Title: Super Junior Story Sibum Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 3 / 7 End.
Main Cast: Choi Siwon & Kim Kibum.
Other Cast: Member Super Junior.
Rated: M
Genre: Romance, Family, NC, Lemon.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg, Lemon Don't Like Don't Read.
Summary: hanya karena saling memandang dari dekat tumbuhlah benih-benih cinta diantara Siwon dan Kibum. Sibum, BL, Yaoi, NC, Lemon, M-preg.
Note: ini ff udah pernah aku posting d blog jadi jangan heran kalau kalian bernah ngerasa baca ini ff oke… yg ga suka yaoi, Nc, atau M-perg jgn baca. Don't like, Don't Read…!
Kibum Pov
Hari ini Wonnie menjempuku di apartement katanya ia akan mengajakku ke suatu tempat yang aku pun tak tahu dimana. Sebelumnya ia menyuruhku berdandan secantik mungkin. Sedikit risih sebenarnya saat dia bilang cantik. Kenapa harus cantik dan kenapa bukan tampan? Aku ini kan seorang namja bukan yeoja. Ya walau pun harus ku akui wajahku ini imut. Ingat imut bukan cantik, kan aku namja. Selain itu, aku juga akan menjadi umma dari anak Wonnie nanti.
"Wonnie, sebenarnya kita mau ke mana?" tanyaku penasaran pada kekasihku yang sedang fokus menyetir disampingku. Aku memandangnya sedikit tajam.
"Nanti kamu juga akan tahu chagya" jawabnya sambil mengenggam tanganku lalu di ciumnya tanganku itu. Blush…. Pasti sekarang wajahku seperti kepiting rebus siap saji. Wonnie memang paling tahu cara mengodaku. Dan dia pasti senang sekali mengodagu setiap saat.
"Aish….. Kau ini kenapa main rahasia-rahasiaan sih" kata ku pura-pura kesal lalu melepaskan tangannya yang masih mengengam tanganku. Ku pasang wajah kesalku di hadapanya. Semoga saja dia tak tahu kalau sekarang ini aku sedang malu berat karena perbuatannya tadi.
"Sabarlah chagya, nanti juga kamu akan mengetahuinya" kata Wonnie lembut berharap agar aku mengerti. Tapi aku sudah terlanjur kesal padanya. Kenapa mesti pakai main rahasia-rahasiaan sih. Mau buat surprise ya?
"Chagya jangan marah, kasihan baby kita kalau lihat mommy dan daddynya bertengkar terus" rayunya lagi. Tapi aku masih saja menatap ke luar jendela. Hei, kita kan nggak bertengkar. Aku Cuma lagi kesal aja sama kamu Wonnie. Jangan berlebihan dong.
"Chagya ayolah jangan marah lagi" pinta Wonnie sambil mengelus-elus perutku yang masih datar ini. Aku diam sebentar lalu menghembuskan nafas sedikit panjang dan menatapnya sambil tersenyum manis.
"Ne, aku tak akan marah lagi. Tapi kau harus memenuhi permintaanku" kataku yang mulai luluh. Terlihat Wonnie sedikit bernafas lega. Ia melirikku sebentar lalu pandangannya kembali fokus kearah jalan.
"Ne apa yang kamu inginkan, Chagya?" Tanya Wonnie yang kembali membelai perut rataku. Dia benar-benar menyukai bayi yang aku kandung ini. Ya tentu saja lah, ini kan anak kandungnya. Penerus pertama keluarga Choi kelak, jadi wajar kalau dia menyukai bahkan mencintai bayi yang ku kandung ini.
"Tapi janji dulu bakal di kabulkan" kataku manja sambil menyenderkan kepalaku dilengan kanannya.
"Ne, apa yang tidak untuk nae chagya dan nae baby" kata Wonnie sambil mengengam tanganku sedikit erat. Ya Tuhan, aku bahagia bisa didekat Siwon hyung dan mengandung anaknya seperti saat ini. Walau pun dulu aku tak pernah membayangkan akan memiliki hubungan special dengan Siwon hyung. Semoga saja keputusanku untuk memberikan cinta bahkan tubuhku ini tak salah. Buatlah aku bahagia bersamanya.
"Memangnya apa yang kamu inginkan, Chagya?" Tanya Wonnie yang memecahkan lamunanku tadi. Wonnie sesekali melirik padaku.
"Aku mau kita balik ke apartementku sekarang juga" kataku dengan tegas dan sedikit manja. Wonnie memandangku sedikit aneh.
"Mwo.!" Teriaknya kaget, respek aku pun melepaskan rangkulanku pada tangannya dan menutupi telingaku. "Mau apa kita balik lagi ke sana chagy?" Tanya Wonnie.
"Aku pingin makan es krim" kataku dengan tampang tak berdosa. Aku juga nggak tahu kenapa tiba-tiba saja aku ingin merasakan dingin dan manisnya eskrim yang lumer di mulutku. Mungkin bawaan bayi kali ya. Jadi gini ya rasanya wanita hamil yang ngidam.
"Kalau kamu ingin eskrim nanti kita beli kalau melewati toko eskrim ya chagy" kata Wonnie dengan lembut sambil membelai rambutku lembut. Aku memajukan bibirku, kesal. Kenapa mesti nanti, kan aku maunya sekarang.
"Nggak mau, aku kan maunya eskrim yang dijual di seberang apartemenku" rengekku pada namjachiguku ini. Masak wonnie nggak mau ngasih sih. Ini kan bawaan baby.
"Eskrim di mana saja kan sama chagy" kata Wonnie mencoba sedikit merayuku.
"Beda WONNIE" kataku sedikit emosi. "POKOKNYA AKU MAU ESKRIM SEKARANG JUGA" teriakku kesal. Kalau dipikir-pikir tingkahku sekarang sangat kekanak-kanakan ya. Ya mau gimana lagi, namanya juga bawaan bayi. Kan bukan aku yang mau. Yang mau kan baby-nya.
"Tapi kita sudah hampir sampai chagy" bujuk Wonnie lagi. Ih… buat kesal aja sih Wonnie.
"Putar balik" perintahku dengan mencoba sedikit tenang dan tidak marah-marah lagi. Bisa gawat baby-ku nanti kalau mommy-nya marah-marah. Apa lagi sama Si manusia ngeselin satu ini.
"Chagy jangan begitu. Mengertilah sedikit" Rayu Wonnie. Seharusnya yang mengerit tentang aku dan baby itu kamu Wonnie.
"Kamu yang nggak bisa ngerti Wonnie. Hiks…. Hiks…. Wonnie jahat padahal tadi sudah janji. Tapi malah ingkar. Wonnie udah nggak cinta sama aku dan baby lagi ya? Wonnie jahat, aku benci Wonnie" perlahan air mata mulai membasahi pipiku. Aku tak tahu sejak aku hamil aku benar-benar sudah seperti yeoja saja, seperti saat ini sangat sensitive.
Aku masih terisak pelan bahkan hampir tanpa suara. Wonnie yang melihatku menangis menghembuskan nafas berat lalu mengengam tanganku dengan satu tangannya.
"Siapa bilang aku tak mencintai kalian berdua. Aku sangat mencintai kalian" kata Wonnie jujur. Aku tahu kalau Wonnie sangat mencintaiku. Tapi dia selalu saja membuatku sedikit kesal.
"Kalau Wonnie benar-benar cinta sama kita berdua, kita balik sekarang juga. Aku mau eskrim di tempat itu sekarang juga" rengekku sambil mencoba menghentikan air mata yang masih menetes di pipiku.
"Tidak bisa chagy karena kita hampir sampai. Saat pulang saja kita beli eskrimnya ya" tawar Wonnie. Aku masih menekuk wajah ku dan memasang wajah kesal kearahnya.
"Nggak mau Wonnie. Aku maunya sekarang. Pokoknya mau eskrim ditempat itu sekarang juga. Wonnie kok nggak bisa ngerti juga sih" kesalku. Kenapa dia tak mau mengabulkannya sih, bukankah tadi Wonnie sudah berjanji. Dasar Wonnie ngeselin.
"Aish Kamu ini" kata Wonnie. Sepertinya dia juga mulai kesal dengan tingkah manja ku.
"Kenapa dengan aku?" kataku sinis. Aku tak lagi memandang Wonnie bahkan aku melepaskan gengaman tangannya dengan kasar.
"Ayolah Chagya jangan manja seperti ini" kata Wonnie meminta.
"Kalau aku manja kenapa? Nggak suka?" kata ku semakin sinis.
"Bukan begitu chagya"
"Kalau nggak gitu terus apa? Semua yang aku minta itu kan murni baby yang ku kandung yang menginginkannya" kataku pelan dan kembali terisak tanpa suara.
"Chagya sudah dong jangan nagis lagi" pinta Wonnie tapi aku hanya diam saja. "Chagya…." Panggil Wonnie lagi tapi aku masih meniamkannya.
"Chagya…" rayu Wonnie lagi.
"APA?" kataku sedikit berteriak didepannya. Aku sangat kesal dengan Wonnie.
Author Pov
Kibum dan Siwon masih terus saja beradu argumentasi sampai akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
"AKU MAU ESKRIM WONNIE" teriak Kibum lantang untuk yang kesekian kalinya pada Siwon. Siwon menghentikan mobilnya. Ia menghembuskan nafas pelan lalu memandang pada Kibum yang ada disebelahnya.
"Eh, Kenapa berhenti?" Tanya Kibum aneh saat Siwon tiba-tiba menghentikan mobilnya. Kibum memandangi kearah daerah diluar mobil yang sedikit familiar dimatanya.
"Kita sudah sampai chagy" kata Siwon sambil mematikan mesin mobilnya. Ia kambali menatap Kibum yang masih celingak-celinguk memandangi sekitar tempat mereka saat ini.
"Aku bakalan beliin kamu eskrim setelah kamu bertemu seseorang" Siwon turun dari mobilnya dan buru-buru membukakan pintu untuk kekasihnya itu. Tapi Kibum tak kunjung turun dari mobil ia masih terbengong saat mengetahui dimana ia saat ini (ad yg tahu sibum d mana?).
"Chagy kenapa bengong gitu. Ayo cepat turun" Ajak Siwon pada Kibum yang tak kunjung turun dari mobil. Kibum memandangi Siwon heran.
"Kita ngapain kesini, Wonnie?" Tanya Kibum dan akhirnya namja cantik nan imut itu turun juga dari mobil Siwon.
"Nanti kau juga kan tahu. Ayo…." Siwon menarik tangan Kibum memasuki sebuah rumah yang sangat besar. Rumah yang tak lain dan tak bukan adalah milik orangtua Siwon(ad yg tebakannya benar?).
"Wonnie kenapa kau tak bilang kalau kita akan ke rumahmu. Kalau tahu beginikan aku akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya" kata Kibum sambil merapikan pakaian dan dandanannya(?). kekesalannya pada Siwon sudah sirna sejak beberapa saat yang lalu. Dan kini ia tengah merasa sangat dag dig dug. Bagaimana tidak, Siwon kan mengajaknya kerumah yang berarti ia akan bertemu dengan keluarga besar Choi.
"Sudah chagy, kau cantik kok seperti ini" kata Siwon yang lalu meraih tangan Kibum untuk di gandeng. Hal itu tentu saja membuat Kibum malu. Wajahnya sedikit merona merah mendapat perlakuan seperti tadi.
"Siwon… tumben kau kemari apa tidak ada jadwal? Dan tak biasanya kau membawa Kibum kemari" Tanya Mrs. Choi saat wanita paruh baya itu melihat kedatangan anak pertamannya bersama dengan sahabatnya di tempat kerja. Memang bukan yang pertama kalinya Siwon mengajak teman-temannya kerumah. Tapi entah kenapa wanita cantik satu ini sedikit heran melihat kedatangan anaknya bersama Kibum. Apa lagi melihat mereka berdua masuk kerumah sambil bergandengan tangan dengan mesra.
"Ia umma aku sedang kosong hari ini, nggak ada job jadi main deh ke rumah" Kata Siwon santai sambil tersenyum pada wanita yang sudah melahirkannya itu. "Ah, umma. Appa dimana? Apa dikantornya?" Tanya Siwon lagi.
"Nggak, appa-mu itu tak masuk kantor hari ini. katanya dia ingin dirumah saja seharian" jelas Mrs. Choi pada anaknya.
"Lalu apa dimana umma?" Tanya Siwon.
"Appa disini Wonnie" kata Mr. Choi sambil turun dari lantai atas. Ia segera mendekati sang anak yang tadi mencarinya.
"Annyoung appa" sapa Siwon pada appa-nya.
"Annyoung wonnie. Ada apa mencariku?" Tanya Mr. Choi pada anak pertamannya itu.
"Appa… umma…. Ada yang ingin aku katakan pada kalian berdua" kata Siwon santai dan entah kenapa Kibum jadi deg-degan saat mendengar kata-kata Siwon itu.
'Wonnie mau bilang apa. Jangan bilang dia mau memberitahukan ke hamilanku ini pada kedua orang tuanya. Andwae… aku belum siap Wonnie' kata Kibum dalam hati.
"Kamu mau mengatakan apa Wonnie. Kenapa kamu jadi sedikit formal sih, nggak seperti biasanya" kata Mrs. Choi pada anaknya.
"Sebenarnya aku kesini mau bilang…." Mrs. Dan Mr. Choi memandang Siwon menunggu apa yang akan dikatakan anaknya itu. Siwon menghembuskan nafas panjang lalu kembali berkata dengan sedikit tegang karena dipandangi kedua orangtuanya. Kibum mengengam tangan Siwon dan meremasnya, ia tak kalah tegangnya.
"Apa yang ingin kamu sampaikan Wonnie?" Tanya Mr. choi sedikit santai.
"Aku ingin meminta restu kalian berdua untuk menikahi Kibum" kata Siwon tegas, akhirnya kalimat itu bisa juga keluar dari mulut namja bertubuh sempurna ini.
"Mwo.! Menikahi Kibum?" Mr. dan Mrs. Choi sangat terkejut dengan pernyataan yang keluar dari mulut anak laki-lakinya itu. Sedangkan Kibum hanya menundukan kepalanya takut menerima amukan dari kedua orang tua Siwon. Dia sedikit mengutuk keputusan Siwon yang sepihak ini. kenapa Siwon tak membicarakannya terlebih dahulu dengan dirinya, malah mengambil keputusan sendiri untuk memberitahukan semua pada orang tuanya. Padahalkan dirinya belum siap sama sekali.
Siwon yang mengetahui kegalauan Kibum karena kibum meremas tangannya semakin kuat dan ia juga menundukan kepalanya. Siwon mengengam tangan Kibum dengan dua tangannya sambil berbisik pelan kalau semuannya tak akan apa-apa pasti semua akan bisa mereka lewati dengan mudah. Tapi tetap saja, Kibum masih gelisah.
"Wonnie apa kamu sadar dengan kata-katamu itu" Tanya Mrs. Choi. Ia tahu kalau anaknya itu dekat dengan semua rekan-rekannya. Bahkan tak jarang mereka melakukan fanservice, tapi ia tak menyangka kalau hubungan anaknya dengan Kibum lebih dari sebuah fanservice. Bahkan kini anaknya itu meminta restunya untuk menikahi Kibum.
"Aku sangat yakin umma. Karena aku sangat mencintai Kibum" kata Siwon meyakinkan ke dua orang tuanya. Ia berusaha untuk setenang mungkin. Ia tak mau menyulut kemarahan kedua orang tuanya.
"Appa tak akan megizinkan kalian menikah. Kalian berdua itu sama-sama namja" Mr. choi mulia murka dengan tingkah anaknya itu. Air mata pun mulai membanjiri wajah Kibum saat mendengar penolakan atas dirinya. Ia tahu kalimat itu lah yang pasti akan keluar dari mulut kedua orang tua Siwon. Tapi walau pun ia tahu semua itu, ia tetap belum bisa mendengarnya. Karena itu sunguh sangat menyakitkan baginya.
"Itu benar nak. Selain itu, kamu kan penerus dan pewaris keluarga Choi. Seorang pewaris itu juga butuh penerus. Kalau kamu menikah dengan Kibum yang notabanenya sesame namja bagaimana kalian bisa memiliki keturunan nantinya" Kata Mrs. Choi sedikit member pengertian. Kibum masih menangis tanpa suara. Entah sudah sebanyak apa air mata yang ia keluarkan seharian ini.
"Aku tahu itu umma, tapi bagaimana pun aku harus bertanggung jawab dengan apa yang telah ku lakukan" kata Siwon kekeh pada pendiriannya.
"Memang apa yang telah kau lakukan pada Kibum?" Tanya Mr. choi dengan nada sedikit tinggi namun cukup membuat Siwon dan Kibum terlonjak kaget. Mereka tahu kalau saat ini Mr. Choi tengah murka-murkanya.
"Aku…. Aku menghamili Kibum" kata Siwon tegas. Sedangkan Kibum semakin terisak antara bahagia karena Siwon bersikukuh memperjuangkannya serta bayi mereka dan sedih karena penolakan keluarga Siwon.
"Hahahahaha….. Apa kamu pikir appa akan mempercayai kata-katamu itu, Siwon" kata Mr. choi sambil tertawa geli mendengar pengakuan anaknya yang jelas-jelas sangat mustahil itu.
"Aku tak berbohong appa. Kibum sedang hamil dua bulan dan itu anakku" kata Siwon tegas. Ia benar-benar ingin mengakhiri pembicaraan ini sesegara mungkin dan membuat kedua orang tuanya percaya. Ia tak tega melihat Kibum yang masih terisak dalam diamnya.
"Itu tak mungkin Wonnie. Kibum itu namja sama sepertimu. Dan namja itu tak bisa hamil" kata Mrs. Choi sinis. Ia pandangi Kibum sesaat entah kenapa ia tak enak hati melihat Kibum yang terisak disamping Siwon.
"Tapi Kibum benar-benar hamil umma. Kalau kalian tak percaya bacalah ini" Siwon menyerahkan amplop yang berisi surat dari rumah sakit yang menyatakan kalau Kibum benar-benar tengah mengandung dua bulan.
Mr. dan Mrs. Choi membaca surat itu dengan teliti. Awalnya mereka tak percaya tapi setelah membaca surat itu akhirnya mereka yakin kalau Siwon tak berbohong ( Author: kok Mr. ma Mrs. Choi mw prcya gtu aj ya? Bisa aja kn tu surat palsu #plak…. Readers: Sebenarnya yang nulis ff ini sp sih? Kok sewot sdri back to story).
Karena tak kuat mengetahu kenyataan bahwa anaknya telah menghamili seseorang dan terlebih lagi orang itu adalah namja Mrs. Choi pun akhirnya jatuh pingsan membuat semua orang yang ada diruangan itu menjadi panik.
"Umma…." Teriak Siwon saat menyadari tubuh ummanya mulai roboh (readers: pohon ya. author: tadi aku comment d mrhn sekarang mlh readers yang bawel. Mw readers tu apa sih? Readers: ff.a cepat kelar…..)
^_^ TBC Again ^_^
Please comment oke ^_^
