Chapter sebelumnya
"Kyuhyun, dia Choi Siwon"
"Anyeonghaseo" mereka saling memberi hormat.
"Dia siapa Min?" Kyuhyun bertanya pada Sungmin
"Dia Siwon, kekasihku"
"Mwo?"
The Regret
Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Kim Ryeowook
Disclaimer : Super Junior milik ELF dan Kyumin milik kita bersama :D
Gender Switch
Rated : M
Author : aka Shin Ah gi
Chapter 3 : I Fall
"Mwo?"
"Wonnie, kita pergi sekarang? Aku sudah lapar sekali" Siwon menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Sungmin. Yeoja bermata foxy itu mengambil tas berwarna pink pemberian Siwon di atas meja kerjanya lalu meraih lengan kanan Siwon.
"Kau tahu, aku sukses lagi! Proyek kali ini berhasil …" suara Sungmin perlahan mengilang dari pendengaran Kyuhyun yang saat ini berdiri kaku di luar ruangan Sungmin. Ia menatap sayu pemandangan dua orang di depannya yang semakin mengecil.
"kekasih?" ucap Kyuhyun lirih.
.
"Wonnie.. aku tidak mau makan ini" Sungmin mengerucutkan bibirnya, menolak sajian yang sudah ada di meja makan restoran milik Yesung, kekasih Ryeowook. "hei.. hei.. katanya kau ingin sembuh, hm? Ayo cepat dimakan" dengan segan Sungmin mengambil garpu di sisi kanannya, menatap semangkuk sajian dihadapannya yang berisi lettuce, tomat cherry, kol ungu, potongan kecil-kecil buah zaitun dengan minyak zaitun.
Senyum mengembang di bibir joker milik Siwon saat memperhatikan Sungmin yang ngambek Karena harus memakan salad super sehat pilihannya. "jangan cemberut, nanti cantiknya hilang" gombalan Siwon tidak mempan bagi Sungmin, ia tahu sayuran itu sehat tapi ia bosan. Apalagi rasa minyak zaitun yang sangat dibencinya itu harus menyentuh indera pengecapnya selama hampir satu tahun ini.
"permisi, chicken breast with lemon sauce dan Beijing fried rice" seorang pelayan datang membawa pesanan Sungmin dan Siwon. Mereka tersenyum dan mulai memakan pesanannya masing-masing. "Wonnie, aku mau itu" Sungmin sangat ingin nasi goreng khas Beijing pesanan Siwon. "hanya satu suap!" Siwon mengambil sesendok nasi goreng itu dan menyuapinya pada Sungmin.
"Um! Mashita!" Sungmin sangat menyukai makanan yang sering dibuat Hankyung, saudara tirinya yang sekarang aktif di Cina itu. Rasanya enak, tidak seperti rebusan dada ayam yang hambar seperti pesanannya saat ini. Tapi ia harus bertahan untuk sembuh dari penyakit ini.
"hmm tadi aku sempat mendengar suara desahan di ruanganmu tadi, apa yang kalian lakukan?"
"tidak ada ko, kau pasti salah dengar"
Siwon mengangguk, ia tahu Sungmin lagi berbohong. "hari ini kita cek lagi, otte? Datang ke rumah sakit begitu pekerjaanmu selesai ne" Sungmin mengangguk "aku bisa sembuh kan Wonnie?" Siwon tersenyum lebar, "tentu saja, kau yeoja yang kuat. Bertahanlah".
.
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore dan sekarang Sungmin sudah menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Ia berjalan menuju parkiran karyawan karena harus pergi ke rumah sakit, persis dengan yang Siwon perintahkan tadi. Sebelum menjalankan mobilnya, Sungmin membuka laci dashboard mobilnya. Ia mengambil selembar foto dirinya, mantan suaminya dan seorang aegya yang lucu, hasil editan yang dilakukan Hankyung.
Sungmin mengelus perutnya perlahan, membayangkan bahwa suatu saat nanti ia bisa sembuh dari penyakitnya dan bisa mempunyai aegya dengan suaminya, entah itu mantan suaminya atau namja lain yang akan menjadi suaminya kelak.
Sungmin menghapus sebulir airmata yang hampir jatuh dari pelupuk matanya. Ia menarik napas panjang dan mulai menjalankan mobil silver miliknya ke rumah sakit. Ia sangat berharap kali ini hasilnya akan berubah dan menunjukkan kemajuan.
Tubuh mungil Sungmin yang sudah dilapisi coat merah selutut berjalan menuju ruangan yang menjadi tempat rutin yang harus ia kunjungi setiap dua minggu sekali. Ini sudah berlangsung hampir satu tahun dan sungguh membuatnya muak, tapi ia tak punya pilihan lain untuk sembuh selain menjalani ini.
"Anyeong dokter" Sungmin tersenyum manis melihat seseorang yang menggunakan jas putih sedang menulis sesuatu disebuah kertas dengan serius. Namja yang dipanggil dokter oleh Sungmin itu menoleh ke arah pintu, tempat di mana Sungmin berdiri. "Minnie, kau sudah datang?" senyuman khas bibir jokernya tersungging manis. Tak lupa lesung pipinya yang menambah kesan tampan sang dokter muda.
Sungmin duduk dikursi pasien yang berhadapan dengan Siwon, dokter pribadi Sungmin.
"kau gugup?" Siwon meraih tangan dingin Sungmin yang mengepal diatas meja
Sungmin hanya mengangguk sambil menahan isakan. "Minnie.. kau harus kuat. Lihat, kita sudah melangkah sejauh ini" Siwon memberi semangat untuk Sungmin yang selalu drop saat melakukan check up. Siwon mengambil sesuatu berwarna putih seperti stick dari lacinya dan menyerahkannya pada Sungmin.
Sungmin menatap benda yang bernama test pack itu dengan penuh harap. Berharap bahwa tanda plus lah yang menjadi hasil dari tes urinnya kali ini. Setelah sedikit berdoa dan menenangkan diri, ia bangkit menuju kamar mandi di ruangan milik Siwon. Siwon mengikutinya dan menunggu di depan pintu kamar mandi.
Cukup lama Sungmin berada di dalam kamar mandi, Siwon tahu Sungmin lebih banyak diam dan melamun di dalam sana. Setelah hampir 10 menit, pintu itupun terbuka. Memperlihatkan Sungmin yang terus menggeleng dan menangis. Hasilnya tetap minus, yang berarti Sungmin sudah positif memiliki kelainan ovulasi.
Siwon membuang napas panjang dan menangkap tubuh Sungmin yang melemah. "Minnie, uljima jebal" Siwon mempererat pelukannya dan Sungmin menangis meraung. Usahanya selama satu tahun ini mengonsumsi clomifen untuk merangsang ovulasi ternyata tidak berhasil. Jalan terakhir yang ia tempuh adalah terapi hormonal human menopausal gonadotropin (HMG), pengobatan yang mahal dan sangat menyakitkan.
.
"Min.." Siwon prihatin melihat Sungmin sekarang. Sungmin tidak berhenti menangis, tidak bicara, dan pupil matanya tertuju di satu titik kabur dihadapannya. Telapak tangannya terus mengepal membuat aliran darah dibagian itu tersumbat. Sungmin mengubah pandangannya menjadi ke arah Siwon dan tiba-tiba memeluknya dengan erat.
"Wonnie, aku akan melakukannya. Tolong bantu aku untuk sembuh" bahu Siwon terasa basah karena airmata Sungmin. Siwon membalas pelukan itu dan mengelus rambut panjang Sungmin yang sudah lurus kembali. Sungmin melepas pelukan itu, menghapus airmatanya dan tersenyum lebar.
"ini baru Lee Sungmin" Siwon mengacak rambut Sungmin dengan sayang.
.
Tuut Tuut
"yoboseyo?"
"Kyu, bisa datang ke rumahku sekarang?"
"hm? Kenapa? Kekasihmu ke mana?"
"aku ingin bercinta denganmu, Kyu"
Piiipp
Sambungan telepon itu Sungmin putuskan secara sepihak. Membuat namja yang Sungmin hubungi menautkan alisnya tidak mengerti sambil menatap layar ponselnya.
"Tck diajak bercinta, masa ku tolak?" evil smirk terpatri di bibirnya. Segera ia sambar jaket kulit miliknya, memakainya dengan cepat dan segera memanggil supirnya untuk mengantarnya ke rumah Sungmin.
.
Bel rumah Sungmin sudah berkali-kali berbunyi, namun sang tuan rumah belum juga menampakkan batang hidungnya. Kyuhyun mulai kesal, telepon dan smsnya pun tidak dijawab oleh Sungmin. Ia yang tidak mau kedatangannya sia-sia mencoba membuka pintu rumah Sungmin yang ternyata tidak dikunci.
"Min.. Lee Sungmin.."
Masih tidak ada jawaban juga, ia berjalan menuju mini bar milik Sungmin. Adegan demi adegan panas yang pernah ia lakukan dengan Sungmin di tempat itu berkoar-koar diotaknya. "aku bisa gila karenamu, Lee Sungmin".
Mengingat tujuan utamanya datang ke rumah Sungmin, kamar menjadi sasaran selanjutnya. Bercinta dimalam hari biasanya akan dilakukan di kamar bukan?
Cklek
Pintu itu terbuka dan Kyuhyun sempat terdiam sejenak. Kamar Sungmin gelap, tidak ada lampu yang menyala kecuali belasan lilin aroma terapi yang berada di beberapa sudut kamar yang tergolong luas ini. Harum bunga-bungaan dan sedikit aroma kopi terhirup oleh udara yang dihisap oleh Kyuhyun. Membuat otaknya sedikit lebih rileks.
Matanya beralih ke tempat tidur Sungmin yang kosong. Sprei pink Sungmin sudah berganti warna menjadi warna putih dengan taburan kelopak mawar merah yang disebar di segala penjuru kasur berukuran kingsize itu. "Min.." Kyuhyun memanggil Sungmin, ia sedikit bingung dengan keadaan yang ia alami sekarang.
Sosok yeoja seksi itu belum juga Kyuhyun temukan di dalam ruangan berukuran 10m x 15m tersebut. Pintu geser berbahan dari kaca yang menghubungkan kamar Sungmin dan balkon terbuka lebar, membuat Kyuhyun yakin bahwa yeoja itu ada di sana. Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju balkon dan sosok yang ia cari ada di sana.
Dengan bertelanjang kaki dan tubuh yang terselimuti sebuah selimut cukup tebal, sosok itu tampak tak bergeming. Ia menatap ke arah bulan yang berbentuk bulat sempurna, sinar putihnya menyinari balkon gelap itu. Membelakangi namja bernama Kyuhyun yang sedang memandangnya takjub.
Sungmin mendengar ada suara di belakang tubuhnya dan benar saja, ia melihat Kyuhyun yang sedang berjalan ke arahnya. Ditaruhnya gelas wine yang masih tersisa sedikit itu dimeja yang berada di sisi kanannya. Rambutnya yang sedikit berantakan tertiup angin malam, menutupi pipi chubbynya yang memerah.
Sungmin juga berjalan ke arah Kyuhyun sambil membuka selimut yang melilit tubuhnya secaraperlahan. Jantung Kyuhyun sempat berhenti beberapa detik saat melihat Sungmin yang sudah polos berjalan ke arahnya dengan tatapan sayu. Tubuh seputih susunya semakin bersinar dengan pancaran cahaya bulan.
"Kyuuh" Sungmin memeluk leher Kyuhyun dan mencium bibir Kyuhyun, sedikit berjinjit mengingat perbedaan tinggi mereka. Bibir itu terasa dingin dan manis, Kyuhyun rasa Sungmin sudah cukup lama berdiam diri di sana, dalam keadaan polos.
Bibir Sungmin mulai bergerak, mencoba melumat bibir namja yang menurutnya sangat hangat itu. Hidung mereka bergesekkan pelan saat ciuman itu semakin dalam, saling memagut, menarik bibir lawan dan menghisapnya. Lenguhan mulai terdengar, menandakan bahwa gairah mereka mulai merangkak naik. Lidah mulai bermain, malam yang panas akan segera dimulai.
"emmhh.. ngghhhh" Kyuhyun membawa tubuh mungil Sungmin dalam gendongannya. Sungmin melingkarkan kakinya ke pinggul Kyuhyun agar tidak terjatuh. Dibawanya tubuh polos tak bernoda itu ke kasur yang berhiaskan kelopak mawar kemerahan yang sudah Sungmin tebar. Dan diletakkannya dengan hati-hati tubuh dingin itu.
"ngghh.. kyuuhh" pagutan itu terlepas karena pasokan oksigen untuk paru-paru Sungmin menipis. Dibukanya dengan cepat jaket kulit yang Kyuhyun kenakan dan dilemparnya ke sembarang arah. Dilihatnya wajah cantik Sungmin yang tidak bersinar, matanya terlihat sembab seperti habis menangis.
Sungmin menarik paksa kaos hijau milik Kyuhyun hingga bagian lehernya sedikit robek. Langsung ia raba dada dengan abs tipis milik Kyuhyun dengan telapak tangannya yang lembut. Rabaannya naik menuju bahu Kyuhyun dan berakhir ditengkuk Kyuhyun, kedua tangan itu menggenggam, memerangkap Kyuhyun.
Sungmin melumat lagi bibir Kyuhyun dengan liar. Terus memerangkap bibir Kyuhyun, seakan tak membiarkanya menang. Saliva mereka saling bertukar dan lidah mereka mulai membelit. Ciuman Kyuhyun turun menuju leher Sungmin yang masih memiliki kissmark tipis buatannya. Menghisapnya dibeberapa spot, menciptakan tanda kemerahan yang baru.
"ngghhh.. Kyuuhh.. aahhhh" Sungmin menjambak rambut Kyuhyun perlahan, menyalurkan kenikmatan yang ia rasakan atas kecupan Kyuhyun. Tangan kiri Kyuhyun menurunkan pagutan tangan Sungmin di rambut ikalnya dan meletakkannya di atas kepala Sungmin, memerangkapnya dengan mencengkram kedua pergelangan tangan mungil itu.
"Kyuuhh.. shh.. ahhh.. Kyuuh" tubuh Sungmin menggeliat saat ciuman itu turun ke pertengahan dada Sungmin. Menjilatnya naik turun dan mengecupnya dengan perlahan. "Kyuuhh, nippleku… jebal" Sungmin menggerakan dadanya agar sejajar dengan bibir Kyuhyun. Tak membuang kesempatan, puncak gunung kembar itu Kyuhyun jilat sedikit untuk menggoda Sungmin. Ia ingin Sungmin memohon.
"Aaahh~ Kyuuh.. akuhh mohoonn" Kyuhyun tak ada pilihan lain selain melumat puncak dan sebagian kecil payudara Sungmin ke mulutnya. Menghisapnya dengan lapar dan memonopolinya. "Ngghh.. shhhhh.. Kyuhh.. ohh" Sungmin mencoba melepas cengkraman tangan Kyuhyun, ia butuh pelampiasan.
Kuluman itu berpindah ke sisi yang lain dan dilakukannya hal yang sama oleh Kyuhyun seperti tadi. Membuat tubuh Sungmin terus menggelinjang tak tahan.
Cengkraman tangan Kyuhyun melonggar seiring turunnya ciuman itu ke perut rata Sungmin, ia kecup perlahan daerah sekitar pusar Sungmin dan terkadang menggigit kecil bagian itu. Bibir itu terus turun menyusuri perbatasan perut dan kemaluan Sungmin, ia tekuk kaki itu sehingga aroma cairan milik Sungmin menguar di udara kamar.
"Aaakhh!" Sungmin menjambak rambut Kyuhyun yang sudah berada di bawahnya. Kedua jarinya membuka bibir kewanitaan Sungmin yang memerah. Perpanjangan garis itu ia susuri dengan lidahnya, diikuti oleh desahan tanpa henti Sungmin.
"ahhh.. terusshh Kyuuhhh" sekarang tonjolan kecil milik Sungmin sedang digelitik oleh ujung lidah Kyuhyun yang masih sibuk bermain di sana, mengeksplor keseluruhan kewanitaan Sungmin. Bibirnya mulai menjepit dan menggigit kecil bagian sensitif setiap wanita itu di dalam mulutnya.
"Kyuuhh.. akuhh.. eennghh.. aahhh!" tubuh Sungmin melengkung, tangannya meremas kencang rambut Kyuhyun dan tanpa ragu Kyuhyun minum cairan yang Sungmin keluarkan dari lubang surgawinya. Kyuhyun sadar, cairan itu sudah menjadi candu baginya.
Setelah berhasil mengatur napasnya, Sungmin membalikkan posisi. Ia gulingkan tubuh Kyuhyun yang masih bercelana jeans itu. Ia raup bibir Kyuhyun yang beraroma cairan miliknya, terus memagutnya seakan ingin menghilangkan aroma cairan cinta miliknya.
Dengan tersengal-sengal Sungmin mulai menjalar ke leher Kyuhyun, membuat satu tanda kepemilikan di sana. Ia tak mencegah kegiatan Sungmin, ia juga tidak peduli jika rekan kerjanya akan melihatnya nanti, ia hanya ingin Sungmin malam ini.
"uuhh.. Minnhh" sembari menghisap pelan leher berjakun milik Kyuhyun, kedua tangannya sudah bergerak aktif memainkan tonjolan kecoklatan di dada Kyuhyun. Ia gesekkan juga miliknya ke perut Kyuhyun, membuat klitorisnya membengkak lagi.
Entah mendapat kekuatan darimana, Sungmin menarik ikat pinggang Kyuhyun hingga terlepas sempurna dari celana jeans miliknya dan menggunakan benda berkepala besi itu untuk mengikat tangan Kyuhyun, ia ingin balas dendam dengan apa yang Kyuhyun lakukan padanya tadi.
Tubuhnya semakin turun dan tangannya bergerak aktif membuka seluruh kain yang membungkus senjata kebanggan Kyuhyun yang sudah mengeluarkan pre cum. Sungmin menggoda lubang yang sudah mengeluarkan cairan itu dengan lidahnya. Ia emut kepala junior Kyuhyun yang sudah sangat merah itu. "Aahhh.. uuhhh.. Sungmiinnhh.. Lee Sungmiinh".
Sungmin menulikan pendengarannya dan semakin meraup kejantanan Kyuhyun yang mulai berkedut. Ia bergerak dengan cepat dari kepala menuju 2/3 batang Kyuhyun yang bisa ia jangkau. Dalam kulumannya, lidah Sungmin terus berputar mengelilingi benda berdiameter tersebut.
"Miinnhh.. fashh..tt..thherr" Sungmin mempercepat kulumannya dan melepaskannya begitu saja. Membuat Kyuhyun mendesah kecewa, ia sudah hampir mencapai puncaknya. Sungmin tak ambil pusing, dengan segera ia naik dan duduk tepat di atas kejantanan Kyuhyun, membuka kedua belah bibir kewanitannya dan memasukkan benda tegang itu perlahan ke lubangnya.
"uuhh.. sshh.. ahh" Sungmin memejamkan matanya, menikmati hujaman kejantanan Kyuhyun yang ia kontrol. Kyuhyun yang tangannya masih terikat hanya bisa menikmati kenakalan Sungmin, padahal ia sudah sangat ingin meremas dada Sungmin yang naik turun.
Dengan bertumpu didada Kyuhyun, pinggul Sungmin semakin cepat naik turun. Memasuk-luarkan milik Kyuhyun yang sudah berkedut. "oohh.. ngghh.. hhh.. aahh" tahu Kyuhyun akan mencapai klimaks, Sungmin menghujamkan milik Kyuhyun dalam-dalam dan memutar pinggulnya, membuat remasan untuk merangsang junior Kyuhyun.
"Aakkh Minn ahhhh!" Sungmin memejamkan mata saat cairan itu menyiram bagian terdalam lubangnya. Ia sebenarnya sudah beberapa kali klimaks sehingga ia hanya bisa merebahkan tubuhnya di atas Kyuhyun. Dada mereka sama-sama naik turun, menetralkan diri atas gairah mereka yang memuncak tadi.
Tangan Kyuhyun bergerak mengelus rambut acak-acakan Sungmin di atas dadanya. Ia hirup aroma terapi yang berasal dari lilin yang Sungmin nyalakan, "ada apa, Min? gwenchana?" Sungmin mengangkat kepalanya dan menatap mata hitam Kyuhyun. "gwenchana, Kyu".
Pergerakan tubuh Sungmin tadi membuat gesekan kecil antara junior Kyuhyun dan dinding kewanitaan Sungmin. Membangkitkan lagi benda yang memenuhi lubang Sungmin. Kyuhyun mengelus pipi Sungmin perlahan sebelum memutar posisi lagi, Sungmin on bottom.
"enngghhh" Sungmin melenguh saat kenjantanan Kyuhyun membesar didalam lubangnya. Kyuhyun mulai menggerakan pinggulnya dengan perlahan, membuat Sungmin dan Kyuhyun sama-sama menutup mata untuk meresapi kenikmatannya.
"Aah. Ah. Ahh. Ahh.. ahh" Sungmin terus mendesah seiring g-spotnya yang terus dihujam Kyuhyun. Ia memeluk tubuh Kyuhyun yang masih setia menggenjotnya, menempelkan dada bulatnya dan menggesekannya pada dada Kyuhyun.
"Miinnhh.. kau seh-laluuh shhem.. pith" Kyuhyun tampak kesusahan menyelesaikan kalimat pendek tersebut karena konsentrasinya terbagi dengan otaknya yang berusaha menahan spermanya keluar. Ia tidak ingin keluar lebih dulu.
Sungmin menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun yang berkeringat. Kyuhyun masih saja menggenjotnya namun ia belum mencapai puncaknya. Kyuhyun mencengkram telapak tangan Sungmin yang ia pagut, menandakan ia akan keluar sebentar lagi.
"AAKKHH!" cairan itu meluber dari kewanitaan Sungmin. Kyuhyun yang menyadari keanehan pada Sungmin karena ia terus saja diam dalam posisi memeluk dan menyembunyikan wajahnya, menarik paksa tubuh Sungmin agar terlepas dari tubuhnya yang sangat sangat pegal.
Betapa kagetnya Kyuhyun melihat Sungmin menangis. "Min, gwenchana? Apa aku menyakitimu?" Kyuhyun menyibak rambut Sungmin yang menutupi wajahnya. Sungmin menggeleng lemah dan mencoba tersenyum.
"Aku menangis bahagia, pabbo!"
"Uh? Memangnya apa yang membuatmu bahagia?"
"entahlah, percintaan kita kali ini mambuatku ingin menangis"
Kyuhyun mengangguk padahal ia tak mengerti keadaan Sungmin sekarang. "kekasihmu itu, Siwon apa tahu kalau kau tidur denganku?" Sungmin tak menjawab, yang terdengar hanya dengkuran halus pertanda sang pemilik rumah sudah jatuh tertidur.
"Min? sudah tidurkah?" merasa tak ada respon, Kyuhyun bangkit untuk menutup pintu balkon yang masih terbuka lebar. Namun niatnya itu ia urungkan setelah melihat wine yang tadi Sungmin minum. Ia mendekat dan menuangkan wine itu dengan perlahan, mengangkat gelas itu dan memutarnya perlahan di depan lubang hidungnya. Mencoba menyesapi aroma anggur yang mejadi bahan utama wine kesukaannya.
Minuman berwarna kemerahan itu Kyuhyun teguk, hangatnya menjalar dari kerongkongan lalu ke tubuh polosnya. Mata Kyuhyun memejam sebentar
"Lee Sungmin"
Dan sebulir airmata jatuh dari onyx kelam miliknya.
TBC
Chap 3 selesai!^^
Author nyelesein 2 chap sekaligus dalam satu hari jadi maaf kalo hasilnya kurang memuaskan, kurang panjang atau kurang hot
review plis^^
makin banyak review, makin cepet update
review kalian, semangat author^^
see you in next chap^^
buat chap ini ga ada balesan review dulu ya^^ tapi review kalian udah author baca dan bikin author bahagia :D
