Chaper 3 ~ Akademi
Naruto © Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : Adventure dan Romance
Summary: Uzumaki Naruto yang diabaikan oleh Kaa-sannya sendiri dan tidak dianggap oleh peduduk desa ingin menjadi Hokage seperti ayahnya." Aku akan jadi Hokage terhebat-dattebayo"\ Strong!Naru and Jenius!Naru ~STRAIGHT~
Warning : banyak typo.. bahasa gak EYD, GS, OOC, Semi Canon, FastPlot yang terpenting fanfic ini NARUFEMSASU! FEM!KYUU
NOT LIKE DON'T READ !
Italic = Flashback
"…." = bicara normal
'Italic' = dalam hati
"…" ucapan Bijuu
Previous Chapter..
"Nah, Naruto sekarang kamu duduk di tengah air dan pejamkan matamu. Konsentrasi dan masuklah kealam bawah sadarmu, temui Yami." Naruto mulai memejamkan matanya dan berkonsentrasi. Sekitar 5 menit dia menutup mata, dia merasakan chakra yang mendekat padanya. Naruto membuka matanya dan ….
~OKEY LET'S CONTINUE THE STORY~
Chapter 3~
Kosong. Hanya kekosongan yang didapati oleh Naruto. Entah apa maksud dari sensornya yang mengatakan bahwa adanya cakra yang mendekat. Tetapi Naruto hanya mendapati pemandangan sebelum dia menutup mata. Hanya saja Sasuke dan Arashii tidak ada. Beberapa menit a mulai merasakan keganjilan.
Ini aneh, seharusnya ia bertemu dengan Yami. Ada apa sebenarnya?. Daripada berpusing ria, Naruto memutuskan untuk keluar dari alam bawah sadarnya. Naruto mulai menutup mata dan kembali berkonsentrasi.
"Arashii-jiji, apa yang terjadi? Dimana Yami?" tanya Naruto setelah kembali dari alam bawah sadarnya.
Arashii hanya menatapnya dan menjawab, "Hah.. mungkin terlalu cepat kau bertemu dengan Yami, Naru! Lebih baik kau dan Sasuke istirahat."
"Hai.." tidak membantah, Naruto pergi kembali ke Apartemennya walaupun banyak pertanyaan yang berputar dikepala si pirang.
~Naruto~
#Alam Bawah Sadar Naruto
Terlihat seorang wanita bersurai jingga sedang membicarakan sesuatu dengan seorang Laki-laki yang memakai Kimono berwarna hitam dengan aksen emas di sepanjang bahu hingga lengan bawah.
"Mungkinkah Yami sudah keluar dari tubuh Naruto, Jiji?" sang wanita yang tak lain adalah Kyuubi atau Kurama.
"Itu mungkin saja, Kurama. Sama seperti kasus Leluhur Naruto terdahulu yakni, Namikaze Saya." Jawab lawan bicara Kurama, Arashii.
"Tidakkah itu membahayakan Naruto, Jiji. Tidak bisakah kita membantunya?" Tanya Kurama.
"Biarkan waktu yang menjawabnya, Kurama. Selain itu hanya Naruto yang mampu mengatasinya. Kita hanya berperan sebagai pembimbingnya." Jawab Arashii.
"Hai, Jiji."
/
/
/
Pagi yang cerah di Konoha. Awan yang berarak dan kicauan burung menambah cerahnya pagi tersebut. Seperti biasanya, tokoh utama kita –Uzumaki Naruto- berlatih di Hutan Kematian bersama Sasuke. Hanya saja mereka tidak ditemani oleh Kurama dan Arashii.
"Teme, bagaimana kalau kita sparing?" Tanya Naruto pada Sasuke. "Ide bagus, Dobe." Jawab Sasuke datar.
Kini Naruto dan Sasuke menyiapkan kuda-kuda masing-masing. Sasuke menyerang terlebih dahulu. Sasuke melemparkan sebuah kunai kearah Naruto dan dapat dengan mudah dihalau oleh Naruto. Kunai tersebut menancap di batang pohon belakang Naruto.
Katon :Gōkakyū no Jutsu
Dari mulut Sasuke muncul bola api raksasa melewati benang tipis yang terhubung dengan Kunai sebelumnya. Serangan Sasuke telak mengenai Naruto.
BOOF….
'Kamawiri? Sejak kapan?' batin Sasuke.
Tiba-tiba Sasuke merasa badannya seperti ditarik dari arah belakang. Setelah melihat ke belakang ternyata Naruto lah yang menariknya.
"Ada yang datang," bisik Naruto. Sasuke menatapnya bingung. Siapa yang datang?Kuu-nee kah? Tapi kenapa Naruto terlihat waspada sekali Pikirnya.
Tiba-tiba semak belukar yang ada didepan Naruto dan Sasuke bergerak dan kemudian terbelah. Muncul seorang bocah yang kira-kira seumuran dengan Naruto dan Sasuke.
"Siapa kau?" Naruto bertanya dengan intonasi yang datar.
"Ma-maaf mengganggu, aku hanya penasaran dengan kalian." Jawab bocah tersebut dengan takut-takut.
"Aku tanya siapa kau dan apa keperluaan mu memata-matai kami?"
"Aku Chiharu Yuki, kalian bisa memanggilku Chichi."
"kau dari clan Yuki? Bukankah di Konoha tidak ada clan Yuki?" Naruto terlihat kebingungan. "Ya, aku adalah seorang Yuki. Aku berasal dari Kirigakure. Maaf kalau kalian merasa terganggu. Aku hanya ingin berteman dengan kalian." Jelas Chichi.
"Apakah kau bersungguh-sungguh?" Tanya Sasuke
"Tentu saja, dari kecil aku tidak memiliki teman. Aku sangat ingin memiliki teman." Chiharu menjawab dengan tegas tanpa ada kebohongan dimatanya.
"Baiklah mulai saat ini kau dan kami adalah teman. Mari lakukan tos persahabatan." Naruto mengulurkan tangan nya yang sudah terkepal dan disambut dengan senang hati oleh Chichi.
/
/
/
#Kantor Hokage
Sandaime Hokage, Hiruzen Sarutobi yang dijuluki Professor of Shinobi saat ini sedang menggerutu kesal. 'For God's Sake, aku sudah terlalu tua untuk menghadapi kertas-kertas ini.'
Oh ternyata dia sedang kesal karena banyaknya laporan yang menggunung. Tak bisakah ia beristirahat barang sejenak? For Kami Sama ia sudah berkepala 6. Seharusnya ia saat ini sedang bersantai dirumah setelah pensiun dari jabatan Hokage yang telah ia berikan kepada Minato.
Tapi semenjak Minato tiada akibat invansi Kyuubi, ia lah yang kembali menjabat menjadi Hokage. 'Andai Tsunade atau Jiraiya mau menggantikanku.'
Saking sibuknya menggerutu, ia tak sadar bahwa sekertarisnya sudah ada dihadapannya. "Selamat siang Hokage-sama, saya hanya ingin memberitaukan bahwa 1 jam lagi rapat akan dimulai."
"Baik, kau boleh pergi." Jawab Hiruzen yang sudah tersadar dari lamunannya.
Skip 2 jam kemudian diruang rapat
KI yang sangat besar melingkupi ruang rapat. KI itu berasal dari Hiruzen. Hiruzen saat ini sangat geram. Berani-beraninya mereka –Civilian Council- mengatakan Naruto harus disingkirkan. Mereka pikir Naruto hanya barang apa?.
"Aku tidak bisa menyetujui usulan kalian. Kalian pikir Naruto hanya barang yang dengan mudah kalian singkirkan?" Tanya Hiruzen dengan intonasi yang rendah menandakan bahwa ia sedang sangat marah.
"Tapi Hokage-sama ia adalah Kyuubi, sang Demon Brad, ia yang telah menghancurkan desa 7 tahun yang lalu. Ia yang-"
"Cukup, Keputusanku sudah bulat. Naruto akan dilindungi dan akan masuk akademi. Rapat selesai." Perkataan Hiruzen barusan tak pelak dihadiahi tatapan menuntut dari para Civilian Council.
"Tapi Hokage-sama " "Aku bilang Rapat ditutup." Kini tak ada lagi yang membantah ucapan sang Hokage.
/
/
/
Saat ini, Naruto berada di Kantor Hokage dengan Sasuke.
"Naruto, kau dan Sasuke mulai hari senin akan ikut akademi." Ucap sang Hokage.
"Ha'i.." Jawab Sasuke dan Naruto serempak.
"Oh ya, kalian sudah bertemu dengan Chiharu Yuki? Kuharap kalian mau menjadi temannya."
"Tentu saja, Hokage-jiji."
"Baik, kalian boleh pergi."
Kini Naruto dan Sasuke ada di lorong gedung Hokage. Mereka berjalan sambil berbicara mengenai akademi yang akan mereka ikuti. Tiba-tiba saja..
Bruk…
Terdengar bunya orang bertabrakan. Naruto yang saat itu terlalu semangat berbicara mengenai akademi secara tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
Seorang laki-laki berambut putih dan memiliki tanda merah dikedua matanya dan seorang perempu-ehh laki-laki berambut hitam dan memiliki mata seperti ular. "Kau tidak apa-apa nak?" Ucap laki-laki berambut putih. "Oh tidak." Ucap Naruto saat dibantu berdiri oleh laki-laki tersebut.
Laki-laki tersebut memandang Naruto lama seperti.. mengobservasi. Naruto yang agak risih dipandangi seperti itu mengibas-kibaskan tangannya didepan muka laki-laki tersebut.
Tersadar dari lamunannya, lak-laki berambut putih menjadi agak salah tingkah. "oh.. maaf nak. Siapa namamu?" tanyanya pada Naruto. "Naruto, tuan."
"Oh, baiklah. Naruto aku harus pergi." Laki-laki itu mulai berjalan dan diikuti oleh laki-laki bermata ular. Naruto, walaupun sekilas dapat melihat sinar kerinduan dimata laki-laki yang tadi memandanginya.
Karena penasaran iapun menolehkan kepalanya dan tepat laki-laki berambut putih itu juga menolehkan kepalanya.
Naruto hanya mengernyit bingung saat melihat gerakan bibir tanpa suara yang dilakukan laki-laki tersebut. Karena tidak ingin ambil pusing, iapun mulai berjalan diikuti oleh Sasuke yang sedari tadi hanya berdiam diri.
Sampai jumpa lagi, Minato
/
/
/
#Skip time Monday
Senin pagi ini, matahari bersinar cerah. Suara burung saling berkicauan. Naruto dan Sasuke mulai berangkat ke Akademi. Naruto menggunakan baju kaos putih yang terdapat lambang Uzumaki, jaket berwarna biru tua, celana standar Chunin berwarna hitam dan sepatu ninja berwarna biru dongker.
Sasuke menggunakan baju berwarna biru muda dengan lambang Uchiha dibelakangnya, rok berwarna hitam yang ada 10 centi dari lutut, dengan socking jaring dari pangkal paha sampai lutut. Stocking tersebut digunakan hanya di kaki kiri. Sasuke juga menggunakan boot ninja berwarna hitam.
Diperjalanan mereka bertemu dengan Chichi. "Kalian akan kemana?" tanya Chichi. Chichi saat ini menggunakan baju berwarna putih dengan lengan panjang, memakai celana pendek selutut warna coklat dan menggunakan boot ninja berwarna coklat. (Maaf kalo jelek deskripsi fesyennya -_-)
"Kami ingin ke Akademi, kau?" Tanya Sasuke balik. "Aku juga, Bagaimana kalau kita bersama ke Akademi?"
"Oke, yosh mari semangat." Sahut Naruto
#Akademi
Di lorong-lorong akademi saat ini sepi. Tapi benarkah? Sayup-sayup terdengar suara keributan dari satu kelas disana.
"Hei, aku punya pengumuman." Ucap -teriak- Sakura. Seorang gadis berambut buble gum. Kelas yang tadinya ribut mulai mengheningkan cipta -salah-,
Suasan kelas yang tadinya ribut mulai hening karena berita-berita yang dibawa Sakura berkaitan dengan guru atau semacamnya. Dan biasanya berita yang dibawa oleh Sakura sangat akurat.
"Hari ini kita akan kedatangan tiga murid baru. Satu laki-laki dan dua gadis." Suasana yang tadinya hening kini kembali menjadi ribut.
"Benarkah Forehead, apakah laki-laki tersebut tampan?" gadis berambut pirang –Ino- bertanya.
"Iya, sangatttt tampan." Tak pelak ucapan Sakura menyebabkan pekikan girang para gadis di kelas tersebut. Mereka gembira karena kelasnya akan ada 2 idola. Sebelumnya Nejilah yang diidolakan oleh gadis-gadis di kelas tersebut.
Srek..
Sakura yang mendengar suara pintu bergeser segera kembali ketempat duduknya. Ternyata yang datang adalah Iruka. Salah satu Sensei di Akademi tersebut.
"Baik anak-anak, kelas kita hari ini kedatang 3 orang murid. Kalian silakan masuk." Perintah Iruka.
Yang pertama masuk adalah Sasuke. Saat Sasuke masuk banyak murid laki-laki yang menatapnya blink-blink. Jelas saja, karena Sasuke sangat cantik turunan dari keluarga Uchiha.
Kedua, Naruto yang memasuki kelas. Saat itu para gadis mulai teriak-teriak tidak jelas. Jelas saja karena Naruto merupakan duplikat asli dari Minato walaupun tidak ada yang mengetahuinya.
Kemudian, yang terakhir Chiharu. Banyak yang berteriak kawaaiii. Chiharu memiliki baby face dengan aura innocent yang menguar sangat kental.
"Silakan perkenalkan diri kalian masing-masing."
"Sasuke Uchiha" Sasuke dengan kedatarannya (?)
"Naruto Uzumaki, Yoroushiku onengaisimasu." Ucap Naruto sambil membungkukkan badanya 45 derajat.
"Chiharu. Yoroushiku." Chiharu dengan senyum carmingnya.
"Baik, Naruto kau duduk dengan Shikamaru. Shikamaru angkat tangamu." Ucap Iruka. 'Hoaem' seorang murid yang memiliki kuncir seperti nanas dibarisan belakang mengangkat tangannya dengan tampang sehabis bangun tidur. Naruto yang melihatnya berjalan ke bangku belakang.
"Nah, Sasuke kau duduk disamping Hinata. Hinata angkat tanganmu." Sasuke yang melihat seorang gadis di barisan depan angkat tangan segera menuju tempat duduknya.
"Kau Chiharu, duduk dengan Sakura. Sakura angkat tanganmu." Chiharu berjalan menuju barisan no 5.
"Oke anak-anak, hari ini kita akan mempelajari tentang cakra dan penggunaannya."
#Pulang akademi
"Hai, Naruto namaku Kiba." Ucap seorang laki-laki yang dikepalanya terdapat seekor anjing –Kiba-. "Salam kenal Kiba."
"Ini Shikamaru, ini Chouji, itu Ino, itu Neji, Tenten, Hinata, Lee, Sakura dan itu Naruko." Saat ditunjuk oleh Kiba, masing-masing dari nama yang disebut memberikan senyumnya kepada Naruto, kecuali Neji dan Naruko.
"Salam kenal minna."
/
/
/
Hutan kematian saat mendengar namanya saja sudah membuat orang merinding. Tapi tidak dengan ketiga anak anak ini yang berumur 7 tahun. Bagi mereka Hutan Kematian adalah sebuah rumah kedua.
Sasuke, Naruto, dan Chichi saat ini ada di dalam hutan kematian tepatnya sebuah padang bunga yang tidak terduga ada di dalam kawasan terdalam hutan kematian.
"Chichi, nama klan mu Yuki kan? Bukankah Yuki itu telah musnah karena adanya pembantaian clan?" Tanya Naruto pada Chichi. "Ya, memang ada sebuah pembantaian klan Yuki. Semua anggota terbunuh hanya aku dan nee-san yang tertinggal." Jelas Chichi.
"Mengapa demikian?" Tanya Sasuke. "Karena saat itu aku dan Nee-san sedang ada di gudang bawah tanah. Dan tidak ada yang mengetahuinya. Sehingga aku dan Nee-san selamat." Naruto dan Sasuke jelas melihat kepedihan yang sangat di kedua mata Chichi walaupun Chichi bercerita dengan tenang.
"Trus, bagaimana kau bisa sampai disini?"
"Aku diselamatkan oleh seorang pertapa berambut putih. Saat aku diselamatkan olehnya, aku terpisah dengan Nee-san. Saat itu aku sedang pingsan."
"Nama nee-san mu siapa Chi?"
"Haku Yuki." Ucap Chichi jelas.
"Oh, bagaimana kalian bisa terpisah?" Tanya Neruto
"Saat itu aku pingsan, jadi tidak tau bagaimana kronologis aku terpisah dengan nee-san. Pertapa yang menyelamatkanku hanya melihat diriku saja."
"Oh, baiklah. Ngomong-ngomong apa elemenmu?"
"Aku tidak tau." Saat mendengar jawaban dari Chichi, Naruto mulai mengeluarkan sebuah kertas berbentuk segi panjang. "Nah Chichi, coba kau alirkan cakramu kekertas ini." Perintah Naruto.
Saat dialiri cakra, kertas tersebut setengah basah, dan setengahnya tersayat. Kini Naruto sudah mengetahui apa elemen dasar dari Chichi. "Elemenmu, Suiton (air) dan Futon (angin). Jika kau sudah bisa mengontrol cakra dengan benar, maka kau bisa mengendalikan elemen clanmu, Salju dan es." Jelas Naruto.
"Kalau kau dan Sasuke apa elemen dasarnya?"
"Aku Katon (api) dan Raiton (petir), sedangkan Naruto sama sepertiku hanya saja ditambah denga Futon." Sasuke berbohong dengan lancar. Sasuke terpaksa berbohong karena ia tak ingin orang yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu mengenai kekuatan sebenarnya dari seorang Sasuke dan Naruto.
"baiklah, mari kita pulang. Hari sudah senja." Ucap Naruto yang disetujui oleh yang lainnya. Kini Naruto tidak lagi merasa sedih dengan kehidupannya yang dibenci dan diacuhkan oleh para desa terlebih oleh ibunya. Karena ia telah memiliki teman yang sangat berharga. Sasuke dan Chiharu.
TBC
Author note:
Maafkan Red, minna. Red update lama banget. Red lagi pusing ngurusin Kurikulum 2013. Banyak tugas walaupun baru aja sekolah. Belum presentasi, observasi dan segala macam –Curcol Autor. #Gebugpakesandal. Di Chap ini, Red tambahin OC. Siapakah Laki-laki yang ditabrak Naruto? Ada clue nya tau dong pasti. Kemungkinan besar tim 7 akan Red rombak dan cerita ini semi cannon ya. Jadi gak akan terlalu sama alurnya dengan yang di Cannon. Untuk nama Rikudou itu murni karangan dan keinginan Red pake nama Arashii. Red usahaain update chap 4 dekat-dekat ini. Doain Red ya.. Tapi gak janji juga *Plak
Okey, yang mereview dicap kemarin, Gomenne belum terbalas karena lagi Mager. Dan jangan lupa untuk Review this Chap. Okey ^_-
Ucapan terimakasih
Nareto Uzumaki-san||Saikari Nafiel||Ryukimaru Namikaze||UchihaXXXXXX||Author||Guest||2PrisonerMaxBright||Namedrad||Altaosapphire||Ryuu||Afdal||MSidiq58||Neko Twins Kagamine|| Golden Ryuu|| Amour-chan|| Rey||Guest||Nagasaki||Monkey D nico||Guest||Yuichi||Yami123||D'yellow||1rahmatzz||rahmatzz||2Naminamifrid||ramlimuhamad11||Mitsuka Sakurai||The Uzumaki dragneel||PricillaJunior||ahmadbhaee||Yasashi-kun||Dragon Warior||Muharrom Catang||Miryoku Alifu Lucifer||14Minyak Tanah|
