Annyeong readers ._. (kayak ada yang mau baca ff lo aja thor)
Sesuai janji saya,kali ini saya buat ff dengan rate M /backsound petir/
Maaf kalau NC-an nya gak hot,maklum author baru kali ini buat yang rate M..
Kalau baca rate M sih sering /dihajar/
Buat anak kecil disarankan jangan baca,tapi kalau maksa ya silahkan(?) dengan catatan resiko tanggung sendiri '3')/
MAKASI BANYAK YANG UDAH KASI REVIEV DI CHAPTER SEBELUMNYA :******
Oke,happy reading ya :**
Sebelumnya
"Hei,bagaimana kalau kita ke rumah Chen? Aku ingin tahu dimana dia tinggal" kata Chanyeol.
"Ah benar benar! Aku juga ingin mampir" kata DO
"Boleh saja,ayo~"
Akhirnya 3 pasangan serasi itu menuju apartemen Jongdae.
Sampai disana
"Wah..." seru mereka berbarengan.
.
.
.
Friendship.
.
.
Happy reading
"Wah..." seru mereka berbarengan -minus Chen-
Apartemen Chen sangat rapi dengan interior serba putih yang membuatnya semakin elegan.
"Silahkan masuk" kata Chen.
"Wah keren apartemenmu Chennie" kata Xiumin kagum.
"Hahaha biasa saja,sebentar ne"
Chen pergi ke dapur dan kembali dengan membawa 6 gelas orange juice dan cemilan.
.
.
.
Mereka disana cukup lama dan sekitar 2jam kemudian KaiSoo dan BaekYeol baru pulang.
"Mau kuantar pulang sekarang,hyung?" Tanya Chen.
"Chennie,eommaku bilang dia tidak pulang malam ini padahal kunci rumah dibawa olehnya.. Bagaimana ini?" Tanya Xiumin.
"Kau boleh menginap disini hyung" kata Chen tersenyum.
"Aahh kau baik sekaliii" kata Xiumin memeluk Chen secara spontan.
"Hehehe tidak kok" kata Chen membalas pelukan Xiumin.
"Ehm Chennie,sudah jam 6 sore.. Ada baiknya kau mandi" kata Xiumin melepaskan pelukannya.
"Kau saja duluan Hyung" kata Chen.
"Tapi.. Baju gantinya?"
"Pakai punyaku saja. Itu kamarku,kau boleh memakai kamar mandinya" tunjuk chen pada sebuah pintu berwarna putih
Xiumin pun pergi ke kamar mandi dan beberapa menit kemudian kembali dengan kondisi yang kebih segar tak lupa dia meminjam pakaian Chen yang agak kebesaran untuknya.
"Aku akan menyiapkan makan malam Chen.. Mandilah" kata Xiumin.
"Calon istri yang baik.. Hehe baiklah aku akan mandi" kata Chen mencubit pipi Xiumi dan pergi ke kamar mandi membersihkan badannya.
Xiumin dengan telaten memotong menumis dan menggoreng masakannya. Kira kira ada yang dia buat?
"Selesai" gumam xiumin girang. Diangkatnya nampan dengan makanan beserta orange juice itu ke kamar Chen agar Chen tau usah ke ruang makan lagi,dia tahu Chen pasti lelah.
"Chennie,ini nasi goreng kimchi-" kata kata Xiumin terhenti saat dia melihat Chen hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Wajahnya memerah seketika.
"E-eh? Sudah selesai? Cepat sekali" kata Chen mendekati Xiumin.
"Ehm,pakai bajumu dulu" kata Xiumin salah tingkah.
"Untuk apa? Hanya ada kita disini" kata Chen memeluk Xiumin dari belakang. Tubuh Xiumin menegang seketika.
"Chen,makanannya bisa jatuh" kata Xiumin mencari alasan.
"Taruh saja di meja,manis" kata Chen masih setia memeluk pinggang Xiumin.
"B-Baiklah" kata Xiumin hanya menurut.
"Hyung~ saranghae... hhh" Chen dengan sengaja menghembuskan nafas di leher Xiumin.
"Eungh~ Nadoh~ nado saranghae hh" lenguhnya.
"Kau sensitif sekali hyung" bisik chen.
Mata Xiumin melebar ketika merasakan sesuatu yang basah menyentuh lehernya.
"Uuh c-chennh gelii" kata Xiumin.
"Apa? Aku tak dengar" kata Chen sambil memberikan kecupan ringan di leher Xiumin.
"Ya!" Xiumin menjauhkan kepala Chen dari lehernya. "Cepat makan sebelum dingin" kata Xiumin.
"Suapi aku hyung" pinta Chen
"Setidaknya pakai dulu bajumu" kata Xiumin melihat Chen dari atas kebawah.
"Katanya tidak mau makanannya dingin,cepat suapi aku sebelum makanannya dingin" kata Chen mengalihkan pembicaraan.
Dia duduk di pinggir kasurnya dan menyuruh Xiumin ikut duduk disampinya.
1 suapan
"Hmm mashita! Suapi lagi" pinta Chen.
2 suapan
Begitu terus sampai kini tersisa 2 suapan terakhir.
"Hyung,suapi aku dengan mulutmu jebaal" kata Chen memohon.
"D-dengan mulut? B-bagaimana caranya Chennie?" Kata Xiumin mulai membayangkan hal yang iya iya(?) Di pikirannya.
Tanpa menjawab,Chen mengambil sesendok nasi goreng kimchi lalu memasukkan ke mulutnya. Mendekatkan wajahnya hingga mempertemukan bibir mereka. Karena tak ada respon dari Xiumin,Chen dengan iseng mengelus punggung Xiumin dengan amat pelan.
"Aah" desahan Xiumin lolos dan Chen segera memasukkan lidahnya ke mulut Xiumin dan 'menyuapi' nasi goreng kimchinya.
"Begitu caranya" kata chen dengan senyuman -atau mungkin seringaiannya-
"A-Aku tidak mau! Rasanya dan cara menyuapinyapun aneh Chennie" kata Xiumin horror sambil mengunyah makanan dimulutnya.
"Ayolah,sekali saja~ Xiumin chagi jebaal" pinta Chen.
Xiumin merona ketika dipanggil chagi oleh namja yang beberapa menit yang lalu menjadi namjachingunya itu. -walaupun cara menyampaikan perasaannya tidak bisa dibilang elit-
Dengan gugup Xiumin memasukkan makanan masakannya ke mulutnya dan menempelkan bibirnya pada bibir Chen.
Dengan senang hati Chen membuka mulutnya dan membantu Xiumin mengambil makan malamnya dengan lidahnya. Baru saja Xiumin ingin menarik wajahnya tiba tiba tengkuknya sudah dikunci oleh Chen dengan tangannya.
Chen menumat dan menekan nekan lidah Xiumin dengan lidahnya. Tak ingin monoton,Xiumin mulai berani menggerakan lidah dan bibirnya sesekali. Tangan iseng Chen mulai mengelus tengkuk Xiumin.
"Eungh.. Mmh" Xiumin kegelian,tapi bibirnya dibungkam oleh Chen.
Merasa mulai kehabisan oksigen Xiumin mencoba mendorong dada Chen,namun tenaganya tiba tiba hilang entah kemana. Dia yang melemah atau Chen yang benar benar kuat? Entahlah.
Xiumin pun memukul pelan dada Chen tapi Chen tetap asik bermain dengan lidah Xiumin,merasa kesal akhirnya Xiumin menghentakan tangannya kebawah.
"Aahh" ciuman itu terlepas. Tak sengaja tangan Xiumin mengenai sesuatu dibalik handuk Chen.
Xiumin yang mulai panik ingin pergi dari kamar Chen. Tapi terlambat,sepasang tangan sudah melingkar indah di tangannya.
"Mau kemana sayang? Kau telah membangunkan adik kecilku.. Bertanggung jawablah" bisik Chen. Tanpa disadari Xiumin,Chen mengunci pintu kamarnya dan melempar kuncinya ke kolong ranjang.
Xiumin didorong hingga tubuhnya terhempas ke ranjang Chen dengan si pemilik ranjang diatas tubuhnya.
Kedua pergelangan tangan Xiumin dikunci oleh tangan chen di kedua sisi kepalanya. Ditenggelamkannya kepala Chen di perpotongan leher Xiumin dan membuat Xiumin menggeliat tak nyaman.
"Ehmm le-lepasshh Aahh!" Xiumin mulai merasakan bagian bawah tubuhnya menegang ketika Chen menyesap kuat kulit lehernya.
"Yakin ingin kulepas? Lalu ini bagaimana?" Tanya Chen sambil mengelus tonjolan diantara selangkangan Xiumin.
"Sshh" Xiumin menggigit bibir bawahnya sambil menutup mata menikmati sentuhan Chen.
Pergelangan tangannya kini sudah dilepas oleh Chen dan dengan cepat Chen membuka baju yang dipakai Xiumin.
Sejenak Chen terpana melihat kulit putih halus seperti bayi milik namjachingunya. Tanpa sadar dia menjilat bibir bawahnya dan membuat Xiumin merona.
"Jangan hanya dilihat~" kata Xiumin manja.
"Aahhh ooh chenhh" bibir Chen beralih menyesap pucuk dada kiri Xiumin serta tangan kirinya yang tak berhenti mengelus adik kecil xiumin.
"Nikmati saja chagi,kau pasti menyukainya" kata Chen.
"Aahh eummhh" lenguhan dan desahan tak berhenti keluar ketika chen mengukir kissmark di dada Xiumin.
"Sesak ya?" Kata Chen mengelus gundukan di selangkangan Xiumin.
Chen merendahkan tubuhnya dan memberikan kecupan ringan berkali kali di 'adik kecil' Xiumin yang terbungkus celana itu.
"B-bukah ooh~ janganhh menggodakuh~" pinta Xiumin susah payah.
"Sudah tidak sabar ya? As your wish chagi" Chen membuka celana Xiumin hingga kini Xiumin tak mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya.
"Lihatlah chagi,kau sudah sangat tegang" kata Chen menggenggam bahkan meremas 'adik kecil' Xiumin yang mengeras.
"Aahhh masukkannh jebalh~"
Tanpa diminta dua kali Chen memasukkan jr Xiumin ke mulutnya. Dikulumnya jr Xiumin dan disedot kuat oleh Chen.
"Aahh akuuhh~ CHENNIE~" teriakan Xiumin bersamaan dengan tumpahnya cairan cintanya di mulut Chen.
"Ayo selesaikan ini dengan cepat sayang" Chen melepaskan handuk yang nelilit di pinggangnya dan melebarkan paha Xiumin
-Skip /dihajar/-
"Aahh there~ fasteerr" rancau Xiumin. Ini sudah ketiga kalinya Chen memasukkan 'adik kecil' nya dalam lubang sempit Xiumin
"Ugh shit! Masih sempit" rancau Chen mempercepat tempo gerakan pinggulnya. Sudah tiga ronde mereka bermain tapi kenapa rasanya lubang Xiumin makin sempit saja?
"CHENNIE/HYUNGG" mereka akhirnya klimaks bersama. Chen ambruk disamping Xiumin dengan peluh yang membanjiri seluruh badannya.
"Lelaah" kata Xiumin menenggelamkan wajahnya di dada Chen.
"Untung besok Minggu hahaha.. Tidurlah sayang,selamat malam" kata Chen mengecup pucuk kepala Xiumin.
Tanpa mereka sadari,ponsel Xiumin yang disilent itu telah menerima 10 pesan dan 7 panggilan tak terjawab.
.
.
Paginya Chen bangun dan disambut pemandangan Xiumin yang hanya memakai celana pendek diatas lutut yang mengekspos paha mulusnya. Jangan lupakan kissmark dari Chen di dada dan lehernya yang masih terlihat walau mulai samar samar.
"Pagi Chennie~" sapa Xiumin tersenyum.
"Kenapa kau berpenampilan sexy begitu hm?" Tanya Chen mendudukkan dirinya di kasurnya.
"Aku baru habis mandi Chennie~ eommaku dan Baekhyun dari kemarin menelfon katanya mereka mengkhawatirkanku" kata Xiumin.
"Benarkah? Lalu kau bilang apa pada mereka?"
"Aku bilang ponselku lowbatt dan aku menginap diapartemenmu hehehe" Xiumin terkekeh.
"Kau cerdik hyungie hahaa kemari" kata Chen merentangkan tangannya.
"Tidak mau,kau bau~ mandilah dulu" kata Xiumin menjulurkan lidahnya.
"Baik,tapi setidaknya berikan aku morning kiss" chen memajukan bibirnya.
"Aish kau ini.. Baiklah" dengan gugup Xiumin memberikan kecupan singkat di bibir Chen.
Chen menarik tengkuk Chen dan membuat kening mereka menyatu.
"Saranghae.. Jeongmal saranghae" bisik Chen lembut.
"Nado jeongmal saranghae Chennie" balas Xiumin tersenyum.
Keduanya mulai mengeliminasi jarak antara wajah mereka..
3 cm
2 cm
TRIING /apaan/
Bunyi sms di handphone Xiumin sukses menggagalkan acara mereka.
Diraihnya benda persegi panjang berwarna putih itu dan menekan tombol 'read'
From: Bacon
Hyung~ kau dimana? Masih di apartemen Chen? Aku ingin kesana :3 tunggu aku 30 menit lagi
"Aigoo bocah itu" kata Xiumin melihat layar ponselnya.
"Waeyo baby?" Chen mendekat ke arah Xiumin dan memeluk pinggangnya dari belakang.
"Bacon? Baekhyun ya?" Tanya Chen sehabis membaca pesan di handphone namjachingunya.
"Ne~ kenapa dia harus kesini? Aish" kata Xiumin.
"Hei,dia sahabatmu ingat?" Kata Chen.
"Iya tapi aku..."
"Tapi apa baby?"
"Tapi aku ingin berdua denganmu saja~ ish menyebalkan" kata Xiumin memajukan bibirnya.
"Aigoo baojiku manja sekali." kata Chen mencium pipi Xiumin.
"Biarkan saja~ kita kan baru kemarin menjadi pasangan,aku ingin merasakan hanya berdua dengan namjachinguku." kata Xiumin merona.
"Kemarin kita sudah melakukan lebih dari sekedar berduaan kan chagi" kata Chen makin mengeratkan pelukannya.
"Ehehe iya" kata Xiumin makin merona.
"Ah aku jadi ingin lagi jika mengingat yang kemarin" kata Chen yang dibalas tatapan horror dari Xiumin.
"Sana mandi! Dasar mesum!" kata Xiumin menjitak kepala Chen.
"Hehehe baiklah babyy~" kata Chen mencubit kedua pipi Xiumin gemas.
"Ya! Sakiitt" kata Xiumin melepaskan tangan Chen dari pipinya.
"Baby~"
"Waeyo?"
"Mandikan aku~"
"Cepat mandi sebelum aku lemparkan pisau di dapur" kata Xiumin dingin.
"I-iya iya" kata Chen bergegas ke kamar mandi.
"Hehehe sangat mudah mengancamnya" kata Xiumin bangga -_-.
Xiumin merebahkan tubuh toplessnya diatas ranjang. Memori diotaknya dengan otomatis mengulang kejadian tadi malam membuat Xiumin merona parah dan sesuatu mulai menegang dibawah sana.
"Aish Xiumin pabo pabo pabo!" Kata Xiumin menutupi wajahnya dengan bantal.
.
.
.
Tanpa Xiumin sadari,Chen keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk seperti kemarin di pinggangnya. Awalnya dia bingung melihat Xiumin tidur dengan menutupi wajahnya tapi ketika ditelusurinya tubuh Xiumin Chen melihat sebuah gundukan terlihat di celana Xiumin.
"Akan kubuat kau menginginkannya chagi" bisik Chen dengan smirknya.
Chen mendekati Xiumin tanpa suara. Tangan nakalnya mengelus gundukan di antara selangkangan Xiumin.
"Aahh~" 1 desahan lolos.
Tapi Xiumin belum menyingkirkan bantal itu dari wajahnya.
Tangan jahil Chen kini menekan junior Xiumin.
"Engh.. Aahh emmh"
Xiumin menggigit bantal tak berdosa itu.
Sepertinya Xiumin tidak sadar kalau Chen tersangka/? dalam acara ayo-buat-xiumin-ter-rangsang itu.
Dengan gemas akhirnya Chen meremas kuat junior Xiumin.
"Aaahh Oohh"
Bantal itu terlepas dan mata Xiumin membulat melihat Chen kembali mengecupi junior Xiumin seperti tadi malam.
Wajahnya merona melihat Chen menurunkan resleting celananya dengan giginya dan melenguh ketika gigi Chen mengenai juniornya. Chen menurunkan celana Xiumin beserta underwearnya sampai selutut.
"Lihatlah betapa tegangnya ini baby" ucap Chen setelah mengeluarkan junior Xiumin dari celananya.
"Aahh terusshh aah" desahan Xiumin makin menjadi ketika Chen memasukkan junior Xiumin ke mulutnya dan langsung menghisapnya kuat.
Mereka terlalu asik melakukan kegiatan mereka,sampai mereka tak sadar ada seseorang yang datang. Dan dia adalah-
"XIUMINNIE AKU-"
-Baekhyun
"B-BAEK! Aaahh" teriakan Xiumin bercampur desahan menggema di kamar itu.
BRUGH
Baekhyun ambruk ke lantai melihat aksi panas ChenMin.
Xiumin yang panik menyuruh Chen berhenti tapi Chen tetap melanjutkannya-_-.
END
KYAAA /ikut pingsan sama Baekhyun/
Gilak FF apaan nih?! Typo banyak,alur random -_-
Mian kalau bagian NC nya jelek atau kurang hot atau tidak sesuai harapan -_-
Tau gak sih? Enggak? Kasian /dijambakin/
Pas sebelum update ini liat ada yang review semacam bahagia gitu,maklum masih baru. Liat ada yang review langsung jingkrak jingkrak gaje-_-
DITUNGGU REVIEWNYA ^^/ chu~
