Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun
Other Cast : Bang Yong Guk, Himchan (B.A.P)
Choi Siwon, Kim Ryeowook, Kim Jong Woon, Kim Kibum.
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
.
.
.
Previous Chapter
"Hari ini aku memanggilmu ribuan kali, tapi kau tak pernah mendengar".
Kyuhyun menatap sendu, mobil hitam yang pergi membawa Cintanya yang semakin jauh untuk dijangkau.
.
"Aku mencintaimu...saat kau lelah, saat kau tersakiti dengan cinta yang lain...ku mohon datang lah padaku Lee Sungmin"
.
.
Chapter 3
Sick Of Hope
.
.
"Malam ini kau sangat cantik Sungmin~ah"
"M-mwo?...ah..a-aniyoo Hyung". Sungmin menunduk tersipu, apa yang diucapkan Siwon terdengar aneh bagi namja sepertinya , namun tak dipungkiri bahwa kalimat tersebut mampu menggetarkan hati namja mungil itu.
Siwon tersenyum lembut melihat wajah Sungmin semakin merona, ia menggenggam jemari Sungmin dan membimbingnya untuk masuk ke sebuah Restaurant mewah.
.
.
.
"Kau tau? Aku sudah mempersiapkan semuanya". Bisik Siwon pelan, sembari meremas bahu Sungmin. Namja kekar itu menatap puas hidangan yang tersaji di meja yang telah ia pesan beberapa jam yang lalu.
Sementara itu, Sungmin tampak berdiri mematung memandang deretan hidangan di hadapannya, ia begitu kepayahan meneguk ludah bahkan untuk sekedar membuka bibirnya saja terasa kelu. Namja cantik itu tak kan mampu memasukkan makanan tersebut ke dalam perutnya walau hanya secuil saja. Dan keringat dingin kini mulai merembas dari keningnya, Sungmin benar-benar takut untuk menatap atau bahkan mengendus aroma hidangan tersebut.
'Seafood? Maldo andwae (tidak bisa dipercaya)!' Jeritnya dalam hati.
"Sungmin~ah, aku sangat menyukai semua hidangan Seafood ini, dan aku yakin kau pasti akan menyukainya". Ucap Siwon lembut seraya mendudukkan tubuh kaku Sungmin di kursinya, namja tampan itu tak menyadari wajah Sungmin semakin memucat takut.
'Kyuu...selamatkan aku!'. Batinnya ketika sekelebat ingatan masa kecil yang mengerikan memenuhi pikirannya. Sungmin kecil nyaris terbunuh karena menyantap hidangan laut tersebut, dan rasa takut itu masih sepenuhnya terpatri dalam benaknya.
.
.
"Apa yang kau tunggu Min? cepat makan sebelum semua makanan ini mendingin". Ujar Siwon sambil menggenggam tangan Sungmin, namun ia mengernyit heran ketika merasakan jemari lentik itu terasa dingin.
"Ah...n-ne". Ucapnya gugup, kedua tangannya tampak gemetar memegang pisau dan garpu di setiap sisi hidangan seafood itu. Berkali-kali hatinya menjerit ingin melarikan dari tempat tersebut, namun tatapan dan senyuman hangat dari Siwon berhasil mengunci setiap gerakannya. Sungmin tentu tak mampu menghempas moment indah yang menjadi impiannya selama ini, duduk berhadapan bersama namja pujaannya. Meski saat ini kedua manik foxynya tampak berkaca-kaca menatap lobster besar dengan lumuran saus kental di piringnya.
"Sungmin~ah...apa perlu aku menyuapimu?". Siwon menatap lekat namja cantik yang tak kunjung menyantap makan malamnya, Sungmin terlihat semakin aneh saja, kedua bola matanya bergerak gelisah dengan bibir yang di gigit kuat. Siwon terkekeh pelan melihatnya,Ia menduga namja cantik itu pasti tengah menahan gugup karena berhadapan dengannya.
"T-tidak perlu.."
.
.
Sungmin Pov
Ya Tuhan, apa yang harus ku lakukan...aku alergi dengan semua makanan mengerikan di hadapanku. Bagaimana mungkin Siwon Hyung memesan semua hewan laut ini... Eottohkkae?.
Kyuu...cepat kemarilah! aku tak ingin mati di sini, andwae!
"A...S-siwon H-hyung, a-aku~
"Wae Min? apa kau tidak menyukai makan malamnya?" Ujar Siwon Hyung. oh tidak, aku telah membuat wajah tampannya berubah murung. Tersenyumlah Choi...jebal, jangan memberiku tatapan sedih seperti itu. Tidak taukah kau, aku sangat menyukaimu.
"Oh..aniyaaaa, a-aku sangaat menyukainya Hyung". jawabku, dengan memaksa mengulas senyum lebar. Bagaimanapun aku tak mungkin membuat Siwon hyung kecewa malam ini, kau kejam Lee Sungmin jika menghancurkan semua yang telah disiapkan Siwon hyung.
"Benarkah? Kalau begitu cepat makanlah, aku menunggumu Sungmin~ah".
"N-ne Hyung". Ucapku sambil memasukkan potongan daging putih ke dalam mulutku, ini sangat mengerikan, sungguh...
'Cho Kyuhyun...di manapun kau berada, selamatkan diriku!'
Sungmin Pov End
.
Author Pov
Siwon menggunakan sebelah tangannya untuk mengelus pelan pipi chubby Sungmin, ia tak pernah menyangka wajah baby face itu terlihat semakin menggemaskan saat mengunyah makanannya.
"Uhukk...uhmp...uhk".
"Sshh...pelan-pelan saja Min, tak perlu segugup itu berhadapan denganku, aisshh jinjja". Ucap Siwon panik, ia beranjak dari duduknya bermaksud menepuk punggung Sungmin dan meminumkan segelas air. Siwon menggeleng heran melihat sosok mungil itu semakin bertingkah aneh di hadapannya, setegang itukah Sungmin hingga tersedak makanannya bahkan ia dapat melihat dengan jelas namja cantik itu mulai menangis.
"Uhuk...hhh...S-siwon Hyung, aku ingin ke toilet s-sebentar hhh.."
Sungmin bergerak kalut menekan dada dan lehernya, ia berusaha semampu mungkin bersikap tenang di hadapan Siwon, meski nyatanya namja cantik itu terlihat begitu kesusahan menghirup oksigen di sekitarnya.
"M-min? gwaenchana? Aku akan mengantarmu?"
"Ti-dak..hhh...perlu Hyung!".
Siwon hendak meraih tubuh Sungmin, namun namja cantik itu telah lebih dulu melarikan diri menuju toilet, dan ia hanya menghela nafas sambil terkekeh pelan melihat tingkah menggemaskan itu, Siwon masih beranggapan Sungmin tengah menahan gugup karena berhadapan dengannya.
"Bagaimana bisa kau salah tingkah seperti itu Min, lucu sekali". Gumam Siwon masih terkekeh pelan. Berkali-kali namja tampan itu menggelengkan kepala jika mengingat ia berhasil membuat Sungmin tak berkutik di hadapannya.
.
"Hhhh...benar-benar menarik bermain dengan anak polos itu". Siwon menyeringai tajam sambil menggesekkan garpu dan pisaunya.
DRRTT...DRRRTTT...DRRRTT..
Namja tampan itu sedikit tersentak begitu merasakan ponselnya bergetar, ia merogoh cepat gadget tersebut dari dalam sakunya.
Kedua mata kelamnya tampak menyipit ketika melihat nama sang penelfon, kemudian dengan enggan ia mengangkat panggilan tersebut.
"..."
"Wonnie..."
"Hn.."
"Aku merindukanmu"
"..."
Siwon memejamkan kedua mata, sejujurnya jauh dalam lubuk hatinya ia pun juga ingin mengatakan kata yang sama untuk namja dalam line telfonnya tersebut, namun rasa sakit yang masih berbekas di hatinya membuat namja tampan itu urung mengucapkan kata rindu itu.
"Wonnie kau masih marah denganku?"
"Untuk apa kau menelfonku Kim Kibum? jika tidak ada hal penting yang ingin kau sampaikan, aku akan menutup telfon ini...Ah bagaimana keadaan Park Yoochun kekasihmu itu?". Ucapnya dingin.
"Wo-wonnie aku dan Yoochun tidak ada hubungan apapun. kami hanya teman seprofesi. Jebal Wonnie, maafkan aku. Semua ini bukan keinginanku, kau tau itu bukan?".
"..."
Siwon tak sedikitpun berniat menanggapi tutur kata tersebut, hatinya telah membeku karena luka yang di torehkan Kibum. Dan ia tak bisa melupakan ingatan pahit 1 tahun yang lalu. Kibum lebih memilih meninggalkannya ke Jepang bersama namja lain demi mengejar impiannya, bermacam cara telah ia tempuh untuk merubah pemikiran namja cantik itu, namun tak satupun berhasil mencegahnya pergi.
"Saranghae Wonnie...jebal maafkan aku". Tuuuut...Tuuut..Tuuut
Siwon mendecih, begitu Kibum memutus line telfonnya. Ia menatap nanar gadget hitam itu,dan setelahnya mengecupnya lama.
"Nado Saranghae Bummie". Bisiknya pelan.
.
.
.
"Hhh...K-yuuhhh hhh...nghh A-appohh". Sungmin berjalan tertatih-tatih menuju bilik toilet, namja cantik itu mencengkram kuat leher dan dadanya yang terasa panas dan sesak. Berkali-kali ia hampir jatuh terjerembab karena nafas yang semakin tercekik. Nampaknya makanan itu telah membuat saluran nafasnya membengkak.
"Ngghh...hiks". Dengan kalut Sungmin mengambil ponselnya,berusaha secepat mungkin menghubungi seseorang yang selalu di sisinya. Sungmin baru menyadari, jauh dari Kyuhyun rupanya membuat keselamatannya terancam. Dan ia benar-benar merutukki kebodohannya yang lebih memilih menyantap hidangan laut itu demi Choi Siwon.
.
.
"Yeobsseyoo Ming, apa makan malammu menyenangkan?"
"Hhh...K-kyuuh..Hiks..hhh". Jawabnya dengan nafas tersengal-sengal, meski Sungmin berpegang erat pada tepi wastafel, namun itu tak cukup menahan tubuhnya yang perlahan merosot karena lemas.
"M-ming..Gwaenchanayo?! Yah! apa yang terjadi?! Katakan di mana kau saat ini?!".
"Pierre..hhh..Gagnairre Seoul nghhhh.." BRUGHHH.
.
.
.
.
"Pierre..hhh..Gagnairre Seoul nghhhh..." BRUGHHH.
"MING?! GWAENCHANA?! SUNGMIN!". Teriak Kyuhyun panik ketika mendengar suara debaman dari dalam line telfonnya, kedua obsidiannya semakin berkilat geram, menyadari hal buruk nampaknya menimpa Sungmin.
"..."
"YAH! JAWAB MING! AKU AKAN KE SANA, BERTAHANLAH!" Kekalutannya semakin meradang, ketika Sungmin tak menjawab teriakannya. Dengan gusar namja tampan itu menyambar kunci mobilnya, berusaha secepat mungkin mencapai tempat yang disebutkan Sungmin... Pierre Gagnairre Seoul.
.
.
"Apa yang terjadi padamu Ming?" Gumamnya resah, berkali-kali ia mengumpat pada dirinya yang membiarkan Sungmin pergi bersama namja Choi itu. Sungguh demi apapun, Kyuhyun tak kan mampu melihat seseorang menyakiti Sungmin seujung rambut pun.
.
Amarah yang merambat dalam rongga dadanya memaksa namja tampan itu memacu laju Mercy itu, dalam kecepatan maksimum, bahkan Kyuhyun lupa akan fungsi rem dari mobil tersebut, ia tak mempedulikan pengguna jalan lainnya menghardikknya dengan jeritan klakson keras mereka. Karena yang menjadi tujuannya saat ini adalah menemukan Sungmin secepat mungkin.
.
.
Kyuhyun memarkir asal Mercy silvernya begitu tiba di tempat tujuan, ia membanting keras pintu mobil tersebut, dan setelahnya berlari gusar memasuki Restaurant mewah itu. Kedua obsidiannya tak pernah berhenti menyapu sekelilingnya untuk menemukan seseorang yang ia cari, dan sedetik kemudian ia mengumpat keras ketika melihat namja kekar yang begitu tenang menyantap makan malamnya, namun ia tak menemukan Sungmin bersama namja itu.
"DIMANA SUNGMIN!" Teriaknya keras, membuat seluruh pengunjung Restaurant tersebut memandang penuh tanya padanya. Kyuhyun mencengkram kuat kerah Siwon, memaksa namja kekar itu berdiri dari duduknya.
"YAH! Lepaskan tanganmu!" Siwon dengan kasar menghempas cengkraman Kyuhyun, ia menatap angkuh sosok tinggi di hadapannya, dan setelahnya tertawa meremehkan begitu mengingat namja berkulit pucat di depannya adalah seseorang yang membawa lari Sungmin darinya beberapa waktu lalu, ia sepenuhnya meyakini namja itu memiliki perasaan khusus terhadap Sungmin.
"Jangan memaksaku menghancurkan wajahmu Choi! Di mana Sungmin?!"
"Anak itu masih menenangkan dirinya karena gugup berhadapan dengan Choi Siwon, hhh.. aku rasa Sungmin sangat menyukaiku". Ucapnya penuh kemenangan, ia yakin namja tinggi di hadapannya akan semakin geram karena ucapannya tersebut. Dengan angkuh Siwon mengarahkan telunjukknya ke arah toilet, tanpa melepas seringai meremehkan di bibirnya.
Kyuhyun mendecih keras, ia bermaksud kembali mencengkeram kerah Siwon, namun kedua obsidiannya terbelalak lebar ketika melihat hidangan Seafood tertata apik di meja namja kekar itu.
.
'BUAGHHH'
"YAH! BRENGSEK! APA KAU INGIN MEMBUNUHNYA!" Teriakan sarat emosi itu mengiringi sebuah pukulan keras yang mendarat di rahang Siwon. Namja kekar itu jatuh terhuyung karena serangan tiba-tiba Kyuhyun, Namun belum sempat ia membalasnya, Kyuhyun sudah terlebih dahulu berlari memasuki toilet.
.
.
.
"MING! DI MANA KAU?!" Serunya sembari membuka satu persatu bilik toilet, nafasnya semakin berhembus tak beraturan ketika merasakan firasatnya semakin memburuk.
.
.
"MIINGGG!"
"K-kyuuh".
Kyuhyun menghentikan langkahnya begitu mendengar rintihan kecil yang berasal dari bilik toilet di belakangnya, dengan gusar ia mendobrak bilik tersebut. Seketika itu nafasnya tercekat melihat Sungmin tergeletak tak berdaya di bawah wastafel. Seluruh wajah namja cantik itu memerah sempurna, terlebih nafasnya terlihat semakin tersengal-sengal hebat.
"Ming...bertahanlah".Dengan sigap Kyuhyun mengangkat tubuh lemas Sungmin, dan membawanya keluar dari bilik toilet tersebut. Kedua lengannya semakin mendekap erat bahu Sungmin dalam gendongannya. Ia benar-benar menyesal membiarkan Sungmin pergi seorang diri.
.
.
.
"S-Sungmin~ah..." Panggil Siwon lirih, namja kekar itu begitu tercengang melihat Sungmin begitu kepayahan bernafas dalam rengkuhan lengan Kyuhyun, terlebih wajah cantiknya kini basah karena keringat dingin. Bukankah Sungmin ke toilet untuk menenangkan dirinya yang gugup, tapi kenapa kini namja cantik itu terlihat sekarat.
"Menyingkir dari hadapanku Choi!"
Siwon yang masih kesulitan mencerna keadaan, dengan patuh menggeser posisinya...memberikan jalan bagi Kyuhyun untuk membawa tubuh mungil Sungmin keluar dari Restaurant mewah tersebut. Namja berlesung pipit itu mengerjap bingung, dan memijit pelipisnya yang terasa pening, Berkali-kali ia menunduk malu karena puluhan pasang mata menatap aneh padanya .
.
.
.
"Hhh...hhh..a-appo..hhh". Sungmin kembali meremas kuat lehernya,ia bergerak resah di atas jok mobilnya, sementara Kyuhyun yang melihatnya hanya menggeram frustasi. Dengan perlahan ia memutar tuas jok Sungmin untuk merebahkan tubuh mungil itu.
"Aku akan membawamu ke rumah sakit Ming". Ujarnya sembari menyentuh dahi Sungmin yang terasa panas.
"Arghh...Appoo hhh..hiks~"
"W-Wae?...Y-yah! jangan membuatku gila Ming!".
Kyuhyun semakin tak mampu berpikir apapun, bagaimana mungkin ia bisa berkonsentrasi melajukan mobilnya jika kondisi Sungmin menjadi demikian. Namja cantik itu tak berhenti meremas bahkan mencakari seluruh dada dan lehernya.
.
.
'Tok...Tok..Tok..kyu buka mobilmu'
Kyuhyun menoleh cepat ke arah jendela, dan seketika itu ia tersenyum lebar melihat seorang namja ulzzang mengetuk-ngetuk jendela mobilnya. Dengan cepat Kyuhyun membuka pintu untuk Himchan.
"Hyung!"
"Bawa Sungmin ke jok belakang, biar aku yang membawa mobil ini"
Namja tampan itu dengan cekatan menjalankan arahan Himchan, ia menggunakan pahanya sebagai alas kepala Sungmin. Sementara Himchan dengan konsentrasi penuh membawa mobil mercy tersebut menuju rumah sakit.
"Bagaimana kau bisa di sini?"
"Itu tak penting Kyu...akan ku jelaskan nanti". Himchan menatap cemas namja cantik yang masih bergerak resah dari kaca mobil Mercy itu.
"Ngg...kkkkh~..ngggh...Akkk~". Sungmin meronta-ronta hebat begitu merasakan lehernya semakin tercekik, kedua matanya memejam erat...sungguh ia sama sekali tak bisa menghirup atau bahkan menghembuskan nafasnya.
"Nafas buatan Kyu!" Seru Himchan panik
"M-Mwoo?" Kyuhyun menatap tak percaya sosok ulzzang di hadapannya dan setelahnya ia beralih menatap Sungmin yang begitu tersiksa dengan keadaanya saat ini.
"Yah! bantu Sungmin untuk bernafas! Ppalli!"
GULP
"N-ne".
Kyuhyun begitu susah meneguk salivanya, jantungnya berdentum hebat kala menatap bibir mungil Sungmin yang terbuka. Ia merengkuh tengkuk namja cantik itu agar mendongak, dan sedikit menekan dagunya,kemudian dengan perlahan ia mempertemukan bibir keduanya, terus menerus mencoba meniupkan nafas hangat untuk memenuhi paru-paru Sungmin.
"Uhmpphhh...mmmhh". Sungmin tersentak ketika menerima tiupan kuat yang memenuhi saluran pernafasannya, namun apa yang di lalukan Kyuhyun berhasil mengurangi sesak dalam dadanya, terlihat jelas namja cantik itu sedikit menenang.
"Jangan berhenti melakukannya hingga kita tiba di Rumah sakit Kyu".
"MMMWOHH?"
"YAH! Siapa yang menyuruhmu berhenti!". Seru Himchan, ketika melihat Kyuhyun melepas tautan bibirnya dengan Sungmin.
Kyuhyun kembali meneguk susah ludahnya, tak dipungkiri jantungnya semakin berdetak liar.
Untuk mencapai rumah sakit perlu waktu 10-15 menit, bukan apa-apa jika di haruskan memberi nafas buatan untuk Sungmin dalam waktu selama itu, akan tetapi Kyuhyun mencintai Sungmin, tentu meninggalkan kesan yang berbeda di hati namja tampan itu. terlebih ini adalah pengalaman pertama baginya dengan Sungmin.
"Arrasseo...Mianhae Ming". Ucapnya bersemangat, kemudian kembali meraup penuh bibir Sungmin.
"Unghhhmmpppphhh...".
Himchan yang melihat aksi Kyuhyun tersenyum lega, tak buruk melihat Sungmin terjebak dalam kondisi seperti itu, karena besar harapannya Kyuhyun memiliki kesempatan untuk mengambil hati Sungmin dengan penyelamatannya.
"Ah Yong Guk hyung". pekiknya lirih ketika mengingat ia telah meninggalkan kekasihnya di sebuah Cafe, dekat dengan Restaurant yang dikunjungi Sungmin.
.
Sementara itu di tempat lain
"Anda harus membayarnya tuan".
"Arra! Tapi kekasihku yang membawa dompetku, semua uangku ada di sana!". Yong Guk berseru keras pada seorang namja kurus yang masih berdiri tegap di hadapannya. Berkali-kali Yong Guk menghubungi Himchan, namun nihil... namja ulzzang itu tak sekalipun menjawab panggilannya.
"Maaf tuan, meja ini akan segera di pesan pelanggan yang lain, anda harus segera membayar tagihannya".
"Mworagooo! kau berani melawanku?!" Yong Guk berdiri dari duduknya berniat menghajar namja kurus itu, namun sedetik kemudian ia kembali mendudukkan tubuhnya dan tersenyum manis begitu menyadari 5 pria berotot berdiri angkuh di belakang namja kurus itu.
"Jika anda tidak mebayarnya, terpaksa anda harus menjad maskot Cafe kami malam ini Tuan, semalat bekerja". Namja kurus itu menyerahkan kostum katak pada Yong Guk, dan setelahnya ia berlalu meninggalkan Yong Guk yang membukatkan mata lebar.
"YAHHH! PELAYANAN MACAM APA INI!"
"Lakukan!" Desis seorang pria kekar di hadapannya, sementara 4 temannya berjalan perlahan mendekatinya dengan memasang wajah sangar.
"A-ajjushi j-jangan mendekat! Aku akan memakainya...li-lihat sekarang aku seekor katak!". Serunya sambil melompat lompat keluar Cafe.
.
.
.
Skip Time
"Kyuu".
Kyuhyun membuka matanya begitu mendengar panggilan halus Sungmin, ia merentangkan kedua lengannya yang terasa kaku dan menguap kecil. Hampir 2 jam lamanya ia menunggu Namja cantik itu siuman, hingga membuatnya jatuh tertidur di sisi ranjang Sungmin.
"Eum? Kau sudah bangun?" Ucap Kyuhyun seraya bengkit dari duduknya untuk menbdekati wajah Sungmin, dengan lembut ia mengelus pipi chubby yang terasa dingin di jarinya.
Sungmin hanya mengangguk lemah, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, bermaksud mencari Siwon, namun ia tak menemukan sosok kekar itu di sekelilingnya.
"Yya! Nappeun namja! siapa yang menyuruhmu memasukkan makanan laut itu ke dalam perutmu?"
"Kyu...di mana Siwon Hyung, kenapa dia tidak di sini?" Sungmin masih mengedarkan pandangannya, namja cantik itu tak sedikitpun menghiraukan seruan cemas Kyuhyun.
.
Kyuhyun menghela nafas panjang, Sungmin masih saja mengingat namja yang nyaris membunuhnya. Dengan lembut ia menggenggam jemari Sungmin dan menatap lekat kedua matanya.
"Ku mohon jauhi Siwon, karena namja itu,...kau hampir terbunuh Ming".
"Siwon Hyung tidak membunuhku Kyu!" Serunya kesal.
"Ck! Kau terbaring lemah di sini karena Choi bodoh itu Ming!"
"Yah! jangan mengatakan hal buruk tentangnya! Dia tak mengetahui aku alregi dengan makanan itu Kyu...semua ini salahku! dan aku yakin Siwon hyung yang membawaku kemari, tapi kau yang mengusirnya pergi!"
"M-Ming, bagaimana mungkin kau bicara seperti itu?"
Tatapan dua obsidian itu semakin meredup melihat Sungmin begitu keras membela Sunbaenya, terlebih namja cantik itu meyakini bahwa Siwon yang menyelamatkannya. Hatinya kembali meraung menyadari Sungmin tak sekalipun mengingat semua yang telah ia lakukan untuk mempertahankan hidupnya. Semua pelukan dan hembusan nafas hangatnya tak berarti apapun untuk namja bermata foxy itu.
"Bukankah aku benar Kyu?aku mengingat kau sempat berteriak pada Siwon Hyung!".
Kyuhyun kembali mendesah berat, ia tak mampu lagi untuk mendengar ucapan menyakitkan yang terlontar dari bibir mungil itu. Sungguh betapa besar harapannya untuk memeluk Sungmin dan membuatnya mengerti akan perasaan terdalamnya, Kyuhyun sangatlah mencintai namja mungil itu.
.
Dengan lembut Kyuhyun mengecup pipi Sungmin dan membelai surai hitamnya. Berusaha sekuat mungkin meredam gemuruh dalam dadanya.
"Tidurlah kembali, ini masih pukul 1 pagi Ming".
Sungmin hanya mendelik kesal, dengan kasar ia mengubah posisinya membelakangi Kyuhyun dan mulai memejamkan matanya. Namja cantik itu mengabaikan setiap tepukan bahkan belaian lembut Kyuhyun di kepala dan bahu sempitnya.
'Apa kau sama sekali tak mengingatnya Ming? selama 15 menit kau bernafas dengan nafasku? bisakah kau melupakan Siwon dan menatapku walau hanya sedetik saja?' Gumamnya dalam hati.
.
Esoknya
"Kyu...aku sudah kenyang, cukup". Ucap Sungmin seraya menjauhkan wajahnya dari suapan tangan Kyuhyun.
"Satu suapan lagi".
Sungmin mengangguk pelan, dan setelahnya dengan patuh ia membuka bibir mungilnya. Berkali-kali namja cantik itu mengerjap polos menyadari tatapan hangat Kyuhyun.
"Cha sekarang kau harus meminum obatmu Ming". Kyuhyun memasukkan beberapa butir obat ke dalam mulut Sungmin dan setelahnya membantu meminumkan segelas air mineral untuk namja cantik itu. Sementara Sungmin hanya diam menerima setiap perlakuan lembut Kyuhyun, karena memang Kyuhyun sudah terbiasa memanjakannya selama ini.
"Kyu apa hari ini aku bisa pulang?"
"Dua hari lagi kau baru diperbolehkan pulang" Jawabnya sambil menyisir rambut kusut Sungmin, namja tampan itu tersenyum lega, melihat Sungmin tak lagi berseru atau bahkan berteriak keras padanya.
"Tetaplah seperti ini Ming, jangan pernah berubah".
"Mwo? kau bicara apa Kyu...siapa yang berubah eoh?"
Kyuhyun terkekeh pelan mendengar pertanyaan polos itu, ia kembali membelai pipi Sungmin dan setelahnya ia mengambil sebuah boneka kelinci dan meletakkannya di pangkuan namja cantik itu.
"Ah Bunny-ku, gomawo Kyu.."
"Aku tau kau merindukannya, pagi tadi aku mengambilnya dari rumah"
Sungmin tersenyum riang, berkali-kali ia mengecup gumpalan putih itu.
"Yya! Lebih baik kau mencium bibirku daripada kelinci itu, percayalah kau akan menikmatinya." Ujar Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya di hadapan Sungmin.
"Yah! aku tak akan memberi ciuman pertamaku untukmu Kyu!"
"Jinjja? Yya...aku yakin hanya Cho Kyuhyun yang memiliki ciuman pertamamu Ming"
Kyuhyun menyentuh pelan bibir mungil Sungmin dengan telunjukknya, tatapan teduhnya tak pernah lepas pada dua foxy di hadapannya.
"Geurae! Kau yang mendapatkan gigitan pertama dariku, Tuan Chooo!". Sungmin menggenggam erat telunjuk Kyuhyun dan memberinya satu gigitan keras.
"A-Argghh...Ming, appohhh...le-pas..arghh sakiiit".
Dengan riang Sungmin melepas gigitan tersebut dan tertawa keras melihat Kyuhyun mendekap erat jari telunjukknya.
"Aisshh...aku memintamu menciumku, bukan menggigitku seperti ini Ming".
"Karena ciuman pertamaku hanya untuk Siwon Hyung Kyuuu"
'NYUT'
Hatinya kembali berdenyut nyeri mendengar rengekan Sungmin, bukan nama namja itu yang ingin di dengarnya pagi ini. Dan hanya senyuman getir yang diulaskannya untuk menanggapi ucapan namja cantik itu. ia kembali menengadahkan kepala karena Sungmin kembali menanam duri di hatinya.
'Kau tak akan memberi Siwon ciuman pertamamu, karena aku yang telah mengambilnya Ming'
.
.
'CKLEK'
"Sungmin~ah..."
"Wonnie Hyung!" Sungmin berseru riang begitu melihat seorang pemuda kekar muncul dari pintu dengan membawa sebuah boneka Tedy Bear besar dalam lengannya.
"Bagaimana keadaanmu?"
"Untuk apa kau kemari?! Pergi dari tempat ini...dan jangan sekalipun mendekati Sungmin!". Kyuhyun berdiri angkuh menghalangi Siwon yang hendak memeluk tubuh mungil Sungmin. namja tampan itu tak akan sekalipun membiarkan Siwon kembali mengancam hidup Sungmin.
"Kyu! Apa yang kau lakukan?...Siwon hyung hanya ingin menjengukku." Seru Sungmin sembari menarik-narik ujung kemeja Kyuhyun, agar tak menghalangi tatapannya pada sosok kekar Choi Siwon.
"Aku tak akan membiarkan namja ini mencelakaimu lagi Ming!"
Kyuhyun tetap bersikukuh mempertahankan posisinya, bagaimanapun hatinya semakin memanas karena kehadiran namja berlesung pipit itu.
"Sungmin~ah, sebaiknya aku pergi...aku datang kemari karena mengkhawatirkan kondisimu, tapi sepertinya kau sudah membaik". Ujar Siwon dengan memasang wajah murung.
"C-Chakaman Hyung! Ku mohon tetaplah di sini! Kyu jangan menghalangi Siwon Hyung!"
"Tapi Ming..~"
"Aku tak akan melihat wajahmu jika kau tetap seperti ini Kyu!"
Dengan berat hati Kyuhyun menggeser tubuhnya, memberi jalan bagi Siwon untuk mendekati namja cantik itu. kedua tangannya mengepal kuat begitu melihat tatapan meremehkan dari pemuda Choi di hadapannya.
"Wonnie Hyung, gomawoo kau menjengukku pagi ini, kau semalam yang membawaku kemari bukan?" Tanya Sungmin menggebu-gebu. Kedua matanya tampak berbinar menanti jawaban namja berlesung pipit itu.
Sementara Siwon tampak tertegun mendengar pertanyaan itu, namun sedetik kemudian ia melirik Kyuhyun dan mengulas sebuah seringai.
"Ah...benar Ming, semalam aku sangat panik melihat kau begitu tersiksa dan aku putuskan untuk membawamu ke rumah sakit ini, tapi aku tak bisa menjagamu...karena~..."
Siwon menggantungkan jawabannya dan setelahnya ia menoleh pada Kyuhyun, bermaksud memberi jawaban isyarat untuk namja cantik itu.
"Kyuhyun yang melarangmu mejagaku Hyung?"
"Yah! Tutup mulutmu Choi! Jangan sekalipun mempengaruhi Sungmin! Dia tak akan percaya dengan bualan bodohmu!"
"Cukup Kyu!" Jerit Sungmin seketika
"M-Ming...apa kau benar-benar melupakannya? Aku yakin semalam kau berkali-kali menggumamkan namaku. Aku yang menyelamatkanmu, bukan namja ini...kau harus mempercayaiku Ming...jebal"
"Keluar dari sini Kyu! Tinggalkan kami berdua!"
"Ming..."
"KELUAR KYU!" Sungmin kembali menjerit sambil memeluk erat tubuh Siwon, namja cantik itu tak sekalipun memandang mata Kyuhyun karena ia lebih memilih menenggelamkan wajahnya di dada bidang pemuda berlesung pipit itu.
.
.
Kyuhyun menatap nanar namja mungil dalam pelukan Siwon, ia tak pernah menduga Sungmin berubah begitu cepat kerena namja kekar itu. ia kembali mengulas senyum getir dan berjalan perlahan meninggalkan ruangan tersebut. Berkali-kali Kyuhyun ingin berpaling dan merengkuh paksa tubuh Sungmin, namun apa daya ia tak ingin membuat cintanya semakin jatuh tersungkur karena penolakan keras Sungmin,...luka dalam hatinya memaksa tubuh tinggi itu terus melangkah pergi.
'Aku terus menerus menjadi serakah karenamu Lee Sungmin. Dan Aku tak pernah berhenti memandang, menunggu, bahkan bersedih karenamu. Berkali-kalipun aku tak bisa bertahan, karena aku terlalu mencintaimu Ming'
.
"Kupastikan aku akan merebut hatimu Ming"
.
.
.
.
TBC
Chaaaa Sick Of Hope hadir Chingu yaaa ^^
hayoo jgn lupa ini ff Hurt Comfort tapi plus Romance *_*
dan untuk:
Cho Na Na, Tiasicho, cho hyo woon,paprikapumpkin, SSungMine, dessykyumin, nova137 ,KYUMINTS,Kyurin Minnie, epildedo, pumpkinsparkyumin, fymuthia, KYUMIN SARANGHAE, Zahra Amelia, Miyoori29, Cho Sa Min, reaRelf, , Cholee137, hapsarikyuku,Paijem, chikakyumin, 137Line, fitriKyuMin, bebek, Yefah Joyers Clouds, ChoKyunnie, SPREAD JOY137, AreynaSyndrome, Kanaya,Mei Hyun15, vivi sungminie, Yhana Emng Gokill, kyutamins, , riesty137, evilbunny, Adekyumin joyer, sitapumpkinelf, sitara1083, colywinejoy, Spring Diamond, kyuminjoy, honolulu, Vhentea, RianaClouds, I was a Dreamer,Maximumelf, Princess Pumkins ELF, Desita, reva kyuminelf, HARABEOJI, okoyunjae, Chikyumin, namnam15, lia, michigo, AnieJOY'ERS, , lee sunry hyun, .1, minniehaekyu, dan para Guest
Gomawoooooo udah review di chap 2 kemarin ^^
Tetep Review ne Chinguuu, Saranghaeeee...
.
.authror mengharap Readers Review di chap ini, biar authornya semgt updetnya...
annyeongg..
kamshaeee
Huggggggg
