My Life & My Vampire

Disclaimer: Mashashi Kishimoto

Genre: Romance,Supranatural,Fantasy

Rate: T+

Pairing: Sasusaku,GaaraSaku

Summary:

CHAP 3 UPDATE!/Sakura yang kabur karena akan dijodohkan tersesat di hutan,dan hutan itu bukanlah sembarang hutan,di dalamnya terdapat sebuah mansion besar dan luas. Kemudian dia bertemu seorang pria bertopi dan berjubah hitam/"Akhirnya kau kembali Cherry,aku sangat merindukanmu"./Siapa kau!? Pergi dari sini!/Aku akan melindungimu Cherry,tak akan kubiarkan mereka merusak hidupmu lagi/

Warning! Typo bertebaran di mana mana

DLDR

Uchiha Sasuke (310/24 tahun) Haruno Sakura (18 tahun) Sabaku Gaara (24 tahun)

Chapter 3

"Kau berisik sekali,dan masih sama seperti dulu."

Dan-

CHUP!

"Eh?"

My Life & My Vampire

"Eh?" Sakura mengendipkan matanya. Pikirannya masih loading.

Ketika Sakura sibuk dengan pikirannya,Sasuke menekan bibir Sakura agar ciumannya lebih dalam. Ia menjilat bibir bawah Sakura dan menggigitnya sedikit.

"Ngghh.. U-uchiha-san.. Berhenti..." Sekarang Sakura sudah sadar dan dia berusaha melepaskan diri dari om mesum ini (?).

Sasuke tak menghiraukan perkataan Sakura,dia menggunakan kesempatan saat Sakura membuka mulutnya dan itu ia gunakan untuk memasukkan lidahnya. Sakura membelakkan matanya kaget. Ia mendorong Sasuke dengan sekuat tenaga dan akhirnya berhasil terlepas.

"Huaa Uchiha-san! Apa yang kau lakukan padaku barusan!? Dasar mesumm!" Teriak Sakura sambil berlari menjauh dari Sasuke.

Sasuke menyeringai. "Melindungimu." Tanpa sadar ia mengucapkannya.

"Nani? Apa maksudnya?" Sakura makin bingung. 'Bagaimana mungkin dia menciumku untuk melindungiku?'

Sasuke agak kaget."Berhenti bertanya." Ia duduk kembali dan memejamkan matanya.

"Hey! Aku tak tahu apa maksudmu melakukan hal itu barusan tapi yang pasti kau... " Sakura menggantungkan kalimatnya.

Sasuke menjawab. "Hn?" Hanya kata itu yang terlontar dari bibirnya.

Sakura masih tetap diam tapi dia sedikit terisak.

Sasuke membuka matanya sedikit."Hn,apa?" Ia merasa mendengar isakan Sakura. Sakura menunduk lalu-

"K-kau! Uchiha Sasuke pantat ayam bodoh! Mengapa kau mengambil ciuman pertamaku! Kenapa harus kau huaaa..!" Sakura menjambak rambutnya dan melempar bantal yang entah sejak kapan dia mengambilnya.

Sasuke yang tadinya mengira Sakura akan menangis malah sedikit melongo. "Pfftt.." Sasuke terkekeh melihat wajah marah Sakura. Hey Sakura,tahukah kau? Dia tak pernah tersenyum lagi sejak-*upss maaf bocoran*.

Sakura yang kesal melihat Sasuke yang malah menertawakannya kemudian Sakura menghampirinya dan bersidekap tangan.

"Apa?" Tanya Sasuke w-a-t-a-d-o-s. Sakura menghela nafas kasar dan duduk di sebelah Sasuke.

"Uchiha-san,aku-

"Sudah kubilang Cherry,panggil aku dengan-

"Baiklah! Sa-su-ke-kun!" Sakura memanyunkan bibirnya kesal. Pria itu sudah memotong pembicaraannya dan dia juga akan membalasnya.

"Hn." Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut pria ini. Sungguh ambigu. Sasuke merasa puas karena Sakura menurutinya,meski terpaksa. Sakura saat ini ingin sekali melempar pria mesum ini ke sungai Amazon sekarang juga memakai sapu terbang Harry Potter.

"Huft.. Aku tak ada waktu untuk merasa takut atau apa. Aku hanya ingin tahu mengapa kau membawaku (baca:menculikku) ke rumahmu dan mengapa kau memanggilku C-h-e-r-r-y? Siapa itu Cherry?" Sakura mengucapkannya dengan sekali nafas.

Sasuke diam sejenak. Dia membisu bagaikan patung. Dia menoleh pada Sakura. "Kau akan tahu jika kau sudah mengingat semuanya,Cherry." Itu bukan jawaban yang Sakura inginkan. Sakura berdecak kesal.

"Oh Kami-sama.. Mengapa aku harus bertemu pria aneh ini.." Sakura melihat ke atas dan menyatukan kedua tangannya seolah dia pasrah. "Tunggu,apa maksudmu dengan aku akan tahu jika aku sudah mengingat semuanya? Mengingat apa?" Sakura menatap Sasuke penasaran. Yang dilirik hanya memejamkan matanya kembali dan menyender di sofa.

Perempatan siku-siku muncul di dahi Sakura. "Sasuke! Jawab pertanyaanku dan jangan pura-pura tidur!" Sakura menggoyangkan tubuh Sasuke tapi Sasuke tetap diam.

"Hn,diamlah. Lagipula,apa kau tidak gerah memakai gaun itu lama-lama?" Sakura berhenti menggoyangkan tubuh Sasuke.

"Eh?" Sakura melihat dirinya dan benar saja dia masih memakai gaun yang tadi. "Aku tidak sadar bahwa aku masih memakai gaun ini. Aneh sekali,rasanya aku hanya memakai kaos dan celana jeansku saja."

Sakura mengernyitkan dahinya. "Hey Sasuke..-kun." Sakura masih agak ragu memanggil pria ini dengan suffix-kun. "Tadi saat aku memakai gaun ini,aku merasa ada sesuatu dan aku tak tahu apa itu dan itu juga membuat kepalaku pusing.. " Sakura mengatakannya seolah ada sesuatu yang penting tapi ia tak tahu apa itu.

"Hn,itu hanya perasaanmu saja." Ucapnya pelan.

Sakura langsung berkata. "Nee,bukankah ini kamarmu Sasuke-kun? Mengapa ada baju-baju wanita di sini,dan mengapa warnanya biru dan pink semua?" Akhirnya Sakura bertanya tentang hal itu. Waw sekarang kalian sudah akrab padahal dialah yang menculikmu Sakura,apa kau sudah lupa?

Sasuke membuka matanya. "Karena itu keinginan terakhirnya." Sakura bisa melihat sekilas bahwa Sasuke tersenyum,sedikit,hanya sedikit.

"Keinginan siapa? Istrimu?" Sasuke langsung menoleh ke arah Sakura dengan tatapan aneh. Oh ayolah,apa kalian lupa? Sakura kan menganggap bahwa ini adalah kamar PASUTRI. Hahahah sungguh lucu dirimu Sakura-chan.

Sasuke menghela nafas kasar. Wah,apa kau frustasi Sasuke-kun?

"Diamlah. Jika kau bertanya sekali lagi,I'll kiss you again." Dan ancaman itu berhasil membungkam mulut Sakura.

My Life & My Vampire

Beberapa hari setelah kejadian itu,Gaara lebih banyak diam. Ya dia memang pendiam tapi kali ini dia benar benar diam.

"Gaara-kun,kau mau makan sekarang?"

"Tidak bu,nanti saja."

Karura menghela nafas,beginilah Gaara sekarang. Sejak kemarin dia tidak makan. Dia juga mengurung diri di kamarnya dan tidak keluar. Kali ini Karura berhasil membujuknya untuk membuka pintunya.

"Ne,kau belum makan dari kemarin,Ibu buatkan bubur kesukaanmu ya.." Tanya Karura dengan senyumnya.

Gaara menoleh,"Bu,bagaimana aku bisa makan setelah semua kejadian ini?" Lirihnya.

Karura sedih melihat anaknya seperti ini. Dia merasa hatinya diiris-iris oleh pisau yang sangat tajam.

"Aku sedih melihat keluarga Sakura,mereka sudah mencari Sakura kemana-mana tetapi Sakura belum ditemukan.."

Gaara menunduk. Dia juga memikirkan Sakura. Dimana dia,bagaimana keadaannya,apa dia sudah makan,apa dia terluka atau tidak.

"Sakura.." Gumam Gaara.

FLASHBACK ON

"Sakuraa! Tunggu nak,jangan pergi! Mau kemana kamu!" Teriak Kizashi.

"Sakura-chann huuuu nak tunggu..."

"Sakura! Mau kemana kamu! Kembali nak,kenapa kau pergi!" Teriak Karura.

Semua orang begitu ribut dan heboh. Mereka tak menyangka pengantin wanita akan pergi meninggalkan altar. Semuanya kacau,bahkan pendeta pun tidak bisa melakukan apa-apa.

"Gaara-kun! Cepat kejar Sakura nak! Kenapa kau hanya diam!" Teriak Mebuki.

Gaara yang tadinya melongo,dia pun sadar dan dia langsung mengejar Sakura. Dia tak mengerti kenapa Sakura melakukan hal ini kira Sakura akan menerimanya. Gaara terus menambah kecepatan larinya. Dia melihat Sakura masuk ke hutan.

"itu Sakura! SAKURAAA tunggguu! Jangan lari Sakura!" Gaara terus mengejar Sakura. Sakura pun semakin menambah kecepatan larinya. Larinya sangatlah cepat.

"Ck,aku lupa kalau dia adalah atlet lari yang juara lomba."

Gaara tak menyerah,dia terus mengejar Sakura. Dia harus mendapatkan Sakura. Dia harus melidungi Sakura. Jika tidak,maka Sakura berada dalam bahaya. Gaara hampir mendekati Sakura sampai-

"Aww!" Gaara terjatuh.

"Arghh sial,kenapa ranting ini menghalangi jalanku." Kakinya berdarah. Celana Gaara tersangkut ke ranting itu dan ranting lainnya melukai kaki Gaara.

"Sakura. Sakura! Dimana kam-arghh sial!" Gaara berusaha bangkit. Dia tak menghiraukan rasa sakitnya. Yang penting dia bisa mendapatkan Sakura kembali.

"Sakura-haah Sakura-

BRUK!

Gaara pingsan.

FLASHBACK OFF

Setelah itu,dia mendapati dirinya berada di kamarnya esok pagi. Ternyata Kizashi dan para warga juga ikut mencari Sakura. Saat berpencar,salah satu warga menemukan Gaara yang pingsan dan membawanya. Dan juga,Sakura tidak bisa ditemukan. Kaki Gaara mengeluarkan cukup banyak darah sehingga itu membuat Gaara lemas dan pingsan.

Kizashi dan Mebuki meminta maaf kepada keluarga Gaara. Mereka merasa sangat bersalah. Mebuki bahkan sampai bertekuk lutut kepada Karura. Tapi keluarga Gaara paham akan hal itu. Mereka paham Sakura pasti belum siap sehingga dia kabur saat hari H. Selain itu,mereka semua sudah mempunyai suatu perjanjian. Yang penting sekarang adalah menemukan Sakura. Itu kata Karura.

"Bu."

"Iya nak?"

"Aku akan makan."

Karura terbelalak. "Benarkah!? Baiklah,ibu akan segera menyiapkan buburnya." Karura bersyukur akhirnya Gaara mau makan.

"Aku akan menemukan Sakura dan membawanya kembali. Tunggu aku Sakura." Gumam Gaara dengan keheningan.

My Life & My Vampire

."Sasukee!"

"Hn."

"Ck,SASUKE CEPAT BANGUN!" Teriak Sakura sambil menggoyangkan tubuh Sasuke.

"Hn ada apa Sakura? Kau mengganggu tidurku.

Sakura diam sejenak. "Baiklah teruskan tidurmu." Sakura berjalan ke kamar mandi,dia akan mengganti pakaiannya.

Sasuke membuka sebelah matanya,kemudian melanjutkan tidurnya.

Tak lama kemudian Sakura keluar. Dia melihat Sasuke tertidur pulas. Sakura pun mengendap-endap seperti maling. Sepertinya Sakura mempunya suatu rencana. Dia mengendap-endap menuju pintu. Oh sepertinya Sakura akan melakukan aksi kabur di sini.

"Huftt pelan pelan Sakura. Ssst jangan berisik atau paman itu akan bangun.." Sakura berbicara kepada dirinya sendiri. Kemudian pintunya pun terbuka dengan begitu mudahnya. Sakura menghela nafas pelan. Dia merasa seperti teroris saja.

"Bagus,aku harus segera pergi dari sini. Aku tidak mau dijadikan mainannya. Bisa saja aku di jual,atau di perkosa,atau bahkan di mutilasi. Hiiii.." Sakura memikirkan hal-hal yang aneh.

Sakura pun keluar dari kamar itu. Dia pun melihat sekeliling. Aman. Di sini sangat sepi jadi sepertinya tidak akan ada orang yang lewat. Sakura pun berjalan biasa tetapi tetap waspada. Sakura masih penasaran akan rumah bak istana ini,tapi sepertinya ini memang sebuah istana dilihat dai segi manapun. Dia merasa tak asing akan rumah ini. Sakura juga merasa tak asing dengan pemuda tadi. Tapi kenapa,Sakura tidak bisa mengingat apapun.

"Duhh dimana pintu keluarnya? Aku bahkan tak tahu pintu keluarnya seperti apa. Merepotkan." Kesal Sakura.

Ketika Sakura sedang sibuk mengelilingi istana ini. Sakura melihat sebuah pintu yang terbuka. Sakura panasaran apa yang ada dalam ruangan itu. Sakura pun mengintip sedikit dari luar pintu. Dia melihat seorang pria berpakaian jas sedang membaca. Sakura tak tahu bacaan apa itu karena sepertinya itu bacaan kuno.

"Siapa dia? Apa dia ayah dari paman tadi,tapi sepertinya tidak mungkin. Dan kenapa juga rambutnya begitu putih. Apa dia sudah tua. Hmm.." Sakura berbisik.

"Eh kenapa aku malah memperhatikan pria itu. Kalo aku ketahuan bagaimana." Sakura pun akan melenggang pergi tapi tiba tiba sebuah tangan menah pundaknya.

"Mau kemana,nona Sakura?" Tanya pria itu.

Sakura kaget dan dia langsung menengok ke belakang.

"Kyaaa!" Teriaknya kaget.

"Kenapa anda berteriak nona Sakura?"

"Karena kau mengagetkanku!" Sakura masih histeris.

"Ahaha maafkan saya nona Sakura." Pria itu-Kakashi menggaruk kepalanya.

"Eh? Ahahah tidak apa kok,tapi kenapa anda bisa tahu nama saya?" Tanya Sakura. Oh Sakura-chan tidakkah kau sadar bahwa sekarang kau itu sedang berbicara dengan asistennya Sasuke. Dan,apa kau lupa bahwa kau akan kabur kenapa kau malah ngobrol dengan Kakashi.

Kakashi sedikit kaget. "Ah,kebetulan sekali,saya memanggil anda nona Sakura karena rambut anda yang terihat seperti bunga Sakura,maka dari itu saya memanggil anda nona Sakura." Kebohongan Kakashi sukses membuat Sakura mempercayainya.

"Oh begitu. Kalau begitu siapa nama tuan?"

Kakashi berpikir sebentar. "Hatake Kakashi." Kakashi tersenyum dibalik maskernya.

'Kenapa dia memakai masker?' Inner Sakura.

"Ah baiklah Hatake-san." Sakura juga tersenyum. Tiba tiba senyuman Sakura memudar.

"HATAKE KAKASHI!?" Teriak Sakura kaget. Tanpa aba-aba Sakura langsung memeluk pria bermasker itu. Karena hal itu,otomatis Kakashi dibuat sangat kaget.

"Kakashi-san bagaimana kabarmuu... Huuu aku sangat kangen padamu,apa kau makan dengan baikk...?" Sakura memeluknya dengan erat.

"E-ehh no-nona Sakura kenapa ada seperti ini,to-tolong lepaskan saya nona." Kakashi sangat kaget. Dia juga takut Sasuke akan melihatnya.

Sakura tiba tiba diam lalu melepaskan pelukannya.

"Eh? Aku kenapa? Ma-maafkan saya. Entah kenapa mendengar nama Hatake Kakashi saya begitu rindu padanya. Saya merasa sangat kenal dengannya." Sakura membungkukkan badan meminta maaf.

Kakashi membelakkan matanya,dia pun tersenyum penuh arti. "Tidak apa-apa nona,saya paham. Ngomong-ngomong anda mau ke mana nona Sakura?"

"Eh?" Sakura langsung bangkit lagi. Astaga! Dia lupa bahwa dia akan kabur. Beginilah Sakura,jika ada yang mengajaknya ngobrol,dia akan lupa tujuannya.

'Kami-sama,bagaimana ini!?'

"Anda baik-baik saja nona?" Tanya Kakashi sedikit khawatir.

"A-aha y-ya saya baik-baik saja. Bisa kau tunjukkan dimana pintu keluar?" Tanya Sakura. Dia sudah tak tahu lagi harus bagaimana. Sepertinya Kakashi orang baik,tapi apa dia mau memberitahu dimana pintu keluarnya?

"Hm? Kenapa anda mencarinya nona?"

"Tunggu,sebelumnnya aku mau tanya. Apa posisimu di rumah ini?" Tanya Sakura menyipitkan mata.

Kakashi mengedipkan matanya. "Saya adalah asisten tuan Sasuke."

Sakura menganga. Sudah Sakura duga pasti orang ini bukan sembarang orang. Dan lagi,dia adalah asisten paman mesum itu!

"A-s-i-s-t-e-n Sasuke!?" Sakura agak teriak.

"Benar sekali,nona."

"Berarti kau adalah musuhku!" Tunjuk Sakura sembari menjauh dari Kakashi.

"Kenapa anda berkata begitu nona?"

"Pa-paman mesum itu sudah membawa-tidak! Dia sudah menculikku ke sini dan dia juga orang yang sangat mesum! Bisa saja aku diperkosa olehnya nanti!" Sakura semakin histeris.

Kakashi diam lalu tertawa terbahak-bahak. "Hahaha itu tidak mungkin nona." Kakashi masih tertawa.

"Apa maksudmu!? Jangan membodohiku! Sekarang jangan mendekatiku." Ucap Sakura tajam.

"Apa anda akan pergi dari rumah ini nona?" Tawanya berhenti.

"Ya! Dan jangan mendekatiku." Sakura akan lari tapi Kakashi berbicara sesuatu.

"Nona Sakura,tolong dengarkanlah saya. Semua yang terjadi ini untuk kebaikan nona sendiri,sebaiknya anda tidak pergi dari rumah ini. Tuan Sasuke tidak menculik anda. Tolong dipahami. Di luar sana lebih bahaya dari rumah ini. Di luar sana hanya ada hutan. Anda juga tak tahu arah jalan pulang kan?" Perkataan Kakashi sangat tepat sekali.

Sakura diam. Benar juga perkataan Hatake-san. Tapi Sakura masih belum percaya 100%.

"Kalau begitu,tolong jelaskan kenapa aku dibawa ke sini dan sebenarnya siapa itu pama-maksudku Uchiha Sasuke itu." Sakura mencoba mendengarkan pria itu.

"Hm. Kalau soal itu anda harus bertanya sendiri kepada tuan Sasuke. Saya tidak punya hak untuk mengatakannya meskipun saya tahu. Dan tuan Sasuke adalah pemilik dari istana ini. Beliau adalah Raja istana ini." Kakashi dengan tenang menjelaskannya.

Sakura menganga(lagi). Ternyata paman mesum tadi adalah Raja! OMG. Sakura merasa campur aduk.

Ketika Sakura sedang sibuk dengan pikirannya. Ada yang memanggilnya.

"Cherry."

Orang itu. Uchiha Sasuke. Dia sangat misterius. Sebenarnya siapa dia. Sakura akan mengetahui hal itu ketika dia sudah menanyakan semuanya.