Blindness

Chapter 3

oOo

"Sakura." Panggil Sasori.

"Iya, Nii-san?" Tanya Sakura.

"Kau sebaiknya istiharat saja." Jawab Sasori.

"Tapi aku masih ingin disini, Nii-san." Balas Sakura.

"Tapi ini sudah malam, Sakura. Lihatlah disini sangat sepi." Ucap Sasori.

Sakura memandang ke sekeliling lorong rumah sakit, dan benar saja hanya ada Sakura dan Sasori saja yang masih ada di kursi penunggu. Naruto dan kedua orang tua Sasuke sudah pulang sekitar pukul delapan malam tadi. Sedangkan sekarang sudah hampir jam sebelas malam.

"Kita pulang saja ke rumah, kan ada Itachi yang menjaga Sasuke." Ucap Sasori. Sakura menghela nafas sebelum akhirnya mengangguk menjawab pertanyaan Sasori. Sasori tersenyum lalu mereka berdua bergegas pulang menuju kediamannya.

oOo

Kediaman Haruno

Setelah sampai di kediaman rumahnya, Sakura segera masuk ke dalam kamar miliknya. Ia menyimpan tas kecil yang ia bawa sedari tadi, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka.

Setelah mencuci muka, ia mengganti pakaiannya dengan piyama lalu segera merebahkan dirinya ke kasur.

"Semoga saja Sasuke-kun baik-baik saja." Gumam Sakura lalu memejamkan matanya dan mulai terlelap.

oOo

Pagi yang cerah telah datang..

Sakura yang memang sudah bersiap untuk berangkat menuju sekolah, bergegas turun ke bawah.

"Nii-san." Panggil Sakura pada Sasori yang sedang mengecek motornya. Sasori lalu menoleh pada Sakura.

"Sakura, kau sudah siap?" Tanya Sasori.

"Sudah." Jawab Sakura.

"Kalo begitu, ayo kita berangkat." Ucap Sasori dan hanya di balas anggukan saja dari Sakura.

Sasori menaiki motornya, lalu di susul oleh Sakura. Dan motor pun melaju meninggalkan kediamannya.

oOo

Konoha High School

Setelah sampai di gerbang depan sekolah, Sakura turun dari motor Sasori.

"Nii-san, Sakura masuk dulu ya." Ucap Sakura.

"Hm, Hati-hati." Jawab Sasori. Sakura tersenyum lalu melambaikan tangannya pada Sasori.

Setelah Sasori pergi, Sakura langsung bergegas masuk ke dalam sekolah untuk mencari ilmu.

Ketika sedang berjalan di koridor sekolah, Sakura mendengar suara cekikikan yang tak asing lagi bagi dirinya. Sakura lalu melangkahkan kaki nya menuju sebuah kelas. Dan segera mengintip dari luar kaca jendela kelas.

Sakura melihat Karin bersama teman-temannya yang sedang membicarakan sesuatu sambil sesekali tertawa. Sakura merasa.. Dengan mudah nya Karin tertawa riang bersama teman akrabnya sedangkan Sasuke kini sedang terbaring lemah di rumah sakit. Karin memang tak berperasaan, padahal Sakura sudah mengikhlaskan jika Karin kini sudah resmi menjadi kekasih dari sahabat kecilnya, Sasuke. Tetapi Sakura ragu akan kebenaran atas perasaan Karin yang sebenarnya pada Sasuke.

Sakura sering kali mendengar jika Karin meminta Sasuke untuk mengantarkanya pergi berbelanja, dan dengan mudahnya Sasuke menuruti semua permintaan Karin. Dan sekarang, keraguan Sakura terjawab. Karin hanya memanfaatkan Sasuke saja, ia tidak mencintai Sasuke dengan tulus, berbeda dengan Sakura yang tulus mencintai Sasuke meskipun dirinya hanya di anggap sampah oleh Sasuke.

Setelah puas mengintip Karin, Sakura langsung bergegas pergi dari tempat asalnya. Baru saja beberapa langkah, Sakura merasa ada seseorang yang memanggilnya.

"Sakura!" Panggil seseorang. Sakura yang mendengar namanya di panggil, langsung menolehkan kepala nya ke belakang. Ia melihat Ino yang sedang tersenyum sambil melambaikan tanggannya.

"Ino!" Ucap Sakura. Ino lalu berlari menghampiri Sakura.

"Ada apa, Ino?" Tanya Sakura.

"Tidak ada. Hanya mengajakmu untuk pergi bersama ke dalam kelas." Jawab Ino.

"Ya sudah, ayo!" Balas Sakura. Lalu mereka berdua berjalan bersama menuju kelas mereka.

oOo

Setelah sampai di dalam kelas, Sakura dan Ino langsung mendudukan dirinya masing-masing pada kursi mereka sendiri.

Setelah hening beberapa menit, akhirnya Ino memecah keheningan yang sebelumnya terjadi.

"Sakura." Panggil Ino.

"Ya, Ino?" Tanya Sakura.

"Aku dengar Sasuke mengalami kecelakaan. Apa itu benar?" Tanya Ino pada Sakura. Sakura terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Ino.

"Itu memang benar." Jawab Sakura.

"Jadi memang benar ya?" Ucap Ino. Sakura hanya mengganguk.

"Kasihan sekali Sasuke." Ucap Ino. Sedangkan Sakura hanya terdiam.

"Sakura, aku mau ke kantin. Kau mau ikut?" Tanya Ino.

"Tidak, aku di kelas saja." Jawab Sakura.

"Baiklah, kalau begitu. Aku pergi dulu." Balas Ino lalu bangkit dan melangkahkan kakinya ke luar kelas.

Sedangkan Sakura hanya terdiam di kelas.

Ia terlihat melamun sekarang.

"Bagaimana keadaan Sasuke-kun ya?" Tanya Sakura. Ia jadi teringat. Teringat akan kejadian di masa yang telah lalu.

Flash Back : ON

Siang itu, Sakura sedang bermain dengan sahabat terbaiknya, Sasuke.

"Sakura." Panggil Sasuke pada Sakura kecil. Saat itu mereka berdua masih berusia 5 tahun.

"Iya, Sasuke-kun?" Tanya Sakura.

"Mungkin, ini hari terakhir kita bersama." Jawab Sasuke mengejutkan Sakura.

"Maksud Sasuke-kun apa?" Tanya Sakura.

"Aku akan pindah rumah." Jawab Sasuke.

"Jadi Sasuke-kun akan meninggalkan ku?" Tanya Sakura sambil menahan air matanya.

"Hn. Maafkan aku." Jawab Sasuke sambil memeluk Sakura.

Sakura semakin terisak. Ia memeluk Sasuke dengan sangat erat.

"Sasuke-kun." Panggil Sakura.

"Hn?" Jawab Sasuke sambil melepaskan pelukannya.

"Jika nanti Sasuke-kun sudah pindah, jangan lupakan Sakura ya?" Ucap Sakura.

"Hn, aku janji. Aku akan selalu mengingatmu." Jawab Sasuke.

Tapi semua janji itu bohong. Sasuke bahkan kini melupakan Sakura yang merupakan cinta pertamanya sedari kecil.

Saat Sakura mengunjungi kediaman Sasuke yang baru, Sakura melihat Sasuke yang sedang bermain riang dengan anak perempuan berambut merah. Sakura lalu menghampiri mereka berdua.

"Sasuke-kun." Panggil Sakura riang. Sasuke lalu menoleh.

"Sakura?" Ucap Sasuke. Sakura senang sekali, ternyata Sasuke tidak melupakan dirinya selama dua tahun ini.

Sakura lalu berlari menghampiri Sasuke lalu memeluk Sasuke erat.

Sasuke yang di peluk oleh Sakura terkejut. Ia lalu melepaskan pelukannya dengan kasar.

"Lepaskan, Sakura!" Ucap Sasuke sambil melepaskan pelukan Sakura.

"Sasuke-kun?" Sakura terkejut melihat sifat Sasuke kepadanya. Biasanya Sasuke akan membalas pelukan Sakura dengan tak kalah eratnya.

"Mau apa kau kesini?" Tanya Sasuke.

"Aku ingin bermain dengan Sasuke-kun." Jawab Sakura.

"Ayo kita bermain, Sasuke-kun." Ucap Sakura sambil mengandeng tangan Sasuke.

"Aku tidak bisa." Jawab Sasuke.

"Kenapa, Sasuke-kun?" Tanya Sakura heran.

"Kau sebaiknya pulang. Aku sedang bermain dengan Karin." Jawab Sasuke.

Sakura lalu menoleh kepada anak perempuan berambut merah tadi.

"Cepat pulang." Perintah Sasuke pada Sakura.

"Hiks.. Hikss.." Sakura terisak. Ia tak menyangka pada kelakuan Sasuke. Sakura dengan cepat berlari meninggalkan Sasuke. Sedangkan Sasuke hanya terdiam melihat sahabat masa lalunya.

Hingga kini, setelah 9 tahun berlalu. Hubungan Sakura dengan Sasuke kini mulai rengang. Sakura tidak pernah melihat Sasuke tersenyum padanya. Kemana senyuman yang biasa Sasuke berikan padanya? Ia bahkan terkejut melihat Sasuke dengan Karin yang kini sudah menjadi sepasang kekasih. Ia kecewa pada Sasuke, Sakura terus berusaha untuk mendekati Sasuke. Tetapi Sakura tidak berniat untuk menghancurkan hubungan Sasuke dengan Karin. Ia hanya ingin kembali melihat senyuman Sasuke, dan ia hanya ingin Sasuke kini memandangnya sebagai sahabat kembali. Dan itu sudah cukup bagi Sakura.

Flash Back : Off

"Saku. Sakura?" Panggil seseorang mengejutkan Sakura.

"Ahh! Iya?" Ucap Sakura sedikit terkejut.

"Kenapa kau melamun sih?" Tanya Ino.

"Tidak. Tidak apa-apa." Jawab Sakura.

"Syukurlah kalau begitu." Ucap Ino. Sakura kembali terdiam, tak lama kemudian bel masuk telah berbunyi.

oOo

Rumah Sakit Konoha

Sasuke kini sedang berada di ruangan kamarnya di temani oleh Itachi.

"Sasuke. Kau makan dulu." Ucap Itachi.

"Aku tidak mau." Jawab Sasuke. Itachi menghela nafas. Ia bingung bagaimana caranya untuk membujuk Sasuke. Biasanya yang bisa membujuk Sasuke ialah..

"Sakura." Batin Itachi.

"Jika Sasuke seperti ini, Sakura pasti akan membujuknya. Dan akhirnya Sasuke akan luluh."

"Tapi itu dulu." Batin Itachi mengingat masa kecil Sasuke jika sedang mogok makan, Sakura akan membujuk Sasuke untuk makan.

"Haahh.. Sasuke.." Panggil Itachi. Sasuke hanya terdiam.

"Kau ingin aku suapi ya?" Tanya Itachi pada Sasuke.

"Aku tidak sudi." Jawab Sasuke.

"Lalu kenapa kau tidak mau makan?" Tanya Itachi.

"Hanya tidak mau." Jawab Sasuke.

"Lalu bagaimana jika kaa-san dan tou-san melihatmu tidak mau makan?" Tanya Itachi.

"Hn." Jawab Sasuke asal. Membuat Itachi geram dengan tingkah Sasuke. Itachi lalu pergi keluar kamar. Sedangkan Sasuke hanya terdiam diri di kamarnya.

oOo

Bel pulang telah berbunyi…

Sakura dan Ino terlihat sedang membereskan semua peralatannya dan memasukannya pada tasnya.

"Sakura, kau mau ke rumah sakit?" Tanya Ino.

"Iya, Ino. Aku akan menjenguk Sasuke-kun." Jawab Sakura.

"Baiklah kalau begitu kau hati-hati ya. Maaf aku tidak bisa menemani mu ke rumah sakit. Aku sedang sibuk membantu orang tua ku." Ucap Ino.

"Tidak apa-apa, Ino." Jawab Sakura.

"Sampaikan salam ku pada Sasuke ya." Ucap Ino.

"Baik." Ucap Sakura. Lalu mereka berdua melangkahkan kakinya menuju gerbang depan sekolah.

"Hati-hati, Ino." Ucap Sakura.

"Siap!" Jawab Ino lalu pergi meninggalkan Sakura yang sedang terdiam menunggu kakaknya yang menjemput.

Tak lama kemudian, Sasori datang.

"Sakura." Panggil Sasori. Sakura lalu menoleh dan melihat kakaknya yang sudah datang.

"Nii-san." Ucap Sakura sambil menghampiri Sasori.

"Kita pergi ke rumah sakit?" Tanya Sasori. Sakura hanya mengangguk lalu naik ke atas motor Sasori. Sasori lalu menjalankan motornya menuju rumah sakit.

oOo

Sesampainya di rumah sakit, Sakura turun dari motor Sasori disusul oleh Sasori. Lalu mereka berdua masuk menuju pintu rumah sakit. Di sepanjang perjalanan, Sasori dan Sakura hanya terdiam, tidak ada yang membuka suara. Hingga Sakura dan Sasori bertemu dengan Itachi di lorong rumah sakit.

"Sakura, Sasori." Panggil Itachi.

"Itachi-nii?" Ucap Sakura.

"Ada apa, Itachi? Kenapa kau tidak menunggu Sasuke?" Tanya Sasori.

"Sasuke sedang ada di kamarnya." Jawab Itachi.

"Kalau begitu, aku permisi dulu." Ucap Sakura pada Sasori dan Itachi lalu berjalan meninggalkan kedua pemuda itu.

Sakura berjalan menuju kamar milik Sasuke. Dan setelah sampai di depan pintu, Sakura memegang knop pintu itu dengan ragu-ragu. Ia takut jika Sasuke marah ketika dirinya masuk sembarangan. Akhirnya Sakura hanya duduk saja di sana.

"Sakura."

"Eh.. Itachi-nii?" Ucap Sakura.

"Kenapa tidak masuk?" Tanya Itachi. Sakura menggeleng pelan.

"Masuklah." Perintah Itachi pada Sakura. Sasori lalu menarik tangan Sakura untuk segera masuk ke dalam kamar.

"Sasuke tidak mungkin marah." Ucap Sasori meluluhkan hati Sakura. Dan akhirnya Sakura masuk ke dalam kamar Sasuke.

Setelah masuk ke dalam kamar, Sakura melihat Sasuke yang sedang terbaring di atas kasur. Mungkin Sasuke sedang tertidur, pikirnya. Sakura dengan hati-hati mendekati Sasuke. Dan ternyata benar, Sasuke memang sedang tertidur. Sakura mengulurkan tangannya pada rambut Sasuke, mengelusnya hingga akhirnya Sasuke mulai terbangun dari tidurnya.

"Enghh.. Kaa-san?" Ucap Sasuke. Sasuke mengira, Ibunya lah yang mengelus-ngelus rambut miliknya. Tetapi itu adalah Sakura. Sakura yang terkaget hanya terdiam tidak menjawab, ia takut sekali jika Sasuke tahu kalau dirinya lah yang dengan lancang menyentuhnya.

Hingga akhirnya, suara pintu yang dibuka membuat Sakura menolehkan kepalanya pada arah Dan munculah seorang wanita yang Sakura kenal.

"Sakura." Panggil wanita itu.

"Baa-san?" Ucap Sakura. Mikoto tersenyum, lalu segera mendekati Sakura.

"Sudah lama kita tak bertemu." Ucap Mikoto, Sakura hanya tersenyum.

"Bagaimana keadaan kedua orang tua mu?" Tanya Mikoto.

"Kaa-san dan Tou-san sedang sibuk bekerja, Baa-san." Jawab Sakura. Mikoto hanya mengganguk.

Tak bisa di bohongi, Mikoto terlihat begitu rindu pada Sakura. Ia sudah lama tidak bertemu dengan Sakura. Begitu pula dengan kedua orang tua Sakura yaitu Mebuki Haruno yang merupakan sahabat kecilnya.

"Kaa-san." Mikoto melihat kepada Sasuke yang sedang memanggilnya.

"Sasuke? Kau sudah bangun?" Tanya Mikoto.

"Hn." Jawab Sasuke. Mikoto tersenyum.

"Sasuke, ada yang menjengukmu." Ucap Mikoto.

"Siapa?" Tanya Sasuke.

"Sahabat kecilmu, Sakura." Jawab Mikoto.

"Sakura?" Tanya Sasuke.

"Iya."

"Untuk apa dia kesini?" Tanya Sasuke membuat senyuman Mikoto memudar.

"Untuk apa? Tentu saja untuk menjengukmu, Sasuke." Jawab Mikoto. Sakura yang mendengar Sasuke tidak menginginkan kehadirannya segera pamit pada Mikoto.

"Baa-san, sebaiknya Sakura pulang saja." Ucap Sakura.

"Tapi, Sakura.." Ucapan Mikoto terpotong.

"Tidak apa-apa, Baa-san." Jawab Sakura lalu melangkahkan kakinya keluar pintu kamar Sasuke. Mikoto hanya menatap nanar pada punggung Sakura.

"Apa yang kau lakukan, Sasuke? Kau membuat Sakura kecewa." Ucap Mikoto.

"Hn."

"Sasuke!" Marah Mikoto.

"Sejak kau berteman dengan gadis merah itu, kau menjadi sering menentang Kaa-san dan Tou-san. Kau juga menjauhi Sakura hanya demi menuruti kata gadis merah itu." Mikoto terlihat marah sekali dengan perilaku Sasuke yang menjadi seperti ini.

Sasuke hanya terdiam tidak peduli

"Sudahlah.. Kaa-san keluar dulu." Ucap Mikoto lalu pergi keluar meninggalak Sasuke.

oOo

Di luar kamar, Sakura terlihat sedang duduk terdiam di temani oleh Sasori dan Itachi. Beberapa menit kemudian, Mikoto juga ikut keluar dari kamar Sasuke.

"Sakura." Panggil Mikoto.

"Iya, Baa-san." Tanya Sakura.

"Maafkan Sasuke, Sakura." Ucap Mikoto.

"Tidak apa-apa kok, Baa-san." Jawab Sakura sambil tersenyum, membuat Mikoto menjadi merasa lebih lega.

"Sakura kau memang gadis baik. Sasuke pasti akan menyesal telah mencampakkanmu." Batin Mikoto.

"Baa-san." Panggil Sakura membuat Mikoto menoleh kearahnya.

"Ada apa, Sakura?" Tanya Mikoto.

"Aku ingin bicara sesuatu." Jawab Sakura.

"Bicara apa, Sakura?" Tanya Mikoto.

Sakura terdiam memikirkan sesuatu, ia bicara ragu-ragu pada Mikoto.

"Aku ingin menolong Sasuke-kun." Jawab Sakura.

"Maksudmu apa, Sakura?" Tanya Mikoto lagi.

"A-aku.. Akan.." Sakura terlihat ragu-ragu. Sasori dan Itachi yang melihat Sakura bicara dengan ragu-ragu terlihat sangat heran.

"Kau ingin bicara apa, Sakura?" Tanya Itachi.

"A-aku.." Sakura tergugup. Hingga akhirnya Sakura memberanikan dirinya.

"Aku akan mendonorkan mata ku untuk Sasuke-kun."

"A-apa?!"

oOo

To Be Continue….