Digimon © Akiyoshi Hongo - Toei Animation

Rated: T

Genre: Adventure, Friendship, Romance

Warn: OC, OOC, Typo, EYD, gaje, and many more.

Enjoy this! DLDR :)

.

.

-In The Car-

"Orang itu sedikit menyeramkan ya..." Bisik Sora.

"Ha'i, tapi mau bagaimana lagi? Digimon kita pun kelelahan, dan sekarang mereka tertidur pulas." Ucap Koushirou tersenyum pada digimon digimon yang tertidur pulas tersebut.

"Tidak usah khawatir, aku berada dipihak kalian. Selengkapnya kalian bisa tanyakan kepada guru yang mengantarmu Yagami-san. Namaku Himekawa Maki." Ucap seorang wanita yang sedang mengendarai mobilnya menuju Odaiba.

"Doumo arigatou, Himekawa-san." Ucap Taichi sedikit membungkuk lalu kembali menghadap ke arah teman temannya.

"Um... Mimi-san, kenapa kamu kembali ke Jepang lagi?" Tanya Hikari membuka pembicaraan.

"Itu... Ah, aku ingin melihat pertandingan Taichi-san! Ne, Taichi-san... aku minta uang tiket pesawatku." Canda Mimi yang direspon dengan wajah pucat Taichi.

"Ahahaha, aku hanya bercanda Taichi-san, tidak usah sampai begitu." Ucap Mimi agak sedikit tertawa. Sementara itu, sejak tadi Koushirou melirik wajah Mimi terus, dan Mimi pun menyadarinya dan memiliki ide jahil.

"Koushirou-kun, ada apa? Apa kamu tidak bisa memalingkan pandanganmu terhadapku karena aku semakin cantik ya?" Mimi iseng menyenggol pinggangnya Koushirou dan dia tersadar dari lamunannya.

"Ah, i-iie... mungkin hanya perasaanmu saja, aku tidak memandangimu sampai begitu." Ucap Koushirou yang salah tingkah karena Mimi.

"Hahaha, buktinya wajahmu saja memerah. Kau tidak bisa membohongiku Koushirou-kun" Tawa Mimi yang sudah tak bisa ditahan lagi, begitu juga yang lainnya memandang Koushirou lalu tertawa.

"Mi-minna-san, kenapa kalian semua memandangku seperti itu? Ah, baiklah! Lupakan saja semua ini!" Ucap Koushirou yang semakin salah tingkah, dan mereka semua menertawai Koushirou.

"Oh, iya. Mulai sekarang aku akan tinggal di Jepang lagi. Minna, mata yoroshiku ne!" Ucap Mimi tiba tiba dan membuat semuanya terkejut.

"HAAAAAAH?!" Teriak semuanya terkecuali Mimi yang sudah senyum senyum sendiri.

.

.

Sementara itu, Jou yang sejak dari tadi tidak terlihat, ternyata dia belajar dengan sangat serius karena ujian akan datang sebentar lagi, dan akhir akhir ini di tempat lesnya sedang mengadakan ujian. Karena dia tak mau nilainya jelek, Jou berniat untuk memanfaatkan liburan musim panasnya untuk belajar.

Tok Tok Tok.

'Huh? Siapa yang mengetuk jendelaku?' Pikir Jou, karena tidak mungkin ada yang bisa sampai di jendela kamarnya karena bisa dikatakan rumahnya tinggi. Lalu dia melangkah menuju jendela itu dan membuka tirai jendela, dia pun terkejut.

Yang mengetuknya adalah Gomamon.

"Yo!" Sapa Gomamon.

"Gomamon!" Seru Jou dan langsung membuka jendela tersebut lalu Gomamon melompat kearah Jou dan memeluknya, Jou pun membalas pelukannya.

"Gomamon..." Ucap Jou yang semakin mempererat pelukannya karena sangat merindukan digimon patnernya.

.

.

-Keesokan Harinya-

Taichi dan yang lainnya melakukan kesehariannya seperti biasanya, dan mereka semua pada saat pagi hari melihat berita yang sangat tidak mengenakkan, karena digimon mereka dituduh layaknya monster yang ganas.

Saat Taichi sampai disekolah, dia melihat Yamato bersama Sora yang sedang berjalan bersama, Taichi tidak bisa mendengar pembicaraan yang sedang mereka bicarakan, tapi yang dapat dia rasakan bahwa Sora seperti bahagia sekali bersama Yamato. Dan saat itulah dia menyadari...

"Souka... jadi Yamato sudah menyatakan perasaannya duluan ya... Heh, ternyata dia licik juga ya. Tapi mau bagaimana lagi? Jika itu pilihan Sora, aku takkan memaksanya." Gumam Taichi tetap berjalan pelan dan terpaksa melengkungkan bibirnya keatas, lalu mengejar mereka berdua.

"Ohayou, Yamato, Sora!" Sapa Taichi menepuk bahu kedua sahabatnya.

"Taichi, ohayou." Sapa Sora ramah yang terlihat terkejut karena dia terlalu keasyikan bicara dengan Yamato.

"Yamato, selamat ya." Ucap Taichi dan dibalas dengan ekspresi bingung Yamato.

"Selamat? Untuk apa?" Tanya Yamato bingung.

"Selamat karena kalian berdua telah jadian." Ucap Taichi tanpa dosa, dan dia pun terpaksa mengucapkan hal tersebut karena sebenarnya perasaannya sudah hancur. Yamato dan Sora hanya bisa blushing.

"T-T-Taichi, kamu tahu dari mana? Rasanya kami belum memberitahu kepada siapapun." Ucap Sora yang mukanya seperti tomat karena tiba tiba saja dia mengucapkan hal itu.

"Aku bisa melihatnya dari wajah kalian berdua, untukku sangat mudah ditebak. Kalian pikir aku sudah berapa lama mengenal kalian berdua?" Tanya Taichi yang lagi lagi terpaksa menyunggingkan cengiran andalannya untuk meyakinkan mereka berdua. Tapi Yamato juga bisa menyadari saat ini hati Taichi telah hancur berkeping keping karenanya.

"Haha, kau seperti peramal saja Taichi." Ledek Yamato padanya, bukan, dia hanya ingin menghibur sahabatnya.

Taichi yang menyadari Yamato menatapnya seperti mengucapkan -maaf, maaf aku sudah duluan mengucapkan padanya- berulangkali, tapi Taichi menggelengkan pelan kepalanya seperti mengatakan -tidak, bukan salahmu Yamato. Kita tahu dia yang memilih, jadi tidak ada siapapun yang berhak disalahkan- padanya. Sora yang melihat tingkah laku mereka berdua pun bingung.

"Kalian berdua kenapa?" Tanya Sora bingung.

"Bukan hal yang penting kok." Ucap mereka berdua kompak. Sora hanya bisa pasrah saja, karena hanya mereka berdua yang dapat mengerti satu sama lain.

Saat dulu mereka berada di dunia digital, saat mereka bertengkar karena suatu hal, tidak ada satupun yang dapat menghentikannya jika bukan mereka sendiri yang dapat menyelesaikannya dan tiada satupun yang mengerti apa yang mereka permasalahkan selain mereka berdua, dari hal kecil sampai besar.

'Ah... aku jadi teringat masa lalu.' Batin Sora tertawa kecil, dan Yamato pun mendengarnya.

"Ada apa Sora? Apa yang kau tertawakan?" Tanya Yamato padanya, Taichi pun jadi ikut penasaran.

"Ah, tidak. Aku hanya teringat masa lalu saja." Ucap Sora dan mereka berdua tidak menanyakan lagi.

Mereka bertiga sampai di loker tempat menyimpan barang barang, dan disana mereka mengganti sepatu mereka dengan Uwabaki lalu menaruhnya di loker masing masing, lalu kembali berjalan menuju kelas mereka.

Saat diperjalanan, Taichi teringat sesuatu ada hal yang dibicarakan dengan Yamato, dan juga Sora.

"Yamato, Sora, kalian melihat berita tadi pagi?" Tanya Taichi.

"Yah... aku melihatnya, mungkin nanti akan ku protes ayahku tentang berita itu." Ucap Yamato yang terlihat agak sedikit kesal.

"Itu seperti membuat Piyomon dan yang lainnya seperti digimon jahat saja, padahal jika tidak ada mereka, bisa saja kota sudah hancur." Ujar Sora yang juga terlihat kesal.

"Lebih baik kita tidak membicarakan hal itu disini, nanti saja kita lanjut." Ucap Taichi yang sudah resah dilihat oleh semua orang dan seperti sedang membicarakan mereka bertiga.

"Hah... kau juga merasakannya ya Taichi, ya sudahlah, kita bicarakan nanti saja." Ucap Yamato yang memandang sekelilingnya karena mereka sedang diperhatikan.

*Ding Dong*

"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa Yamato, Taichi." Ucap Sora yang melambaikan tangannya dan berjalan menuju kelasnya karena berbeda kelas dengan Taichi dan Yamato.

Taichi dan Yamato pun berjalan menuju kelas mereka, dan saat sampai didepan pintu kelas Taichi tiba tiba berhenti, dan Yamato pun ikut berhenti.

"Yamato, saat istirahat nanti aku mau bertemu dengan Nishijima-sensei, aku mau menanyakan tentang kejadian kemarin." Ucap Taichi, Yamato pun mengerti apa yang dimaksud dengan Taichi.

"Yah, aku juga mau menanyakan hal itu padanya." Ucap Yamato, lalu mereka berdua pun masuk ke kelasnya karena jam pelajaran sudah akan dimulai.

.

.

*Ding Dong*

Bel tanda istirahat pun berbunyi, Taichi dan Yamato langsung pergi untuk mencari Nishijima, lalu mereka bertemu dengan Sora, dan Sora memaksa mereka berdua agar dia bisa ikut bersamanya, akhirnya Taichi dan Yamato pun menyerah dan mereka bertiga pun pergi menuju ruang guru.

Saat sampai di ruang guru, Sora menunggu di depan ruang guru, sementara Taichi dan Yamato pun masuk ke dalam.

Taichi dan Yamato menghampiri salah satu guru yang duduk di dekat meja Nishijima karena mereka berdua tidak menemukan sosok sang Nishijima Daigo.

"Ano... sumimasen sensei, apakah anda melihat Nishijima-sensei?" Tanya Taichi dengan nada agak sopan.

"Nishijima-san? Ah, hari ini dia tidak masuk, katanya dia sakit." Jelas guru tersebut, lalu Taichi dan Yamato saling tatap muka sebentar, lalu pamit kepada guru tersebut.

"Maaf telah mengganggu anda, kami permisi dulu sensei." Ucap Yamato sopan, lalu mereka berdua meninggalkan ruang guru dan menghampiri Sora yang sedang menunggu.

"Bagaimana?" Tanya Sora.

Lalu Taichi pun menggeleng, "Katanya dia sedang sakit." Jelas Taichi, mereka bertiga pun kecewa karena tidak menemukan gurunya.

"Ohayou minna-san." Sapa Koushirou dari belakang mereka bertiga, dan mereka pun berbalik badan.

"Ohayou, Koushirou/-kun." Balas mereka bertiga bersamaan.

"Kalian sedang apa disini?" Tanya Koushirou karena bingung tidak biasanya mereka bertiga bersama, hal itu pun karena Sora berbeda kelas dengan mereka berdua.

"Ah, tadinya kita ingin bertemu dengan Nishijima-sensei, tapi sayangnya dia tidak masuk." Jelas Sora pada Koushirou.

"Aku sebenarnya juga berniat untuk mencarinya, tapi yah... mau bagaimana lagi jika sensei sakit..." Ucap Koushirou yang agak sedikit kecewa.

"Kami permisi, maaf sudah mengganggu." Ucap dua sosok gadis yang keluar dari ruang guru, dan itu menarik perhatian Taichi, Yamato, Sora dan Koushirou, lalu mereka menoleh.

"Mimi-chan?" Ucap Sora agak kaget.

"Mimi? Sedang apa kau disini?" Tanya Taichi.

"Sedang apa? Ah, aku sekarang pindah ke sekolah ini. Kelas yang sama denganmu Koushirou-kun. Apa kemarin aku tidak bilang?" Tanya Mimi yang direspon dengan gelengan mereka berempat.

"Oh iya, tadi yang disebelahmu siapa Mimi-chan? Temanmu?" Tanya Sora melihat gadis tersebut telah berjalan menjauhi mereka.

"Dia itu kelas dua, mungkin akan sekelas dengan Sora-san." Ucap Mimi yang riang seperti biasa.

"Oh iya, Koushirou-kun, apa aku boleh minta tolong?" Tanya Mimi dan Koushirou menjadi agak gugup.

"A-ah? Apa itu Mimi-san?" Tanya Koushirou.

"Bisakah kamu mengantarkan aku keliling sekolah? Aku belum hafal betul." Ucap Mimi.

"Baiklah kalau begitu, Taichi-san, Yamato-san, dan Sora-san, kami duluan ya." Ucap Koushirou dan meninggalkan mereka bertiga bersama Mimi.

"Ah, sampai jumpa nanti!" Ujar Taichi, lalu Taichi berfikir sambil melihat gadis yang telah berjalan jauh dari mereka.

'Itu seperti gadis yang kemarin baru pindah, itu mungkin saja ya.' Pikir Taichi, dan tiba tiba Yamato menepuk punggungnya, lalu Taichi terbangun dari lamunannya.

"Oi! Sakit tau Yamato!" Ucap Taichi kesal.

"Salah kau sendiri, kenapa kau melamun terus? Aah... pasti karena gadis itu ya? Hm... cinta pandangan pertama?" Ledek Yamato dengan menunjuk ke arah gadis tersebut, lalu Taichi pun jadi makin kesal.

"Bu-bukan lah! Mana mungkin aku bisa cinta pandangan pertama pada gadis itu, aku hanya berfikir dia adalah gadis yang pindah ke apartemen yang sama denganku. Lagipula aku kan harus move on dulu Yamato! Kau tahu itu!" Jelas Taichi dengan nada yang masih kesal.

Sora yang melihat pertengkaran kecil adu mulut itu menjadi sedikit tertawa dan mulai berbicara.

"Kalian ini seperti anak kecil saja... yah, ada baiknya juga jika kamu cinta pandangan pertama padanya, Taichi." Ucap Sora pada Taichi dan Taichi sudah mulai kesal diledek oleh mereka berdua.

"Kubilang bukan! Ah! Sudahlah, lupakan saja hal ini, kalian mau ke kantin gak?" Tanya Taichi mengganti topik pembicaraan.

"Iya, kau benar juga, nanti jam istirahat bisa selesai jika kita disini terus. Ayo kita ke sana." Ucap Yamato dan mereka berdua menyetujuinya, lalu pergi menuju kantin.

.

.

Taichi duduk disamping Yamato dan mereka berdua berhadapan dengan Sora, dan mulailah acara makan siang mereka. Seperti biasa, Taichi saat makan pun dia tidak bisa diam, dan terpaksa Yamato meladeninya.

"Hm... Yamato, nama band mu masih TEEN-AGE WOLVES?" Tanya Taichi tiba tiba.

"Hah? Kami sudah bubar dan mengganti nama band nya." Ucap Yamato yang baru menelan ramen nya.

"Jadi apa?" Tanya Taichi penasaran sambil memakan udang gorengnya.

"Menjadi KNIFE OF DAY." Ucap Yamato.

Taichi pun tersedak mendengar itu dan serasa ingin tertawa.

"Ke-kenapa harus dibubarkan?" Tanya Taichi yang masih mengatur pernapasannya karena tersedak tadi.

"Hm... bisa di bilang berbeda selera musik?" Ucap Yamato dan Taichi menunjukkan cengirannya itu dan Yamato langsung menatap bingung Taichi.

"Heh... selera musik ya?" Ucap Taichi dengan nada sedikit mengejek, dan langsung di tinju perutnya oleh Yamato.

"Akh... Yamato, apa kau ingin membuatku muntah hah?" Tanya Taichi.

"Diamlah kau." Ucap Yamato yang kembali memakan ramen nya

"Oi, Taichi, bisa kau ambilkan itu?" Pinta Yamato padanya dengan menunjuk bumbu lada, dan Taichi mempunyai ide jahil.

"Oh ini?" Lalu Taichi menaburkan bumbu lada tersebut terlalu banyak, dan membuat Yamato kesal.

"Oi, stop Taichi!" Ucap Yamato, dan dia tidak mau mendengarkan Yamato. Sora yang melihatnya hanya bisa tertawa pelan saja.

"Ku bilang berhenti Taichi! Huh, ladanya kan seharusnya sedikit." Ucap Yamato, dan kali ini Taichi pun berhenti dan memamerkan cengiran khasnya.

"Ini servis spesial untukmu Yamato. Hahaha, apa tadi namanya? KNIFE OF RAMEN?" Ledek Taichi padanya, lalu Sora melerai pertengkaran kecil mereka berdua yang tidak dianggap serius dengan sedikit tertawa.

"Ada apa Sora?" Tanya Taichi.

"Ah, tidak... aku hanya saja merasa bahwa kita ini masih seperti anak kecil saja, dan terkadang aku mengingat kenangan saat kita berpetualang di dunia digital dulu." Ucap Sora, Yamato dan Taichi menjadi termenung dan masih teringat jelas di ingatan mereka tentang 6 tahun yang lalu.

"Minna, apa sebaiknya kita kembali ke kelas? Bel masuk mungkin sebentar lagi akan berbunyi." Ajak Sora pada mereka berdua, dan dibalas dengan anggukan mereka berdua, lalu mereka bertiga pun kembali ke kelasnya masing masing.

.

.

-In Class 2-2-

Saat bel masuk sudah berbunyi, kelasnya Sora kedatangan murid baru, dan Sora sudah menduga murid barunya itu siapa.

"Baiklah, silahkan masuk." Ucap guru yang akan mengajar di kelasnya. Lalu, murid baru itu masuk dan menulis namanya di papan tulis.

"Mochizuki Meiko desu, yoroshiku onegai shimasu." Ucapnya sopan dan bisa dikatakan sedikit gugup.

"Mochizuki-san, kamu bisa duduk di bangku kosong sebelah Takenouchi-san." Ucap gurunya dan dia pun melangkah ke bangku kosong tersebut. Saat dia telah duduk di bangkunya, Sora menyapanya dan dia menoleh pada Sora.

"Hajimemashite Mochizuki-san, namaku Takenouchi Sora. Jika ada apa apa, kamu bisa bertanya padaku" Ucap Sora ramah padanya, dan dibalas dengan senyumannya walau sedikit gugup.

"Ha-ha'i, arigatou gozaimasu Takenouchi-san." Ucap Meiko.

"Panggil saja aku Sora." Ucap Sora pelan, karena pelajaran akan segera dimulai.

"A-ah, baiklah Sora-san. Ka-kalau mau kamu boleh memanggilku Meiko." Ucap Meiko dan dibalas dengan senyuman Sora, lalu pelajaran pun dimulai.

.

.

-In Class 2-1-

Sementara dikelas Taichi dan Yamato, kelas mereka juga kedatangan murid baru, dan murid tersebut masuk dan memperkenalkan dirinya.

"Iki Kaoru desu, yoroshiku desu." Ucap murid baru yang bersurai violet dan memiliki manik mata seirama dengan rambutnya, dan guru yang akan mengajar di kelas itu menyuruhnya untuk duduk di bangku kosong dekat Taichi.

Yamato yang melihat itu pun cengar cengir gak jelas ke arah Taichi, Taichi yang menyadari hal itu langsung mengepalkan tangannya dan seperti berkata -Awas kau Yamato!- padanya.

.

.

*Ding Dong*

Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi, Taichi dan Yamato keluar dari kelasnya duluan, sementara Sora katanya ada piket kelas.

Taichi pun mengambil sepedanya dan Yamato menunggunya, lalu mereka kembali berjalan menuju gerbang, untuk menunggu Sora.

Saat di perjalanan, Taichi dan Yamato tidak sengaja mendengar percakapan dua orang murid laki laki.

"Kenapa monster monster itu muncul lagi sih? Menyebalkan saja!" Ucap salah seorang laki laki tersebut.

"Yah, aku berharap monster monster itu lebih baik mati saja!" Balas temannya.

Yamato yang mendengar percakapan kedua orang itu merasa kesal, dan saat Yamato ingin menghampiri kedua murid tersebut ditahan oleh Taichi.

"Ah, maaf bukan apa apa." Ucap Taichi pada kedua murid itu, dan mereka berdua meninggalkan Taichi dan Yamato dengan muka kesal.

"Oi Taichi! Kenapa kau menghalangiku?!" Tanya Yamato yang masih kesal.

"Jika kau memukul mereka, kita tidak mendapatkan apa apa kan." Ucap Taichi.

"Tapi Taichi! Aku-"

"Kalian berdua ada apa? Tentang berita yang tadi pagi kan?" Tanya Sora yang masih ada di kelasnya, Taichi dan Yamato berada di bawah kelas Sora. Lalu Taichi dan Yamato sama sama memalingkan wajah, dan Sora menghela nafas.

"Sudahlah, nanti kita berkumpul, aku dapat email dari Koushirou-kun." Ucap Sora dari atas, dan mereka berdua terpaksa akur dulu dan menunggu Sora di depan gerbang.

Saat Sora sudah selesai dengan piket kelasnya, dia akhirnya menyusul Taichi dan Yamato yang sedang menunggunya di depan gerbang, lalu mereka bertiga pun pergi ke tempat biasa untuk berkumpul.

~TBC~

A/N: Holaa! Terimakasih yang sudah membaca fanfic ini dan yang sudah mereview fanfic ini! Di chapter ini sudah saya munculkan Mochizuki Meiko dan OC yaitu Iki Kaoru yang juga akan menjadi anak terpilih juga. Baiklah, mohon reviewnya juga di chapter ini! Untuk Guest-san yang sudah mereview terimakasih!

~See you in next chapter~