Jimin menenteng tas nya pulang setelah pertandingan futsal tadi. Jungkook berjalan di sebelahnya karena mereka sama sama akan ke halte bus.

"Kau bermain hebat hyung!" Jungkook membuka pembicaraan dan mengacungkan dua jempol nya sambil menunggu bus.

Jimin tertawa "Tentu saja! Ini aku Park Jimin bagaimana aku bisa bermain jelek?"

Jungkook terkekeh. "Terserah padamu hyung. Ngomong ngomong bolehkah aku meminta minum mu? Aku haus sekali"

Jimin mengangguk dan membuka tas untuk mengambil botol mineral nya. Namun ia malah menemukan sebuah amplop berwarna kuning. Ia sudah bisa menebak bahwa amplop ini pasti berisi foto dirinya. Apakah Jungkook yang memberikannya?

"Ada apa hyung?" Jungkook bingung karena Jimin mendadak terdiam.

Jimin menggeleng. "Bukan apa apa. Minum ku habis kook. Maaf."

Jungkook mengangguk dan melihat bus Jimin datang, ia menepuk pundak Jimin untuk memberitahunya bahwa bus Jimin sudah datang. Jimin melambai pada Jungkook dan naik ke bus.

,,,

Sampai apartment nya Jimin segera membuka amplop kuning yang secara ajaib ada di tasnya itu. Benar saja. Amplop itu berisi fotonya saat tertawa di pertandingan tadi.

"Kau yang paling bersinar..." Jimin menggumam membaca note itu.

"Siapa yang mengirimkan note ini? Apa Jungkook?" Jimin bertanya pada dirinya sendiri sambil memasuk kan amplop itu ke kotak kumpulan amplop nya.

Ting Tong!

Jimin mendengus. Itu pasti si alien yang ingin meminjam catatannya. Padahal jimin sedang ingin sendiri

"Park! Yeah!" Taehyung langsung menerobos masuk tepat setelah jimin membuka pintu.

"Catatannya di meja ambilah" jimin berucap malas dan merebahkan dirinya di sofa.

"Ada apa? Kau sakit?" Taehyung duduk di karpet di bawah jimin dan membolak balik catatan jimin.

Jimin menutup matanya lelah. "Aku rasa aku tau pengirim semua amplop amplop itu"

Taehyung terbelalak "jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan!" Tegasnya

Jimin mengerutkan keningnya dan langsung duduk menegak kan badannya "Maksudmu? Kau tau pengirimnya?"

"E-eh... T-tidak!" Taehyung tergagap

"Hey Kim. Kita ini sahabat. Apa kau akan membohongiku?" Jimin berucap tajam.

"Kau akan tau 2 hari lagi. Saat ulang tahunmu. Sekarang bukan waktu yang tepat"

,,,

Tik tik tik...

Hanya suara jam yang terdengar di apartment yang di tempati yoongi. Ia sedang benar benar serius rupanya menghadapi laptop nya dan seerangkat alat pembuat lagu lain. Sesekali ia menggumamkan lirik lirik mencari yang pas untuk lagunya.

"Berkediplah atau kau akan semakin sipit hyung." Suara taehyung memecahkan kebisuan di apartment kecil tempat mereka tinggal itu. Yoongi dan taehyung memang tinggal bersama demi menghemat pengeluaran sebagai mahasiswa. Meski terkadang hoseok menginap dan membuat yoongi menyingkir jauh jauh daripada telinga suci nya terkotori suara suara aneh dari kamar taehyung.

Yoongi mendengus "Diamlah. Aku sedang berkonsentrasi. 2 hari lagi lagu ini harus selesai."

Taehyung mengangguk mengerti "Tapi istirahatlah hyung. Ini sudah tengah malam. Lanjutkan saja besok. Bukankah besok jadwal mu kosong? "

Yoongi menggeleng. "Tidak. Aku ingin ini segera selesai. " yoongi masih kukuh dengan pendiriannya.

"Tapi tae, kau memang dekat dengan Jimin. Apakah kau kenal siapa itu Jungkook?" Tanya yoongi mengalihkan perhatiannya dan menghadap taehyung.

"Aku tidak mengenalnya. Tapi kata Hosiki hyung, Jungkook adalah mantan pacar Jimin dan adik tingkat kita. Dia terkenal pintar karena itu dia bisa masuk universitas di umurnya yang masih kecil itu" Jelas taehyung.

Yoongi menunduk. Mantan pacar ya... ucapnya dalam hati.

,,,

"Hyung..." Taehyung mengangkat telfon di ponselnya sambil mengusap lembut bahu yoongi yang tertidur di sofa.

"Ya tae?" Hoseok di seberang sana mengerutkan kening. Tumben sekali kekasih aliennya menelfon di pagi buta.

"Yoongi hyung tertidur di sofa setelah membuat lagu itu. Aku kasihan dan gemas melihatnya. Apa Jimin benar benar mencintai yoongi hyung?" Taehyung berkata pelan.

Terdengar suara hoseok menarik nafas berat disana. "Aku mengenal Jimin dengan baik. Dia memang mencintai Yoongi hyung. Hanya saja mereka terlalu bodoh"

Taehyung tertawa pelan. "Kita lihat, apakah dua hari lagi cinta mereka benar benar terbukti.."

TBC?

Yeaaaahhh udah chap segini~ semoga chap depan bisa jdi chap akhir soalnya ide nuat ending mendadak satang dan hilang T.T semoga ha bosen yaaah ;-; makasih sebelumnya buat phyl eonni yg mau aku pm malem2 gegara aku bingung aplot. Maafkaaaan /bow sama yoongi/ sekali lagi kritik saran di terima~ review please? ^^