BABAK KETIGA

Halo, semuanya! Kita kembali lagi di Wipeout: Anime Edition - Ninjas vs Death Shinigami! Di babak ketiga ini tinggal 6 peserta tersisa, yaitu Hatake 'Mad-Eyed' Kakashi, Uchiha Sasuke 'Si Mata Merah Karena Iritasi Ringan', Hitsugaya Toushirou 'Si Pendek Ubanan', Zaraki Kenpachi 'Si Bos Besar', Madarame Ikkaku 'Si Peniru Deddy Corbuzier', dan Kuchiki Byakuya 'Si Lelaki Penuh Zakura'

Arena di babak ketiga ini disebut dengan The Hangover. Jadi, di babak ini para peserta harus bergantung di sebuah trapeze dan melewati beberapa rintangan, yaitu: swizzle sticks, sweeper arm (lengan penyapu), dan Brawl Wall (dinding yang dibentuk dari 4 buah Big Balls). Setelah mereka berhasil menghindari itu semua, mereka harus berpijak ke platform finish agar bisa maju ke babak selanjutnya, babak Wipeout.

Yosh! Siapa sajakah tiga orang yang akan maju ke babak Wipeout? Langsung saja kita menuju ke arena!

"Aku akan maju ke babak Wipeout! Kalian dengar itu?!" Bos Besar berusaha menyemangati dirinya sendiri.

"Jangan banyak omong kau, dasar orang tua!" kata Si Peniru Deddy Corbuzier, tidak mau kalah.

"Siapa yang kau panggil orang tua, hah?!" Si Bos Besar kembali sewot.

"Hei! Kalian bisa diam tidak?! Pertandingannya akan segera dimulai!" Si Pendek Ubanan memotong perdebatan mereka. Sasuke dan Byakuya(seperti biasanya) hanya terdiam, seperti lagunya Cakra Khan. Kakashi hanya menggelengkan kepala.

*bel berbunyi*

Dan babak ketiga pun dimulai!

Si Bos Besar dengan nafsunya yang besar seperti tubuhnya (besar bukan berarti gemuk, ya, ingat itu!) langsung melompat ke trapeze. Melewati swizzle sticks, sedikit ngangkang saat menghindari sweeper arm, dan tertabrak Brawl Wall dengan cukup keras, tapi ia dapat bertahan. Saat ia sedang menuju finish platform, ia sedikit ragu untuk melompat. Akhirnya ia masih tergantung di trapeze. Entah karena takut atau ragu, dia gak bisa melepaskan pegangannya.

Meskipun ia terlihat sedang jaga image dengan terlihat cool dan santai, tapi dalam hatinya pasti ia sedang berteriak, "MAAKKKK... TOLONG, MAAAAAAAAAKKKK...!" #dibantai Kenpachi

"Oi! Jangan serakah,baka!" Ikkaku mengejek sambil melompat ke trapeze kedua. "Yang lain juga ingin ke babak berikutnya!"

"Diam kau,baka!" Kenpachi gak mau kalah. Huh! Baka kok ngomong baka. #dibantai Kenpachi, lagi

Wuah! Aku tak percaya ini! Setelah lama bergantung, Si Bos Besar akhirnya terjatuh juga! Sudah kubilang dia tidak bisa mengatasi kakinya yang pegel karena terlalu sering ngangkang. Hati-hati, dia bisa kram! Tolong panggilkan tim medis!

"Hahaha! Makan tuh duit, Kenpachi!" Ikkaku—yang masih bergantungan di trapeze—tertawa bahagia.

Dan... Oh! Si Deddy Corbuzier pun kena kualat! Ia kesandung sweeper arm dan karena pegangan yang kurang kuat, dan ia ikut terjatuh bersama Si Bos Besar! Ternyata ilmu ilusinya tidak cukup kuat untuk membuatnya mecapai finish platform di kesempatan pertama ini. Siapa yang tertawa sekarang, hah?! #digorok Ikkaku

Byakuya pun melompat ke salah satu trapeze. Melewati swizzle sticks dan menuju sweeper arm. Awas...! Oh! Ia menabrak sweeper arm! Tapi apa ini?! Dia masih bertahan! Awas! Ada... Oh! Lagi-lagi ia menabrak Brawl Wall. Tapi setidaknya bola-bola itu empuk. Ia masih bertahan. Ia melompat menuju finish platform, dan... Ia berhasil!

Saat ini, 'Mad-Eyed' Kakashi sedang tergantung dan berputar tanpa arah yang jelas, dan... Oh! Sweeper arm... Lagi-lagi selangkangannya yang jadi korban. Pasti sakit. #di-Chidori Kakashi

Bos Besar kembali bergantungan di trapeze. Ia berhasil melewati swizzle sticks (itu rintangan mudah), dan... menabrak sweeper arm dan jatuh lagi.

Ikkaku tidak mau kalah. Baginya, ini satu-satunya peluang baginya untuk bisa mengalahkan Kenpachi. Ia telah melewati swizzle sticks, sweeper arm, dan Brawl Wall... ditabrak oleh wajahnya. Tapi ia tetap bertahan. Dan akhirnya...

Ya! Dia berhasil!

"YEAH! AKU BERHASIL! MAKAN ITU, KENPACHI! HAHAARRRGHHH...!" Ikkaku terpeleset dan jatuh kembali ke air. Giliran Kenpachi yang tertawa.

"Sudah kubilang kepala botakmu itu tidak akan membantu!" ejek Kenpachi.

"Apa tadi... kaubilang...? Kau mengejek... kepalaku...?" Ikkaku mulai marah. "Kau tidak tahu kau berususan dengan siapa, hah?!"

Mereka pun berlari ke arah satu sama lain. Sepertinya mereka akan berkelahi.

Tapi tunggu dulu. Mereka biasanya berkelahi memakai zanpakuto. Tapi mereka akan pakai apa sekarang?

...

"Ih...! Kenpachi...! Yey jahat deh ama eke...!" Ikkaku mulai memukul-mukul dada Kenpachi dengan gaya kebanci-bancian.

"Ih...! Yey apaan, sich...?! Itu sih De-El! Makanya yey jangan sombong, tuh kan jadi kualat sendiri! Jangan salahin eke...!" Kenpachi mulai membalas 'pukulan dada' Ikkaku dengan gaya yang tak kalah kebanci-bancian. Kakashi, Sasuke, dan Toushirou hanya bisa bengong sambil muntah pelangi. #ditebas Kenpachi dan Ikkaku bersamaan

Sasuke pun akhirnya sadar. Ia mulai melompat ke trapeze. Toushirou tak mau kalah. Ia juga melompat ke trapeze satunya. Kakashi masih bengong aja. Sepertinya dia gak pernah nyangka kalau Kenpachi dan Ikkaku punya 'sisi lain'.

Kembali ke Sasuke dan Toushirou, keduanya berbalapan menuju finish platform. Keduanya saling memandang sinis sambil menghindari rintangan. Dan... oh! Bisakah kalian percaya ini?! Si Mata Merah Karena Iritasi Ringan terkena sweeper arm dan jatuh! Sepertinya ia terlalu lama memandang Si Pendek Ubanan dan tidak memperhatikan rintangan di depannya. Aneh. Dia yang biasanya selalu fokus, bisa dikalahkan oleh Si Pendek. Aku penasaran apa yang ada di pikirannya ketika memandang Si Pendek. Apakah dia berkata, "Aku pasti akan maju ke babak Wipeout!" atau, "Kenapa Si Pendek ini bisa bertahan?" atau mungkin juga, "Kenapa aku baru menyadari kalau orang pendek itu punya wajah yang unyu sekali?" Wah... Ketauan kan, jati diri Sasuke yang sebenernya... #dipanggang Sasuke

Toushirou berhasil melewati Brawl Wall dan berhasil menuju finish platform. Sisa satu orang lagi yang akan maju ke babak Wipeout. Siapakah dia?

Kakashi, masih bengong. Kenpachi, masih pukul-pukulan sama Ikkaku. Berarti hanya Sasuke yang punya peluang untuk maju!

Sasuke pun mencoba lagi. Ia melompat ke trapeze, melewati swizzle sticks, dan menabrak sweeper arm... Oh! Pegangannya terlepas! Tapi, dia masih bertahan dengan satu tangan! Ayo, Sasuke-kun! Buatlah Sakura bangga!

Tiba-tiba ia bergoyang tak tentu arah. Apakah ini akibat angin atau karena memang disengaja? Tapi kalau angin, sepertinya tidak mungkin—karena sekarang tidak ada angin sama sekali.

Goyangannya sekarang stabil—ke kiri dan ke kanan. Goyangannya semakin kuat dan... Oh! Sekarang aku ngerti kenapa dia menggoyangkan pegangannya! Dia melakukan itu agar ia bisa menghindari Brawl Wall dengan mudah! Ia pasti sudah memperhitungkannya tadi. Ia mulai memelankan goyangannya dan akhirnya ia selamat sampai di tujuan, finish platform.

Akhirnya babak ketiga berakhir dengan 3 peserta yang akan maju ke babak Wipeout, yaitu, Byakuya Kuchiki, 'Si Lelaki Penuh Sakura', Toushirou Hitsugaya 'Si Pendek Ubanan', dan Sasuke Uchiha 'Si Mata Merah Karena Iritasi Ringan'.

Oh, ya, ngomong-ngomong dari tadi aku belum mendengar Kon. Dia ke mana, ya?

"Halo... Zaki_okami-kun..."

Eh, itu dia. Lho? Kon? Kau kenapa?! Kok bisa babak belur begitu?!

"Tadi saat kakak kalah, aku ingin menyemangatinya dan memeluknya, tapi dia malah menjitakku. Saat perempuan dengan dada besar juga kalah aku ingin menyemangati dan memeluknya juga, tapi dia malah meninju wajahku. Aku kan, hanya ingin berbuat baik. Memangnya aku salah apa?"

Uh... Kalo gitu sih, caramu yang salah. Jadi boneka jangan modus, dong! #dihajar Kon, tapi gak berasa apa-apa.

Begitulah, pemirsa. Babak ketiga dinyatakan selesai. Di antara 3 peserta berikut, siapa yang akan pulang dengan $50,000 di kantong? Jangan ke mana-mana kayak lagunya Ayu Ting Ting. Nantikan aksi mereka di chapter selanjutnya!

*Buku Mewarnai Dewa Kematian!* (emas!)

"Ah, payah! Ini tidak mungkin terjadi! Harga diriku hancur!" Kenpachi marah-marah sendiri.

"Yumichika pasti akan menertawaiku karena kalah dari pertandingan bodoh ini!" Ikkaku menyusul.

"Ja-jangan sedih dulu..." aku mencoba menghibur (dengan sedikit rasa takut). "Aku dengar Wipeout edisi anime akan mengadakan episode 'Shinigami'. Jadi di episode itu akan 12 pasangan dari masing-masing divisi. Kalian bisa ikut kalau kalian mau."

"Benarkah itu?" Kenpachi langsung menatap tajam.

"I-iya. A-ku memang belum tahu pasti kapan episode itu akan muncul, tapi aku janji, jika aku sudah tahu kapan episode itu akan digelar, aku akan memberitahu kalian."

"Bagus! Terima kasih, Zaki_okami-kun."

"Jangan lupa untuk memberitahu kami, ya!" sahut Ikkaku.

"Jangan khawatir!"

Mereka pun berjalan menjauh. #now playing: musik eliminasi

Tak lama kemudian, Kakashi berjalan melewatiku sambil berkata, "Pertandingan yang bagus."

Aku jadi teringat akan selangkangannya. "He-Hei, Kakashi. kau tidak apa-apa kan, maksudku... tadi, kan kau..."

"Ya... Sebenarnya masih agak sakit, sih, tapi tidak apa-apa. Itu sudah menjadi resiko."

"Maafkan aku, Kakashi."

"Sudahlah, Zaki_okami-kun. Tidak apa-apa."

"Kakashi, kau berencana untuk memakai $50,000 itu untuk mentraktir Naruto makan ramen, bukan?"

Ia hanya menatapku dan tersenyum (emang sih, mulutnya gak keliatan, tapi aku yakin dia pasti tersenyum) sampai akhirnya ia berjalan ke pintu keluar.

Di saat bersamaan, para finalis X-Factor (lho?) sedang bercakap-cakap.

Toushirou bertanya kepada Sasuke, "Kau, Uchiha, kenapa kau bisa terjatuh? Bukan maksudku untuk meremehkanmu, tapi kau sangat terkenal yang menanggapi segalanya dengan serius. Kau seharusnya bisa fokus di saat kau bergantung tadi. Apa yang tadi kaupikirkan saat kau menatapku?"

"Aku hanya baru menyadari bahwa..." Sasuke berhenti. Hening sebentar.

"Ternyata kau sangat unyu, Hitsugaya-kun...!" Sasuke langsung memeluk Toushirou.

"Kyaaa...!" Toushirou berteriak seperti perempuan.

Ups, maafkan aku. Itu hanya bayangan Toushirou saja. Inilah yang sebenarnya dikatakan Sasuke:

"Aku hanya memikirkan tentang jawaban-jawaban yang diberikan para Hokage padaku. Tentang... pengorbanan Itachi..."

Toushirou memasang wajah awkward. Kurasa ia sedang berkata dalam hati, "Aduh, kenapa jadi mendadak galau begini? Dan yang paling membingungkan: Apa hubungannya denganku?"

Dengan sok berani, aku menghampiri mereka dan berkata, "Hei, hei, hei! Sudah cukup galaunya! Lebih baik sekarang kalian pulang dan istirahat untuk babak Wipeout besok!"

Sasuke, Toushirou, dan Byakuya langsung menatapku dengan tatapan dingin.

"Ke-kenapa kalian melihatku dengan wajah seperti itu?" aku mulai takut.

"Kau... tadi... mengusir kami?" tanya Toushirou.

"Ti-tidak! A-aku hanya menyarankan kalian untuk istirahat... Be-benar, kan?"

Hening panjang.

"Ya, ya, benar juga." mereka bersahut-sahutan. Mereka pun berjalan ke pintu menuju dunia luar.

"Hati-hati di jalan, ya!"

Mereka berbalik badan dan kembali menatapku.

Aku hanya memasang muka 'damai' dan membalasnya dengan lambaian tangan yang pelan.