the chronicle of (unfortunate) saniwa
chapter two
note: female!saniwa / GEN / drabble–like
warning: ooc / tata kalimat yang salah / Ejaan Yang belum Disempurnakan / typos
a/n: muncul karakter baru, yay!
Happy reading! :)
p.s: thanks a lot kepada tourabu's wikia contributor
page break
.
.
.
tourabu © dmm/nitroplus
.
.
"Ugh– Apakah aku harus memakai yukata?" keluhku kesal sambil berjalan diantara hutan belantara. "Kashuu–kun, sudah berapa lama kita terdampar di hutan?"
Kashuu–sweet blessed Kashuu; kalau bukan dia, aku pasti sudah mati begitu terlantar di hutan–menjawabnya dengan antusias. "Kurang lebih seminggu, Setsuna–chan!"
Aku menghela nafas dengan kesal. "Kashuu–kun, ayo kita istirahat sebentar. Aku lelah."
Ia menganggukkan kepalanya mengerti. "Jika Setsuna–chan menginginkan hal seperti itu, baiklah." Lalu perkataan berikutnya ia ucapkan dengan pelan. "...Padahal kita baru saja berjalan sekitar sepuluh menit loh. Tak heran kita tak pernah menemukan kota kalau seperti ini terus…"
"...Kau bilang apa barusan, Kashuu–kun?"
"...Ahahaha."
.
.
"Setsuna–chan, kami kembali!"
Aku menatapnya dengan heran. "...'Kami'?"
"Tada! Aku tadi menemukan rubah yang imut saat mencari beberapa buah–buahan."
"...Dia itu rubah, Kashuu–kun." Dia itu bukanlah jenis hewan jinak.
"Lalu?"
Entah mengapa aku ingin sekali menepuk jidatku saking herannya dengan kepolosan pedang satu ini. "Kashuu–kun, kita tidak mungkin bisa merawatnya."
"Tapi dia jinak, kok! Coba lihat sendiri!"
Seolah mengerti apa yang diucapkan oleh Kashuu, rubah itu berjalan mendekatiku.
"Stop! Tidak boleh mendekat!" Tepat saat itu juga, rubah itu berhenti dan menatapku dengan tatapan polos.
"..."
"..."
"Boleh?"
"..."
"...Kumohon?"
"...Asalkan dia tidak membuat masalah, Kashuu–kun."
"Terima kasih banyak, Setsuna–chan!"
Mari kita berharap semoga aku tidak akan menyesal dengan keputusanku satu ini.
.
.
.
End.
a/n: disini, kalian bisa melihat betapa 'hebatnya' staminanya Setsuna ahahaha–
