Frozen Love

Author : Han Yoo Ri ( uwiechan92)

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jong In , all OFFICIAL COUPLE

Genre : BoyXBoy, BroRomance, Family, Friendship

Rate : Masih T || Lenght : Chapter

Summary : Hanya sebuah kisah dari seorang Do Kyungsoo yang mempunyai penyakit yang membuat dirinya terjebak dalam dunianya sendiri.

Note :

Pertama mau ngucapin banyak terima kasih atas respon yang baik terhadap FF ini, oh ya terima kasih buat Adit yang udah koreksi dan banyak kasih masukan buat ff ini ^^
Sekali lagi terima kasih buat semuanya, FF ini masih banyak kekurangan jadi saya mohon Kritik dan Sarannya agar FF ini menjadi lebih baik.

Gomawo...

.

Peringatan !

Untuk yang tidak menyukai YAOI sebaiknya jangan dibaca...!

TOLONG HARGAI DAN RLC

.

9292line

.

Chapter 3 – On Rainy Days

#Preview Chap 2

.

"Akhh sepertinya dia sudah datang, aku pulang dulu Kyungie" ucap Baekhyun.

Kyungsoo mengantarkan namja itu hingga gerbang.

.

Seorang pria berjaket hitam menjemput Baekhyun.

.

"Kau lama sekali" protes Baekhyun seraya memakai helm yang diberikan namja itu.

"Tadi macet" ucap namja itu membuka kaca helm tersebut.

.

Mata bulat Kyungsoo menatap kearah pemuda itu.

.

KAI...

.

"Kyungie aku pulang dulu ne... annyeong" teriak Baekhyun seraya memeluk pinggang Kai.

Kai menatap tajam kearah Kyungsoo kemudian menjalankan motor sportnya pergi dari rumah mewah itu.

Kyungsoo hanya menatap bingung kearah motor sport putih itu.

Ada banyak pertanyaan yang berputar dikepalanya.

Dan entah mengapa ada rasa sakit di hatinya.

.

"Sebenarnya apa yang sedang terjadi padaku?"batin Kyungsoo sambil meremas baju dibagian dadanya.

.

9292line

.

Do House

Kyungsoo masih saja diam menatap tv yang menayangkan kartun favoritenya "Qua".

Tak lama kemudian dering telepon terdengar dari sudut ruangan itu. Kyungsoo menghampiri telepon tersebut dan mengangkatnya.

"Yeoboseyo... Kyungie'ah.. ini eomma" ucap suara wanita dari seberang telepon itu.

"Ehmm..." ucap Kyungsoo.

"Kyungie'ah... apakah kau sudah makan? Besok akan ada orang yang menjemputmu. Dia adalah suruhan teman eomma yang akan menjemputmu dan membawamu ke rumah teman eomma" jelas Nyonya Do.

"..."

"Kyungie kau masih disana?" tanya Nyonya Do.

"E..omma...bolehkah aku tinggal di rumah sendiri. Aku...tak ingin tinggal ditempat orang lain" ucap Kyungsoo.

"..."

Kini giliran Nyonya Do yang diam.

"Kyungie'ah... eomma menitipkanmu pada teman eomma bukan karena eomma tak yakin kau tak bisa mengurus dirimu sendiri tapi eomma hanya takut jika ada orang jahat yang menyakitimu sayang. Eomma harap kau mengerti chagi... mereka akan menjemputmu jam 9 pagi besok. Selamat istirahat sayang... eomma appa menyayangimu" ucap Nyonya Do kemudian memutuskan sambungan telepon itu.

.

Kyungsoo hanya bisa diam dan menuju kamarnya untuk membereskan barang-barang yang akan ia bawa untuk tinggal bersama teman eommanya itu.

.

.

Keesokan harinya

Seoul

09.00 KST

.

.

Suara detingan bel berbunyi membangun tidur cantik si namja manis itu

"Hm..." lenguh Kyungsoo yang baru saja bangun dari tidur manisnya.

.

"Permisi apa ini rumah keluarga Do" terdengar suara intercom.

"Nde, tunggu sebentar" jawab Kyungsoo.

Kyungsoo langsung bangkit dan berlari keluar kamar.

.

Jangan bingung intercom rumah mewah itu memang bisa terhubung pada setiap kamar agar memudahkan si pemilik rumah menjawab tamu.

Dengan masih menggunakan piyamanya ia melirik interkom itu dan membuka pintu rumahnya. Betapa mengejutkannya ketika ia membuka pintu berdiri sesosok namja yang tak asing menurutnya.

.

KIM JOONMYEON'SSI...

.

"Kim Joonmyeon'ssi..." ucap Kyungsoo kaget.

Namja yang dipanggil namanya itu menampilkan senyuman angelic khasnya membuat Kyungsoo semakin bingung.

"Selamat pagi Kyungsoo'ssi, aku datang untuk menjemputmu" ucap Suho lembut.

"Ja...di teman eommaku itu..." ucap Kyungsoo terpotong.

"Teman eomma mu itu adalah eommaku, Kim Sungyeol" jawab Suho masih dengan senyuman khasnya.

Ya Tuhan pria ini tak lelah menampilkan senyuman malaikatnya semakin membuat Kyungsoo gugup dan panik.

Kyungsoo meremas kuat ujung baju piayamanya.

"Apakah kau tak ingin ganti baju dan pergi dari rumahmu?" tanya

"Ah.. itu, baiklah... silakan Joonmyeon'ssi duduk dulu" ucap Kyungsoo sopan kemudian berlari kecil menuju kamarnya.

"Kyeopta" ucap Suho memandang tingkah Kyungsoo.

Suho memandangi rumah mewah itu, ia terpesona melihat keunikan rumah tersebut. Gaya khas perpaduan Jepang Korea yang sangat kental membuat orang yang memandangnya tak mampu berucap selain kata "MENAKJUBKAN"

.

Beberapa menit kemudian

"Joonmyeon'ssi ..." tegur Kyungsoo

Suho yang terlalu keasikan memandangi foto-foto Do Family yang terpampang indah di dinding rumah itu.

Suho membalikan tubuhnya memandang kearah suara yang memanggilnya. Sedikit terkejut melihat Kyungsoo yang tampil manis dengan celana denim dark blue dipadu dengan kemeja putih motif pororo.

"Bhhhffff" Suho menutup mulutnya menahan tawa.

Dahi Kyungsoo sedikit mengkerut bingung.

"Kau imut sekali Kyungsoo'ssi" ucap Suho manis dengan berusaha menahan tawanya.

Rona wajah Kyungsoo memerah seketika.

"Sudah-sudah ayo kita bergegas ke rumahku sebelum eomma-ku mengamuk" ucap Suho langsung mengangkat koper milik Kyungsoo.

.

92line

.

Kim Family

"Eomma aku pulang" teriak Suho membuat sosok yeoja paruh baya yang masih tetap cantik berlari menuju pintu.

"Kyak... Kyungie... kau sudah besar sekali" teriak Lee Sung Yeol heboh. Oh maaf Kim Sung Yeol ibu dari Suho.

"Eomma kau membuat Kyungsoo sesak" ucap Suho melihat eommanya memeluk namja imut itu dengan kencang.

"Uhukk uhuk..."

Kyungsoo terbatuk batuk akibat pelukan Sung Yeol yang terlalu erat.

"Mianhae chagi... mian, gwenchana?" tanya Sungyeol panik.

Namja imut itu masih sibuk mengambil nafas sebanyak banyaknya.

"Suho, kau bawa koper Kyungie ke kamar atas ia akan tidur di kamar tamu" perintah Sungyeol.

"Dilantai dua?" tanya Suho memastikan.

"Nde...! memang eomma terlihat bercanda?" ucap Sungyeol.

"Eomma yakin?" tanya Suho memastikan.

"Nde, waeyo?" ucap Sungyeol.

"Ahhh anniyo, ne aku akan membawa koper Kyungsoo" ucap Suho langsung membawa koper itu menuju lantai atas.

"Kyungie kau sudah sarapan? Ayo kita makan dulu" ucap Sungyeol yang langsung menarik namja imut itu ke ruang makan keluarga Kim.

.

Lantai 2 keluarga Kim

"Kau sedang apa hyung?" tanya namja tampan yang baru saja keluar dari kamarnya.

"Akh membawa koper tamu eomma, ia akan tinggal beberapa bulan di rumah ini dan ia akan tinggal di sebelah kamar mu" jawab Suho yang melenggang masuk ke kamar tersebut.

92line

.

.

"Ajhumma... aku lapar" teriak seorang namja imut.

"Ya Ampun... kau baru bangun" teriak Sungyeol sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kyungie?" ucap namja imut itu mengerjabkan mata imutnya, ia bingung melihat teman barunya itu berada di rumah keluarga Kim.

"Akhh bibi lupa bilang padamu, Kyungie adalah anak teman ajhumma dan ia akan tinggal disini untuk beberapa bulan kedepan Baekhyunie" jelas Sungyeol panjang lebar.

.

Namun apakah namja imut kita memperhatikannya?

Tentu tidak, yang ia jelas dengar hanyalah sahabat barunya itu akan tinggal beberapa waktu bersamanya. Sedangkan ia sibuk menghambur dan memeluk sahabatnya itu.

.

"Akhhh... itu sangat baik Kyungie, kau bisa tinggal disini dan kau bisa tidur bersamaku" ucap Baekhyun.

Namja yang masih dipeluk itu hanya menampilkan mata dou O_O na itu.

"Ya Tuhan Kyungie imut sekali" heboh Sungyeol.

.

Mendengar kegaduhan dari lantai satu anak kedua keluarga Kim itu merasa terganggu dan turun menghampiri eommanya. Tetapi betapa terkejutnya ia melihat sesosok makhluk imut yang sejak beberapa hari lalu mengganggu tidurnya.

.

"Akhh putra bungsu eomma sudah bangun" ucap Sungyeol manis melihat namja tan anak bungsuna itu menuruni tangga.

.

"Kyungsoo..." ucap Jong In kaget.

.

KAI...

.

Oh tidak debaran jantung Kyungsoo mendadak berpacu lebih cepat. Tidak berbeda jauh dengan debaran jantung namja tan itu.

Lagi dan lagi mata mereka saling bertemu dan menghipnotis satu sama lain bahkan mereka tak sadar 2 pasang mata disebelah Kyungsoo memandang bingung dan penuh tanya.

.

"Sebenarnya ada apa dengan mereka? Mengapa mereka selalu saling menatap dengan sangat lama dan seolah mereka menyalurkan rasa rindu. Aishhhh Byun Baek kau berfikir apa !" batin Baekhyun.

.

"Ehem..."

Deheman Sungyeol membuat dua insan manusia itu tersadar dari dunia mereka.

"Sepertinya putra bungsu eomma sedang terpesona" ledek Sungyeol.

"Eomma..." cibir Jong In dingin. Ia kembali pada mode Kai.

"Aigoo... putra eomma yang satu ini tak mau jujur" ucap Sungyeol sambil membelai surai hitam putranya.

"Eomma... aku bukan anak kecil lagi" ucap Jong In sambil menampik belaian tangan eommanya.

.

Ya apa kata dunia jika Kim Jong In si namja cool di Seoul National High School "SNHS" itu diperlakukan seperti bayi oleh eommanya. Sudah pasti itu akan menurunkan gengsinya bukan?

.

Sebagai putra namja paling cool di dunia, sudah sepantasnya ia mengikuti gaya ayahnya yang selalu bersikap dingin namun ramah di dalam. Ya Tuhan, si bungsu ini sepertinya sangat terobsesi menduplikat sifat ayahnya. Kim Myungsoo.

.

Kim Myungsoo, pemilik Kim Company dan Xnite Entertaiment. Chebool no. 1 di Korea Selatan.

.

"Eomma, appa sudah berangkat?" tanya Jong In membuka pembicaraan di acara makan pagi yang sepertinya agak kesiangan itu.

"Nde, appamu mendadak menerima pesan dari pamanmu untuk rapat pagi ini." Jelas Sungyeol.

"Kyungie, hari ini kita bermain di taman yuk. Aku akan mengajak Lay, Xiumin, Tao dan Luhan" ajak namja imut itu.

Si namja yang ditanya itu hanya fokus memakan roti coklat buatan Sungyeol. Melihat pertanyaan Baekhyun yang diacuhkan Kyungsoo membuat semua orang dimeja makan itu tertawa kecuali Jong In dan Kyungsoo tentunya.

.

"Annyeong ajhumma" ucap Kris yang datang tiba-tiba.

"Annyeong ajhumma" ucap Sehun dan Chanyeol bersamaan.

.

"Kriseu oppa?" ucap Baekhyun imut.

"Aigoo... uri princess kau makan berantakan" ucap Kris sambil mengelap sisa selai coklat dibibir Baekhyun.

"Menjijikan..." desis Jong In.

Sungyeol hanya bisa tertawa melihat anak-anak muda didepannya. Namun mata Sungyeol teralih kesebuah sosok yang entah sejak kapan mengepalkan tangannya melihat canda tawa Kris dan Baekhyun.

.

"Dilema anak muda, sok cuek tetapi nyatanya ia menyukainya" batin Sungyeol tersenyum.

.

"Baek berhenti memanggil Kris hyung dengan oppa, kau itu namja" sinis Kai.

"Ishh..." desis Baekhyun menanggapi ucapan Kai.

"Biarkan uri Princess memanggilku oppa, aku sudah terbiasa dengan panggilan itu" ucap Kris sambil tersenyum manis yang justru membuat Jong In begidik ngeri.

.

"Tetapi dengan membiarkannya memanggilmu oppa sama saja kau membuat ia seperti banci" sinis Chanyeol.

.

Huah sungguh tak diduga akhirnya namja yang sejak masuk ke rumah keluarga Kim dengan dingin itu akhirnya mengeluarkan suara lagi.

.

"Bukan urusanmu Chanyeol'ssi" ucap Baekhyun yang kemudian berdiri dari bangkunya dan pergi meninggalkan yang lain dengan bingung.

"Kalian sedang bertengkar juga?" tanya Sehun polos.

"..."

.

Tak ada jawaban dari si namja tiang yang tampan itu membuat semua orang pun semakin bertanya-tanya hal sebenarnya terjadi.

.

Semua orang di meja makan hanya menatap bingung kepergian Baekhyun.

.

Flashback On

November 2012

.

.

"Kau ingin apa untuk kado ulang tahunmu Channie?" tanya Baekhyun manja.

"Aku ingin kau" jawab namja tampan itu membuat sang namja mungil merona.

Semua orang yang melihat mereka di taman itupun hanya bisa menatap iri, bahkan banyak gadis yang menggigit bibirnya saking iri pada kemesraan mereka.

"Channie, Baekki ingin ice cream strawberry" pinta Baekhyun dengan mata berkilap khas anak kecil.

"Kau tunggu disini ne, aku akan membelikannya" ucap Chanyeol sambil mengusap surai hitam Baekhyun lembut. Sedangkan si namja imut hanya mengangguk setuju.

.

Cukup lama Chanyeol meninggalkan Baekhyun di taman sendirian, meninggalkan namja itu dalam kebosanan.

.

"Channie lama sekali, mending Baekki ke toko itu" ucap Baekhyun sambil berjalan menuju sebuah toko beretalase kaca-kaca.

"Huah... indahnya" ucap Baekhyun memandang sebuah bola kristal berisi sepasang boneka salju yang saling merangkul.

Ia terus memandangnya hingga akhirnya ia putuskan untuk memberikan bola kristal itu sebagai hadiah ulang tahun Chanyeol.

Baekhyun membawa kotak berisi bola kristal itu dengan senang, ia tersenyum kecil sepanjang perjalanannya menuju taman tempat ia dan Chanyeol tadi. Namun betapa kagetnya ketika ia harus disuguhkan dengan pemandangan yang paling menyakitkan. Mata kecil itu membulat seketika berusaha meyakinkan dirinya bahwa orang yang ia lihat didepannya itu bukanlah orang yang ia cintai, tapi sayang Tuhan begitu kejam padanya. Namja yang sedang berciuman panas dengan seorang gadis yang dirinya sendiri kenal itu adalah Park Chanyeol namja yang ia cintai.

.

BRAK...

.

Kotak kristal itu terjatuh hinggaa membuat kedua insan yang saling melumat bibir satu sama lain dengan panasnya itu terganggu dan menolehkan pandangannya ke sumber suara itu.

.

"Mi...an" cicit Baekhyun pelan sebelum akhirnya ia melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan pemandangan yang paling menyakitkan yang pernah ia lihat seumur hidupnya.

.

"Berhenti menangis bodoh, kau menjijikan Byun Baekhyun. Kau itu namja dan dia juga namja jelas ia tidak menyukaimu, dan hal yang wajar jika ia mencintai seorang wanita bukan? Hyejin jelas sepadan untuknya. Kau yang harusnya sadar bahwa kau menyimpang. Kau menjijikan, aku benci perasaan ini. Aku benci kau, Park Chanyeol. Aku benci mencintaimu" batin Baekhyun

.

Baekhyun terus berlari ditengah hujan yang tiba-tiba turun. Seolah Tuhan tak rela malaikat kecilnya itu terluka lebih dalam akibat tatapan orang disekitarnya karena menangis sepanjang jalan. Tapi dengan turunnya hujan airmata itu tertutupi oleh derasnya hujan.

.

Brukkk...

.

Tubuh kecil itu terjatuh, kakinya mengeluarkan darah akibat tubuhnya yang berbenturan dengan aspal jalan. Baekhyun hanya bisa mengeratkan kakinya dan menangis dalam rintikan hujan.

Cinta pertama yang menyedihkan bukan?

.

Desember 2013

Natal

.

.

"Kyakkk akhirnya kita bisa merayakan liburan natal bersama" teriak Sehun senang.

"Nde" jawab Kai singkat.

"Tapi kenapa orang-orang disini tidak terlihat senang yah?" tanya Sehun lagi.

Kai yang ditanya hanya menggedikkan bahunya acuh.

"Suho'ya... apakah Kris belum datang juga?" teriak Sungyeol

"Belum eomma, waeyo?" tanya Sungyeol.

"Anni tadi aku menyuruhnya untuk menjemput Baekhyun tetapi kenapa ia belum tiba juga" ucap Sungyeol khawatir.

"Paling ia membawa Baekhyun bermain dulu eomma, eomma kan tau Kris itu sangat menyayangi Baekhyun" ucap Suho menenangkan eommanya.

.

BRAK...

.

"Mian aku ke keluar sebentar" ucap Chanyeol.

"Aishhh hyung kau mengagetkanku saja" ucap Sehun.

"Ada apa dengannya?" tanya Suho.

Kai hanya memicingkan matanya menatap punggung sahabatnya itu. Ini bukan sikap Park Chanyeol biasanya, ia mencium hawa-hawa tidak baik.

.

Tak lama kemudian...

"Ajhumma aku datang..." teriak Baekhyun kencang.

"Aishh..." ucap Kai sambil memperbesar volume lagu yang sedang ia dengarkan.

"Kau sudah datang Baekki" ucap Sungyel sambil membalas pelukan dan ciuman keponakannya itu.

"Ajhumma, tadi Kris oppa mengajakku membeli ice cream strawberry jumbo rasanya enak sekali" ucap Baekhyun menggebu-gebu.

"Oppa?" ucap Sungyeol, Suho dan Sehun berbarengan.

Kris yang dipandang Sungyeol Suho dan Sehun pun hanya tersenyum manis.

"Kris oppa tidak keberatan ketika aku memanggilnya oppa, menurutku itu lebih manis" ucap Baekhyun dengan senangnya.

"Kalau itu membuatmu bahagia lakukan saja sayang" ucap Sungyeol sambil membelai rambut keponakannya itu.

Sedangkan yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya tak habis fikir.

.

.

Daegu

Villa keluarga Kim

21.00 KST

.

.

"Pergi kemana bocah itu" ucap Kai kesal.

"Jangan-jangan hyung kembali ke Seoul" ucap Sehun khawatir.

"YA... berhenti mondar mandir didepanku" teriak Kai pada Sehun.

"Memang Chanyeol pergi kemana?" tanya Kris.

"Entahlah tadi ia hanya menggebrak meja kemudian pergi begitu saja" ucap Kai enteng.

"Menggebrak meja?" tanya Kris mengerutkan dahinya.

"Iya tadi Chanyeol menggebrak meja setelah mendengar kau disuruh eomma menjemput Baekhyun" ucap Suho sambil tetap fokus dengan laptopnya.

Kris semakin bingung menatap Sehun dan Kai bergantian namun 2 sahabatnya itu lagi-lagi hanya mengangkat bahunya, menandakan mereka tak tau apa yang terjadi.

.

"Sudahlah, aku mau tidur" ucap Kai.

"Aku juga" ucap Suho menutup laptopnya.

"YA...Kkamjong kau tega sekali meninggalkanku" teriak Sehun.

"Sehun'ah... kajja kita tidur nanti juga Chanyeol akan pulang sendiri" ajak Kris.

"Nde hyung" jawab Sehun

Akhirnya mereka berempatpun pergi menuju kamar masing-masing.

.

.

92line

.

.

00:30 KST

.

.

Tok...tok...tok

"Aish... siapa sih?" ucap Baekhyun yang hendak menuju dapur mengambil air terganggu dengan suara ketukan pintu yang keras.

"Sebentar" teriak Baekhyun.

Namja imut itu membuka knop pintu tersebut.

.

BRUK...

.

Sesosok tubuh menubruk tubuh kecil itu.

"YA..." teriak Baekyun.

"Baekki..." racau Chanyeol.

"Park Chanyeol...YA kau bau alkohol!" bentak Baekhyun sambil mencoba membawa tubuh Chanyeol ke sofa.

.

BUK...

.

Tubuh namja tinggi itu dilempar ke sofa.

.

"Baekki... aku benci..." racau Chanyeol.

"Kau bau sekali, bagaimana kau bisa mendapatkan alkohol ketika usia kita masih sekolah menengah" ucap Baekhyun sambil membuka sepatu Chanyeol.

"Kau tau Baek, aku benci melihatmu berdekatan dengan Kris" ucap Chanyeol sambil menarik tubuh namja kecil itu.

Kini mereka saling berhadapan, jarak diantara mereka pun hanya beberapa cm. Baekhyun bisa merasakan hembusan nafas Chanyeol yang panas. Tubuh Baekhyun entah mengapa mengaku seketika. Ucapan Chanyeol membuat tubuh namja imut itu tak berkutik. Tangan Chanyeol melingkar di pinggang Baekhyun kemudian menarik tubuh namja kecil itu kepelukannya, Baekhyun awalnya tersentak kaget dan berusaha melepaskan tangan Chanyeol.

"Biarkan begini, sebentar saja" ucap namja tinggi itu lirih.

.

Baekhyun bisa merasakan hembusan nafas Chanyeol dipersilangan lehernya hingga tanpa sadar bulir airmata dari namja mungil itu jatuh. Sedang Chanyeol ia bisa mencium aroma strawberry dari tubuh Baekhyun rasa rindu, rasa cinta mereka salurkan dalam pelukan itu.

.

Setelah beberapa lama Chanyeol melepaskan pelukannya.

.

"Mianhae..." ucap Chanyeol melepas tubuh kecil itu.

.

Baekhyun masih terus berusaha menahan tangisnya walau ia tau sudah ada beberapa bulir airmata yang jatuh tanpa bisa ia tahan.

.

"Jangan menangis Baek... kumohon, jika bersama Kris aku bisa melihatmu terus tertawa dan tersenyum. Tetaplah bersama Kris, aku akan melepasmu Baek" ucap Chanyeol sambil menyapu airmata dipipi Baekhyun dengan ibu jarinya.

.

Tapi ucapan Chanyeol justru membuat pemilik mata bulan sabit itu semakin terisak. Isakan itu semakin kencang hingga akhirnya sebuah bibir hangat menenggelamkan isakan yang keluar dari bibir kecil itu. Dua bibir kini saling menempel mencurahkan setiap rasa yang bergejolak di hati mereka. Menyalurkan setiap rasa sakit dan cinta.

Flashback OFF

.

.

.

.

"Hmm... ajhumma, aku sudah selesai makannya. Boleh aku ke kamarku?" ucap Kyungsoo pelan dan terbata.

"Boleh, kamarmu ada di lantai dua disamping kamar Jong In" ucap Sungyeol.

"Eommaaa...Kai Kai... jangan panggil aku Jong In..." ucap Jong In kesal.

"Cih... kau persis dengan ayahmu" umpat Sungyeol

.

Yah... mau bagaimana lagi bukankah buah itu tidak akan jatuh jauh dari pohonnya? Jadi bukankah hal yang wajar jika Jong In mirip dengan ayahnya , Kim Myungsoo anni maksudku L Kim.

.

.

.

Kyungsoo melangkah menuju tangga lantai dua rumah bergaya eropa itu, namun ia mendengar sebuah suara tangisan dari sebuah kamar di dekat tangga. Ia menghampiri kamar itu dan berusaha mengintip siapa yang menangis. Dibukanya knop pintu itu pelan. Ia bisa melihat jelas sosok teman barunya yang biasanya terlihat ceria dan gembira kini sedang menekuk kakinya dan menenggalamkan wajahnya.

Byun Baekhyun menangis.

Itulah yang ia lihat, dulu ketika melihat Baekhyun dan teman-temannya tertawa riang dan gembira ia merasakan hangat dalam hatinya dan sekarang ketika ia melihat temannya itu dalam keadaan seperti ini ia merasakan rasa sesak dan sakit di hatinya.

.

Kyungsoo mulai memberanikan diri menghampiri Baekhyun.

.

"Ba...ekki..." ucap Kyungsoo ragu.

"..."

.

Tak ada jawaban dari Baekhyun. Namja itu masih saja menangis, diusap pelan surai hitam sahabatnya itu mengalirkan energi untuk sahabatnya itu. Isakan itu makin mengeras.

Hari itu benar-benar hari yang panjang untuk dua sahabat itu mengalirkan satu energi.

.

.

92line

.

.

Seoul National High School

"Kyungie, senangnya sekarang setiap hari aku bisa berangkat bersamamu ke sekolah" ucap Baekhyun ceria.

"..."
"Tuan Byun kau sepertinya harus lebih berusaha lagi" ucap Suho sedikit meledek.

"Hm...aku...juga senang" ucap Kyungsoo pelan membuat 3 orang yang berada di dalam mobil itu memandang namja bermata bulat itu bingung.

"Kyakkk Kyungieeeee..." heboh Baekhyun sambil memeluk Kyungsoo.

Suho dan Jong In yang memandang dua namja kecil itu berpelukan hanya bisa menyungingkan senyuman.

"Jong In'ah menyetirnya cepat sedikit kita hampir telat" protes Suho.

"Iya hyung..." ucap Jong In mempercepat laju mobil itu.

.

Sesampainya di SNHS

.

"Kyakkkkkkk Kai...Kai... Suho oppa...Suho oppa..." teriak gadis gadis dan namja uke di SNHS.

"Kyakkkkk Princess B... Uri Byunie cantik sekali pagi ini" teriak oh.. tidak para namja yang mengaku dirinya SEME berteriak layaknya yeoja karena Baekhyun.

.

"Tunggu bukankah dia Do Kyungsoo?"

"Iya... dia Do Kyungsoo si namja autis itu kan"

"Kenapa ia bisa bersama mereka?"

"Ichhh menyebalkan sekali"

.

Ucapan – ucapan dari para muris di SNHS membuat namja mungil itu takut, ia kembali meremas ujung kemeja sekolahnya. Tatapan kesal para murid semakin membuat Kyungsoo takut. Namun tiba-tiba ada sebuah tangan hangat yang menarik dan memegang tangannya.

.

KAI...

.

Namja itu menarik tangan Kyungsoo dan membawanya pergi meninggalkan segerombolan siswa siswi yang menatap penuh tanya dan kesal.

"Do Kyungsoo... kurasa kau salah mengambil langkah. Kau akan menyesal karena berani mengambil Pangeranku..." ucap seseorang dengan tatapan benci melihat Kai menarik tangan Kyungsoo.

.

.

Han Yoo Ri present © 2014

.

TBC

.

.

Kyakkk Chapter 3 beres...

Maaf yah yang menunggu lama FF ini. Aku sedikit sibuk sama PKL dan skripsi aku.

Mohon doanya dari reader buat PKL dan skripsi aku lancar dan sukses ^v^

Aku akan tetap usahakan bisa cepat untuk chapter berikutnya, namun diusahakan yah.. Ga janji ^^v

Tapi semoga kalian tetep setia nunggu dan baca FF ini...

Ditunggu review Kritik dan sarannya ^^

Kamsahamnida ~~~~~~~~~~~ Pyong~~

2014 ©Han Yoo Ri