Black & White [School Gangster]
Pairing :Lee Dong Hae & Member SJ beserta Staf-stat SMent (?)
Disclaimer :Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar#
Rated : T
Warning : Typos, bad plot, gaje, gak da humornya, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read
Summary :SM Junior High School, sekolah khusus namja yang super duper di kutuk oleh lee donghae. Tapi seorang senior bernama leeteuk tiba-tiba malah merekrutnya membentuk sebuah gangster di sekolah tersebut. "Kita akan mengubah sekolah!"
Genre : Romance, Friend
Kutatap sosoknya yang kini berpose di depan kamera. Latar putih terlihat memang sangat cocok dengannya. Ia mengenakan sweeter hitam sesiku dan celana loreng panjang. Rambut hitam yang tak terlalu panjang memperkuat imagenya sebagai namja tangguh. Make-up yang tertata di wajahnya terlihat sangat pantas ia kenakan.
Aku menelan salivaku gugup saat melihat dia mulai memeluk tubuh seorang yeoja cantik dengan pakaian yang kurasa kurang bahan. Matanya tajam menatap lurus ke depan sementara yeoja itu menempelkan bibirnya di pipi putihnya. Di pose selanjutnya ia mencium lekuk leher yeoja itu. Namja nakal.. itu yang terlintas di benak orang saat melihatnya. Satu lagi.. dia tampan dan terlihat seperti namja sejati.
"Oke… selesai!" kata sang photographer membuatnya melepas pelukannya pada yeoja sexy itu. Ia tersenyum padaku menunjukkan betapa leganya dia. "Kau sangat bagus hari ini kim kibum"
"Gommawo hyung!" dia menunduk menunjukkan rasa hormatnya.
Photografer itu tersenyum padaku, aku ikut menunduk. "Wah… namjachingu barumu ya? Yang lama mana?" tanyanya yang membuat senyuman di wajahku memudar begitu saja. Kibum pernah punya namjachingu sebelum aku? Siapa?
"Aku sudah bilang, dia itu bukan namjachinguku hyung!" kibum merangkulku, "Yang ini yang beneran" celutuknya membuatku sedikit merona. Dia suka memperkenalkanku kepada semua orang seolah hubungan kami ini terlihat normal. Apa dia harus berbangga pada cinta terlarang kami ini? Mungkin ya.. aku bangga memilikinya yang begitu sempurna.
Photographer itu tersenyum melirikku, dia memotretku dan kibum tiba-tiba. Huwaa… malu sekali rasanya. Kibum tersenyum kali ini. Dia segera menghampiri photographer itu dan meminta data foto kami tersebut.
%ika. Zordick%
"Gwechana?" Tanya Kangin menatap raut kecemasan di wajah cantik sang angel mask. Aku yang baru tiba di sini bersama kibum tentu saja sedikit bingung. Ini masih pagi tapi leeteuk hyung sudah memulai aksi hipotesa tak jelasnya.
Dia menarik tanganku cepat dan mengurungku di dalam kamar mandi sekolah. "A..apa yang kau lakukan hyung?" tanyaku gugup saat dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. "ANDWAE! Aku sudah punya kibum!" pekikku tak jelas.
"Yak! Dengarkan aku! Dasar ikan asin" aku terdiam dan menatap pimpinan kami itu. "Hanya kau yang paling ku percaya sekarang. Jadi dengarkan aku!"
Aku patuh, sepertinya leeteuk hyung serius dengan perkataannya kali ini. "Ada penghianat diantara kita" aku membelalakkan mataku saking kagetnya. Tadi dia bilang apa? Penghianat? Salah satu diantara kami? "Tugasmu cari orang itu!"
%ika. Zordick%
Author pov.
Sreeeeeeettt… kibum menggeser sedikit posisinya hingga di rasakannya punggungnya nyaman bersandar di batang pohon besar belakang sekolah. "Hei..hei.. kita lihat siapa ini?" suara lembut itu merusak ketenangan kibum. Dilihatnya seorang err- yeoja mungkin yang menatapnya tajam dengan seringgai manis di bibir pinknya.
Wajah manis dan seragam putih berukiran pink itu terlihat manis terlihat. Rok pendek selutut membuat semua orang yakin bahwa dia yeoja yang amat mempesona. Kibum melihat yeoja itu sekilas, kemudian dia menutup matanya lagi. Menarik nafas dan mencium aroma lembut yang baru saja menggoda hidungnya. "Gwechana hyung?" tanyanya setengah berbisik. Hyung? Apa seorang kim kibum tidak salah mengatakan yeoja manis ini sebagai 'hyung?'
"Kau belum puas dengan mengakibatkan dua geng besar di sekolah kita berperang?"
"Berhentilah menganggap semua itu salahku sungmin hyung" tanpa melirik namja berparas yeoja itu kibum menjawab semua pertanyaannya.
"Bagaimana mungkin itu bukan salahmu? Bukankah kau yang membuat pimpinan tergila-gila padamu dan ingin merebutmu dari namja chingumu itu?"
"Aku sudah putus darinya dan aku sudah milik orang lain" jawab kibum enteng. "Sebaiknya kau pergi!"
Sungmin menatap kibum geram. Tak pernah ia sangka orang seperti ini akan begitu dicintai oleh pimpinan gang nya. Entah setan apa yang merasuki pikiran sang pimpinan hingga memiliki rasa pada namja err- yam anis ini. Tapi ayolah.. dia tak kalah manis. "Kau mengusirku?"
"Anniyo, aku hanya memberi saran"
"Kau mau bilang namjachingumu yang sekarang marah? Dia akan segera terbunuh saat kedua pimpinan geng terbesar sekolah ini mengetahui keberadaannya kibummie"
Kibum tersenyum, di bukanya matanya berlahan. Di tatapnya hamparan hijau di hadapannya. Langit biru indah itu seolah mengingatkannya dengan tiga namja yang mengejarnya. Ia tak mengerti apa yang harus di lihat dari dirinya. Dia hanya namja abnormal yang sekarang hanya mencintai perdamaian dan menghindar dari semuanya.
"Menyingkir dari bummie!" seorang namja berseragam hitam dengan ukiran putih memeluk sungmin dari belakang. Tangannya siap mencengkram leher sungmin jika bergerak mendekat pada sang snowy.
"Cih… kau tetap setia menempel padanya ya?" desissan sungmin terdengar mengumpat di telinga namja tinggi yang sekarang berada di belakangnya.
"Pergilah dan jangan dekati snow lagi! Dia dari awal adalah milikku"
"Jangan terlalu posesif begitu, aku sudah tak milikmu lagi sejak kita memasuki sekolah ini. Bawa dia menjauh dariku, aku ingin ketenangan" perintah kibum yang langsung di jalankan oleh namja itu.
%ika. Zordick%
"Apa mereka mencurigaimu?" Tanya seorang namja cantik pada bawahannya.
"Kurasa tidak, mereka mencurigai orang lain kurasa"
Namja cantik itu menyeringgai. Ia merasa menang sekarang, tak ia sangka pilihannya untuk mengirim mata-mata pada gang yang umurnya seumur jagung itu berujung baik. "Benarkah, pimpinan akan memujiku setelah ini. Hei.. apa ada orang yang menurutmu menganggu?"
"Hanya Lee donghae kurasa. Dia yang mendapat tugas untuk mencari penghianatnya. Beruntunglah aku dekat dengannya"
"Bagus! Kau harus bisa menghancurkan geng kecil itu sebelum membesar atau pimpinan akan sangat marah pada kita. Kujamin keinginanmu akan di wujudkan"
Mata itu terlihat senang. "Benarkah? Gamshamida"
"Kembalilah ke tempat Angel mask dan lakukan tugasmu dengan benar"
%ika .zordick%
Donghae pov.
Aku menghela nafas. Kemana perginya semua orang? Kemana kibummie my chagi hilangnya? Tubuhku secara reflek bersembunyi saat tak sengaja aku menangkap sosok kibum dengan err-siapa itu? Aku tidak mengenalnya? Bukankah dia—pimpinan sapphire? Salah satu pimpinan gang terkuat se sekolahan?
Orang itu kini mengembangkan senyuman indahnya untuk menggoda kibumku. "Kau ada urusan malam ini? Aku akan menjemputmu" katanya. Benar saja? Bukankah dia Tan Hangeng? Anak kaisar yang berasal dari forbidden city dan bersekolah disini?
"Aku sibuk ge.. kurasa lain kali saja" ujar kibum santai sambil menenteng skateboard putih kesayangannya. Namja menyebalkan itu terlihat lebih menyebalkan saat dia menyentuh pipi putih kibumku.
Ah.. aku sudah tak tahan lagi. "Hei.. singkirkan tangan kotormu itu dari kibum!" teriakku sakratis membuatnya agak terlonjak kaget atas keberanianku. Dia termasuk orang yang di takuti di sekolah ini. Senyuman mengerikannya itu terlihat, sementara kibum menatapku dengan pandangan yang sulit kuartikan setelah itu dia kembali dengan mimic dinginnya.
"Kau mengenalnya?"
"Tentu saja aku …" saat aku hendak mengakui kenyataan, kibum memotongnya.
"Aku tak mengenalnya, lupakan saja! Aku tak suka perkelahian" ujarnya santai kemudian berjalan melewatiku begitu saja. Apa maksudnya itu? Dia.. dia mengatakan dia tak mengenalku? Dan lebih memilih si Hangeng itu? Benar juga, namja tampan itu terlihat jauh lebih mempesona dari aku. Tiba-tiba aku membenci kembali kedudukan sebagai tokoh utama di FF ini. Apa FF ini bukan berisi pair Haebum? Malah Hanbum? Akh… bunuh saja aku dalam FF gila ini!
Aku menatap nanar punggung kibum yang makin menjauhiku. Dia sungguh si devil snow kan? Dia sungguh kibumku kan? Kenapa dia mengatakan dia tak mengenaliku dan memilih namja china itu?
"Karena dia penghianatnya!" eh.. aku terkejut saat tiba-tiba leeteuk hyung sudah berdiri di sampingku sambil manggut-manggut gaje. Sejak kapan dia jadi setan di sini?
"Bukan begitu juga kan hyung?" aku mencoba membela namjachinguku itu untuk terakhir kalinya. Tapi leeteuk hyung sepertinya terlalu keras kepala untuk diubah pemikirannya.
"Kita adakan rapat!"
%ika. Zordick%
Dia tak masuk lagi rupanya? Aku menatap kursi kosong di sebelahku. Jangan Tanya tentang kebiasaan buruk bolosnya itu. Aku sudah sering memperingatkannya tapi dia merasa kalau lebih baik dia bolos dari pada masuk kelas dan memilih tidur di kelas. Dia terkesan sama sekali tak menghormati guru.
Ada yang bertanya siapa yang sedang kumaksudkan? Tentu saja kim kibum, orang termanis seperti putri salju di sekolah ini. "Berhentilah mengikutiku!" aku terlonjak kaget saat mendengar teriakan dari luar kelas. Aku tahu itu suara siapa, tapi kurasa aku masih terlalu marah padanya hingga aku tak mau untuk keluar duluan dan melihat apa yang sedang ia kerjakan.
Dia memasuki kelas ini, dengan wajah dinginnya. Di eratkannya pegangannya pada skateboardnya, aku tahu fungsi lain dari benda itu. Menghantam kepala siapapun yang berani menyentuhnya. Dia menatapku lembut kemudian duduk di kursinya. Kulihat kebiasaan lainnya selain tidur di kelas kini. Melihat keluar jendela dengan tatapan kosong sambil mendengar music dari ipod putihnya.
Aku ingin berbicara denganmu di rumah kutulis kata-kata itu di selembar kertas dan melemparnya di mejanya. Dia membaca dan melirikku. Dia mengangguk pelan. Aku melanjutkan acara menulisku dan melemparnya lagi. Leeteuk hyung mencarimu, setelah jam pelajaran berakhir kita menemuinya!
%ika. Zordick%
Kibum pov.
Aku menatap donghae takjub. Salahkah aku berpacaran dengan namja babo? Ahh… ya.. ini pacar ke tigaku dan dia sama babonya dengan yang sebelum-sebelumnya. Kyuhyun menatap leeteuk dengan pandangan terkejut. Ya tentu saja, hanya namja itu saja yang mengenalku baik di sini. Dia bilang apa tadi? Aku penghianatnya? Gila? Tentu saja!
"Kumohon percaya padaku!" ujarku lebih mengeratkan peganganku pada skateboard putihku. Beginilah caraku menenangkan hatiku yang gelisah. Aku tak memohon pada leeteuk melainkan pada namja yang sangat kucintai di hadapanku.
Donghae kumohon, percaya padaku. Aku tadi hanya ingin melindungimu. Hangeng gege bisa saja melukaimu jika dia tahu kau adalah namjachinguku. Aku tak ingin melihatmu terluka di tangannya. Kumohon! "Itu tidak mungkin" suara kyuhyun memecah keheningan. "Bukan kibum!"
Kutatap dia, dia tahu siapa yang merupakan penghianat diantara kami. Aku pun begitu. Aku tahu siapa dia. Aku melihat dia sedang di sini sekarang, menatapku dengan perasaan bersalah. Tapi aku dan kyuhyun takkan membuka kedoknya, kami mengenal semua orang di sini. Kami penghuni white list yang penuh intrik lebih lama dari siapapun di ruangan ini.
Kyuhyun menatap wajah leeteuk. "Itu aku, akulah penghianat itu" ujarnya. Dia babo? Siapa yang akan percaya itu? Seorang cho kyuhyun yang tak pernah suka di bawah perintah tak mungkin menjadi penghianat. Demi siapa dia menghianati genk ini? Demi aku? Bukannya aku yang mungkin menjadi alasannya untuk berhianat?
Kekanak-kanakan sekali bukan dia ini? Ya.. dia memang selalu begitu. Dari dulu hingga sekarang dia tak berubah. Selalu melindungiku dan mengatakan kalau dialah yang salah. Apa dia tak bisa memakai otaknya sedikit saja? "Apa yang harus kulakukan hingga kalian bisa percaya kalau bukan akulah penghianat di sini" aku tahu pernyataannya itu tak membantu.
"Jadi blacklist" perintah dari sang angel mask membuat wajahku memucat. Dengan menjadi black list aku takkan bisa menjalin hubungan dengan petinggi whitelist kan? Apalagi seperti hangeng yang menjaga wibawa mereka untuk tak berinteraksi secara langsung dengan blacklist yang hina.
Kyuhyun menatap leader kami ini dengan takjub. "KAU GILA? TARIK KATA-KATAMU ATAU AKU AKAN MEMOTONG LIDAHMU!" teriak kyuhyun geram. Apa begitu burukkah orang di posisiku memakai seragam black list? Hingga kyuhyun yang mengenalku tak percaya aku bisa melakukannya?
"Jangan lakukan itu bummie!" kyuhyun merengek padaku. Aku masih menatap donghae. Jika dia juga meminta seperti itu akan aku lakukan. Apa dengan menjadikan diri kami sama hingga dia bisa mencintaiku lagi?
"Apa menurutmu begitu hae?" tanyaku dengan suara tercekat. Sesungguhnya aku dari dulu berharap begitu, aku tak peduli saat orang tuaku melihat aku menggunakan seragam blacklist. Bukankah itu bagus? Para petinggi white list itu tak perlu melihatku lagi.
Dia memelukku dengan sangat erat. Aku sungguh rela melepas seragam white list ini jika dia masih terus di sisiku dan menggumamkan di telingaku bahwa dia mencintaiku apa adanya. "Lakukanlah bummie!" ucapnya yang membuat tekad ku bulat. Yaa.. harusnya begitu. Dia namjachingu yang memberikan pilihan terbaik untukku.
Kyuhyun mendesah kecewa. "Aaaku…" suaranya bagai tercekat. "Cih.. terserahmu saja!"
%ika. Zordick%
Donghae pov.
Makan malam kami kali ini berlangsung khidmat. Ya.. tanpa canda dan senda gurau di meja makan. Kibum hanya diam sambil memasukkan nasi kemulutnya. Aku membereskan piringnya saat dia lebih memilih masuk ke dalam kamar dari pada menemaniku mencuci piring. Apa hari ini begitu melelahkan baginya?
Setelah membereskan tumpukan piring, aku masuk ke kamarnya. Dia duduk bersandar di bantalnya. Di lipatnya lututnya dan menatap lurus ke depan. Kurapikan poninya yang sedikit berantakan. "Gwechana?" tanyaku untuk meyakinkan diriku dia sedang tak marah padanya. Aku percaya padanya, aku sungguh percaya bukan dia penghianat itu. Sungguh.. mungkin ini satu-satunya cara untuk meyakinkan yang lain itu memang benar.
"Keluarlah! Aku ingin tidur!" ucapnya dingin. Ya.. cukup menyadarkanku bahwa dia sungguh marah.
"Mian he.. aku tak bisa melindungimu seperti kyuhyun di sana" aku mencoba memberi penjelasan.
"Jangan menyamakan dirimu dengan kyuhyun! Sampai kapanpun aku takkan mengizinkanmu menjadi seperti seorang cho kyuhyun!" aku tak menyangka dia begitu sensitive dengan nama kyuhyun. Ada apa sebenarnya? Tapi bukan saat yang tepat aku menanyakan hal itu kan?
"Bummie.. kau marah padaku?"
"Anni. Aku hanya ingin menyiapkan diriku saja" ujarnya yang sama sekali membuatku tak suka. Dia mau menyiapkan dirinya untuk apa? Untuk mengenakan seragam blacklist dan melepas nama whitelist itu? Hah.. bagus.. dia menunjukkan betapa anggun dan elitnya dia hingga tak bisa memakai seragam hitam.
"Berhentilah bersikap manja! Apa ada yang salah dengan seragam itu? Aku menggunakannya sampai sekarang, jika kau tak suka kenapa kau mengatakan kau mencintaiku?" entahlah..jujur saja aku marah padanya. Dia menenggelamkan kepalanya di lututnya. Apa dia marah? Tidak! Dia menangis.
"Bummie.. mian.. aku tak sengaja membentakmu" aku mengelus pundaknya yang bergetar.
"Keluar dari kamarku!" ucapnya. "Kau sama sekali tak mengerti diriku lee donghae! Pergi! Kenapa tak mencintai kim ryeowook saja? Dia mengerti dirimu! Dia bisa mengenakan seragam black list sepertimu dengan mudah. Pergi saja bersamanya!"
"Apa yang sedang kau bicarakan? Jangan bawa-bawa wookie!" kurasa suaraku sanggup membangunkan raksasa yang terlelap saking kerasnya.
"PERGI! Kau memang tak pernah peduli padaku!" teriaknya histeris.
"Terserahmu! Kau memang seorang pangeran kibummie, kau tak tahu aku. Aku hanya orang tak berada di matamu"
"Berhenti membedakan kita!" aku bisa melihat matanya memerah. Sekarang bukan senyuman atau ekpresi dinginnya yang kulihat. Dia sedang menangis, membuatnya semakin lemah dimataku. "Aku mencintaimu lee donghae! Aku memakai seragam itu untuk mu, aku membuang segalanya untukmu! Kumohon jangan munculkan dinding diantara kita yang sudah berusaha ku hancurkan!" suaranya semakin serak. Perasaan bersalah muncul di hatiku. Kupeluk tubuhnya. Aku bisa mendengar isakkannya semakin mereda dan dia tertidur dalam dekapanku.
Kukira hanya aku saja yang punya pemikiran itu. Pemikiran bahwa kami sangat berbeda. Pemikiran bahwa aku dan dia takkan bisa bersama dengan dinding kokoh diantara kami. Lihat dirinya yang terlahir dengan kesempurnaan sementara aku diantara kekurangan. Lihat tempat mewah ini. Ini miliknya dan aku hanya menumpang. Jika dia tinggal bersama orang tuanya mungkinkah aku akan ada di sampingnya dan menikmati hari-hari bersamanya?
Seragam ini juga seolah memberikan jarak diantara kami, meski kami saling berpegangan erat. Terlihat dinding yang tak menginginkan kami bersama. Black and white tak seharusnya bersama. Tapi jika dia seorang black bukankah dinding itu akan hancur tapi kenapa dia malah terlihat takut melepasnya? Atau akulah yang egois? Yang menyuruhnya terjun dari jurang tinggi agar aku bisa menangkapnya?
"Saranghae kibummie!"
%ika. Zordick%
Kibum pov.
Aku menggerjap-gerjapkan mataku. Kulihat donghae yang masih terlelap dalam posisi masih mendekapku. Kurasakan wajahku memanas, bukankah dia terlihat sangat romantis? Aku mengecup bibirnya sekilas. Membuat dia terbangun. "Kau sudah bangun?" tanyanya mengelus kepalaku di dadanya.
Dia sadar tidak ya, tadi aku menciumnya? Kuharap tidak. Aku mendongakkan kepalaku melihat wajah tampannya. Ia melepas dekapannnya dari tubuhku. "Aku ambil minum untukmu, nee" aku mengangguk, hah… oke aku tarik perkataanku yang mengatakan dia romantis. Dia hanya namja babo yang tak peka.
Tapi tiba-tiba dia berbalik dan tersenyum padaku. Aku hanya balas tersenyum. "oh..ya.. aku melupakan sesuatu" katanya dengan wajah sedikit bersemu merah. Dia berlahan meraih daguku dan melumat lembut bibirku. Tidak perlu waktu lama aku menutup mataku dan mulai menikmati sentuhan bibir manis itu di pagi hari. Aku membalasnya.
"Selamat pagi chagiya" ucapnya kemudian keluar dari kamarku. Meski aku berharap ini adalah kamarnya juga. Wajahku pasti sudah seperti tomat sekarang,hah… lee donghae, kau sungguh memanjakanku. Eh.. aku bicara apa? Itukan Cuma morning kiss. Tapi bukankah kami terlihat seperti sepasang suami istri. Manisnya.. jika appa sungguh mengizinkannya dan umma tak terlalu menjadikannya masalah.
Donghae memberikan segelas air padaku. Aku hanya tersenyum. Dia duduk disampingku dan bergelayut manja di bahuku. Ahh~ dia tak tahu bahwa kami hampir terlambat sekarang. Apa dia ingin membolos? Baguslah… temani aku dirumah. Karena aku juga pasti ikutan bolos. Tak lama kemudian ku dengar ponselku berdering. Dia membantuku mengambilkannya di buffet di dekat tubuhnya.
"Yeoboseo.." sapaku sambil meminum air putih yang di berikan donghae tadi.
"Pagi chagiya…" ucap pemilik suara itu. "Jangan bilang pada umma sekarang ada orang lain yang habis bermalam denganmu dan memberikan morning kiss padamu"
Wajahku memucat seketika, kulirik donghae yang memandangku dengan bingung. BYURRR… bagus! Aku mengguyur wajah tampan lee donghae dengan air dalam mulutku. "Umma~… kau sedang bicara apa?" teriakku gak nyantai. Aku memberikan isyarat pada donghae agar menutup mulutnya. Aku tak ingin terjadi kesalah pahaman disini. Aku tahu betul apa yang di pikirkan ibu mesum itu.
"Wah~.. kibummie yang selalu tenang menjadi gugup, ada apa nih?" aku menarik nafasku dan mengeluarkannya. Kuharap ini tak menjadi masalah besar. Ya.. ku harap. "Hei… jangan menyembur kekasihmu dengan air minummu dong chagiya"
Aku melirik donghae dengan tatapan horror. Dia terlihat bingung. Sesosok namja cantik terlihat di hadapan donghae dan kibum. Menangkap basah anaknya dan kekasih anaknya di dalam kamar. Meski pun donghae memang basah. Ponsel yang di pegang kibum jatuh dengan bebasnya di lantai. "Umma… i..ini…"
Mata donghae melotot mengerti, ia tahu kami akan mengalami malapetaka sesudah ini. Dia menunduk dalam menghadap umma. "Lee donghae imnida" katanya gugup. Eommaku mendorongnya hingga jatuh ke atas ranjangku. Aku langsung merentangkan tanganku.
"Eomma.. aku sudah berhubungan badan dengannya!" teriakku yang membuat wajah donghae memerah padam. Aku tak mau eomma mesum ku itu harus mencoba bersetubuh dengan donghae untuk meyakinkan dirinya bahwa donghae cukup mampu membuatku puas. Dia memang eomma yang aneh. Tapi dia memang selalu begitu dan membuat semua namja yang mencintaiku lari karena takut padanya.
Meskipun dirinya yang tergolong namja cantik, dia punya kemampuan special hingga bisa melahirkanku ke dunia ini. Tapi kurasa itu hanya berlaku untuk dua anak. Aku dan adikku dari namja lain yang bukan appaku. Mengingat dia sudah menikah lagi.
"Lalu?" tanyanya meminta kepastian dariku. Kuharap donghae menutup telinganya untuk pernyataanku selanjutnya.
"Dia cukup baik, meskipun kasar di ranjang dan dia yang terbaik kurasa eomma" tuhkan benar, wajahnya sangat memerah kurasa. Aku berjalan membisikkan sesuatu pada eommaku. Hah.. kurasa aku tak perlu mengucapkan ini terlalu keras.
"Mwo benarkah? Punyanya hampir menandingi punya Yunnie!" hah.. oke.. itu soal ukuran. Donghae menunduk malu, hah.. aku tak yakin dia punya ukuran yang seperti ku sebutkan. Berterimakasihlah pada pacarmu yang pintar ini lee donghae.
%ika. Zordick%
Donghae pov.
Aku memandang takut pada namja cantik yang di akui oleh kibum sebagai eommanya. Cukup! Dia benar-benar aneh! Kibum bahkan mengatakan aku pernah menidurinya? Mwo? Yang benar saja? Aku bahkan tak pernah menyentuhnya lebih dari pada ciuman. Terus apa yang dimaksud dengan permainan kasar di ranjang? Dia sungguh ingin merasakannya ha? Akan kubuat dia tak bisa berjalan! Lalu apa kata eommanya tadi? Ukuranku? Tuhan! Kim kibum,, kau bahkan tak pernah melihatnya bagaimana kau tahu ukuranku? Gila!
Hah.. kurasa ocehan dalam hatiku tak cukup hanya segitu. Aku sekarang duduk bersimpuh memohon padanya. Sedang kan kibum, dia duduk di atas sofa bersama eommanya yang aneh itu. Hei… temani aku duduk dibawah dong! Dasar babo!
"Aku akan menelpon kyuhyun dulu agar kau tak usah masuk sekolah" ucapnya riang, menatap kibumku yang cantik. Mwo kyuhyun? Kenapa harus namja itu? Apa hubungannya dengan kibum?
"Eomma.. jangan sebut nama donghae ya! Kumohon!"
"Aku juga tak mau appamu membunuh anak ini" dia menunjukku. Benarkah appa kibum semengerikan itu? "Oh… nee kyunnie! Eomma Cuma mau bilang kibummie tak bisa datang ke sekolah, nee~ dia bersama eomma sekarang. Arraso chagiya! Eomma akan mengunjungimu setelah ini! Saranghae~" eh… kyuhyun itu?
Aku menatap kibum meminta penjelasan. "Kyuhyun itu adik tiriku hae" ucapnya singkat yang membuatku terkena jantung akut. Bagaimana bisa aku bisa cemburu dengan adik tiriku sendiri? Ya~ walaupun hanya sebentar sih.
"Baiklah lee donghae, perkenalkan! Namaku kim jaejoong, eommanya kim kibum. Ya.. walaupun namaku sekarang cho jaejoong karena menikah dengan appanya kyuhyun. Apa yang kau punya untuk anakku?"
Aku menatap kibum, jujur aku takut bicara sekarang ini. Dia memberikan isyarat. "Aku memang tidak punya apa-apa eomma! Tapi aku tahu yang diperlukan orang yang kita cintai adalah cinta dan kasih sayang" aku hanya mengikuti gerak mulut kibum.
"Waahh.. kalian sehati ya ternyata. Kibum tutup mulutmu!" hiee… dia punya berapa mata hingga bisa melihat kibum?
"Lalu apa yang bisa kau pertahankan agar aku tak menarik kibum darimu"
Aku menelan ludah kecut, sungguh apa yang bisa kulakukan. "Jujur saja, kibum juga pernah membawa seorang namja ke rumah dan di setujui oleh appanya. Orang yang sama sekali tidak mempunyai rasa takut padaku, kurasa kau kenal orangnya. Kemudian Tan Hangeng, pangeran china, kurasa dia juga orang yang pantas mendapatkan kibum. Lalu kau?"
Aku terdiam, kutatap mata kibum. Dia memang menutup mulutnya. Tapi tatapan matanya itu mengisyaratkan kecemasan. "Aku akan berusaha membuat cucu untukmu eomma" eh… apa yang baru saja kukatakan?
Wajah kibum sontak memerah karena malu. Sementara eomma kibum, dia memelukku erat. "Kau harus berusaha keras nee" eh.. apa-apaan itu. Dia kemudian tertawa keras. "Aku menyukaimu! Baiklah ayo kita minum arak"
"Anu.. eomma… donghae belum cukup umur untuk itu"
"Dia belum cukup umur untuk minum tapi sudah cukup umur untuk menyentuhmu eoh? Ayo kita minum!" sungguh… calon ibu mertua yang aneh.
%ika. Zordick%
BRUUKKK… ku pukul sekali lagi tubuh besar namja ini. Kutarik tubuhnya ke hadapan sang angel. "Hyung~ tugasku selesai" ujarku membawa namja bertubuh besar itu sambil menyeretnya berlutut di hadapan leeteuk hyung. Inilah alas an leeteuk hyung menyukaiku, aku selalu menyambar kepala duluan dari pada sibuk dengan bawahan yang merepotkan.
Kyuhyun melirikku, "Kau lemah lee donghae" ujarnya yang membuatku geram. Tapi ayolah dia adik tiri seorang kim kibum. Dia calon adik iparku.
"Kau terluka hae-ah?" kibum menghapus jejak darah di wajahku. Lihat betapa bertolak belakangnya dengan adiknya yang jahat itu. Kibum memang bukan tipe petarung, setiap orang yang akan menyentuhnya dan juga ryeowook, kyuhyunlah yang menghabisi mereka. Memang dia yang paling cocok dengan posisi itu. Mengingat dia yang paling cepat diantara kami, dialah yang bisa menghadapi gerombolan yang mencoba menyakiti kiwook kami.
"Bummie.. telpon aku saat kau akan pulang! Aku akan mengantarmu" apa dia terkena sindorm brother complex.
"Hae yang akan mengantarku kyu, kau antar wookie saja ya!" kibum mengedipkan matanya pada ryeowook, sepertinya wookie jatuh cinta ya pada si iblis ini?
"Dia tak cukup kuat untuk melindungimu!" teriak kyuhyun yang tak menghentikan langkah kibum untuk terus berjalan. Apa benar begitu? Aku sebagai namja chingunya tak mungkin tak bisa menjaganya. Ayolah.. ini baru hari pertamanya memakai seragam hitam itu.
%ika. Zordick%
Kibum mengeratkan rangkulannya pada lenganku. Bukankah sangat susah berjalan seperti itu? Dia kan sedikit lebih tinggi dariku. Aku tak mengerti, tiba-tiba saja aku merasa sangat mengantuk. Pandanganku kabur..
Author pov.
Donghae roboh di tempat dia berdiri. Beberapa namja keluar dari persembunyiannya. Sementara kibum menggenggam erat skateboardnya. Ia tahu, ialah yang dalam masalah sekarang meskipun donghae lah yang pingsan dan terkapar di tanah. Ia menyesal tak mengikuti saran kyuhyun untuk pulang bersama namja itu. Setidaknya adiknya itu sudah lebih berpengalaman melindunginya.
Kibum menghempas skateboardnya pada salah seorang namja berseragam putih biasa yang memandangnya lapar. Benar—ia hanya seorang blacklist sekarang, dia tak mempunyai kuasa kuat untuk menendang orang-orang white list biasa ini. Di putarnya tangan namja lain yang hendak menyentuh tubuhnya. Di acungkannya pisau kecil di tangannya.
"Wahh.. tuan putri kita sudah jadi blacklist rupanya? Aku tak yakin ke tiga tuanmuda akan melindungimu" semakin lama orang yang mengkerubuninya semakin banyak. Ia berusaha membuat wajahnya sedatar mungkin. Atau orang-orang berotak mesum itu dapat melihatnya yang ketakutan. Jika bisa menjerit kibum ingin membangunkan kekasihnya yang kini terlelap di sana. Tapi suaranya tercekat. Ia terlalu takut untuk itu.
Sungguh tak butuh waktu yang lama, dia sudah berada di sebuah gudang tua dengan di seret oleh orang-orang itu. Dia sadar beberapa diantaranya adalah orang yang pernah ia tolak dulu dan mendapatkan perlakuan kasar dari mantan pacarnya dan juga Hangeng serta Kyuhyun.
"Kemarilah cantik!" salah satu namja menampar wajah kibum. Saat kibum meronta keras saat tubuhnya mulai di grape-grape oleh namja yang dimatanya jelek semua. Dia di tampar berkali-kali hingga kedua pipinya tampak memerah.
Dia di sudutkan oleh namja yang jumlahnya terbilang banyak. Seragam hitam barunya itu dikoyak mereka secara paksa. "Kau tak bisa bergerak eoh? Kemana para pimpinan yang biasanya melindungimu?" suara mereka membuat kibum ingin menjerit histeris saking takutnya. Dia memang namja lemah yang mampu menarik perhatian para seme.
Dia menjerit kuat, "Appa~ eomma~! Tolong!" rengeknya takut yang membuat semua namja yang berdiri disana malah makin tak sabar memiliki tubuhnya.
"Kyunnie~ kyu~, donghae!" jeritnya memanggil nama orang yang sangat ia cintai.
%ika. Zordick%
Donghae pov.
Aku terbangun, lho.. kenapa aku bisa tertidur di sini? Aku melihat sekelilingku. Sepi? Kibum? Iya… dimana kibum? "Yak… dimana kim kibum?" tiba-tiba sebuah suara membuatku mendongak pada namja berkepala besar dihadapanku. Namja whitelist dengan ukiran merah.
"Katakan lee donghae! Dimana bummie!" aku melihat kyuhyun yang kali ini berteriak dihadapanku.
Dia terlihat panic, "Aku menemukannya, kata bawahanku dia di gudang tua" terang, waah.. itu hangeng. Aku bangkit, aku ikut berlari mengejar tiga namja yang berlari kea rah gudang tua sekolah kami.
"Yesungie,, jebal! Donghae-ah!" suara teriakkan terdengar. Aku tahu itu suara. Kibum! Hangeng berlari cepat mendahuluiku, di tendangnya pintu gudang itu secara kasar.
"Yak—apa yang kalian lakukan?" geramnya, mulai memukuli satu persatu namja white list tanpa ukiran special di hadapan kami.
Aku menyerobot, kutarik rambut namja yang mulai menikmati tubuh kibum ku. "Brengsek!" ku hempaskan kepalanya ke dinding.
"Jangan sentuh aku!" aku terdiam saat aku ingin menggendong tubuh kibum yang gemetar ketakutan. Pandangan matanya kosong dan dia menangis. "Hae.. donghae.." dia memanggil namaku terus menerus.
"Aku disini chagi.. aku disini!"
"Yesungie, kenapa kau tak menolongku?" dia mulai berbicara ngawur.
"Bummie, sadarlah! Tidak apa-apa chagiya" namja berkepala besar itu mengelus kepala kibum berlahan. Dia bernyanyi di telinga kibum. "Aku disini, eoh… bawa dia! Namamu donghae kan?" tanyanya saat kibum mulai tertidur. Aku mengangguk.
"Cepat bawa bummie dari sini, aku tak bisa bertahan kalau tak membunuh mereka satu persatu!" teriaknya menghajar satu persatu orang yang ada di sana.
"Yak.. jangan membuat mereka berdarah! Bummie tak suka melihatnya babo!" kyuhyun menjitak kepala hangeng tanpa sopan santun.
"Nee.. aku tahu, cepat bawa dia! Hei.. donghae! Kaulah yang paling lemah disini! Bawa saja kibum! Aku sudah menelpon supirku untuk membawa kalian kerumahnya" apa dia bilang aku paling lemah? Tapi itu memang kenyataannya. Kyuhyun, aku tahu namja yang umurnya lebih muda dariku ini memang sangat kuat.
Lalu hangeng, dia pimpinan besar dari salah satu gank, jangan pertanyakan prestasinya menaklukkan sekolah. Lalu si kepala besar itu. Aku ingat, dia Yesung. Dia juga salah satu pimpinan gank besar di sekolah ini kan? Saingan besar dari Tan hangeng. Benar, akulah yang paling lemah disini. Tanpa basa basi aku menggendong tubuh ringan kibum. Ku bawa dia pergi dari sini.
"Bagus! Yak… Lee Hyuk Jae apa yang kau tunggu bawa pasukan?" Hangeng berbicara di telpon.
"Chullie… aku di gedung tua, bawa pasukan kemari arraso" Yesung juga.
Aku berlari keluar dari gudang. Kulihat sebuah mobil limosin menunggu kami. Saat mobil ini hendak melaju, disaat itulah aku melihat kenyataan sekolah ini. Pasukan besar dari masing-masing kubu yang dipimpin oleh hangeng dan yesung yang memasuki gudang tua. Aku tak bisa menghitung jumlah orangnya saking banyaknya. Kurasa pasukannya cukup menghancurkan seluruh kota.
Kutatap wajah pucat kibum yang terbaring di pangkuanku. "Kenapa kau memilihku jika dua orang itu jauh lebih baik dariku? Eoh?"
TBC
han ni rin :Udah di lanjutin kok..
sin hyun rin: ini…
Riani-Chan000: baru aja neh… wakakaka
han gege : oke ge…
melly: iya..iya..
rinaELF: makasih… teman seperjuangan neh!
Seo Shin Young : dia gak punya kekuatan, Cuma deking dia buanyakkkk
gamers cho: ini bukan kihae.. ne haebum #mendadak gak rela kibum jadi uke
Hae's girlfriend: dia perlu perubahan, dan yang merubahnya adalah.. jreng…jreng… sang mertua
EchaSk'ElfRyeosomnia: ada kesalahan teknik kemarin eon… sekarang gimana?udah jelaskah, eon?
Saeko Hichoru: mian he… ka emang penggemar crack couple… tapi ada FF yang ntar ka rencanain gak buat crack… maaf ya…. Request aja di FF yang khusus ka buat untuk request'an.. OK!
hitomi mi chan :bwahahaha.. mian ya…
yeoboyesung: ada.. kayanya bakal ada adegan yewook..Cuma sabar aja ya… disini semua pair asli bakal muncul juga.. tergantung mood author.. mau jadiin atau kagak
Boom, Jiji Yunjae 4ever, Riyu: ini lanjutannya…
