Disclaimer: SMEnt

Warning: Sama dengan chapter sebelumnya.

Cast: Sungmin, Kyuhyun, Siwon, Heechul, Eunhyuk, Donghae, Leeteuk, Kangin, Yunho, Yesung, Jaejoong, Hangeng, Ryeowook, Kibum.


.

Dare Yori

-More Than Anyone-

'A Thriller Fanfiction'

:: Nakazawa Ayumu's Present ::

.

.

.

"Siwon.. Siwon-ah.."

Isak Sungmin semakin menjadi-jadi, dan sepertinya terdengar oleh para sahabatnya. "Minnie-ah.. Kau kenap-" kembali semua orang dikejutkan dengan sosok yang menggantung tersebut.

"Dia…?"

"Siwon… Siwon-ah.." kembali isak Sungmin terdengar.

Heechul meremas rambutnya, kepalanya entah kenapa terasa berat saat ini. Ia berfikir keras, mencoba menyimpulkan. Pandangannya beralih pada pemuda yang saat ini berdiri paling belakang.

"Kau! Kau pasti yang yang sudah melakukan semua ini, kan? Ini ulahmu!" teriak pemuda cantik itu sarkastik.

"Atas dasar apa Kau menuduhku dengan bualanmu itu?" kata Yesung datar. Sikapnya tetap tenang.

"Mengaku saja! Aku tahu itu Kau!" teriak Heechul lagi.

Kebingungan melanda semua orang. Kejadian ini benar-benar membuahkan pertengkaran hebat, bahkan atar sahabat.

"Kemana saja Kau saat Wookie terbunuh? Bahkan Kau tak menunjukan ekspresi apapun saat melihat jasadnya! Orang macam apa Kau ini?" lanjut Heechul tak kalah keras.

Kedua alis Yesung mengkerut. "Bukankah sudah kubilang Aku pergi ke toilet? Yang seharusnya Kau curigai adalah Kekasihmu itu! Mana Dia sekarang?" jawab Yesung. Suaranya kian meninggi.

'Plak!'

Semua menatap tak percaya pada Heechul yang berlari menerjang Yesung dan menamparnya. Yunho berusaha mendiamkan, namun Heechul segera mendorong tubuhnya.

"Hangeng tidak sepertimu, brengsek! Kau kan yang membunuh Wookie? Kau bertengkar dengannya minggu yang lalu, bukan? Jangan berusaha menutupinya!" bentak Heechul.

Wajah Yesung menegang, giginya bergemeretak menahan marah. "Kau-"

"Berhenti! Berhenti Kalian!" Teriak Leeteuk. Sang ketua kelas itu segera menarik Heechul menjauh dari Yesung.

"Apa yang Kalian ributkan di saat-saat seperti ini? Bagaimana Kalian bisa saling menuduh seperti ini?" Leeteuk mencoba tegar, namun tangannya tak henti-hentinya menghapus air mata yang mulai membasahi wajahnya.

"Kumohon… jangan seperti ini.. bukankah Kita semua teman?" Jaejoong ikut maju ambil suara.

Yesung mendengus, Ia berbalik berniat pergi. "Aku mau pergi! Kalian semua menyebalkan!"

Heechul menyipitkan matanya, "Huh.. berpura-pura pergi padahal Kau ingin merencanakan kematian Kami, bukan?" ucapnya sinis. Yesung terdiam, namun Ia kembali melenggang pergi. Donghae terus menatapnya dalam diam, menatap punggung Yesung yang kian menghilang dari pandangan.

.

.

Semua memutuskan untuk kembali ke kelas untuk menenangkan diri. Ya, kembali tanpa Yesung tentunya.

"Apa tidak apa-apa dengan Yesung-hyung?" tanya Changmin takut-takut. Heechul mendelik "Lebih baik jangan ngomongin dia lagi!" Heechul kembali Ia merasa begitu bersalah saat menuduh sahabatnya sendiri. Pikirannya sekarang terpaut pada Hangeng yang saat ini masih belum diketahui keberadaanya. Apa memang…?

"Apa kita bisa keluar dari sini?" Taemin, siswa paling kecil di kelas mereka mulai gemetar ketakutan. Minho menepuk-nepuk kepalanya singkat.

"Bagaimana kalau kita ke ruang keamanan? Mungkin ada kunci cadangan?" ide itu terlontar dari Yunho. "Mungkin Saja! Ayo kita lihat!" seru Kangin. Yunho menggangguk.

"Kalian semua di sini! Ingat jangan kemana-mana! Aku, Yunho dan Donghae akan memeriksa Ruang keamanan.." seru Kangin lagi. Leeteuk menatapnya cemas, "Berhati-hatilah.." bisiknya pelan.

Sepeninggal Kangin, Yunho dan Donghae. Semua kembali terdiam. Sungmin menunduk, tangannya merogoh saku celana mencoba mengeluarkan sesuatu. Raut wajahnya berubah, ia kembali meraba-raba saku celananya, Ia lalu memeriksa saku yang sebelahnya lagi.

Kemana benda itu? Benda sepenting itu kenapa bisa hilang? Bagaimana ini? 'jangan-jangan tertinggal di dekat Siwon atau di tempat Ryeowook? Tapi itu kan…' Sungmin menggigit bibir bawahnya. Kyuhyun yang sejak tadi memperhatikannya, menatapnya bingung, "Ada apa Minnie-hyung?" tanyanya pelan.

Sungmin berdiri, membuat beberapa murid menoleh ke arahnya. "Aku.. Aku ingin kembali ke.. ke tempat Siwon.. A..Ada yang tertinggal Di.. Disana.." katanya terbata-bata.

"Biar kutemani Hyung.." Kyuhyun ikut berdiri.

Sungmin menggeleng dan mencoba tersenyum manis seperti biasanya. "Tidak. Biar Aku sendiri."

"Tapi-.."

"Tidak akan ada apa-apa, Kyu.. Aku hanya mengambilnya sebentar. La..lagi pula koridor tempat Si..Siwon dekat dengan kelas ini.." potong Sungmin cepat. Kyuhyun menghela nafas kemudian mengangguk.

Ia menatap Sungmin yang berjalan keluar kelas dengan tatapan khawatir.

.

.

Kaki itu melangkah semakin dekat ke arah Grand Piano. Yesung berhenti saat dirinya tepat di samping tubuh tak bernyawa tersebut. Ia baru saja pergi ke kantin untuk mengambil minuman yang dicampurkan dengan es.

"Wookie-ah.."

(Flashback)

Seminggu yang lalu..

"Sudah kubilang Aku tidak pergi bersama Donghae-hyung! Jangan salah paham dulu!" sosok kecil itu gemetar mencoba menjelaskan.

"Jangan bohong Kim Ryeowook!" pemuda di hadapannya berteriak marah.

"Hyung.. sudah.. jangan marahi Wookie lagi.." pemuda tampan satunya mencoba menenangkan.

"Dia berbohong padaku, Siwonnie!" gertak Yesung pada Siwon.

Di ruangan itu lima orang berdiri tegang. Yesung, Ryeowook dan Siwon serta Donghae dan Eunhyuk yang berada di sudut ruangan.

Yesung yang marah tengah menuduh Ryeowook kalau Ia bertemu diam-diam dengan Donghae. Tangan Eunhyuk terkepal keras, hatinya panas mendengar tuduhan tersebut. Ia hampir saja termakan omongan yang mengatakan bahwa Donghae, kekasihnya berhubungan dengan Ryeowook.

"Wookie tidak berbohong Hyung!" sergah Donghae cepat.

"Hyung! Kau kan tau kebiasaanku bermain piano pagi-pagi sebelum kelas dimulai? Kenapa Kau bisa tak percaya?" suara Ryeowook mulai serak menahan tangis.

"Jangan bohong! Jangan bohong!" Yesung tetap pada pendiriannya.

(Flashback off)

Yesung mulai menangis. Ia tak habis pikir bagaimana ini semua bisa terjadi. Ia yang bertengkar dengan Kekasihnya. Ia bahkan belum meminta maaf akibat rasa cemburunya itu.

Tapi semuanya terlambat. Ryeowook sudah.. Kekasihnya sudah tiada. Rasa penyesalan di hatinya kian menumpuk dan semakin menebal. Sakit sekali rasanya.

"Mianhae.. Mianhae.. Wookie-ah.."

Tangannya menyentuh permukaan kulit yang dingin. Tak dipedulikannya perintah Kangin untuk tidak menyentuh tubuh itu sampai pihak kepolisian datang.

"Wookie-ah.. saranghae.. jeongmal saranghae.." lirihnya. Dikecupnya wajah Ryeowook sekilas. Matanya terpejam menikmati sentuhan singkat ini. Ia berfikir keras. Siapa pelaku pembunuhan ini sebenarnya?

Yesung berjengit. Rasanya kakinya menginjak sesuatu. "Hn? Tali karet?"diambilnya tali panjang tersebut. Ia mengedarkan pandangannya pada vas bunga di meja sudut yang terjatuh.

Ia mendekati meja tersebut. Basah. Kenapa meja ini bisa basah? Setahunya bunga palsu dari vas yang tejatuh itu tidak memerlukan air.

"Dingin.." air dingin itu menyentuh permukaan kulit jemarinya. Yesung mendongak ke atas. Didapatinya senar piano yang panjang. Panjangnya mencapai bingkai lukisan di dinding. Ia mencoba menelusuri senar piano itu namun sinar matahari yang menembus jendela menyilaukan pandangannya.

Hari sudah siang rupanya. Tangan Yesung mengambil gelas minumannya. 'cih..' musim panas ini mataharinya terik sekali. Bahkan sebanyak apapun batu es yang Yesung masukan dalam minumannya bisa mencair dalam sekejap.

Yesung tersentak. Ia kembali pada meja yang basah tersebut. Air dingin ini, jangan-jangan… es yang mencair..?

Pikirannya berjalan cepat. Apa ada suatu trik?

'Karet ini bisa dikaitkan pada sudut lukisan. Pisau yang dijepit pada karet ditarik dengan senar piano, didiamkan di sudut dinding'. Yesung mulai menerka-nerka.

'Ujung senar piano lalu ditarik sampai ke vas bunga ini.. tapi vas tidak mungkin kuat ya?' tanya Yesung dalam hati.

Ia kembali merenung. 'Bongkahan es pasti bisa.. ya.. bongkahan es menahan senar.. Ryeowook biasa memainkan piano di pagi hari… Di pagi hari matahari yang muncul pasti bisa mencairkan esnya.. esnya mencair… senar piano lepas, lalu pisaunya…'

Yesung sedikit merinding memikirkan kelanjutannya. "Apa Ryeowook terbunuh akibat trik yang direncanakan ini? bukan langsung dari tangan Si pembunuh?" gumamnya. "Kalau benar... berarti setiap orang dikelas itu punya kesempatan untuk melakukannya.."

Ia kembali menatap Ryeowook.. Dirinya mengingat sesuatu. "Tunggu.. yang tau kebiasaan Ryeowook di pagi hari kan hanya Aku dan Sung-…"

'Krieeettt'

Pintu ruang musik terbuka. Yesung berbalik menoleh kebelakang. Di dapatinya seseorang yang sedikit membuatnya terkejut.

"Kau kan.."

'BUAAGGGHHH!' tongkat baseball yang dibawa orang itu menghantam kepala Yesung keras.

.

To be Continued…

.


Playlist: The Slightly Chipped FullMoon – Iwasaki Taku (Kuroshitsuji II)

Bales Review..

LittleLiappe: Enggak kok.. enggak, di chap ini Kyu enggak mati.. tapi Saya enggak tau kedepannya gimana.. –diharakiri-

Nikwon: Di sini udah Aku kasih secuil clue-nya lho –dibakar habis- keliatan enggak?

Pipit-SungminniELFishy: di chapter ini ada bagian Yesung-nya lho. He..he.. Ayo analisis lagi, udah aku selipin beberapa petunjuk di sini. Panggil Saya, Uru aja :)

Diidactorlove: Hm? Eunhyuk? Kenapa Kamu bisa duga eunhyuk? Hayo… di chap ini lebih jelas lho.. walau seupil doing.. :) –taboked-

Lee Hae Kyu: Death Bell itu film Thriller yang butuh otak juga.. Setiap Kamu mau menolong teman yang di siksa atau yang disembunyikan, kamu harus ngerjain suatu soal. Kalau soalnya salah atau lama menjawab sampai waktu yang ditentukan habis. Maka matilah temanmu! Saya enggak terlalu suka SAW, terlalu sadis.. Ayo lebih di analisis lagi pelakunya siapa..

Kanna Ayasaki: DB 1 memang lebih manthab! (.)b. bagian sadisnya nanti dulu ya.. jiwa psikopat belum merasuki tubuh nih..

rHeitawoo: jangan terjebak sama waktu selang pembunuhan di chap yang lalu lho.. di chap ini.. ada ulasannya nih.. –begaya kya majalah-

7yol males login: Enggak kok.. bukan 'pembunuh'nya tapi 'pembunuhan'nya.. kalau pembunuhnya sih.. chap depan-depan aja.. khukhu..

Fishypussy: Seremnya udah keliatan? Beneran? Tapi maaf.. nanti sadisnya besok-besok aja ya? Ayo ditebak pelakunya..

Thunder's girl: Hehe.. makasih buanyak ya :D udah bisa nebak pelakunya?

Ika UzumakiTeukHyukkie: Maksudmu anak yang tertindas kaya di DB 2 itu? Saya enggak terlalu ngikutin itu kok.. jdnya enggak ada. Kalo nonton SAW sendirian saya baru enggak berani..

A/N: Trik pembunuhan ini diambil dari komik '12 Signs of Zodiak' karya Natsumi Ando-sensei. Jangan tertipu dengan beberapa kalimat. Di chap ini, mungkin akan sedikit membuat Kalian terkecoh. hehehe.. :). Makasih banyak buat Kalian semua.. reviewer, Reader, Silent Reader And You! Makasih banyak! Apa Saya harus naikin ratingnya mengingat ini adalah Gore?

RnR, Onegai?