Love At The First Sight

By : Indrii TheFujo Tergaje

Pair : YeWook

Summary : Ryeowook adalah seorang Namja manis polos yang mendapat Kisah Cinta Pertamanya dengan seorang Namja yang tanpa sengaja ia lihat Menangis, bagaimana kisah selanjutnya ?

Disclaimer : God and SM Ent. (But Wookie is MINE " *dibacok Yesung).

Rate : T

Genre : Romance, Friendship, Little Hurt.

Warn : Boy Love Boy, Typo(s).

Ini Fict pertama saya, Dimohon komentari dengan positif, ^^

Terinspirasi dari buku yang pernah aku baca, dengan judul yang saya lupakan =="

Buat yang udah Review, KAMSAHAMNIDA ! .

Review kalian benar-benar berarti buat saya !

Don't Like Don't Read !

Enjoy~

*Ryeowook POV

Aku hanya bisa membalas senyumannya. Entah ini benar atau hanya ilusiku semata, Yesung perlahan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Perlahan sembari menutup matanya. Seolah dihipnotis, aku pun menutup mataku. Jarak kami cukup dekat. Sampai akhirnya..

KRYUUUUK~

Seketika kami sadar dengan apa yang akan kami lakukan. Gyaaaa..! mukaku pasti saat ini benar-benar memerah ! Andai saja saat itu perut Yesung tidak.. Kyaaa ! Pabboya Wookie ! Pervert !

"Wo..Wo..Wookie. Aku lapar. A..ayo kita makan, ne Wookie" Ucap Yesung. Sekilas aku lihat semburat pink di pipi Yesung.

"Ne.." jawabku tertunduk yang pastinya kalian tahu kalau aku sedang menahan malu.

Saat ini aku berada di dapur apartement Yesung. Dan yang perlu kau tahu, lagi-lagi karena ditarik paksa oleh Yesung. Dapur Yesung adalah jenis dapur yang minimalis, tidak banyak peralatan seperti rumah pada umumnya. Ya, karena memang Yesung tinggal sendiri.

"Wookie, mmm.. apa kau bisa memasak ? Eeer.. Ya, kau tahulah.. Aku tak terlalu ahli dalam urusan ini" ucap Yesung tiba-tiba sambil menggaruk kepalanya yang aku yakin tak gatal. Hihihi, tak terlalu atau memang sama sekali tak ada bakat memasak ? aku menahan tawa melihat tingkahnya.

"Ya, Wookie. Kau tertawa ne ?" Yesung melihatku menahan tawaku. Aiiih..

"Mianhae, mianhae.. Jadi, apa saja yang ada di dalam kulkasmu itu ?" tanyaku sembari meminta maaf karena sudah menertawakannya. Hahaha, tingkahnya itu loh.

"Huh, kau ini Wookie ! Lihat saja sendiri" kata Yesung berpura-pura kesal.

"Hehehe, ne.. Mmmm, ada telur, sosis, daun bawang ? hanya itu ?" tanyaku kepadanya.

"Ani, ada mie instan juga, wookie. Kajja, kita buat mie instan saja" ajak Yesung semangat.

"Aniya. Biar aku saja yang masakkan. Yesung duduk saja ya…" suruhku dengan halus. Dan Yesung pun menurutiku.

Yosh, waktunya memasak ! kulihat sebuah apron bergambar kura-kura tergantung. Aiiih, lucunya, pikirku. Segera saja kupakai apron itu dan memulai perang (?). Kupecahkan telur dan menuangkannya di mangkuk. Sedikit kumasukkan merica, garam dan daun bawang ke dalam mangkuk yang berisi telur. Kurebus mie sembari menggoreng sosis yang sudah diiris kecil . Setelah mie dan sosis matang, kupindahkan ke mangkuk yang berisi campuran telur. Kurasa sudah tercampur rata langsung kutuangkan ke dalam wajan berisi minyak yang sudah dipanaskan. Wanginya mulai tercium. Sekitar 10 menit, akhirnya omelet mie pun matang. Kusajikan omelet mie buatanku di piring dan sedikit kuhiasi dengan saus tomat. Kyaa.. cantiknya. Kupandangi hasil karyaku dan tak merasakan ada seseorang tengah berjalan menuju ke arahku…

"Wow. Aromanya benar-benar menggoda ! Kau buat apa, Wookie ?" Tanya Yesung yang ternyata sudah berada di belakangku.

"Ini namanya omelet mie (cemilan author sehari-hari ^^). Oh ya, coba dicicipi. Apa rasanya ada yang kurang ?" tanyaku sambil berusaha menutupi rasa grogiku. Aku takut Yesung tak menyukai rasa masakanku. Kulihat Yesung mulai memotong kecil bagian omelet dan segera melahapnya. Sesaat kemudian ia terdiam. Diam ? kenapa diam ? omona, apa dia tak menyukai masakanku ?

"Ba..ba..bagaimana ? apa tidak enak ?" tanyaku takut-takut.

Yesung tetap mengunyah omelet mie itu. Dia menampakkan wajahnya yang serius. Astaga ! aku gugup ! .

"I..i..ini.. Benar-benar ENAK ! Wookie kau ternyata pandai memasak ya." kata-kata Yesung membuatku lega dan saat ini Yesung tengah menikmati omelet mie buatanku. Sesekali Yesung menggodaku dengan mengatakan akan menyuapiku tetapi tentu saja aku menolak. Bisa mati jantungan aku. Kami melewatkan hari dengan canda dan tawa.

Sejak saat itu, kami menjadi semakin dekat. Aku pun sekarang memanggilnya dengan Yesungie. Hehehe. Yesungie selalu ikut ketika aku mengajak Choco jogging di pagi hari maupun di sore hari dan selalu berakhir dengan Yesungie yang mengantarku pulang. Banyak pula yang menggosipi kami memiliki hubungan khusus. Kami berdua selalu digoda oleh teman-teman sekelas kami. Yesungie hanya menanggapinya dengan tersenyum. Yesungie pun semakin sering menggodaku. Ia selalu mengatakan kalau aku sedang malu sangatlah menggemaskan. Yah, walaupun aku belum menyatakan perasaanku padanya, aku menikmati saat-saat ini. Perasaan ? Ya, aku menyadarnya. Aku menyukai Yesungie. Aku mengalami 'love at the first sight'. Tetapi, aku taku mngungkapkannya. Aku takut kalau Yesungie itu straight dan saat aku menyatakan perasaanku, dia akan menjauhiku.

Saat ini waktu menunjukkan pukul 4 sore. Sudah saatnya aku mengajak Choco jalan-jalan di pantai seperti biasanya.

you are always gonna be my love

itsuka darekatomata koiniochitemo

i'll remember to love

you taught me how

you are always gonna be the one

imawa madakanashii love song

atarashi uta utaerumade…

Iringan lagu Utada Hikaru – First Love menandakan seseorang sedang menelponku. Baru saja aku akan keluar dari singgasanaku (read:kamar), tiba-tiba ponselku bordering. Segera kulihat siapa yang menelponku. Yesungie ? ada apa ya ?

"Yeoboseyo, ada apa ?" Kujawab telfon darinya dengan sopan.

"Ani, Wookie. Aku hanya ingin memberitahumu. Hari ini aku tak bisa ikut mengajak Choco jalan-jalan. Aku punya urusan yang penting hari ini. Mianhae karena tak bisa menemanimu, Wookie." Kata Yesungie sambil meminta maaf kepadaku.

"Gwenchana, Yesungie. Aku tidak apa-apa jika sendirian" jujur terbesit sedikit rasa kecewa di hatiku. Hari ini aku tak bersama Yesungie ?

"Sekali lagi maaf ya Wookie. Oh ya, telfonnya aku tutup ya."kata Yesungie lagi.

"Ne.." jawabku singkat dan sambungan telfon pun terputus.

Haaaah, hari ini tak ada Yesungie. Kecewa dan sedih memang hal yang kurasa saat ini. Tapi aku tak boleh egois. Bukannya ia bilang kalau ada urusan penting ? Yayaya… Choco, ayo kita segera menuju pantai ! mungkin dengan jalan-jalan, rasa kecewaku bisa hilang sedikit.

*AUTHOR POV

Ryeowook berjalan perlahan sambil sesekali bercanda dengan Choco. Terlihat sekali wajahnya kembali ceria walaupun nampak sedikit raut kesedihan di wajahnya. Choco menyalak dengan senangnya seakan mengajak Ryeowook untuk berlari dan bermain bersamanya. Ryeowook yang melihat tingkah Choco pun menjadi gemas dan berlari mengejar Choco. Tetapi, sesaat kemudian ia lalu terdiam..

*BACK TO RYEOWOOK POV

Aku berlarian mengejar Choco yang menampakkan wajahnya yang benar-benar menggemaskan. Terus aku berlari sambil tertawa riang. Sejenak kulupakan kekecewaanku. Hm ? kulihat seseorang yang begitu kukenal siapa dia. Ya, Yesungie. Yesungie yang saat ini tengah jalan berdua dengan seorang yeoja dan wajahnya pun serasa pernah kulihat disuatu tempat, tapi dimana ? Hey, bukannya Yesungie mengatakan kalau dia memiliki urusan yang penting ? tapi kenapa malah jalan berduaan dengan seorang yeoja ? apakah Yesungie berbohong padaku ? aku hanya bisa terdiam sekarang.

TBC

Review ! :D