Aku menatap layar ponselku sedih. Disana terpampang foto seorang yeoja manis yang sedang memasang aegyo andalannya. Senyum kelinci dan mata yang berbinar itu sudah pergi. Sungmin, dia sudah pergi ke Jepang beberapa jam yang lalu. Sekarang, kami terpisah berpuluh- puluh kilometer jauhnya. Sebelum dia pergi, dia telah berjanji padaku. Diam- diam senyumku mengembang ketika mengingat kejadian tadi walau terbias duka.
Flashback—
"Kyu! Jangan memasang wajah sedih begitu! Wajahmu buruk sekali! Ayolah, aku tidak akan pergi selama- lamanya kok! Hanya 3 tahun, Kyu!"
Yeoja imutku akan pergi. Dan dia sedang berdiri didepanku sambil tersenyum lebar. Dia melompat- lompat kecil sambil menggenggam tanganku erat. Aku termangu melihatnya. Bisa- bisanya kau tersenyum lebar, padahal kekasihmu sedang dirundung duka!, pikirku frustrasi.
"Ah, ini hebat! Aku akan ke Jepang! Yeaaahh! Kyuuu.. setidaknya tersenyumlah sebelum aku pergi", yeoja di depanku terus mengoceh tentang kepergiannya.
"Hn~ aku akan menunggumu pulang." Jawabku malas— "Jaga dirimu baik- baik, disana banyak sekali gerombolan yakuza." Aku tersenyum samar ketika melihat wajahnya menegang. Dia kelihatan ketakutan sekali, padahal aku hanya asal bicara saja!
"Tentu tidak, bbabo! Disana kau akan aman, apabila terus mengingat diriku. Bayangkan saja aku ada disampingmu dan akan melindungimu."
"Ah, tentu. Yak, kurasa sudah waktunya aku pergi. Janji kau akan menungguku pulang! Dan jangan selingkuh, walaupun seandainya nanti aku tidak kembali!"
"Lee Sungmin? Tak ada salam perpisahan untukku?"
Yeoja itu tersenyum, lalu mendekatkan wajahnya dan— Cup!~
"Saranghae!", dia pergi setelah mendaratkan sebuah kecupan singkat ke bibirku. Aku tersenyum sekaligus sedih. "Nado saranghae, Minnie." Dan akhirnya, aku bisa menatap kepergiannya untuk terakhir kali.
Ketika aku berbalik untuk pulang, sekilas kulihat orang itu dikerumunan orang di bandara. Dia menatapku terluka, seakan dapat menyampaikan segudang permohonan ma'af. Lalu menghilang. Dia menghilang di tengah orang- orang itu. Nihil. Otakku beku dan tidak dapat berpikir jauh. Aku berlari meninggalkan bandara menuju mobilku. Aku tidak mau bertemu dengan orang itu lagi! orang itu— dia—
Siwon hyung.
Kim Hyun- dae
" You're Only Mine "
WonKyu
special thanks : Platoniclus 'Dobe' :D
AU, OOC, Kyu Pov- Normal Pov, and Warning inside ! DLDR~
Inspiried by a novel " Dracula, My Love "- Syrie James
Chapter 3
Pagi hari yang cerah, langit bersih tanpa awan. Anak- anak kecil yang tinggal di sekeliling rumahku mulai ramai dan berbondong- bondong untuk pergi ke sekolah. Aku menggeliat malas. Ah, hari ini libur kuliah. Aku ijin cuti kepada Jong Woon hyung hari ini. Entah kenapa, aku malas sekali untuk beraktivitas. Semenjak Sungmin pergi, aku jadi tidak bergairah untuk kuliah, dan lain- lainnya. Ahaha~ aku berlebihan, oke. Dari lantai bawah terdengar eomma yang memarahi noona, entah ada apa. Ah, sudahlah. Aku membenamkan kepalaku ke bantal, kembali ke alam mimpi. Masih pukul 6 pagi. Tapi mataku tidak dapat menutup lagi. Pikiranku nyalang kepada Siwon hyung. Ehh— kenapa aku harus memikirkan orang aneh itu? Euh, hanya memikirkannya saja aku mulai frustrasi. Aku kembali ingat kejadian yang lalu, ketika berada dalam mobil Siwon hyung. Jujur, saat itu aku takut sekali. Aku takut sekaligus merasa bersalah karena telah menamparnya. Aku bimbang, apakah apa yang kulakukan itu benar? Terakhir kulihat dia sangat jengkel padaku. Dan ucapannya yang terakhir tentang— darah? Dia itu seperti Dracula saja, atau seperti anak buahnya si vampire? Mitos ! argh, wajahnya yang menawan… kulitnya dingin dan sejuk, aroma tubuhnya yang memabukkan, tatapan mata yang seakan dapat membelah diriku, secara tak langsung aku mulai terpikat oleh pesonanya.
Aku menggelengkan kepala. Dengan terpaksa, aku bangkit dari tempat tidurku dan menuju ke kamar mandi. Air yang mengucur membawa pergi penat dikepala. Ahaha, apa tadi? Vampire? Ckck, orang bodoh pun pasti akan berpikir bahwa itu hanya mitos, Kyu. Aku bersenandung kecil hingga tak terasa hampir lima belas menit kuhabiskan untuk mandi.
"Kyu? Kau libur kuliah?", tanya eomma ketika melihatku turun dari kamar.
"Hn, seperti yang eomma lihat.", jawabku sedikit acuh. Eomma melihatku heran, "Nak, kau kenapa? Sakit?"— tangan eomma terjulur untuk memegang keningku.
"Aniyo, gwaenchana… aku hanya lapar.", eomma mengangguk mengerti. Aku mengambil setangkup roti selai kacang dan mengunyahnya perlahan. Bosan sih lama- lama berdiam dirumah. Kuputuskan untuk keluar rumah, sekedar untuk menikmati hari.
\(-_-)/
Taman. Pagi ini taman sepi sekali. Hanya ada beberapa muda- mudi dan manula yang berjalan- jalan atau hanya sekedar duduk- duduk saja. Aku berjalan setapak demi setapak sambil memotret pemandangan taman ini dengan kamera SLR kesayanganku.
Normal Pov—
Namja yang bernama Cho Kyuhyun itu tidak sadar bila ada seseorang yang mengikuti— atau lebih tepatnya stalker di belakangnya. Orang itu mengamati Kyuhyun sejak ia masuk ke kompleks taman itu. Diam- diam, orang yang bernama Choi Siwon itu tersenyum pedih sambil memandang dari jauh kekasihnya— tunggu, kekasihnya? Ya, Siwon sudah menetapkan bahwa Cho Kyuhyun adalah kekasihnya, miliknya. Dia mulai merasakan jatuh cinta kepada Kyuhyun sejak pertama kali bertemu dengannya di café. Ah, betapa ia merindukan senyuman dari namja manis itu. Dengan sekali kedip, yang mungkin tak biasa bagi mata orang awam, Siwon sudah berada di belakang namja manis itu— Cho Kyuhyun.
"Kyu? Sedang apa kau disini?", sapanya ramah.
Namja yang merasa namanya dipanggil itu menoleh dan terlihat sedikit terkejut oleh seseorang yang berdiri di belakangnya.
"Ka- Kau! Mau apa kau kemari, Hyung?", Kyuhyun mundur teratur ketika mengetahui siapa orang itu. Siwon tersenyum pahit, 'Apakah aku semenakutkan itu bagimu, Kyu?', pikirnya sedih.
"Eum, hanya menghabiskan pagi di taman, kurasa," Siwon melangkah mendekati Kyuhyun yang tampak ketakutan— "Kau kenapa?"
"Jangan dekati aku, Hyung!", Kyuhyun melingkarkan tangan kirinya di leher. Siwon yakin, Kyuhyun masih takut akibat perbuatannya kemarin lusa. Ia langsung menyesal telah berbuat seperti itu kepada Kyuhyun.
"Mianhae… Mianhae, aku yang salah", ujar Siwon sedih. "Seharusnya, aku tidak melakukannya kemarin."
Kyuhyun menatap Siwon, matanya menelisik lebih dalam kedua bola mata Siwon. Ia temukan penyesalan.
\(-_-)/
Kyuhyun Pov—
"Tidak, sudahlah, Hyung. Aku sudah senang kau mengakui kesalahanmu kemarin, dan asalkan kau berjanji untuk tidak melakukannya lagi." Aku tersenyum kepada namja didepanku; dan kemudian sedikit tawa bahagia terkembang dalam diriku. Siwon hyung tersenyum, entah kenapa lagi- lagi senyum itu seperti menyihirku.
"Ne, aku janji," Jawabnya yakin—"Mau berjalan denganku, Kyu?"
Siwon hyung mencondongkan tubuhnya mendekat padaku, aku sangat bisa merasakan keberadaan Siwon hyung, lengannya memelukku dengan sikap protektif. Kulirik wajahnya sekilas—ekspresinya sulit ditebak, tenang.
"Ah, aku, eh, entahlah… eum, bolehlah."
Siwon hyung benar- benar mengenyahkan situasi yang kurang mengenakkan tadi. "Aku merindukanmu, Kyu. Setelah kejadian itu, aku menyesal setengah mati. Aneh rasanya kalau tidak bersamamu."
"Ah, itu …"
Siwon hyung menggeleng dan mendesah. "Aku tahu. Sudahlah, lupakan saja ,ya?" Ia tertawa, berusaha menutupi ketidakenakan ini dengan lagak sok tidak peduli.
"Omong- omong, kau tidak bersama pacarmu yang cute itu?", tanya Siwon pada akhirnya.
Aku mendesah. "Minnie? Dia diluar negeri, Hyung."
"Hn~ kapan dia ke Jepang? Kenapa aku tidak dikabari?"
Aku tersentak mendengarnya. Kulepaskan tautan lengannya dari bahuku. Aku menatapnya heran. "Bagaimana kau bisa tau Minnie pergi ke Jepang, Hyung?"
"Keberuntungan dalam menebak?"
Aku mendengus sinis. "Sepertinya kau serba tahu, Hyung." Namja itu tertawa pelan. Kami berjalan lambat- lambat. Menyesap sejuknya hawa pagi ini.
"Kau tak bekerja, Hyung?"
"Suntuk. Kau tahu? Menjadi eksekutif muda itu sangat mengesalkan, Kyu."
Kami terdiam lagi. Sampai pada akhirnya Siwon hyung bangkit berdiri dan menghampiri gerobak es krim. Membeli sebuah es krim vanilla dan memberikannya padaku.
"Gomawo, Hyung. Kau sendiri tidak?", aku menerima es krim cone ukuran jumbo dari tangan Siwon hyung.
"Aniyo, aku tak suka makanan manis. Kau sajalah."
Diam- diam aku tersenyum dalam hati. "Tahu saja kesukaanku, Hyung. Aku sangat suka rasa vanilla~"
Kurasakan tangan dinginnya mengusap lembut rambutku, mengacaknya pelan layaknya aku anak kecil yang butuh perhatian. Kulirik dia yang tengah menikmati kegiatan usap- mengusapnya sambil tersenyum, memperlihatkan lesung pipinya.
Hari yang cukup indah.
\(-_-)/
Satu bulan kemudian—
Aku mencoret angka 23 di kalender kamarku. Minnie… kok sampai hari ini dia tak memberiku kabar, ya? Terakhir kali kami berhubungan lewat telepon kira- kira 3 minggu yang lalu. Biasanya setiap 3 hari sekali dia meneleponku, atau paling tidak memberiku kabar lewat e-mail. Aku membuka e-mail milikku untuk mengeceknya, benar 'kan? Nihil. Kuputuskan untuk mengirimnya e-mail untuknya.
To : saranghae_
From : gaemgyu_
Subject : Minnie? Jeongmal bogoshippeo.
Minnie, bagaimana kabarmu disana? Aku benar- benar rindu padamu! Ah, lama sekali kau tak kirim pesan ataupun meneleponku lagi. Dan setiap aku menghubungimu, selalu saja nomornya tidak aktif. Apa kau ganti nomor, chagi? Kuharap setelah kau menerima e-mailku ini kau segera membalasnya atau meneleponku, oke? aah~ jaga kesehatanmu ya disana? Kudengar di Jepang sedang musim dingin yang sedang parah- parahnya yaa? Pakai pakaian yang tebal ya, chagi :* aku tak mau kau sakit disana! kau tau, sayang? Aku mempunyai seorang teman yang baik sekali padaku.. namanya Siwon hyung. Dia memang lebih tua dariku, Minnie. Tapi dia sangat baik padaku, dia sering menghiburku ketika aku kesepian. Haha, jangan cemburu ya, sayang? Aku 'kan selalu mencintaimu ! baiklah, aku harus ke kampus sekarang. Sudah siang, sampai jumpa, chagi! SARANGHAE !
\(-_-)/
Normal Pov—
Pukul 10 malam, Kyuhyun menghela nafasnya perlahan. Dia melangkahkan kakinya menyusuri jalanan untuk pulang. Sepi. Hanya beberapa orang yang terlihat melintas disana. Kyuhyun merapatkan mantelnya erat. Suhu udara di pertengahan musim semi memang sangat dingin. Ia sedikit menyesal tadi, karena tidak ikut temannya minum di bar. Angin berhembus membawa semilir angin dingin yang membuat Kyuhyun menggigil kedinginan. Dia tersentak ketika seseorang menjawil (?) pundaknya pelan.
"Permisi, ini pukul berapa, Seogsa*?", seorang wanita muda bertanya padanya. Err~ ini manusia atau hantu?, pikir Kyuhyun takut. Kyuhyun melihat kakinya sekilas— menapak tanah. Oke, dia manusia. Namja itu melihat jam tangan hitamnya, "Sepuluh lebih lima menit, Agassi*…". Wanita itu mengangguk lemas, Kyuhyun bertanya mengapa, dan wanita itu hanya menjawab bahwa ponselnya hilang dan dia sedang mencarinya disana.
"Wah, hati- hati, Agassi. Tadi aku mendengar suara aneh dibelakang sana.", saran Kyuhyun.
"Aniyo, tak apa. Aku harus menemukan ponselku sekarang, disana ada data penting yang harus segera kuserahkan kepada bawahanku malam ini."
"Kalau begitu biar aku temani, Agassi?", tawarnya ramah. Nona itu melihat namja didepannya sebentar, "Gwaenchana, aku sendiri saja. Terimakasih bantuannya.", jawabnya sembari melanjutkan pencariannya.
"Kalau begitu hati- hati! Semoga ponselmu cepat ketemu!", Kyuhyun berteriak kepadanya, yang kemudian hanya melambaikan tangan tanda mengerti. Kembali dia melanjutkan perjalanan pulang.
"Ah, tau begini, aku ikut Jong Woon hyung minum saja. Sudah dingin begini, sepi pula."
Namja itu melangkah cepat- cepat ketika ada suara aneh yang seakan mengikutinya dari belakang. Suara gemerisik dedaunan kering yang diinjak seseorang, atau sesuatu dibelakangnya.
"Hei, siapapun itu! Keluar! Jangan pengecut seperti ini!", Kyuhyun berteriak lantang seraya mengambil sebuah ranting kecil yang bahkan Author sendiri bingung untuk apa -_-
Suara itu semakin jelas terdengar, dekat— namun terasa jauh. Aneh. Sedikit demi sedikit namja yang mulai ketakutan itu melarikan diri dari tempat itu. Coba, sekarang siapa sekarang yang terlihat seperti pengecut, Kyu? -_-
Kyuhyun Pov—
Sudah pulang malam, ada kejadian aneh pula. Sial sekali sih hari ini? Aku berjalan cepat- cepat— oh, bukan!— aku berlari. Ya, meninggalkan tempat aneh ini. Ingatkan aku besok agar tak lewat jalan ini lagi ketika pulang kerja!
Aduh, siapapun tolong aku… tak henti- hentinya aku merengek dalam hati. Well, aku ketakutan sekali.
'Siwon hyuuuung.. andaikan kau bersamaku sekarang…', pikirku ngawur. Jalan cepat- cepat seperti ini malah membuatku semakin takut. Ini hanya perasaanku atau memang jalan ini terlihat sangat sepi dari hari- hari biasanya? Tiba- tiba ponselku berbunyi, menandakan panggilan masuk. No number.
"Aduh, siapa pula orang kurang kerjaan yang menghubungiku tanpa nomer begini?", bisikku paranoid. Dengan gemetar kuangkat saja panggilan itu,
"Ye- yeoboseoyo?"
Hening, hanya ada suara gemerisik yang tak teratur.
"Yebeoseoyo? Siapa disana?.", ulangku lirih. Sial, semakin tak terkendali saja suaraku ini!
"…"
"Hei, jangan main- main!", kutabahkan hatiku untuk membentak penelepon kurang kerjaan itu. Ketika aku ingin memutuskan hubungan telepon, aku mendengar sesuatu. Suara lengking kesakitan seorang yeoja!
Yeoja?
Suara lengkingan itu semakin keras terdengar dari telepon. Eh, apa- apaan ini? Tunggu! Sepertinya aku mengenal suara dengkingan ini!
"Minnie?", aku mendesah ketakutan. Kupertajam pendengaranku untuk mendengarkan suara dari telepon itu.
Lengkingan kesakitan itu! Lee Sungmin! Minnie! Dia kenapa? Aku sangat mengenal suara teriakannya! Itu MinnieKU!
"Kau! Lee Sungmin! KAU DENGAR SUARAKU? MINNIE!"
"Kyuuuu! TOLOOOONGG! Aaahh!", suara Sungmin yang menjawab dari kejauhan.
"MINNIE! KAU KENAPA?"
"Ahhhh, KYUU! ARGH! Mian, aku tidak bisa menepati janjiku untuk pulang, ARGH!— ke Korea…"
Aku terkejut mendengarnya, a- apa? Dia bilang apa?
"Minnie? Kau masih disana?"
"…"
"MINNIE! JAWAB AKU!"
"… saranghaeyo…"
Itu jawaban terakhir dari Minnie. Aku sesenggukan dan menangis sebisanya. Lalu suara orang asing yang kudengar, berbisik mengerikan.
"Kyu, tak ada yang bisa menghalangiku untuk mendapatkanmu…"
Dan aku tersentak.
\(-_-)/
Seogsa : Tuan
Agassi : Nona
Hhh~ #ngelap keringat
Annyeong ^o^/~ saya kembali membawa chap baru! Ah, tak terasa chap ini sangat garing sekali. Apa pula ini? -_- mian yaa~ Authornya kena WB berkepanjangan yang menyebabkan Author malas sekali bikin lanjutannya #ditimpuk
Ini dibela- belain update fict jam 12 malem pas -_- yah, daripada ditunda besok malah lupa, memding update sekarang.
Nah, makasii ya yang udah ripiu chap kemarin! Saya ini masih newbie, jadi mohon bantuan dari sunbae/ senpai sekalian! Review again? Gamsaa~ #bow
Oia, Merry Christmas yaa bagi yang merayakan! Maaf baru ngucapin sekarang :D And Happy New Year! ^^ See yaa~~
