Tsuki kembali. (==')
Tsuki malu karena membuat janji yang tidak-tidak. Bilang 2 sampai 3 hari. Eh… malah telat berhari- hari. Tsuki bener-bener minta maaf. Tsuki tidak bermaksud. Ini semua gara- gara mata Tsuki sakit waktu itu. dan kata kaa-san Tsuki. Tsuki ga boleh lihat-lihat nb dulu. Berhubung Tsuki nakal. Tsuki buka nb. Dan akhirnya ketauan dan tragisnya nb Tsuki disita. Bahkan Hp ikut disita juga *poor Tsuki*. Dan akhirnya setelah dijauhkan dari nb dan hp. Mata Tsuki kembali sehat. Walaupun sekarang masih ditatap tajam kaa-san kalo udah terlalu lama didepan nb. (==")a mau cepet update. Tsuki juga mudik dan nb juga masih disita. Jadi… susah juga. hehehehe . hmmm… Owh ya Tsuki mau ucapin. Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin bagi readers yang merayakan idul fitri. ^^
Supaya ga buang-buang waktu. Saatnya untuk balas review.
Kazuki 777 : .arigatou *membungkukan badan* masih kurang panjang ya. Hmmm… Tsuki harap chapter sekarang cukup panjang ya. Masalah penyamaran Naru. Tsuki belum ada rencana untuk membuat penyamaran Naru terbongkar. Hehehehehe. Tsuki lagi asik nulis Naru yang serba misterius. *muncul aura hitam di sekitar tubuh author* . kalo itu…. hn…. Baca aja deh dibawah. *PLAK!* maaf tidak sesuai dengan rencana. (T.T)
NanaMithrEe : hahahahaha Tsuki bener-bener bikin Naruto yang cool. Soalnya menurut Tsuki terlalu cewek itu buat ga enak. Dan masalah bodoh. Tsuki ketularan manggil Naruto bodoh karena Sasuke sering manggil Naruto dobe. Jadi salahkan Sasuke. *dideathglare sasuke* Itachi itu kakakku. Jadi harus turut andil diceritaku. Wah… Tsuki bersyukur kalo ternyata fanfic Tsuki dapat menghibur Nana. . Tsuki harap ini tidak terlalu lama. .arigatou *membungkukan badan*
Aiko Hiraoka : hua…. Maafkan Tsuki… Tsuki tidak bermaksud membuat Aiko penasaran. (.) setuju….. sasuke sekali-kali harus dibawah Naruto. Hehehehe kita sepemikiran ternyata. Hahahahaha arigatou…. Tsuki update sekarang. .arigatou *membungkukan badan*
Aiko Uchinami : iya nih Tsuki buat lebih panjang. ^^ . .arigatou *membungkukan badan* benang merah itu maksudnya. Hmmm… Tsuki juga ga ngerti. Tapi maksudnya benang merah itu. bahwa Naruto dan Sasuke itu berjodoh. Hehhehehe dan ditakdirkan bersama. Ok. Tsuki usahakan chapter berikutnya update kilat. ^^
Shiho Nakahara : hehehehehe iya nih. Terlalu bersemangat. Xixixixi sesuai dengan permintaan soalnya ada yang reques. .arigatou *membungkukan badan* padahal Tsuki juga ga tau kenapa buat ini cerita. *PLAK!* alurnya kecepetannya? Tsuki soalnya ga terlalu suka hal yang bertele-tele. Dan kalo dilamain takutnya pada BT karena terlalu lama.
Kanon1010 : boleh….. ^0^ hehehehe iya nih. Tulisan Tsuki emang Typo terus. Xixixixixi *Hoy! Bukan dipuji* hmmm ok. Yayay kapten! Di chapter ini dan selanjutnya Tsuki harap. Tulisa Tsuki sudah benar. Hahahaha. Loncat loncat ya alurnya. Maafkan Tsuki…. Gpp ko. Tsuki juga emang harus banyak belajar. ^^ .arigatou *membungkukan badan*
Vii no Kitsune : .arigatou *membungkukan badan* siap! Tsuki siap mmenjalankan tugas. Bener Vii. Tsuki buat Naruto lebih berkuasa dari Sasuke. hehehehe. SEMANGAT!
Riyuki .U : iya nih…. Sasuke masuk Universitas sedangkan Naruto kelas XII. Hehehehe. .arigatou *membungkukan badan* SEMANGAT!
Ok. Tanpa membuang waktu. Selamat membaca… ^^
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO, OOC, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
MY SECRET
Naruto POV
Ku menunduk lemas mendengar apa yang dikatakan oleh Itachi nii-chan. Sekarang semuanya akan tamat. Dan aku tidak akan bisa lagi menampakan wajahku di depan Teme ini.
"Aku mengenalnya, bahkan yang ku ketahui lebih banyak darimu. Karena aku berkenalan dengannya sejak 2 jam yang lalu. Namanya Uzumaki Naruto. Satu sekolah denganmu dan dia adik kelasmu. dan yang membuatku unggul adalah aku tau jika dia les biola. Benarkan?"
Aku langsung mendongakan wajahku terlonjak tak percaya akan apa yang dikatakan oleh Itachi nii-chan. Itachi nii-chan menatapku. Dan matanya seolah berkata 'aku membayar hutang adikku Naru-chan'. Dan aku tersenyum kepadanya bertanda aku setuju. Dari pada aku disini lebih lama dan akan menimbulkan banyak kecurigaan. Lebih baik aku pergi sekarang. Karena ku lihat si teme sepertinya tidak mau kalah dengan kakaknya.
"Aku pulang dulu. Kalo aku disini nanti aku diajak berantem lagi sama si teme. Bye teme. Bye Itachi nii-chan…."
Aku segera pergi dan aku dapat merasakan tatapan tajam dari Sasuke. tapi aku tidak peduli.
Naruto POV end
Sasuke POV
Apa-apaan itu si dobe. Sok kenal dengan baka aniki. Ku menatap tajam dirinya. Tapi dia tidak berbalik atau apapun. Ku berbalik menatap baka aniki dan aku melihatnya tersenyum.
"Sepertinya akrab sekali"
"Cemburu?"
"Ti tidak"
"Mukamu merah baka otoutou"
Ku mencoba menetralkan kembali wajahku. Aku harap tidak ada yang tau soal ini.
"Berbaik hatilah kepadanya baka otoutou. Kau tidak mengetahui apapun"
Baka aniki pergi meninggalkanku. Dan aku hanya menatap kepergiannya. Kenapa aku menjadi bodoh begini? *yayayaya sekarang Teme yang dikatakan bodoh* setelah mencerna apa yang dikatakan oleh baka aniki. Aku langsung mengejarnya.
"Hey… aku tidak mengerti. Kau harus menjelaskannya padaku Baka Aniki."
Sasuke POV end
Naruto dengan santai pulang kerumah. Semua pelayan sudah menunggunya didepan rumah. Mereka khawatir dengan keadaan nonanya. Memang itu terlihat sangat lebay. Tetapi itulah bentuk kasih sayang mereka terhadap Naruto.
Esoknya seperti biasa Naruto berangkat diantar oleh sopirnya dan hanya akan diantar hingga perempat jalan.
Naruto POV
Ku turun dari mobilku.
"Makasih pa."
Dan setelah itu mobil pergi meninggalkanku. Hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan. Angin menerpa rambutku. Tapi sayang angin itu takkan bisa memberantakan rambutku. Karena hari ini seperti biasa aku kuncir dua. *poor angin* Sepertinya aku sudah terlalu suka dengan model ini. Biarlah dibilang cupu. Yang penting aku suka.
"Naru-chan…."
"Hay Lee"
Ku menghampiri seoang pemuda yang sangat suka dengan warna hijau. Mungkin jika disekolah ini dibebaskan dari penggunaan seragam. Aku yakin Lee akan menggunakan pakaian serba hijau. Sepertinya dia terlalu fanatik dengan guru olah raga kami. Yang menurutku sangat aneh. Tapi ada satu hal yang membuatku suka dengan guru olah raga itu. semangat mudanya benar-benar harus diacungi jempol. Padahal dia sudah tidak muda lagi. *di tendang ke gunung sama guru Guy*. Tapi Lee adalah cowok yang baik hati dengan semangat muda yang membara.
"Ayo kita kekelas"
Lee mengangguk dan kami berjalan kekelas berdua.
"Naru-chan…. Tunggu aku!"
Aku dan Lee menengok kebelakang dan senyum mengembang di bibir kami setelah mengetahui siapa yang tadi memanggil kami.
"Ino-chan… Hinata-chan… kalian telat?"
Pertanyaan yang ku berikan hanya di jawab senyum oleh mereka berdua. dan sekarang kami berempat berjalan menuju kelas. Tunggu! Kita seharusnya berjalan berlima. Dimana satu orang lagi?
"Dimana Kiba?"
Tanyaku pada mereka.
"Aku disini"
Ku melihat Kiba berlari kearah kami dan semua telah berkumpul. Inilah teman plus sahabat yang ku dapakan di sekolah ini. Aku harap mereka akan tetap begini setelah mereka mengetahui siapa diriku sebenarnya.
"Ada apa Naru-chan?"
"Tidak apa ko Ino"
Kataku mengusap air mata yang keluar disudut mataku. Semua menatapku curiga. Tapi setelah ku mengeluarkan senyum andalanku, muka kekhawatiran mereka hilang. Aku memang sangat menyayangi mereka. Dan kami jalan bersama menuju kelas.
Pelajaran pertama adalah biologi dan gurunya adalah orochimaru sensei. Didepan orochimaru sensei sedang menjelaskan tentang reptil. Aku menulis apa saja yang menurutku penting. Sebenarnya pelajaran ini telah ku kuasai tetapi bukankah memperdalamnya akan jauh lebih baik.
"Aku punya kabar Naru-chan"
Hinata tiba-tiba berbisik kearahku. Sebenarnya ini jarang sekali terjadi. Karena Hinata bukanlah anak yang suka mengobrol disaat pelajaran. Pasti ini adalah sesuatu hal yang penting.
"Benarkah Hinata-chan?"
"I I iya Naru-chan"
"Apa itu?"
Kataku sambil kembali menulis yang sesaat tadi tertunda.
"Namikaze-sama akan datang ke sekolah hari ini"
"APA?"
BRAK!
Aku menggebrak meja. Dan membuat semua mata melihat kearahku.
"Apa ada yang salah Uzumaki-san?"
"ma maafkan aku sensei. Tadi aku melihat kecoa"
"Baik duduklah kembali"
Aku duduk kembali dan berusaha untuk menetralkan keadaan. Bagaimana ini? Tidak mungkin aku kabur sekarang. Sepertinya aku perlu berpikir jernih. Ku mengangkat tanganku.
"Sensei bolehkah aku ke UKS? Sepertinya aku sedikit pusing."
"Kau tidak apa-apa Uzumaki-san?"
"Tidak sensei. Aku hanya butuh istirahat sebentar."
"Baiklah"
"Arigatou sensei"
Setelah diberi izin aku segera pergi dari ruangan kelas. Semua mata sahabatku melirik kearahku. Mata mereka seolah berkata 'kau baik-baik saja?' dan aku hanya bisa menjawab mereka dengan senyum. Aku harap jawaban itu cukup untuk mereka.
Aku segera menuju atap bukan UKS. Sial! Bagaimana bisa tou-san kemari. Bukankah tou-san sedang sibuk? Pasti ini semua gara-gara sifat tou-san yang menurutku tidak perlu. Jika ini dibiarkan. Ini akan mengganggu rencanaku. Karena tou-san sangat membenci kebohongan.
Angin menerpa wajahku ketika ku membuka pintu. Dengan cepat ku keluarkan hp yang setia berada di kantong rokku.
"Kakashi? Bisakah kau sekarang ke sekolahku? Jangan menggunakan pakaian yang mencolok, biasa saja. Seperti kau ingin bertemu dengan jii-san. Kau mengerti?"
Setelah mematikan handphone. Ku memukul pagar pembatas.
"SIAL…."
Teriakku sekencang-kencangnya. Tetapi sepertinya suaraku terbawa angin.
"Kau membolos Namikaze?"
GLEK!
Ku menelan ludahku yang sangat sulit sekali tertelan. Secepat inikah aku ketahuan. Sekarangkah saatnya semua terbongkar? Dengan cepat aku berbalik dan ku melihat seseorang bangun dari sebelah pintu.
"To to tou-san?"
Ku melihat tou-san menggaruk kepala bagian belakangnya dan berjalan kearahku.
"Sejak kapan tou-san disana? Tou-san mengapa disini? Dan apa yang tou-san lakukan?"
"oh… banyak sekali pertanyaanmu Naru-chan. Tapi yang pasti tou-san kesini hanya ingin melihat putri tou-san sekolah"
"Tapi tidak perlu diadakannya pidato tidak penting bukan? Apa yang tou-san lakukan?"
Tou-san menyipitkan matanya.
"Apa yan tou-san lakukan? Tou-san hanya ingin mengenang masa lalu tou-san disini. Tou-san disini sering bolos bersama teman tou-san. Fugaku-san. Dan kau tau Naru-chan? Dari sini tou-san sering melihat kasan olah raga"
Aku hanya memutar bola mataku.
"Jadi masala perkumpulan itu?"
" Darimana kau tau mau diadakan perkumpulan?"
"Aku tau. Jika tou-san ke sebuah sekolah. Tou-san pasti akan mengadakan pertemuan. Aku tau bagamana sifat tou-san"
"Ketahuan ya?"
Tou-san menggaruk kembali kepala bagian belakangnya.
"Tou-san…. Hanya untuk saat ini. Berhentilah berlaku seperti anak kecil. Tou-san akan merusak dan membongkar rencanaku"
"Apa maksudmu nona Namikaze?"
Aku tau tou-san terkejut dengan ucapanku. Dan itu semakin diperjelas dengan bagaimana tou-san memanggil namaku dan tatapan tajamnya. Aku tau sekarang sudah waktunya untuk berbicara serius.
"Aku disini bukan Namikaze Naruto tetapi Uzumaki Naruto. Dan aku ingin tou-san tidak membuka penyamaranku"
"Apa yang kau lakukan sekarang nona?"
"Aku hanya ingin mendapatkan teman yang benar-benar ada dipihakku bukan karena keluarga dan kekayaanku"
"Tapi yang kau lakukan salah nona Namikaze"
"Bukankah tou-san ingin aku selamat?"
"Apa maksudmu?"
"Jika saingan tou-san mengetahui bahwa pewaris tunggal Namikaze company bersekolah disini tanpa adanya bodyguard. Tou-san tau apa yang akan difikarkan mereka?"
Tou-san Nampak berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk.
"Jadi? Tou-san mau mengikutiku?"
"Tou-san masih menentang adanya pembohongan"
Ku menghela napas.
"Hanya kali ini"
Kataku memohon kepada tou-san.
"Lihat saja nanti"
Ku melihat tou-san akan pergi.
BRAK!
"Ada apa nona?"
Aku dan tou-san terlonjak kaget. Ku melihat di pintu telah berdiri Kakashi.
"Semua telah terselesaikan Kakashi"
"Apakah aku gagal nona?"
"Tidak. Kembalilah kekantor. Aku sudah selesai dengan tou-san"
"Namikaze-sama"
Kakashi membungkuk kearah tou-san.
"Aku hanya meminta pengertianmu tou-san"
Aku melangkah meninggalkan atap sekolah.
"Tunggu dulu Naru-chan!"
Aku berhenti dan menengok kearah tou-san.
"Apa kaa-san tau?"
Aku tersenyum.
"Tentu kaa-san tau. Tou-san tentu mengerti apa yang ada dipikiran kaa-san setelah mendengar ceritaku dan membantuku menyamar. Dan tou-san tentu tau apa yang sering dilakukan kaa-san pada saat permainannya diganggu"
Ku melihat tou-san bergidik ngeri dan aku menyeringai.
"Tapi itu semua terserah tou-san"
Kataku menambahkan dan segera pergi dari sana. Aku tau pasti muka tou-san pucat pasi sekarang. Karena aku mendengar kakashi sedang berteriak-teriak menanyakan keadaanya. Aku tertolong olehmu kasan.
Aku segera menuju UKS. Aku akan sedikit mengistirahatkan otakku sebentar. Belum terlalu lama aku berbaring. Tiba-tiba spiker di koridor berbunyi.
"SEMUA ANAK HARAP BERKUMPUL DI AULA"
Naruto POV end
Naruto bangun dari kasur dan berjalan menuju keluar UKS.
"Apa kau sudah sembuh?"
Naruto mengangguk. Belum saja Naruto membuka pintu. Pintu sudah terbuka dan menampilkan para sahabatnya. Naruto akhirnya berjalan bersama menuju aula. Dan karena mereka semua tau Naruto bukanlah orang yang suka terhadap keramaian, mereka membawakan novel tebal Naruto *baca : buku management* Naruto dan para sahabatnya memilih tempat di tengah. Mereka duduk dan Naruto memilih diam. Berharap tou-sannya tidak bicara macam-macam.
Suara tepuk tangan terdengar menandakan tou-sannya telah keluar. Dengan segera ditutupnya buku management itu.
"Itu Namikaze-sama"
Kiba berbisik kearah Naruto. Naruto dengan segera memandang kedepan dan pada saat dia mengahadap kedepan, tou-sannya sedang menatap dirinya. 'aku percaya kepada tou-san' Naruto mengirimkan pesan lewat pandangan matanya. Kemudian tou-sannya mengalihkan pandangannya.
"Ehem. Selamat siang anak-anak…."
Kepala keluarga Namikaze itu membuka pidatonya.
"Senang sekali siang ini aku bisa melihat generasi muda-"
Naruto benar-benar mengabaikan apa yang dikatakan oleh tosannya. Dia kembali membaca bukunya yang sempat ditutup. 'aku benar-benar tidak minat dengan apa yang dikatakan tou-san' batinnya. Naruto terus membaca tanpa sekalipun mengalihkan pandangannya. Dan sekarang dia merasakan hal yang tidak enak.
Naruto POV
Aku merasakan sekarang sepertinya aku sedang diperhatikan. Aku tau semua mata tertuju padaku. Apa yang sebenarnya kau katakana tadi tou-san? Aku menutup bukuku dan melihat kedepan. Benar saja semua menatapku. Ku menarik kecil seragam Kiba yang menatapku tak percaya.
"Ada apa Kiba?"
Aku harap tou-san benar- benar tidak mengatakan sesuatu hal yang tidak-tidak.
"Ka ka kau adalah saudara jauh Namikaze-sama?"
Aku menatap kearah tou-san dan tou-san sedang tertawa kearahku dengan 2 jari keatas.
"Aku memang saudara Namikaze-sama"
Kataku dengan innocentnya.
"Aku saudara jauh Namikaze-sama"
Dan mulailah kembali semua orang berbisik-bisik. Bahkan para sahabatku menatapku seperti aku adalah orang asing diantara mereka.
Setelah satu jam. Akhirnya semua berhenti dan kami boleh keluar. Pada saat keluar semua menatapku dan berbisik. Sungguh menyebalkan tou-san itu. kau membuatku malu tou-san.
"Kenapa kau tidak pernah cerita Naru-chan?"
Ino membuyarkan lamunanku.
"Aku hanya saudara jauh. Sangat jauh Namikaze-sama. Apa yang harus diberitahukan?"
"A a apa Naru-chan pernah melihat Namkaze-hime?"
"Namikaze-hime?"
"I iya Naru-chan. Namikaze Naruto."
Aku mengangguk kearah hinata.
"Kenapa aku baru menyadari kalian mempunyai nama yang sama?"
Lee menatap ku dan yang lain secara bergantian.
"Nama marga kami berbeda Lee…. Dan mungkin aku memiliki nama yang sama karena kami memang saudara. Dan hmmm…. Aku sering bertemu dengan Namikaze Naruto. Tapi tidak terlalu lama juga. dia selalu pulang lebih awal."
Semua mengangguk mengerti. Dan kami terus berjalan dengan segudang pertanyaan dari temanku.
Naruto POV end
Sasuke POV
Bagaimana itu bisa terjadi? Ternyata Naruto adalah saudara jauh Namikaze-sama. Untung saja si Naruto tidak melaporkan tentang kejadian waktu itu. ku segera pergi dari aula itu dan segera menuju ke kelas. Ku melihat Naruto sedang berjalan juga kekelasnya dan semua teman dekatnya sedang memberikan banyak sekali pertanyaan.
"Kau gadis yang menarik Naruto"
Kataku pelan sambil berjalan melewati para fans girlku yang berteriak histeris karena melihatku menyeringai.
Sasuke POV end
*skip waktu karena kelamaan. PLAK! Bukan karena kelamaan. Tapi karena authornya ga punya bahan cerita lagi*
Hari berlanjut begitu cepat. Tidak terasa sudah kenaikan kelas. Dan dengan urutan terdepan dan teratas adalah Naruto. Juara terbaik pada tahun itu dan tidak diragukan lagi. Sasuke masuk kedalam universitas. Tapi entah mengapa dia tidak memilih universitas luar negeri. Tidak ada yang tau apa yang terjadi. Padahal nilai dan kemampuannya cukup dan diatas rata-rata.
Naruto mencoba untuk mengubah penampilannya. Mencoba berpenampilan seperti Namikaze Naruto. Dan bukan lagi seperti gadis cupu.
"Aku yakin aku bisa"
Naruto melangkah masuk ke gerbang sekolah. 'dan inilah awal pelajaran' batin Naruto bersemangat. Naruto melihat Hinata, Kiba, Ino dan Lee. Dengan segera dia berlari kearah mereka.
"Hoy…"
Teriak Naruto dari jauh.
"Naru-chan?"
Ino menyipitkan matanya. Naruto mengangguk.
"Cantik sekali…."
Kata mereka kompak melihat perubahan penampilan Naruto.
"hehehehehe aku hanya meminta kasan membelikan lensa mata yang sesungguhnya. Agar aku tidak menggunakan kaca mata lagi"
"Matamu biru?"
"Warna lensanya memang tidak berubah. Tetap berwarna biru"
"Tapi cocok denganmu Naru-chan…."
"Arigatou"
Tin…
Naruto dan para sahabatnya kepinggir untuk memberi jalan. Mobil merah marun terparkit didekat mobil biru donker. Mereka masih memandangi mobil itu. pintu terbuka dan keluarlah seorang pemuda berambut merah marun, menggunakan baju putih dengan blazer hitam, dipadukan dengan celana jeans, sepatu sport putih dan sebuah tas laptop dipegang di tangan sebelah kirinya sedangkan tangan yang satunya mencopot kaca mata hitam yang bertengger manis di hidungnya.
Semua orang terpukau dengan pemuda itu. bahkan tidak sedikit cewek disana berteriak histeris, pingsan bahkan mimisan. Naruto yang pertama sadar langsung berlari kearahnya dan memeluknya. Para sahabat naruto yang sadar dan melihat apa yang sekarang dilakukan Naruto langsung cengo dibuatnya.
"Hey. Sedang apa kau main peluk-peluk"
"Gaara nii-chan…"
Pemuda tadi mengerutkan dahinya dan menatap siapa yang telah sembarangan memeluknya.
"Naru-chan?"
"Gaara nii-chan…."
"Naru….."
Gaara ikut memeluk Naruto dan agak membungkukan badannya. Naruto 10cm lebih pendek darinya.
"Sedang apa Naru-chan disini?"
Kata Gaara dikuping Naruto.
"hehehehehe. Aku sedang belajar dan menyamar tentunya"
"Menyamar?"
Gaara kembali mengerutkan dahinya.
"Naru-chan…."
Naruto membalikkan badan dan menemukan para sahabatnya. Naruto melepas pelukannya.
"Kau kenal dia?"
Kiba menunjuk Gaara.
"Tentu aku sangat mengenalnya."
"Kenalkan namaku Sabaku Gaara"
Kata Gaara mengenalkan diri sebelum Naruto mengenalkan siapa dirinya.
"Wah…. Anak dari Sabaku Company."
Naruto menatap tidak percaya sahabatnya. 'gila! Nih anak pada tau ya setiap nama perusahaan terkenal. Tidak. Ini semua karena yang sekolah disini memang orang-orang yang terpandang' batin Naruto.
"Ya… walaupun aku saudara jauh. Sangat jauh Namikaze-sama. Aku mengenal Gaara-sama"
Gaara mengerutkan dahinya. 'Gaara-sama dia bilang' batin Gaara.
"Kau harus menjelaskan semua di rumah Naru-chan"
Kata Gaara berbisik di telinga Naruto dan setelah itu Gaara permisi untuk pergi.
"Wah….. walaupun saudara jauh. Sangat jauh. Kau kenal juga saudara-saudaramu yang Naruto-chan?"
"Tentu. Akukan sering datang kepesta. Lumayan makanan gratis sedangkan baju pasti dikirim. hahahaha"
Ucap naruto bangga.
BUK!
"Kalo jalan hati-hati donk!"
"Gomen"
Naruto membungkukan badan. Tapi setelah berdiri kembali dan melihat siapa yang ditabraknya tadi Naruto menaruh tangannya di pinggang.
"Aku tarik permintaan maafku"
"Mana bisa?"
"Bisa jika yang ku tabrak adalah ayam"
"Apa maksudmu DOBE?"
Sasuke terlihat kesal.
"Kau bilang aku DOBE? Padahal kau lebih dobe dariku. Sudah dapat kesempatan melanjutkan keluar negeri malah ditolak. Itutuh yang namanya D-O-B-E"
Naruto menekankan kata terakhirnya dan itu membuat Sasuke geram.
"Bye bye ayam…. Hati- hati. Awas nanti ketabrak lagi."
Naruto berjalan dan para sahabatnya yang cengo sesaat segera kembali berjalan. Mengejar Naruto yang sudah didepan.
"Gila kamu Naruto"
"Biasa aja"
'sebenarnya jika dia pergi. aku akan kesepian juga' batin Naruto dalam hati.
Pukul 16.00 Naruto les biola. Naruto memainkan biolanya. Dan itu cukup membuat Yuki-sensei senseinya terhanyut dalam permainannya.
"Pokoknya kali ini nona harus tampil"
"Tapi Yuki-sensei"
"Tidak ada tapi-tapian. Tahun kemarin tidak jadi. Sekarang harus"
"Tapi sensei…."
"Nona murid terbaik sensei. Tolong bantu sensei nona"
"Baiklah. Emang kapan sensei?"
"Satu bulan lagi nona"
Naruto pulang ke rumah. Dilihatnya Gaara sedang menonton TV.
BRUK!
Naruto memeluk Gaara dari belakang.
"Naru-chan…."
Gaara menarik tangan Naruto agar duduk didekatnya.
"Ayo jelaskan"
"Aku baru datang. Suruh istirahat dulu kek"
"Tidak"
"Baiklah"
Dan Naruto bercerita lancar.
"Jadi kau menyamar? Begitu? Sampai kapan?"
"yupz. Sampai acara kelulusan kalau bisa. Tadi Gaara nii-chan lagi apa di sekolah?"
"owh…. Itu nii-chan lagi ada urusan sama jii-san"
"Berapa lama disini? besok tosan dan kasan pulang"
"ah… lusa saja. Ada hal yang ingin ku bicarakan kepada tosan"
Sebenarnya Naruto adalah anak satu-satunya tetapi dia menganggap Gaara adalah anikinya dan orang tuanyapun begitu. Bahkan mereka seperti layaknya sebuah keluarga. Tidak ada panggilan ba-san dan ji-san. Tetapi kaa-san dan tou-san. Dan Akhirnya Naruto mengobrol panjang lebar dengan Gaara.
*Skip lagi*
Naruto POV
Lusa aku akan tampil. Bagaimana ini?
"Yuki sensei?"
"Ya?"
"Bolehkah aku menggunakan topeng?"
"Terserah nona. Yang penting nona tampil"
Undanganpun telah tersebar tentunya hanya untuk bangsawan. Tou-san dan kaa-sannyapun pulang.
"Kalian tau? Nanti malam penampilan Namikaze Naruto"
"Ini benar hime yang datang?"
"Benarkah?"
Aku mencoba menetralkan detak jantungku yang menurutku terlalu cepat berdetak.
"Owh… I I iya Naruto. Aku ada kelebihan tiket karena Hanabi di luar negeri. Naru-chan ingin ikut?"
GLEK!
Aku menelan ludahku. Benar-benar seperti menelan batu.
"Ti ti tidak"
"Tidak apa-apa nanti aku pinjamkan gaunku"
". aku ada urusan"
"Hey….. ini sekali seumur hidup"
"Apa yang kalian katakan?"
"Kamu enak Naru-chan sering bertemu dengan hime. Kau tidak tau Naru-chan. Namikaze-hime itu tidak pernah keluar dan tidak ada yang tau wajahnya. Hanya orang-orang penting saja yang mengetahuinya. Ayahku saja baru satu kali melihatnya"
"Benarkah Kiba?"
Kiba mengangguk. Owh… aku lupa Inuzuka company adalah sebuah perusahaan yang tidak terlalu besar.
"Jadi bagaimana?"
"tidak aku benar-benar ada urusan."
Ku melihat jamku dan segera pamit dari sana.
"aku duluan ya… bye…"
Naruto POV end
Naruto akhirnya pergi dengan keringat dingin yang mulai bermunculan dari tubuhnya.
"Ada apa dengannya?"
Kata Ino kepada yang lain. Tapi semua hanya mengangkat bahu.
Naruto POV
Ku memandang diriku dicermin. Aku akan tampil sekarang. Sepertinya semua yang kupakai cukup mempesona. Gaun panjang dengan bagian bahu terbuka sehingga leher jenjangku terekspos, make up tipis dan wajahku agak tertutup dengan topeng. Aku benar-benar gemetar sekarang. Ku melihat tanganku yang bergetar kecil. Tapi aku siap.
"Dan inilah Namikaze Naruto…."
Aku melangkah menuju panggung yang megah atau ku bilang sangat megah.
Naruto POV end
Naruto keluar dan banyak dari para undangan yang menutup mulut mereka. Seperti melihat bidadari. Bahkan tidak sedikit dari cowok yang mimisan.
"Baka otoutou sepertinya kau mimisan"
Sasuke mengelap hidungnya yang berdarah dan sekarang jantungnya berdetak sangat cepat. Dan setelah tepuk tangan yang meriah. Alunan dari biola yang dibawakan Naruto terdengar. Nadanya benar-benar terdengar sangat indah. Bahkan ekspresi Narutopun sangat membantu. Semua pengunjung disana terhanyut dan terkagum-kagum akan kemampuan Naruto. Narutopun sangat menikmatinya.
Naruto menyelesaikan permainannya dan membuka matanya. Semua orang bertepuk tangan. Mereka semua benar-benar mendapatkan hal yang sangat menakjubkan. Setelah memberi hormat Naruto keluar dari panggung. Disana tou-san dan kaa-sannya telah menunggu.
"Penampilan yang bagus sayang"
"I'm very nervous"
Mereka bertiga saling pandang sebelum mereka melompat-lompat seperti anak kecil. Tapi semua orang makluk akan hal itu. setelah itu Naruto harus bersiap untuk mendapatkan ucapan selamat dari semua orang.
"Naru-chan…."
Naruto tau siapa suara itu.
"Mikoto ba-chan…."
Naruto langsung masuk kedalam pelukan Mikoto.
"Konser yang bagus"
"Arigatou"
Semua anggota Uchiha itupun memberi selamat.
"Owh ya. Naru-chan pasti belum pernah bertemu dengan Sasuke. Sasuke ayo"
"Hn"
"Namikaze Naruto"
"Uchiha Sasuke"
Merekapun saling berjabat tangan. Naruto tersenyum kearah Sasuke dan seketika muka Sasuke berubah menjadi merah.
"wah wah wah muka sasu-kun merah"
Mikoto mencoba menggoda anak bungsunya. Sasuke merasa pernah melihat senyum itu. senyum yang selalu mengngatkannya kepada seseorang. Tapi dia lupa. Siapa orang itu.
"Kenapa Naru-chan memakai topeng?"
"Hmmm… emang ketentuannya Mikoto ba-san"
Setelah berbicara cukup lama naruto kembali ke mobil tetapi ditengah jalan dia melihat para sahabatnya.
"Boleh kami minta berfoto bersama Namikaze-hime?"
"Boleh"
Naruto dan para sahabatnya agak merapat.
CKLEK!
Setelah berfoto merekapun membuka pembicaraan. Cukup lama juga mereka berbincang.
"Sayang ya Naru-chan tidak ikut"
"Naru-chan?"
"Iya Namikaze-hime. Dia tidak bisa ikut. Dia adalah saudara jauh sangat jauh hime."
Naruto tersenyum dia menyadari bahwa para sahabatnya itu memang sangat tulus kepadanya.
"Arigatou…."
Naruto membungkukan badannya.
"Ti ti tidak apa-apa hime. Penampilan hime memang sangat bagus"
"Arigatou…. Gomen minasan. Aku harus segera pergi"
"Baik hime"
Kasan dan tosan Naruto datang. Dan ide langsung meluncur dari otaknya.
"Owh ya. Hey… aku akan kenalkan kalian pada tou-san dan kaa-sanku"
"Eh? Kenapa hime?"
"Tidak apa-apa"
"Kaa-san, tou-san kemari sebentar"
"Ada apa Naru-chan?"
"Perkenalkan ini semua teman Naru-chan"
Semua sahabat Naru-chan cengo mendengarnya.
"Aku Namikaze Kushina kaa-san Naru-chan. Salam kenal"
"Aku Namikaze Minato tou-san Naru-chan. Salam kenal"
"Salam kenal…."
Jawab mereka kompak.
"hmmm…. Bukankah kamu Hinata, Ino, Kiba dan Lee"
"Benar Namikaze-sama"
"wah….. melihat kalian seperti melihat chibi orang tua kalian. Walaupun untuk Hinata dan Ino berbeda. hehehehehe"
"kau masih hapal ternyata"
Kata kushina memukul pelan bahu suaminya.
"Tentu donk"
Minato menunjuk-nunjuk kepalanya.
"Tou-san sombong"
Minato tersenyum dengan senyuman khasnya, sama dengan senyuman yang sering dikeluarkan oleh Naruto. Minato melihat jamnya dan menatap Kushina yang langsung dijawab dengan anggukan.
"Kami permisi dulu anak-anak"
Semua sahabat Naruto mengangguk. Naruto, kaa-san dan tou-sannya masuk kedalam sebuah mobil limo.
"Apa hime mengenali Naru-chan?"
"mungkin saja. Naru-chan kan sering datang ke pesta saudara-saudaranya bukan"
Naruto POV
Ku memijit leherku yang sepertinya sudah tidak kuat menahan beban kepalaku.
"Kau sepertinya capek sekali Naru-chan…."
"Iya. sudah sana tidur"
"Apa kaa-san dan tou-san akan balik lagi?"
"Sepertinya begitu. Belajar yang benar ya Naru-chan. Nanti kau bisa ikut kaa-san dan tousan disana"
"Itu karena tou-san dan kaa-san sekarang disana. Naru yakin 3 atau 4 bulan lagi. Kaa-san dan tou-san akan pindah lagi. Naru mau sekolah di London"
"Kenapa?"
"Tidak ada apa-apa"
"Apakah gara-gara ada Gaara dan kedua orang itu?"
"Sepertinya begitu"
Naruto terkik dan langsung berlari menuju kamarnya.
Esoknya seperti biasa. Naruto masuk ke sekolah. Tapi entah mengapa sepertinya dia dapat merasakan bahwa hari ini akan ada orang spesial yang datang. Dan dia sangat yakin bahwa hari ini akan sangat menyenangkan.
Suara bising dari pesawat tidak dapat mengganggu seorang pemuda disana. Karena mp4 nya telah suka rela membantunya. Dia berjalan keluar dengan sebuah koper ditangannya. seorang pemuda berambut merah marun keluar dari bandara. Dia memiliki ciri-ciri seperti Gaara. Tapi terlihat lebih ramah dan tidak ada lingkaran hitam dimatanya.
"Panas sekali"
Katanya sambil mengusap dahinya yang sudah mulai bermunculan keringat.
To be continued
Fyuuuhhhh
*ngelap keringat ah…. Ikutan kayak diatas* akhirnya Tsuki selesai juga menyelesaikan chapter ke tiga ini. Gimana chapter ini? Tsuki harap memuaskan. Dan Tsuki harap ini cukup panjang ceritanya. Maafkan Tsuki ya…. Tsuki bener. Bener minta maaf. Dan sekali lagi maaf telah memotong cerita disaat yang tidak tepat. =='a .
Hmmmm…. Masalah update chapter selanjutnya. Tsuki minta waktu seminggu ya… soalnya Tsuki udah masuk sekolah lagi. Jadi harus siap-siap belajar. Hehehehe *sok rajin* ok. Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
