Jangan ketawa lagi! Itu bisa menyebabkan kanker paru-paru, gangguan pada pernafasan, dan gangguan pada janin!" kata Hanatarou serius.
"Ehem! Emang dikira rokok!" kata Kuntilanak sewot.
"Ga! Aku ga bilang kalau itu rokok!" kata Hanatarou cuek.
"Ya udah! Daripada berantem mendingan kita ke bawah!" kata Kira menarik semuanya pake tali.(?)(Hanatarou dan Kuntilanak aja!)
Sesampainya di bawah…
"Eh! Si pengantar jemput datang!" kata Ichigo santai.
"Jangan bilang begitu kalau kau tidak mau menjemput suster lagi!" kata Kenpachi.
"Hai! Kuntilanak! Sinder bolong ikut ga?" tanya suster ngesot yang sepertinya sudah kenal dekat.
"Enggak! Tadi lagi arisan sama Wewe gombel dan Kepala Buntung! Lagi dikocok!" kata Kuntilanak.
"Aduh jeung! Kalau aku bisa jalan, pasti aku udah kabur buat ikutan dhe!" kata suster ngepot berlagak kaya ibu-ibu.
"Iya nih!" kata kuntilanak cemberut.
"Woi malah ngerumpi!" kata Kenpachi sebal.
"Biarin dong!" kata trio hantu itu serentak.
"Baiklah! Kita mulai! Kalian hantu dari Indonesia!" kata Kenpachi yang omongannya terpotong oleh trio hantu iu lagi.
"Indonesia! Dem! Dem! Dem! Dem! Dem!" sorak mereka sudah seperti menonton pertandingan badminton.
"Diam! Kalian sini! Jadi photo model! Nanti masuk majalah sekolah lho!" kata Kenpachi dengan nada seperti orang jualan.
"Ogah! Maunya dunia!" kata Kuntilanak memonnyongkn bibirnya.
"Aduh! Harusnya itu pake lip gloss! Bibir apaan itu! Kering!" kata Yumichika.(Lolly: mau buka salon bu?)
"Iya kok! Dunia sekolahan Seireitei!" kata Kenpachi tersenyum yang tak tulus.
"Wah! Kita bentar lagi nge tren! Pasti banyak cowok yang ngantri ngeliat kita!" kata Kuntilanak udah kaya tukang gossip.
Semuanya sweat drop berkepanjangan…
"Ok! Kuntilanak itu mirip sadako! Dan ketawanya juga bisa menyebabkan pertama… teriakan, kedua… kuping yang pengang, ketiga… histeris, atau sama sajalah dengan teriak. Yah! Itulah! Kelima serangan jantung keenam ini dianjurkan untuk kuntilanak yang ga pernah sikat gigi yaitu kanker paru-paru, gangguan pada pernafasan dan gangguan pada janin. Nah kalau suster ngesot dan suster ngepot itu hampir sama, hanya saja suster ngepot kurang bisa nge-rem… Eh! Kalian tahu ga? Suster ngesot tuh bisa jadi baby sitter lho! Hha! Kalau kuntilanak ga nyangkanya bisa jadi pembantu rumah tangga!" kata Kenpachi malah asyik sendiri dengan buku yang dibacanya.
Karena terlalu asyik Kenpachi langsung tersadar bahwa semuanya tertidur kecuali Hitsugaya, "Apa liat-liat?" kata Hitsugaya judes.
"Tolong dong!" kata Kenpachi lemas, Hitsugaya langsung reflek menutup kupingnya, dan terjadi hal yang menggemparkan dunia.
"Buangun!" kata Kenpachi teriak dengan menggunakan toa volume tinggi kualitas terbaik yang diberikan Byakuya saat ulang tahunnya dari kantong celananya.
Semuanya bangun dengan serentak, kaca pecah, tangga goyang vas bunga terpisah dari bunganya(?)
"Saya! Aku! Eike! Abdi! Ane! Bener-bener murka!" kata Kenpachi mengeryitkan dahinya.
"Ih! Bapak jangan marah! Nanti bisa cepet tua! Terjadi penuaan! Dan cepet tua! Lagian kita dengerin kok!" kata Yumichika menggosok-gosok matanya.
"Dengerin apanya? Kalau Hitsugaya yang dengerin sih saya percaya!" kata Kenpachi sebel.
""Pa suer deh! Saya dengerin! Kalau mau buktinya tanya tuh! Semua yang bapak ajarin ke Ichigo…" kata Renji sambil membentuk tangannya yang bermakna peace dan juga menunjuk Ichigo.
"Apa yang semua aku katakan Ichigo?" tanya Kenpachi dengan nada yang mengancam.
"Ah! Eh! Ih! Oh!" Ichigo bingung. "Aha! Saya ingat! Kuntilanak tuh jelek banget! Makanya dia ga punya pacar, apalagi suaranya itu ga nahan! Bisa bikin gendang telinga pecah! Belum lagi Suster ngesot sama suster ngepotnya! Hih! Sereem!" jawab Ichigo seyakin-yakinnya.
"Heh! Apa? Namaku disebut-sebut?" kata Trio hantu yang disebut secara bersamaan.
"Peace man! Peace!" kata Ichigo.
"Hiih! Bener dhe! Kalian kok ga tobat-tobat sih?" geram Kenpachi.
"Saya belum sempat ke gereja pak! Buat tobat!" kata Renji sembah sujud.
"Saya belum sempat ke masjid! Kyainya sibuk banget!" kata Yumichika memasang puppy eyesnya.
"Eh! Chika! Bukannya agama kita sama ya?" kata Renji heran.
"Iya ya! Aku bukan Islam! Kamu juga bukan katolik ataupun Kristen!" kata Yumichika mengingat-ingat.
"Jadi kita beragama apa dong?" teriak Yumichika dan Renji lebay.
"Woi! Kenapa jadi begini sih?" kata Hitsugaya sebal, semuanya langsung menatap Hitsugaya tanpa kedip.
"Apa liat-liat?" ketus Hitsugaya.
"Aku sependapat denganmu!" kata Kenpachi ngangguk-ngangguk.
"Chuy! Aku ngantuk nih! Aku ikut arisan aja ya di atas!" kata Kuntilanak mulai beranjak ke atas.
"Ya udah! Aku juga udah cape ngadepin kalian!" kata Kenpachi beranjak ke tangga buat bunuh diri.
"Jangan bunuh diri pak!" kata Yachiru dengan nada yang berkaca-kaca
"Tidak ada gunanya hidup lagi! Saya sudah gagal menjadi guru yang baik, dan juga gagal menjadi guru yang baik hati, rajin menabung dan juga tidak sombong!" kata Kenpachi mendramatisir keadaan.
"Jangan pak! Bapak itu bahan lawakan kami!" kata Rukia. (Anak-anak! Kata-kata ini tidak patut ditiru! Ok!).
Semua anak jadi ngangguk-ngangguk sendiri.
"Ya! Ampun! Shinigami tuh kalau lompat ga bakalan mati! Pemikirannya ceper sekali!" batin Hitsugaya geleng-geleng sendiri.
"Bapak! Saya punya cerita tentang orang yang lebih tidak beruntung dari bapak… dibintangi oleh Keigo!" kata Nemu dengan nada yang datar.
Semuanya langsung mengambil posisi kecuali Kenpachi yang berada posisi terancam.
"Apaan? Orang ganteng disebut-sebut…" Keigo sewot sendiri.
"Gini lho! Pagi-pagi hujan turun rintik-rintik, tiba-tiba ada petir yang menggelegar dan hujan tiba-tiba menjadi deras…" kata Nemu yang berhenti karena dipotong Renji (Cincang aja Ren!).
"Ga usah pake basa-basi napa?" kata Renji bosan.
"Ok! Keigo menghangatkan diri dengan memakai baju hangat dan meminum the hijau, Keigo beristirahat karena hari itu adalah hari libur, tiba-tiba…" Nemu mendramatisir keadaan.
"Kyaaaa! Takut!" kata Yumichika lebay.
"Ssst! Berisik tau! Menganggu suasana saja!" serentak semuanya.
"Lalu mati lampu gelap sekali! Dan terdengar suara mengerikan! Seperti suara kuntilanak!" kata Nemu mulai berjalan.
"Weh! Mbah kunti disebut-sebut!" kata suster ngesot menopang kepalanya dengan tangannya.
"Lanjutkan! Sebelum kakiku yang mulus ini berjarak 1cm dari unjung tangga ini!" kata Kenpachi dengan lirih. (Lebay)
"Baik! Lalu pintu terbuka… Keigo berteriak histeris, ya kaya Yumichika tadi! Yang ada di pintu hampir pingsan denger suara teriakan Keigo, yang ternyata orangnya adalah pengirim barang yang salah alamat! Akhirnya Keigo kelaparan, kedingian, sendirian, udah kaya korban gempa deh! Padahal gempanya udah tiga tahun yang lalu, pas Keigo nelpon Misuho dan nyuruh Misuho pulang, Misuhonya lagi sibuk alias Misuho lagi PDKT sama Ikkaku!" kata Nemu yang kata-katanya dimutilasi oleh Ikkaku.
"Ok! Aku udah tahu! Aku orang yang populer! Tapi please dhe! Please jangan lebay! Aku sudah cukup populer dengan ketampananku dan kekinclongan kepalaku!" kata Ikkaku sok cool.
"5cm!" kata Kenpachi dengan nada yang makin mengancam.
"Aaah! Iya! Lalu Keigo memutuskan untuk ke dapur mengambil makanan… Keigo tidak mengetahui kalau disitu ada odol! Lalu Keigo menginjaknya! Tutupnya terpental-pental, dan alhasil tutup botolnya masuk ke mulut Keigo. Keigo tersedak, sesak nafas, lalu meninggal gulung-gulung. Lalu kuntilanak yang sedang berusaha menakuti Keigo, berenkranasi jadi sunder bolong, karena pada saat terbang perutnya tertembak. Sama tentara yang lagi latihan tembak-menembak di dekat rumahnya Keigo!" kata Nemu menghela nafas dari omongan panjangnya itu.
"Tuh kan! Kalau sial aja! Pasti aku yang jadi tokohnya!" kata Keigo cemberut sendiri.
"Lalu apa yang membuatku tidak jadi bunuh diri hanya karena cerita kaya gituan?" kata Kenpachi makin lirih.
"Haah! Sebenarnya ceritanya ga nyambung! Tapi ya alasannya karena bapak shinigami!" kata Hitsugaya sambil menghela nafas.
"Yap! Ok! Aku ga jadi bunuh diri!" kata Kenpachi tersenyum senang.
"Huh! Udah susah-susah melarang taunya begini!" kata Ichigo.
"Aah! Ichigo! Saya bunuh diri lho!" kata Kenpachi mulai mengamcam lagi.
"Bunuh diri aja pak!" kata semuanya serentak, lalu beranjak pergi.
Karena takut digebukin oleh hantu-hantu yang udah datang yang udah kaya korban gempa tanpa fasilitas, Yumichika dan Ikkaku buka salon salon gratis, Nemu, Hisagi dan Keigo buka tempat berdongeng, untuk para tuyul dan teman-temannya, Hitsugaya Tidur untuk menambah tinggi, Yami dan Omaeda buka toko bento, dan masih banyak lagi.
Selesai
Lolly :Sorry ya! Kalau garing!
Ichigo :Haha!
Lolly :Tapi ngomong-ngomong kok! Kemarin ga ada review ya?
Ichigo :Haha..
Lolly :haha! Lucu ya! Rukia! Pacar kamu tuh!
Rukia :Biarin aja! Cuek!
Lolly :Pokoknya Review ya! Please!
Ichigo :Hiii! Maksa!
Lolly cemberut berkepanjanagan, Rukia dan Ichigo sweat drop berkepanjangan.
