Title: Ichigo's Story
Pairing: HibarixOCmale
Genre: Adventure/Family
Rating: T
Previous: Di salah satu tempat di Italia, terjadi sesuatu yang menyebabkan 3 orang dewasa melarikan diri bersama dengan 2 anak kecil ke dalam hutan. Akan tetapi, ditengah pelarian mereka dihadang oleh 2 orang misterius yang menginginkan kedua anak kecil tersebut untuk diserahkan pada pemimpin mereka.
Warnings: kisah ini berisi unsur YAOI dan para OC! Bahkan mungkin agak OOC!
Disclaimer: Amano Akira owns Kateikyoushi Hitman Reborn! Tapi ide fanfic dan para OC adalah milikku. Hehehe~
Halo, minna-san. author minta maaf, kalau tiba-tiba aku mengubah Story 001 ini. aku harap yang ini jauh lebih bagus dari yang sebelumnya. Berdasarkan temanku, sih. yang ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Yah, aku harap kalian juga berpikir seperti itu. Oke, selamat membaca~. ;)
Daily Life Arc –Story 001-
First meeting with Hibari Kyouya
:::
'However, I believe you can handle it. Since this is your's story.' [Castor]
10 Tahun kemudian, di Namimori, jepang.
"Hn, jika yang dikatakan Nagase benar. Harusnya setelah berbelok ke kanan kita bisa melihatnya." Kata Seorang Pemuda yang kemudian berbelok ke kanan dan melihat apa yang dia cari sedari tadi. "Ah, Kita menemukannya, Castor!" Katanya riang ke pada seekor anak serigala yang memiliki bulu berwarna putih sambil menunjuk sebuah Kuil yang tidak jauh di depan mereka.
"Oi, kau sungguh-sungguh mau ke sana, Ichigo?" Tanya serigala kecil tersebut keheranan.
"Tentu saja, sejak dulu aku ingin melihat kuil yang ada di jepang." Jawab pemuda bernama Ichigo dengan riang sambil berjalan menuju kuil Namimori.
'*Sigh*, dasar anak ini. Padahal dia baru saja tiba di kota ini bersama Shinya, tapi bukannya merasa lelah, dia malah langsung mengunjungi kuil yang ada di kota ini.' Pikir Castor sambil mengikuti pemuda yang memiliki rambut dan mata bewarna merah tersebut.
Tidak lama kemudian, mereka telah tiba di depan tangga kuil Namimori.
"Wow, lihat Castor. Jalan di kuil ini sama persis dengan yang ada di anime, ada tangga menuju ke kuil." Kata Ichigo yang terpesona dengan apa yang dilihatnya.
"Sudah pasti sama persis dengan di anime. Secara ini kuil ini didirikan di atas bukit, maka secara otomatis akan ada tangga menuju ke kuil." Kata Castor yang keheranan dengan kebodohan Ichigo. 'Lagi pula, sudah pasti orang jepang membuat hal semacam ini sesuai dengan yang aslinya, kan?' Pikirnya.
"Yosh, apa lagi yang kau tunggu, Castor. Kalau kita tidak segera menuju ke sana, mungkin kuilnya akan menghilang, loh." Kata Ichigo yang sudah menaiki setengah dari tangga kuil.
"Jangan mengatakan hal yang memalukan di depan umum, nanti kau akan malu sendiri." Kata Castor sambil menaiki tangga kuil.
"Bagiku hal yang akan membuatku malu adalah berbicara dengan anak serigala kutub di depan umum. Karena aku pasti dianggap orang gila." Gumam Ichigo pelan sambil menaiki tangga kuil. Akan tetapi tetap bisa terdengar oleh telinga Castor yang tajam.
"Coba ulangi kata-katamu barusan, Niw-"
"AAAAAAAAAAAKH!" Teriak seorang pria berbadan besar yang memotong perkataan Castor dan orang tersebut terjatuh tepat di depan Ichigo dan Castor dengan tubuh penuh luka.
"Gyaaa, apa ini?" Tanya Ichigo yang terkejut dengan munculnya pria tersebut. "Ah, kalau dilihat baik-baik, kasihan sekali malaikat ini. Sudah tampangnya jelek, dia malah ditendang dewa dari wilayahnya." Katanya sambil menatap pria yang baru saja terlempar dari kuil tersebut dengan tatapan kasihan. Karena selain tubuh pria tersebut penuh luka, wajah orang tersebut juga sangat jelek. (AN: menurut penilaian Ichigo).
"Baka! Sudah jelas orang ini bukan malaikat!" Bentak Castor kesal dengan kebodohan Ichigo. "Lagipula, sepertinya orang ini penuh dengan luka karena dihajar seseorang." Sambil meneliti pria tersebut.
"Maksudmu ada perkelahian di kuil-"
"Ukh, ta-tasukete..." Rintih pria tersebut sambil menyentuh ujung celana jins Ichigo dan menarik perhatian Ichigo dan Castor.
"Hai, bertahanlah! Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Ichigo sambil berjongkok dihadapan pria tersebut.
Awalnya pria tersebut tidak menjawab pertanyaan Ichigo, dia hanya menatap Ichigo dengan terkejut dan wajah merah merona yang membuat Ichigo merasa merinding.
"Ah, kenapa aku punya firasat buruk soal ini, ya, Castor?" Kata Ichigo yang mulai merinding dengan tatapan pria tersebut.
"Aku tidak menyangka Kami-sama mengirimiku seorang bidadari untuk menjemputku." Kata pria tersebut dengan mata berbinar-binar dan membuat Ichigo semakin merinding. "Oh, bidadariku berikan aku sebuah ciuman sebelum kau membawaku ke surga mu, sayang." Kata pria tersebut sambil mencoba mencium Ichigo.
"IIUUUUUUUHHHH!" Teriak ichigo sambil melempar pria yang 3 kali lebih besar darinya ke tangga kuil paling bawah. "Castor, aku takut! Aku tidak bisa bergerak saking takutnya!" Rengeknya yang ketakutan sambil memeluk Castor dengan erat.
"Kalau kau tidak bisa bergerak, kau tidak mungkin bisa melempar orang itu dengan mudahnya, Ichigo." Gumam Castor yang menatap kasihan pria tersebut. "Hoi, lebih baik kita lihat apa yang terjadi di kuil, Ichigo."
"Ha-hai." Kata ichigo yang langsung berlari menuju ke kuil sambil menggendong Castor.
Ketika mereka sampai di kuil, mereka melihat sekitar 80 orang sedang mengepung seorang pemuda yang kemeja putih, celana hitam dengan jaket yang dikenakan di pundaknya dan di sekitar mereka terdapat sekitar 19 orang yang pingsan dengan luka parah.
"Wah, aku tidak menyangka kalau untuk menghajar seorang bocah diperlukan segini banyaknya orang." Kata Ichigo sambil melihat orang-orang yang mengepung pemuda tersebut.
"Mungkin bocah itu bukan bocah biasa." Kata Castor sambil memandangi orang-orang tersebut dengan tatapan bosan.
"Heh, sekarang kau tidak bisa bertingkah, Hibari Kyouya." Kata seorang pria yang sedang duduk di depan kuil sambil dan menikmati segelas sake yang ada ditangannya. Pria tersebut memiliki tubuh yang besar dengan wajah yang memiliki tato dengan gambar bunga sakura di bahu kirinya. "Sebaiknya kau segera menyerah saja dan serahkan kekuasaanmu padaku yang merupakan bos dari kelompok Sakurazaki, yakuza terkuat di kota Namimori ini." Katanya sambil menatap pemuda bernama Hibari Kyouya yang terlihat sangat kesal.
"Aku tidak akan membiarkan orang macam kalian mengganggu ketentraman Namimori. Aku akan menggigitmu sampai mati." Kata Hibari yang kemudian langsung menghajar beberapa orang yang mengelilinginya dengan sepasang tonfa di tangannya.
"Huh, keras kepala. Padahal dia masih bisa hidup jika dia menuruti ku." Gumam sang bos yang kemudian meminum sake-nya lagi.
"Huh, kumpulan orang-orang bodoh." Gumam Castor sambil menatap rendah orang-orang yang berusaha menghabisi pemuda bernama Hibari. "Jadi, apa yang akan kau lakukan, Ichigo?" Tanya Castor sambil menatap Ichigo yang masih memeluknya.
"Eh? Ah..sepertinya, bocah bernama Hibari itu sedang kesulitan." Kata Ichigo gugup sambil menggaruk pipinya. "Eh..ah..aku ingin membantunya, sih. Akan tetapi, aku sudah berjanji pada Shinya-kun untuk tidak berbuat ulah lagi. Aku tidak mau Shinya-kun menghukumku, Castor! Kau sendiri tahu betapa mengerikannya Shinya-kun ketika marah." Katanya sambil membayangkan amukan Shinya yang membuatnya merinding.
"Tentu saja, aku tahu. Akan tetapi, jika kau tidak membantu bocah itu, mungkin bocah itu akan mati dihajar oleh gerombolan orang bodoh itu dan kita tidak ada waktu untuk mencari bantuan." Kata Castor yang menatap Hibari yang sudah dipenuhi luka. "Apa lagi, jika Shinya tahu kau tidak menolong bocah itu, kau tetap akan dihukumnya."
Mendengar apa yang dikatakan Castor membuat Ichigo gelisah dan cemas.
'Ukh, kenapa hal ini selalu terjadi padaku, sih? Padahal aku baru tiba di kota ini, tapi malah harus menemui kejadian seperti ini. Aku tidak ingin mengingkari janjiku pada Shinya-kun, tapi...' Pikir Ichigo kesal. "AKH, TERSERAHLAH! MAU NANTI AKU DIHUKUM SHINYA-KUN ATAU APALAH, AKU SAMA SEKALI TIDAK PEDULI! AKU AKAN MENGHAJAR GEROMBOLAN YAKUZA IDIOT ITU!" Teriak Ichigo yang tanpa dia sadari telah menghentikan pertarungan dan membuat semua orang melihat dirinya. "Eh?"
"Baka." Kata Castor yang langsung melepaskan diri dari Ichigo dan pergi bersembunyi di belakang gerbang kuil.
"Ah, konnichiwa?" Sapa Ichigo yang lebih tepat seperti sebuah pertanyaan. 'Ah, idiot! Baka-Ichigo, kenapa aku malah membuat perhatian semua orang jadi tertuju padaku!' Pikirnya sambil Chibi dirinya berlari panik di dalam pikirannya.
"Woaa, siapa gadis imut ini? Aku belum pernah melihat orang semanis ini di Kota ini." Kata sang bos sambil menatap Ichigo dengan tatapan penuh nafsu dan membuat Ichigo merinding. "Kau ingin menghajar kami, darling? Lebih baik, kau jadi istriku saja. Nanti aku akan memberikan apapun-"
PRAAAK
Sebelum sang bos selesai bicara, tiba-tiba pria tersebut langsung terlontar ke atas dan membuat dia tergantung di atap kuil.
"Ah, aku melakukannya lagi." Kata Ichigo lemas. "Yah, tapi ini bukan salahku juga, sih." Katanya sambil mengelus tangannya yang baru saja dia gunakan untuk menghajar bos yakuza tersebut.
'Hn, seperti biasa. Dia selalu menghajar orang yang memandangnya dengan tatapan penuh nafsu.' Pikir Castor sambil melihat Ichigo yang tiba-tiba berada di tempat sang bos yakuza berada dan menghajar orang itu dengan mudahnya.
"Ba-bagaimana bi-bisa di-dia ada di sana? Padahal tadi dia ada di dekat gerbang, tapi hanya sekejap dia sudah ada di sana dan menghajar bos dengan mudahnya!" Kata salah satu anggota Sakurazaki sambil melihat Ichigo dengan ketakutan.
"Ah, gomen. A-aku ti-tidak bermaksud me-menyakiti bos kalian, kok." Kata Ichigo dengan panik.
"Apanya yang 'tidak bermaksud menyakiti bos kami', hah?" Bentak salah satu anggota Sakurazaki yang lainnya. "Aku tidak tahu bagaimana caranya kau bisa dengan cepatnya muncul di hadapan bos dan memukulnya, tapi kami tidak bisa menerima tindakanmu itu!" Katanya yang langsung membuat anggota yang lain langsung bersorak setuju.
"Benar! Beraninya dia memukul bos! Kita harus membalas perbuatannya untuk bos!" Seru anggota yang lain dan langsung disetujui oleh yang lain dengan sorakan.
"Yah, jangan karena dia punya wajah yang imut lantas kita biarkan dia berbuat semaunya!" Seru yang lainnya dan mendapatkan respon yang sama.
"Ayo kita habisi gadis ini!" Seru yang lainnya dan membuat semua anggota yakuza Sakurazaki menyerang Ichigo yang panik.
"O-oi, kalian bercanda, kan?" Tanya Ichigo yang panik melihat semua orang menerjang ke arahnya. "AKH, SEHARUSNYA AKU TIDAK DATANG KE SINI!" Teriak Ichigo yang langsung menunduk karena ketakutan dan bersiap menerima pukulan dari para anggota Sakurazaki yang mengamuk.
DUAAAAK, BUUAAAAKK!
"AAAAAAKHHH!"
"Eh, apa yang terjadi?" Tanya Ichigo yang keheranan karena dia mendengar suara para anggota kelompok Sakurazaki yang merintih kesakitan.
Ketika Ichigo melihat apa yang terjadi, dia melihat Hibari berdiri tidak jauh di depannya sambil memegang sepasang tonfa di tangannya. Lalu di hadapannya terdapat beberapa orang yang pingsan dan memiliki beberapa luka memar.
'Eh? Apa dia menyelamatkan ku?' Tanya Ichigo dalam pikirannya sambil melihat Hibari dengan keheranan.
"Minggir, Hibari! Kami mau menghabisi gadis sialan itu! Jadi jangan menghalangi kami, jika kau tidak mau mati!" Ancam salah satu anggota Sakurazaki.
"Hn, seperti kalian bisa membunuhku. Lagipula, bukankah awalnya kalian mengincarku, Herbivora?" Tanya Hibari sambil memandangi anggota Sakurazaki dengan kesal. "Aku tidak suka jika kalian mengabaikanku." Katanya sambil mengeluarkan aura mengerikan yang membuat para yakuza tersebut mengambil beberapa langkah mundur karena ketakutan.
"*Bersiul* Keren~. Ternyata sesuai apa yang kau katakan, Castor. Dia memang bukan bocah biasa." Kata Ichigo ke Castor sambil melihat aura kemarahan Hibari dengan kagum.
"Hn, aku jadi ingin mencoba rasa darahnya. Mungkin rasanya lezat~." Kata Castor dengan mata penuh nafsu yang secara tiba-tiba berada di samping Ichigo.
Mendengar perkataan Castor, langsung membuat Ichigo langsung keringat jatuh. "O-oi, saat ini kau itu serigala, bukannya seorang vampire, Castor." Katanya sambil menatap Castor dengan keheranan.
"Tapi.." Kata Hibari tenang yang membuat perhatian semua orang tertuju kepadanya. "Aku jauh tidak suka jika ada yang merebut mangsaku dan itu membuatku ingin menggigit orang itu sampai mati." Katanya sebelum menerjang ke arah Ichigo dan membuat semua orang yang melihatnya mengalami rahang menurun dan syok berat.
"Gyyyaaaa!" Pekik Ichigo sambil menghindar dari serangan Hibari. "Apa yang kau lakukan? Memangnya apa salahku?" Tanya Ichigo dengan kesalnya.
"Jangan membuatku mengulanginya lagi, Herbivora!" Kata Hibari sambil menatap Ichigo dengan death glare. "Kau sudah merebut mangsa yang paling ingin kuhabisi." Katanya dengan kesal dan kembali menerjang Ichigo.
"Cho-chotto *Menghindar* Matte! A-ku juga *menghindar* tidak mau menyerang orang itu, tahu!" Kata Ichigo yang berusaha menenangkan Hibari sambil menghindari serangan bertubi-tubi dari Hibari. "Aku menghajar orang itu *melompat* karena dia memandangku dengan *menunduk* tatapan penuh nafsu. Jadi sudah sewajarnya *melompat* aku menghajar orang itu, kan?"
"Aku tdak peduli dengan alasanmu. Aku tetap tidak suka kau merebut mangsaku! Aku akan menggigitmu sampai mati!" Kata Hibari yang terus menyerang Ichigo tanpa henti.
"AAAAAHHH! KENAPA AKU JADI SIAL BEGINI, SIH?" Teriak Ichigo sambil menangis dan tetap menghindari serangan yang diberikan padanya. "CASTOR, TASUKETEEEEE!" Rengeknya.
"Wah, bocah yang menarik. Aku jadi ingin mencoba rasa darahnya." Gumam Castor dengan pelan agar tidak terdengar oleh yang lain sambil melihat Hibari dengan tatapan penuh nafsu.
"Jangan membayangkan hal yang aneh-aneh, Castor!" Bentak Ichigo kesal karena dia bisa melihat isi pikiran Castor saat ini. "Kalian juga, kenapa diam saja! Bukannya kalian ingin menghabisi bocah ini? Kenapa malah bengong, huh?" Tanya Ichigo dengan kesalnya ke anggota Sakurazaki yang sedari tadi terdiam karena syok.
Mendengar amukan Ichigo, membuat para anggota yakuza tersebut tersadar dari syok mereka.
"Hei, apa yang harus kita lakukan? Bos memerintahkan kita untuk menghabisi si skylark, bukan?" Tanya salah satu anggota Sakurazaki.
"Tapi kita harus membalaskan dendam bos yang dihajar oleh gadis sialan itu." Kata anggota yang lainnya dan membuat Ichigo yang mendengarnya menjadi kesal.
"Hei, bukankah ini kesempatan yang bagus!" Seru anggota yang lainnya dan membuat yang lainnya kebingungan.
"Apanya yang bagus?"
"Kalau kita membiarkan si skylark dan gadis sialan itu saling bertarung, kita tidak perlu turun tangan. Karena mereka akan saling menghabisi satu sama lainnya. Lalu jika mereka salah satu mereka masih bertahan, kita tinggal menghabisinya dan kita akan mendapatkan bonus dari bos tanpa harus bersusah payah!" Kata salah satu anggota tersebut dengan penuh semangat dan membuat anggota yang lainnya juga ikut semangat.
"Benar juga! Ini seperti sekali mendayung dua pulau terlewati!"
"Hahaha! Kenapa kita tidak sadar sedari tadi, ya?"
"Bonus sudah di depan mata kita!"
"Sepertinya kalian sebegitu inginnya mendapatkan bonus, huh?" Tanya Ichigo yang langsung membuat anggota yakuza tersebut membatu dan perlahan-lahan menoleh ke arah Ichigo.
Ketika mereka menoleh ke arah Ichigo mereka melihat wajah Ichigo yang tersenyum dengan ramah dengan Hibari yang berdiri di sebelahnya sambil mendeath glare mereka dengan mata onyx miliknya. Melihat hal ini membuat anggota Sakurazaki yakin 120% kalau Ichigo dan Hibari mendengar perkataan mereka.
"Bagaimana jika kami saja yang memberikan bonus kepada kalian?" Tawar Ichigo kepada anggota yakuza tersebut dengan wajah ramah sambil mendekati anggota Sakurazaki yang gemetaran. Karena walaupun Ichigo tersenyum ramah, mereka bisa melihat aura mengerikan yang keluar dari tubuhnya.
"Aku akan menggigit mati siapapun yang mencoba menggunakan diriku untuk kepentingan egois mereka!" Kata Hibari sambil mendekati anggota sakurazaki dan mengayunkan tonfanya.
Melihat kedua orang yang di hadapan mereka, para anggota Sakurazaki hanya bisa menyadari bahwa bonus yang mereka harapkan telah melayang pergi.
"WAAAAAAAA! AMPUNI KAMIIIIIIIII!" Teriak seluruh anggota Sakurazaki sebelum dihabisi oleh Ichigo dan Hibari yang mengamuk.
10 menit kemudian
"Piuh, akhirnya selesai juga." Kata Ichigo sambil melihat tumpukan anggota yakuza Sakurazaki yakuza yang babak belur dihajarnya bersama Hibari. "Nah, sekarang aku hanya perlu mencemaskan bagaimana canya kabur dari hukuman-"
Sebelum Ichigo selesai berbicara, tiba-tiba Ichigo mengangkat tangan kirinya yang tanpa sengaja menghentikan sebuah tonfa yang hampir bisa meretakkan tulang kepalanya.
"Uh, kalau aku tahu kau segini menyebalkan, aku tidak perlu membantumu." Gerutu Ichigo yang menatap Hibari dengan kesal.
"Aku tidak membutuhkan bantuan dari siapapun." Kata Hibari sebelum menarik kembali tonfanya. "Akan tetapi, untuk seorang yang memiliki penampilan herbivora, ternyata kau memiliki kemampuan setingkat dengan omnivora. Siapa namamu, omnivora?" Tambahnya sambil menatap Ichigo dengan teliti.
Mendengar apa yang dikatakan Hibari langsung membuat Ichigo keringat jatuh. "Huh? Aku gak ngerti apa maksudmu, tapi aku anggap itu sebagai pujian." Gumam Ichigo yang kebingungan. 'Dia bocah yang aneh. Apa maksudnya dengan herbivora dan omnivora? Aku kan suka makan apa saja, kecuali wortel, sih.' Pikirnya. "Aku Niwa Ichigo, aku baru saja pindah ke kota ini bersama ibu angkatku. Namamu Hibari Kyouya, bukan?"
"Ho, pantas aku baru pertama kalinya melihatmu, omnivore." Kata Hibari. "Ya, namaku Hibari Kyouya. Aku pemimpin dari Komite Disiplin di SMP Namimori. Ingat itu baik-baik atau aku akan menggigitmu sampai mati." Ancamnya sambil mengangkat tonfanya dan membuat Ichigo tambah heran.
'Aku yakin bocah ini bisa jadi berteman akrab dengan Castor.' Pikir Ichigo keheranan. "Hm, tunggu dulu. Barusan kau mengatakan SMP Namimori, bukan? Apa kau salah satu murid di sekolah itu?"
"Bukannya itu sudah jelas, omnivora!" Kata Hibari. "Memangnya kenapa?"
"Wah, aku tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang bersekolah di sekolah baruku secepat ini." Kata Ichigo dengan riangnya. "Mulai besok aku akan menjadi murid kelas satu di SMP Namimori. Mohon bantuannya, Kyou-chan~."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ichigo, membuat Hibari mengangkat alisnya sebelum menyeringai senang yang membuat Ichigo merinding dan merasakan firasat buruk yang membuatnya agak menyesal telah mengatakan kalau dia murid baru di SMP Namimori. Kemudian Hibari mengambil sebuah armband dari saku bajunya.
"Omnivora, mulai besok kau akan menjadi anggota Komite Disiplin sebagai seketarisku." Kata Hibari sambil menyerahkan armband bertuliskan Fuuki dalam huruf kanji. "Berani menolak, aku akan menggigitmu sampai mati." Ancamnya sambil mengangkat salah satu tonfanya dan sekali lagi membuat Ichigo berkeringat jatuh.
"Yah, terserahlah." Kata Ichigo yang pasrah. Karena dia yakin, dia akan mengalami hal yang merepotkan jika menolaknya. "Akan tetapi, bisa kau berhenti memanggilku 'omnivora'? Aku kan punya nama." Protesnya.
"Bagus, kalau begitu besok aku ingin kau harus datang ke sekolah jam 6 pagi! Berani terlambat, aku akan menggigitmu sampai mati." Perintah Hibari yang beranjak pergi dan tidak mempedulikan protes dari Ichigo.
Mendengar apa yang diperintahkan Hibari, langsung membuat Ichigo panik. "Nani? Kenapa aku harus datang sepagi itu? Bukannya jam masuk sekolah itu jam 8 pagi?" protes Ichigo kesal. Dia sangat tidak suka jika harus datang ke sekolah pagi-pagi buta, walaupun dia termasuk orang yang suka bangun pagi.
"Jangan protes, omnivore!" Perintah Hibari sambil menghentikan langkahnya dan mendeath glare Ichigo yang mengeluh dan membuat Ichigo menciut. "Jam 6 pagi adalah jam wajib untuk seluruh anggota Komite Disiplin untuk berkumpul sebelum memulai aktifitas!" Tambahnya sebelum menatap Castor yang berada di dekat kaki Ichigo yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Ichigo yang syok.
Setelah yakin Hibari telah pergi menjauh dari kuil, Ichigo langsung mendesah lemas. "Huh, sungguh bocah yang menyusahkan." Keluh Ichigo. "Ngomong-ngomong, Castor. Kenapa aku merasa kalau aku tidak akan dianggap sebagai murid biasa jika aku bergabung dengan Komite Disiplin?" Tanyanya sambil melihat armband yang baru saja diberikan oleh Hibari.
"Huh, mana aku tahu soal itu." Jawabnya sambil melihat ke arah Hibari pergi. 'Hn, sepertinya dia tahu kalau aku bukan anak serigala biasa.' Pikirnya sambil mengingat tatapan yang diberikan Hibari. "Oi, bukannya lebih baik kau segera berdoa di kuil? Aku sudah lapar, nih." Keluh Castor yang langsung membuat Ichigo tersadar.
"Ah. Kau benar!" Serunya sambil berlari menuju kuil dan mengeluarkan uang 500 yen dari dompetnya. "Apa kau tidak ingin ikut berdoa juga, Castor?" Tanyanya sebelum melempar koin tersebut ke dalam kotak amal.
"Tidak, aku tidak percaya adanya dewa." Jawab Castor sambil menjilati tubuhnya.
"Okay." Kata Ichigo yang kemudian melempar koin dan menepuk tangannya sebelum berdoa. 'Semoga kehidupan baruku lebih baik dari sebelumnya.' Doanya penuh harap. "Yap, aku sudah selesai. Ayo, kita pulang, Castor! Aku yakin, Nagase sudah membuatkan makanan yang enak untuk kita." Katanya sambil pergi meninggalkan kuil.
"Ngomong-ngomong, apa kau sudah meminta keselamatan dari hukuman Shinya?" Tanya Castor sambil menatap Ichigo dengan tatapan bosan.
Mendengar pertanyaan Castor, langsung membuat tubuh Ichigo membeku. "AKU LUPA!" Teriaknya sambil kembali menuju kuil dan mengeluarkan uang 5000 yen dari dompetnya ke dalam kotak amal. "Aku mohon, semoga Shinya-kun tidak mengetahui aku berkelahi, Kami-sama!" rengeknya sambil mengulangi doanya berkali-kali dan membuat Castor keringat jatuh.
'Dasar anak aneh. Apa dia memang salah satu kepercayaan orang itu?' Pikir Castor yang keheranan dengan sifat kekanak-kanakan pemuda berambut merah tersebut. "Ichigo, mulai besok kau akan mengalami hal yang tidak pernah kau duga." Katanya sambil melihat Ichigo yang masih berdoa. "Akan tetapi, aku percaya kau bisa mengatasinya, Karena ini adalah kisahmu." Kaatanya sambil melihat ke langit biru yang cerah.
.
..
…
TBC
…
..
.
~ Omake ~
"Ta-tadaima" Kata Ichigo dengan gugup sambil memasuki sebuah mansion yang sangat besar besama Castor.
"Ah, okaeri nasai, Ichigo-san, Castor-san." Sapa seorang pemuda yang memiliki rambut pendek dengan warna rambut yang sama dengan matanya yang berwarna hitam. "Apa kalian sudah berdoa di kuil Namimori?" Tanyanya ramah.
"Ah, ya, begitulah. hahaha" Jawab Ichigo dengan gugup.
"Kenapa kau terlihat pucat, Ichigo?" Tanya pemuda yang memiliki rambut berwarna merah seperti ichigo. Akan tetapi, dia memiliki mata yang tajam dengan warna hijau terang.
"A-ah, Ti-tidak k-kok! Mung-mungkin aku hanya kelelahan sehabis ja-jalan-jalan di kota ini. Ya pasti karena lelah! Hahahaha…" Jawab Ichigo gugup dan membuat heran kedua pemuda yang ada dihadapannya. "A-ano, Nagase-san, Ren-san. Apa shinya-kun sudah pu-pulang?" Tanyanya sambil melihat sekeliling dengan gugup.
Sebelum Nagase dan Ren bisa menjawab pertanyaan Ichigo, dari arah tangga turun dua orang pria yang berjalan menuju ke arah mereka.
"Ah, okaeri, my little strawberry" Sapa salah seorang pria yang memakai kinagashi berwarna abu-abu gelap sambil memeluk Ichigo dengan eratnya. "Aku sangat khawatir dengan dirimu. Karena kau belum pulang sedari-"
PLAAK
"Mau sampai kapan kau memeluknya, pedofil?" Tanya Ren yang memukul pria berambut hitam dan memiliki mata violet tersebut dengan sebuah harisen.
"Apa yang kau lakukan, Ren-chan! Beraninya kau memukul ore-sama!" Protes Pria tersebut dengan kesalnya.
"Aku hanya menyadarkan seorang baka-pedofil yang ada di hadapanku." Kata Ren santai.
"Jangan menyebutku baka-pedofil, kitsune!" Protes pria tersebut.
"Tolong tenanglah, Seon-sama!" Minta Nagase yang berusaha menenangkan pria bernama Seon tersebut.
"Ichigo, kau berkelahi lagi ya?" Tanya pria yang sedari tadi diam dan meneliti Ichigo dengan seksama dan membuat yang lainnya melihatnya, kecuali Ichigo yang langsung membeku.
Mendengar pertanyaan tersebut membuat Ichigo berkeringat dingin. "Te-te-tentu saja tidak! Ma-mana mung-mungkin aku ber-berkelahi di ha-hari per-pertamaku di ko-kota ini, Shinya-kun." Jawab Ichigo sambil menghindari kontak mata dengan pria berambut biru dan bermata emas yang ada dihadapannya.
Melihat sifat pemuda yang ada dihadapannya membuat pria bernama Shinya menjadi kesal. "Hoh, kau mulai berani berbohong pada ibumu, ya, Niwa Ichigo?" Tanya Shinya sambil tersenyum bahagia, tapi bagi orang lain, senyuman tersebut seperti senyuman dewa kematian yang siap mengambil nyawa pemuda bernama Ichigo yang ada dihadapannya. "Ikut aku sebentar, ya, my dear son!" Kata Shinya riang sambil menarik Ichigo ke sebuah ruangan.
"Tidak mau! Tasuketekureee, Castooooorrr!" Rengek Ichigo sebelum dia terseret masuk ke dalam ruangan yang dia anggap sebagai ruang eksekusinya.
"Ano, Castor-san. Apa benar Ichigo-san berkelahi?" Tanya Nagase yang penasaran dan khawatir dengan nyawa Ichigo.
"Ya, dia baru saja berkelahi dengan kelompok Yakuza bernama Sakurazaki." Jawab Castor yang membuat ketiga pria yang ada di dekatnya terkejut.
"Maksudmu sakurazaki yang suka mengaku yakuza terkuat di kota ini?" Tanya Ren sambil mengangkat alisnya.
"Ya, tapi Ichigo berkelahi dengan mereka, karena mereka berusaha menghabisi seorang bocah dengan jumlah yang banyak." Kata Castor yang membuat ketiga pria yang dihadapannya kembali terkejut.
"Kalau begitu, keponakan kecilku sama sekali tidak bersalah! Dia hanya berusaha menjadi super hero di hari pertamanya di kota ini!" Kata Seon sambil menangis bahagia. Karena mendengar Ichigo telah melakukan berbuatan baik. "Tunggu aku, my little strawberry! Ore-sama akan menyelamatkanmu dari demon-aniki!" Serunya sambil menerjang ke ruangan yang dimasuki Ichigo dan Shinya.
Ketika Seon memasuki ruangan tersebut, Nagase, Ren dan Castor dapat mendengar suara rintihan Seon dan juga teriakan Ichigo. Lalu tak lama kemudian Shinya membuka pintu dan membuang Seon yang penuh dengan luka pukulan dari ruangan sebelum menutup kembali pintu ruangan tersebut dan kembali mengeksekusi Ichigo.
"Se-Seon-sama, daijoubu desu ka?" Tanya Nagase yang langsung menghampirinya.
"A-Aniki...jangan lu-lukai my little straw...berry!" Kata Seon sebelum pingsan dan membuat syok Nagase.
"Huh, dasar idiot!" Kata Ren sambil melihat Seon yang pingsan dihajar Shinya. "Nagase, kau urus dia! Aku mau mengecek gudang." Kata Ren yang langsung pergi meninggalkan mereka tanpa menunggu jawaban Nagase.
'Dasar kumpulan manusia bodoh' Gerutu Castor dalam pikirannya sambil melihat yang lainnya. 'Kalau seperti ini aku ingin segera kembali asal.' Pikirnya lemas.
Vikuppy : Bagaimana? Apa chapter ini lebih baik dari yang sebelumnya? Aku harap lebih baik dari sebelumnya dan membuat kalian menyukainya. 'terutama aku harap Hibari tidak terlihat OOC'
Reborn : Hn, bagus juga, tapi Hibari terlalu banyak mengatakan 'aku akan menggigitmu sampai mati'. *katanya yang langsung membuat syok author*
Vikuppy : Hah, masa? *Langsung membaca ulang* Ukh, kau benar! Tapi aku sudah terlanjur mempublish chapter ini. *langsung nangis di pojokan*
Reborn : Apa boleh buat. Kalau begitu tolong reviewnya dan ciaossu *Langsung pergi meninggalkan vikuppy yang masih menangis di pojokkan*
