Forgotten

Chapter 3

Main Cast : Oh Sehun & Xi Luhan (HunHan).

Other Cast : All Member EXO.

Warning : Yaoi (boyXboy), typos bertebaran,
Alur kecepetan, Cerita gaje.

Rate : T

Genre : School Life, Family, and Romance.

Desclaimer : Semua cast hanya milik tuhan,
ff ini hanya milik saya.

Summary : Suatu hal yang terlupakan.

.

.

.

.

.

.


Preview Chapter:

"Eh Yeol, tadi aku bertemu lagi dengan sih Luhan" Ucap Kai santai.
"Benarkah? dimana kau bertemu dengannya?" Tanya Chanyeol penasaran.
"Hei kalian berdua sedang membicarakan apa sih?" Tanya Baekhyun penasaran pada Chanyeol dan Kai yang duduk di bangku depannya.
"Kai tadi bilang padaku kalau dia bertemu dengan Luhan lagi tadi" Jawab Chanyeol sambil menghadap kebelakang di ikuti Kai.
"Luhan? kau mengenalnya dimana, Kai?" Tanya Sehun penasaran.


.

.

.

.

.

.

Happy Read ^_^

.

.

.

.

.

.

-Author P.O.V-

.

.

"Bolehkah kami gabung dengan kalian?" Tanya seseorang yang berdiri di samping meja kantin yang di tepati Luhan dan Kyungsoo.
"Omona! aku mimpi apa semalem?" Ucap Kyungsoo kaget sambil menatap ke-4 namja yang berdiri di samping meja tersebut.
"Ya tentu saja boleh, silahkan" Ucap Luhan mengijinkan.
"Terimakasih, rupanya kau bambi yang baik hehe" Ucap namja yang tak kalah cantiknya dengan Luhan sambil sedikit tertawa.
"Apa? kau bilang apa barusan?" Tanya Luhan sedikit kesal.
"Hehe maaf, aku hanya bercanda" Ucap namja itu lagi sambil nyengir gaje.
"Oh ya Lu, kenalin ini sahabat-sahabatku" Ucap Sehun pada Luhan.
"Perkenalkan aku Park Chanyeol, dan ini Byun Baekhyun" Ucap Chanyeol memperkenalkan dirinya dan Baekhyun sambil menunjuk kearah Baekhyun.
"Yak! aku kan bisa memperkenalkan diriku sendiri Park Chanyeol!" Ucap Baekhyun kesal.
"Hehe sudahlah bukankah lebih baik di wakilkan" Ucap Chanyeol nyengir.
"Aku tidak perlu memperkenalkan diriku lagi kan?" Tanya Kai pada Kyungsoo dan Luhan.
"Iya Kai, kita sudah mengenalmu" Jawab Luhan seadanya.
"Lu, bagaimana bisa mereka terlihat mengenalmu begitu?" Tanya Kyungsoo penasaran sambil bisik-bisik ke Luhan.
"Aku juga tidak tau, yang ku kenal hanya Sehun dan Kai" Jawab Luhan jujur sambil bisik-bisik juga ke Kyungsoo.

.

.

.

.

.

.

"Jadi begitu ceritanya kau bisa mengenal Sehun" Ucap Kyungsoo setelah selesai di ceritakan Luhan tentang bagaimana Luhan bisa mengenal Sehun.
"Ya begitulah" Ucap Luhan seadanya.
"Berarti kemarin kau pulang di antar Sehun lagi ya?" Tanya Kyungsoo penasaran.
"Iya, kau tau darimana?" Tanya Luhan balik sedikit penasaran.
"Bagaimana bisa aku tidak tau, jelas-jelas aku melihatmu kemarin pulang berjalan kearah parkiran padahal seingatku kau tidak bawa mobil kemarin" Jawab Kyungsoo jujur.
"Oh begitu, ku pikir kau bisa meramal seseorang hehe" Ucap Luhan nyengir.
"Aish, ada-ada saja kau" Ucap Kyungsoo seadanya.

.

.

.

.

.

.

"Lu, aku duluan ya! bye!" Ucap Kyungsoo sambil melambaikan tangannya kearah Luhan lalu pergi berjalan menuju ke rumahnya.
"Iya bye! hati-hati, soo!" Ucap Luhan sedikit berteriak sambil melambaikan tangannya kearah Kyungsoo lalu pergi berjalan menuju ke parkiran.
"Dia dimana ya? apa tidak bisa pulang bersama lagi" Gumam Luhan pelan sambil menengok kanan kiri di area parkiran.

.

.

_drrtt-drrtt_ (Bunyi sms masuk dari ponsel Luhan)

.

.

From: Sehun

Lu, aku ada latihan basket bersama teman-temanku bisakah kau menungguku?

.

To: Sehun

Ya, aku tunggu kau di taman sekolah dekat parkiran.

.

From: Sehun

Oke tunggu aku disana.

.

.

.

.

.

.

"Kau sudah memberi kabar ke Luhan?" Tanya Kai pada Sehun.
"Ya aku sudah memberitahunya" Jawab Sehun santai.
"Hei kalian berdua ayo lanjut latihan basketnya!" Ucap Baekhyun sedikit berteriak pada Sehun dan Kai sambil mendrible bola basket.
"Aku dapat bolanya" Ucap Chanyeol setelah berhasil merebut bolanya dari Baekhyun yang sedang tidak fokus ke bolanya melainkan fokus kearah Sehun dan Kai.
"Yak! kau curang Park Chanyeol!" Ucap Baekhyun kesal.

.

.

.

.

.

.

_Skip-Time_ (1 Jam kemudian)

.

.

"Kau dimana sekarang? apa kau tidak merindukanku? kenapa kau hilang tiba-tiba tanpa kabar! ku harap kita bisa bertemu lagi!" Batin Luhan sedih sambil melihat sebuah foto yang terdapat dua anak kecil yang sedang tersenyum ceria.
"Kenapa kau bersedih seperti itu?" Tanya Sehun tiba-tiba sambil duduk di sebelah Luhan.
"Aku merindukan sahabat kecilku ini yang tinggal di busan waktu itu" Jawab Luhan dengan nada yang sedih sambil masih menatap sebuah foto yang Luhan pegang.
"Oh begitu, aku yakin kau pasti dapat bertemu dengannya kembali kok" Ucap Sehun setelah melihat sebuah foto yang di pegang Luhan.
"Itu tidak mungkin, aku saja tidak tau dia berada dimana sekarang" Ucap Luhan masih sedih.
"Sudah jangan sedih lagi, bagaimana kalau kau ikut aku beli ice cream saja" Ucap Sehun sambil tersenyum kearah Luhan.
"Wah itu ide yang bagus! Kajja kita beli ice cream!" Ucap Luhan senang sambil menarik tangan Sehun berjalan pergi ke parkiran untuk mengambil mobil Sehun terlebih dahulu lalu setelah itu mereka pun pergi ke kedai ice cream.

.

.

.

.

.

.

"Jika seperti ini, kau mirip sekali dengan sahabat kecilku" Ucap Luhan sambil menatap Sehun yang sedang memakan ice creamnya.
"Apa maksudmu?" Tanya Sehun bingung atas ucapan Luhan.
"Saat aku sedih sahabat kecilku pasti akan mengajakku membeli ice cream, dan tadi tingkahmu mirip sekali dengan sahabat kecilku" Jawab Luhan jujur.
"Mungkin itu hanya kebetulan saja" Ucap Sehun seadanya.
"Ya mungkin hanya kebetulan" Ucap Luhan setuju dengan ucapan Sehun.

.

.

.

.

.

.

"Astaga, Lu! kau belum tidur? dan kenapa kau biarkan pintu kamarmu terbuka begitu?" Tanya Kris setelah masuk ke kamar Luhan yang pintunya terbuka begitu saja.
"Hei Kris hyung, aku belum mengantuk, dan aku membiarkan pintu itu terbuka biar aku dapat inspirasi saja hehe" Jawab Luhan sedikit tertawa.
"Kau sedang apa sih?" Tanya Kris penasaran sambil mendekati Luhan yang sedang duduk sambil mencorat-coret sesuatu buku yang berada diatas meja belajar Luhan.
"Menggambar hehe" Ucap Luhan nyengir.
"Astaga, kebiasaanmu dari kecil belum berubah rupanya, Lu" Ucap Kris santai.
"Ya aku susah untuk melepas kebiasaan menggambarku ini, hyung" Ucap Luhan jujur.
"Tapi kau harus segera tidur, Lu! ini sudah malam!" Ucap Kris menasehati Luhan.
"Aish, hyung ini! aku belum selesai, lagi pula besok kan libur!" Ucap Luhan seadanya.
"Tetap saja kau tidak boleh terlalu malam tidurnya, Lu! ingat jaga kesehatan, tidak baik tidur terlalu larut malam!" Ucap Kris masih menasehati Luhan.
"Iya iya aku tidur sekarang!" Ucap Luhan mengalah.

.

.

.

.

.

.

_Tettt-Tettt_ (Bunyi bel rumah keluarga Wu)

.

.

"Iya tunggu sebentar!" Ucap sang eomma sedikit berteriak.
"Hei kau kan..." Ucap sang eomma setelah membuka pintu utama rumahnya.
"Annyeonghaseyo bibi wu, aku Oh Sehun teman sekolahnya Luhan" Sapa Sehun sopan.
"Omona, kau sopan sekali! ternyata selain tampan kau juga sopan, kau benar-benar calon menantu idamanku!" Ucap bibi wu senang sekali.
"Terimakasih atas pujiannya, bibi wu" Ucap Sehun berterimakasih.
"Ayo silahkan masuk, kau pasti mencari Luhan ya? tapi sayangnya anak itu susah sekali bangunnya kalau hari libur begini" Ucap bibi wu sambil berjalan masuk ke dalam rumah di ikuti Sehun di belakangnya.
"Kau duduk saja dulu nak Sehun, biar bibi bangunkan dulu Luhannya" Ucap bibi wu mempersilahkan Sehun duduk setelah sampai di ruang tamu lalu setelah itu bibi wu menghampiri kamar anak keduanya.
"Baiklah, bibi wu" Ucap Sehun lalu duduk di salah satu sofa di ruang tamu tersebut.

.

.

.

.

.

.

"Luhan! ireona! palliwa!" Ucap sang eomma sedikit berteriak.
"Aish, eomma ini! masih terlalu pagi tau!" Ucap Luhan sedikit kesal sambil menutup telinganya.
"Astaga, anak ini! kalau kau tidak mau bangun, ya sudah eomma akan menyuruh namja tampan itu pulang saja!" Ucap sang eomma kesal sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Apa maksud eomma? siapa namja tampan yang dimaksud eomma?" Tanya Luhan bingung.
"Siapa lagi kalau bukan Oh Sehun" Jawab sang eomma santai.
"Omona! kenapa tidak bilang dari tadi!" Ucap Luhan langsung bangun dari tidurnya lalu bergegas ke kamar mandi.

.

.

.

.

.

.

"Maaf tadi membuatmu menunggu" Ucap Luhan sambil memasang seatbeltnya.
"Tidak apa, lagi pula aku juga salah tidak memberitahumu terlebih dahulu kalau mau mengajakmu jalan-jalan hari ini" Ucap Sehun sambil fokus menyetir mobilnya.
"Kita mau kemana?" Tanya Luhan penasaran.
"Ke acara festival yang di adakan di taman pusat kota" Jawan Sehun santai.
"Oh baiklah, sepertinya seru" Ucap Luhan seadanya.

.

.

.

.

.

.

-Selesai dari acara festival-

.

.

"Festival tadi seru sekali! dan terimakasih untuk boneka rusanya!" Ucap Luhan senang sekali sambil memeluk boneka rusa yang Sehun dapatkan dari bermain sebuah game di acara festival tersebut.
"Aku meragukan dirimu siswa SHS jika sikapmu seperti ini hehe" Ucap Sehun sedikit tertawa.
"Aish, kau ini menyebalkan sekali!" Ucap Luhan sedikit kesal.
"Kau lucu sekali" Ucap Sehun sambil tersenyum tampan kearah Luhan.
"Tidak ada yang lucu tau!" Ucap Luhan masih kesal.
"Bagaimana kalau sebelum pulang kita makan dulu? aku traktir kok" Tanya Sehun sedikit membujuk Luhan.
"Boleh" Ucap Luhan singkat.
"Kau masih kesal padaku? kalau begitu tidak jadi saja" Tanya Sehun lagi.
"Baiklah, aku tidak kesal lagi padamu! kajja kita makan dulu!" Jawab Luhan sambil menarik tangan Sehun pelan lalu berjalan pergi ke salah satu cafe yang berada di dekat acara festival tersebut.

.

.

.

.

.

.

"Kau sepertinya lapar sekali ya?" Tanya Sehun sambil menatap kearah Luhan yang sedang makan dengan penuh nafsu.
"Iya begitulah, lagi pula makanan di sini enak juga kok" Jawab Luhan jujur.
"Ya ku akui disini emang makanannya enak" Ucap Sehun ikut jujur.
"Aku selesai" Ucap Luhan setelah selesai makan makanannya.
"Aku juga sudah selesai" Ucap Sehun setelah selesai makan makanannya.
"Kalau begitu kajja kita pulang!" Ajak Luhan pada Sehun untuk pulang.
"Tunggu dulu, Lu" Ucap Sehun tiba-tiba.
"Ada apa emangnya?" Tanya Luhan penasaran.
"Aku ingin memberikanmu ini dari tadi" Jawab Sehun memberikan sebuket kecil mawar merah.
"Bunga mawar? kau kapan membelinya?" Tanya Luhan bingung.
"Tadi saat kau terlalu serius menonton acara musik festival, aku langsung meninggalkanmu sebentar untuk membeli bunga itu di toko bunga dekat acara festival tadi" Jawab Sehun menjelaskan pada Luhan.
"Lalu untuk apa kau memberiku bunga mawar ini?" Tanya Luhan masih bingung.
"Kau pasti tau artinya bukan dari bunga mawar itu" Jawab Sehun menatap ke arah Luhan.
"Tanda cinta, tapi apa maksudnya?" Tanya Luhan sedikit gugup.
"Aku mencintaimu, Lu! dari awal kita bertemu aku telah jatuh cinta padamu!" Jawab Sehun mengukapkan perasaannya pada Luhan sambil menatap kearah Luhan.
"Benarkah? kau tidak sedang bercanda kan?" Tanya Luhan meminta kepastian.
"Iya Lu, aku tidak berbohong! aku sungguh mencintaimu!" Jawab Sehun meyakinkan.
"Aku juga mencintaimu" Gumam Luhan pelan.
"Apa? kau bilang apa? aku tidak mendengarnya" Ucap Sehun pura-pura tidak mendengar.
"Aku juga mencintaimu, Hun-ah" Ucap Luhan tegas.
"Jadi kau maukan jadi kekasihku?" Tanya Sehun sambil tersenyum kearah Luhan.
"Iya aku mau" Jawab Luhan sambil tersenyum juga kearah Sehun.

.

.

.

.

.

.

"Terimakasih untuk hari ini" Ucap Luhan sambil akan keluar mobil.
"Tunggu, Lu" Ucap Sehun sambil menahan pergelangan tangan Luhan.
"Ada apa?" Tanya Luhan bingung.

.

-Cupp-

.

"Sudah sana masuk, kau harus langsung istirahat!" Ucap Sehun menasehati Luhan.
"Baiklah, kau hati-hati di jalan! bye!" Ucap Luhan sedikit gugup sambil keluar mobil lalu masuk ke dalam rumah.
"Astaga, detak jantung ini kenapa berdetak sangat cepat" Gumam Sehun pelan lalu menjalankan mobilnya pergi menuju ke rumahnya.

.

.

.

.

.

.

"Wah, kau pulang-pulang sudah membawa sebuket bunga mawar dan boneka rusa! pasti kencanmu menyenangkan sekali ya" Ucap sang eomma senang sekali.
"Aish eomma, aku tidak ingin di ganggu!" Ucap Luhan malu lalu masuk ke dalam kamarnya.
"Ayolah Lu, kau tak usah malu!" Ucap sang eomma sedikit berteriak yang berdiri di depan kamar Luhan.
"Aku tidak malu!" Ucap Luhan sedikit berteriak dari dalam kamarnya.
"Bohong, eomma tau kau sedang malu! apa dia menyatakan cintanya padamu?!" Tanya sang eomma penasaran.
"diamlah eomma! ini sudah malam!" Jawab Luhan mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah-baiklah, anak eomma pasti wajahnya sudah merah hehe" Ucap sang eomma sambil tertawa lalu pergi ke kamarnya.

.

.

.

.

.

.

"Omona! First Kiss ku! aku tidak menyangka dia ternyata mencintaiku juga! senang rasanya hari ini!" Ucap Luhan senang sekali sambil memeluk boneka rusanya lalu tertidur.

.

.

.

.

.

.

"Tumben anak appa yang satu ini tidak telat bangun" Ucap sang appa sambil menatap kearah Luhan.
"Appa mengejekku ya?" Tanya Luhan kesal.
"Tidak Lu, appa hanya heran saja" Jawab sang appa santai.
"Dia itu tidak telat bangun karena sudah ada yang bangunin dia tiap pagi hehe" Ucap sang eomma sambil tertawa.
"Siapa eomma?" Tanya Kris penasaran.
"Oh Sehun adik kelasmu itu, Kris" Jawab sang eomma santai.
"Eomma! ayolah jangan membicarakan itu!" Ucap Luhan malu.
"Oh rupanya anak appa, sudah dewasa ya hehe" Ucap sang appa sambil tertawa.
"Aish appa, jangan ikut-ikutan!" Ucap Luhan masih malu.
"Adikku rupanya sudah memiliki kekasih hehe" Ucap Kris ikut tertawa.
"Astaga, aku bisa gila! kalau kalian bertiga berkata seperti itu terus!" Ucap Luhan malu sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.

.

.

.

.

.

.

-T.B.C-

.

.

.

.

.

.

Thanks untuk semua yang telah membaca, menfollow, menfauvorit, serta mereview FF ku ini. :)

.

.

Next? Please review :)