THE ANSWER
Kim Namjoon x Kim Seokjin
BxB | AU | T
.
.
If you don't like, step back please.
Typo? Other half of me.
.
.
.
"Chuuuu"
Seokjin menoleh cepat saat mendengar suara aneh yang terdengar seperti chu, dan mendapati bibir namjoon yang maju beberapa centi disamping tubuhnya yang sedang duduk disofa sambil membaca majalah.
"Hentikan nam!"
Seokjin menjawab ketus. Kembali pada kesibukan awalnya membaca majalah. Mengabaikan Namjoon yang kebingungan, "Kita belum berciuman hari ini. Lupa tentang artikel yang kemarin kau baca?" Ucap Namjoon blak-blakkan membuat pipi tembam Seokjin dipenuhi semburat kemerahan.
"Tidak lupa. Hanya sedang malas."
Kembali jawaban ketus yang Namjoon terima, membuatnya semakin kebingungan. Seokjinnya masih baik-baik saja saat ia tinggal pergi ke kantor. Namun ada hal yang aneh setelah ia pulang. Mulai dari Seokjin yang ogah-ogahan menyambut kedatangannya, makan malam yang terabaikan, bathub yang masih kosong dan sekarang Seokjinnya yang menolak kehadirannya. Ada yang tidak beres disini pikir Namjoon.
"Apa aku berbuat sesuatu yang salah?"
"Hmm"
"Hyung. Bicaralah, aku tidak bisa membaca fikiran ora-"
BRAK!
Belum sempat Namjoon menyelesaikan perkataannya, majalah yang Seokjin baca sudah melayang dan mendarat dengan mulus didataran meja. Membuat Namjoon terperangah, menelan ludah dengan susah payah. Itu baru majalah yang Seokjin lempar, buka panci atau peralatan masak yang dilembar kekasih manisnya.
"Aku tidak memintamu membaca fikiranku! Tapi aku memintamu mencari jawabannnya!"
Seokjin berkatan geram, masih terselip getaran diantara sahut suaranya yang memenuhi ruang tv di apartment mereka berdua. Matanya bergerak gelisah, dibarengan dengan dada yang naik turun menahan sesuatu yang meletup-letup. Berbanding tebalik dengan Namjoon yang terbengong, bingung harus melakukan apa. Karena ini kali pertama selama tiga tahun dalam hubungan mereka, Seokjin begitu emosional. Namjoon begitu penasaran dengan alasan dibalik semua ini. Bibirnya gatal ingin bertanya, namun ia urungkan karena ini bukan moment yang pas.
"Aku mau pulang."
"Sayang mak-
"Aku mau orangtuaku, aku mau pulang ke rumah."
Seketika tubuh Namjoon mendingin, otot-ototnya kaku bahkan hanya sekedar menahan tangan Seokjin yang dengan gerakan cepat meninggalkan sofa, lalu menghilang dibalik pintu kamar mereka yang sedetik kemudian keluar kembali dengan setelan yang sama namun bersama satu koper dan tas jinjing ditangannya. Seperti Seokjin sudah menyiapkan ini tanpa sepengetahuan Namjoon.
Bunyi roda-roda koper yang memenuhi apartement mereka yang menyadarkan Namjoon untuk berdiri, mengejar si manis yang kini tengah memakai sepatunya. Menahan pergelangan tangannya yang akan membuka pintu, meremasnya lembut. Memberikan isyarat lain agar si manis tetap tinggal. Namun bukannya remasan balik yang Namjoon terima, tetapi tepisan ditangan yang ia dapatkan.
"Pikirkan jawabannya. Baru kau boleh menemuiku."
Keputusan final Seokjin membungkam bibir Namjoon yang biasanya sangat pintar merangkai kata-kata manis berbumbu seksual yang disukai Seokjin, kini semuanya menguap dari isi kepala si sexy brain. Sebagai seorang gentleman dia mengalah, memberikan ruang bagi Seokjin untuk pergi. Membiarkan si manis tersayangnya pulang ke rumah orangtuanya.
"Damn!"
Sebuah umpatan dari bibir Namjoon menjadi pelengkap malamnya yang kelam setelah Seokjin pergi, meninggalkannya seorang diri atau tidak sendirian karena kini meja dapur dipenuhi dengan beberapa kaleng bir yang kosong.
Kepala Namjoon penat, saraf-saraf tegangnya terus dipaksa bekerja oleh Namjoon. Mencari dimap-map tersembunyi disudut kepalanya, barangkali menemukan jawaban dari pertanyaan dari orang terkasihnya. Namun nihil, bukan jawaban yang Namjoon dapat, tapi botol vodka keduanya yang ia tegak.
.
.
.
Akan kah Namjoon mendapatkan jawabannya? Akankah Seokjin kembali ke pelukan namjoon? Akankah namjin berakhir bahagia? Nantikan kelanjutannya di NAMJIN yang gurih-gurih enyoy yang sayangnya gak digoreng dadakan.
Btw, ada yang bisa nebak kenapa Seokjin jadi begitu emosional? Yang jawabannya betul, bisa request Fanfic dengan OTP yang kalian sukai. Selamat mencoba
Dan ini chap duanya sudah jadi, tinggal dipublish XD
Terimakasih untuk LikeReviewFollow nya, bikin semakin semangat menulis. Ditunggu dikotak review yaa semuanya
Oh ya, The Diary udah update tuh (promosi bhahaha XD)
