Lagi ….

Jaejoong membulatkan matanya ketika orang yang tidak asing kembali ia tabrak.

OH! EM JI!

Kenapa hari ini ia harus bertemu dengan pria ini untuk ke sekian kalinya? Kenapa bukan yang lain semacam Brad Pit mungkin atau siapapun jangan pria yang tadi ia tabrak saat ia terburu-buru dari bandara Seoul.

Tuhan, apakah inikah suratan?

"Kau lagi" senyuman itu entah mengapa membuat pipi Jaejoong bersemu merah.

Pria yang kini ada dihadapannnya menggunakan kemeja berwarna biru dengan celana pendek berwarna putih serta menggunakan Tshirt berwarna putih. Belum lagi rambutnya yang berantakkan terkena angin laut. What the hell! Jaejoong memejamkan matanya.

Pria yang ada dihadapannya itu yang dia ketahui bernama Jung Yunho. Eum, pasti kalian tahu bukan siapa Jung Yunho ?

Yah, dia adalah pilot yang tadi tidak sengaja Jaejoong tabrak dan bertemu di pesawat yang Jaejoong tumpangi.

Jaejoong menghembuskan nafasnya berulang kali menormalkan nafasnya. Entahlah, Yunho berkali-kali lipat lebih tampan dengan pakaian santai.

"Apa yang sedang kau lakukan disini?" pertanyaan bodoh keluar dari bibir plum Jaejoong.

Yunho tergelak melihat tingkah Jaejoong," tentu saja aku beristirahat" singkat, padat dan jelas.

"Apa kau mencoba mengikutiku eoh?" Jaejoong menyelidiki kini wajahnya sudah ada di hadapan Yunho. Membuat pria itu menahan nafas. "Hayo, kau mengikutiku bukan!" tanya Jaejoong sekali lagi sambil memiringkan kepalanya.

Dan Yunho kembali tertawa. Ya Tuhan! sebenarnya pria yang ada dihadapannya ini berumur berapa, ehm? Tingkahnya seperti adik sepupunya saja yang berumur 19 tahun.

Yunho memundurkan tubuhnya agar menghindar dari Jaejoong. "Perusahan memang memfasilitasi untuk menginap disini" ujar Yunho. Pria itu kemudian berbalik.

Jaejoong hanya mengangguk-anggukkan kepalanya lucu dengan rambut jamurnya yang entah mengapa membuat Yunho gemas saat pria tampan itu menoleh.

Yunho kemudian berbalik kembali berhadapan dengan Jaejoong. " Dan kau..." Yunho menunjuk Jaejoong tepat diatas dahinya. "Sedang apa kau disini, ehm?"

"Aku" tunjuk Jaejoong pada dirinya sendiri. "Tentu saja aku harus menyelesaikan pekerjaanku, bodoh" seru Jaejoong. "Hei, kau tahu kamu belum meminta maaf padaku karena kau menabrakku" gerutu Jaejoong.

"Bukankah kau yang menabrakku? kenapa aku yang harus minta maaf padamu?" kali ini Yunho tidak ingin kalah dari pertanyaan Jaejoong.

"Enak saja, kau pikir kau bisa melarikan diri hah! Aku ini adalah seorang Kim, dan seorang Kim tidak akan meminta maaf. Kau tahu jika aku meminta maaf aku akan melakukan kesalahan yang sama. Jika sudah begitu aku pasti akan terus melakukannya. Kau tahu pantatku ini masih sakit. Bisa saja kan ada kepatahan tulang pada pantatku. Atau mungkin pantatku akan di operasi. Kau mengerti tidak?"

Ya Tuhan! pria yang kini ada dihadapannya ini sungguh ajaib. Yunho hanya bertanya beberapa pertanyaan dia sudah berbicara kemana-mana. Yunho tertawa karena baru kali ini mendapatkan ceramah yang sangat panjang. Bahkan kereta api pun sempat terputus.

Yunho berjalan mendekat ke telinga yang ia ketahui bernama Jaejoong. Karena ia tidak sengaja mendengarkannya tadi saat di pesawat. "Apa perlu aku melihatnya?" bisik Yunho.

Blussshhh

Wajah Jaejoong sudah memerah karena ucapan mesum Pria yang ada dihadapannya ini. Jaejoong salah tingkah. Kemudian.

"Ihhhhhhh!RASAKAN... HAHAHAHAHA..."

"ADUH! SIAL" Seru Yunho.

Kalian mau tahu apa yang dilakukan oleh Jaejoong? Pria itu menginjak kaki Yunho kemudian pergi meninggalkan Yunho. Ia berlari kencang. Entahlah, yang jelas pikiran Jaejoong harus menghilang dari Pria mesum yang bernama Jung Yunho.

Dok

Dok

Dok

"SU-IEEEEE!" Teriak Jaejoong sambil menggedor kamar Junsu. "SU-IEEEE, BUKA PINTUNYAAA!" Kembali ia berteriak kencang.

Cleck

Junsu terbangun dari tidurnya dan membukakan pintu untuk bosnya. Kesadaran Junsu pun masih belum terkumpul tapi Jaejoong sudah menerobos untuk masuk.

"Aissshhh! Kenapa aku bertemu dengan pria itu lagi ? Ia juga mengatakan hal-hal yang mesum, eung... itu sangat menjijikkan. Seharusnya aku bertemu dengan Christiano Ronaldo bukan dia. Sudah pantatku menjadi korban, lalu tadi jidatku yang menjadi korban. Rasakan! siapa suruh dia berkata mesum seperti itu" dumel Jaejoong yang membuat Junsu bingung.

"Hyung, apa kau baik-baik saja?" tanya pria imut itu.

Jaejoong menggelengkan kepalanya," jika dibilang baik aku akan baik. tapi..." dia menggelengkan kepalanya. " Tidak ini tidak baik" Jaejoong duduk di kursi yang ada di kamar Junsu.

"Hyung, apa yang terjadi?" Junsu duduk di samping Jaejoong.

"Hah! ini ancaman di negara api, Su-ie" gumam Jaejoong.

"MWOOOO?" Junsu terkejut mendengar perkataan Jaejoong. Jika Jaejoong sudah mengatakan hal itu berarti perusahaan dalam keadaan gawat. " APA PERUSAHAAN MENGALAMI SESUATU" Pekik Junsu yang langsung berlari mengambil laptopnya di tas yang ia taruh dilemari.

"Bukan itu" Jaejoong menggelengkan kepalanya.

Junsu menghentikan aksi paniknya. " Lalu?" Junsu bertanya balik.

"Kau tahu pilot yang saat kita datang ke sini. Dan aku tidak sengaja menabraknya?" Junsu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saat Jaejoong dengan antusias menceritakan pertemuannya kembali dengan pilot yang bernama Yunho.

"Kurang ajar sekali dia ingin melihat pantatku" seru Jaejoong.

Sementara Junsu hanya melongo kemudian memijat keningnya. Oh, Tuhan! Jaejoong memang pintar, tapi terkadang ia sedikit labil. Jaejoong yang sekarang berbeda dengan Jaejoong yang ada di kantor. Ia bisa menjelma menjadi Jaejoong yang tegas dan berwibawa. Ia juga memiliki pemikiran yang hebat diusianya yang menginjak 25 tahun.

Sementara adiknya yang berumur 19 tahun Kim Kyuhyun yang terkadang suka menjahili sang Kakak juga tergolong sama. Mereka memiliki sifat yang serupa. Ah, namanya juga kakak adi. itulah yang ada di pikiran Junsu.

"Apakah pantatku ini lebih seksi dari pantatmu, Su-ie?" tanya Jaejoong polos.

Junsu yang mendengarnya tiba-tiba saja tersedak dengan saat pria imut itu ingin minum air yang ada di nakas sebelah tempat tidurnya.

Uhuukk

"Enak saja" gumam Junsu.

Junsu berbalik ingin menghampiri bosnya yang kini sedang senyum-senyum sendiri seperti orang bodoh. Mungkin kah ?

"Besok kita akan berangkat ke New York, Yun. Setelah Ke Seoul, setelah ke New York kita akan ke Kanada" pria dengan jidat lebar itu duduk di hadapan Yunho dengan membawa kertas yang merupakan jadwal penerbangan mereka.

Pria itu menatap Yunho dengan bingung. Pasalnya, Pria tampan itu kini tengan senyum-senyum sendiri. Seperti orang bodoh.

"Kau baik-baik saja?" tanya pria itu sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Yunho.

"Dia menarik" Yoochun menatap arah yang Yunho lihat.

Whaattt! Apa dia menyukai BoA ? BoA adalah pramugari pesawat mereka. Bisa dibilang wanita itu adalah kru dari pesawat mereka.

"Kau menyukai BoA?" tanya Yoochun.

Eh?

Yunho menoleh dan melihat Yoochun," sejak kapan kau ada disini?" tanya Yunho salah tingkah.

"Sejak jaman dinosaurus" sebal Yoochun, sementara Yunho tertawa.

"Sejak kapan kau menyukai BoA?" tanya Yoochun lagi.

"Menyukainya?" bingung Yunho. "Aku tidak menyukainya, Chun-ah" jelas Yunho.

"Lalu kenapa kau menatapnya seperti tadi?" Yoochun kembali mengintrogasi Yunho.

"Hah! itu bukan urusanmu, ah satu lagi aku tidak menyukai BoA. Kau salah sangka" Yunho berdiri dan meninggalkan Yoochun yang bertanya-tanya.

"Jika tidak suka kenapa dia tadi menatap BoA" gumam Yoochun dan mengikuti Yunho pergi keluar dari cafe itu.

Yunho berjalan menuju Resort tempat ia menginap bersama Yoochun di sampingnya. Pria itu berjalan sambil memasukkan tangan kanannay ke dalam saku celananya. Eum, mungkin ia terlihat sangat seksi kau tahu dengan gaya cool nya dapat menyihir siapapun.

Tanpa sengaja langkahnya berhenti saat ia melihat seseorang dari kejauhan yang tengah asik berbincang dengan rekannya. Masih di hari yang sama, namun bedanya Pria itu kini bersama temannya.

"Kau kenapa ?" Yoochun bertanya saat Yunho menghentikan langkahnya.

"Apa kita berjodoh?" lirih Yunho.

"Hah?"