Chanyeol terbangun lebih awal dari biasanya. Entahlah, seperti ada sesuatu yang mengharuskannya untuk segera bangun. Nyawanya belum terkumpul sepenuhnya, terlihat dari matanya yang masih setengah tertutup. Mungkin Chanyeol masih ingin kembali pada alam mimpinya, tapi sesuatu dalam dirinya mencegahnya.
Ia melihat pada ranjang di sebelahnya. Baekhyun masih tertidur pulas. Terbukti dengan dengkuran halus yang terdengar melalui indera pendengarannya. Well, memang seharusnya ia juga masih harus tertidur sekarang. Jam masih menunjukkan pukul 4.30 KST. Kebanyakan orang masih tertidur pulas, dan matahari pun belum menunjukkan secercah cahayanya. Chanyeol berjalan keluar berniat untuk buang air kecil dan sekedar untuk membasuh mukanya.
Chanyeol kembali ke kamarnya, setelah urusan dengan kamar mandinya selesai. Ia tak langsung menuju ranjangnya, melainkan menuju ranjang Baekhyun. Memeriksa apa demamnya sudah turun atau masih tetap sama. Ia meletakkan punggung tangannya pada kening Baekhyun, setelah menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupinya. Tidak terlalu panas, tapi suhu tubuhnya belum benar-benar normal. Baekhyun masih demam. Ia masih memerlukan banyak istirahat untuk menstabilkan sistem di tubuhnya.
Chanyeol tersenyum setelah mengetahui suhu tubuh Baekhyun yang sudah menurun.
"Cepat sembuh Baek." Chanyeol berbicara berbisik dengan suara beratnya. Sambil sedikit mengusap kepala Baekhyun. Terlihat tidak sopan memang, tapi inilah Chanyeol. Ia menyayangi Baekhyun seperti 'saudaranya sendiri'.
...
...
...
"Hey tukang tidur, ayo bangun." sebuah suara berusaha membangunkan Chanyeol yang sepertinya masih ingin berdiam diri pada mimpinya. Terbangun terlalu pagi tidak selalu membuatnya tetap terjaga, walaupun ia baru tertidur kembali sekitar 30 menit yang lalu. Tapi tetap saja, ia juga manusia, bukan Tuhan yang akan selalu menjaganya tanpa berhenti.
"Ng?" Chanyeol mengerejapkan matanya. Berusaha untuk membawa kembali seluruh kesadarannya pada alam yang seharusnya.
"Joonmyeon hyung?" alis Chanyeol bertaut. Biasanya yang selalu membangunkannya adalah roommatenya yang selalu berisik. Tapi kenapa malah sang leader yang membangunkannya? Tak biasanya.
"Mana Baekhyun?"
Joonmyeon menghela nafas. Ia memperlihatkan senyumannya pada Chanyeol. Sebagai pemanis sebelum ia menjawab pertanyaan Chanyeol.
"Sedang sarapan." jawaban singkat itu cukup membuat alis Chanyeol kembali bertautan. Sepertinya sang leader sedang tak ingin banyak bicara hari ini. Mungkin bosan. Chanyeol memejamkan matanya sesaat sebelum ia keluar kamarnya untuk membasuh mukanya sekedar untuk menghilangkan sisa-sisa kantuknya.
...
...
...
Demam Baekhyun memang sudah turun, tetapi tidak dengan kondisi tubuhnya. Masih terasa amat sangat pegal, efek dari demamnya semalam. Untungnya tidak ada jadwal untuk seminggu ke depan. Setidaknya ia bisa mengembalikan keadaan tubuhnya seperti semuala. Rasa makanan pun masih terasa hambar dan pahit di lidahnya.
"Kau tidak menghabiskan makananmu Baek?" kali ini Yixing yang bertanya. Ia masih tetap fokus pada makannya. Baekhyun yang mendengar hanya menggeleng lemah.
"Kau masih demam?" sang leader EXO-M yang bertanya. Terdengar dingin memang, namun Baekhyun tahu, leadernya yang satu ini sedang mengkhawatirkannya.
"Tidak, demamku sudah turun." Baekhyu membalas seadanya. Memang begitu yang ia rasakan. Suhu tubuhnya sudah tidak panas, tetapi badannya terasa berat untuk digerakkan, dan salahkan lidahnya yang tak mau merespon rasa masakan yang dibuat oleh Kyungsoo dan Yixing.
Chanyeol yang melihatnya tak merespon sama sekali. Ia masih asyik dengan sarapannya. Kapan lagi ia bisa merasakan masakan Kyungsoo dan Yixing. Selama mereka sibuk mereka hanya bisa memesan makanan, karena padatnya jadwal.
Chanyeol sebenarnya tahu, keadaan Baekhyun memang belum sepenuhnya pulih, tetapi ia tidak ingin membuat seluruh member khawatir. Ia memang tak melihat Baekhyun yang sedang makan, tetapi ia tahu, sikap Baekhyun berbeda dari yang biasa ia lakukan jika sudah memakan masakan buatan Kyungsoo dan Yixing. Sangat terlihat jauh berbeda. Beruntung mereka sedang tak ada kesibukan yang mewajibkannya untuk laltihan dance, atau vocal, ataupun make up yang harus menempel di wajah mereka sehingga terasa berat.
Biasanya jika ada waktu luang seperti ini member Cina akan pulang ke negaranya, tapi kali ini tidak. Memang liburan mereka cukup lama, tapi dengan comeback mereka yang sebentar lagi mewajibkan mereka untuk tinggal di negeri gingseng ini. Untungnya walaupun mereka tidak bisa pulang ke negerinya, tetapi dengan usul Sehun yang mengajak semuanya ke Jeju cukup menghibur. Sebenarnya singkat ucapan Sehun, namun hal itu membuat semuanya terkejut. Tak terpikirkan. "Hey, bagaimana kalau kita ke pulau Jeju, untuk refreshing lumayan juga kan?" singkatnya seperti itulah ucapan Sehun. Mungkin karena padatnya jadwal latihan mereka tidak sempat memikirkan apa yang namanya liburan.
Tetapi untuk waktu sekarang, bukan saatnya untuk bersenang-senang. Lebih baik istirahat dan menghapalkan bagian-bagian pada lagu untuk comeback mereka. Semuanya merasa lelah pasti. Terutama Baekhyun, ia harus latihan bernyanyi dengan tempo yang cepat dan dengan nada yang tinggi, di tambah dengan gerakan dance yang cukup rumit untuk dimainkan, itu cukup membuatnya kelelahan.
"Tidurlah kembali, aku akan keluar membeli cemilan." Chanyeol mengacak rambut Baekhyun setelah selesai dengan urusan makannya. Satu hal yang perlu diingat, tangan Chanyeol bersih.
"Sisakan untukku!" sebelum menutup pintu kamarnya Baekhyun berteriak. Dan Chanyeol pastinya tersenyum. Tak mungkin ia melupakan roommatenya yang berisik itu.
...
...
...
Baekhyun tak pernah sekhawatir ini sebelumnya. Pasalnya, roommatenya belum menampakkan diri semenjak mereka selesai latihan. Lihat saja sekarang jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Chanyeol masih belum pulang ke dorm, padahal latihan sudah selesai sekitar pukul 07.00 malam. Baekhyun sempat berpikir apakah Chanyeol bekerja menjadi host di kafe-kafe malam. Yah, meskipun terlihat cocok tapi tetap saja tidak cocok untuk orang seperti Chanyeol. Dan anehnya, Baekhyun belum merasa mengantuk. Mungkin karena faktor kesepian.
"Kau belum tidur?" suara berat yang sangat Baekhyun kenal sontak membuatnya mengalihkan pandangannya pada pemilik tubuh tinggi yang kin sedang berdiri di ambang pintu. Wajahnya terlhat lelah, namun sedikit terlhat cerah.
"Bodoh..." Baekhyun berbicara pelan, seolah-olah berbicara pada dirinya sendiri. Ia menggertakkan giginya menahan marah. Matanya mulai berkaca-kaca.
"Hah?" Chanyeol memiringkan kepalanya bingung. Bakehyun menghampiri Chanyeol kemudian menarik kerah leher Chanyeol agar bisa berhadapan dengan wajahnya.
"Ke mana saja kau?! Kau tahu, semuanya mengkhawatirkanmu!"
"Aku hanya berkunjung menemui Yejin." jawaban singkat itu membuat Baekhyun terdiam. Bukan dari keseluruhan kalimatnya, tetapi satu nama yang membuatnya terdiam, 'Yejin'.
"Lantas kenapa kau tidak memberitahuku?" Beruntungnya Baekhyun karena ia berhasil mengatasi rasa gugupnya.
"Tidak sempat. Dan oh, kenapa kau belum tidur?" bukan jawaban yang Baekhyun harapkan memang tapi itu cukup. Chanyeol masih mengkhawatirkannya.
"Seperti kau tak tahu saja." Baekhyun kembali berjalan menuju ranjangnya dan berusaha untuk menuju alam mimpi. Tapi sayangnya yang mengantar menuju alam mimpinya hanyalah air mata yang jatuh dari pelupuk matanya.
"Aku tahu kau marah Baek. Maafkan aku." Chanyeol mengusap kepala Baekhyun lembut, tidak menyadari air mata Baekhyun. Baekhyun kini sudah tertidur, mungkin karena terlalu lelah.
...
...
...
Jongin dan Sehun makan sangat banyak untuk pagi pertama mereka di awal bulan Desember. 2 kali lipat dari porsi biasa yang mereka biasa habiskan. Entah karena mereka memang sangat lapar, atau mereka sedang bertaruh sesuatu. Entahlah, 2 orang ini memang kadang selalu begitu. Memang sejak memasuki musim dingin porsi makanan mereka di tambah. Untuk menjaga stamina, ditambah dengan jadwal mereka yang sangat padat akhir-akhir ini.
Baekhyun memakan makanannya dengan santai, tak peduli dengan berisiknya Jongin dan Sehun, sudah biasa. Baekhyun akan mengambil sepotong daging dari piring yang ada di hadapannya, namun tangannya seolah tak mengizinkannya. Beberapa kali terjatuh dan itu cukup membuat Baekhyun kesal. Kerutan mulai muncul di wajahnya, tanda ia kesal. Chanyeol yang berada di sampingnya langsung dengan sigap mengambil potongan daging itu untuk Baekhyun. Bilanglah ia menyuapi Baekhyun.
"Apa-apaan kau Chanyeol, aku bisa makan sendiri, hush hush." Baekhyun menolak.
"Sudahlah jangan banyak protes, cepat makan. Jarang-jarang kan aku menyuapimu, hehe. Ayo cepat buka mulutmu, aaaa." Chanyeol membalas sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya. Baekhyun tetap saja protes dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tak mau!"
"Jangan banyak protes, cepat makan, sebelum kehabisan." Chanyeol menggunakan kesempatannya saat Baekhyun akan protes, ia berhasil memasukkan daging itu pada mulut Baekhyun saat Baekhyun hendak akan mengatakan sesuatu yang entah apa itu.
Baekhyun hanya diam sambil mengunyah makanannya. Ia kalah dari Chanyeol untuk hari ini. Tapi Baekhyun merasa aneh. Hal seperti 'ia tak dapat mengambil daging' itu belum pernah ia alami sebelumnya, seperti tangannya tak mau dikontrol olehnya. Apa ini hanya sebuah kebetulan belaka, atau yang lainnya?
...
...
...
TBC
