It's Not About Me or You, It's About Us
.
.
.
Main Cast : Kim Junmyeon, Zhang Yixing
Support Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Luhan
Rate : T
Author : DeerUnicorn
BoyxBoy. Romance! Angst!
.
.
.
Chapter 3
.
.
.
Pagi sekali aku sudah berada di kelas, dengan berbekal sebuah roti dan sekotak susu sebagai sarapan. Kelas masih sepi, karena mata kuliah pagi itu akan dimulai satu jam lagi. Aku sengaja pagi-pagi datang ke kampus, karena aku tidak mau ibu menyuruhku tidak masuk kuliah lagi. Padahal aku sudah sehat.
Baru aku memakan segigit rotiku, seseorang masuk ke dalam kelas. Dengan memakai setelan kemeja santai dengan jins, ia menghampiriku dengan ceria dan duduk di sampingku.
"Hei, Xing! Kau sudah sehat?" Tanya Chanyeol.
Aku mengangguk mengiyakan, lalu menyeruput susu kotakku. Chanyeol terlihat memikirkan sesuatu, lalu tak lama ia bertanya "Xing, kau sedang tidak ada masalah dengan Junmyeon, kan? Kemarin ia mencarimu ketika kelas Pak Kang selesai, lalu kubilang kau sedang sakit. Wajahnya terlihat murung"
Aku tersentak mendengar perkataannya, seketika aku menatapnya lama sambil berpikir. "Dia tidak memberitahumu? Apa kemarin dia baik-baik saja?"
"Dia tidak memberitahuku apapun, dia hanya bertanya kau ada di mana lalu langsung pergi. Yah, sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Wajahnya terlihat muram, apalagi ketika aku memberitahunya kau sedang sakit. Wajahnya langsung berubah khawatir. Kalian masih bersama, kan?"
Aku berpikir sejenak. Apa kami masih bersama? Apa break itu artinya masih bersama atau sudah berakhir? Aku bingung. Kuharap kami masih baik-baik saja, masih bersama-sama. Tapi pada kenyataannya, aku malah membuat jarak di antara kami menjadi renggang meski dia masih mencoba menarikku. Dengan terpaksa, aku hanya mengangguk pelan sambil tersenyum tipis dan menunjukkan sedikit dimpleku.
"Ngomong-ngomong, kau sehabis sakit langsung menjadi rajin, ya? Padahal kelas mulainya masih lama sekali. Tapi kau sudah duduk manis di sini. Memang mahasiswa teladan" Sindir Chanyeol sambil menjitak dahiku kencang. Aku meringis pelan dan meninju lengannya.
"Aku hanya ingin sendiri di kelas. Makanya aku sudah di sini. Kau juga rajin. Bukannya kau selalu berada di studio musikmu sampai dinihari? Tumben sekali jam segini sudah di kelas" Sindirku balik.
"Ah, aku tidak ke studio kemarin. Sedang tidak memiliki inspirasi. Lagu yang sedang kubuat kemarin saja masih belum selesai, Xing" Chanyeol seketika curhat sambil menyandarkan punggungnya di punggung kursi. Aku hanya mendengarkan sambil menghabiskan roti dan susuku, tak berminat melihat wajahnya yang selalu terlihat galau ketika tak mendapatkan inspirasi.
"Kenapa tidak ajak Baekhyun pergi ke mana saja agar kau dapat inspirasi?" kataku sambil meminum tetesan terakhir susu di kotakku, sambil bersiap berdiri untuk membuang sampah. Yang kutahu, Chanyeol dan Baekhyun sudah dekat sejak lama, jauh sebelum aku dan Junmyeon saling mengenal. Tapi hubungan mereka selalu jalan di tempat, tidak ada perkembangan. Seketika aku terkejut Chanyeol memukul meja dengan keras dan wajahnya yang terlihat seperti baru saja memenangkan lotre.
"Zhang Yixing! Itu ide yang bagus. Kenapa tidak terpikir olehku? Terima kasih banyak, Xing! Kau sangat membantu" katanya sambil menepuk pundakku dengan keras. Please, Chan! Tanganmu itu besar, jangan menepuk pundakku dengan keras seperti itu! Gerutuku dalam hati. Aku hanya mengangguk dan berjalan keluar kelas untuk membuang sampah di depan kelas. Kulihat Chanyeol sedang sibuk dengan ponselnya, sepertinya sedang menghubungi Baekhyun. Kulihat keadaan di sekitar kelasku sekarang, sudah lumayan banyak orang. Kulihat di ujung sana ada sosok Junmyeon yang sedang berjalan santai sambil menyapa beberapa orang dengan senyuman khasnya, aku terdiam, ia sosok yang kurindukan meski baru beberapa hari kami tidak bertatap muka secara langsung. Hei, ayolah, Xing! Kau tidak ingin kembali ke tempat dudukmu, hm? Dia terlihat baik-baik saja, kalau kau menyapanya, nanti senyumannya akan menghilang dan berganti dengan wajahnya yang muram seperti beberapa hari lalu. Duduk saja di tempat dudukmu dengan manis!
"Selamat pagi, Xing" sapa Junmyeon dengan senyum tipisnya. Ah apa tadi aku sedang melamun sampai aku tidak menyadari ia sudah di depanku? Aku terdiam, bingung harus bagaimana. Aku menatap matanya yang intens menatapku, menebak bagaimana perasaannya sekarang. Senang kah? Bahagia? Atau sedih?
"Hm, selamat pagi, Myeon" Aku menjawab dengan pelan, bingung ingin menjawab apa. Hening beberapa saat, seperti tidak ada bahasan lain.
"Kau sudah sembuh?" Tanya Junmyeon khawatir setelah hening beberapa saat. Aku mengangguk pelan, tanda mengiyakan.
"Terima kasih coklatmu, itu sangat membantuku untuk sembuh" aku tersenyum tulus, berharap ia mengerti. Ia terlihat menghembuskan napas lega, dan mengangguk.
"Syukurlah kau suka dengan coklatnya. Aku senang mendengarnya. Tolong jangan sakit lagi, sudah kubilang bukan kalau aku tidak suka melihat kau sakit? Jaga kesehatanmu, Xing" Junmyeon mengangkat tangannya ke arah kepalaku, seperti hendak mengelus kepalaku, aku melirik ke arah tangannya yang terangkat dengan bingung, menebak apa yang terjadi selanjutnya. Tapi tak lama ia langsung menurunkan tangannya dan menunduk sebentar. Aku menatapnya bingung dan sedih. Ia seperti tidak ingin melakukannya karena status hubungan kami masih diambang ketidakjelasan apakah masih bersama atau tidak. Tolong lakukan itu, Myeon. Aku menyukai sentuhanmu di kepalaku, seperti saat itu. Jangan karena kita sedang break kau seperti sangat menjauhiku. Itu membuatku sakit.
"Kenapa, Myeon?" Aku menatapnya bingung. Ia menggeleng cepat dan tersenyum lebar, "Tidak ada apa-apa, Xing. Baiklah, kalau begitu aku akan ke kelas sekarang. Jangan lupakan pola makan yang teratur, nanti kau akan sakit lagi"
"Aku tahu kau tidak suka melihatu sakit, aku akan berusaha tidak akan sakit lagi. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku. Kau juga jangan sakit, Myeon. Aku juga tidak suka melihatmu sakit. Pergilah ke kelasmu, nanti kau terlambat. Semoga harimu menyenangkan" Kataku mengangguk sambil mencoba tersenyum kembali. Tanganku kumasukkan ke dalam saku celana jeansku dan menatapnya. Ia juga mengangguk dan melambai. Ah syukurlah aku bisa mengendalikan diriku hari ini. Aku berjalan pelan ke tempat dudukku dan menunggu dosen masuk, Chanyeol masih terlihat sibuk dengan ponselnya.
.
.
.
Lagi lagi aku tidak bisa tertidur. Hampir satu setengah bulan sejak aku merasa jenuh aku mengalaminya dan sudah hampir tiga minggu lebih aku dan Junmyeon jarang sekali berkomunikasi karena kesibukan masing-masing. Malam sudah larut dan hampir menunjukkan jam dua belas tepat. Aku enggan untuk tidur karena ada hal lain yang jauh lebih penting daripada menjelajah alam mimpi. Tak usah kujelaskan lagi kenapa aku melakukannya, kalian pasti sudah bisa menebaknya. Aku terdiam sambil menatap layar ponselku intens, berharap notifikasi favoritku muncul di sana. Namun nihil, sepertinya notifikasi itu tidak akan ada untuk kali ini, padahal aku sangat menantikannya. Apa ia mengingatnya? Apa ia akan mengucapkannya kali ini, meskipun status kami sedang break? Kumohon untuk sekali saja, tolong ingatlah momen berharga kita~
Sejenak kulirik jam yang melekat di tembok biru kamarku, yang membuatku menahan nafas. Kupejamkan mata rapat-rapat. 5…4…3…2…1…
Bersamaan itu pula terdengar alunan suara dari ponselku. Lagu All of Me dari John Legend yang ia nyanyikan memang kugunakan sebagai nada alarm Anniversary aku dan dia. Lagu yang ia nyanyikan di depanku saat anniversary kami yang ke dua tahun, 2 tahun yang lalu. Lagu itu saat ini terasa begitu menusuk relung hatiku, kata demi kata yang terdengar seakan menambah perih di sini. Di hatiku.
Hari ini, 12 Oktober 2017 tepat 4 tahun hubunganku dan dia berjalan. Kutatap ponselku yang ada di genggamanku dalam, merelaksasikan seluruh pikiranku dari harapan-harapan yang berkecamuk dalam otakku saat ini. Bodohnya aku, aku tetap saja tak bisa berhenti berharap agar dia menghubungiku saat ini, sekedar mengucapkan 'happy anniversary' untukku. Meskipun hanya mengucapkan itu lalu menutup sambungan telponnya, tak apa. Setidakya dia mengingatnya, Tiba-tiba benda mungil itu bergetar, menandakan sebuah pesan masuk menghampiri inbox-ku. Aku memekik kecil, ya Tuhan semoga pesan ini darinya. Semoga harapanku tak sia-sia. Kubaca pesan itu dan…
Fr. Baekhyun
Happy anniversary, Yixing dan Junmyeon! Hope everything will be alright.
4 years, that's a long time. Keep being together 'till die, please!
Fr. Baekhyun
Ah, ternyata Baekhyun. Ternyata dia ingat tanggal jadianku dengan Junmyeon. Apa aku terlalu bodoh mengharapkan ia mengucapkan happy anniversary di saat hubungan kami sedang begini? Padahal aku berharap ia menghubungiku, tapi sepertinya tidak. Tidak seperti bulan lalu, di mana menelponku dari jam 12 malam sampai jam 5 subuh. Dan tidak seperti dua bulan lalu, di mana ia 'menculikku' tepat jam 12 malam hanya untuk memberiku surprise. 2 jam aku tetap tak bisa memerintahkan mataku untuk menutup, malah cairan hangat yang meronta keluar dari dalamnya, tanpa kuminta. Kubiarkan itu, kuharap semua goresan perih di hati ini akan ikut keluar dari tubuhku bersama dengan air mata yang mengalir tak kunjung henti. Tapi, selama apapun aku menangis, takkan ada yang berubah. Harapanku tetap takkan terwujud. Takkan ada kejutan darinya saat ini.
.
.
.
