-Secret Identity-
*Ch 2*
Story by: Kiriko Alicia
Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp
Rating: T
Pairing (Main): Kagamine Rin X Kagamine Len
Genre: Romance, Fantasy, Mystery, Humor.
Warning: Cerita gaje, alur lambat/ngebut, typo merambat dimana-mana, dan cerita ini dapat mengakibatkan berbagai macam reaksi terhadap para pembacanya (Menangis terharu, tertawa ngakak, kesel-kesel sendiri karena pairing lainnya tidak sesuai harapan, dll). All in Normal Pov.
Summary: Rin bukanlah manusia yang 'sempurna', karena ia memiliki sihir. Apalagi dengan identitas sebenarnya yang ia sembunyikan dari teman-temannya, menambah misteri dalam dirinya.
"Hoi. Bukannya kamu harusnya menunjukkanku tentang sekolah ini ya?" Tanya Rin kesal ketika melihat Len Kagamine bercanda ria dengan teman sebangkunya, bukannya melakukan yang diberitahukan Luka sensei.
"Aku kan sudah bilang tidak mau," jawab pemuda itu setengah-setengah. Muncullah empat sudut siku-siku di pelipis Rin. Wajahnya pun berubah menjadi masam. Namun tiba-tiba saja wajahnya menjadi cerah dan ia tersenyum lebar layaknya Chesire Cat.
"Ya sudah, kalau tidak mau tidak apa-apa," ucap Rin pendek sebelum menarik nafas dalam-dalam dan bersiap menjalankan rencananya.
"Aku kan memang tidak ma-"
"SENSEI! KAGAMINE-SAN TIDAK MAU MENGANTARKU KELILING SEKOLAH!"
"-u," dan kini pemuda itu sangat kaget dengan aksi mendadak seorang Kagane Rin. Luka yang mendengar teriakan Rin langsung menoleh dari mejanya. Memang, Luka saat ini sedang berada di dalam ruangan.
"Ada apa Kagane-san?" Tanyanya ramah, sepertinya ia tidak menangkap ucapan Rin.
"SENSEI! KAGAMINE-SAN TIDAK MAU ME- Mmph!"
"Tidak ada apa-apa kok, sensei," ucap Len sambil tersenyum meyakinkan, sebelah tangannya digunakkan untuk membekap mulut Rin.
"Oh, souka? Baiklah," ucap Luka, sepertinya tidak terlalu tertarik. Lalu ia pergi keluar ruangan sambil membawa benda-bendanya.
Rin yang tidak terima pun memberontak. Ia memukul tangan Len, sehingga mau tidak mau, Len harus melepaskan Rin.
"Itai!" Jerit Len pelan, sedangkan Rin hanya menyeringai senang. Sepertinya, ketika kau melihat seseorang yang kau benci menderita, hal itu menimbulkan suatu kebahagiaan tersendiri bagimu. Len pun men-deathglare Rin.
Rin yang menangkap 'sinyal' dari Len balas men-deathglare Len. Sekelas yang melihat adegan 'mengenaskan' itu langsung sweatdrop di tempat. Haaah… Sepertinya perang antara Kagamine Len dan Kagane Rin akan dimulai dari-
"Apa yang kau lakukan?!"
-sekarang.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu seperti itu!" Sahut Rin balik dengan wajah gusar.
"Kau sendiri! Apa kau sadar apa yang baru saja kau lakukan, hah?!"
"Ha?! Hanya mengatakan reali-"
PUK!
Tiba-tiba saja, pundak Rin ditepuk seseorang. Dengan wajah gusar, Rin pun menoleh kearah gadis yang menepuk pundaknya. Gadis itu berambut honeyblonde panjang sepunggung dan diikat ponytail.
"Kagane-san, jika kau tidak keberatan, sebaiknya aku saja yang mengantarmu keliling sekolah," terang gadis berambut honeyblonde itu sambil sweatdrop.
"Eh?" Rin yang mendengar tawaran gadis itu kebinggungan, namun kemudian wajahnya langsung berbinar-binar tanda bahagia. "Arigatou! Kau sudah menyelamatkanku dari monster menyebalkan itu!"
Dan Len yang merasa tersindir dengan kata 'monster' berusaha membantah.
"Siapa juga yang mon- ITAII!"
PLUK!
Sebelum Len sempat menyelesaikan ucapannya, Rin sudah melempar sebuah kotak pensil yang berada di sebelahnya dan kotak pensil itu dengan mulus mendarat di wajah Len.
"Urusai! Siapa juga yang mau mendengar ucapanmu?! Weeekkk!" Rin pun menjulurkan lidahnya sambil menarik bagian bawah matanya dengan jari telunjuk, mengejek Len. Lalu ia segera pergi keluar ruangan sambil menarik lengan gadis berambut honeyblonde itu.
Sekelas yang melihat 'pertengkaran' mereka langsung sweatdrop. Sedangkan Len? Hanya menggumam berbagai kata sindiran kepada Rin dengan wajah masam di tempatnya.
.
.
.
"Kagane-san, bagaimana kalau kita mulai dari ruang musik?" Tanya gadis berambut honeyblonde panjang itu ramah. Rin hanya mengangguk sambil tersenyum ramah.
"Baiklah! Ah, dan siapa kau? Aku kan baru, jadi belum tahu nama semua murid disini. Ehehe, maaf…," ucap Rin, menggaruk bagian belakang kepalanya sambil tertawa hambar.
"Ii ne, namaku Negami Lenka," jawab gadis itu sambil tersenyum manis. Rin membeku seketika.
"Negami Lenka…? Oh… Jadi dia targetku ya… Sepertinya cukup mudah…," batin Rin sambil meneliti Lenka. Gadis berambut honeyblonde panjang dengan wajah manis dan bulu mata lentik. Mungkin ia lebih ke tipe kawaii, sama seperti Rin. Tinggi badannya hampir sama dengan Rin, hanya saja, ia lebih tinggi sedikit.
"Oh… Aku-"
"Kagane Rin kan? Aku sekelas denganmu, ehehe. Tapi mungkin kau tidak menyadarinya tadi," tutur Lenka sambil tetap tersenyum ramah.
"Ohh… Baiklah, aku panggil kau Lenka ya! Panggil aku Rin!" Ucap Rin ceria akhirnya. Lenka hanya mengangguk ramah.
"Kau mau mulai darimana?" Tanya Lenka.
"Eh? Aku? Entahlah… Menurutmu yang paling bagus darimana dulu?" Tanya Rin kebinggungan. Lenka terlihat berpikir sejenak, sebelum wajahnya tiba-tiba saja menjadi cerah.
"Ah! Kalau begitu… Kita ke ruang musik saja!"
"Eh?" Rin hanya pasrah saat tiba-tiba saja Lenka menarik tangannya dan membawanya ke ruang musik di lantai dua. Langkah mereka menggema saat menaikki tangga. Entah mengapa, sepertinya Lenka sangat antusias untuk pergi kesana.
Tak lama kemudian. Mereka pun sampai di depan sebuah ruangan dengan pintu kayu berwarna cokelat yang berada di dekat tangga.
"Ini ruangannya?" Tanya Rin memastikan. Lenka mengangguk lalu mengenggam kenop pintu dan menariknya, menampakkan sebuah ruangan dengan instrumen-instrumen musik yang sering digunakkan.
Ada piano, biola, harmonika, keyboard, seruling, triangle, bahkan harpa juga terdapat disana. Rin pun terkesima. Selama di Leaflet ataupun Rainine, ia belum pernah memainkan alat musik. Bahkan menyentuhnya saja belum.
"Nee, Lenka… Apa ini?" Tanya Rin sambil menunjuk sebuah piano.
"Eh? Itu kan Piano?" Lenka yang keheranan hanya menjawab dengan wajah binggung. Rin hanya ber-Oh ria saja, meninggalkan Lenka yang masih keheranan. Tiba-tiba, sebuah suara dari dalam ruangan itu mengejutkan mereka yang sedang melihat-lihat instrumen disana.
"Lho? Lenka?"
.
Alicia: Yo! Alice buat ini lagi dan untungnya selesai… Jadi lanjutnya cepet… ._.
Kyoko: Ini balasan reviewnya~
.
-Kireina Yume
Ok… Ini sudah diusahakan cepat #padahallamajuga #plak
Arigatou sudah me-review! X3
-Arrow-chan3
Yap! RintoXLenka… Arigatou sudah me-review! X3
-Kurotori Rei
Hahaha… Alice kalau dendam sama orang juga gitu kok #ternyata…
Bener sekali… itulah gunanya guru –w-)b #disantet
Ok! Ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review!
-Kei-T Masoharu
Memang… Benci kan benar-benar cinta #dilindes
Ok! Ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review! X3
-Stefan
Yap… Pasti happy ending X3
Ok! Arigatou! Ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review!
-3rd Oct
S-Souka? Ok! Ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review! XD
.
Arigatou buat semua yang sudah fav, fol, ataupun mengikuti cerita sampai sini… Sekian~! X3 Terakhir… Mohon reviewnya?
.
Lanjut atau delete?
