Jaejoong mengendong Kibum sebentar selama Yunho menjelaskan apa saja yang wajib di lakukannya. Setelahnya Jaejoong mengantar Yunho berangkat kerja hingga pintu depan setelah meletakkan Kibum di ranjang dan menyelimutinya tentu saja.

Sepeninggalan Yunho, Jaejoong melanjutkan makannya di temani Changmin lalu menemani putra sulung Yunho tadi bermain game. Menjelang siang hari ia segera membuat makan siang seperti pesan Yunho. Jaejoong cukup kagum melihat isi kulkas dua pintu Yunho yang di penuhi berbagai jenis bahan makan serta makan jadi dan makanan instan. Jaejoong membuat makan siang untuk mereka bertiga karena Yunho tak akan pulang siang ini seraya menjaga kedua namja kembar tadi yang sedang bermain di ruang tengah yang di selingi dengan pertengkaran kecil mereka. Dari dapur Jaejoong bisa mendengar teriakan atau rengekan Kibum yang di usili Changmin. Sejak Kibum bangun tiga jam yang lalu Changmin susah 2 kali membuat adiknya menangis, jadi total Kibum sudah menangis empat kali sejak pagi hingga siang ini. Tenyata mengasuh namja kembar itu merepotkan juga, pikir Jaejoong. Tapi dia senang melakukannya.

_o0o_

Tittle: Beautiful Mommy For Jung's Twins.

Author: Bluedevil9293.

Disclaimer: This story belong to me, but the character not be my mind.

Main Cast:

Jung Yunho, 28th

Kim Jaejoong, 19 th

Other Cast:

Shim Changmin as Jung Changmin, 3th

Kim Kibum as Jung Kibum, 3th

Chap: 3

Genre: Humor, Family, Romance, Drama.

Rated: T

Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy.
Please, Don't Like Don't Read. No bashing and flame, Like and comment if you like this fanfic.

Note: No bashing, no flame, no copas, no re-publis, no plagiat, yes to like and comment.

Summary: Suatu malam Yunho, appa dari dua namja kembar, menolong Jaejoong mahasiswa malang yang baru kehilangan semua harta bendanya karena kebakaran. Setelah saat itu Jaejoong mulai tinggal dengan Yunho dan bekerja sebagai babysistter untuk kedua anak Yunho dengan tekat suatu saat ia bisa menjadi istri Yunho. Berhasilkan Jaejoong mengoda Yunho dan menjadi nyonya Jung seperti yang dia harapkan?

_o0o_

"Yack! Minnie hyung kembalikan!" Teriak Kibum kencang dari ruang tamu, Jaejoong yang sedang menyusun masakannya di meja makan segera berlari melihat keadaan kedua namja kembar tadi.

"Minnie, Bummie, waeyo? Apa yang kalian lakukan?" Tanya Jaejoong saat masuk ke dalam ruangan yang penuh berantakan dengan main berbagai jenis dan ukuran. Dilihatnya kedua namja kembar tadi tengah memperebutkan sebuah buku.

"Buku Bummie, Jooggie hyung." Adu Kibum sambil mempoutkan bibirnya lucu dan menunjuk buku gambarnya yang di sembunyikan Changmin di balik tubuh kecilnya.

"Minnie cuma mau pinjam hyung." Sahut Changmin cepat membela dirinya saat Jaejoong menatapnya.

"Shiro! Bummie mau buku gambar Bummie." Balas Kibum menatap Changmin kesal.

"Minnie hyung pinjam, Bummie jangan pelit." Sahut Changmin lagi, Jaejoong mengelengkan kepalanya melihat tingkah kedua namja kembar ini.

"Sudah-sudah jangan berkelahi ne. Minnie dan Bummie kan anak-anak yang pintar jadi tak boleh berkelahi, berkelahi itu tak baik." Ucap Jaejoong yang segera melerai sebelum Changmin sukses membuat Kibum menangis untuk yang kelima kalinya.

"Buku Bummie, hyung." Rengek Kibum manja sambil memeluk Jaejoong.

"Minnie hyung pinjam sebentar sayang, nanti pasti Minnie hyung kembalikan," Ucap Jaejoong memberi pengertian pada Kibum yang masih ngambek apa lagi saat Changmin menjulurkan lidahnya pada Kibum merasa menang karena Jaejoong membelanya. Kibum terdiam dengan mata berkaca-kaca hampir menangis membuat Jaejoong panik, "Um, ada yang ingin makan ayam?" Tanya Jaejoong membuat Changmin berteriak senang.

"Minnie mau!" Jawab Changmin cepat sedangkan Kibum masih diam ngambek.

"Ne ayo kita makan sekarang, Bummie mau makan juga tidak?" Tanya Jaejoong pada Kibum yang hanya menganggukan kepalanya pelan, "Sebelum kita makan Minnie hyung harus mengembalikan buku Bummie dulu ne." Pinta Jaejoong, Changmin mempoutkan bibirnya tanda menolak tapi karena melihat tatapan namja cantik tadi akhirnya Changmin mengalah dan mengembalikan buku Kibum walau dengan wajah keruhnya. Kibum dengan kasar merampas bukunya dari Changmin lalu memeluknya erat takut sang hyung akan merebutnya lagi.

"Ayo makan hyung! Minnie lapar!" Teriak Changmin girang sambil berlari menuju ruang makan yang bersebelahan dengan dapur. Jaejoong menyusul Changmin dengan mengendong Kibum. Changmin sudah duduk dengan manis di kursinya sambil mengangkat piring kosongnya saat Jaejoong berada di ruang makan juga mendudukan Kibum di sampingnya, "Min, mau yang banyak hyung!" Seru Changmin pada Jaejoong yang tengah mengisi piringnya.

"Tapi harus di habiskan ya." Balas Jaejoong, Changmin menganggukan kepalanya. Jaejoong mengisi piring kedua namja kembar tadi dengan nasi, sayuran dan lauk.

Changmin makan dengan sangat lahap walau cara makannya berantakan hingga membuat banyak nasi berceceran di sekitar piringnya dan ada juga yang menempel di baju dan wajahnya, sedangkan Kibum seperti biasa makan dengan sangat lama membuat Jaejoong memutuskan untuk memyuapinya. Setelah makan mereka mencuci piring bersama walau sebenarnya Changmin dan Kibum hanya bermain air dan busa sabun saja. Setelahnya Changmin mengajak Kibum main game dan Jaejoong menemani mereka, tapi baru sebentar bermain Changmin kembali berulah membuat sang adik ngambek.

"Bummie sedang mengambar apa?" Tanya Jaejoong sambil mencuri-curi pandang pada buku Kibum.

"Joonggie hyung." Jawab Kibum pelan tanpa menoleh pada Jaejoong. Changmin yang penasaran pun segera mendekati sang adik yang sedang memojokkan dirinya di samping sofa akibat ngambek dari Changmin tadi.

"Bummie mengambar hyung?" Tanya Jaejoong memastikan, Kibum menganggukan kepalanya pelan.

"Joonggie hyung cantik," Ucap Changmin memeluk leher Jaejoong dan mencium pipi namja cantik tadi membuat Jaejoong tersenyum senang, "Minnie mau punya umma seperti hyung." Sambung Changmin, Jaejoong terlihat terkejut tapi dadanya menghangat mendengar ucapan polos Changmin tadi.

"Bummie juga mau," Sahut Kibum yang ikut memeluk Jaejoong, "Hyung jadi umma Bummie saja ne." Ucap Kibum polos, Jaejoong tersenyum lembut lalu mengecupi kedua namja kecil tadi.

"Minnie dan Bummie ingin punya umma?" Tanya Jaejoong.

"Ne, yang cantik dan pintar masak seperti hyung." Balas Changmin senang, Kibum menganggukan kepalanya setuju dengan perkataan sang hyung.

"Kalau hyung jadi umma kalian bagaimana?" Tanya Jaejoong tersenyum manis.

"Bummie mau." Jawab Kibum senang sedangkan Changmin sudah berteriak sambil berlari mengitari mereka.

'Jadi umma mereka, hum? Menikah dengan Yunho hyunh?' Tanya Jaejoong dalam hati, baru memikirkannya saja wajah Jaejoong sudah bersemu merah apa lagi kalau hal tadi benar-benar terjadi.

'Kalau aku menikah dengan Yunho hyung aku akan mendapat seorang suami yang tampan dan matang juga dua orang anak yang lucu tapi merepotkan.' Batin Jaejoong sambil menatap Changmin dan Kibum yang bermain bersama, tampaknya mereka sudah baikan.

'Tapi kehidupanmu akan terjamin kalau bisa menjadi umma mereka Jae, kau akan menjadi istri seorang dokter. Kau tak perlu takut jadi gelandangan di jalanan kalau menikah dengannya.' Pikir Jaejoong lagi.

'Ne, aku harus bisa memikat Yunho hyung dan membuat diriku menjadi istrinya. Changmin dan Kibum sudah menerimaku menjadi umma mereka, tinggal membuat Yunho hyung jatuh cinta padaku saja. Kau harus mengunakan tubuh dan kecantikanmu Jae, kau harus bisa jadi Nyonya Jung.' Pikir Jaejoong yakin seraya menyemangati dirinya sendiri. Tampaknya Jaejoong benar-benar ingin menjadi umma si kembar Jung dan menjadi seorang istri dari Jung Yunho. Jujur saja dalam beberapa saat bertemu, berbicara dan berdekatan dengan Yunho itu cukup membuat seorang Kim Jaejoong jatuh cinta pada namja tampan tadi.

_o0o_

Hari susah menjelang sore saat Yunho pulang ke rumahnya, jam saja sudah menunjukan pukul setengah lima sore lebih tapi hari ini Yunho pulang lebih cepat dari biasanya. Biasanya Yunho baru pulang jam enam sore karena harus menjemput kedua anak dari 'Baby Care' tempat penitipan anak. Untuk ukuran seorang dokter jam pulang Yunho bisa di katakan cepat karena rata-rata dokter yang bekerja bersama dengan Yunho baru pulang paling cepat jam delapan malam apa lagi dokter spesialis bedah seperti Yunho yang sering mendapat jadwal operasi dengan jangka waktu yang beragam. Tapi mau bagaimana lagi, Yunho masih punya Changmin dan Kibum untuk di rawatnya. Sering kali terlintas niat Yunho untuk mencari umma baru bagi kedua anak kembarnya itu tapi niatnya langsung hilang saat melihat kedua buah hatinya yang susuh dekat dengan orang-orang baru.

Suasana tenang tanpa keributan kedua anaknya Yunho dapati saat ia masuk ke dalam rumah. Yunho mencoba mencari kedua anaknya tapi ia tak mendapatinya, yang dia temukan malah Jaejoong namja cantik yang mulai hari ini bekerja sebagai pengasuh kedua anaknya dan juga rumahnya. Yunho tersenyum kecil menatap pungung Jaejoong, namja cantik itu berdiri memungunginya di dapur sana, sepertinya Jaejoong tengah mencuci piring atau sayuran di sana.

"Ah hyung kau sudah pulang ternyata, kenapa tak ada suaranya?" Kaget Jaejoong mendapati Yunho yang berdiri menatapnya dalam jarak yang tak terlalu jauh.

"Maaf aku mengagetkanmu, Jae." Balas Yunho tak enak hati, Jaejoong tersenyum manis pada namja tampan tadi.

"Tak apa hyung. Hyung, mau ku buatkan minuman? Bagaimana kalau teh hangat, bukankah di luar udaranya sangat dingin." Tawar Jaejoong.

"Boleh," Yunho mendudukan tubuhnya di salah satu kursi meja makan menunggu teh hangatnya yang sedang Jaejoong buat, "Minnie dan Bummie dimana Jae? Aku belum melihat atau mendengar suara mereka." Tanya Yunho yang tak menemukan keberadaan kedua buah hatinya.

"Mereka sedang bermian di kamar. Ini tehnya, hyung," Jaejoong meletakkan cangkir teh tadi di depan Yunho, "Hyung apakah kau lelah, mau ku pijati?" Tawar Jaejoong, Yunho menganggukan kepalanya pelan. Toh tak ada salahnya mengiyakan tawaran Jaejoong bukan. Jaejoong pun mulai memijati bahu Yunho dengan perlahan.

'Kau harus menciptakan kesan baik di depan Yunho hyung, Jae. Buat dia tak bisa menolakmu.' Ucap Jaejoong dalam hati.

"Apa Minnie dan Bummie merepotkanmu Jae seharian ini?" Tanya Yunho seraya menikmati pijatan Jaejoong.

"Aniya hyung mereka tak merepotkanku. Lagian aku sangat menyukai anak kecil." Jawab Jaejoong setengah benar. Kedua namja kembar tadi memang merepotkannya tapi itu tak masalah karena Jaejoong memang menyukai anak-anak apa lagi kalau itu anak namja incarannya.

"Syukurlah kalau begitu, aku jadi merasa lebih tenang. Oh ya, apa mereka berulah hari ini?" Tanya Yunho lagi.

"Um ya, tapi kurasa itu wajar saja karena mereka masih anak-anak." Kawab Jaejoong.

"Memang mereka berbuat apa Jae?" Tanya Yunho penasaran.

"Changmin menganggu Kibum terus sejak pagi, ia sudah tujuh kali membuat Kibum menangis yang untungnya tak lama." Cerita Jaejoong membuat Yunho tertawa.

"Mereka memang begitu, Jae. Kuharap kau bisa terbiasa nantinya. Changmin belum memiliki banyak teman begitu pula dengan Kibum. Setiap hari mereka hanya bermain berdua saja jadi wajar kalau Kibum yang menjadi korban kenakalan Changmin. Kurasa aku harus siap-siap menerima banyak laporan karena kenakalan Changmin saat ia masuk sekolah nanti." Ucap Yunho sambil tertawa, Jaejoong menangapinya dengan senyuman manis.

"Tapi sepertinya aku yang akan terkena marahan pada ibu-ibu itu hyung. Bukankah aku pengasuh mereka." Balas Jaejoong.

'Pengasuh yang akan menjadi umma mereka nantinya.' Sambung Jaejoong dalam hati.

"Kurasa, jadi bersabar ne," Balas Yunho masih dengan tawanya, "Anak-anak sudah mandi Jae?" Tanya Yunho.

"Belum hyung, mianhae. Biar ku mandikan mereka sekarang." Jawab Jaejoong yang merutuki dirinya dalam hati karena lupa akan salah satu tugasnya sore ini. Jaejoong pun menghentikan pijatannya pada Yunho dan beranjak pergi menemui kedua bocah kembar tadi.

"Biarku bantu Jae." Yunho segera menyusul Jaejoong.

"Tapi hyung..."

"Gomawo atas pijatannya ne, kau pintar sekali memijat. Rasa lelahku jadi sedikit berkurang. Lain kali bolehkan aku minta di pijit lagi?" Tanya Yunho memotong perkataan Jaejoong, Jaejoong pun menganggukan kepalanya sebelum Yunho berjalan meninggalkannya yang tersipu malu.

'Aku memang pintar memijat hyung. Bahkan kalau kau mau aku juga bisa memijat 'itu'-mu dengan lubangku, kujamin kau akan ketagihan juga.' Ucap Jaejoong dalam hati. Pemikirannya tadi malah membuat wajahnya semakin memerah.

'Aish Jae apa yang kau pikirkan, pabo!' Jaejoong memukul kepalanya pelan lalu beranjak menyusul Yunho yang sudah membawa kedua anak kembarnya menuju kamar mandi, wajahnya masih tetap memerah saat ini.

"Butuh bantuan?" Tanya Jaejoong masuk ke dalam kamar mandi. Di sana terlihat Yunho yang sedang mengisi bath up dengan air hangat sedangkan kedua anaknya tengah memilih mainan bebeknya yang berwarna kuning untuk di ajak mandi bersama.

Wajah Jaejoong semakin memerah saat melihat tubuh atletis Yunho yang kini hanya di lapisi selembar singlet tanpa lengan berwarna putih dan boxser pendek dengan warna senada, entah kapan namja tampan tadi menangalkan kemeja putih bergarisnya dan juga celana jeans hitamnya.

"Tolong bukakan baju mereka, Jae." Sahut Yunho tanpa menoleh ke Jaejoong. Dengan gugup Jaejoong pun melakukan apa yang tadi Yunho pinta.

'Aku yang berniat mengoda tapi kenapa aku yang jadi di goda.' Ujar Jaejoong dalam hati sambil membuka pakaian Kibum, Changmin sudah masuk deluan ke dalam bath up. Acara mandi sore itu pun jadi terasa cangung, sebenarnya yang cangung cuma Jaejoong saja sedangkan Yunho terlihat biasa saja memandikan kedua anaknya. Jaejoong terus menundukan kepalanya mencoba menyembunyikan wajahnya yang merona merah bahkan dia hanya membalas kalimat Yunho seadanya.

"Minnie jangan begitu nanti Joonggie hyung jadi basah juga." Seru Yunho yang sedang mengembalikan peralatan mandi kedua anaknya pada Changmin yang menyirami tubuh Jaejoong hingga rambut dan bajunya basah. Yunho menatap sang anak tajam sedangkan yang di tatap hanya tersenyum menampakan deretan gigi susunya yang rapi dan putih.

"Jangan marahi Changmin hyung, aku tak apa-apa kok hanya basah saja. Ini kan tidak sakit." Ucap Jaejoong sambil membalut tubuh Changmin dengan handuk besar, namja kecil tadi langsung berlari keluar kamar mandi menyelamatkan dirinya dari amukan sang appa.

"Tapi dia nakal sekali, Jae." Sahut Yunho pada Jaejoong yang kini tengah mengeringkan tubuh Kibum.

"Namanya juga anak kecil hyung. Kalau tidak nakal dia tak akan punya cerita seru untuk di ingat saat dia besar nanti." Balas Jaejoong, kini di dalam kamar mandi tinggal dirinya saja dan Yunho membuat Jaejoong semakin gugup apa lagi saat Yunho berjalan mendekatinya. Rasanya ia hampir mati jantungan saat itu juga.

PUUKKK!

Yunho menutup kepala Jaejoong dengan sebuah handuk besar. Jaejoong menatap Yunho bingung membuat kedua mata doe-nya terlihat bergerak-gerak lucu.

"Kau mandilah dulu, nanti hyung pinjami baju. Besok kita keluar untuk membelikanmu beberapa stel pakaian sekalian mengajak anak-anak jalan-jalan." Ucap Yunho sebelum ia keluar dari dalam kamar mandi tadi menyusul kedua anaknya meninggalkan Jaejoong yang tampak menjedotkan kepalanya di dinding sebagai bentuk pelampiasan jantungnya yang tak mau berdetak dengan normal.

'Aku bisa mati sebelum mendapatkannya kalau begini terus.' Ujar Jaejoong dalam hati.

_o0o_ To Be Continue _o0o_

Q & A:

Q: Kenapa Kibum ma Changmin ga Chadel?
A: Buat ff ini tuh dpt inspirasi dari adikku yg bru 3 tahun (as Changmin) ma Ponakanku yg bru 2 tahun (As Kibum). Adikku n Ponakanku yg br tahun ga cadel sama skli maka.a q buat mrka jg ga chadel n ponakanku yg bru 2 tahun kl ngomong ma kita juga nyambung.

Q: Ada konflik ga di ff ini?
A: Sebenarnya ini Cuma ff ringan jadi ga ada konflik besar yg bisa buat ni ff jd ff angst, Cuma menceritakan gimana jalan cerita Jae ma Yun yg mengalir bagai air aja tanpa ad paksaan atau kejadian mengejutkan di kehidupan mereka.