"From Me To You"
Main Cast : Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Xi Luhan
Oh Sehun
Other Cast : All member Exo and Other
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan Yang Maha Esa, Orang Tua mereka dan Agency mereka kecuali cerita ini milik saya ^^
Warning : Typo's bertebaran dimana-mana, GS (Genderswitch), Bahasa Tidak Sesuai EYD, Don't Bash and Plagiat ! Walaupun cerita ini pasaran tapi ini murni dari pemikiran saya ^^
.
Summary : "kalau begitu jika aku merubah diriku menjadi laki-laki kau mau menikah denganku?" / "hei jangan cemberut seperti itu ! kenapa kau cemburu dengan Sehun yang menggandeng tangan luhan dengan mesra seperti itu? ahh jangan-jangan kau menyukai sehun? benarkan?" / "ya buatlah Baekhyun menyukaimu chan"
.
Back Song : Davichi - From Me To You
Chapter 2 :
Baekhyun sampai dirumah tercintanya, pertama – tama dia mengucapkan salam setelah itu menemui eommanya yang sedang asyik berkutat dengan peralatan memasaknya didapur.
"eomma" baekhyun menyapa eommanya dengan raut wajah yang gembira
"astaga baekhyun, ini kau?" tanya nyonya byun kaget melihat penampilan baekhyun
Bagaimana tidak penampilan baekhyun benar-benar seperti laki-laki. Rambut panjangnya kini sudah tidak ada lagi , karena model rambutnya sudah berganti menjadi pendek seperti anak laki-laki. Nyonya byun hanya geleng-geleng kepala melihat penampilan anaknya ini. Nyonya Byun tahu jika anaknya itu memang tomboy sedari kecil, maka dari itu nyonya Byun tidak marah jika anaknya merubah penampilannya menjadi seperti laki-laki.
"ne tentu saja eomma, ini baekhyun anak eomma. Bagaimana penampilanku? Keren bukan?"
"ck, kenapa kau memotong rambutmu seperti ini sayang?"
"aku suka dengan penampilanku saat ini eomma, oh ya karena penampilanku sudah berubah, jadi apa aku besok boleh merubah seragamku? Aku ingin memakai celana seperti sehun eomma. Boleh ya please?" baekhyun memohon sambil menampilkan puppy eyesnya, nyonya byun sungguh tak habis pikir dengan pikiran putrinya ini.
Jika dia menuruti permintaan baekhyun itu sangat tidak mungkin, Baekhyun anak perempuan sudah seharusnya dia memakai seragam yang dikhususkan untuk anak perempuan, tapi jika nyonya byun tidak menuruti permintaan baekhyun dia takut jika baekhyun akan sakit. Karena pernah suatu hari permintaan baekhyun tidak dituruti, Baekhyun malah jatuh sakit dan membuat kedua orang tuanya khawatir. Jadi dengan terpaksa nyonya byun menuruti permintaan Baekhyun, yaitu Baekhyun boleh memakai seragam sekolah khusus namja.
"yeay manse,, manse… gomawoyo eomma… saranghae" baekhyun memekik girang lalu mencium kedua pipi eommanya
"ne, tapi ingat jangan melakukan hal-hal yang aneh"
"tenang saja eomma. Kalau begitu aku kekamar dulu, dahh eomma" baekhyun melenggang pergi dari hadapan nyonya byun dan kembali ke kamarnya.
.
.
Baekhyun tak henti-hentinya bercermin dan dia tak sabar untuk hari esok karena dia akan mengejutkan seseorang.
"ku yakin dia pasti akan terkejut dengan penampilanku"
Baekhyun tersenyum menatap dirinya
.
.
Baekhyun sampai disekolahnya, dari awal dia mulai menginjakkan kakinya digerbang sekolah hingga kini dia masuk kekelasnya, semua teman-temannya memandangi dirinya. Teman-temannya mengira jika ada anak baru lagi yang bersekolah di XOXO high school. Tapi setelah mereka menatap Baekhyun lebih dalam, teman-temannya akhirnya mengenali jika orang yang mereka lihat adalah Baekhyun si siswi paling tomboy di XOXO high school.
Sesampainya dikelas, Baekhyun langsung diserbu oleh jongdae dan suho yang merupakan teman satu club hapkidonya.
"waw ini apa benar ini Byun Baekhyun?" tanya jongdae sambil merangkul pundak baekhyun
"tentu saja, bagaimana dengan penampilanku? keren bukan?" tanya baekhyun sambil menaikkan poni rambutnya kebelakang
"tak kusangka ternyata kau benar-benar berniat merubah gendermu" ucap suho geleng-geleng kepala
"hahaha aku belum merubah genderku hyung, aku hanya merubah penampilanku. apa aku tampan?" tanya baekhyun pada suho. Baekhyun memang sering memanggil teman laki-laki yang lebih tua darinya dengan sebutan hyung.
"heumm sebentar biar aku nilai dirimu" suho menaruh jemarinya didagu dan mulai melirik baekhyun dari atas sampai bawah
"bagaimana?" tanya baekhyun tidak sabaran
"kau benar-benar oke baek ! ya walaupun wajahmu masih tetap cantik dan imut" jawab suho
"yak hyung ! jangan pernah katakan aku cantik !" baekhyun mempoutkan bibirnya lucu
"hahaha bagaimana bisa kau ingin merubah penampilanmu menjadi seperti kami, kalau kelakuanmu saja seperti ini" chen mengusak rambut baekhyun gemas
.
.
"astaga ini benar dirimu?" pekik Luhan tiba-tiba membuat chen dan suho beserta teman-teman yang berada dikelas tersebut melihat luhan.
karena merasa diperhatikan, Luhan kemudian membungkukkan badannya meminta maaf telah membuat teman-temannya terkejut setelah itu Luhan dengan cepat berjalan menemui Baekhyun.
"tentu saja bagaimana dengan penampilanku? Terlihat keren bukan?" tanya Baekhyun dengan senyuman menawannya.
"kenapa kau memotong rambutmu seperti ini baek?" tanya Luhan sambil menunjuk rambut Baekhyun yang sudah berubah menjadi pendek
"karena aku ingin menjadi seperti Sehun" jawab baekhyun santai
"kenapa kau ingin menjadi seperti seperti sehun? kau me-menyukai sehun?" tanya Luhan lagi entah kenapa Luhan jadi takut jika Baekhyun menyukai Sehun. Karena sejujurnya Luhan telah menyukai Sehun dari awal mereka bertemu
"tidak apa-apa, aku hanya ingin menjadi sehun saja. bagaimana dengan penampilanku? kau belum menjawab pertanyaanku lu"
"eumm bagaimana ya? kau keren kok. hanya saja kenapa kau juga memakai seragam untuk namja?"
"oh ini? iya karena mulai hari ini dan seterusnya Byun Baekhyun akan bertransformasi menjadi seorang namja"
"kau serius?" ini adalah pertanyaan dari chen
"hahah serius. kalau tidak untuk apa aku merubah penampilanku?"
"ck kau benar-benar gila baek" suho geleng-geleng kepala dan hanya malah dibalas cengiran oleh baekhyun.
.
.
"waw gaya rambut yang bagus nona byun oh tidak apa aku harus menyebutmu tuan byun?" kata Chanyeol bercanda ketika melihat Baekhyun yang merubah penampilannya
"terserah kau saja tuan park. whatever" ucap baekhyun acuh
"tunggu sebentar. omaya kau jadi terlihat seperti adik sehun Baek. apalagi dengan gaya rambut seperti ini. ah apa kau mengikuti gaya rambut sehun?"
"bagaimana bisa kau tahu?" tanya baekhyun menyelidik
"hahaha tentu saja aku tahu . aku pakar styles rambut baek. apalagi aku sepupu Sehun jadi tentu saja aku tahu" ucap chanyeol dengan percaya diri, padahal dia hanya menebak tadi
"uh sok sekali dirimu ! ck ya aku mengganti style rambutku seperti style rambut milik sehun. bagaimana apa terlihat cocok untukku?"
"heumm kau terlihat semakin imut baek. tapi serius gaya rambutmu ini sangat cocok untukmu" ucap chanyeol jujur, memang walaupun menurut baekhyun penampilannya ini membuat dirinya menjadi tampan, tapi menurut para teman lelakinya seperti suho, jongdae dan chanyeol baekhyun malah terlihat semakin cute.
"jinjayo? ah berarti aku tak salah pilih dengan model rambutku" baekhyun tersenyum senang
.
.
.
Sehun masuk kekelas dia menyerngit heran dan bertanya-tanya siapa namja yang berada disamping Luhan? apa mungkin ada murid baru yang duduk disamping Luhan? tapi itu tidak mungkin karena itu tempat baekhyun, tidak mungkin baekhyun membiarkan duduk disebelah Luhan selain dirinya? jadi apa mungkin itu Baek? astaga Sehun membulatkan matanya melihat namja ah tidak bukan namja tapi yeoja yang merubah penampilannya menjadi seorang namja. Sehun lantas mendekati Luhan dan memastikan apakah yang ia lihat benar Baekhyun atau tidak.
"hai Luhan, Hai,,, astaga baekhyun ini benar kau? jadi aku tak salah lihat?" ucap sehun terkejut jadi perkiraannya memang benar jika dia adalah Baekhyun.
"hai sehun,, hahaha dia memang baekhyun. kau pasti terkejut bukan? aku juga awalnya sangat terkejut melihat baekhyun seperti ini" ucap luhan terkekeh lucu melihat wajah sehun saat ini
"kau tidak perlu bertingkah berlebihan seperti itu sehun" kata baekhyun memutar bola matanya, terkadang dia merasa jika sahabatnya yang satu ini selalu bertingkah berlebihan.
"kenapa kau merubah penampilanmu seperti ini baek? kau kan yeoja" tanya sehun
"tidak kenapa-kenapa, aku hanya ingin merubah penampilanku saja. memang kenapa jika aku yeoja? apa aku tak boleh berpenampilan seperti namja? aku suka diriku seperti ini" jawab baekhyun
"sudahlah sehun biarkan saja baekhyun seperti itu, lagi pula bagaimanapun penampilannya baekhyun tetaplah baekhyun. yeoja yang manis dan lucu" kata chanyeol membela baekhyun
"tapi chan,,"
"sst sudahlah, cepat duduklah" kata chanyeol menyela apa yang akan dikatakan sehun. Sehun hanya bisa menghela nafasnya lalu duduk disebelah chanyeol.
"terima kasih atas pembelaanmu tuan park" baekhyun mengedipkan sebelah matanya pada chanyeol dan chanyeol hanya mengacungkan ibu jarinya.
.
"kenapa kau membelanya? aku kan ingin menasehatinya untuk tidak berpenampilan seperti namja" bisik sehun pada chanyeol sambil mengeluarkan buku pelajarannya
"aku tidak membelanya, menurutku memang tidak masalah baekhyun berpenampilan seperti apa. bagiku baekhyun tetaplah baekhyun. lagipula dia terlihat imut dengan gaya rambut seperti itu, asal kau tahu dia merubah penampilannya seperti itu karena dia terinspirasi padamu. apa kau tak melihat gaya rambutnya sama seperti gaya rambutmu? jika kau dan dia berdiri bersebelahan maka orang akan mengira jika baekhyun adalah adikmu. kalian benar-benar sangat mirip" kata chanyeol
"mwo? dia mengikuti gayaku? astaga benar-benar anak itu" sehun berujar frustasi dan sehun tahu apa alasan baekhyun merubah penampilan seperti dirinya
"heumm ne, awalnya aku hanya menebak tapi ternyata tebakanku benar. baekhyun yang mengatakannya sendiri. sepertinya dia benar-benar menyukaimu"
"ck, tidak dia tidak menyukaiku" sehun terdiam beberapa saat lalu tiba-tiba dia berbicara pada chanyeol
"chan, apa kau masih menyukai baekhyun?"
"tentu saja, memang kenapa? apa kau sudah merubah perasaanmu? kau menyukai baekhyun?"tanya chanyeol balik
"ck tentu saja tidak, aku masih menyukai Luhan. syukurlah jika kau masih menyukai baekhyun. kau tidak ingin membuat baekhyun balik menyukaimu? dan melupakan perasaannya saat ini?"
"bagaimana ya? ingin sih hanya saja, sepertinya ini akan sulit apalagi yang disukainya adalah dirimu sepupuku sendiri. tidak bisa secepat itu aku membuat baekhyun menyukaiku. tapi aku akan berusaha kau tenang saja"
"bagus ! buatlah baekhyun menyukaimu . aku mendukungmu brother"
"kau tenang saja brother ! oh ya sejauh mana hubunganmu dengan luhan? kau tak ingin menaikan level hubungan kalian?"
"secepatnya akan aku naikkan level hubungan kami. kau tunggu saja kabar bahagia dariku"
"hahaha okay aku tunggu kabar bahagia itu"
.
.
Jam istirahat berbunyi, semua siswa dan siswi XOXO High school berhamburan keluar kelas dan menuju kantin. Baekhyun berdiri dari bangkunya dan menunggu Luhan yang masih membereskan bukunya. Hari ini baekhyun berniat mentraktir Luhan makan siang. Luhan tentu saja tidak menolak, lumayan juga kan untuk menghemat uang jajannya. Luhan dan Baekhyun memang sering melakukan acara saling mentraktir.
Setelah selesai membereskan bukunya Luhan berdiri lalu menghampiri sehun untuk ikut makan siang bersama dikantin. Mood baekhyun berubah menjadi buruk, niatnya kan ia hanya ingin makan siang bersama luhan tapi kenapa luhan malah mengajak sahabat albinonya itu? ck, menyebalkan sekali. Untung saja sehun mengajak chanyeol jadi baekhyun tidak akan menjadi obat nyamuk diantara hunhan.
sesampainya dikantin...
"wah kau banyak uang juga nona byun, tapi kenapa hanya Luhan yang kau traktir? aku dan sehun tidak?" kata chanyeol sedikit bercanda
"ck jika kau dan sehun ingin makan beli sendiri ! ini hanya khusus untuk Luhan" baekhyun memeletkan lidahnya lalu menaruh satu piring bulgogi dimeja luhan setelah itu dia duduk dibangkunya dan mulai menyantap ramyunnya
"kenapa kau hanya memakan ramyun baek? kau selalu memakan ramyun itu tidak baik untuk kesehatanmu" kata luhan sedikit menasehati baekhyun
"tapi aku menyukai ini lu" kata baekhyun
"nona lu benar baek terlalu banyak memakan ramyun sangat tidak baik bagi kesehatanmu" tembal chanyeol
"ck kalian ini sudah seperti appa dan eommaku saja. sudahlah makan saja makanan kalian" kata baekhyun keras kepala , percuma saja baekhyun dinasehati.
"kau memang keras kepala baek" sahut sehun
"ne terima kasih atas pujianmu tuan oh"
"hei baek, kau kan hanya dekat dengan luhan dan sehun apa tidak ada seseorang yang kau sukai?" tanya chanyeol tiba-tiba membuat baekhyun tersedak ramyunnya
"uhukk-uhukkk" baekhyun menaruh sumpitnya dan memukul dadanya yang sakit
"astaga baek hati-hati, ini diminum" luhan memberikan segelas air dan baekhyun langsung menegaknya
"hahh kau mau membuatku mati?" baekhyun memelototkan matanya menatap chanyeol horror
"ani, aku kan hanya bertanya. apa aku salah?" tanya chanyeol dengan tampang biasa
"ck, kenapa memangnya jika aku memiliki seseorang yang aku sukai?"
kini giliran sehun yang tersedak makannya
"uhukk uhukk"
"astaga kalian ini kalau makan hati-hati" luhan dengan penuh perhatiannya mengambilkan sehun air
"gomawo" ucap sehun pada luhan
"waw kau menyukai seseorang? siapa itu?" tanya chanyeol
"it's secret. pokoknya orang itu adalah orang yang selalu ada disaat aku sakit, senang, susah maupun sedih. ah sudahlah yang terpenting aku menyukainya. dia seperti malaikat bagiku"
"wah baek, apa qku mengenalnya? kenapa kau tak pernah menceritakannya padaku?" tanya luhan mempoutkan bibirnya
"hahaha mianhae uri Lulu. ne kau mengenalnya" baekhyun mengusak kepala luhan
sehun yang sedari tadi diam semenjak acara tersedaknya hanya mengeraskan rahangnya dan memegang sumpitnya dengan keras melihat interaksi baekhyun dan luhan yang seperti itu.
"aku mengenalnya?" tanya luhan dan baekhyun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya
sedangkan baekhyun kembali menyantap ramyunnya, ketiga orang disekitarnya saling membatin satu sama lain.
'aku mengenalnya? apa jangan-jangan itu? se..hun?'
'aku yakin itu adalah sehun...setelah mendengarkan pengakuannya tadi aku yakin orang yang dia maksud adalah sehun, tidak mungkin bukan jika baekhyun menyukai luhan?'
'hh sudah kuduga jika baekhyun memang menyukainya. aku tidak mungkin salah mengartikannya'
.
.
"hai sayang apa yang sedang kau lakukan?" tanya nyonya byun ketika memasuki kamar putrinya itu, dia melihat baekhyun sedang merajut
"eh eomma, aku sedang merajut. aku ingin membuat sebuah syal" kata baekhyun tersenyum bersemangat dan kembali merajut
"heumm memangnya kau ingin membuat syal untuk siapa?" tanya nyonya byun penasaran
"hahaha ini untuk lulu eomma, tapi eomma jangan bilang pada lulu. aku ingin memberikan ini saat ulang tahunnya nanti"
"oh untuk luhan?"
"ne eomma, bagaimana apa menurut eomma luhan akan menyukainya?"
"hmm tentu saja, dia pasti akan menyukainya. apalagi ini adalah buatan tanganmu sendiri. luhan pasti senang menerimanya. tapi apa kau tidak ingin membuatkan juga untuk sehun? bukankah ulang tahun sehun dan luhan berada dibulan yang sama?"
"oh tenang saja eomma, aku sudah membuatkan sehun topi. aku tidak mungkin melupakan hadiah untuk sahabatku yang satu itu"
"yasudah, kau lanjutkan saja acara merajutnya, eomma keluar dulu ya sayang" nyonya byun mengecup dahi baekhyun lalu pergi
"ah iya sehun, aku bahkan melupakannya. ah lebih baik aku membuatkan satu syal lagi untuk sehun" baekhyun mengambil benang rajut yang baru lalu mulai membuat syal untuk hadiah ulang tahun sehun
jika baekhyun membuatkan syal berwarna pink untuk luhan maka baekhyun memberikan syal berwarna merah untuk sehun.
"luhan mianhae, syal untukmu harus aku tunda, tapi tenang saja disaat ulang tahunmu syal itu pasti sudah jadi"
.
.
Tiga hari ini baekhyun lembur untuk melanjutkan rajutan syalnya hadiah ulang tahun untuk sehun. Setelah selesai membuat syal untuk sehun, baekhyun melanjutkan rajutan syalnya yang akan ia berikan dihari ulang tahun luhan. Jemari Baekhyun penuh dengan plester akibat luka tertusuk jarum rajut. Tapi itu tidak masalah untuknya karena syal ini akan diberikan kepada dua orang special dalam hidupnya maka dari itu Baekhyun tidak peduli jika jarinya penuh dengan plester-plester yang menempel.
Hari ini tepat tanggal 12 April itu berarti hari ini adalah hari ulang tahun Oh Sehun. Baekhyun terkadang iri dengan Sehun dan Luhan karena mereka lahir dibulan yang sama. Walaupun hanya berbeda 1 bulan dengan Baekhyun tapi tetap saja menurut baekhyun, Luhan dan Sehun beruntung lahir dibulan yang sama. Baekhyun sudah mempersiapkan satu kotak kado berwarna hijau yang akan dia berikan kepada sahabatnya Sehun.
Sebelumnya Baekhyun dan teman-teman sekelasnya memberi kejutan pada Sehun sebelum pelajaran dimulai. Pagi-pagi sekali semua siswa dan siswi kelas XI.1 datang dan mulai mendekorasi kelas, tak lupa mereka juga mempersiapkan satu buah kue ulang tahun dengan lilin berbentuk angka 17 diatasnya.
Baekhyun berdiri didepan kelas untuk melihat apakah Sehun sudah datang atau belum. Setelah melihat Sehun berjalan menuju kelasnya, baekhyun langsung masuk dan menutup pintu lalu mematikan lampu kelas dan juga menutup semua korden agar keadaan kelas menjadi gelap, setelah itu dia memberi kode agar semua temannya siap. Disampingnya ada Luhan yang tengah membawa kue ulang tahun untuk sehun. Sedangkan Chanyeol dia membawa terompet untuk memeriahkan kejutan yang akan diberikan pada sehun. Chen siap memegang handycamp nya untuk merekam semua moment.
Sehun mulai memegang gagang pintu, dengan perlahan dia membuka pintu kelas. Awalnya dia ragu ketika akan memasuki kelas, pikirnya apa semua temannya belum datang? atau apa dia datang terlalu pagi? tapi tidak mungkin karena 10 menit lagi kelas akan dimulai dan juga keadaan kelas yang lain biasa saja. Untuk memastikannya Sehun masuk kekelasnya dengan perlahan sehun menyalakan saklar lampu.
prettt~~~
"saengil chukka hamnida... saengil chukka hamnida saranghanda Oh Sehun ! saengil chukka hamnida ~~"
sehun hanya bisa diam terkejut ketika teman-temannya menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Sehun kemudian tersenyum senang dan berterima kasih kepada semua temannya yang telah memberikan kejutan dihari ulang tahunnya ini.
"woahhh jongmal gamsahamnida chingudeul" seru sehun
"happy birthday my brother, bagaimana apa kau menyukai kejutan dari kami?" tanya chanyeol memeluk sepupunya itu
"neomu johae... gomawo"
"hahaha kalau begitu ayo tiup lilinnya dan buat permohonan" kata Luhan yang kini berdiri dihadspan sehun sambil membawakan kue ulang tahun. Hati Sehun berdegub kencang ketika Luhan berdiri dihadapannya sambil memegang kue ulang tahunnya. Untuk menutupi kegugupannya sehun menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan lalu mengepalkan kedua tangannya didepan dada dan mulai memejamkan matanya membuat permohonan. Setelah selesai membuat permohonan, Sehun meniup api yang menyala dililin ulang tahunnya.
"yeayyy ! potong kuenya cepat dan beriksn potongan pertama pada orang yang special. kira-kira siapa ya orang special sang ketua osis kita?"seru Xiumin menggoda sehun
sehun yang digoda hanya tersenyum malu-malu dan mulai memotong kuenya. Sehun bingung harus memberikan potongan pertama kuenya kepada siapa, tapi karena hatinya selalu memihak pada seseorang maka Sehun lantas mendekati orang itu dan mulai menyuapi kue tersebut pada seseorang yang tak lain adalah Luhan.
"buka mulutmu" ucap sehun
"aku?" tanya luhan
"heumm dirimu, kue ini aku berikan special untukmu Xi Luhan" sehun tersenyum sambil terus menyodorkan sesendok kue didepan mulut luhan. Luhan dengan malu-malu membuka mulutnya dan sesendok kue ulang tahun sehun masuk kedalam mulutnya.
"cieee cieeeee jadi orang special sang ketua Osis adalah Luhan? OMG ini berita bagus untuk mading kita, Chen cepat foto moment romantis mereka" seru Kyungsoo dengan hebohnya
"tenang-tenang aku sudah mengabadikan semuanya" chen tersenyum bangga sambil terus memegang handycampnya
Wajah Sehun dan Luhan memerah sempurna, godaan dari semua temannya membuat mereka malu. Tanpa mereka sadari seseorang tengah cemberut , mengepalkan tangannya kesal.
Setelah pesta kejutan Sehun berakhir, mereka mulai duduk dibangku masing-masing. Baekhyun dengan semngatnya walaupun hatinya masih kesal dengan kejadian di pesta kejutan tadi menyodorkan sekotak kado berwarna hijau yang memang dia persiakan untuk hadiah ulang tahun sehun.
"sehun-ah ini kado dariku, semoga kau menyukainya" ucap baekhyun girang
"wah apa ini?" tanya sehun penasaran
"buka saja jika kau penasaran" ucap baekhyun tersenyum misterius.
Sehun membuka kadonya dan mulai mengeluarkan isi kadonya yangbternyata adalah sebuah syal berwarna merah. Walaupun syal itu tidak sebagus seperti syal miliknya yang sering ia pakai saat musim dingin tapi sia tahu jika ini pasti baekhyun yang mmebuatnya dengan susah payah.
"wah kau memberikanku syal? tapi ini musim semi baek"
"memang syal harus dipakai saat musim dingin saja?"
"tidak sih"
"tapi kalau kau mau memakainya saat musim dingin saja tidak masalah kok. jadi apa kau suka?"
"heumm sangat suka,, terima kasih baek. ini akan aku simpan" sehun memasukkan syal pemberian baekhyun kedalam tasnya.
"baek kau pasti berusaha keras" ucap chanyeol tiba-tiba
"maksudmu?"
"lihatlah ini,,, jarimu" chanyeol memegang jari baekhyun yang penuh dengan plester
"awww jangan dipegang babo. ini sakit" rintih baekhyun
"astaga baek,,, kau tidak perlu menyiksa dirimu untuk memberikan kado untukku" ucap sehun yang merasa bersalah
"gwenchana ini hanya luka kecil saja kok. tenang saja"
'baekhyun begitu perhatian pada sehun, apa mungkin baekhyun juga menyukai sehun?' batin luhan yang sedari tadi terdiam memandang jari baekhyun
"hei luhan kenapa kau hanya diam? mana kadomu untuk sehun?" baekhyun menyenggol lengan luhan hingga membuat luhan tersadar dari lamunannya
"ehh ini kado untuku sehuni,.. selamat ulang tahun" luhan memberikan sekotak kado berwarna merah untuk sehun
"aku buka ya?" sehun mulai membuka kado pemberian luhan.
"wahhh ini jam tangan rolex yang aku suka, terima kasih luhanie" sehun tersenyum senang melihat kado dari luhan sebuah jam tangan merk 'rolex' berwarna silver lalu memakainya di pergelangan tangannya.
"bukankah ini jam couple?" tanya chanyeol
"ne itu benar dan yang satu lagi aku pakai, bagaimana bagus bukan?" luhan memperlihatkan jam yang berada di pergelangan tanggannya.
"wah jika kalian memakai jam couple seperti ini terlihat seperti sepasang kekasih asal kalian tahu" cerocos Chanyeol dan hanya dibalas kekehan dari Luhan dan sehun sedangkan baekhyun dia semakin memajukan bibirnya menatap sebal kearah chanyeol yang terus berbicara bagaimana serasinya pasangan sehun dan luhan. Apa chanyeol tak tahu jika hati baekhyun sakit? Ataukah chanyeol sengaja membuatnya menahan cemburu seperti ini? Ck. Dengan kesal baekhyun berdiri dan meninggalkan ketiga orang tersebut.
"heh kau mau kemana baek?" teriak chanyeol saat baekhyun sudah sampai didepan pintu
"toilet" ucap baekhyun singkat lalu pergi
.
.
"uh park idiot chanyeol ! dia sengaja atau bagaimana sih? Eh kalau dibilang sengaja dia kan tidak tahu yang sebenarnya. Arghh entahlah ! aku sebal pokoknya sebal !" baekhyun mengumpat sendiri diatap gedung sekolah.
"hh dari pada aku memikirkan mereka semua lebih baik aku akan fokuskan untuk membuat kejutan dihari ulang tahun Luhan saja. aku yakin pasti luhan senang dengan kejutan kado ulang tahun dariku"
TBC
huaahh SAENGIL CHUKKA HAMNIDA SEHUN OPPAAAA !
padahal udah lewat,, tapi gak apa-apa lah yah...
sebenarnya chap ini mau diupdate pas ultah sehun oppa tapi berhubung belum selesai jadi baru bisa diupdate sekarang hehehe
bagaimana apa masih ada yang berminat dengan ff ini?
jangan lupa review yaaaa
review kalian menyemangati saya loh :D
Annyeong
RnR?
