Can i?
.
.
Cast :
- Kyuhyun
- Sungmin
- Donghae
- Eunhyuk
.
Pairing : KyuMin
.
Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing
.
Rate : T
.
Warning : GS, OOC, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai
.
.
.
Chapter 3
~HAPPY READING~
.
.
.
Matahari sudah mulai memancarkan sinar hangatnya. Tidak butuh waktu lama untuk Sungmin berias diri, hanya menyisir rambutnya asal dan dia siap untuk berangkat ke sekolah.
Sebuah mobil Hyundai hitam sudah bertengger dengan manisnya di halaman flat Sungmin. Perlahan, pintu kaca mobil itu terbuka saat Sungmin sudah berada tepat di dekat mobil itu terparkir. Senyuman angkuh khas seorang Kyuhyun langsung menyambutnya.
"Masuklah! Kita akan berangkat sekolah bersama" Ajak Kyuhyun yang terdengar seperti sebuah perintah. Sungmin tak bergeming dari tempatnya dan hanya memandang Kyuhyun malas.
"Hei, kau kekasihku sekarang, Lee Sungmin. Sudah seharusnya kita berangkat bersama, bukan begitu?"
Ya, mereka memang sepasang kekasih sekarang kalau kalian ingin tahu. Dengan ancaman seperti itu siapa yang tidak akan menerima Cho Kyuhyun. Kelicikan pria itu memang sudah melibihi iblis di neraka sekalipun. Bagaimana bisa dia mengancam seorang gadis untuk menerimanya dengan cara seperti itu?
Dengan keterpaksaan tingkat tinggi, seorang Sungmin harus menerima iblis seperti Cho Kyuhyun. salahkan dia yang sudah mulai merasakan pentingnya teman dan persahabatan dalam hidupnya. Sungguh dia tidak tega kalau sampai Hyuk tahu dia menyukai Donghae. Dan jangan lupakan Donghae, entah apa yang akan terjadi kalau pria itu mengetahui perasaannya. Sungmin tidak mau membayangkannya.
.
.
"Butuh waktu beberapa menit untuk aku yakin bahwa ini memang sebuah tempat tinggal" Ucap Kyuhyun saat Sungmin sudah duduk di sampingnya dengan seatbelt yang melingkar ditubuh mungilnya.
"Dari mana kau tahu tempat tinggalku?"
"Ayolah Lee Sungmin, kau tidak ingat aku ini siapa? Hanya mencari alamat rumahmu adalah sesuatu yang sangat mudah"
"Apa kau sedang mempermainkanku Cho?" Tanya Sungmin tiba-tiba.
"Apa aku terlihat seperti mempermainkanmu?" Bukannya menjawab, Kyuhyun malah balik bertanya. Sungguh Sungmin sudah sangat muak mendengar suara orang disebelahnya itu.
"Pasti kau sangat membenciku sampai kau melakukan hal ini, ckck~ kekanakan"
"Kalau kau memang menganggap aku mempermainkanmu, maka lanjutkan permainan ini sampai akhir"
Selama perjalanan, mereka pun hanya diam tanpa bicara sekalipun. Begitu malasnya Sungmin terhadap makhluk disebelahnya membuatnya menghiraukan keberadaannya bahkan melirik pun tidak.
Setelah memakirkan mobilnya, Kyuhyun segera membuka pintu dan keluar disusul oleh Sungmin. Dalam satu tarikan kini tangan Sungmin sudah terpaut oleh jemari tangan Kyuhyun.
Merasa tidak nyaman dengan tatapan orang-orang kepadanya, Sungmin berusaha melepaskan tautan tangannya. Namun sepertinya itu sia-sia, Kyuhyun sangat erat menggandeng tangannya.
"kau akan melakukan permainan ini sampai akhir kan Lee Sungmin?" Bisik Kyuhyun tepat ditelinga Sungmin. Bagi siapapun yang melihat, pasti akan salah paham dengan adegan itu. Para penggemar Kyuhyun yang biasanya berteriak kini mendadak mematung tanpa suara. Terlalu terkejut, eoh?
.
.
Sungmin menghela nafasnya saat dirinya sampai di tempat duduknya. Entah apa yang akan terjadi padanya? Mengingat betapa tajamnya pandangan penggemar Kyuhyun itu.
"Min ah~ apa aku ketinggalan sesuatu? Apa yang terjadi dengan kau dan Cho Kyuhyun?" Pertanyaan Hyuk membuat Sungmin memutar bola matanya. Oh, jangan sekarang kau bertanya hal ini Hyuk. Batinnya.
"Seperti yang kau lihat dan dengar, kami—" Sungmin tampak menggantungkan kalimatnya. Mengucapkan kata 'kami' membuatnya ingin muntah seketika.
"—Sudah lupakan saja" Sambung Sungmin.
"Kenapa kau tidak memberitahukan hal ini padaku? Kenapa aku harus mendengar dari orang lain dan melihat kalian saat sudah bersama?" Tanya Hyuk sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Ini diluar dugaanku Hyuk" Hyuk tampak kesal, namun kemudian—
"KYAAAAA! Akhirnya uri Sungmin bisa jatuh cinta. Aku pikir kau membenci Cho Kyuhyun tapi ternyata kalian malah menjalin hubungan seperti ini. Kau hebat Min. Kau bisa mengalahkan semua penggemar Kyuhyun. Aku bangga padamu" Ucap Hyuk sambil memeluk tubuh Sungmin.
Karena risih dengan pelukan itu, Sungmin pun melepaskan diri. "Ini bukan sesuatu yang harus dibanggakan Hyuk"
"Tapi setidaknya kau harus menceritakan bagaimana awalnya kalian bisa men—"
"Aku bilang lupakan. Aku tidak mau membahasnya" Potong Sungmin.
.
.
Setelah beberapa jam disuguhkan dengan mata pelajaran yang begitu memusingkan bagi banyak siswa. Akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar untuk sekedar makan siang, begitu juga dengan Hyuk.
Sungmin yang tidak terbiasa makan siang di sekolah pun memutuskan untuk pergi ke tempat kesukaannya, perpustakaan.
Berjalan sendirian di koridor yang sepi. Namun sepertinya dia melihat siluet tubuh yang begitu di hapalnya mulai mendekat ke arahnya. Mereka pun berpapasan dan saling melewati.
"Tunggu Donghae ssi~" panggil Sungmin. Sosok itu – Dongahe—mulai berbalik.
"Ne?"
"I-itu jaketmu masih ada di rumahku"
"Jaket? Oh, jaket itu. Kalau kau menyukainya, kau boleh mengambilnya"
"Aniyo. Besok aku akan mengembalikannya"
"Baiklah"
"Mianhae, seharusnya dulu aku langsung mengembalikannya"
"Tidak apa-apa"
"Gomawo Donghae ssi~"
Setelah mengucapkan kalimat itu, Sungmin pun langsung membalikan tubuhnya dan berjalan dengan cepat. Oh sungguh, hanya berbicara seperti itu pada Donghae saja, jantungnya seakan ingin keluar.
"Lee Sungmin!" Sebuah panggilan membuat langkahnya terhenti. Suara yang begitu menyebalkan bagi Sungmin.
"Wae?"
"Ikut aku!" Bukannya menjawab, Kyuhyun dengan seenak hatinya melah menarik tangan Sungmin dan terus membawanya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sungmin kesal saat dirinya didudukan di sebuah kursi sedangkan Kyuhyun mengambil duduk dihadapannya.
"Ini jam istirahat. Wajar kan kalau aku mengajakmu ke kantin untuk makan siang?"
"Aku tidak pernah makan siang di sekolah Cho"
"Kalau begitu, temani aku makan siang. Kau hanya perlu duduk diam ditempatmu"
.
.
Waktu istirahat sudah hampir habis, namun kyuhyun masih menyantap makan sianganya dengan santai membuat Sungmin begitu jengah dengan sikapnya.
"Kalau kau tidak cepat menyelesaikan makan siangmu. Maka aku akan pergi dari sini Tuan Cho"
"Kau bosan menemaniku?"
"Memuakan"
"Selain mengumpat apalagi keahlianmu nona?"
"Aku pergi" Sungmin pun mulai berdiri.
.
Sret
.
Dengan cepat Kyuhyun menarik lengan Sungmin, membuat gadis itu kembali terduduk di kursinya.
"Baiklah. Aku sudah selesai nona" Ucap Kyuhyun sambil tersenyum mengejek.
.
.
Hari ini, Sungmin benar-benar merasa kesal. Selama jam pelajaran yang tesisa, dia hanya menggerutu dan mengumpat. Kelakuan Cho Kyuhyun memang sangat menyebalkan baginya.
Tanpa Sungmin sadari, bel pulang sudah berbunyi beberapa menit lalu. Hyuk yang duduk disebelahnya pun hanya memandangi Sungmin yang masih setia melamun.
"Min ah~, kau tidak mau pulang?" Pertanyaan Hyuk membuat Sungmin terkesiap.
"Apa sudah waktunya pulang?"
"Kau aneh sekali. Bel sudah berbunyi Min. Oh iya, hari ini aku ada les piano jadi aku pulang duluan ya Min?"
"Oh baiklah"
"Annyeong" pamit Hyuk yang langsung melesak keluar.
Sungmin merapikan buku-bukunya dan memasukkannya ke dalam tas punggungnya. Setelah semuanya rapi, dia pun mulai melangkah keluar. Namun, pria tinggi dengan senyuman khasnya itu sudah berdiri di depan kelasnya.
'Haruskah dia menggangguku seharian ini' Batin Sungmin
"Kenapa kau lama sekali? Tidak bisakah lebih cepat sedikit"
Tanpa mengindahkan Kyuhyun, Sungmin terus berjalan melewati pria itu. Dengan cepat, Kyuhyun pun mengikuti langkah Sungmin.
"Kabiasaanmu itu sangat buruk sekali nona Lee"
"Apa kau tidak punya pekerjaan yang lebih penting selain menggangguku?"
"Hei, aku tidak menganggu. Aku hanya ingin mengantarmu pulang dengan selamat. Bukankah itu tugas seorang kekasih?"
"Jangan menyebut kata 'kekasih' Cho, itu sangat menjijikan"
"Sudahlah. Lebih baik kita pulang" Dan lagi-lagi Kyuhyun menarik paksa lengan Sungmin.
.
.
"Kenapa kau kesini? Kau tidak pulang?" tanya Kyuhyun saat sampai di sebuah toko kue. Memang tadi Sungmin meminta Kyuhyun mengantarnya ke toko kue.
"Aku harus bekerja Cho. Jangan lupa, aku bukan orang kaya sepertimu"
"Kau bekerja disini? Kau memang gadis yang menarik Min, hidupmu tidak jauh berbeda seperti di drama-drama"
.
.
Kling~
.
Sungmin membuka pintu toko dan dilihatnya Heechul yang sedang sibuk di meja kasir.
"Annyeong onni"
"Oh kau Min, tumben kau sudah datang biasanya— siapa dia?" Tanya Heechul saat menemukan sosok Kyuhyun yang jalan disebelah Sungmin.
"Dia—"
"Aku kekasih Sungmin" Potong Kyuhyun. Sungmin hanya memndang tajam ke arah Kyuhyun, namun sepertinya pria itu tidak mempedulikan tatapan menusuk Sungmin.
"kekasih? Sejak kapan Sungmin mempunyai kekasih?"
"Tanyakan saja pada Sungmin" Jawab Kyuhyun sekenanya dan dengan tidak sopan dia langsung duduk di salah satu kursi.
"Kenapa tempat kerjamu kecil sekali Min?"
"YA! APA MAKSUDMU BOCAH?"
"Kenapa kau marah noona? O, apa ini toko milikmu?" Tanya Kyuhyun dengan wajah yang dibuat sepolos mungkin.
"Min, benar dia kekasihmu? Pria tidak sopan ini kekasihmu? Dunia akan kiamat sepertinya"
"Cho kyuhyun! Sudah cukup. Sekarang kau pulanglah" Usir Sungmin
"Baiklah. kalau memang keberadaanku akan membuatmu tidak fokus bekerja. Aku pulang"
Sepeninggal Kyuhyun, Sungmin menghela nafasnya lega. Setidaknya, Kyuhyun tidak memperlihatkan wajah meyebalkannya itu di depannya.
"Kau berhutang penjelasan padaku Min" Ucap Heechul
.
.
"jadi kau jatuh cinta pada pria yang menolongmu itu? Kenapa kau tidak pernah menceritakan hal ini padaku Min?"
Ya, Sungmin sudah menceritakan detailnya kepada Heechul. Sungmin sungguh tidak mau kalau Heechul beranggapan kalau dirinya menjadi kekasih Kyuhyun karena sebuah cinta. Oh sampai kapanpun hal itu tidak akan pernah terjadi.
"Kau sangat tahu aku orang seperti apa Onni"
"Tapi apa kau yakin, kalau perasaamu kepada laki-laki itu adalah cinta? Bukan rasa kagum karena dia sudah menolongmu?"
Pertanyaan Heechul membuat Sungmin berpikir. Bukankah tanda-tanda yang setiap kali ditunjukan tubuhnya sebagai jawaban bahwa dia memang mencintai laki-laki itu.
"Entahlah" Lirih Sungmin
"Kalau kau menyukai laki-laki itu kenapa kau harus takut kalau Kyuhyun mengatakannya?"
"Hyuk. Hyuk menyukai Donghae"
"Hyuk? Oh si gummy smile itu?" Sungmin hanya mengangguk.
Memang Heechul pernah bertemu Hyuk saat Sungmin mengajak gadis periang itu ikut ke tempat kerjanya.
"Aku harap tidak akan terjadi apa-apa padamu Min ah~"
.
.
Sungmin menjatuhkan tubuh lelahnya di kasur lipat miliknya. Hari ini dia benar-benar merasa letih karena harus membantu Heechul membuat pesanan kue untuk besok ditambah lagi keberadaan iblis satu itu membuat batinnya juga ikut lelah.
Sebelum benar-benar tertidur, Sungmin teringat sesuatu. Dengan cepat dia bangkit dan membuka lemari pakaiannya. Diambilnya jaket itu dan melipatnya serta memasukkannya ke dalam tas.
"Aku harus mengembalikannya besok"
.
Drtt... drttt
.
Ponsel Sungmin bergetar pertanda ada pesan masuk. Dilihatnya ID si pengirim. Hyuki~. Sungmin pun segera membuka pesan itu.
.
Min ah, besok aku tidak masuk sekolah karena harus menghadiri sebuah acara di luar kota. Jadi jangan merindukan ku ya kkkk
.
"Apa maksudnya? Merindukannya? Ck~ yang benar saja" Gumam Sungmin. Namun tidak dipungkiri, isi pesan dari Hyuk membuatnya tersenyum.
Setelah meletakkan ponselnya, Sungmin pun kembali berbaring dan mencoba untuk tidur.
.
ooOoo
.
Sepertinya Sungmin harus terbiasa dengan pemandangan seperti ini, dimana sebuah mobil hitam sudah terparkir di halamannya saat dia keluar dari flat mungilnya.
"Sampai sekarang aku masih berpikir, bagaimana cara otakmu bekerja Cho?"
"Pertanyaan macam apa itu?"
"Untuk apa kau melakukan ini semua? Kita bahkan tidak sungguh-sungguh menjalani hubungan ini?
"Sudahlah nikmati saja statusmu sekarang. Setidaknya semua orang mengira aku memang mencintaimu"
"Tidak ada untungnya bagiku" Gumam Sungmin.
"Aku memang tidak mencintaimu Min. Tapi hubungan kita ini bukan tipuan, kita memang benar-benar sepasang kekasih. Jadi hubungan kita ini sungguhan"
"Kau salah, kalau kau mengira penggemarmu akan lari kalau kau punya hubungan denganku"
"Kau pikir ini di drama. Bukan alasan itu yang ku pakai untuk memintamu menjadi kekasihku"
"Lalu?"
"Kita sudah sampai nona Lee. Jadi sekarang turunlah" Sungmin terdiam. Pertanyaan itu kenapa harus ditanyakan saat mereka sudah mendekati sekolah? Mungkin memang belum waktunya untuk terkuak.
.
.
Selama Hyuk duduk disebelah Sungmin, ini pertama kalinya gadis periang itu tidak masuk. Dan entah kenapa ketidak adaan Hyuk membuat Sungmin merasa kesepian. Aneh. Mengingat selama ini Sungmin sudah terbiasa sendiri. Sepertinya Sungmin sudah sangat terbiasa dengan sikap Hyuk yang ceria itu.
Sungmin hanya fokus dengan penjelasan guru di depan. Walaupun sesekali pandangannya beralih ke lapangan bawah dimana kelas Donghae sedang ada pelajaran olahraga dan itu berarti Kyuhyun juga ada disana.
Sungmin mendecak pelan saat matanya menemukan sosok pria tinggi yang sedang duduk santai menghiraukan sang guru yang sedang menjelaskan di depan semua siswanya itu.
"Haruskah dia menggunakan kekuasaannya saat di kelas sekalipun?" Gumam Sungmin.
.
.
Saat bel istirahat berbunyi, Sungmin langsung keluar dengan sebuah bungkusan ditangannya. Sebelum ramai, dia harus menemukan Donghae dan mengembalikan jeket itu secepatnya. Setelah mencari, akhirnya Sungmin menemukan Donghae yang sedang duduk disebuah anak tangga sambil menegak air mineral ditangannya.
"Donghae ssi~" Panggil Sungmin. Donghae pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin.
"Oh kau"
"I—ini jaketmu. Mianhae, aku baru mengembalikannya"
"Gomawo"
"Kalau begitu aku permisi dulu" Sungmin pun langsung beranjak dari tempatnya meninggalkan Donghae yang masih duduk terdiam.
"Kenapa kau selalu seperti itu Sungmin ssi~?" Gumam Donghae.
.
.
Sungmin merasa lega karena sudah mengembalikan jaket itu kepada Donghae. Dia pun kembali ke kelasnya. Namun belum sampai disana, Sungmin dihadang oleh beberapa yoja. Oh sepertinya itu adalah para penggemar Kyuhyun.
'hah...Pasti mereka ingin menyerangku. Merepotkan'
"YA! LEE SUNGMIN! ATAS DASAR APA KAU MENGAMBIL KYUHYUN KAMI?"
"APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA KYUHYUN, HAH? AKU YAKIN KAU MEMBERIKAN TUBUHMU PADANYA KAN? KARENA SANGAT TIDAK MUNGKIN KYUHYUN MENYUKAIMU, CIH"
Ejekan demi ejekan terus mengalir dari mulut lancang yoja-yoja itu. Sungmin pun semakin mengepalkan tangannya kuat. Lama-kelamaan hinaan mereka semakin keterlaluan. Memberikan tubuhnya untuk membuat Kyuhyun terpikat? Oh sungguh, dugaan itu membuat Sungmin merasa direndahkan.
"Kau pikir, aku wanita rendahan seperti kalian? Apa itu yang kalian lakukan untuk memikat laki-laki? Memberikan tubuh kalian?" Dengan santainya Sungmin mengatakan itu membuat mereka semua geram. Sungmin memang tidak mau berkelahi untuk sekarang ini, jadi dia mencoba tidak langsung menggunakan kekerasan. Namun sepertinya kata-katanya malah memancing kemarahan mereka.
"HYA! APA MAKSUDMU WANITA JALANG?" Yoja-yoja itu mulai marah dan berusaha untuk menyerang Sungmin.
"KALIAN SEMUA HENTIKAN!" Sebelum mereka berhasil menyentuh Sungmin. Sebuah suara menghentikan aktivitas mereka.
"Kyu—hyun" Yoja-yoja itu pun menelan ludahnya kelu saat mengetahui Kyuhyun yang berteriak tadi.
"Jangan pernah menghina Sungmin. Jadi sekarang kalian pergilah. Kalau sampai aku melihat kalian menyelakai Sungmin lagi. Aku tidak akan segan-segan mengeluarkan kalian"
"N—ne"
Yoja-yoja itu pun berjalan dengan cepat meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun.
"Haruskah kau menggunakan kekuasaanmu itu untuk mengancam mereka? Kekanakan" Decih Sungmin.
"Apa itu yang seharusnya kau ucapkan saat ada orang yang menolongmu?"
"Aku tidak pernah meminta bantuanmu. Lagi pula kenapa kau harus repot-repot membantuku?"
"Karena kau kekasihku"
.
Deg~
.
'Kata-kata itu, kenapa begitu— Ya! Lupakan itu Lee Sungmin' Batin Sungmin
.
ooOoo
.
Setiap pagi Kyuhyun selalu datang menjemput Sungmin. Sungmin pun kini tidak perlu berangkat sekolah pagi pagi seperti biasanya. Sedikit menguntungkan bagi Sungmin memang. Tapi dia tidak pernah meminta Kyuhyun untuk menjemputnya.
Sesampainya di kelas, Sungmin menemukan Hyuk yang sudah terduduk dikursinya dengan kepala merunduk di atas meja.
"Hyuki ah~, waeyo?" Hyuk pun mengangkat kepalanya dan betepa kagetnya Sungmin saat mata Hyuk kini penuh dengan air mata.
"A—apa yang terjadi denganmu Hyuk?"
"Min, a—aku hiks hiks hiks. Donghae menolakku"
"Ne?"
Sungmin masih belum mengerti dengan ucapan Hyuk. Ditolak? Jangan bilang Hyuk menyatakan perasaannya pada Donghae?
"Tadi pagi, aku menyatakan perasaanku pada Donghae" Lirih Hyuk. Sungmin pun mematung, bagaimana mungkin?
"Kau tahu apa yang dia katakan?"
"Apa?"
"Dia bilang, dia belum bisa menerimaku karena dia harus menunggu kepastian seseorang. Dia mencintai orang lain Min"
Sungmin pun memeluk tubuh Hyuk yang bergetar dan mengelus rambut Hyuk lembut. Sebenarnya ucapan Hyuk juga membuatnya sesak. Jadi selama ini, Donghae sudah menyukai orang lain?
.
.
Sungmin berjalan menuju kantin untuk membelikan sedikit makan siang untuk Hyuk. Gadis itu menolak untuk ikut dirinya ke kantin. Sepertinya patah hati sudah membuatnya tidak nafsu makan. Walaupun sebenarnya keadaan Sungmin tidak jauh berbeda dengan Hyuk sekarang. namun setidaknya dia masih bisa menahannya dan bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.
"Sungmin ssi~" Sebuah panggilan membuat Sungmin berhenti. Dilihatnya Donghae yang sudah berdiri didekatnya.
"Bisa kita bicara sebentar"
.
.
Mereka berdua kini sudah berada di taman belakang. Mencari tempat yang jarang dilalui pleh para siswa.
"Apa yang ingin kau bicarakan Donghae ssi~?"
"Aku hanya ingin bilang, kalau selama ini aku— aku menyukaimu Lee Sungmin"
Mata Sungmin membulat mendengar pernyataan Donghae yang baru saja meluncur dari bibir tipisnya.
.
.
.
TBC~
.
.
.
A/N:
Annyeong!
Aduh author ga tau mau ngomong apa. Mianhae, kalo chap ini terkesan boring. Konfliknya emang belom muncul, author lagi cari waktu yang tepat. Buat setting ff ini, ikutin aja kenyataannya mereka. Kira-kira tahun berapa si umin asli itu sekolah menengah? Hihihi...
Oh iya, ada yang minta jangan Donghae mulu jadi orang ketiga. Onni ku sayang, ini ff aku yang pertama dimana Donge jadi orang ketiga. Di ff ku yg kemaren- kemaren kan pake Jungmo sama Siwon. Jadi ini the first time lah...
Segitu aja deh kayaknya
KHAMSAHAMNIDA
.
.
.
Thanks to:
Cho Kyuri Mappanyukki, Park HyunRa, MINGswife, Thania Lee, Kim Soo Hyun, Rima KyuMin Elf, JK0603, ryeosomNia14, WindaaKyuMin, mitade13, nabila . amalia . 5, kyurin Minnie, Sunghyunnie, kanaya, HEEYEON, choi hyekyung, ayachi casey, minyu, dirakyu, SSungMine, QMingKyutes1371, e . lyte1812, Tika, Lee Shurri, Chikyumin, sider imnida, eunhee24, triple3r, 1412, yunteukwon, audrey musaena, EvilBunny-JoY, BABYKYUTEMIN, vicsparkyu4ever, coffeewie kyumin, fariny, vina8402, LoveHaeHyuk
.
.
For JK0603saya sangat tahu kalau chap kemarin memang begitu mengecewakan. Menurut kamu cerita ini pasarankah? Sejujurnya saya juga belum tahu alur ff ini akan seperti apa, mungkin saya memang author yang masih banyak kekurangannya bahkan berani mem-publish ff yang masih mentah alias belum jelas ending dan alurnya akan seperti apa. Saya mencoba untuk membuat cerita yang berbeda tapi kalau kamu tetap menganggap ff ini pasaran dan sama dengan cerita yang lainnya, saya tidak keberatan kalau kamu menghiraukan ff saya. Tapi untuk menghapusnya, saya tidak tega dengan yang lainnya. Maaf. Tapi terimakasih kamu sudah peduli dengan ff saya ini.
.
.
Q & A:
Q : Kyu nya suka apa Cuma mau mainin umin aja?
A : Pertanyaan itu kayaknya bakal terjawab seiringan dengan ff ini
Q : Setting ff ini tahun berapa?
A : huwaa, ini memang kesalahan author yang kurang jelas. Sebenernya soal ini mau dijelasin di chap kemarin tapi kelupaan. Jadi setting ini ikiutin aja kejadian nyata mereka dulu. Author males bikin tahun lahir mereka kalau ngikutin tahun kita. Ngerti ga maksudnya?
Q : Apa Hae suka sama Min?
A : Hae ga suka sama Min, tapi Hae suka sama author hahahaa. Sudah terjawab sepertinya
.
Maaf ga bisa bales semua reviewnya.. hihihi
.
.
Blog : kyuminisours . wordpress . com
Twitter : wantifishy
.
.
Thank you so much buat reader yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca apalagi mereview ff ini. karena review yang kalian berikan membuat author semangat untuk menyelesaikan chap-chap selanjutnya. Khamsahamnida...
Mind to RnR again? Pulisssss :)
