Title : Truly Love
Cast : Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Jung Eunhee (OC)
Genre : Friendship, Romance.
Rating : T
Summary : Baekhyun terjebak dalam suatu keadaan yang rumit! Apa yang akan Baekhyun lakukan? BAEKYEOL INSIDE! YAOI~!
Disclaimer : They belong to God, their family & themselves! But I own this fiction.
Happy reading~~
[Chapter 2]
-Author POV-
"Jinjja? Dia juga SONE?" kini mata Baekhyun berbinar riang
"Ne… Jadi kau mau berkenalan dengannya kan? Aku janji akan membelikan 1 kilo stroberi khusus untukmu…" janji Chanyeol
"Jangan ingkar janji ne?"
"Yakseokhae!" Chanyeol mengacungkan jari kelingkingnya
"Yakseok!" Baekhyun membalas dengan mengaitkan jari kelingkingnya sambil tersenyum
Mendadak degup jantung Chanyeol bertambah cepat saat melihat senyuman manis Baekhyun. Chanyeol langsung mencoba menepis perasaan anehnya dan memutuskan untuk meminum vitamin B agar gejolak di hatinya reda. Namun siapa yang tahu, gejala apa yang sedang dialami Chanyeol saat ini? Hanya author yang tahu… #digampar
.
.
.
.
.
.
CAFE
"Eunhee-ah…" sapa Chanyeol dengan suara beratnya
"Ne, Chanyeol oppa.. Ah, annyeonghaseyo.." sapa Eunhee begitu melihat Baekhyun di sebelah Chanyeol
"Annyeonghaseyo.." Baekhyun memaksakan senyumnya.
Baekhyun sesungguhnya tidak ingin bertemu dengan yeoja ini. Yeoja yang selalu diceritakan oleh Chanyeol hingga telinganya memanas. Baekhyun takut kalau-kalau yeoja itu merebut posisinya di hati Chanyeol. Biarlah Chanyeol tidak mencintainya, tapi Chanyeol tetap di sisinya sebagai sahabat. Baekhyun sungguh tak mau ada orang yang mengalihkan dunia Chanyeol untuk Baekhyun. Singkatnya—Baekhyun tidak mau membagi Chanyeol sedikitpun untuk orang lain. Posesif sekali, ne?
"Oppa… Apa ini temanmu yang kau ceritakan itu? Dangshineun Baekhyun oppaeyo?" tanya Eunhee
"Ne… Byun Baekhyun-imnida…" lagi-lagi Baekhyun tersenyum palsu
"Aigoo… Neomu kwiyeooooo!" Eunhee langsung menyambar pipi Baekhyun dan mencubitinya
Baekhyun dan Chanyeol terkejut melihat tingkah Eunhee yang dengan tiba-tiba mencubit Baekhyun.
"Omona… Oppa… Kulit wajahmu sangat halus seperti kulit yeoja… Bahkan kulitku tidak sehalus itu." Eunhee menghentikan cubitannya dan menatap Baekhyun dengan tatapan kagum
"Ahh… Kamsahamnida, tapi kau terlalu berlebihan…" Baekhyun merona mendengar pujian dari Eunhee.
Meskipun ia sering dipuji seperti itu, tetap saja ia agak malu. Sepertinya rasa tidak suka Baekhyun pada Eunhee mulai sedikit memudar karena tingkah imut yeoja itu padanya. Ia juga tidak melihat bahwa yeoja itu mencoba menarik perhatian Chanyeol. Baekhyun rasa, ia akan berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk benar-benar membenci Eunhee.
"Ayo kita pesan sesuatu.. Aku lapar." Chanyeol memecah keheningan dan mencoba menarik perhatian Eunhee yang asyik menatapi wajah Baekhyun sambil terkagum-kagum
"Aku pesan jus stroberi…" seru Baekhyun sambil memukul pipinya yang merona karena dipandangi oleh Eunhee sedari tadi
"Hahaha… Oppa… Wajahmu merah… Kau semakin imut.." Eunhee tersenyum lebar dan Baekhyun merona lagi
"Ehem! Eunhee-ah, kau ingin pesan apa?" Chanyeol sepertinya tidak ingin Eunhee mengabaikannya. Eunhee menjawab, namun tidak menoleh ke arah Chanyeol sedikitpun
"Aku juga ingin jus stroberi, Oppa.. Baekhyun oppa, ah, bolehkah aku memanggilmu Baekkie oppa?" Baekhyun hanya mengangguk
"Oppa kau suka buah stroberi?" tanya Eunhee
"Ne… Apa Eunhee juga?" tanya Baekhyun
"Kkok! Haha.." Eunhee tertawa kecil
Tanpa mereka berdua sadari, Chanyeol melengos kesal dan meninggalkan mereka untuk memesan minuman. Ia sangat kesal karena diabaikan oleh Eunhee dan Baekhyun.
.
.
.
.
.
.
-Chanyeol POV-
On the phone :
"Eunhee-ah, kau ada waktu?"
"…"
"Amugeotdo aniya… Aku hanya ingin bertemu denganmu dan sekedar berjalan-jalan. Bagaimana kalau kita bertemu di Namsan Tower?"
"…"
"Ne. Annyeong…"
Aku segera bersiap-siap untuk bertemu dengan Eunhee. Anggap saja kami akan kencan. Dan mungkin ini memang kencan, hanya saja aku dan Eunhee belum menjadi sepasang kekasih. Jujur saja aku menyukai yeoja itu. Dia begitu manis dan tingkahnya sangat polos. Namun dia juga bisa dewasa dan keibuan di waktu tertentu.
Ahh… Aku merindukannya… Tapi aku juga sedikit kesal. Ia lebih dekat dengan Baekhyun dan sering mencuri perhatian Baekhyun. Aku tidak suka. Aku takut kalau ternyata Eunhee malah menyukai Baekhyun, padahal yang selama ini mendekatinya adalah aku. Aku harus bisa membuat Eunhee jatuh cinta padaku.
.
.
.
.
.
.
NAMSAN TOWER
"Oppa.. Kenapa sendirian? Aku pikir Baekhyun oppa juga ikut…" Eunhee mendesah kecewa
"Aku hanya ingin kita berdua saja. Kkajja! Kita jalan-jalan…" ajakku
"Tapi tidak seru kalau kita Cuma berdua, oppa… Apa aku telepon Baekhyun oppa sekarang?"
"Andwae! Sepertinya tadi ia sedang sibuk, makanya aku tidak mengajaknya. Ppalli!" bohongku
Aku berjalan meninggalkannya dan ia pun mengikutiku dari belakang. Aku berjalan cepat sampai dia terseok-seok mengikutiku. Maklum saja, langkah panjang kakiku tidak seimbang dengan langkah kecilnya melihat tubuhnya yang pendek.
"Oppa…" panggilnya, tapi aku pura-pura tidak dengar
"…"
"Chanyeol Oppa!" kali ini ia menaikkan volumenya
"…" aku tersenyum, tapi tetap diam
"Ahh, kalau begitu aku pulang saja.." ujarnya lesu
"Ya! Kenapa pulang?" aku menghentikan langkahku dan menoleh ke belakang
"Habisnya oppa mengabaikanku…" jawabnya ketus
"Kau juga sering mengabaikanku kalau bersama Baekhyun." Balasku tak mau kalah
"Oppa… Oppa tidak tahu betapa imutnya Baekkie oppa… Dia lebih imut daripada adikku yang masih 10 tahun!" serunya senang
"Jadi kau bilang bahwa wajahnya lebih imut dari anak kecil?"
"Ne! Oppa tidak sadar kalau sahabat oppa yang satu itu sangat imut? Aigoo.. Neomu kwiyeo!"
"Hah… Kenapa harus membahas Baekhyun lagi? Ayo kita kesana. Hari ini dingin, bagaimana kalau kita beli hot chocolate?"
"Ne! Kkajja!"
Akhirnya kami berjalan berdampingan menuju sebuah stand yang menjual coklat panas. Tiba-tiba Eunhee memanggilku lagi
"Oppa.."
"Hmm..?"
"Jangan lupa belikan oleh-oleh untuk Baekhyun oppa, ne?"
Aku menghela napas. Lagi-lagi Baekhyun. Kenapa hanya ada Baekhyun di otak Eunhee? Kapan dia memperhatikanku seperti memperhatikan Baekhyun?
"Oppa…?" suara Eunhee membuyarkan lamunanku
"Ah..? Ne.. Ayo kita pergi.." aku menarik tangan Eunhee dan berjalan lebih cepat
.
.
.
.
.
.
EXO'S DORM
"Aku pulang…" seruku cukup nyaring
"Kau sudah pulang? Bagaimana kencanmu tadi?" tanya Baekhyun memaksakan senyumnya
Apa yang terjadi dengan ekspresi Baekhyun? Kenapa dia memalsukan senyumnya? Tidak biasanya dia seperti itu. Aku menatapnya dingin lalu menariknya ke kamar kami. Aku menghempaskan tubuh kecilnya ke dinding. Baekhyun mengaduh kesakitan
"Byun Baekhyun." Aku menyebut namanya
"…N-ne?" Baekhyun menjawab ketakutan
"Aku tidak peduli bahwa Eunhee sangat dekat denganmu. Tapi ingat! Aku menyukainya dan jangan pernah mencoba untuk merebutnya dariku. Aku yakin kau pasti tahu maksudku. Arasseo?"
"Ne.. Arasseo.." Baekhyun menundukkan wajahnya
"Ini… Ini dari Eunhee untukmu. Aku tak habis pikir kenapa ia sangat memperhatikanmu. Ia bahkan tidak pernah memberikan barang-barang seperti ini padaku. Kumohon, jangan rebut dia dariku. Aku tak keberatan dia menyukaimu, tapi jangan pernah kau membalas perasaannya padamu. Biarkan dia datang padaku." Kataku
Aku menyerahkan sebuah boneka kelinci berwarna pink padanya. Kulihat Baekhyun menangis. Entah kenapa sekarang aku menyesal sudah memarahinya. Air matanya… Kenapa aku ingin sekali menghapus airmata Baekhyun? Aissh! Jjinjja.. Apa yang kau pikirkan Park Chanyeol?
Tapi aku benar-benar tak tega melihatnya menangis seperti ini. Apa kata-kataku terlalu kasar sampai dia menangis seperti ini? Aku menyentuh pipi Baekhyun yang basah dengan airmata
"Baekhyun-ah… Uljima, ne? Mianhae.." aku melunak. Aku menghapus airmata di pipinya
"…" Baekhyun menangis tambah kencang. Spontan aku memeluk tubuhnya yang jauh lebih pendek dariku dan mengelus kepalanya lembut. Jujur aku benar-benar menyesal sekarang
"Mianhaeyo, Baek… Aku tidak bermaksud membuatmu menangis…"
.
.
.
.
.
.
-Baekhyun POV-
Aku tak mengerti kenapa tiba-tiba Chanyeol menatapku dingin lalu menarikku ke dalam kamar. Ia menghempaskanku ke dinding. Ahh… Apo! Kenapa ia jadi sekasar ini? Bukannya dia baru saja berkencan dengan Eunhee? Harusnya dia bahagia setelah kencan dengan orang yang disukainya.
"Byun Baekhyun." Chanyeol menyebut namaku
"…N-ne?" aku menjawab ketakutan
"Aku tidak peduli bahwa Eunhee sangat dekat denganmu. Tapi ingat! Aku menyukainya dan jangan pernah mencoba untuk merebutnya dariku. Aku yakin kau pasti tahu maksudku. Arasseo?"
Jadi Chanyeol mengira aku akan merebut Eunhee? Itu tidak mungkin. Saat ini aku sadar sepenuhnya kalau aku tidak mungkin menyukai yeoja lain karena aku telah jatuh pada pesona namja di hadapanku saat ini.
"Ne.. Arasseo.." aku hanya menundukkan wajahku
"Ini… Ini dari Eunhee untukmu. Aku tak habis pikir kenapa ia sangat memperhatikanmu. Ia bahkan tidak pernah memberikan barang-barang seperti ini padaku. Kumohon, jangan rebut dia dariku. Aku tak keberatan dia menyukaimu, tapi jangan pernah kau membalas perasaannya padamu. Biarkan dia datang padaku." Katanya tak rela
Chanyeol menyerahkan sebuah boneka kelinci berwarna pink padaku. Aku menangis saat menerima boneka itu. Pertahananku runtuh. Hatiku terlalu sakit. Kenapa Ia tidak mengerti juga kalau aku tidak menyukai Eunhee, melainkan menyukainya? Kapan ia sadar akan hal itu?
Aku menangis sambil mencengkeram boneka yang diberikan Eunhee untukku. Kenapa ini semakin menyakitkan untukku? Haruskah aku berhenti menyukainya? Aku tak mau seperti ini terus.
Aku tidak tahu bahwa Eunhee sangat perhatian padaku. Bahkan Chanyeol sampai seperti ini. Aku tidak tahu kalau misalnya yeoja itu ternyata memang menyukaiku. Sepertinya dia hanya gemas padaku. Aku jelas tak bisa menyalahkannya karena bukan Eunhee yang menggoda Chanyeol, tapi Chanyeol sendiri yang memang menyukainya. Aku hanya bisa menangis.
Kurasakan tangan Chanyeol menyentuh pipiku
"Baekhyun-ah… Uljima, ne? Mianhae.." suara Chanyeol kini melunak dan ia menghapus airmataku
"…" aku menangis tambah kencang
Jangan peluk aku seperti ini, Chanyeol-ah… Ini semakin sakit. Ini begitu menyakitkan. Kau memelukku tapi hatimu bukan untukku. Kenapa kau membuatku semakin mencintaimu? Rasa ini terasa semakin salah dan menyakitkan. Aku menyukaimu, Park Chanyeol. Sejak pertama kali kita bertemu hingga saat ini, ketika sudah bersama-sama di dalam EXO.
"Mianhaeyo, Baek… Aku tidak bermaksud membuatmu menangis… Kau tahu bahwa aku menyukai Eunhee. Aku hanya tidak ingin berebut Eunhee denganmu. Apa kau mengerti perasaanku? Kau adalah sahabat terbaikku, Baekkie.. Aku percaya kau mengerti Baek. Kau namja sama sepertiku. Kau pasti tahu apa yang kurasakan." Chenyol masih memelukku
Harusnya kau juga mengerti perasaanku, Chanyeol-ah… Aku mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu. Bisakah kau melihatku sebagai seseorang yang mencintaimu? Bukan sebagai seorang sahabat? Di sini. Di dalam sini sangat sakit. Sakit saat kau berkata secara terang-terangan bahwa kau menyukai Eunhee.
Tapi apa daya. Aku tak bisa mengeluarkan sepatah katapun dari bibirku. Aku memang pengecut. Aku namja lemah. Aku tidak bisa jujur terhadap perasaanku sendiri. Aku lelah karena telah membohongi keadaanku sendiri. Dan akhirnya, saat ini aku terlihat begitu menyedihkan.
"Mianhae, ne? Tteo uljimarayo.."
Chanyeol mengangkat wajahku yang masih basah, meskipun aku sudah tidak menangis lagi. Chanyeol menatapku dalam dengan tatapan penuh penyesalan. Aku terdiam sebentar, lalu mencoba mengeluarkan suaraku yang parau sehabis menangis.
Wajah tampannya ini… Lagi-lagi aku jatuh dalam tatapan mata besarnya itu. Aku mencoba menundukkan wajahku lagi, namun Chanyeol menahannya sehingga aku tetap menatapnya.
"A-aku… Aku tidak akan menyukai Eunhee.."
"Mianhae kalau aku terlalu memaksamu." Ucapnya lagi
"…"
Aku menganggukkan kepalaku dan melepaskan tangannya dari wajahku. Aku segera berlari meninggalkannya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahku. Byun Baekhyun babo! Harusnya aku tidak menangis di depan Chanyeol tadi. Aku membasahi wajahku kasar. Kutatap cermin dihadapanku sejenak.
"Saranghae, Park Chanyeol…" desahku pelan
.
.
.
.
.
.
Te-Be-Ce…
Fiuh…
Kelar juga nih chapter. Di tengah kesibukan bikin kartul, aku bisa nyelesain chapter.
Pokoknya aku nggak peduli sama SR. Yang jelas aku bakal terus ngelanjutin FF ini sampe kelar.
Makasih buat readers yang udah mau komen + like. Kalau nggak ada kalian, mungkin FF ini gak bakal aku terusin. :D
Saranghae :*
Oiya… Sebenernya ceritanya bagus lho… Cuma ada OC yang 'sedikit' ngganggu. Tapi cerita ini Cuma focus ke BaekYeol kok. Author jamin deh… Maaf kalau banyak readers yang gak suka sama alur ceritanya.
Sebenernya aku pengen bikin cerita yang beda dari yang lain, tapi tetep dapet feel romancenya. Yah malah jadi begini. Mungkin memang nggak memuaskan sama sekali. Tapi aku udah berusaha sekuat tenaga supaya ceritaku bener-benr fresh dan beda dari cerita romance author lain. Tolong dihargai karyaku ini dengan review kalian.
Tanpa review aku jadi nggak bersemangat buat ngelanjutin FF ini.
REVIEW PLEASE!
