The Black Hair Hiruma
A/N: Halo Semua! Jumpa lagi nih di fic ini! Terima kasih banyak yang sudah me- review fic pendek saya ini (membungku-bungkuk ke reader) dan inilah jawaban Review saya!
Undine-Yaha: Saya akan berusaha membuat cerita ini seseru dan seromantis mungkin!
SatanSpawn: Terima kasih banyak! Silahkan jadikan fic saya inspirasi anda!
DarkAngelYouichi: Nggak papa kok manggil saya senpai… Hmm… ketemu nggak ya?
Mitama13466-susah log in: maaf ceritanya agak loncat-loncat. Soalnya saya agak sibuk dan terburu-buru.
Yoelasoekahiruma: KEKEKEKE kita lihat saja Yoela-san!
Iin cka you-nii: terima kasih atas pemberitahuannya. Saya akan mulai merevisi setiap lima chapter (kalau mungkin…) dan saya akan selalu membutuhkan reader seperti anda untuk memberitahukan kesalahan-kesalahan saya.
j-d'akuma mlez login: terima kasih banyak! Saya akan mulai merevisinya!
Saya juga butuh bantuan Reader untuk menolong saya dalam fic ini agar fic ini bisa selesai.
Yak, sekian jawabn-jawaban saya! Silahkan dibaca!
Disclaimer: Saya anak SMA biasa dan tidak mempunyai hak milik Eyeshield 21…
"Bicara biasa"
'berpikir'
"Menelpon/berbicara tidak langsung"
Chapter 3
XOXO
Hiruma memasuki arpatemennya sambil membawa 2 kantong plasitk di kedua tangannya. Yang kanan berisi sepatu barunya, sedangkan yang kiri berisikan bahan makanan. Kantung plastik yang berisi sepatu di lempar ke kursi dan tergeletak begitu saja. Hiruma menaruh bahan-bahan makanannya ke dalam kulkas yang seukuran tingginya dan berwarna putih dengan corak biru polkadot. Setelah selesai mengatur barang-barang yang ada di dalam kulkas, Hiruma mengambil handuk, sabun, shampo, dan sikat gigi dengan odolnya dari kamarnya dan masuk ke kamar mandi.
Kamar mandi itu mempunyai tembok yang berwarna putih, ubin yang berwarna biru, bath tub, sebuah tempat untuk mencuci tangan, sebuah cermin yang berada di atas tempat mencuci tangan, dan sebuah lukisan tembok di langit-langit ruangan
Hiruma menyalakan bath tub dengan keran air panas dan air dingin dibuka dan kedua air yang berbeda suhu itu bercampur di dalam bath tub.
Setelah beberapa menit Hiruma memasukkan tangan kanannya ke dalam bath tub untuk mengukur suhu air. Setelah dirasa sudah pas Hiruma mematikan kedua keran dan membuka pakaiannya. Tubuhnya yang tinggi, badan muscular, dan rambut hitamnya membuatnya menjadi idaman wanita (Kayak lagu Changcuters).
Hiruma merendam tubuhnya dan menarik nafas dengan tempo yang konstan.
'Deimon… kekeke. Sepertinya sekolah itu menarik juga." Pikir Hiruma.
Hiruma mengambil sabun dan menggosokkannya ke tubuhnya.
'dan lagi "Dia" akan ada disana…"
Hiruma mengambil shampo dan mencuci rambutnya.
Hiruma menyeringai dan menunjukkan gigi tajamnya. "Lebin baik lagi kalau kami sekelas… haha, kayaknya itu gak mungkin.'
Hiruma membilas rambut dan tubuhnya beberapa kali sebelum mengambil handuk dan mengeringkan diri. Hiruma mengambil bathing robe yang tergantung di balik pintu dan memakainya.
Dia membuka tutup bath tub dan semua air dihisan oleh lubang kecil yang ditutup bath tub. Lalu Hiruma keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaiannya. Setelah memakai kaos hitam dan celana ¾ coklat, Hiruma menyalakan TV dan mendengarkan berita.
*Ting Tong~*
Seseorang membunyikan bel Hiruma.
"Siapa yang malam-malam datang kesini?" gumam Hiruma.
Hiruma lalu berdiri dan melihat keluar lewat layar intercom yang ada di pintu. Hiruma melihat seorang cewek yang kira-kira berumur 16-17 tahunan –an yang mempunyai rambut hitam, memakai sweater biru, dan mata coklat dengan wajah yang manis. Seelah melihat cewek itu wajah Hiruma berubah menjadi kaget.
'D-dia!'
Hiruma menekan tombol merah di intercom.
"Wakana, sedang apa kau di sini?" tanya Hiruma lewat intercom.
"H-hiruma-san!' panggil Wakana, manager Ojou White Knights. "A-ano… aku ingin memberitahukan sesuatu…" ucap Wakana dengan wajah memerah.
Mendengar kata-kata Wakana Hiruma menaikkan sebelah alis.
Wakana menarik nafasnya. "Hiruma-san… aku menyukaimu…"
Hiruma membuka pintu depannya dan menatap Wakana yang memerah. Ia menutup matanya lalu menatap Wakana dengan tatapan lembut (V: Hiruma! Lembut! Dunia mau kiamat! H: Berisik! *Author ditembakin Bazooka*)
"Maaf Wakana. Aku… sudah menyukai wanita lain." Wakana yang mendengar langsung meneteskan air matanya. Hiruma yang melihat Wakana menangis menaruh tangannya ke pundak Wakana dan memberikan Wakana sebuah senyum. "Carilah pria yang lebih baik. Aku yakin banyak pria ingin bersamamu."
Hiruma sudah mengetahui Wakana menyukainya sejak Ojou bertemu dengan Shinryuuji di partai final turnamen musim gugur.
*Flashback.*
Hiruma melakukan Touch down di area Oujou. Semua orang tidak kaget melihat Hiruma dapat melewati pertahanan White Knight yang bisa di bilang relatif kuat. Mengapa karena sejak debut awalnya bermain untuk Shinryuuji naga, Hiruma menyaingi kemampuan Agon yang di kenal dengan 'Si jenius dalam 100 tahun'. Peluit tanda waktu habis di tiupkan dan para supporter Shinryuuji bersorak dengan ceria. Para pemain, pelatih, dan manager Oujou terlihat shock dengan kekalahan ini.
"Shinryuuji Naga 154 – Oujou White Knight 36! Sungguh nilai yang sangat berbeda! Apakah ini karena masuknya salah satu jenius ke Shinryuuji Naga!" Ucap komentator tersemangat kita yang tak lain dan tak bukan ialah Machine Gun Sanada.
Semua grup berkumpul dan berbaris di lapangan dan membungkuk ke arah para penonton (kecuali Agon…). Setelah selesai anggota tim Shinryuuji mengganti pakaiannya. Hiruma melirik kearah bench Oujou dan melihat para anggota dimarahi oleh pelatih mereka (V: saya lupa namanya…).
Hiruma membuka semua pelindung tubuhnya dan menggantinya dengan pakaian seragam Shinryuuji. Setelah selesai mengganti baju dan membereskan barang-barang yang dibawanya, Hiruma melirik kearah bench oujou sekali lagi. Selagi teman setimnya tertawa mengingat kekalahan Oujou yang memalukan, Hiruma berjalan ke bench Oujou dan melihat semua pemainnya sedang ganti baju dan Wakana menunduk termenung.
'Jika aku bisa lebih berguna bagi tim ku… mungkin saat ini kami bisa maju ke christmas bowl.' Pikir manajer berambut hitam yang di ponytail itu.
"Hei." Panggil Hiruma. "kenapa termenung begitu?"
Wakana tersentak kaget melihat Hiruma yang duduk di sebelahnya. Dia menatap mata hijaunya dan terdapat aura kelembutan di dalamnya. "Tidak… tidak ada apa-apa." Ucapnya.
Hiruma terdiam sebentar lalu tertawa. "KEKEKEKE… pasti kau memikirkan kenapa dirimu tak berguna untuk timmu kan?"
Wajah Wakana memerah, tetapi ia mengangguk kecil. Hiruma melihat wajahnya dan tersenyum kecil. "Hei, kau tahu untuk menjadikanmu berguna kau harus berusaha sekeras mungkin…" Hiruma berdiri dari tempat duduknya. "dan jika kau gagal, ubahlah kegagalan itu menjadi jalan keberhasilan untuk dirimu." Hiruma berjalan kearah teman-temannya yang sudah menunggu.
"Tunggu!" teriak Wakana ke arah Hiruma. Hiruma memberhentikan langkahnya dan menatap Wakana. "Mengapa kau memberitahukan ini kepadaku?" tanya Wakana.
Hiruma memunggungi Wakana. "Karena… aku pernah merasakan seperti itu." Hiruma melanjutkan langkahnya menuju rekan-rekan setimmnya. "Kita akan bertemu lagi Wakana." Ucap Hiruma yang dapat di dengar Wakana.
*End of Flashback*
Wakana sudah beberapa kali pergi dengan Hiruma dan Tsuki. Dan ada satu pertanyaan yang terngiang-ngiang di kepalanya.
"Kau tahu dari mana apartemenku disini?" tanya Hiruma.
Wajah Wakana merona karena malu. "A-aku melihatmu di jalan…"
Hiruma menaikkan alisnya. "Dan kau mengikutiku?"
Wakana mengangguk kecil. "Dan kau berdiri di sini selama 45 menit?" tanya Hiruma.
Sekali lagi Wakana mengangguk kecil. Hiruma menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas. "Masuklah. Akan kubuatkan minuman hangat…" ajak Hiruma.
Wakan tersentak kaget. Awalnya dia terlihat ragu-ragu tetapi pada akhirnya menggelengkan kepalanya. "M-maaf Hiruma-san. Aku ada kepentingan lain." Wakana membungkuk ke arah Hiruma dan langsung pergi secepat mungkin dengan air mata di pipinya. Aku tak akan menyerah! Kau akan jadi milikku Hiruma-san!
Hiruma yang melihat air mata Wakana masuk kedalam apartemennya dan mengambil sebungkus permen karet tanpa gula. Hiruma melanjutkan menonton TV yang di berhentikan.
"Cih, kenapa kehidupan gua jadi gini…" gumam Hiruma sambil mencari acara yang bagus.
Karena nggak ada yang bagus Hiruma melempar remote TV ke sofa dan berjalan kek kamarnya. Sesampainya di kamar ia langsing membaringkan diri di kasur.
'Wanita benar-benar membingungkan…' pikir Hiruma dengan mata tertutup dan kesunyiaan di kamarnya yang menemani.
XOXO
Sinar matahari menyinari wajah Hiruma lewat sela-sela gorden jendela. Hiruma membuka matanya dan membuang permen karet yang dikunyahnya sejak tadi malam (Bagaimana caranya? Jangan tanya saya…) ke tempat sampah. Ia bangun dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah mencuci muka dia melihat jam di dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 06.30
Masih ada waktu…" gumam Hiruma.
Hiruma berjalan ke dapur dan mengambil telur dan roti tawar dari kulkas. Hiruma menyalakan kompor dan meletakkan wajan di atasnya.
"Apa yang akan kulakukan saat di sekolah nanti?" Gumam Hiruma sambil memecah telur dan membuat telor ceplok.
Setelah selesai memasak Hiruma mengambil masakan yang dibuatnya sambil menyalakan TV untuk menonton berita. Dimakannya telur dan roti tawar yang sudah dimasaknya dsambil menonton TV.
"Pemirsa, kemarin pecatur jepang, Hiruma Yuuya berhasil mengalahkan Grandmaster catur, Garry Kasparov di Las Vegas" Mata Hiruma membesar saat mendengar nama ayahnya di berita."Yuuya mengalahkan Kasparov dengan Skak mat oleh ratu dan kuda dalam 32 putaran. Dan inilah cuplikan Yuuya saat diwawancarai setelah mengalahkan Kasparov"
Lalu muncullah gambar Hiruma Yuuya yang sedang dikerumuni oleh wartawan di layar TV. (Make Bahasa Inggris) "Mengalahkan Garry merupakan salah satu kenangan yang tidak dapat saya lupakan. Tapi saya masih tahu bahwa perjalanan saya masih panjang dan saya masih belum menyerah untuk mencapai yang terbaik. Dan saya berterima kasih untuk orang-orang yang sudah mendukung saya dan tentu saja anak-anak saya yang di jepang" Hiruma hampir tersedak saat memakan rotinya. "Kalian pasti akan menjadi yang terbaik… dan kau Youichi, kutunggu tantanganmu-" Hiruma mematikan TV nya dan menyeringai. Lihat saja orang tua! Akan ku kalahkan kau.
Setelah selesai sarapan, Hiruma mengganti pakaiannya menjadi seragam Deimon yang terdiri dari kemeja putih, celana panjang hitam, dasi hitam ,dan jas hijau sekolah. Lalu Hiruma mengambil tas hitamnya dan memasukkan semua buku pelajaran yang dibutuhkan, pakaian olah raga, laptop, dan AK-47 untuk berjaga-jaga jika terdesak. Lalu ia mengambil Hand phone dan dimasukkannya ke saku.
Setelah semua yang dibutuhkannya dibawa ia keluar dari pintu depan dan menyeringai memperlihatkan gigi-gigi tajamnya. 'KEKEKEKE kita lihat apakah sekolah ini benar-benar menarik atau tidak!'
Dia tidak tahu bahwa di sekolah inilah dirinya menjadi pemicu peristiwa-peristiwa penting di jepang.
To Be Continue…
A/N: Bagaimana chapter ini? Bagus, jelek, tidak bermutu, atau yang lainnya? Silahkan di rview untuk memberitahukan saya kesalahan-kesalahan perkataan dan lainnya. Dan ingat disini Hiruma banyak OOC, karena saya ingin membuat Hiruma lebih terbuka dari yang lain. Dan pairing disini adalah HiruXMamo dan slight HiruXWaka. Yah, mungkin saya akan memasukkan OCXJuumonji dan SuzuXSena, kalau kalian ingin yang lain silahkan review. Terima kasih.
With all regards – Varianto A
