Haha! Kembali dengan author gila nan stress ini
Pertama-tama saya mohon maaf karena sudah tak mengupdate fanfic ini selama beberapa corettahuncoret coretabadcoret coretmileniumcoret minggu.
Saya akan memberitahu bahwa chapter ini sangat gak nyambung
Baiklah selamat membaca

I Don't Care About this Day Anymore

"APPPAAAAA!" Teriak semua orang terkecuali dan Elesis
"Eve coba gandengan tangan" Kata Chung sambil mengulurkan tangannya, Eve pun hanya mengikutinya
"Eve kamu... bener, bener manusia"Kata Chung, Eve pun terlihat kaget dan syok
"A... Aku tidak mungkin manusia" Kata Eve
"Moby, Remy cepat periksa keadaanku" Eve memerintahkan tetapi kedua nasod itu hanya diam
"Moby, Remy! Cepat" Tetapi mereka berdua tetap diam Eve pun sedikit kesal
"Oberon, Ophelia" Eve memanggil kedua pelayannya
"Ophelia cepat periksa keadaan badanku" Perintah Eve
"Maaf, tapi kami hanya mendengar perintah dari Ratu kami" Kata Ophelia
"Aku Ratu kalian Eve!" Eve sudah terlihat kesal
"Suara anda memang mirip tetapi ratu kami adalah nasod" Balas Ophelia, sementara Oberon yang memang ga punya sound-system berdiam
"KALIAN!" Teriak Eve sambil bergegas menuju Oberon dan Ophelia bersiap menampar mereka
"WARNING: Threat Detected!" Oberon melihat tulisan tersebut yang menunjuk pada Eve, dengan cepat Oberon pun menebas Eve, tetapi Elsword sempat menahan serangannya. Di atas Eve sudah bersiap Ophelia dengan listrik yang sudah tersimpan di tangannya, Ophelia pun menembakannya tetapi listrik tersebut tidak mengenai Eve melainkan Raven yang sedang menyelinap, karena nasod-armnya terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik
"Kenapa... gu... e?" Tanya Raven lalu Raven pun fainted. Ophelia pun meng-charge listrik lagi tetapi kali ini dia ditendang oleh Rena.

Ophelia is your next opponent
What would you like to do? –Attack –Skill –Items –Run
Rena is Attacking, Ophelia vital point is hit. Critical Hit!
Ophelia take 9999999 damage (males mikir damagenya), Ophelia is defeated
Rena got 1234567 exp

"Dafuq, tadi kenapa tarungnya gaya RPG?" Tanya Rena, sementara Elsword masih bertarung dengan Oberon, tiba-tiba Oberon jatuh pingsan (eh, emangnya nasod bisa pingsan)
"Kamu apain Chung" Tanya Aisha kepada Chung yang sedang memegang sebuah laptop
"Cuma di shutdown systemnya" Kata Chung sambil menutup laptopnya, lalu melihat ke arah Eve yang masih shock
"Eve kamu gak apa-apa?" Tanya Aisha
"Ya..." Jawab Eve
"Sekarang sudah jelas kan kau itu manusia" Kata Ara
"Sudahlah Eve kau istirahat saja dulu, tenangkan dirimu dulu" Kata Rena
"Baiklah" Kata Eve lalu pergi ke kamarnya, sementara Elsword mengangkat Raven lalu melemparnya dengan gaya shoot 3 point tetapi langsung di ambil oleh Rena
"Udah Els, dia ini bukan mainan" Kata Rena lalu menaruh Raven di sofa
"Terlihat sama dimataku" Elsword berkata saat Rena sudah pergi
"Sudahlah, kita berangkat saja sekarang" Keluh Aisha
"Ayo!" Kata Elsword

Suatu Tempat (16.21)
"Suppression" Ara berkata sambil menempelkan tangannya ke tanah lalu membuat daerah dengan gravitasi tinggi, semua glitter di daerah tesebut pun jatuh. Tak melewatkan kesempata Rena pun melompat tinggi menyiapkan anak panahnya
"Aero Strafe" Kata Rena Lalu menembakkannya ke daerah gravitasi Ara, bersamaan saat anak panah tersebut bersentuhan dengan tanah anak panah tersebut meledak
"Binding circle" Kata Aisha lalu membuat ruang penghenti waktu ke arah beberapa glitter assassins
"Bagus. Kali ini akan kuperlihatkan kekuatanku yang baru!" Kata Els
"Armageddon Blade!" Elsword berteriak sekeras mungkin dan menjulurkan pedangnya tapi tidak ada apapun yang terjadi
"Woi, situ mau nyolong skill gue" Kata seorang lord knight yang tiba-tiba entah muncul darimana lalu memukul Elsword (Rune slayer) di punggungnya lalu menghilang kembali
"Tadi itu doppelganger (tau bener tau salah nulisnya, i don't care -_-)" Kata Chung keheranan
"Land Demolisher!" Kata Chung lalu melompat ke arah glitter yang waktunya masih terhenti dan menghantamkan destroyernya dengan kuat ke tanah, seekor glitter muncul dan dengan cepat menebas Chung dari belakang, tetapi dengan cepat Elsword menebas glitter tersebut sebelum berhasil menebas Chung
"Tidak ada kerugian mempelajari sebuah teknik dari kakakku" Kata Elsword
"Hehehe... Hebat juga kalian" Kata seorang dari arah hutan

Ruang Keluarga (23.01)
"Kami pulang" Kata Chung
"Ohh... Udah beres gimana?" Tanya Raven, Elsword masuk sambil menyeret Joaquin yang sedang pingsan
"Udah ketangkep toh. Udah tau penawarnya apa?" Tanya Add
"Belum makanya dibawa kesini" Jawab Aisha
"Kalo gitu aku aja yang introgasi" Kata Elesis
"Tapi bukankah kakak takut terhadap pedang?" Tanya Elsword
"Pedang sih takut, tapi kan masih ada api" Kata Elesis sambil memunculkan api dari tangannya
"Oh iya, pada ngapain aja tadi?" Tanya Rena
"Biasa bersantai-santai" Kata Add
"Situ enak nyantai, kita kecapekan" Kata Rena
"Salah sendiri ninggalin gue" Kata Add
"Ya udah aku tidur dulu dah ngantuk nih, kalian juga gak ngantuk gitu?" Kata Aisha sambil menuju ke kamarnya, sepertinya semunya setuju dengan ide Aisha dan pergi ke kamar masing-masing terkecuali Add
"ada film Bruce Lee sekarang gue mau nonton" Kata Add yang tetap tinggal did ruang keluarga dan menyalakan televisi, sementara Joaquin dipakainya sebagai boneka latihan saat sedang iklan(kasian amat)

Keesokan harinya, Kamar Raven (07.23)
"Ven! bangun Ven!" Teriak Ara
"Hah! Kanapa?" Tanya Raven
"Kamu itu, walaupun anak kecil masa sampe segitunya" Kata Ara dan melihat Add sedang tertawa terguling-guling di lantai, sementara Elsword dan Rena yang juga ada di situ tertawa.
"Si Add kenapa?"Kata Raven dalam hati, lalu Raven pun menyadari bahwa kasurnya telah basah karena, kalian taulah yang membuat kasur seorang anak kecil basah yang biasanya karena anak tersebut gak buang air dulu sebelum tidur.
"Oh sh*t, masa gue ngompol di kasur" Kata Raven dalam hati

Ruang Makan (08.14)
"Kenapa tadi pada ketawa di atas?" Tanya Elesis yang sedang ngumpulkan piring sehabis makan bersama Aisha dan Chung
"Si Raven-ngompol-di celana" Kata Add sambil berusaha menahan tawa
"Kakak sudah bisa memegang pisau?" Tanya Elsword
"Ya tadi dikit-dikit, tapi sekarang dah bisa" Kata Elesis
"Aku mau mandi dulu" Kata Raven
"Emang kamu bisa mandi sendiri Ven?" Tanya Rena
"Gak tau juga sih" Kata Raven
"Ya udah, terpaksa sekalian aku juga mau mandi" Kata Rena
"Ja, jangan jangan.." Raven, Elsword, dan Add berpikir Raven akan mandi bersama Rena
"Ah, tidak perlu Rena, Add sudah membuatnya di bawah kendalinya" Kata Elsword menghentikan Rena, Rena pun melihat Add sudah mengangkat Raven, diangkat lewat leher depannya alias dicekek
"Liatnya aja udah ga aman" Kata Rena sambil mengambil Raven lalu membawanya
"Sialan lu Ven!" Kata Elsword dan Add dalam hati

Suatu tempat (11.02)
"Dengarkan dan jawab, apa penawar bom yang kau lempar itu?" Tanya Elesis kepada Joaquin
"Heh" Jawab Joaquin, dengan cepat kaki Elesis melayang dan menendang Joaquin tepat di ulu hatinya
"Penawarnya?" Tanya Elesis, tetapi Joaquin tetap diam, Elesis pun membuat api yang menempel di tangan Joaquin, Joaquin pun berteriak karena sakit
"Ingin melanjutkan?" Tanya Elesis
"Efek... yang kalian dapatkan saat ini hanya permulaan" Kata Joaquin
"Maksudmu?" Tanya Elesis
"Efek yang akan kalian dapatkan nanti akan lebih buruk bahkan untuk fisik atau mental kalian" Kata Joaquin
"Lalu penawarnya?" Kata Elesis sambil membuat pedang dari api
"Jangan harap" Kata Joaquin, Joaquin pun melihat pergelangan tangannya sudah tak menyatu lagi dengan lengannya
"Pedang api ini setajam pedang sesungguhnya, jadi apa penawarnya?"
"Hah! Saat ini hasil percobaanku yang akan menyerang semua orang, orang yang kau cintai kau sayangi semuanya akan mati! Bahkan teman dan adikmu!" sepersekian detik setelah Joaquin berbicara kepalanya sudah tak menyatu lagi dengan kepalanya
"Dasar sampah!" Kata Elesis

Ruang Keluarga (11.23)
"Bagaimana kakak?" Tanya Elsword, Elesis pun menjawab sambil menggelengkan kepalanya
"Tapi, dia bilang kalau efek yang kita dapatkan sekarang baru permulaan dan dia bilang hasil percobaannya akan menyerbu kita, jadi kita hanya bisa bersiap" Kata Elesis
"-rang! Mereka menjadi makhluk yang kanibalisme," Acara di televisi berbicara
"Tunggu" Kata Elesis, Raven pun berhenti memindahkan channelnya
"Mereka semua sepertinya terjangkit virus aneh, mereka menjadi seperti zombie. Tunggu ada orang di sini, hei, apa yang t...di ... itu... ka...kyaaa!.. mer-" Saluran tersebut pun menjadi biru
"Jangan bilang kalau mereka pasukan Joaquin" Kata Aisha
"Tempat tadi, taman dekat rumah di Elder kan?" Kata Eve
"Baiklah semuanya bersiap!" Kata Ara, mereka semua pun bersiap dengan senjatanya
"Bagaimana dengan senjata kakak?" Kata Elsword
"Yah mungkin aku hanya bisa memakai pedangku untuk bertahan, sementara menyerang, aku tidak tau"
"Add pinjemin beberapa nasodmu buat si Raven naekin atau kamu gendong si Raven" Kata Rena
"Cih" Add mendecih, tapi akhirnya meminjamkan tiga nasod nya untuk dinaiki Raven
"Baiklah Ayo!" Kata Elsword mereka pun keluar rumah
"Woi, nanti dulu keluarnya jangan barengan sempit nih" Kata Raven

-Tamat-

Add : "Serius tuh, tamat di sini aja?"
Author : "Oh, iya salah nulis"

-Chapter 3 Selesai-

Author : "Dah beres"
Aisha : "Fanfic ini aneh, masa tiba-tiba ada zombie gitu"
Author : "Memang aneh, tapi memang dari awal maunya kayak gini kok"
Rena : "Hebat banget imajinasimu"
Author : "Pokoknya makasih buat yang udah baca, sementara buat yang review maaf saya gak bisa bales lagi pegel"
Raven : "Situ pegel ngapain?"
Author : "Nyikat WC, nyetrika, dll. Itu adalah PR saya (pekerjaan rumah)"
Elesis : "Itu sih kerjaan rumah beneran"
Author : "Udah ah sampe sini aja. Dah..."