Chapter 3

By marcent

Cast

Cho kyuhyun, Lee sungmin,

LeeHyukJae, Kim RyeoWook, and the others

Disclaimer

Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun

Kyumin milik kalian semua

GS, Romance

Bingung! Kata itu yang sedang ada di pikiran seorang namja yang sedang fokus mengendarai mobilnya. Tidak tau harus berkata apa. Dia benar-benar bingung harus memulai percakapan dengan yeoja yang sedang duduk diam di sebelahnya itu. Sejak kejadian di café tadi dia tidak berani untuk angkat bicara. Takut? Bukan, bukan karena takut. Tapi dia hanya bingung harus menjelaskannya. Benar-benar bingung. Dia sangat tau sifat yeoja yang masih setia mengisi relung hatinya itu. Dia tau yeoja itu pasti memikirkannya, dia pasti sedang salah paham.

"Min." akhirnya dia beranikan diri untuk buka suara untuk pertama kalinya setelah hampir setengah perjalanan mereka habiskan dalam diam.

Tetapi yang di panggil masih tetap setia membungkam mulutnya. Tidak ada jawaban, dan bahkan sekarang yeoja tersebut mengalihkan pandangannya kearah jalanan yang semakin sepi tersebut.

"Miiinn.." lagi Kyuhyun mencoba memanggilnya. Tapi hasilnya tetap sama. Diam. Tidak ada sepatah katapun keluar. Dia tau pasti Sungmin sedang melamun sampai-sampai panggilan Kyuhyun tidak di dengarnya. 'Kebiasaan buruknya' mulai lagi pikir Kyuhyun.

"Lee Sungmin.." kali ini dia memanggil lagi dengan lembut. Dan akhirnya yeoja itu pun menoleh dan Kyuhyun merasa lega saat Sungmin menolehkan wajahnya kearah Kyuhyun. Dia tau Sungmin pasti akan merespon omongannya kalau dia memanggilnya seperti itu.

"Aku bisa menjelaskannya Min. Kau salah paham sayang." Kyuhyun mencoba untuk menjelaskannya kepada Sungmin dengan masih tetap dengan fokus mengendarai mobilnya.

"Kyu, maaf. Tapi aku saat ini sedang capek dan ngantuk. Bisa kah kau percepat? Aku benar-benar sudah capek Kyu." Kyuhyun yang mendengar jawaban dari Sungmin hanya bisa menghela napas dan menuruti perkataanya.

Dan sisa perjalanan mereka pun diisi kembali dengan suasana hening. Dan masing-masing sibuk dengan pikirannya sampai akhirnya mobil tersebut berhenti di kediaman orangtua Sungmin.

"Terimakasih Kyu untuk hari ini." Sungmin melepas seatbeltnya dan hendak membuka pintu saat jari-jari panjang Kyuhyun menahannya.

"Min, istirahatlah. Aku tau kau sangat capek. Dan aku minta maaf buat hari ini. Mungkin aku tidak bisa menjelaskannya hari ini. Besok pagi aku akan menjemputmu. Aku janji akan menjelaskannya. Selamat malam sayang. Mimpi yang indah, sampai jumpa besok." Kyuhyun mengecup pipi kanan Sungmin dan dalam diam Sungmin hanya bisa menatap Kyuhyun bingung.

Sesaat setelah itu Sungmin segera membuka pintu mobil itu dan langsung melesat masuk ke dalam rumahnya tanpa berniat untuk melihat bahkan sekedar melirik ke dalam mobil itu lagi.

Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa menghela napas berat. Seketika kepalanya terasa tertusuk oleh ribuan jarum. Dia sebenarnya takut sifat Sungmin yang dulu kembali lagi. Takut kalau kejadian yang menimpanya saat mereka baru menjalin hubungan terjadi lagi sekarang. Hanya dikarenakan sebuah salah paham dan hal-hal yang kecil. Dan otak Kyuhyun pun memutar kembali memori saat itu.

*Flashback on*

Suasana kelas pagi itu sedang ramai. Ada yang sedang mencatat jawaban PR nya dengan mencontek jawaban temannya, ada yang sedang sibuk bercengkrama, ada yang sibuk mengganggui temannya dan ada juga yang sedang sibuk dengan HP nya masing-masing. Tetapi ada satu orang masih setia duduk di dekat jendela yang langsung mengarah ke gerbang masuk sekolah mereka. Seperti menunggu seseorang yang masih juga belum muncul.

Cho Kyuhyun, namja tersebut masih saja setia memperhatikan satu per satu siswa yang masuk ke dalam sekolah tersebut. Dia menunggu seorang yeoja yang sudah berhasil membuatnya bangun pagi sekali hari ini tidak seperti biasanya. Seisis rumahnya dibuat tercengang saat sang tuan muda manja tersebut sudah bangun pagi sebelum di bangunkan seperti biasanya. Jelas itu menjadi sebuah tanda tanya besar bagi mereka apa yang membuat seorang Cho Kyuhyun bangun sepagi itu tanpa dibangunkan dan berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali.

Bukan tanpa alasan lelaki berambut ikal tersebut berangkat pagi sekali ke sekolah kalau tidak mengingat apa yang akan dilakukan dan siapa yang akan ditemuinya pagi sekali di sekolah ini. Dia sedang menunggu Lee Sungmin yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta saat pertama sekali masuk ke sekolah ini. Dia terpesona langsung dengan wajah imut yeoja itu saat pertama kali melihatnya. Sifatnya yang sangat hyperaktif, ceria dan senyum yang selalu membuat hatinya nyaman saat melihatnya langsung membuat ia menginginkan yeoja tersebut.

Ia tidak menyangka kalau di tahun pertama saat ia masuk ke sekolah menengah atas ini ia bisa bertemu dengan yeoja yang bisa membuat hatinya berdebar dan nyaman hanya dengan melihatnya. Jatuh cinta? Ya, dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya. Kalau di tanya alasannya kenapa kurasa kalian yang juga pernah jatuh cinta pasti tahu tidak butuh alasan untuk bisa jatuh cinta kan?

Dan ia akhirnya berhasil mendapatkan hati yeoja tersebut, ternyata ia juga punya perasaan yang sama dengan seorang jenius bernama Kyuhyun. Dia mengakui kalau dia memang suka dengan Kyuhyun saat tau lelaki tersebut sangat pintar bahkan bisa dikatakan sangat jenius. Berbanding terbalik dengan dirinya yang memiliki otak yang pas-pasan.

Awalnya Sungmin hanya kagum dengan namja itu tetapi rasa kagum itu berubah menjadi rasa yang lain. Dia suka dengan namja tersebut. Saat namja itu tau kalau Sungmin mempunyai perasaan yang sama dengannya ia langsung menyatakan perasaannya. Sangat mudah untuk tau perasaan Sungmin, dia adalah tipe yeoja yang terang-terangan. Saat dia suka dengan sesuatu dia akan langsung mengatakannya. Tetapi tidak mudah bagi seorang Lee Sungmin untuk menyukai sesuatu dan itu sangat-sangat susah. Tetapi sekalinya dia suka dia akan terus terang mengatakannya.

Saat dia mulai suka dengan Kyuhyun dia bercerita dengan teman sekaligus sepupunya tersebut. Oh, jangan lupakan dengan Ryeowook yang menjadi sahabat saat pertama sekali dia masuk ke dalam sekolah ini. Dan dari Ryeowook lah Kyuhyun mengetahui kalau Sungmin menyukai dirinya. Karena Ryeowook masih mempunyai tali persaudaraan dengan Kyuhyun dan mereka sudah akrab sejak kecil. Seperti Sungmin, Hyukjae dan Donghae yang menjadi sepupu merangkap sahabatnya.

Kyuhyun masih saja tetap menunggu tetapi yang di tunggu tidak datang juga sampai bel sekolah yang menandakan pelajaran akan segera di mulai itu berbunyi. Dia kembali ke tempat duduknya yang berada di sudut ruangan itu dengan tidak semangat. Dia mengeluarkan buku pelajaran dengan tidak semangat dan diiringi dengan tatapan heran teman sebangkunya.

"Hei Kyu, kau kenapa? salah minum obat? Atau lupa sarapan?"

"Ya! Apa maksudmu Shim Changmin?"

"Pertama, kau datang sangat pagi sekali hari ini. Tidak seperti biasanya. Ku kira kau yang buka gerbang hari ini. Jadi ku kira kau salah minum obat. Hahahaha"

PLAK

Dan ucapannya itu berhasil mendapat sambutan yang 'hangat' di pagi itu oleh tangan sahabat evilnya.

"Aaawww~ sakit evil"

"Apa maksud perkataanmu? Dan jangan lupakan kalau kau juga evil Changmiiinnn."

"Iya itu juga karena aku berteman dengan evil makanya aku jadi evil." Dan ucapannya tersebut mendapatkan deathglare yang sangat sangat mematikan menurutnya.

"Oke…Oke.. maaf tuan Cho. Dan menurutku kau aneh hari ini. Dan saat kau duduk kau terlihat sangat tidak bersemangat. Apa kau lupa sarapan hanya karena kau terlalu bersemangat untuk membuka gerbang sekolah ini pagi-pagi sekali? Hahahahahahahahaha"

PLAK.. PLAK…

Dan sekarang bukan hanya kepalanya saja yang menjadi sasaran tetapi juga bahu dan lengannya menjadi sasaran kemarahan sang evil. Changmin berniat untuk membalas saat suara sang guru menghentikan kegiatan duo evil tersebut.

"Selamat pagi anak-anak. Sekarang kumpulkan buku tugas kalian. Bagi yang belum selesai silahkana ma-"

Tok..Tok..Tok..

"Masuk"

"Hah..Hah..Hah.. Maaf ssaem. Kami haaahh~ terlambat. Haaahh. Haaaahhh.. Haaahhh"

"YA! Lee Donghae, Lee Hyukjae, Lee Sungmin. Kenapa kalian bisa terlambat? Pake acara ngos-ngosan lagi." Serempak semua seisi kelas tertawa saat mendengar perkataannya dan itu tidak berlangsung lama karena sang guru memberikan deathglare kepada murid-muridnya.

"Coba jelaskan ke saya kenapa kalian bisa terlambat. Padahal kalian termasuk siswa yang selalu datang awal ke sekolah."

"Jeoseonghamnida ssaem. Ini semua gara-gara si ikan Mokpo ini. Kalau tidak karena dia kami pasti tidak bakal terlambat." Sedangkan yang di tuduh hanya menundukkan kepalanya berkali-kali kearah gurunya tersebut.

"Ya sudah. Kali ini kalian bertiga saya maafkan karena kalian termasuk siswa yang tidak pernah telat. Tapi ingat hanya kali ini saja. Besok-besok tidak akan saya ijinkan untuk ikut dalam pelajaran saya. Mengerti?"

"Ne ssaem. Gamsahamnida" jawab ketiganya serempak sambil membungkukkan badan tanda terimakasih.

"Baiklah. Sekarang kita mulai pelajaran" dan kelaspun kembali diam entah itu karena memang memperhatikan pelajaran dengan baik atau diam karena tidak mengerti. Hihihihihi

Tetapi hanya Kyuhyun yang tidak memperhatikan ke depan. Dia hanya memperhatikan Sungmin yang baru saja duduk di bangkunya dan sibuk mengeluarkan buku pelajarannya.

Min akhirnya kau datang juga. Ku kira kau tidak datang. Kau masih berhutang sama ku. Akan ku tunggu sampai waktu istirahat nanti batin Kyuhyun sambil memperhatikan punggung Sungmin dalam diam dari belakang.

Rest time

"Hyukkie-ah aku ke toilet dulu ya. Nanti aku nyusul kalian ke kantin" Sungmin langsung lari keluar dari kelasnya.

Kyuhyun baru saja berdiri hendak mengahampiri Sungmin saat dilihatnya Sungmin buru-buru keluar dari kelas. Tapi ia berpikir sebentar dan akhirnya memutuskan untuk menghampiri Eunhyuk yang hendak keluar dari kelas itu juga.

"Hyuk-ah. Kau ada waktu? Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu." Eunhyuk sedikit terkejut saat dilihatnya Kyuhyun yang tiba-tiba menghampirinya

"Ehhmm, sebenarnya aku mau ke kantin Kyu, Minnie sudah menunggu ku mungkin. Tapi kalau sebentar saja ku rasa tak masalah. Karena Hae bakalan ke kantin juga. Ada apa Kyu?"

"Hmmm. Ku rasa lebih baik kita ke taman belakang sekolah saja."

"Kenapa tidak di sini saja Kyu?"

"Ini rahasia. Pimiiill~" Kyuhyun sedikit mendekatkan mulutnya ke telinga Eunhyuk. Seolah seperti berbisik.

"Cih~ sok main rahasia-rahasiaan. Hahahaha ya sudah ayok."

.

.

Di kantin

"Hae~ mana Hyukkie? Aku sudah lapaaaarrrrr." Rengek Sungmin.

"Aku baru saja dapat pesannya. Katanya kita di suruh makan duluan Min. Dia ada urusan sebentar dan mungkin gak bisa ikut dengan kita buat makan."

"Hah? Urusan apa? setahuku dia lagi tidak ada urusan apa-apa. Kenapa jadi mendadak begini? Bahkan dia bilang tidak ikut makan? Bagaimana bisa? Bahkan kita belum sempat sarapan tadi kasihan dia kalau tidak ikut makan." Donghae hanya mengangkat bahunya.

"Ntah lah Minnie, kurasa ada yang memang harus di kerjakannya. Kajja kita pesan makan saja. Aku sudah lapar ini." Kali ini Donghae mengusap-usap perutnya tanda kalau dia memang benar-benar lapar.

"Haaaa~ ini juga karena kau Hae. Coba semalam kau tidak begadang karena nonton bola pasti kita tidak akan terlambat sampai tidak sempat sarapan. Kan kasihan Hyukkie sekarang tidak bisa ikut makan dengan kita."

"Ya aku minta maaf deh. Nanti kita belikan saja dia susu strawberry dan Cheese cake pasti dia senang. Sekalian mengganjal perutnya. Kan untuk makan itu tidak perlu waktu lama jadi dia bisa memakannya saat kita sampai di kelas nanti." Sungmin menjentikkan jarinya dan tersenyum menampakkan gigi kelincinya.

"Ah~ ide bagus Hae. Kajja kita pesan makan aku juga sudah lapar." Sungmin menggandeng lengan sepupunya itu menuju tempat mereka untuk memesan makanan.

Kriiiinnnggg…. Kriiinnngggg…. Kriiiinngggg….

Di saat bersamaan dengan suara bel yang menandakan pelajaran akan dimulai kembali Eunhyuk dan Kyuhyun masuk ke dalam kelas mereka.

"Gomawo Hyuk-ah."

"Ne Kyu, sama-sama." Eunhyuk tersenyum kearah Kyuhyun dan dibalas dengan senyum juga dari Kyuhyun dan ia juga tersenyum juga kearah orang yang berada di samping Eunhyuk- Sungmin- dan langsung menuju tempat duduknya, tapi ia hanya menatap bingung dengan apa yang baru saja dilihatnya.

Hyukkie dan Kyuhyun? Sejak kapan mereka berdua bisa saling senyum dan berbicara seperti itu? Setahuku mereka selalu berantam dan tak pernah akur. Tadi Donghae bilang kalau dia ada urusan. Jadi dia ada urusan sama Kyuhyun? Tapi urusan apa? Sungmin sibuk berdialog sendiri di dalam hatinya sampai-sampai dia tidak sadar kalau dari tadi Eunhyuk sudah memanggilnya.

"Min.. Minnie… Sungmiiinnnn.. Ya! Lee Sungmin!" Eunhyuk mengguncang-guncangkan lengan Sungmin untuk menyadarkannya.

"Oh, Hyukkie-ah. Ada apa?" yang di tanya hanya mendengus.

"Kau ini suka sekali melamun, hilangkan kebiasaanmu itu Minnie. Itu bisa jadi kebiasaan buruk nantinya. Kalau kau sedang melamun terus ada orang yang memanggilmu kau bisa-bisa tidak menghiraukannya sepertiku tadi." Eunhyuk memang sangat kesal dengan sifat melamun sepupunya tersebut dan itu menjadi suatu kebiasaan buruk Sungmin kalau dia seperti itu terus.

"Ah~ mian Hyuk-ah. Ngomong-ngomong kau ada urusan apa dengan Kyuhyun sampai kau tidak bisa ikut makan dengan kami?" akhirnya dia menanyakannya, dia tidak mau jadi mati penasaran dengan keadaan langka seperti yang baru saja tadi di lihatnya.

"Hmm, nanti saja aku beri tahu di rumah. Hah, sekarang aku benar-benar merasa lapar. Ku rasa si evil itu harus membayar ini semua nanti. Dia jadi berhutang dengan ku karena aku melewatkan waktu makan ku. Huaaaa, Minnie aku lapaaaarrr~" Eunhyuk memegang perutnya.

"Ah, aku baru ingat ini ada strawberry milk dan cheese cake tadi aku dan Donghae sengaja beli kan untuk mu untuk sekedar mengganjal perutmu saja. Cepat makan selagi guru belum masuk."

"Huaaaa gomawo Minnie-ah kau memang yang terbaik." Eunhyuk langsung memeluk sepupunya itu.

"Arra.. Arra. Aku memang selalu yang terbaik. Hihihihi tapi sebagai imbalannya kau harus menceritakan kenapa kau dan si evil itu bisa bersama tadi."

"Kau cemburu eoh?"

"Ani~ siapa bilang." Sungmin mengalihkan pandangannya dari Eunhyuk.

"Arra, aku tahu kau cemburu chagiya~ "

"Aniiii… sudahlah kau habiskan saja cake dan susu mu itu sebelum aku yang memakannya."

"Andwae! Enak saja kau." Saat itu Eunhyuk langsung menghabiskan makanannya beruntung saat itu seonsaengnim mereka agak lama masuk ke dalam kelas jadi ia masih bisa menghabiskannya.

Sungmin's house

"Haaa~ akhirnya perutku terisi juga. Kenyaaannggg."

"Hyuk-ah, kau masih berutang dengan ku."

"Eh? Berutang? Utang apa Minnie? Apa aku lupa mengembalikan uangmu? Tapi kapan aku meminjamnya darimu?" Eunhyuk memiringkan kepalanya mencoba-coba mengingat.

PLETAK

Sebuah pukulan berhasil di daratkan Sungmin di jidat sepupunya tersebut.

"Pabo! Bukan utang uang maksud ku, utang cerita Hyukie-ah! Kau harus menceritakan kejadian tadi pagi saat istirahat. Hah, kau ini kalau sudah kenyang pasti selalu lambat mikir." Eunhyuk hanya bisa terkikik dengan apa yang dikatakan oleh selalu lambat mikir." Eunhyuk hanya bisa terkikik dengan apa yang dikatakan oleh sepupunya itu.

"Ya! Palliiiii~ cepat Hyukkieee.."

"Hahahaha iya iya aku akan ceritakan. Sepertinya kau tidak sabar?" Yang ditanya hanya mengangguk.

"Oke, tadi awalnya Kyu mau ngomong dengan mu. Tapi karena kau dilihatnya buru-buru keluar kelas makanya dia mengajakku bicara."

"Tapi kenapa tidak langsung dengan ku saja? Kan dia bisa menungguku. Emang dia mau ngomong apa sih Hyuk? Sepertinya serius sekali?"

"Astaga Minnie, kau ini bego atau gimana sih? Kau lupa apa yang terjadi semalam? Trus kau pasti melupakan pesan yang di kirimnya semalam kan?"

"Masalah hubunganku dengannya? Dan pesan? Pesan apa?"

"Yang semalam sebelum tidur kau tunjukkan kepadaku." Sungmin terlihat seperti berpikir dan beberapa detik kemudian dia mengangguk-anggukkan kepalanya tanda dia mengingatnya.

"Ah iya, dia memang mau bicara denganku. Tapi aku lupa. Hehehehe. Tapi kenapa jadi dia malah memanggilmu bukan aku? Atau jangan-jangan kalian menjelek-jelekkan aku ya?" tanya Sungmin penuh curiga dan Eunhyuk hanya bisa memutar bola matanya malas melihat tingkah sepupunya yang selalu curigaan dan masih kelihatan seperti anak-anak.

"Begini ya Lee Sungmin, Kyuhyun yang biasanya datang 5 menit sebelum masuk tapi hari ini untuk mendengar penjelasan darimu dia rela bangun pagi sekali dan datang cepat ke sekolah sampai-sampai dia jadi bahan tertawaan si Shim Changmin itu. Hanya untuk bertemu denganmu tapi malah kita datang terlambat tadi. Dan sekarang kau malah menuduhnya yang tidak-tidak." Sungmin hanya bisa terdiam saat mendengar pengorbanan Kyuhyun untuk bertemu dengannya. Terbesit rasa bersalah di dalam hatinya.

Sungmin akhirnya memilih untuk diam sambil mendengar cerita sepupunya itu. Selama sepupunya tersebut bercerita Sungmin benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Dia merasa sangat bersalah kepada Kyuhyun. Dia tidak menyangka kalau dia benar-benar sangat berarti bagi namja penggila game itu.

*Flashback taman belakang sekolah on*

Semilir angin sepoi-sepoi menerpa wajah dua siswa menengah atas yang baru saja duduk dengan santai di bangku taman belakang sekolah mereka saat jam istirahat.

"Hyuk-ah, kau pasti tau kan masalah ku dengan Minnie?" yang di tanya hanya menganggukkan kepalanya.

"Kau pasti tau kenapa dia begitu Hyuk. Bisakah kau memberi tahuku?"

"Ehm? Kenapa tidak langsung kau tanyakan saja dia?"

"Niatku seperti itu awalnya. Bahkan aku rela bangun pagi dan jadi bahan tertawaan si Changmin itu saat aku datang pagi sekali hari ini. Karena aku mau minta penjelasan padanya langsung. Tapi saat aku mau menghampirinya dia malah pergi keluar saat bel baru saja berbunyi. Aku tahu dia pasti lupa dengan pesan yang ku kirim semalam."

"Haaahh~ kau benar Kyu. Dia pasti melupakannya dan kau mengambil keputusan yang tepat menurutku. Kalau sekarang kau langsung minta penjelasannya dia pasti menghindar lagi."

"Hmmmm. Kau benar Hyuk." Dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.

"Terkadang aku masih sangat heran dengan sifatnya. Dari dulu seperti itu suka semaunya saja mengambil keputusan tidak memikirkannya dengan benar. Dia hanya bilang kalau kau itu tidak peduli dengannya. Kau selalu cuek dan tak pernah sekalipun kau menunjukkan kalau kau benar sayang padanya." Kyuhyun terdiam dengan apa yang diucapkan Eunhyuk. Dia seperti sedang mengulang hal indah apa yang sudah diciptakannya saat menjalin hubungan dengan kekasihnya tersebut. Dan hasilnya nihil,tak ada satupun moment yang bisa membuat Sungmin bahagia di dekatnya.

Dia selalu sibuk dengan dunianya sendiri, selalu belajar sendiri dan sibuk bermain game. Bukan dia tidak perhatian dan sayang kepada Sungmin tapi dia tidak sadar dengan apa yang sudah dilakukannya. Karena selama ini Sungmin terlihat biasa saja dengannya dan tidak mempermasalahkannya. Dan dia pun berpikir kalau Sungmin nyaman dengannya seperti ini. Tapi dengan aksinya yang diam saja itu akhirnya membuahkan hasil yang menyesakkan hatinya.

Sungmin selama ini hanya menyimpan dalam hati. Dia tak pernah membicarakannya dengan Kyuhyun apa yang menjadi masalah di antara mereka. Mereka akan belajar bersama atau terlihat jalan bersama kalau Sungmin yang meminta. Tak pernah sekalipun Kyuhyun yang memulainya. Dalam hati Kyuhyun mulai menyesalinya, dia sadar bukan namja yang romantis dan yang peka terhadap sekelilingnya kalau tidak ada yang menyadarkannya.

"Dia benar Hyuk. Aku terlalu cuek dengannya, dia yang selalu menanyakan kabarku, aku sedang apa, dan aku hanya menjawab seadanya saja. Aku memang salah Hyuk, aku pantas mendapatkan ini. Dia sudah tersiksa dengan sifatku yang tak peka ini."

"Tapi setidaknya dia diskusikan ini dulu denganmu,bukan dengan mengambil keputusan seperti ini seenak jidatnya saja. Lalu kau mau menyerah dengan hubungan kalian ini? Ha?"

"Tidak Hyuk, aku tidak mau menyerah. Kalau aku menyerah pasti aku tidak akan minta penjelasnnya. Tapi aku harus bagaimana? Kau tau sendiri sifat dia masih labil dan sekalinya di kecewakan dia akan susah untuk kembali lagi. Aku harus bagaimana Hyuk?"

"Hmm, benar juga, selain labil dia juga keras kepala. Bagaimana ya?" akhirnya keduanya larut dalam keheningan.

"Kyu, apa aku boleh tau kenapa kau menyukainya? Minnie bilang kau sudah jatuh cinta pada pandangan pertama sama si kelinci bulat itu."

"Ya! Lee Hyukjae kau ini menjelekkan sepupumu sendiri eoh? Kejam sekali kau."

"Tapi itu kenyataan Cho. Lihat badannya yang buntel itu, bagaimana bisa kau suka dengannya? Hahahahahaha " Eunhyuk tertawa sendiri dan akhirnya berhenti saat melihat ada aura evil sebentar lagi keluar dari orang sebelahnya. Dan akhirnya mereka berdiam diri lagi sampai Kyuhyun buka suara.

"Spesial dan Unik. Dua kata itu yang bisa menggambarkan dirinya. Aku tidak tahu kenapa aku bisa jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Yang ada di otakku saat melihatnya hanya itu. Dia terlihat special saat aku melihatnya dan aku merasa unik dengan kepribadiannya. Yah, meskipun orang berkata perbedaan kami ini bagaikan langit dan bumi tapi justru perbedaan itu lah yang membuatku yakin kalau dia itu memang tercipta untukku." Kyuhyun terdiam sebentar tatapannya menerawang ke langit yang sangat cerah saat itu.

"Aku diam dan tidak selalu memperhatikannya bukan berarti aku tidak memikirkannya Hyuk-ah. Kau tau kalau ada waktu yang lebih cepat jalannya dari detik maka setiap waktu itu lah aku memikirkannya. Tiap detik, menit, jam, hari, bahkan bulan aku selalu memikirkannya. Aku takut kehilangan dia dan saat bersama dengan dia." Eunhyuk agak bingung dengan pernyataannya yang terakhir.

"Lalu kalau selama waktu itu kau selalu memikirkannya kenapa selalu dia yang memulai hanya sekedar untuk menanyakan kabar? Kenapa tidak kau? Bahkan seharusnya kau yang menanyakannya. Apa kau tidak khawatir?"

"Tentu saja aku khawatir dengan keadaannya. Seperti yang sudah ku katakan aku bukan tipe orang yang romantis dan memang selalu cuek."

"Astaga Kyu,bahkan dengan kekasihmu sendiri kau bisa bersikap seperti itu? Kau aneh!"

"Memang aku aneh dan aku mengakuinya. Kalau orang mengatakan kalau Sungmin yang beruntung mendapatkan aku mereka itu salah besar. Orang yang benar-benar beruntung itu aku sebenarnya, aku namja yang sebenarnya aneh ini bisa mendapatkan seorang Sungmin yang sangat special. Tidak ada yang lebih baik dari dia dan ku rasa kalau aku berhubungan dengan yeoja lain dia akan segera meninggalkanku setelah tau bagaimana sifatku ini. Jadi aku merasa wajar dengan apa yang di lakukan Sungmin."

"Jadi kau masih mau mempertahankan hubunganmu ini? Kau masih mau kembali dengannya?"

"Iya Hyuk, sehari saja aku tidak bisa mendengar suaranya aku merasa semua sarafku tidak bekerja dengan baik. Berlebihan mungkin bagi yang mendengar tapi itulah aku. Dia benar-benar berarti bagiku. Aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya Hyuk kalau memang harus sampai di sini."

"Sepertinya kau yakin sekali kalau Minnie orang yang benar-benar diciptakan hanya untukmu. Apa yang membuatmu seyakin itu?"

"Hati. Aku tidak tahu pasti tapi hatiku berkata seperti itu. Jadi Hyuk bisa kah aku minta bantuanmu? Tolong yakinkan Minnie."

"Baiklah aku akan membantumu."

"Jinjja? Gomawo Hyuk-ah."

"Eits, kau jangan senang dulu Cho. Aku mau membantumu karena aku lihat Minnie juga masih sangat sayang padamu, cih aku bingung dengan sifat kalian berdua. Sama-sama aneh. Tapi setelah aku berhasil meyakinkannya kau harus bisa janji pada dirimu sendiri untuk mengubah sifat cuekmu itu dan mulai berubah buat Minnie senang. Dan kalau kau mengecewakannya lagi jangan harap aku akan bersedia untuk membantumu lagi. Arraseo?"

"Hmmm. Arra..sekali lagi gomawoHyuk-ah."

"Geurae, ya sudah ayok kita kembali ke kelas sebentar lagi jam istirahat habis." Dan akhirnya keduanya pun kembali ke kelas.

*Flashback taman belakang sekolah off*

"Jadi bagaimana Min? apa kau mau mencobanya lagi? Dia sudah janji akan berubah."

"Tapi Hyukkie aku masih belum bisa percaya."

"Belum percaya? Percaya yang mana? Kau kira aku mengarang semua cerita ini eoh?"

"Bukaaannn. Bukan cerita itu Hyukkie~ mana mungkin kau mau mengarang cerita yang seperti itu untuk membantu tuan evil itu. Kau kan sebenarnya sangat anti dengan si evil itu. Makanya aku heran saat melihat kalian tadi. Ku kira sebentar lagi dunia bakalan terbalik saat melihat kalian seperti itu."

"Ya! Tega sekali kau. Dan benar yang kau bilang Minnie-ah aku memang anti dengan si evil itu. Dari awal saja aku bisa tahu kalau dia itu aneh, hanya kau saja yang melihatnya tak aneh. Jadi kalian sama-sama aneh."

"Bukan aneh Hyuk, tapi aku melihatnya dari hati bukan kasat mata. Dan aku tak percaya dengan yang dikatakannya aku special dan unik? Tapi bagaimana bisa?"

"Seperti yang kau bilang Min, dia juga melihatmu dengan hati bukan kasat mata jadi ya dia melihat yang kau bilang kekuranganmu itu jadi suatu kelebihan baginya."

Sungmin terdiam kembali, memikirkan apa yang harus dilakukannya selanjutnya.

"Hyuk, ku rasa apa yang kau bilang benar. Aku mungkin akan mencobanya lagi, aku juga masih menyayanginya. Aku merasa ada yang hilang dari diriku saat aku memutuskan hubunganku dengannya. Ku rasa aku akan memperbaiki kesalahanku dan aku akan mencoba yang terbaik."

Eunhyuk menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke sepupu tersayangnya tersebut. Eunhyuk menarik Sungmin ke dalam pelukannya "geurae Minnie-ah lakukan yang terbaik. Jangan siksa dirimu aku memang sudah tau dari awal kau masih dan sangat menyayanginya. Jalani hubunganmu ini dengan terbuka dan jangan ada yang kau tutup-tutupi. Belajarlah dari kesalahan ne?"

"Hmmmm… Gomawo Hyukkie-ah. Terimakasih karena sudah mau membantuku untuk meyakinkan hatiku. Mulai dari sekarang aku akan berikan yang terbaik untuk orang yang terbaik dalam hidupku. Bukan hanya dia saja tapi kau juga."

"Geuraeee Kita sama-sama akan berusaha yang terbaik." Dan akhirnya kedua yeoja tersebut tertawa bahagia."

*Flashback off*

Sungmin POV

Dengan langkah malas ku seret kaki ku masuk ke dalam rumah. Kepala ku terasa berat dengan kenyataan yang ku terima hari ini. Aku senang akhirnya aku bisa berjumpa dengan Kyuhyunku lagi setelah hampir sebulan kami tidak berjumpa. Tunggu! Kyuhyun ku? Apa masih pantas aku menyebutnya begitu? Apa dia masih jadi milikku? Tidak, bahkan dia sudah punya keluarga kecil dan aku baru mengetahuinya sesaat setelah aku bertemu lagi dengannya.

Bertemu dengan keluarga kecilnya yang sangat bahagia ku rasa. Dan aku tak menyangka anaknya adalah salah satu murid yang paling ku sayang. Tapi bagaimana bisa dia menyembunyikan semua ini dengan ku dengan baik tanpa ku ketahui. Dan oh, aku sudah menjadi selingkuhannya. Oh Tuhan cobaan apa yang Kau berikan padaku. Apa tidak cukup dengan masalah perusahaan appa yang aku tangani sendiri?Aku hanya ingin berhenti sementara waktu dari pekerjaan ku ini. Penat benar-benar sangat penat.

Aku lelah, aku pengen semua ini cepat berakhir. Dan tadinya aku ingin mendengarkan penjelasannya tadi tapi kepalaku sudah terlanjur berdenyut saat mengetahui hal yang sangat menusuk hati tersebut. Aku benar-benar lelah bisakah aku lari dari semua ini?

Ku lihat jam di kamarku astaga sudah jam 11 malam ternyata pantas mataku terasa berat. Setelah membasuh diriku agar lebih segar, aku berniat untuk langsung tidur sampai ada suara yang mengurungkan niatku untuk mengistirahatkan badan dan pikiranku.

Tok..Tok..Tok..

"Chagi kau sudah tidur? Buka pintunya sayang eomma mau ngomong."

CKLEK

"Eomma kenapa belum tidur?"

"Astaga Minnie kau terlihat pucat sekali. Apa kau sakit sayang?" aku hanya menggelengkan kepala ku. Aku tak mau menyusahkan eomma dengan keadaan ku yang sebenarnya sangat memprihatinkan ini.

"Ani eomma. Eomma ada apa? Kenapa belum tidur." Eomma duduk di tepi tempat tidurku dan menepuk pahanya yang menyuruhku untuk berbaring di pangkuannya.

"Minnie-ah wajahmu terlihat pucat. Apa kau capek sayang? Anemia mu kambuh?"

"Tidak eomma aku baik-baik saja. Ada apa eomma kesini?" Eomma membelai rambutku dan aku hanya bisa memejamkan mataku. Rasanya nyaman sekali saat merasakan tangan seorang yang berjuang 9 bulan lamanya untukmu itu bergerak dengan sayang di atas surai indah yang menghiasi kepalamu.

"Appa tadi menelepon eomma dia menyuruh kita untuk menyusulnya dan Sungjin besok ke Jepang."

"MWO? Ke Jepang? Untuk apa eomma? Apa ada masalah di sana? Lalu bagaimana dengan perusahaan disini?" aku membuka mata karena terkejut mendengar pernyataan eomma tetapi tubuhku masih di pangkuan eomma karena terlalu lelah untuk bangkit.

"Tenang saja sayang perusahaan di sana aman-aman saja. Bahkan Sungjin berhasil meyakinkan para investor untuk menanam sahamnya di perusahaan kita. Kalau masalah perusahaan di sini kau tenag saja chagi ayah sudah menyerahkan tugasmu yang sedikit lagi itu ke tangan kanan perusahaan kita tuan Kim."

"Lalu untuk apa kita kesana eomma?"

"Appa bilang kau dan Sungjin selama ini sudah memperjuangkan perusahaan harus mendapatkan sesuatu yang setimpal atas kerja keras kalian. Jadi appa mengajak kita liburan sayang."

"Jinjja?" Kali ini aku sudah duduk tegak di samping eomma mendapat kabar ini rasanya Tuhan menjawab satu pertanyaan yang mengganjal di hatiku.

"Hmm,besok kita akan berangkat jam 6 pagi sayang. Jadi bersiaplah."

"Tapi aku belum packing eomma."

"Tenang saja, eomma sudah mempersiapkannya. Eomma tau kau pasti pulang larut jadi sudah eomma siapkan."

"Huaaaaa gomawo eomma. Saranghaeeeeee." Aku memeluk eomma dan menngecup pipinya berkali-kali.

"Hahahahahaha ya sudah. Ya sudah sekarang istirahatlah besok kita harus berangkat pagi-pagi sekali."

"Siap eomma. Geunde kita berapa lama liburannya?"

"Molla, appa bilang akan jadi surprise buat kita."

"Cih~ appa sok romantis. Hahahaha."

"Ya sudah, selamat istirahat sayang. Jalja." Eomma mengecup tunas kepalaku sebelum keluar.

Jam 6 pagi berarti aku memang harus pergi pagi-pagi sekali. Dan aku teringat sesuatu ada yang harus ku titipkan besok ke Hyukkie. Aku mengambil secarik kertas dan pulpen untuk menuliskan memo buat Hyukkie. Akan ku titip ke ahjumma untuk di berikan kepada Hyukkie besok pagi.

Haaaaa~ semoga liburan yang akan datang itu menjadi liburan yang sangat menyenangkan.

Setelah selesai menuliskan memo aku langsung merebahkan diriku di atas kasur empukku ini dan menarik selimut untuk memasuki dunia mimpi.

SUNGMIN POV END

TBC

Gomawo yang udah ngebaca FF gak jelas bin ajaib ini (?)

Hehehehe

Mind to RnR again?

Gomawooooo ^^