Tali itu Sudah Putus
.
.
.
.
Disclaimer : Vampire Knight © Matsuri Hino
Tidak kusangka sudah hampir 3 tahunan aku menjadi Author Fanfic dan menemani para reader semua sampai saat ini :D
Terharu aku huhuhuuhu
Baiklah siapa yang tidak sabar untuk membaca kelanjutan cerita ini yang sudah menyentuh Chapter 3 aja nih :v
Tanpa basa basi lagi kita langsung saja guys, scroll ke bawah yuk maaakkkk
.
.
Good Reading
.
.
"Semua salah mereka"
"Aku sangat membenci mereka"
"Pengkhianat,Pengkhianat, Pengkhianat, mengapa aku dulu bisa bersama mereka"
"Sungguh menyebalkan, dan sekarang mereka berada di tempat yang sama denganku"
"Rasanya membalaskan dendam pada mereka"
…..
"Ehmm…, ekskul yaa?"
"Kau ingin ikut ekskul apa Yuki"
"Eeeh…, apa yaa, kurasa sedikit tiba tiba, kau menanyakan soal itu"
"Hehehehehe, aku penasaran aja, soalnya teman teman sekelas kita sedang membahas hal itu sekarang"
Hari sudah mulai petang, rasa lelah dan penat sudah mulai menyelimuti para murid sehabis menerima pelajaran hari ini, termasuk Yuki apalagi Sayori yang beberapa kali berbisik mengeluh disamping Yuki saat pelajaran terakhir berlangsung
Tetapi selama guru sedang menerangkan pelajaran di kelas, Yuki sedang melamun dan memikirkan soal laki laki misterius yang berada di asrama kemarin malam.
"Siapa sebenarnya laki laki itu?"
"Semoga laki laki itu tidak berbuat aneh aneh padaku"
Yuki berusaha menenangkan diri beberapa kali, bahkan ia teringat soal perkataan ayahnya tentang pengawal yang akan mengawasinya selama di asrama.
"Segitunya ayah kuatir padaku" batin Yuki sambil menghela nafas
Ia mengambil permen karet dari saku bajunya dan memakannya, sambil mendengarkan ocehan Sayori tentang ekskul yang ia ingin masuki.
"Tetapi, misalnya laki laki itu benar benar adalah penjagaku, mengapa ayah memperkerjakan laki laki muda yaa?" batinku penasaran.
.
.
Yuki memutuskan untuk beristirahat di kamarnya sedangkan Sayori belanja snack di toko asrama mereka.
"Aah bosan sekali, kurasa lebih baik aku berjalan jalan sebentar keluar" ucapku
Lalu Yuki segera mengganti celana pendeknya dengan training panjang, tidak lupa ia meminjam jaket mini Sayori karena malam ini lumayan dingin.
Yuki tidak terlalu takut diapa apain karena ia hanya keluar sekitar asrama saja, lagipula jam segini para siswa masih berkeliaran di luar entah sedang nongkrong, belanja, mengobrol, bahkan ada yang masih ekskul padahal sudah mau petang seperti ini.
Sambil memeluk badannya, Yuki menyelusuri lorong terbuka yang menghubungkan asrama dan sekolah, ia melihat sekeliling, lampu lampu taman sudah mulai dinyalakan tanda sebentar lagi gelap.
Angin malam berhembus tak seperti biasa, membuat Yuki merasa semakin kedinginan. Lalu ia melihat sebuah bangku kosong yang melingkari sebuah pohon besar disitu.
Yuki memutuskan untuk duduk di bangku tersebut sambil bermain HP yang ia bawa..
"Semoga disini ada sinyal Wifi juga" mohon Yuki sambil mengotak atik peraturan handphonenya
"Yess ketemu" senangnya mendapat sinyal wifi terdekat dari tempat ia duduk
"Tolong masukkan kata sandi"
"Aaah sialan, kenapa harus ada kata sandi segala sih" Yuki kesal iapun menaruh handphonenya dengan keras samping bangkunya
"Kau masih menguatirkan internet disini gadis muda"
Tanpa angin tanpa hujan, tiba tiba seorang cowok berbicara di belakang Yuki, membuat gadis itu kaget setengah mati, apalagi dari tadi Yuki tidak mendengar suara langkah kaki sedikitpun
"Haaaaaaaah…., kau.., kau darimana kau datang" kaget Yuki sambil membentak
"Aku berada dibelakang pohon ini, membelakangimu, apakah kau tidak liat?" jawab laki laki itu sambil tersenyum manis.
"Ehmm, ooh..ehmm.., anu…, maafkanku aku tadi membentakmu" ucap Yuki sambil menunduk, tidak biasa ia dikagetkan seperti itu
"Tidak masalah, juga maafkan aku jika saya membuatmu kaget gadis muda" laki laki meminta maaf sambil membungkuk sedikit
"Eeeh…, iya iyaa tidak apa apa kok hehehehe"
Laki laki itupun tersenyum, mata birunya yang tenang dan rambut blondenya yang memikat. Membuat Yuki tidak bisa mengalihkan pandangan darinya, meskipun Yuki masih malu malu.
Apalagi dirinya jarang berinteraksi dengan namanya cowok tampan seperti laki laki ini.
"Kau murid kelas 1 yaa?" tanyanya memecah keheningan kami
"Eeeh…iya…" jawa Yuki singkat sedikit gagap
"Bolehkah aku memperkenalkan diri, perkenalkan nama saya Ichijou saya dari kelas 2A senang berkenalan denganmu" ucapnya sambil memperkenalkan diri
"Haaah.., apa Ichijou? Kakak, Ketua Osis itukah?" kaget Yuki tak percaya ia mengobrol dengan ketua Osis secara langsung dan dekat seperti ini
"Iyaap, apakah kau tidak melihatku saat penerimaan murid baru kemarin?" tanya Ichijou penasaran…
"Aaah saat itu aku tidak terlalu jelas melihat kakak, aku duduk bersama Sayori di belakang sendiri soalnya, hahahaha" jawab Yuki sambil tertawa
"Walah..oke oke.., ooh yaa apa yang kau lakukan disini malam malam seperti ini"
"Aku…aku…, sedang jalan jalan menikmati udara malam hari di sekitar asrama ini"
"Ehmmm, baiklah tidak apa apa, cuman sebagai bagian dari OSIS sekolah, aku mengingatkanmu bahwa disini tidak boleh berkeliaran diatas jam 9 malam" seketika suara Ichijou berubah dingin namun senyumnya masih bertengger di wajahnya.
"9 malam? Memang ada apakah diatas jam segitu?" tanya Yuki sedikit merinding juga penasaran.
"Kau bisa masuk angin dan juga kau akan terlambat ke sekolah jika keluar malam malam" jawan Ichijou sambil tersenyum, Yuki awalnya tegang dan takut, dia menggelengkan kepalanya sambil ikut tersenyum, ia kira ada sesuatu yang menakutkan apalagi ia sangat takut dengan namanya hal seram
"Pokoke, hati hati kalau keluar malam malam yaa atau kau akan kena masalah ama pihak sekolah terutama penjaga asrama yaa"
"Baiklah, kak" jawab Yuki semangat
"Okee, aku akan pergi berkeliling sebentar, ooh ya aku lupa member password sandinya" Ichijou berhenti sejenak
Inilah yang Yuki tunggu tunggu, dengan mata berbinar atau mendengarkan dengan seksama apa yang Kak Ichijou katakan
"Passwordnya adalah 12345678* okeey"
"Eeeh ternyata tidak susah juga"
"Yapp, aku akan pergi sampai ketemu lain kali, dah"
"Iyaa…"
Segera Yuki mencocokkan password wifinya, ternyata benar passwordnya. Yuki senang dan merasa beruntung dapat password wifi taman di awal ia sekolah.
Di saat bersamaan saat Yuki memadang kepergian Ichijou, seseorang lelaki misterius juga sama sama memadang sinis Ichijou dari balik tembok. Lelaki itu mendesis kesal sambil menendang tanah pasir di dekatnya...
"Untung saja lelaki itu segera menyingkir dari Yuki"
"Dasar laki laki sialan, cuman bisa menunjukkan muka sok manis itu di dekat para gadis'
'Haah...dan juga gadis itu, kenapa tidak tidur saja sih, membuatku harusnya bisa beristihat, terpaksa aku harus mengikuti dan mengawasinya"
Kesal laki laki itu namun ia tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya
Beberapa menit kemudian, Yuki bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan kembali ke asrama tanpa mengetahui jika ada lelaki misterius tampan yang mengikutinya sejak tadi.
"Syukurlah, gadis itu sudah kembali ke asrama cewek, kurasa tugasku malam ini sudah selesai saatnya untuk istirahat" senang laki laki itu, akhirnya bisa beristirahat setelah tugas mengawasi yang begitu panjang
"Apa yang sedang lakukan disini, Zero-kun?"
"Hah?"
Seorang laki laki berpengaruh di Akademi dan termasuk 4 Pangeran tampan yang sangat disegani banyak murid dan guru disana, siapa lagi kalo bukan Kuran Kaname berdiri dibelakang lelaki itu sambil tersenyum.
"Kaname sialan, kenapa kau bisa disini?" geram Laki laki bernama Zero itu, wajahnya sudah mulai berubah dan ekspresi marahnya sudah tak bisa disembunyikan lagi
"Harusnya aku yang bertanya padamu Zero-kun, aku baru pertama kali melihatmu, ehmm apakah kau baru pindah kelas 3 kemarin? Aku tidak menyangka bisa bertemu lagi setelah 2 tahun tak bertemu"
"Diaam...itu bukan urusanmu" bentak Zero sambil membuang muka, ia tak menyangka bisa bertemu dengan Kaname di sekolah ini. Dan juga ada sebuah misi rahasia yang harus ia laksanakan disini
"Kau masih memegang gelar itu, Zero-kun?"
"Diammmm..." Zero terlihat sangat frustasi dan marah sampai ia berteriak kencang di depan laki laki tampan tersebut
"Yaah...Ooh yaa jadi teringat kenangan waktu kecil dulu" ucap Kaname sambil tersenyum dengan mata sehdunya
"Sudah diamm...tak ada kenangan baik saat itu, kalian sangat menjengkelkan" bentak Zero lagi, lalu ia cepat cepat pergi meninggalkan Kaname sendirian di pintu gerbang asrama perempuan tersebut.
"Zero-kun..., ehmm...ehmm...ternyata kau masih belum berubah yaa" kata Kaname sambil tertawa geli dan memandangi kepergian laki laki berambut silver tersebut.
.
.
.
.
Bersambung
Adakah yang pairing Zero x Kaname
Dasar lu Fujoshi wkwkwkk *plak*
Hello guys, back again with Yuka-chan nih :v yooo semangat semangatt nih, gk nyangka udh masuk chapter 3 aja hari ini, dan disini sudah terkuak siapa laki laki misterius itu dan ternyata adalah karakter favorit kita di Vampire Knight, Kirkyu Zero
Zero ini punya masa lalu kelam sendiri dengan Kaname dan juga beberapa orang lain yang terlibat, masalah apa yang terjadi di masa lalu?
Dan apakah akan berkaitan dengan Yuki sendiri?
Kita tunggu di chapter selanjutnya yak
Okee terima kasih sudah membaca fanfic saya ini, jangan lupa di klik favorite, follow, dan juga review yak
Arigatou Minna
