Papa's Day Care

.

.

Hidup seorang diri sebenarnya sudah biasa untuk Oh Sehun. Mungkin karena kesibukan orang-orang dewasa di sekitarnya telah membuat Sehun menjadi anak yang mandiri dengan segala tingkah konyolnya yang membuat guru-guru geleng kepala sendiri melihatnya.

Oh Sehun si anak kelas tiga SMU, dipilih langung oleh pangeran bangsa Moores untuk menjadi ayah asuhnya. Sehun tidak pernah membayangkan jika hal inilah yang akan terjadi selama 18 tahun dia hidup.

5 hari absen. Akhirnya Sehun memberanikan diri berjalan di lorong sekolah dengan wajah angkuh plus seorang bayi pada carier baby berwarna hitam.

Beberapa murid yang melihat hal itu menahan tawa. Serius nih si pentolan nomor satu di Sekolah? Masak iya bawa-bawa bayi ke sekolahan. Tolong ingatkan Sehun untuk tidak memperlihatkan wajah datar itu!

"Jadi" Wonshik si ketua kedisiplinan bersedekap dada dengan tatapan angkuh.

"Apa yang dilakukan seorang pahlawan setelah mereka pensiun? mengasuh seorang bayi?"

Ketiga teman-teman cowok disiplin itu pecah dengan ekpresi yang menyebalkan.

Baby Lu menyipitkan matanya dengan binky baby yang tengah ia kulum.

"Menyingkirlah!" Sehun berseru datar.

"Oh..Ayah muda satu ini ingin lewat ternyata" Wonshik berkata.

Sehun baru saja keluar dari ruang kepala sekolah dan berkata jika dia harus membawa keponakan kecilnya yang baru kehilangan kedua orangtuanya. Entah apa yang dilakukan Sehun pada yeoja bertubuh gempal itu hingga nyonya Lee mengizinkan Sehun membawa baby Lu ke sekolah.

"Pa, asdggjjkl"

"Tidak, Lu! Kita abaikan saja tiga orang klimis ini" kata Sehun, seolah mengerti dengan ucapan Baby Lu.

Namja Oh itu hendak melangkah. Jika saja ia tidak mendengar satu celetukan Wonshik yang mengatakan jika Baby Lu adalah salah satu bayi yang terlahir dari hubungan diluar nikah Oh Sehun dengan salah satu pacarnya.

Dan itu membuat Sehun geram. Sehun mengepalkan tinjunya dan siap untuk membogem ketua kedisiplinan itu. Tapi suara Jongin menghentikannya dan membuat mereka menatap penuh pesona ke arah namja manis itu.

"Hallo, semua" Jongin membungkuk hormat.

Aigoo, Jongin tampak sexy dengan pakaian olahraga sekolah mereka yang memperlihatkan bentuk tubuh berlekuknya yang menggoda.

"Ma..Asdfghjkl..yu, maa~" Baby Lu merentangkan kedua tangannya. Seolah meminta Jongin untuk menggendongnya.

"Hey, Baby Lu" Jongin menyapa bayi manis itu. "Bagaimana kabarmu selama aku tak ada? Apa papamu mengasuh dirimu dengan benar?"

Wonshik dkk yang melihat itu kelihatannya jealous. Apa-apaan tingkah mereka itu? Sudah seperti kedua orangtua sungguhan saja.

"Ekhem, Jongin" Wonshik berdehem.

"Hey, Wonshik" balas Jongin.

Namun kembali fokus pada Baby Lu dan mengacuhkan Wonshik.

"Bbo paa, ma"

Jongin terkekeh pelan. Ia meminta Sehun untuk mengizinkan dirinya menggendong Baby Lu."Bbo? Papamu memang pabbo" canda Jongin.

Kedua orang itu berjalan beriringan meninggalkan Wonshik dkk yang diacuhkan begitu saja. Terutama Wonshik. Masak iya dia yang sudah kece begini diabaikan oleh namja seunyu Jongin hanya karena anak bayi?

.

.

.

"Kau pasti Kim Moonkyu" kata seorang yeoja berbalut pakaian maid berwarna hitam dengan rambut ikal yang digelung ala maid-maid eropa.

Moonkyu yang hendak menaiki tangga di sekolahnya pun berhenti.

Tatapannya memuja ke arah yeoja cantik nan bohay itu. Alamak, belum pernah sekali ia melihat yeoja semontok itu di sekolahnya. Lagipula gimana mau lihat oppai montok? Dia saja bersekolah di sekolah khusus namja-.-

Yeoja itu tersenyum, dan detik itu juga Moonkyu seperti terhipnotis.

"Maukah kau membantuku?" suara yeoja itu kelewat sensual.

Moonkyu menganggukan kepala. Ya Tuhan, dia sama sekali tidak bisa dibeginikan.

Yeoja cantik itu mengerlingkan satu matanya ke arah Moonkyu. Rasanya Moonkyu ingin menarik yeoja itu ke UKS dan memperkosanya sekarang juga.

"B..bantu apa, nona cantik?"

"Maukah kau memberikan ini untuk Kim Jongin?" tanya si Yeoja cantik itu.

Si Yeoja memberikan sebuah susu kotak berwarna pink dengan cover dus berbentuk hati. Moonkyu mengangguk pelan, pertanda dia menurut dengan apa yang diperintahkan oleh yeoja cantik itu.

Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Moonkyu segera pergi mencari Kim Jongin dan membuat yeoja cantik itu tersenyum. Setelah memberikan satu kecupan di pipi Moonkyu ia segera pergi dan menghilang di balik dinding sekolah namja terbaik di kota Seoul itu.

...

Toilet siswa, dimana Kyungsoo sudah berubah ke dalam bentuk seorang namja mungil dan seorang namja jangkung yang tengah duduk di atas wastafel.

"Kau yakin dengan ramuan itu Pangeran Luhan punya asupan gizi yang layak?"

Kyungsoo menganggukan kepalanya pelan. "Paman Baekhyun selalu mengkonsumsi itu selama Luhan masih menyusu"

Park Chanyeol menepuk pelan keningnya. Astaga, soo.. Batinnya. Masalahnya kan Ratu Baekhyun minum ramuan itu memang untuk sebagaimana ibu menyusui yang membutuhkan asupan. Sementara Jongin? Asdfghjkl...

"Pangeran Luhan tidak bisa meminum susu seperti itu. Dia alergi susu sapi" kata Kyungsoo. Beberapa hari setelah Baby Lu minum susu formula, bayi mungil itu memang sempat mengalami diare dan membuat Sehun panik.

Maka selanjutnya, Kyungsoo menyamar menjadi seorang dokter yang berjaga di malam hari untuk mengobati pangeran moores itu. Karena obat manusia tidak akan berguna untuk bangsa moores level atas seperti mereka.

"T..tapi kau bisa membuat Kim Jongin seperti ibu menyusui, Soo"

"Baby Lu sendiri yang memilih dua orang itu sebagai orangtuanya. Jadi ya, begitulah perjanjiannya"

Jongin dan Sehun saja tidak pernah menandatangani kontrak untuk mengasuh baby Lu. Ah, Chanyeol jadi tidak tega sendiri kalau mengingat apa yang akan terjadi pada dua orang remaja itu.

Pip..

pip..

pip..

Chanyeol melirik ponsel khusus penyihir yang ia letakan di saku bajunya. Ponsel flip berwarna biru muda dengan motif ukir yang rumit itu menunjukan sebuah pesan dari ayahnya yang berisikan jika mereka harus segera kembali ke dunia moores secepatnya.

"Kita harus kembali ke Moores sekarang juga, Soo" Chanyeol berkata.

"Eh? Apa yang terjadi? Padahal aku sudah berjanji mau mentraktir namja bernama Kim Moonkyu itu lho, Yeol"

Chanyeol memutar mata bosan. Sebenarnya Kyungsoo ini namja atau yeoja sih? dibilang namja centilnya bukan main, tapi kalau dibilang yeoja terkadang sifatnya bisa jauh lebih psycho dibandingkan kaum demons.

.

.

.

.

"Moonkyu"

Kim Moonkyu yang tengah berjalan menghentikan langkahnya.

"Hm"

Kedua orang itu menatap Moonkyu dengan tatapan tidak aneh. Ini kok tidak seperti Moonkyu yang biasanya ya.

"Eoh, kau lihat Oh Sehun tidak? Ku dengar dia membawa seorang bayi ke sekolah" kata salah satu namja, namanya Kim Namjoon. Dia juga salah satu teman nongkrong Sehun sekaligus partner in crime namja itu di luar sekolah.

Moonkyu hanya bergumam dan kembali berjalan. Namjoon dan namja di sampingnya itu hanya bisa saling bertatapan seperti orang kebingungan.

"Ada apa dengannya?" tanya Namjoon

"Entahlah"

.

.

.

.

*Atap Sekolah*

"Kalau dilihat-lihat memang mirip denganmu sih ya, Hun" Namjoon berkata.

Dia sudah menemukan Oh Sehun tengah membolos dan mencoba menenangkan baby Lu.

Sehun memperhatikan baby Lu. Kata Moonkyu juga begitu. Namun dia masih mengira mungkin itu hanya kebetulan. Karena kenyataannya Baby Lu memang mirip sekali dengannya. Bahkan tadi dia disangka menghamili anak orang oleh kepala sekolah.

"Kau tidak main aman ya dengan pacar-pacarmu?" Namja yang satunya lagi bernama Daehyun. ia mengulum permen lollipopnya sambil memperhatikan baby Lu.

Main aman? Tentu saja! Sehun punya banyak stok kond*m yang ia simpan di dalam kotak yang sering ia sebut kotak ajaib. Berbagai macam merk, sampai berbagai macam rasa saja juga ada.

"Tentu saja tidak, bodoh!" Sehun menyahut. "Aku mana mungkin lupa memakai pengaman"

Namjoon mengangguk paham. Ada sesuatu yang membuatnya sedikit mencurigai Baby Lu. "Ku rasa dia bukan bayi biasa" ia berkata.

Daehyun dan Sehun tertawa terbahak-bahak. Orang bertampang galak seperti Namjoon memang punya hobi membaca hal-hal berbau supernatural. Dan saat ini dengar-dengar dia tengah mengikuti program buka indra keenam dengan neneknya.

"Jadi kau pikir dia bayi ajaib gitu?" Tanya Sehun.

Daehyun kembali tertawa.

"Kau terlalu sering membaca buku creepy pasta" canda Daehyun.

Namun diam-diam Sehun memikirkan apa yang dikatakan oleh Namjoon. Hari dimana ia menemukan Baby Lu memang ada banyak kejanggalan.

Seperti :

1. Siapa orang yang tega meletakan seorang bayi di depan rumahnya.

2. Bagaimana bisa seorang bayi bertahan dengan hanya menggunakan popok kain dan selimut tipis.

3. Baby Lu adalah bayi yang pintar. Dia seolah tau apa yang ada dalam pikiran Sehun.

"Hun"

"Hah..Iya, ada apa?"

"Anakmu meminum bubble tea terlalu banyak" Daehyun menunjuk Baby Lu yang tengah memasukan satu tangannya ke dalam gelas plastik, tengah mengambil bola-bola kecil dan mengunyahnya.

"Aih, Baby Lu! Makan jangan banyak-banyak! kau bisa tersedak nanti" Sehun mencoba menarik gumpalan bubble yang Baby Lu masukan ke dalam mulutnya.

Baby Lu menggeleng dengan pipi yang menggembung lucu.

"Say A, baby! Kau bisa tersedak"

"Ja..Pa...Hmmp"

Sehun memasukan jari telunjuknya ke mulut mungil baby Lu. mencoba mengambil bubble tea di dalam mulutnya.

Berhasil..

mulut baby Lu terbuka dan Sehun bisa melihat gumpalan bubble di sana. Tetapi entah bagaimana bisa gumpalan di mulut Baby Lu seperti memperlihatkan cerminan dunia yang tidak pernah ia lihat seumur hidupnyam

Sehun mundur beberapa langkah dan nyaris saja terjatuh. Namja tampan itu mengusap kedua matanya perlahan. Apa itu? Mengapa begitu nyata dan membuatnya seperti orang bodoh.

"Sehun, kau tak apa?" tanya Namjoon. Ia menahan tubuh Sehun yang nyaris tumbang.

"Ah..iya..Tidak apa-apa"

"Ei, adik bayi! Ayo buka mulutmu! Kau bisa tersedak nanti" Daehyun mencoba menyuruh Baby Lu untuk membuka mulutnya.

.

.

.

.

*Ruang Dance*

"Kim Jongin"

Jongin yang sedang membimbing juniornya menari pun menoleh, mendapati Kim Moonkyu tengah berjalan ke arahnya dengan sekotak susu rasa strawberry di tangannya.

Sedari tadi pagi Moonkyu memang mencari-cari Kim Jongin. Tetapi ternyata Jongin memang sedari tadi ada berada di ruang dance setelah menemui Oh Sehun dan mengajak Baby Lu bermain sebentar.

"Eh..Eh..Apa itu benar-benar Moonkyu sunbaenim?" bisik Jungkook pada teman sekelasnya, Vernon.

"Memangnya kenapa?" tanya cowok blasteran itu.

"Entahlah..Aku hanya merasa dia sedikit berbeda"

...

"Ada apa, Moonkyu?" Tanya Jongin, dibarengi senyum manisnya.

Moonkyu memberikan sekotak susu pada Jongin tanpa berkata-kata.

"Untukku? Ah, terimakasih ya, Moonkyu" ucap Jongin, matanya yang menyipit menambahkan kesan manis di wajahnya.

"Hm" Moonkyu menyahut kalem.

Beberapa pasang mata menatapnya aneh. Terutama Jongin. Tidak biasanya orang seramah Moonkyu bertingkah seperti itu.

"Ada apa dengannya?" Jongin bermonolog pelan.

Bisik-bisik para Junior terdengar di telinganya. Jongin pun berbalik dan meminta para juniornya untuk segera bubar karena kelas tari memang sudah selesai beberapa menit yang lalu.

.

.

.

.

"seorang namja pantang yang namanya menangis, Baby Lu" ujar Sehun.

Baby Lu duduk di kursi bayinya sambil mengulum binky baby-nya.

"Da" Bayi itu mengangguk, seolah mengerti ucapan ayah asuhnya itu.

Sehun mengaduk pelan bubur bayi yang ia buat untuk bayi mungil itu.

Baby Lu memandang jijik makanan itu. "Yakkk"

Oh Sehun menarik napas pelan. Baby Lu memang bayi yang aneh. Dibanding makanan bayi, Baby Lu lebih suka makanan orang-orang dewasa seperti ice cream dan bubble tea.

Hal ini sempat membuat Oh Sehun khawatir. Tapi sejauh ini Baby Lu belum pernah mengalami alergi, kecuali saat beberapa hari bayi imut itu mengkonsumsi susu bayi formula.

"Kau tak mungkin makan Ramen, Baby Lu" ujar Oh Sehun.

hiks..

hiks..

hiks..

mewek no jutsu pun keluar saat apa yang ia inginkan tidak dituruti oleh papa Hun.

"O..oi..Kau tidak ingat apa yang ku katakan? Namja itu tidak boleh-"

"Hueeeeeeee"

Aaaaa...Apa yang harus Sehun lakukan? Kenapa Baby Lu selalu menangis kalau sudah menyangkut makanan bayi? Dia kan bayi, sudah seharusnya ia memakan makanan yang lunak dan mudah dicerna. Apa Sehun harus membuatkan ramen-ttang buatannya ya untuk bayi imut ini? Aigoo, bahkan Taeyeon noona sudah jera mencicipi makanan makanan aneh buatannya itu.

.

.

.

.

Sepulang sekolah Jongin sama sekali tidak bertemu Sehun. Kata teman-teman tongkrongannya Sehun sudah pulang lebih dulu dan memilih mengasuh bayi dadakannya itu dibandingkan kongkow di base camp mereka.

Itu sempat membuat Jongin sedikit kecewa. Padahal dia ingin menengok baby Lu yang entah bagaimana bayi imut itu telah menyita perhatian Jongin sejak Jongin melihatnya di rumah Oh Sehun.

"hah" Jongin menarik napas setelah menyedot susu strawberry pemberian Moonkyu.

Susu ini rasanya enak, bahkan kalau boleh ia berkomentar rasanya jauh lebih enak dibandingkan susu-susu lainnya yang pernah ia nikmati.

"duh, kok gatal gini ya" gumamnya. Entah kenapa putingnya terasa gatal.

Jongin menggaruk putingnya pelan. Rasanya sangat nikmat dan membuat khayalan panasnya bermain. Oh Sehun yang memilin putingnya? Tepat sekali!

Rupanya Uri Jongie punya memikirkan Oh Sehun kelewat jauh sampai khayalan mesumnya dengan Oh Sehun terputar di kepalanya.

Jongin buru-buru menggeleng. Ia membuka piyama tidurnya dan mengabaikan buku bacaannya itu.

Ia pun mulai berbaring di atas ranjang dan memainkan putingnya seorang diri. Rasa gatal terobati saat Jongin menyentuh pucuk putingnya yang sudah menegang.

Rasanya aneh! Jongin yang polos bahkan tidak pernah masturbasi selama 18 tahun ia hidup.

"eunghh"

Namja manis itu buru-buru menutup mulutnya. Ya Tuhan, suara apa itu? k..kenapa dia bisa mengeluarkan suara aneh seperti itu?

...

"Omaayaa, dia sexy sekali" Chanyeol berusaha menutup hidungnya agar tidak mimisan.

Ia dan Kyungsoo mengintip dari jendela kamar Jongin yang terletak di lantai 2.

"Aku tidak menyangka jika ramuannya bisa membuat ibu menyusui terangsang seperti itu" Kyungsoo berkata.

Otak cerdasnya mulai berpikir. Saat Ratu Baekhyun mengalami hal seperti itu pamannya pasti memanfaatkannya dengan sangat baik. Aih, Paman Kris kan memang mesum!

Kyungsoo menggeleng pelan. Matanya yang bulat menatap penuh minat ke arah tubuh langsing yang tengah terkapar di atas ranjang queen size itu.

Jongin memainkan putingnya dalam keadaan naked. matanya terpejam dengan peluh yang membasahi tubuh tan sexy-nya.

"Oh shit, aku horny!" Chanyeol berseru pelan. Ia nyaris saja masuk ke kamar Jongin jika Kyungsoo tidak menahannya.

"Apa yang kau lakukan? Dasar mesum"

"Aku tidak tahan, Soo. Kim Jongin terlalu mengundang"

Kyungsoo berdecih pelan. Dasar mesin pheromones. Bisa-bisanya dia ada niat mau memperkosa Kim Jongin.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

A/n :

Awalnya susah buat nentuin ide. Tapi harus dipaksa dan akhirnya jadilah alur yg seperti ini. Hohohoho..Gak ada Hunkai moment? Yaa besok deh yaa..Sekalian adegan nipple nya.

A: btw kpn Kyung muncul?

Me: Chapter berikutnya ya.

A: Baek sama Kris selamat kan ya?

Me: maunya gimana?

A: yg dikasih kyung itu susu khusus Asi?

Me: tepat..Itu ramuan susu ibu yg kesulitan ngeluarin asi di dunia moores*abaikan*

A: Lanjut?

Me: Review nya dikit bgt kemarin hahaha..Tapi yaudahlah, yg penting masih ada yg berminat baca. Ini udh dilanjut.

A: ada enaena nya gak?

Me: maunya gimana?

A: Yeolie imangination di lanjut dong, thor.

Me: minta Dilanjut karna ada chanbaeknya atau memang suka Hunkai? pfftttt..aku cm bisa membayangkan hunkai aja lho kalo utk hal hal enaena. jd buat yg suka official couple jgn tersinggung ya.

Cukup segitu aja deh. hehe. btw kalo minta update cepat review harus 20 dulu ya. seperti biasa hehehe..bye..:*